Disclaimer : I wish I could have all the characters, but they belong to themselves
Rate : M( NC 21) bukan bacaan anak dibawah umur
Genre : Romance, drama
Warning : NC 21, HARDCORE SEX, BL, YAOI, BAHASA TIDAK BAKU, TYPOS, OOC, dimohon daripada ngebash ga ada kerjaan lebih baik ga usah baca, ga usah menghina di sosial media!
CAST : Jung Yunho X Kim Jaejoong
Shim Changmin X Kim Jaejoong
Park Yoochun
Kim Junsu
other cast
.
.
DON'T LIKE DON'T READ!
Sebelum terlambat, yang ga suka alur cerita dan pairingnya cepat-cepat klik back, ini lapak saya dari pada sesak nafas lebih baik tinggalkan secepatnya. yang baca tetep...review dong :)
NOTE!
"I'M NOT MYSELF WHEN I'M WRITING" JADI JANGAN HUBUNGKAN ALUR CERITA INI DENGAN SIFAT PRIBADI SAYA :)
Summary
Jaejoong yang selama dua tahun telah menjalin cinta dengan seorang Jung Yunho tiba-tiba merasa hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsunya saja dan berniat mengakhiri hubungan mereka. Apakah Yunho akan menerima keputusan Jaejoong?
.
Chap sebelumnya
Namun kembali lagi kepada fakta bahwa hari itu bukanlah hari keberuntungan seorang Kim Jaejoong aka Joongie kitty, karena baru saja akan menyelamatkan dirinya, tas selempangnya dengan tidak elit malah nyangkut disalah satu kursi yang berada dikelas tersebut. Hal itu dipergunakan dengan sebaiknya oleh Jung Yunho untuk segera menahan tubuh kurus tak berdayanya.
"M-Mianhe Yunnie ah..."
Tak ada yang dapat dilakukan si kitty itu selain hanya meminta maaf. Bahkan ia tak berani mebayangkan hukuman apa yang akan diterimanya. Tubuh kurus itu kini berada dalam cengkraman kuat sang beruang takut jika sasarannya terlepas lagi.
"Joongie nappeun eoh? kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan terhadap adik kecilku ini!" Mata musang itu nanar menatap wajah cantik dalam cengkramannya.
"AARRGGGHHH, Appo Yunhh..."
.
.
.
.
.
.
LOVE ME OR MY BODY?
.
.
.
.
.
.
"Yunhh lepasshh, k-kau menyakitiku"
"Never! sebelum kau memuaskanku, sekarang berbaliklah, sudah sekian lama aku menahannya karena kau terus menghindariku"
"Andwae Yunh!"
Jaejoong hanya dapat terisak saat tubuh kurusnya dibalikkan begitu saja oleh Yunho dengan kedua tangannya yang menumpu diatas meja. Sedangkan sebelah tangan Yunho mulai menggerayangi dadanya dari balik seragam sekolahnya yang masih lengkap.
Sreeettt~
"Yunhh andwae...jebbal, jangan disini aku malu dengan semua penghuni sekolah ini yang selalu mendapati kita tengah melakukan hal seperti ini, aku malu Yun"
Jaejoong menjerit tertahan saat menyadari celana panjangnya telah melorot hingga kebawah betisnya, ia tak menyadari ternyata dengan sangat cepat Yunho telah melepas celana seragamnya dan melorotkannya hingga kemata kakinya, dengan keadaannya yang membungkuk hingga mempertontonkan dengan jelas hole pinknya yang menggoda mata musang dibelakang tubuhnya itu.
"Aku tak peduli, kalau mereka maca-macam akan kukeluarkan dari sekolah ini!"
"Hiks, mengapa kau tak pernah mengerti perasaanku, selalu memaksaku, aku..."
"Diamlah! kau merusak nafsuku saja..."
Jleebb!
"Ahhh...nikmatnya, makin sempit saja, aahhh"
"Hiks..."
"Hentikan tangisanmu itu kitty, nikmati dan mendesahlah untukku, setelah ini akan kuberikan apa saja yang kau mau, ottokhe hmm..."
"Shirro, kau egois Yunh..aahhhh"
"Ahaha, lihatlah tubuhmu saja tak dapat menolakku, slutt"
"Berhenti memanggilku seperti itu, auhhh"
"Kau memang my slutt kitty, lihatlah, bahkan hole-mu ini menagih dan menginginkan juniorku masuk lebih dalam lagi, eoh?"
