Disclaimer : I wish I could have all the characters, but they belong to themselves

Rate : M( NC 21) bukan bacaan anak dibawah umur

Genre : Romance, drama

Warning : NC 21, HARDCORE SEX, BL, YAOI, BAHASA TIDAK BAKU, TYPOS, OOC

cerita milik saya, YUNJAE akhirnya memang harus bersama, kalau tidak suka dengan YunJae dan MinJae silahkan mundur.

CAST : Jung Yunho X Kim Jaejoong

Shim Changmin X Kim Jaejoong

Park Yoochun

Kim Junsu

other cast

NO PLAGIAT!

.

.

DON'T LIKE DON'T READ!

Tolong sekali lagi baca warningnya dan jangan ngebash pairingnya, cerita ini milik saya dan hak saya membuat cerita seperti apa, harap pengertiannya kalau tidak suka silakan keluar tinggalkan tempat ini, yang mau baca, tolong pesan dan kesannya dalam bentuk reviewe...*

Summary

Jaejoong yang selama dua tahun telah menjalin cinta dengan seorang Jung Yunho tiba-tiba merasa hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsunya saja dan berniat mengakhiri hubungan mereka. Apakah Yunho akan menerima keputusan Jaejoong?

.

Chap sebelumnya

'Jadi tubuh inilah yang membuat hyung-ku kehilangan kewarasannya, Kim Jaejoong...sepertinya aku akan segera ketularan hyung-ku'

Berkali-kali Changmin berusaha menelan salivanya saat menatap tubuh polos Jaejoong yang tergeletak tak berdaya dihadapannya. Perasaan jijik yang selama ini dirasakannya terhadap Jaejoong yang selalu dianggapnya sebagai pelacur hyung-nya itu menguap begitu saja saat melihat pemandangan indah didepan matanya.

Secepat kilat Changmin mengangkat tubuh penuh kissmark itu dan membaringkannya keatas ranjang empuknya kembali. Sementara kedua bola matanya tak henti menatap tubuh yang disadari sangat putih, bahkan lebih putih dari cat putih dinding kamarnya sendiri.

Cklek~

Dengan senyum mesum dan wajah evilnya Jung bungsu itu mengunci pintu kamarnya dan beralih menuju tubuh polos yang tergeletak tak berdaya tak sadarkan diri.

.

Note

"I'M NOT MYSELF WHEN I'M WRITING" JADI JANGAN HUBUNGKAN ALUR CERITA INI DENGAN SIFAT PRIBADI SAYA.

.

.

.

.

.

LOVE ME OR MY BODY?

.

.

.

.

.

.

Mata tajam milik Changmin masih menggerayangi tubuh putih mulus yang berada dihadapannya. Menatap dengan pandangan yang sukar diartikan, apalagi melihat puluhan bekas kissmark yang bertebaran disekujur tubuh yang tak berdaya itu. Perlahan bibir seksi namja bertinggi badan menakjubkan itu melengkung keatas pertanda ada sesuatu yang membuatnya tersenyum seperti itu.

"Little Joongie, ternyata kecil dan mungil, hehehe" terdengar kekehannya saat matanya tertuju kepada benda yang berada ditengah selangkangan sicantik yang polos karena selimut yang menutupi tubuhnya sejak tadi masih tertinggal dilantai. Si bungsu Jung itu sama sekali tak berniat menutup kembali tubuh yang baru saja ia pindahkan keatas ranjangnya.

Gulp~

Entah sudah yang keberapa kalinya Changmin berusaha menelan salivanya agar tak menetes. Dirasakannya celana yang dipakainya kian menyempit saja dan itu semua gara-gara tubuh putih mulus licin yang berada dihadapannya.

'Yah Jung Changmin, kau itu normal! Hentikan reaksi memalukan pada benda diselangkanganmu itu!' jerit batin Changmin saat menyadari juniornya semakin menunjukkan tanda-tanda perubahan ukuran. Sementara matanya nyalang masih menggerayangi tiap inci tubuh Kim Jaejoong.

