Disclaimer : I wish I could have all the characters, but they belong to themselves

Rate : M( NC 21) bukan bacaan anak dibawah umur

Genre : Romance, drama

Warning : NC 21, HARDCORE SEX, BL, YAOI, BAHASA TIDAK BAKU, TYPOS, OOC

cerita milik saya, YUNJAE akhirnya memang harus bersama, kalau tidak suka dengan YunJae dan MinJae silahkan mundur.

CAST : Jung Yunho X Kim Jaejoong

Shim Changmin X Kim Jaejoong

Park Yoochun

Kim Junsu

other cast

NO PLAGIAT!

.

.

DON'T LIKE DON'T READ!

Tolong sekali lagi baca warningnya dan jangan ngebash pairingnya, cerita ini milik saya dan hak saya membuat cerita seperti apa, harap pengertiannya kalau tidak suka silakan keluar tinggalkan tempat ini, yang mau baca, tolong pesan dan kesannya dalam bentuk review... :*

Summary

Jaejoong yang selama dua tahun telah menjalin cinta dengan seorang Jung Yunho tiba-tiba merasa hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsunya saja dan berniat mengakhiri hubungan mereka. Apakah Yunho akan menerima keputusan Jaejoong?

.

Chap sebelumnya

Perlahan Jaejoong melewati tubuh Yunho yang menghalangi jalannya dan bergerak menuju pintu toilet tersebut sebelum kemudian benar-benar menghilang menyisakan sosok bertubuh tegap itu seorang diri didalam toilet yang masih merasa shock akan ucapan sang mantan kekasihnya yang ternyata baru disadarinya telah terluka selama ini.

'Bahkan sekalipun kau tak pernah mengucapkannya untukku'

Kalimat itu kembali terngiang-ngiang didalam pikiran Jung Yunho saat ini. Keindahan tubuh Jaejoonglah yang selama ini membutakan mata, hati dan pikirannya. Hasrat ingin selalu mencicipi tubuh mulus itu selalu mengalahkan hasrat untuk menyatakan cintanya.

Disaat kalimat 'aku menginginkanmu' terlalu sering terucap, sehingga membuat seorang Jung Yunho menjadi lupa jika ada satu kalimat yang mampu membuat seseorang tersenyum bahagia jika dapat mendengar kalimat itu terucap dari bibir hatinya.

"Aku mencintaimu, Kim Jaejoong"

Terlambatkah?

Note

"I'M NOT MYSELF WHEN I'M WRITING" JADI JANGAN HUBUNGKAN ALUR CERITA INI DENGAN SIFAT PRIBADI SAYA.

.

.

.

.

.

LOVE ME OR MY BODY?

.

.

.

.

.

.

"Junsu ya"

"Mmm..."

"Junsu ya"

"Mmm..."

"Yah Junsu ya!"

"Berhenti merengek hyung, kau persis yeoja yang sedang datang bulan, tahu!"

"Junsu ya, ottokhe..."

"Ne, aku mengerti keadaanmu saat ini hyung"

"Ottokhe Junsu ya, give me the way out, jebbal"

"Salahmu sendiri, berani sekali mengambil resiko bersama dua Jung sekaligus, huh!"

"Yah Junsu ya, tidak perlu mengejekku, cukup carikan jalan keluarnya saja, juseyo...kau tidak menginginkan sepupu-mu ini bunuh diri karena stress kan?"

"Siapa suruh mencari masalah dengan keluarga Jung!"

"Huh..."

Bibir merah penuh itu hanya dapat mengerucut sebal saat berulang-ulang sepupu sekaligus sahabatnya yang memiliki pantat seksi itu mengejek kebodohannya selama beberapa hari ini.

Yah, keputusan Jaejoong menjadikan Jung Changmin sebagai kekasihnya sebagai pengganti mantan kekasihnya yang bermarga sama membuat Junsu selalu mengejeknya terus menerus. Walaupun Changmin belum sama sekali berhasil menjamah tubuhnya tetapi Jaejoong selalu merasa was-was karena Changmin memiliki sifat evil yang bisa saja sewaktu-waktu akan bertingkah sama seperti hyungnya.

"Jadi apa masalahmu hyung? jangan katakan jika Jung maknae itu memperlakukan hyung sama seperti apa yang kerap dilakukan Yunho hyung kepada hyung"

Jaejoong menggeleng cepat, "Aniya, bukan itu Junsu ya"

"Jadi apa" tanya Junsu tak acuh, sejak tadi ia hanya konsen membolak-balikkan majalah otomotif diatas ranjang besarnya tempat ia dan Jaejoong berada sekarang. Semenjak putus hubungan dengan Yunho Jaejoong sering menghabiskan waktunya bersama Junsu.