"Aniya, ahhhhh, mmhhh...there Yunhh, sshhh"
Kali ini Jaejoong benar- benar tak dapat membantah ejekan yang keluar dari bibir hati itu saat desahan erotisnya keluar dengan sendirinya ketika Yunho yang dengan sengaja menumbukkan junior big sizenya semakin dalam dan dengan kecepatan yang berkali lebih cepat dari sebelumnya. Jaejoong yang tadinya masih dapat menumpukan kedua tangannya diatas meja kini tak kuasa lagi menahan bobot tubuhnya, perlahan ditekuknya kedua sikunya supaya dapat menahan kepalanya agar tidak menyentuh permukaan meja secara langsung.
Bibir hati itupun melengkung sumringah saat menyadari tubuh mulus yang tengah digagahinya dari belakang itu melemas tak berdaya karena permainannya. Selalu begitu, setiap Jaejoong menolak saat akan disentuhnya pada akhirnya Jaejoong sendirilah yang melemah dan menikmati setiap sentuhannya seperti saat ini.
"Mmmhh aahh Yunhh jangan berhenti jebbal aahhh, lebih dalammhh" racau Jaejoong semakin terbawa arus permainan junior Yunho didalam holenya. Meja tempatnya bertumpu bergoyang-goyang karena hentakan Yunho yang tanpa henti.
"Teruslah mendesahkan namaku boo, aahhh kau nikmat sekali" Yunho terus menghantam hole ketat Jaejoong tanpa ampun membuat desahan demi desahan Jaejoong yang menyerukan namanya terus terdengar diruangan kosong itu
"YYunniiehh, a-akuh arrggghhh" dan cairan kental yang berasal dari lubang junior Jaejoong-pun mengalir deras tercecer dilantai kelas. Sejenak Jaejoong menghentikan desahannya untuk menikmati puncaknya dengan memejamkan kedua mata indahnya sembari menggigit bibirnya dengan keras. Selalu seperti ini, disaat ia berusaha menolak godaan Jung Yunho maka akan semakin brutal Yunho memperlakukannya sehingga selalu berujung dengan puncak kenikmatannya.
"Boo, jangan lupakan aku disini...bahkan kau sama sekali belum memuaskanku"
Srraakk~
Tubuh kurus itupun dengan mudahnya berubah posisi dari membelakangi sekarang sudah terlentang menghadap namja manly super tampan yang menatap bagian depan tubuh putih mulus itu dengan pandangan seperti ingin menelan bulat-bulat tubuh polos yang baru saja mencapai surganya.
"Boo...kau selalu membangkitkan gairahku...mmhhh, ssshhh"
Tak sabar kedua tangan kekar itu mulai meraba bagian perut rata Jaejoong yang sangat mengoda. Perut putih mulus dengan dihiasi tindikan dibagian pusarnya yang membuat Jung Yunho berkali-kali menelan salivanya, belum lagi pemandangan diantara selangkangan sicantik yang memamerkan benda pusakanya yang kini sudah melemah akibat klimaksnya barusan.
"AAhhh Yunhh, Yunniieehh, aahhh...mmhhh"
Tubuh Jaejoong menggelinjang nikmat saat lidah mahir Jung Yunho telah bermain disekitar pusarnya mempermainkan ring yang disematkan disana membuat pemilik mata indah itu merasa geli dan nikmat diwaktu yang bersamaan saat bibir hati mulai menyedot-nyedot benda yang terbuat dari platina hadiah pemberian Yunho saat Jaejoong berulang tahun yang ke 15 tepat disaat bulan ketiga mereka berpacaran. Saat itu Jaejoong masih duduk dibangku kelas 10 dan Yunho dikelas 12, itu terjadi hampir 2 tahun yang lalu, tapi mengapa sekarang Yunho masih berada dikelas 12? bukankah seharusnya ia telah menamatkan sekolahnya karena selisih mereka adalah 2 tahun.
Yunho sengaja tidak mau diluluskan hanya semata-mata ingin selalu berdekatan dengan namja chingunya. Ia tidak ingin jika Jaejoong sampai terpikat pesona namja lain yang lebih tampan darinya. Ini terlalu gila dan terdengar tak masuk akal memang, begitu tergila-gilanya seorang Jung Yunho kepada seorang Kim Jaejoong sehingga ia tak berniat beranjak dari sisi si cantik penyuka gajah dan boneka hello kitty itu.