"Eummhhh"

Bibir cherry itu akhirnya bergerak dan memperdengarkan lenguhannya membuat Changmin sedikit terkesiap dan bergerak mundur beberapa senti kebelakang.

"Eunghh...KYAA! Jung Changmin apa yang kau lakukan! m-mana selimutku tadi?"

Bibir cherry menggoda itu secara spontan berteriak histeris saat membuka kedua matanya dan mendapati keadaan tubuhnya yang telanjang polos diatas ranjang milik adik kekasihnya. Tanpa disadari secara reflek mulutnya malah meneriakkan nama adik Yunho itu seolah ia telah berlaku kurang ajar pada tubuhnya, padahal ia sama seklai belum menyentuh tubuh putih mulus itu meski juniornya telah menunjukkan pemberontakannya sejak tadi.

"Yah Kim jaejoong sudah untung kau selamatkan, huh! bukannya berterima kasih" Jawab Changmin kesal dengan posisi badannya yang setengah terjungkal diatas lantai karena mendengar teriakan Jaejoong barusan, untung saja kedua tangannya cepat menopang tubuhnya.

Brukkk

"Pakailah selimutmu! dan cepat tinggalkan kamarku ini!"

Changmin melempar selimut yang sejak tadi tergeletak dilantai kearah tubuh polos Jaejoong dengan sedikit kasar membuat Jaejoong sedikit kaget sekaligus malu telah mempertontonkan tubuh penuh kissmarknya itu dihadapan adik kekasihnya sendiri.

Changmin memperhatikan dengan seksama saat Jaejoong perlahan menutup tubuh putih mulusnya bagian depannya menyisakan punggungnya yang sama sekali tidak tertutup selimut tebal itu dikarenakan posisi Jaejoong yang duduk dipinggir ranjang tersebut.

Dalam hatinya Changmin merutuki keindahan punggung yang dihiasi beberapa tatto yang membuatnya semakin ingin menggerayangi punggung tersebut, dan lihatlah bagian pinggangnya ia yakin akan dapat mematahkan pinggang tersebut jika terlalu erat memegangnya, a very small size as a woman's.

Karena keasyikan menikmati tubuh belakang Jaejoong Changmin tak menyadari jika punggung itu tengah bergetar hebat. Jaejoong menangis, yah kekasih kakak kandungnya itu sekarang tengah menangis tersedu. Melihat itu perlahan Changmin bangun dari posisinya dan mendekati tubuh kurus Jaejoong duduk disebelahnya.

"Wae?"

'...'

Jaejoong masih sibuk dengan sedu sedannya saat Changmin menepuk bahunya, kepalanya kini ditenggelamkan kedalam selimut yang tadinya menutupi dadanya sehingga selimut tersebut menutupi keseluruhan tubuhnya yang dalam posisi duduk dengan memeluk kedua lututnya.

Changmin menggosok pelan punggung telanjang Jaejoong sebelum bibir seksinya mengucapkan sebuah kalimat, "Kalau kau tidak ingin merasa diperlakukan seperti budak oleh hyung-ku, then do something! jangan biarkan tubuhmu berlarut-larut tersiksa seperti ini"

"Hiks..."

"Do you love him?" Jaejoong hanya menggeleng pelan saat Changmin melontarkan pertanyaan tersebut, menggeleng bukan berarti ia tidak mencintai Jung Yunho. Menggeleng karena sebenarnya ia tidak tahu apakah ia mencintai namja yang terhitung sudah 2 tahun menjadi kekasihnya dan sudah tak terhitung lagi menikmati dan menggagahi tubuh indahnya selama ini. Bahkan Jaejoong tak diberi kesempatan untuk membuka hatinya pada yeoja atau namja yang lain sedikitpun.

Kim Jaejoong adalah milik Jung Yunho.