Changmin? Evil satu itu hanya menghabiskan waktu pacarannya bersama Jaejoong pada jam sekolah saja, selebihnya ia hanya menghabiskan waktunya di game center ataupun di klub bersama teman-teman kalangan atasnya.

"Umm, Junsu ya...sebenarnya aku, umm,,,"

"Kau masih menyukai Yunho hyung kan?" Potong Junsu cepat.

"Kau tahu?"

"Hyung, kau itu mudah sekali ditebak, percuma berpura-pura didepanku" jawab Junsu enteng dan berhasil membuat Jaejoong mengangakan mulutnya.

"Ehm, aku tak tahu jika kau sepintar itu, hehehe"

"Aku hanya ingat sebuah artikel sex dimajalah yang sering kubaca hyung"

"Mwo? apa itu? apa hubungannya artikel sex dengan hubunganku bersama Yunho" heran Jaejoong mendengar celotehan Junsu yang menurutnya semakin pintar saja. Atau ia yang semakin bodoh?

"Tentu saja ada hyung, didalam artikel itu dijelaskan jika sepasang kekasih yang sudah mencicipi hubungan intim bersama pasangannya, maka akan sulit bagi mereka untuk berpisah, seperti suami istri yang selalu saling setia"

"Mengapa bisa begitu?" tanya Jaejoong kembali karena otaknya tak mampu mencerna arti dari kalimat Junsu barusan. Jaejoong sedikit merasa malu karena JUnsu yang secara blak-blakan menyinggung masalah hubungan intimnya bersama Yunho yang seharusnya belum boleh mereka lakukan mengingat usia-nya sekarang yang belum menginjak 17 tahun.

"Artinya, hubungan sex yang terjadi diantara pasangan kekasih otomatis akan mengikat mereka sehingga mereka akan kesusahan untuk berpaling kepada yang lain"

"Ohh..." kali ini Jaejoong manggut-manggut entah apakah ia sudah mengerti atau hanya berpura-pura saja.

"Umm, apalagi jika hubungan intim itu terlalu sering dilakukan, seperti ehm...hyung dan beruang hyung itu, hehehe" tambah Junsu cengengesan.

"Yah, apa hubungannya?" wajah Jaejoong memerah karena Jengah.

"Jelas ada hyung, semakin sering kalian melakukannya, maka kalian akan semakin susah berpaling, biar kutebak, wajah siapa yang selalu hyung bayangkan jika hyung, ehm mian...bermain solo dikamar mandi?"

Blussh...

Wajah Jaejoong memerah dengan tanpa alasan sekarang, entah mengapa setelah mendengar pertanyaan Junsu barusan mendadak wajah tampan lengkap dengan sorot mata musang dan bibir berbentuk hati langsung muncul diotaknya.

"Hahaha, dan wajah beruang Jung yang muncul, eoh?" Junsu tergelak puas melihat wajah merona Jaejoong yang langsung menutupnya dengan bantal.

"Yah Junsu ya! jangan katakan kalau kau suka mengintip kami ketika...aahhhh" kembali Jaejoong tak dapat mencegah rona merah wajahnya.

"Salahkan kalian yang tak pernah mengenal tempat, bahkan aku yakin seluruh penghuni sekolah pasti sudah pernah menyaksikan adegan panas kalian itu, hyung"

"Yah Junsu!"

"Hahaha, dan kau tahu hyung, adegan kesukaanku adalah pada saat kalian bermain diruang musik diatas piano besar, kalian benar-benar gila, you know hyung, you're really a bitch..."

"Yah stop it!"

"Hahaha, jika saja hyung seorang yeoja aku tak dapat membayangnkan entah sudah berapa kali hyung hamil oleh beruang peliharaan hyung itu, kalian benar-benar...hhh, aku tak menyangka jika akhirnya kalian bisa berpisah seperti ini" kali ini pandangan Junsu menerawang jauh meski ia berada didalam kamarnya sendiri.

"Yah!"

"Eung kyang kyang!" Junsu akhirnya mengeluarkan tawa lumba-lumbanya.

Hhhhh...

Jaejoong mendesah berat menyebabkan senyum remeh dari Junsu yang tertelungkup disebelahnya.

"Bodoh" ujar Junsu pelan.