Bagaimana dengan Jaejoong sendiri? si putih mulus itu tak dapat melakukan apa-apa lagi, selain memang ruang geraknya terbatas karena selalu dibuntuti oleh si Jung, tubuhnya-pun seolah sudah 'ditandai' agar namja lain enggan memilikinya.
Disekolah tersebut memang sudah menjadi rahasia umum jika pasangan YunJae seringkali melakukan hubungan intim, dan parahnya hubungan terlarang itu kerap kali mereka lakukan disekolah mereka sendiri, bahkan disetiap ruangan sudah mereka 'cicipi'. itulah yang membuat namja lain disekolah tersebut enggan mendekati Jaejoong, tubuh indahnya sudah dikotori oleh seorang Jung Yunho.
"Yunnieeehh, mmhhh..."
Jaejoong-pun tak kuasa mengeluarkan rintihan nikmatnya saat bibir hati namja Jung itu telah menyesap nikmat juniornya dengan antusias. Terkadang digigitinya ujung junior tersebut sampai cherry merah itu terpekik karena sakit yang amat sangat hingga mencetak senyum memuaskan Yunho yang melihat kekasihnya kesakitan.
"Boo, kau tahu? tubuh indahmu ini selalu membuatku kehilangan akal sehatku, selalu ingin menikmatinya setiap saat, mmhhh" racau Yunho sementara mulutnya masih sesekali menghisap milik Jaejoong dengan kuat dan semangat.
"Yunnieh jebbal janganhh menya-kitikuuhh, aahhh" mohon Jaejoong saat Yunho dengan beringas menyesap Juniornya dengan keras dan kasar.
"Kalau kau tak ingin aku mengkasari-mu, jangan pernah menghindar dariku boo...kau tahu aku akan melakukan apa saja agar kau kembali kepadaku, apa saja! kau dengar? mmhhhh...mmhhh"
Dengan nada tinggi Yunho menjawab keluhan kekasihnya itu, tak dapat disimpannya kekesalannya yang sudah beberapa hari ini memenuhi rongga dadanya akibat si cantik yang terus menghindarinya.
SRAAKK~
"Yunhh, kau mau membawaku kemana? Ahhh, jebbal jangan membawaku keluar dalam keadaan begini, hiks andwae Yunhh"
"Ani baby, aku hanya ingin memuaskan diriku seperti ini"
Bugh!
"Shhh appoo, hiks..."
Jaejoong tersentak saat tubuh kecilnya diangkat dari meja tempatnya berbaring menuju muka kelas, semula ia mengira Yunho akan membawanya keluar dan memperkosanya dilapangan sekolah, untung pikirannya salah. Yunho memang beberapa kali mengancam akan memperkosanya ditengah-tengah lapangan sekolah, tentu saja dihadapan seluruh penghuni sekolah. Jung Yunho memang gila, gila karena Kim Jaejoong.
Jaejoong meringis sakit saat punggung polosnya membentur papan tulis dibelakangnya. Ternyata Yunho membawanya kearah papan tulis dan menempelkan tubuhnya ke benda putih berpermukaan licin itu, masih dalam posisi menggendong Jaejoong yang mengaitkan kedua kakinya dipinggang Yunho dan kedua tangannya erat memeluk leher jenjang kekasih tampan namun gila-nya itu.
"Mari kita mulai boo" seringai mesum ditampakkan bibir hati itu saat tubuh keduanya telah menempel erat dalam posisi Jaejoong digendongannya dan punggungnya yang menempel pada papan tulis dengan tujuan mengurangi bebannya saat tubuh mereka bersatu nanti. Ya posisi seperti ini adalah posisi kegemaran Yunho, Jaejoong sudah hafal dan paham benar.
Namun sebelum memulai aktifitas inti mereka Yunho yang sudah dalam keadaan polos sempat mempermainkan kedua Junior mereka yang menempel bersentuhan, membuat si cantik digendongannya menggeram kesal atas ulahnya, mengundang senyum sinis diwajah tampan itu.
"Napeun eoh? bitch!"
"Don't tease mee...jebbal Yunhhh" desah halus Jaejoong frustasi saat bisikan Yunho yang bernada mengejek itu malah membuatnya semakin terangsang. Tubuhnya memang telah terbiasa menerima rangsangan dari si bibir hati.