Kalimat mengerikan itulah yang membuat tak ada seorangpun yang berani mendekati Jaejoong. Itu di ruang lingkup sekolah mereka. Bagaimana jika Jaejoong berada diluar sekolah? tentu saja ruang gerak Jaejoong sangat terbatas, karena selalu ada Jung Yunho disampingnya. Si bibir hati itu akan dengan setia mengantar princessnya kemana saja sampai kedalam kamarnya sendiri dan baru akan pulang jika Jaejoong telah memakai piyama hello kitty-nya. Tahu artinya kan? Yah Jung Yunho baru akan beranjak dari Kim Jaejoong jika sicantik itu sudah akan memejamkan matanya, tentu saja setelah mencicipi tubuh putih mulus itu terlebih dahulu.

Bagaimana dengan orang tua jaejoong sendiri? well, inilah yang menjadi keuntungan seorang Jung Yunho, Umma Kim orang tua satu-satunya Jaejoong karena appa-nya sudah lama meninggal. Sifat matrealistis umma Kim sangatlah menguntungkan bagi Yunho yang dapat leluasa keluar masuk rumah itu karena rumah itu adalah rumah pemberiannya kepada umma Jaejoong disaat ulang tahunnya yang ke 47 tahun. Tentu saja Yunho berhak keluar masuk dirumah tersebut dengan sesuka hati.

Bagi umma Kim yang hanyalah seorang janda dan merasa sangat tertolong karena adanya sosok Jung Yunho, selama ini untuk menyekolahkan Kim Jaejoong di sekolah elit itu saja ia harus menerima belas kasihan dari orang tua Junsu, orang tua Junsu tepatnya umma Junsu adalah adik kandungnya dan oleh karena Junsu dan Jaejoong telah besar bersama maka biaya pendidikan Jaejoong ditanggung oleh orang tua Junsu sepenuhnya.

Jaejoong tak pernah meminta biaya apapun lagi semenjak dirinya menjadi tanggung jawab seorang Jung Yunho.

Hal itu semakin membuat Jaejoong kalut dan semakin terjerat akan kekuasaan Jung Yunho pada dirinya. Bahkan perasaannya kepada namja tampan itupun ia tak tahu.

"Lebih baik mengakhiri sebelum kau terluka terlalu jauh"

Kalimat terakhir dari Changmin yang disampaikannya dengan berbisik ditelinga Jaejoong seraya memeluk tubuhnya dari belakang. Darah Jaejoong sedikit berdesir saat punggung telanjangnya menempel pada bahan kaos yang dipakai Changmin saat itu. Perasaan yang belum pernah dirasakannya saat bersama Yunho.

BRAKKK!

"YAH, JUNG CHANGMIN BUKA PINTUNYA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA NAMJA CHINGUKU! DAMN YOU!"

Jaejoong dan Changmin tersentak saat mendengar gedoran keras dari arah pintu kamar tempat mereka berada. Mau tak mau kedua namja yang masih saling menempel itu menjauhkan diri masing-masing mengingat siapa yang tengah berada dibalik pintu itu.

Changmin segera memutar kunci dan baru akan memutar handel pintu kamarnya saat pintu terbuka sendiri dengan kasarnya. Yunho tergesa dan segera menuju tempat Jaejoong berada setelah mata musangnya tertuju pada sosok cantik yang terduduk dipinggir ranjang milik adik kandungnya.

Set~

"Ahh Yunnie"

Rintih Jaejoong kaget karena tak menyangka tubuh kurusnya telah berpindah dalam gendongan bridal style Yunho hanya dalam hitungan beberapa detik saja. Yunho segera membopong tubuh yang masih berbalut selimut tebal itu.

"Lainkali jika bersama Kitty-ku ini jangan pernah mengunci pintunya, aku tidak suka!"

Changmin tersenyum penuh arti saat bibir hati mengeluarkan nada ancaman yang tidak ditakutinya sama sekali. Sama sekali.

'Hyung, bagaimana jika aku merebut lalu menggagahi kitty-mu? apa kau akan membunuhku?' seringai sejuta evil-pun tampak di wajah tampan seorang Jung Changmin.


"Aku ingin putus"

'...'

"Jung Yunho kau dengar? jawablah"

'...'

"Jung Yunho!"

'...'

