Halo semuanya… balik lagi bersama saya… kali ini saya balik membawa chapter 5…
Sebelum saya mulai, saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat kalian semua yang sudah mensuport saya lewat review-review positif kalian semua… arigatou Gozaimasu!
Dan soal salah kata, saya benar-benar minta maaf…
Tanpa menunggu lama, langsung saja disimak chapter 5 berikut ini..
Chapter 5
Berkumpulnya tim 7 di gerbang utama Konoha mengawali pagi yang cerah ini. Yah, mereka berkumpul untuk bersiap melakukan misi di Nami no Kuni, desa miskin yang terletak di tengah-tengah danau.
Misi mereka adalah mengawal seorang pembuat jembatan dari serangan para bandit yang mengganggu pembuatan jembatan penghubung antara Nami no Kuni dengan Salah satu desa di Houzukijou agar keadaan ekonominya membaik.
Selama ini desa ini tak punya system penghubung dengan Negara lainnya selain kapal, dan dengan itu seorang bernama Gatou memanfaatkannya drngan membangun perusahaan transport kapal dengan tariff sangat mahal.
Selama diperjalanan Naruto hanya diam, begitupun anggota tim yang lain sampai Kakashi memecah keheningan tersebut.
"Ngomong-ngomong, bukankah Nami no kuni masih bias menggunakan kapal sebagau alat penghubung dengan desa besar?" Tanya Kakashi pada Tazuna.
"Benar, tapi seseorang memanfaatkan hal tersebut utuk mengeruk keuntungan, dia bernama Gatou. Bukan hanya itu, Gatou juga menyelundupkan barang-barang illegal melalui desa kami!" ucap Tazuna dengan wajah murung.
'Berarti desa ini sedang dalam krisi yang sangat sulit sehingga kakek ini ingin membantu dengan membangun jembatan. Dan menurut analisaku, jika memang ini berurusan dengan orang kaya, maka tidak menutup kemungkinan kalau aka nada demigod yang terlibar didalam misi ini. Ini akan seru!' piker Naruto sambil tersenyum.
"Kau seperti orang gila kalau tersenyum sendiri, dobe!" Seru Sasuke yang dari tadi memperhatikan Naruto
"Urusai, teme!" bentak Naruto
Sudah cukup jauh dari Konoha, Naruto merasa ada yang aneh karna ada sebuah genangan air ditengah jalan.
'Cuaca cerah seperti ini ada genangan air? Bukankah tadi malam tidak hujan?' Pikir Naruto
'Ada seririk cakra didalam genangan air itu, mungkinkah itu hanya penyamaran?' piker Hinata yang melihat dengan Byakugan.
Setelah mereka melewati genangan air itu, hanya Naruto dan Hinata yang memasang sikap waspada.
Tiba-tiba, dari genangan air itu keluar dua orang demigod membawa rantai yang saling terhubung satu sama lain.
Mereka berlari dan melilitkan rantai itu pada tubuh Kakashi .
"Ini yang pertama!" ujar salah satu dari mereka sambil menarik rantai yang melilit tubuh Kakashi sehingga tubuh Kakashi hancur lebur.
"Dengan sigap sasuke melempar sebuah shuriken disusul sebuah kunai dari Naruto sehingga rantai yang dipegang oleh kedua penyerang tersebut menancap dipohon.
Tal lalah sigap, kedua penyerang itu memotong rantai rereka dan langsung maju dengan cepat kearah Naruto.
Naruto hanya berdiri dengan santai, namun tiba-tiba Sasuke ada didepannya dan langsung memukul Perut orang itu hingga jatuh pingsan.
"Ap-apa?" ujar Naruto karna terkejut
Musuh yang satu juga maju menyerang kearah Tazuna dan Sakura.
"Yang ini gukuranku, Teme!" seru Naruto sambil berlari menghadang sang musuh.
Dengan cepat Naruto menendang punggung musuh dari belakang hingga menghantam tanah, saking kuatnya tendangan Naruto sampai menciptakan kawah disekeliling musuh yang kelihatanya sekarat.
"Kau terlalu berlebuhan, Naruto!" Ujar Kakashi yang ternyata berada diatas sebuah pohon didekat mereka.