"Bersiaplah boo, buka holemu yang lebar, aku tak akan melakukan pemanasan lagi...sudah tak sabar merasakan milikku didalam-mu, eemhh" bisik seduktif Yunho ditelinga sensitif kekasih cantik dan seksinya. Sedangkan kedua tangan nakalnya yang tengah menopang kedua bongkahan pantat putih mulus itu digerakkannya kesamping agar hole yang sudah di-klaim sebagai miliknya itu terbuka lebar.
"Ouhh shit! hole ini, mengapa selalu saja sesempit ini..." racau bibir hati saat kedua tengannya telah bermain disekitar lubang belakang Jaejoong yang hanya dapat memejamkan matanya nikmat. Tak ada lagi nada memohon agar Yunho menghentikan aksinya.
"Yunhhh" bibir merah itu mengerucut tak sabar menunggu aksi Yunho selanjutnya.
"Tak sabar, hmm? you're really my slutt kitty ahh...baiklah"
Jleb!
"Ahhh Yunhhh...sshhh, move please...move, bergeraklah, ahhh!" Jerit tertahan Jaejoong saat tanpa aba-aba dan pemanasan Junior besar itu memasuki lubang pink-nya yang sudah terbiasa menerima benda besar itu. Tak ada jerit sakit, yang ada hanya desahan nikmatnya.
"Ahh damn! tight as always...bitch you, aahhh" racau Yunho saat merasakan sensasi juniornya yang menyentuh dinding lubang belakang kekasihnya itu. Sementara bibirnya terus meracau, lidah dan giginya sibuk bermain di dada montok Jaejoong yang berada tepat dihadapannya karena posisi Jaejoong yang berada digendongannya.
"Jebbal Yunh, janganhh berhentiehh, mmhh...mmhhh" Cherry merah itu terus memohon dalam desahannya agar Yunho tak menghentikan aksinya apalagi saat ini lidahnya tengah bermain dikedua nipplenya menyedot dan menggigiti tonjolan yang sudah membengkak dan mengeras itu. Sementara salah satu tangannya terus mengocok junior Jaejoong dibawah sana. Jaejoong kini terbuai dalam 3 rangsangan sekaligus, wajahnya hanya dapat mendongak nikmat dengan kedua mata doe-nya yang terpejam merasakan sensasi yang diberikan Jung Yunho.
"Ah...ah..ah" desahan tak henti dari bibir keduanya yang bersahut-sahutan didalam kelas yang sudah kosong itu. Sementara Jung Yunho semakin menaikkan tempo gerakannya yang berpusat pada bagian bawah tubuh Jaejoong. Ditumbuknya hole sempit itu berulang-ulang tanpa henti dengan gerakan yang kasar.
"Ahhh, disana Yunhh, jebbal jangan berhenti, emhhh lebih cepat lagiih, ahhh" mohon Jaejoong saat berkali-kali ujung junior kekasihnya menumbuk titik nikmatnya. Cherry merah itu terus memohon agar Yunho mempercepat pergerakan juniornya didalam tubuhnya
"As you wish baby, ahhh.." dan tanpa henti yunho semakin mempercepat gerakannya membuat tubuh Jaejoong bergoyang dengan sendirinya seiring gerakan yang diciptakannya. Sementara dada montok Jaejoong telah dipenuhi salivanya bercampur dengan peluh yang mengalirinya, sedang kedua nipple milik Jaejoong terlihat telah membengkak sempurna akibat hisapan kerasnya. Jangan lupakan kissmark yang bertebaran diseluruh permukaan dada dan lehernya.
"Yunnhhh..."
"Ne, keluarkanlah boo"
"AAhhhh keluar yunhhh, aahh...emhhh, mmhh" segera Yunho menyambar cherry merah itu agar klimaks kedua yang dirasakan Jaejoong semakin nikmat. Disesapnya kuat secara bergantian benda kenyal yang berasa manis dibibirnya sementara sang pemilik tergolek lemah dibahunya setelah mengeluarkan cairan cintanya yang mengotori telapak tangan kekasihnya.
Menunggu sebentar, dengan sabar Yunho mengistirahatkan juniornya yang masih bersarang didalam hole ketat itu,"Ottokhe boo? sudah bisa bergerak sekarang?" bisiknya halus ditelinga Jaejoong yang masih tergolek lemah dibahunya. Klimaks barusan seperti telah menguras habis tenaga sicantik itu.