"YAH JUNG YUNHO APA KAU TULI HAH! AKU INGIN KITA MENGAKHIRI HUBUNGAN INI!"

CKKIIIIEEETTTTTT~

"YAH KAU INGIN MEMBUNUHKU?"

BRUKKK~

"Ahhh...Y-Yunh...hemphh, mmckhh..."

Bibir cherry itu tak kuasa menahan serangan mendadak dari namja yang kini telah berada diatasnya. Setelah merasakan sakit yang teramat sangat dikeningnya akibat pedal rem mobil yang diinjak mendadak oleh namja Jung disebelahnya. Kini tubuh tegap dan kekar Yunho telah berada diatasnya dengan pandangan dingin menusuk dan bibir hatinya yang membungkam cherry merah miliknya tanpa ampun didalam mobil tempat mereka berada saat ini.

"Engghhh...mmhhh"

Bibir hati itu masih membungkam benda merah kenyal mlik Jaejoong dengan rakusnya, lelehan saliva mulai memenuhi dagu dan leher putih milik sicantik yang sudah lemas dibawahnya. Jaejoong tak kuasa menahan serangan mendadak dan brutal tersebut.

"Yunnhh...le-passhh aahh...hah...hah"

Akhirnya dengan segala kekuatannya Jaejoong berhasil mendorong tubuh kekar diatasnya agar tautan bibir mereka yang hampir membunuhnya itu terlepas. Dengan nafas yang tersengal-sengal Jaejoong mengusap lelehan saliva yang memenuhi dagunya sama sekali tak dihiraukannya tatapan dingin menusuk dari seorang Jung Yunho sejak tadi.

"Kau yakin akan ucapanmu heh?"

"N-Ne...a-ku yakin" jawab Jaejoong tergagap setelah Yunho bertanya dengan nada dinginnya.

"Arraso aku penuhi keinginanmu, namun jika sebelum 3 bulan kita berpisah dan kau ingin kembali aku akan memberikan sangsinya"

"K-Kembali? sangsi? apa itu?" tanya Jaejoong heran dengan maksud (mantan) kekasihnya itu.

"Jika dalam kurun waktu 3 bulan ini kau ingin kembali kepada-ku, kau harus memenuhi dan melakukan apa saja yang aku inginkan, ottokhe?"

Jaejoong mengerutkan dahinya merasa agak bingung, namun segera ia dapat mencerna maksud dari tawaran Yunho sebelum kemudian bibir cherry itu tampak akan menjawab kalimat perjanjian dari Jung Yunho barusan.

"Arraso, tapi Joongie meminta keadilan, Joongie ingin perjanjian yang sama untuk Yunnie juga, jika Yunnie meminta dan merengek untuk kembali kepada Joongie maka Yunnie juga mesti menuruti keinginan Joongie, eoh?"

"Arraso my kitty bitch"

"Never called me with that stupid word! I'm not yours anymore!" protes Jaejoong saat bibir hati itu seenaknya kembali memanggilnya dengan sebutan kurang ajar yang mencetak tawa keras dibibir hati.

"Hahaha, Can't wait to see your horny face begging me to comeback"

"Yah, NEVER!"

"You will eat your own shits, Jung Jaejoong..."

"What ever"

Selanjutnya sisa perjalanan YunJae menuju kekediaman Jaejoong diwarnai kebisuan dan kekakuan diantara keduanya. Sorot mata musang itu sama sekali tak terbaca, hanya lurus menatap jalanan seoul yang sedikit licin akibat habis terguyur hujan.

Sedang Kim Jaejoong, sedari tadi ia hanya berusaha menahan debar di dadanya agar tak terdengar sampai ketelinga namja tampan disebelahnya. Entah disaat suasana kaku bersama Yunho seperti ini mangapa ia justru merasa berdebar-debar. Ditatapnya sesekali wajah kekasih ah ani, mantan kekasihnya dari samping, tampan. Wajah kecil, sorot mata tajam, rahang tegas khas namja membuat debaran di dada Jaejoong semakin menggila. Jangan katakan ia telah jatuh cinta disaat ia telah memutuskan hubungan mereka barusan.