"Jadi, yang tadi itu hanya bunshin ya, sensei?" Tanya Naruto
"Begitulah, aku sudah menyadari keberadaan mereka dari jarak 20 meter sebelum mencapai genangan air itu, lalu aku membuat bunshin!" jrlas Kakashi
"Lalu kenapa kau hanya duduk dan membaca novel menjijikan itu dasar guru mesum?" Bentak Naruto
"Aku bias enyerahkannya pada kalian, kenapa harus repot?" balas Kakashi santai
Kakashi pun turun dari atas pohon dan menghampiri Tazuna
"Bagaimana bisa demigod terlibat dalam misi rank-C?" Tanya Kakashi tajam
"Maaf karna aku sudah membohongi kalian, desa kami adalah desa miskin hingga tak sanggup untuk meminta bantuan misi rank-B, sehingga aku terpaksa berbohong pada kalian. Jika kalian tak sanggup dengan misi ini juga tidak apa-apa. Kalian bisa kembali ke desa kalian dan membiarkan desa kami berada dalam jajahan Gatou untuk selamanya!" Tutur Tazuna dengan wajah memelas
"Bagaimana menurut kalian, misi ini bisa tergolong misi rank-B bahkan bisa saja rank-A. apa kita terus melanjutkan misi ini?" Tanya Kakashi pada anggota timnya
"Kenapa tidak? Ini pasti akan seru!" balas Naruto bersemangat
"Benar, lagipula kita sudah terlanjur mengambil misi ini!" balas Sasuke, sedangkan Hinata hanya mengangguk
"Baiklah, kami akan melanjutkan misi ini! Ayo berangkat!" ujar Kakashi dan mereka pun melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda, dan setelah mengikat kedua demigod itu pada sebatang pohon.
Sesampainya mereka disebuah danau yang mengitari Nami no kuni, mereka pun menyewa prerahu secara sembunyi-sembunyi menuju ke Nami no kuni.
"Ada yang aneh dengan kabut ini, apa kalian merasakanya?" Tanya Naruto pada yang lain
"Kau terlalu penakut, dobe!" balas Sasuke acuh
Naruto hanya diam mendengar ejekan itu.
Setibanya mereka didaratan ditepi hutan, mereka pun turun dari perahu.
"Maaf, aku hanya bisa mengantar kalian sampai disini saja!" ujar sang pemilik perahu
"Tak apa, ini sudah sangat membantu kami! Terima kasih!" ujar Tazuna sambil membungkuk
Mereka pun berjalan menuju desa, tiba-tiba dari arah belakang melesat sebuah zanbatto besar dengan kecepatan tinggi kearah mereka, mereka pun menunduk untuk menghindari zanbatto itu, kecuali Naruto yang malah meloncat dan setelah zanbatto itu menacap dipohon, Naruto pun mendarat diatas zanbatto itu
"Bisa kau kembalikan pedangku, bocah?" Ujar suara berat dari dalam kabut tepat dari arah zanbatto itu dating
Naruto pun turun dan mencabut pedang raksasa itu, dia pun melemparkan zanbatto itu kearah spemilik suara yang telah keluar dari kabut dengan kecepatan yang bahkan lebih dari kecepatan datangnya pedang itu.
"Hupp!" orang itu menghindar kesamping dan menangkap pedang itu dengan mudah
"Lain kali hati-hati dengan pedang besar itu, seseorang bisa kehilangan kepalanya tadi!" ujar Naruto dingin pada orang dihadapannya
Orang itu berbadan tegap beroto dengan kaos tanpa lengan berwarna hitam dan perban menutupi mulut dan hidungnya. Jangan lupa hitai-ate dipasang menyamping berlambang kirigakure yang dicoret. Pedang yang dibawanya berukuran luar biasa besar dengan sebuah lubang didekat gagangnya dan setengah lingkaran yang berada di belakang mara pedang bagian dekat ujung, inilah Kubikiri Bochou.
"Zabuza si Kirigakure no Kijin, tidak kusangka Gatou akan menyewa criminal kelas S sepertimu!" Ujar Kakashi
"Hm? Hatake Kakashi si Copy Ninja, aku juga tidak menyangka bisa berhadapan langsung denganmu!" balas Zabuza
"Suiton;Kirigakure no jutsu!" tiba-tiba kabut mulai menebal dan Zabuza menghilang dalam kabut
"Semuanya, lindungi Tazuna! Biar aku yang melawan zabuza!" seru Kakashi dan anggota timnya pun langsung mengelilingi Tazuna dengan posisi siaga.