"Terserah pada-mu...aku lemas Yunh..,mianhe"
"Arraso, aku tak dapat menundanya lagi boo, sebentar lagi ne? tahan saja"
"Umm..." Angguk lemah Jaejoong saat merasakan Yunho telah memulai kembali pergerakannya dibawah sana. Sedikit geli itu yang dirasakannya karena kenikmatannya telah berkurang akibat klimaksnya barusan.
"Ahhh...nikmathh, ah..ah..ah..." kini hanya bibir hati itu yang meracau nikmat lantaran Jaejoong yang masih berada digendongannya dan menempel pada dinding whiteboard telah terkulai lemas kepalanya diletakkan dibahu kekarnya. Hanya desahan kecil sesekali tedengar dari bibir pout Jaejoong, itupun desahan karena menahan geli, bukan karena nikmat lagi.
Yunho semakin mempercepat gerakan menumbuknya karena dirasa klimaksnya akan segera datang, tubuh Jaejoong bergoyang-goyang keatas dan kebawah dengan sendirinya karena gerakan kasarnya, dan akhirnya...
"Keluar boo, aahhhhh...sshhhh" desisan nikmat saat puncak kenikmatan itu datang menghampiri pemilik tinggi 186 cm itu, dibenamkannya sedalam-dalamnya juniornya agar semakin merasakan kenikmatan itu, sementara cairan yang dikeluarkannya didalam hole sempit itu seakan memantul meleleh keluar kembali.
Tes..tes..tes..
Tetesan cairan putih kental membasahi lantai kelas kosong tersebut. Karena terlalu banyaknya cairan yang memenuhi hole sempit itu hingga tak terbendung menetes dilantai kelas kosong yang telah ditinggal seluruh penghuninya pulang. Kecuali dua makhluk yang tengah memadu cinta dadalamnya.
"Emhhh" terdengar desahan halus dari bibir cherry yang sedari ia klimaks tadi sama sekali tak mengangkat kepalanya dari bahu kekar Jung Yunho.
"Boo, I'm finish..are you still there? jangan katakan kalau kau pingsan lagi..." kini nada khawatir yang terdengar dari bibir hati. Pasalnya sudah berkali-kali ia mendapati tubuh kekasihnya yang terkulai pingsan sehabis ia mengerjainya tanpa ampun seperti saat ini.
"Yunnh aku tak kuat lagi..." Kalimat terakhir Kim Jaejoong sebelum dirinya benar-benar terkulai dibahu kekasihnya, pingsan.
.
.
.
"Eungghh, eodiseo..."
"Dikamarku"
"Eunghh...Changminah? Yunho eodi?"
"Ada perlu sebentar, umma minta ditemani berbelanja ke supermarket. Beruang mesum itu menyuruhku menungguimu, ck...lagian pakai acara pingsan segala, huh"
Jaejoong terbangun dari pingsannya dan tersentak saat mendapati dirinya yang terbangun bukan dikamar yang biasa dihuni-nya yaitu kamar Yunho. Ia terbangun dikamar Jung Changmin adik kandung Yunho sendiri. Ia terbangun dan langsung disambut dengan nada tak bersahabat Changmin yang memang dirasakannya 'kurang' menyukainya.
"Umm, arraso kalau begitu aku akan pindah kekamar Yunho saja...aishh" ucap Jaejoong lemah dan berusaha bangkit dari posisinya, namun hal tersebut diurungkannya pasalnya baru disadarinya jika tubuhnya yang terbalut selimut itu masih dalam keadaan polos. Sepertinya Yunho tak sempat memakaikannya baju.
Dengan perasaan malu Jaejoong kembali duduk dan menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya. Gerak-geriknya itu tentu saja membuat Changmin menaikkan salah satu alisnya pertanda heran.
"Mengapa tidak jadi?"
'...'
Jaejoong sama sekali tak menjawab pertanyaan Changmin, ia hanya menundukkan kepalanya saja pertanda rasa malunya yang amat sangat. Perlahan dirasakannya dua bola matanya menghangat. Kembali Changmin merasa heran.
"Wae? kau tidak menjawab? keluarlah sekarang kau bisa berjalan kan?" usir Changmin ketus. Ia memang sedikit tak menyukai Jaejoong yang menurutnya adalah seorang 'bitch'.
Jaejoong hanya tertunduk pasrah, Changmin memang tak pernah berlaku akrab kepadanya, tatapan matanya selalu menyiratkan kebencian dan rasa jijik lantaran seringkali mendengar desahannya saat melakukan aktifitas bersama Yunho hyung-nya.