"Masuklah, aku tidak mengantarmu kedalam"

Jaejoong melangkah pelan menuju pintu masuk rumahnya setelah Audi hitam itu meninggalkan kediamannya. Sedikit ada rasa kehilangan karena ini kali pertama seorang Jung Yunho tidak mengikutinya sampai kedalam kamarnya. Bahkan mereka akan mandi bersama-sama setelah Yunho meminta 'jatahnya' sebelum ia beranjak tidur.

"Joongie? mengapa pulang sendiri? Yunnie eodiga?" rentetan pertanyaan dari umma Kim melihat Jaejoong yang pulang sendiri malam itu.

"Sudah pulang umma"

"Mwo? Pulang? wae? apakah dia sakit? aigoo kasihannya"

Umma Kim yang menerka Yunho sakit menampakkan raut wajah cemasnya. Yah memang umma Kim sangat menyayangi Jung Yunho. Ia mengetahui apa yang sering dilakukannya terhadap putra satu-satunya, namun kecintaannya kepada benda yang bernama uang lebih mendominasi dari rasa cintanya kepada Kim Jaejoong. Namun umma Kim selalu berpikiran justru karena ia menyayangi anak satu-satunya itu agar hidup layak, tenang dan dicintai oleh namja yang kerap memberinya uang belanja bulanan tersebut.

Siapa yang menolak jika diberi menantu layaknya seorang Jung Yunho? hanya orang gila yang mampu menolaknya. Itulah pemikiran umma Kim selama ini. Pemikiran yang tidak pernah memperdulikan bagaimana cara namja Jung itu memperlakukan putranya. Bagaimana tersiksanya batin Jaejoong yang menganggap Jung Yunho hanya mencintai tubuhnya saja. Yang ia tahu kedua namja tersebut saling mencinta dan sering melakukan aktifitas layaknya suami istri dengan perasaan suka sama suka. Dan ternyata itu salah besar, Kim Jaejoong putranya yang cantik itu ternyata sangat mederita secara psikis.

Kim Jaejoong berlalu menuju kamarnya yang terletak dilantai atas rumah besar mereka. Ia terlalu capek untuk menjawab pertanyaan dari umma-nya. Hanya saja di dadanya ada sedikit rasa kehilangan.

Biasanya Jung Yunho akan menggendongnya ketika mereka akan menaiki tangga menuju kekamarnya ini. Malam ini Jaejoong hanya dapat memeluk boneka beruang besar pemberian Yunho, biasanya sebelum memejamkan matanya Yunho akan selalu memeluknya hingga ia tidak ingat lagi kapan Yunho pulang.

'Aku tidak menyesal'

Hanya kata itu yang berkecamuk dipikiran Jaejoong sebelum dengan susah payah ia memejamkan matanya.

.

.

.

Jaejoong dan Junsu berjalan beriringan menuju kantin sekolah mereka siang hari itu diwaktu istirahat sekolah. Hal yang tidak biasa, Jaejoong biasanya selalu membawa bekalnya kesekolah, itu karena ada seorang beruang kelaparan yang selalu menunggunya di taman belakang sekolah untuk menyantap bekal bawaan setiap hari.

Mengingat ia telah memutuskan kekasihnya itu ia merasa enggan untuk membawa bekal, tentu saja hal tersebut mengundang tatapan heran dari umma Kim yang telah terbiasa melihat sicantik yang kerepotan menyiapkan bekal makanannya, tak berbeda dengan Junsu saat Jaejoong mengajaknya kekantin sekolah.

"Hyung bukankah ada seseorang yang menunggu di taman belakang setiap waktu istirahat?" tanya Junsu penasaran.

"Not anymore Junsu ya, we broke up last night..."

"MWOYA? Yunho hyung memutuskanmu? bagaimana bisa? I thought he really loved you...aish, jinjja?" Junsu tersentak bahkan hampir terloncat dari bangku yang baru saja mereka duduki saat mendengar dengan entengnya Jaejoong menjawab pertanyaannya.