"Ne, kami memang bodoh" jawab Jaejoong lemah, semakin menekan dagunya pada bantal tumpuannya.

"Jika saja diantara kalian ada yang mau mengalah, akhirnya tak akan serumit ini" lirih Junsu yang terdengar jelas ditelinga Jaejoong.

"Entahlah, bahkan dia membuat kesepakatan jika diantara kami meminta kembali sebelum 3 bulan ini, maka siapapun itu harus rela menjadi seorang budak, hhhh" desah Jaejoong penuh tekanan.

"Hhhh, sungguh kekanak-kanakan, dan hyung..."

"Ne?"

"Entah mengapa, aku merasa Changmin tak akan semudah itu melepaskanmu hyung..."

"I know it"

"Satu-satunya cara, buatlah Yunho yang mengejarmu"

"Ottokhe?"

"You just have to change a little bit"

"ottokheyo?"

"A little make over and act more bitchy in front of him"

"Mwo?"

.

.

.

.

Dukk

Dukk

Dukk

Plukk~

"Yeayyy, Three point!"

Tepuk tangan riuh seluruh penonton yang duduk berderet rapi didalam sport hall yang terletak ditengah-tengah bangunan sekolah megah itu. Penonton yang sebagian besarnya adalah yeoja itu semakin riuh bertepuk tangan saat Jung Changmin perwakilan kelas 11A baru saja mencetak lemparan jitu yang menghasilkan pertambahan angka sebanyak 3 point untuk tim-nya.

Saat ini tengah berlangsung pertandingan basket antar kelas yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya dalam menyambut hari jadi sekolah mereka Toho School, tentu saja bukan hanya pertandingan basket yang dilombakan, masih banyak lomba yang lainnya. Namun karena basket adalah olahraga yang paling banyak digemari oleh sebagian besar siswanya, maka tak heran jika basket adalah pertandingan yang paling banyak menyedot penonton.

Tak tinggal sosok cantik yang sejak awal pertandingan telah duduk dengan manis dibarisan depan ikut memberi semangat pada jagoannya yang tengah bermain dilapangan. Sosok cantik itu cukup menyedot perhatian sebagian besar peninton disana karena penampilannya yang berbeda dari sebelumnya, begitu memukau, membuat yang menatapnya enggan memalingkan pandangannya pada sosok cantik itu, meski ia bukan seorang yeoja sekalipun.

Priiiiiit~

Peluit berakhirnya babak pertama yang ditiup oleh sang wasit sekaligus memberikan waktu sekitar 10 menit bagi para pemainnya untuk beristirahat ataupun mengatur strategi mereka kembali untuk menghadapi tim lawannya.

Waktu break tersebut tak disia-sia kan oleh sosok cantik yang posisi duduknya sangat dekat dengan bibir lapangan untuk mendekati jagoannya yang sedari tadi namanya selalu diteriakkannya untuk memberi semangat.

"Changminah!"

"Eh? J-Joongie? It's really You?"

"Yah, ternyata kau tidak menyadari jika sedari tadi aku telah berada disana dan meneriakkan namamu, huh"

Sosok cantik yang telah berubah total itu ternyata adalah Kim Jaejoong, ia hanya dapat mengerucutkan bibirnya seraya menyodorkan sebotol air mineral dingin kepada Changmin sang jagoan yang namanya selalu diteriakkannya sedari tadi.

Changmin terkekeh ringan mendapati kekasih cantiknya yang merajuk lantaran ia sedari tadi tak mengenali dirinya. Bagaimana tidak, penampilan Jaejoong hari itu bisa dikatakan berubah total, dan ehm...semakin menawan, dengan warna rambut yang tadinya berwarna burgundy gelap kini dicat-nya dengan warna pirang, totally blond.

Jaejoong is really amazing now.

"Changminn..." Jaejoong masih mengerucutkan bibirnya saat masih dilihatnya Changmin sama sekali tak bergeming dari posisinya yang seakan-akan baru mendapati makhluk aneh melihat penampilan Jaejoong yang sedemikian berubahnya. Tepatnya Changmin terlalu kagum dengan penampilan baru Jaejoong saat itu.

Jaejoong semakin sebal melihat Changmin yang terbengong-bengong tak henti menatapnya. Tentu saja ia merasa sangat jengah ditatap sedemikian rupa oleh namja tampan seperti Jung Changmin.

"Jaejoongie, you're really different, yeoppo...semakin cantik" ucap Changmin akhirnya setelah sekian lama mematung.