Jaejoong-pun beringsut sedikit demi sedikit dari posisinya tanpa melepaskan selimut yang membalut tubuhnya hingga ke dada atasnya. Namun saat baru akan berdiri ia merasakan sakit yang teramat sangat pada tubuh bagian bawahnya. Barulah disadarinya alasan mengapa ia dalam keadaan polos sekarang, ternyata Yunho kembali 'menggagahinya' saat ia dalam keadaan tak sadar tadi.
Brukkk!
"Ssshh appoo, hiks..." dan Jaejoongpun tak sanggup manahan bobot tubuhnya saat berusaha hendak berlalu dari hadapan Changmin yang menatapnya tak mengerti. Ia jatuh terduduk dihadapan putra bungsu keluarga Jung itu.
"Yah Kim Jaejoong, gwaenchana?" wajah tak peduli itupun berubah menjadi wajah kasihan saat mendapati tubuh Jaejoong yang terjatuh dihadapannya dengan posisi masih memegang selimutnya dengan erat agar tubuh penuh kissmarknya tak terekspos dihadapan namja dengan tinggi melebihi hyung-nya.
"A-aniya g-gwaenchana Changmin ah, sshhh..." dan kini dengan ringisan kesakitannya Jaejoong berusaha keras bangkit dari posisinya, namun berapa kali ia berusaha dirinya tetap kesusahan hingga tangan Changmin terulur dihadapannya.
"Berdirilah sekarang, sepertinya kau kesulitan sekali untuk berdiri, kajja..." dengan sedikit ragu akhirnya Jaejoong menyambut uluran tangan Changmin dan berdiri.
"Gomawo Changminah..." Jaejoongpun hendak bersiap berlalu dari hadapan namja berwajah kekanakan itu dengan langkahnya yang tertatih-tatih, mengundang desahan frustasi dari bibir seksi si jangkung.
"Kim jaejoong..." Panggil changmin saat Jaejoong baru beberapa melangkah dari posisinya.
"Ne, ada apa Changminah?" sahut Jaejoong berhenti sementara dari langkahnya.
"Entah apa yang sudah dilakukan oleh hyung-ku kepadamu, tapi bisakah kau memintanya untuk sedikit lembut saat melakukannya, kasihan tubuhmu"
"Gomawo atas perhatiannya Changminah, akan kuusahakan, hhhh..." Jaejoong hanya dapat tersenyum getir saat mendengar kalimat Changmin yang bernada peduli kapadanya, kemudian setelah mendesah berat ia berusaha menyeret langkahnya lagi keluar dari kamar milik Jung bungsu itu, namun saat tubuhnya tepat berada didepan pintu kamar tersebut mendadak ia tak dapat menahan keseimbangan tubuhnya.
Brukkk!
Kim Jaejoong terjatuh kembali dan kali ini dengan mata yang terpejam, ujung selimut yang digenggamnya kuat agar tidak merosot kini telah terlepas dan mengekspos seluruh bagian tubuh polosnya dihadapan putra bungsu keluarga Jung yang segera menghambur kearahnya. Namun kegiatannya terhenti mendadak saat tubuh jangkung itu berada tepat didekat tubuh polos Jaejoong yang dipenuhi kissmark ciptaan hyung-nya sendiri.
Gulp~
'Jadi tubuh inilah yang membuat hyung-ku kehilangan kewarasannya, Kim Jaejoong...sepertinya aku akan segera ketularan hyung-ku'
Berkali-kali Changmin berusaha menelan salivanya saat menatap tubuh polos Jaejoong yang tergeletak tak berdaya dihadapannya. Perasaan jijik yang selama ini dirasakannya terhadap Jaejoong yang selalu dianggapnya sebagai pelacur hyung-nya itu menguap begitu saja saat melihat pemandangan indah didepan matanya.
Secepat kilat Changmin mengangkat tubuh penuh kissmark itu dan membaringkannya keatas ranjang empuknya kembali. Sementara kedua bola matanya tak henti menatap tubuh yang disadari sangat putih, bahkan lebih putih dari cat putih dinding kamarnya sendiri.
Cklek~
Dengan senyum mesum dan wajah evilnya Jung bungsu itu mengunci pintu kamarnya dan beralih menuju tubuh polos yang tergeletak tak berdaya tak sadarkan diri.
.
.
.
tbc & review :)
twitter : peya_ok
facebook : Mano Shinki
buat semua readers, I thank you somuch,,,my readers are my spirit in writing...~bow~