Kakashi menyingsingkan pelindung kepalanya dan menampakan mata berpupil merah dengan tiga tomoe menghiasinya.
Dia pun menangkis kunai yang melesat dari arah belakangnya. Lalu dia pun merapal segel tangan dan meneriakkan jutsunya
"Fuuton;Kaze kiri no jutsu!" tiba-yida dating sebuah badai angin yang besar dan melenyapkan kabut Zabuza
"Aku tak heran kau bisa melenyapkan kabutku, Hatake!" ujar Zabuza yang langsung maju dengan Kubikiri Bochou terayun kearah perut Kakashi.
Kakashu menangkis pedang itu dengan kunai, namun saking kuatnya ayunan pedang itu, Kakashi sampai terseret ke belakang. Suara besi beradu pun terdengar nyaring disertei gerakan yang sulit ditangkap mata biasa karna saking cepatnya.
"Kau membaca gerakanku dengan Sharingan itu ya?" ujar Zabuza
"Tentu saja, tanpa ini aku tidak akan disini sekarang!" balas Kakashi sambil terus menangkis serangan Zabuza
Kakashi pun mundur dan mengalirkan cakra petir ke kunainya, lalu dia maju dan menebaskan kunai itu ke Kubikiri Bochou Zabuza hingga pedang itu patah seperempat
"Sial!" umpar Zabuza, karna posisi Kakashi sulit untuk menghindar, maka Zabuza memanfaatkan hal itu dengan menebas paha kanan Kakashi dengan Kubikiri Bochou miliknya
"Ugh!" erang Kakashi setelah dia mundur ke belakang.
Dan mengejutkan, Kubikiri Bochou Zabuza kembali utuh seolah belum pernah tergores sedikit pun.
"Hahaha, Kubikiri Bochou akan kembali utuh jika berhasil menebas seseorang dan terlumuri darah!" Ujar Zabuza
"Kalau begini biar akuk yang maju!" ujar Naruto dan melesat maju kearah Zabuza
"TUNGGU NARUTO!" teriak Sasuke dan Hinata bersamaan. Namun Naruto sudah beradu kunai dengan Zanbuza
"Iblis Kirigakure, kepalamu akan sangat mahal jika ditukar dengan uang!" ujar Naruto sadis
"Itu jika ada yang bisa menebasnya!" balas Zabuza sengit
Naruto pun melakukan tendangan menyampimh dengan tepat mengenai lengan kanan Zabuza yang memegang pedang, Kubikiri Bochou pun jatuh dan diambil Naruto untuk menyerang Zabuza.
Seolah tak terbebani oleh berat pedang itu, Naruto melakukan gerakan-gerakan yang sangat gesit. Dengan Zabuza yang hanya menggunakan Kunai, tampak jelas kalau Zabuza kewalahan menangkis semua serangan Naruto.
Dan akhirnya Zabuza pun terpukul perutnya oleh salah satu sisi Kubikiri Bochou hingga terpental menabrak pohon hingga pingsan. Dan dengan tiba-tiba, dating sebuah jarum besar yang mengenai leher Zabuza
Terlihat seorang bertopeng ANBU kirigakure menghampiri jasad Zabuza.
"Biar aku yang mengurus mayat Zabuza Momochi!" ujar ANBU itu
"Aku ingin memastikannya dulu!" Naruto pun mendekati Zabuza dan mengecek denyut nadunya.
"Baiklah, kau boleh membawanya pergi!" Ujar Naruto sambil berlalu
"Tunggu!" cegah ANBU itu sebelum Naruto menjauh
"Ada apa?" Tanya Naruto
"Berikan pedang itu padaku!" printah ANBU itu
"Oh, aku lupa!" balas Naruto sambil melemparkan Kubikiri Bochou ke ANBU itu
ANBU itu pun pergi membawa jasad dan pedang Zabuza. Dan Tim 7 pun pergi kerumah Tazuna untuk beristirahat.
Disana ada anak Tazuna bernama Tsunami dan cucunya Inari yang tampak tak bersahabat.
Setelah mengobati luka Kakashi, tim 7 pun beristirahat karna lelah.
Bersambung