"Aku tidak suka dikatakan cantik, I'm cute" tolak Jaejoong tak suka, masih dengan bibir yang mengerucut.

"Apapun itu, kau sangat indah Kim Jaejoong" gombal Changmin terus menggoda kekasihnya.

"That's too much Jung, minumlah, sebentar lagi waktumu habis" Jaejoong berusaha mengalihkan pembicaraan seputar penampilan barunya menyuruh Changmin menghabiskan air mineral pemberiannya. Changmin hanya tersenyum menanggapinya.

"Gomawo baby" Ucap Changmin memamerkan senyum tampannya yang sedikit membuat Jaejoong berbinar senang.

"Kau berkeringat" Jaejoong sedikit menyentuh dahi Changmin yang basah oleh keringat.

"kau tahu apa yang seharusnya dilakukan seorang kekasih disaat seperti ini" seringai Changmin yang belum berniat berhenti menggoda makhluk menawan dihadapannya.

Jaejoong mengeluarkan sapu tangan biru muda dari saku seragamnya dan mulai menyapu keringat yang membasahi dahi Changmin dengan sedikit berjinjit karena perbedaan tinggi mereka yang sangat mencolok.

"Cukup? atau kau ingin lebih?" ujar Jaejoong seduktif setelah menghapus lelehan keringat didahi Changmin. Entah, saat ini ia sangat ingin bermain-main bersama Changmin kembali, meski ia tahu ini adalah tempat umum dan saat ini banyak pasang mata yang memperhatikan kedekatan mereka, karena memang Changmin salah satu pemain basket yang dielu-elukan kepiawaiannya bermain basket, tentu saja perbuatan intim mereka akan banyak mendapat sorotan saat ini.

Bukan itu saja, Jaejoong menyadari jika ada sepasang mata musang yang telah memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi. Jung Yunho yang duduk dibangku khusus karena semenjak ia berhenti menjadi murid disekolah mereka ia meminta kepada aboji-nya untuk memindahkankannya bekerja yang semula dari perusahaan Jung menjadi bekerja disekolah saja sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Tentu saja Yunho akan selalu ambil bagian jika sekolah mengadakan kegiatan yang melibatkan seluruh siswanya karena jabatannya yang sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Permintaan Yunho untuk bekerja dilingkungan sekolah tersebut tidak lain hanyalah untuk tetap dapat mengawasi tindak-tanduk Jaejoong selama berada disekolah, setidaknya ia tetap dapat memantau gerak-gerik mantan kekasih yang masih sangat dipedulikannya itu.

"Changminahh, I'm asking you, do you want more?" kesal Jaejoong karena Changmin seakan mengacuhkannya.

"Eh, a-apa maksudmu"

"Mendekatlah Changminah, aku akan memberimu tambahan tenaga, aku yakin kau membutuhkan asupan energi, eoh?"

Tanpa menunggu persetujuan Changmin terlebih dahulu, Jaejoong langsung menarik tengkuk namja jangkung itu dan mengalungkan kedua lengannya disana membuat Changmin gelagapan karena ia merasa sangat tidak siap. Bukan itu saja, Changmin merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan tubuhnya yang bermandi keringat jika harus berdekatan dengan Jaejoong yang wangi semerbak karena selalu memakai farfum mahal pemberian Yunho dulunya.

"J-Joongie, mmhhhh" bibir seksi milik Changmin-pun terkunci penuh oleh bibir cherry milik Jaejoong hingga pemilik tubuh jangkung itu hanya terdiam tak sanggup bergerak sedikitpun, hanya bibirnya saja yang perlahan mulai menikmati permainan lidah Jaejoong didalam rongga mulutnya, tak dipedulikannya lagi banyaknya pasang mata disekitar mereka yang menyaksikan adegan panas tersebut.

Eumhhh ahhh...

Jaejoong semakin menekan tengkuk Changmin agar memperdalam ciumannya, tak dipedulikannya tubuhnya yang ikut basah akibat terlalu menempel dengan tubuh penuh peluh kapten Tim basket dari kelas 11A itu.

Setelah sekian menit ciuman panas antara Jaejoong dan Jung Changmin akhirnya kebutuhan akan oksigenlah yang menyebabkan pasangan hot itu melepaskan tautan bibir keduanya. Tak dipedulikan beberapa banyak pasang mata yang menyaksikan adegan hot kissing mereka tersebut, karena tujuan Jaejoong memulai ciuman itu semata-mata hanya untuk menggoda sang mantan yang duduk tak jauh dari mereka berada.