"Ne, aku tidak bohong"

"Hyung can you see, even they stare at you...hyung sadar tidak bahkan semua mata dikantin ini tertuju kepada hyung yang berjalan sendirian tanpa dikawal oleh Yunho hyung hari ini, aigoo...ini bakal menjadi gosip terhangat sekolah dalam 2 tahun terakhir"

"Aish kau ini, kajja makanlah ramenmu itu, nanti keburu dingin tidak enak"

Jaejoong menyuruh Junsu untuk memakan makanan yang baru saja diantarkan oleh petugas kantin dengan perasaan yang tidak nyaman. Benar kata Junsu barusan, saat ini Jaejoong menyantap makanannya dengan perasaan kikuk karena semua mata yang berada dikantin tersebut terarah kepadanya dan bisik-bisik gaduhpun terdengar ditelinganya. Tentu saja semua heran melihat kehadirannya dikantin tanpa seorang Yunho.

"Sssst hyung, lihat siapa yang datang..."

Jaejoong memutar kepalanya sesuai arah yang ditunjuk Junsu yaitu pintu masuk kantin besar tersebut. Bersamaan itu kantinpun mendadak sedikit gaduh karena kedatangan 3 namja tertampan dan terkaya disekolah mereka.

Jung Yunho, Jung Changmin dan Jung Yoochun. Dua saudara Jung Yunho dan Jung Changmin beserta sepupu mereka Jung Yoochun telah berada diambang pintu kantin. Namun ada yang berbeda dengan penampilan salah satu dari mereka, dan inilah sebenarnya yang membuat kantin mendadak gaduh oleh desahan tertahan para yeoja yang berada dikantin itu.

Yunho tak memakai seragamnya hari itu. Menurut kabar yang beredar Yunho yang memang seharusnya sudah tamat dari 2 tahun yang lalu itu berhenti sekolah dan akan bekerja sebagai manajer di perusahaan milik keluarga mereka.

Bagaimana dengan hubungan YunJae? gosip putusnya mereka semenjak dari padi tadi berhembus seiring bel sekolah berbunyi dan segera menyebar secepat bel yang terdengar sampai ditelinga murid-murid Toho school pagi hari itu.

Yeoja-yeoja yang melihat kehadiran ketiga namja jomblo itu sontak menjerit histeris akan pesona ketiganya. Namun tak seorangpun yang berani mendekati mereka hingga mereka duduk dibangku yang tersedia khusus untuk mereka.

Jaejoong hanya tertunduk diam seraya menyantap sedikit demi sedikit hidangan yang mendadak menjadi hambar baginya. Mau tak mau memorinya melayang saat ia masih bersama Yunho.

Mereka bahkan pernah melakukan adegan berbahaya dikantin ini dan untungnya tidak terlalu banyak yang menyaksikan adegan yang bermulai dari baju Jaejoong yang terkena tumpahan air menyebabkan seragam bagian depannya basah hingga menaikkan libido si beruang yang tengah berusaha membantu membersihkan dan tidak sengaja menyentuh nipplenya yang menegang akibat dinginnya air es tersebut.

"Yunnie, bogohippo...kau sendiri? tumben"

Seorang wanita mungil mendekati Yunho seraya mengalungkan lengannya dileher Yunho dari belakang. Dan Jaejoong tahu benar yeoja itu, yeoja yang ternyata adalah mantan kekasih Yunho sendiri, Boa. Wanita bermarga Kwon itu masih dengan santainya menggelayuti dan memeluk Yunho yang tengah duduk dari belakang kursinya.

"hyung..." Junsu menyenggol pelan lengan Jaejoong, jarak mereka dengan Jung bersaudara itu tidaklah terlalu jauh sehingga mereka dapat melihat dan mendengar dengan jelas pembicaraan ketiganya.

Tak mendapat respon yang berarti membuat yeoja yang terkenal dengan sifat agresifnya itu tambah berusaha untuk menarik perhatian dari mantan kekasihnya tersebut. Boa bergerak kedepan dan duduk dipangkuan Yunho dengan santainya tanpa menghiraukan tatapan jijik dari yeoja-yeoja lain. Sedangkan sicantik diujung sana berusaha cuek saja dan berusaha untuk berpura-pura buta. Namun kepura-pura-annya itu tak bertahan lama.