Yunho memperhatikan tanpa berkedip sedikitpun bagaimana bibir cheery merah yang biasa dinikmatinya itu begitu menikmati lumatan-lumatan kasar dari bibir Changmin sang dongsaeng-nya sendiri. Dengan wajah penuh emosi akhirnya Yunho memberi kode kepada wasit pertandingan tersebut cepat-cepat meniup peluitnya kembali sebagai tanda habisnya waktu istirahat dan kedua tim agar bersiap-siap memulai babak kedua.

Priiitttt~

"Gomawo kitty, kau memulihkan kembali tenagaku, hehehe" gurau Changmin yang bersiap-siap hendak kembali ke lapangan, sedang Jaejoong masih belum ingin beranjak dari samping kekasihnya sama sekali.

"Anything for you Changminah, aku melakukan hal yang seharusnya kulakukan untuk kekasihku, bukan?" jawab Jaejoong dengan wajah menggodanya.

"Umm ne, but you've made something hard, baby" seringai mesum Changmin seraya mencolek dagu Jaejoong.

"Pervert!"

"Hahaha, I'm pervert because of you Kim Jaejoong, pulang sekolah tunggu aku jangan kemana-mana, pulang bersamaku, eoh? sekarang doakan Tim-ku menang dan selalu teriakkan namaku, jangan pernah beranjak sampai pertandingannya berhenti, arra?"

"Nde, Changmin baby" Jaejoong mengangguk patuh setelah Changmin memerintahkannya untuk tidak beranjak dari tempatnya berada dilapangan itu, tak lupa sebelum kembali ketengah lapangan ia sempat mencium kening Jaejoong terlebih dahulu tentu saja hal tersebut menuai bisik-bsik usil dari mereka yang belum mengetahui perihal hubungan Jaejoong dan Changmin, apalagi sebelumnya mereka telah disuguhi adegan hot french kiss MinJae.

Jaejoong yang kini telah duduk menjadi berpindah tempat persis dipinggir lapangan basket terus memberi semangat kepada Changmin, tak peduli dengan apa yang orang-orang bicarakan mengenai dirinya yang telah dianggap 'bitch' lantaran beberapa hari ini hubungannya dengan Changmin cepat tersebar luas lantaran keduanya yang kerap bermesraan didepan umun meski tak sesering saat ia masih menjadi kekasih Jung Yunho.

Hubungan Jaejoong dengan Changmin inilah yang menyebabkan cap buruk kepada Jaejoong karena Jaejoong semakin dianggap sebagai namja murahan yang bertujuan memanfaatkan adik kakak Jung tersebut untuk kesenangannya saja lantaran Jaejoong bukanlah berasal dari keluarga berada.

Jaejoong yang sebelumnya sudah dianggap sebagai 'pemuas nafsu' seorang Jung Yunho, dan kini telah berpindah tangan menjadi milik Jung Changmin tentunya akan semakin membuat pandangan orang-orang terhadapnya semakin buruk. Namun bukan Kim Jaejoong namanya jika hal seperti itu akan mempengaruhi pikirannya. Ia tidak peduli sama sekali dengan pemikiran orang lain tentang dirinya.

He never cares at all.

.

.

.

"Lama menunggu?"

"Tidak sama sekali, memangnya kau akan mengajakku kemana Changminah?"

Jaejoong tersenyum cerah saat Changmin terburu-buru menemui dikelasnya sesuai janjinya tadi untuk mengajak Jaejoong kesuatu tempat sehabis sekolah. Jaejoong tak dapat menyembunyikan keheranannya lantaran Changmin tak biasanya mengajak Jaejoong untuk pulang bersama. Jaejoong biasanya pulang bersama Junsu, sepupunya.

"Ikut saja, kajja" Changmin menarik pergelangan tangan Jaejoong yang langsung mengikuti dibelakangnya, namun tiba-tiba Changmin menghentikan langkah kakinya mencetak raut haeran diwajah cantik Jaejoong.

"Wae, mengapa berhenti?" tanya Jaejoong heran.

"Chakkaman, I forget something, kemarilah..."

"Whoaa, Jung!" Jaejoong tersentak kaget karena Changmin tiba-tiba mengangkat tubuh ringannya dan mendudukkannya diatas meja yang berada dibelakangnya.

"Aku belum belum menanyakan tentang ini, I'm still curious about your new style" Changmin telah berada dihadapan Jaejoong, membungkukkan sedikit tubuh tiangnya karena walau bagaimanapun posisi Jaejoong yang tengah duduk diatas meja tetaplah lebih pendek dari tinggi Changmin yang diatas rata-rata.

"Aku hanya bosan dengan penampilanku yang lama Changminah, hanya ingin sedikit berubah saja, what do you think? do you like it?" Jaejoong mengakhiri kalimatnya dengan pertanyaannya mengenai pendapat Changmin tentang penampilan barunya.

"Umm, honestly you look like a psycho with this blond hair"

Jaejoong memberengut, "So you don't like? I'll change it then"

Changmin terkekeh geli melihat wajah lucu Jaejoong yang tengah menunjukkan kekecewaannya.

"Kau tahu, psycho tak selamanya bermakna negatif kan? when it comes to my Jaejoongie, it means You are the most beautiful Psycho in this world"

"Yah!" kalimat Changmin barusan sukses membuat paras Jaejoong merona hebat sekarang, ia benar-benar tersipu malu saat ini, Changmin sangat lihai membuat Jaejoong seperti ini.

Seandainya Jung Yunho bisa membuat Jaejoong seperti ini. Seandainya.

"I like your blond hair, you look more bitchy, aku harap Jung yang lain akan bisa menguasai dirinya saat melihatmu nanti" bisik Changmin sedutif tepat ditelinga sensitif Jaejoong.

"Jangan bawa nama namja lain saat kita hanya berdua saja seperti ini, it's going to distract my mood on you, jebbal" mohon Jaejoong tak suka saat Changmin menyebutkan 'Jung yang lain' barusan.

"Mianhe, sekarang boleh aku menciummu? tanya Changmin dengan tegasnya, jujur saja ia sangat menginginkan bibir cherry merah itu sekarang.

"Tentu saja, You're my boyfriend" Jaejoong mulai mengalungkan kedua tangannya keleher Changmin dan memperdekat jarak diantara mereka hingga bibir keduanya saling menempel.

Mhhhhh

Eumhhh

Desah nafas keduanya saat merasakan sensasi nikmat saat lidah keduanya berperang didalam rongga mulut mereka, menciptakan bunyi decakan saliva dan desahan nikmat dari bibir kedua makhluk sesama jenis itu.

Enghhh,

Euuunghhh

"Chang-min-ahhh, hahh...hah"

Jaejoong hanya dapat memukul dada Changmin saat dirasakan pasokan udara di paru-parunya mulai berkurang, dengan tidak rela Changmin-pun melepakan tautan bibir mereka menyisakan lelehan saliva didagu Jaejoong. Dengan sayang diusapnya lelehan saliva tersebut dan mendorong sedikit demi sedikit tubuh Jaejoong agar merebah diatas meja yang tengah didudukinya.

Srettt~

Lima kancing yang berada dibaju seragam milik Jaejoong terbuka dengan cepat menyisakan pemandangan putih mulus dada berisi milik Jajeoong yang tidak ditutupi singlet sama sekali. Jaejoong memang tak pernah memakai singlet dibalik seragam sekolahnya.

Jaejoong sedikit terhenyak saat merasakan lidah basah Changmin mulai menelusuri kedua gundukan kecil dadanya dan tubuhnya sedikit bergetar saat lidah basah itu mulai mempermainkan tonjolan yang yang berada dikedua dadanya tersebut.

"Jaejoong ah, bagaimana bisa seorang namja memiliki dada seperti ini? and those pink nips..."

Changmin tak dapat menyembunyikan ketakjubannya saat melihat sekaligus merasakan dada berisi Jaejoong yang menurutnya 80 persen sudah menyerupai milik yeoja, apalagi melihat nipple pink-nya yang tengah mengeras, benar-benar mirip milik yeoja, sempurna.

Sekarang barulah Changmin mengerti mengapa seorang Jung Yunho begitu terobsesinya dengan tubuh Kim Jaejoong.

"Awhhh, Changminnnh..." Jaejoong tak dapat menahan desahannya saat kedua barisan gigi Changmin menjepit keras putingnya, rasa sakit dan nikmat secara bersamaan. Kedua doe eyes-nya terpejam nikmat.

Namun tiba-tiba ditengah rasa nikmat tersebut Changmin menghentikan kegiatannya dan buru-buru mengancingkan kembali seragam Jaejoong.

"Wae, Changminah?"

"Umm, kita lanjutkan nanti saja, eoh? nanti kita terlambat, kajja..."