"Nado bogoshippo Boa shi..."

"Eummhhhh...Yunniieeeh"

Jerit tertahan dari yeoja-yeoja kantin tersebut saat melihat adegan yang tak terduga didepan mata mereka. Yunho tanpa diduga menyambar dengan ganas bibir mungil yeoja yang berada dipangkuannya. Adegan itu tak ayal membuat mata besar jaejoong membulat sempurna sedang Junsu hanya dapat mengekspresikan kekagetannya dengan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

"Mhpphh, mmckkh...aahhhh"

Ciuman itupun semakin dalam, tampaknya Boa tak akan rela melepaskan tautan bibir bersama mantan kekasihnya yang selalu berusaha didekatinya semenjak ia diputuskan begitu saja. Namun tampaknya kesenangan Boa tak akan berlangsung lama karena dengan tiba-tiba seorang yang sangat dikenalnya telah berada tepat disebelah mereka.

Sosok cantik Jaejoong telah berdiri disebelah mereka dihadapan Changmin tepatnya dan itu membuat Yunho segera menghentikan ciuman panasnya bersama Boa yang masih setia berada dipangkuannya memeluknya erat.

"Jung Changmin, jadilah pacarku"

"MWOYA!"

Kali ini kehebohan kantin 10 kali mengalahi kehebohan saat mereka melihat pasangan YunBoa berciuman panas barusan. Tak terkecuali Yunho, mata musangnya menatap tajam kearah mantan kekasihnya yang bediri tepat dihadapan Changmin dengan memasang wajah cantik menggodanya. Namun Yunho berusaha untuk mengacuhkan saja.

"Jung Changmin can you hear me? Jadilah pacarku, juseyo aku mohon, aku menyukaimu" ulang Jajeoong yang melihat Changmin hanya bengong diantara tumpukan makanan yang baru disentuhnya sedikit saja.

"A-apa maksudmu ?" untuk pertama kali bibir lebar nan seksi itu bergerak merespon ucapan sicantik yang berdiri tepat dihadapannya. Ia sangat canggung karena saat ini seluruh perhatian makhluk dikantin itu tertuju ke meja mereka.

"Apa kau besedia menjadi pacarku? Aku menyukaimu Jung Changmin" kembali dengan tanpa malu-malu Jaejoong mengulangi pertanyaannya.

Mendengar ucapan yang sama untuk kesekian kalinya membuat Changmin menunjukkan wajah dan senyum evilnya yang membuat Jung Yunho disebelahnya merasa sangat was-was pasalnya ia tahu benar sifat evil sang adik yang berotak cerdas itu.

"Ada syaratnya" ujar Changmin memamerkan senyum evilnya.

"Akan kulakukan apapun itu syaratnya" jawab Jaejoong mantap tanpa berpikir panjang lagi. Sementara penghuni kantin kembali heboh dengan bisik-bisiknya.

"Arraso, mendekatlah dan cium aku" jaejoong tampak berpikir sebentar atas permintaan gila Changmin.

"Baiklah aku bersedia"

"MWO?"

.

.

.

.

Tbc & review

Mengapa MinJae? Yes it's because they're my second OTP walaupun YunJae tetap yamg no 1. Ada yg ngerasa ga akhir-akhir ini Jaejoong selalu menunjukkan hints MinJae-nya? Mulai dari analisis tangan yg banyak menduga itu tangan Yunho ( foto Jaejoong diatas tempat tidur menindih tangan seseorang).

Namun indikasi tangan itu ternyata lebih menunjukkan ke tangan changmin. Lalu Jaejoong menulis chrismax, kemudian memakai baju yg sama persis dgn milik changmin di osaka, dan Jaejoong mengucapkan kalimat yang sama yg biasa Changmin ucapkan disetiap konsernya. So? What do you think? Umm I think...YunJae is real :D