Jaejoong yang masih terbengong-bengong akibat ulah Changmin barusan hanya dapat mengangguk pelan dan mengikuti langkah Changmin menuju tempat parkiran, dalam hatinya Jaejoong bertanya-tanya hendak kemana Changmin membawanya.


"Yah, mengapa mengajakku kesini Changminah, andwae! biarkan aku pulang sendiri"

"Joongie ah, kau kekasihku dan apa salah aku mengajak kekasihku mengunjungi rumahku sendiri"

Jaejoong shock dan hampir copot jantungnya saat tiba-tiba ia sudah berada didepan sebuah mansion megah yang ia ketahui adalah milik keluarga Jung. Tentu saja Jaejoong sangat mengenali mansion tersebut karena mansion itu pernah menjadi saksi percintaan terdahulunya dengan Jung Yunho.

"Andwae! aku belum siap Changminah, jebbal..." mohon Jaejoong saat Changmin mulai menarik pergelangan tangannya memasuki mansion yang terlihat sedikit ramai itu.

"Kau aman selama ada aku disampingmu, aku tak tak akan meninggalkanmu, terlebih lagi jika beruang itu mengganggumu"

"An-dwae Changminah, jebbal jangan paksa aku, aku masih trauma, hiks..."

Jaejoong tak dapat menahan tangisnya, apalagi saat Changmin membawanya kelantai atas dan melewati sebuah pintu yang masih amat dikenalnya, bahkan kejadian dibalik pintu itu-pun masih jelas terbayang diingatannya. Mereka baru saja melewati kamar Yunho.

"Ssst, uljima baby...tenang saja, I'm here with you" Changmin berusaha menenangkan kekasih cantiknya.

"Dimana dia?" Suara lembut Jaejoong disela-sela tangisannya.

"Aku tidak tahu, tapi kurasa ia tengah bersama anggota keluarga yang lain dikebun, kita tengah mengadakan Berbeque party hingga tengah malam nanti, dan kau tentu saja akan ku perkenalkan kepada seluruh anggota keluargaku"

"M-Memperkenalkan?" bingung Jaejoong tak mengerti.

"Ne, mereka akan segera mengenal calon istri Jung Changmin yang selalu di cap sebagai anak umma yang manja yang hanya doyan makan saja, hahaha"

"T-Tapi mereka kan..." Jaejoong tergagap hingga tak tahu hendak mengatakan apa lagi, ia sangat-sangat kaget mendengar kalimat Changmin barusan. Lelucon apa yang akan dibuat Changmin, bukankah seluruh anggota keluarga Jung bahkan hingga haraboji mereka yang tinggal didesa saja tahu jika Jaejoong adalah kekasih Jung Yunho, bukan Jung Changmin.

"Hidup itu bisa berubah dengan mudahnya Jaejoongie, kajja masuk kekamarku, kupinjamkan baju-ku" jawab Changmin cuek tanpa menghiraukan wajah sendu Jaejoong.

Tiga puluh menit kemudian

"Jaejoongie? bogoshippo...kau berbeda sekali dengan warna rambutmu itu nak, yeoppo..."

"U-Umma...gomawo umma, tapi Joongie tampan"

"Aigoo, yeoppoda, menurut umma kau selalu cantik, tak peduli. Umma sangat merindukanmu, umma selalu bertanya kepada uri Yunho mengapa tak pernah mengajakmu kesini lagi, Yunho selalu sibuk semenjak ia bekerja di sekolah kalian"

"N-Nde umma..."

Jaejoong hanya dapat memberikan senyum canggungnya saat tak disangka-sangka sang nyonya rumah telah berada dihadapannya dan mengoceh panjang lebar mengenai mantan kekasihnya yang membuat jantungnya berdebar-debar kencang. Jaejoong sangat membenci ini, baru mendengar namanya saja ia sudah seperti orang sakit jiwa, apalagi jika melihat sosoknya.

"Joongie kajja ikut umma" Jung Umma menarik pergelangan tangan Jaejoong dengan cepat. Jaejoong hanya menurut saja hingga umma Jung berhenti tepat didepan pemanggangan barbeque dengan seseorang yang berdiri membelakangi mereka, ia tampak sibuk memanggang bahan mentah seperti daging, ikan, sosis, dll.

"Yunnie" mendengar suara umma Jung sosok namja yang berdiri membelakangi tersebut dengan cepat membalikkan badannya membuat mata doe yang berada disebelah sang umma mendelik lebar.

Dan cherry merah itu sibuk komat kamit mengutuk dirinya yang tak dapat menguasai detak jantungnya yang menggila, ia takut akan mendapat serangan jantung bila tidak segera mengatasi detaknya.

Bibir cherry itu juga tak henti mengutuk Jung Changmin yang tadinya berjanji untuk selalu berada di sampingnya. Kenyataannya? namja tampan dengan tinggi 'wow' itu malah asyik dengan kesibukannya sendiri menjelajahi meja hidangan dan berkutat dengan makanan-makanan lezat tanpa sedikitpun teringat dengan kekasih cantiknya.

"Ehm, Yunnie ya, ajaklah Jaejoong bersamamu, eoh? umma yakin kau pasti merindukan Joongie eoh? umma lihat kalian jarang bersama" ucap umma Jung tanpa mengetahui perasaan kedua mantan kekasih itu.

"Arraso umma, gomawo telah mengantarkan nae Joongie"

"arraso, kalian silahkan memanggang, umma permisi pergi dulu eoh? take a good time, umma sangat senang melihat Joongie kembali"

"N-ne umma"

Jawab Jaejoong dan Yunho bersamaan dengan canggung sesaat setelah sang umma pamit meninggalkan mereka berdua saja. Dan kini keadaan diantara Yunho dan Jaejoong semakin canggung saja. Tak seorangpun diantara mereka yang berniat memulai percakapan.

Hhhh...

"Great, You change so much" Stelah mendesah berat Yunho memutuskan untuk memulai percakapan dengan mantan kekasihnya itu dengan mengomentari penampilan baru Jaejoong

"Thanks, but I don't feel so much changed"

"Kau terlihat lebih cantik, dan...ehm"

"Ne?"

"Menggoda"

Dan wajah cantik itu memerah sempurna.

"Chukkae" ucap singkat Yunho sambil membolak-balikkan daging diatas panggangan tanpa menoleh sedikitpun kepada lawan bicaranya.

"Untuk apa?" jawab Jaejoong bingung.

"Kelihatannya kau dan maknae semakin akrab, hingga melupakan dimana kalian berada saat berciuman panas" ujar Yunho masih sibuk dengan panggangannya.

"He's my boyfriend, bukankah tidak ada larangan bagi orang yang berpacaran untuk bermesraan dimana saja?" jawab Jaejoong sedikit meninggikan nada bicaranya.

"Auwwhh!"

Tiba-tiba Yunho berteriak cukup keras dan meniup-niup jari telunjuknya yang terlihat berdarah sepertinya terkena besi panggangan panas hingga terluka. Jaejoong kebingungan melihat Yunho yang tampaknya sangat kesakitan.

"Yunho ah, waeyo?"

"Auwhh j-jariku...auwhhh" Yunho mengibas-ngibaskan jarinya. Rasanya sangatlah pedih.

Tanpa berpikir panjang lagi Jaejoong segera meraih jari telunjuk Yunho dan langsung memasukkannya kedalam rongga mulutnya. Yunho hanya terpaku atas perlakuan mantan kekasihnya itu. Jaejoong terlihat begitu panik saat Yunho kesakitan.

mhhhh, sshhh...

Bibir hati mendesis saat merasakan luka jarinya yang terasa pedih didalam rongga mulut Jaejoong, sedang Jaejoong terus berusaha menyedot darah yang keluar dari ujung jari telunjuk Yunho yang terluka.

Yunho dan Jaejoong tak menyadari jika mereka telah menciptakan pemandangan erotis yang untungnya tak satupun orang yang melihat kegiatan mereka saat itu.

Eummhh

Tak disadari, bibir hati itu mendesah entah karena nikmat atau sakit. Yang jelas diadalam benak namja tampan itu adalah, 'Inilah yang dirasakan Changmin saat jarinya berada didalam mulut Kitty-ku'

Wajah tampan itu-pun menegang pertanda rasa cemburunya yang teramat besar.

.

.

.

tbc

review as always

twitt : peya_ok

fb : mano shinki

.

.

NOTE

Maafkan jika kalian tak suka dengan broken english saya, itu saya pakai hanya untuk menghindari kata-kata kasar saya saja dan sedikit untuk variasi dalam menulis ff saya.

mengenai threesome partnya, ya ampuun ternyata banyak sekali responnya :D Saya mohon harap bersabar karena penulisannya masih dalam proses. kalau sudah jadi akan saya umumkan lagi.

Gomawo buat semua^^

Saya bertahan disini karena kalian semua, thanks...