Disclaimer : I wish I could have all the characters, but they belong to themselves
Rate : M( NC 21) bukan bacaan anak dibawah umur
Genre : Romance, drama
Warning : NC 21, HARDCORE SEX, BL, YAOI, BAHASA TIDAK BAKU, TYPOS, OOC
cerita milik saya, YUNJAE akhirnya memang harus bersama, kalau tidak suka dengan YunJae dan MinJae silahkan mundur.
CAST : Jung Yunho X Kim Jaejoong
Shim Changmin X Kim Jaejoong
Park Yoochun
Kim Junsu
other cast
NO PLAGIAT!
.
.
DON'T LIKE DON'T READ!
Tolong sekali lagi baca warningnya dan jangan ngebash pairingnya, cerita ini milik saya dan hak saya membuat cerita seperti apa, harap pengertiannya kalau tidak suka silakan keluar tinggalkan tempat ini, yang mau baca, tolong pesan dan kesannya dalam bentuk review... :*
Summary
Jaejoong yang selama dua tahun telah menjalin cinta dengan seorang Jung Yunho tiba-tiba merasa hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsunya saja dan berniat mengakhiri hubungan mereka. Apakah Yunho akan menerima keputusan Jaejoong?
.
Chap sebelumnya
Tiba-tiba Yunho berteriak cukup keras dan meniup-niup jari telunjuknya yang terlihat berdarah sepertinya terkena besi panggangan panas hingga terluka. Jaejoong kebingungan melihat Yunho yang tampaknya sangat kesakitan.
"Yunho ah, waeyo?"
"Auwhh j-jariku...auwhhh" Yunho mengibas-ngibaskan jarinya. Rasanya sangatlah pedih.
Tanpa berpikir panjang lagi Jaejoong segera meraih jari telunjuk Yunho dan langsung memasukkannya kedalam rongga mulutnya. Yunho hanya terpaku atas perlakuan mantan kekasihnya itu. Jaejoong terlihat begitu panik saat Yunho kesakitan.
mhhhh, sshhh...
Bibir hati mendesis saat merasakan luka jarinya yang terasa pedih didalam rongga mulut Jaejoong, sedang Jaejoong terus berusaha menyedot darah yang keluar dari ujung jari telunjuk Yunho yang terluka.
Yunho dan Jaejoong tak menyadari jika mereka telah menciptakan pemandangan erotis yang untungnya tak satupun orang yang melihat kegiatan mereka saat itu.
Eummhh
Tak disadari, bibir hati itu mendesah entah karena nikmat atau sakit. Yang jelas diadalam benak namja tampan itu adalah, 'Inilah yang dirasakan Changmin saat jarinya berada didalam mulut Kitty-ku'
Wajah tampan itu-pun menegang pertanda rasa cemburunya yang teramat besar.
Note
"I'M NOT MYSELF WHEN I'M WRITING" JADI JANGAN HUBUNGKAN ALUR CERITA INI DENGAN SIFAT PRIBADI SAYA.
.
.
.
.
.
LOVE ME OR MY BODY?
.
.
.
.
.
.
"Yah kalian! apa yang kalian lakukan berduaan disana? jangan katakan kalau kalian tengah berselingkuh, eoh!"
"Changmin-ah..."
"Hey tuan Beruang, dia namja chinguku sekarang, kau...tidak boleh dekat-dekat, I can kill anyone for this reason"
Tiba-tiba saja entah darimana datangnya Changmin telah muncul tepat dari arah belakang YunJae berada dimana Jaejong yang tengah asyik melakukan sedot menyedot (?) jari Yunho yang terluka bakar.
Changmin yang memergoki aktifitas Yunho dan kekasih cantiknya itu mau tidak mau terbakar api cemburu dan langsung saja memaki-maki dengan gayanya yang khas sembari mengacung-acungkan garpu bekas ia menusuk berbagai macam makanan digenggamannya. Bahkan di garpu yang Changmin gunakan untuk menunjuk pasangan YunJae itu masih tertancap sosis panggang.
Melihat tingkah Changmin tersebut tentu saja baik Yunho maupun Jaejoong tak merasa takut sedikitpun dengan ancaman sang food monster itu.
"Jaejoong my kitty, kemarilah...ppali" titah Changmin kepada Jaejoong penuh penekanan.
Jaejoong yang semenjak kedatangan Changmin secara spontan langsung mengeluarkan jari Yunho dari mulutnya hanya dapat mengerucutkan bibirnya saja dan perlahan melangkah menuju kekasih yang sudah melupakannya karena tumpukan makanan yang dijumpainya semenjak awal acara barbeque disana.
"Kau melupakanku" rengut Jaejoong kesal setelah berada dihadapan Changmin dan Changmin langsung merengkuh tubuh mungilnya kedalam pelukan eratnya. Namun bibir cherry itu masih saja memberengut kesal lantaran Changmin masih sempat-sempatnya menghabiskan sosis yang tertancap pada garpu digenggamannya.
"Mianhe baby-ah, aku telah melupakanmu tadi, selanjutnya aku tak akan meninggalkanmu lagi" jawab Changmin setelah mulutnya selesai mengunyah sosis dan semakin mengeratkan pelukannya kemudian mencium sekilas bibir ranum Jaejoong membuat Yunho yang berada tak jauh dari mereka mendecih iritasi.
"Kau berselingkuh dengan makanan-makanan itu" rajuk Jaejoong kembali, sekilas diliriknya sang beruang yang tengah berupaya meredam rasa cemburunya melihat kemesraannya bersama Changmin. Kembali pikiran jahil Jaejoong untuk menambah rasa cemburu sang mantan kekasih yang masih sangat dicintainya itu.
"Mianhe, aku janji tidak akan melirik mereka lagi, kitty baby"
"Yaksok?"
"Ne"
"Umm kalau begitu poppo..."
"Eh? kitty nappeun eoh?"
Changmin menoel-noel ujung runcing hidung Jaejoong yang tengah bergelayut manja dilengannya minta dicium. Otak cerdas Changmin tentu saja mengetahui maksud Jaejoong yang sebenarnya yaitu apalagi kalau bukan ingin membuat beruang disana menjadi cemburu dan gelap mata. Tentu saja Changmin tak akan merasa rugi juga meski Jaejoong tidak melakukannya karena benar-benar suka kepadanya. Changmin cukup mengerti.
"Yes or no?" kembali Jaejoong memberengut lantaran Changmin yang selalu menggodanya.
"Of course yes, baby"
Mmhhhhh
Eumhhhh
Ahhh...
Tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada bibir seksi Changmin segera menyerang cherry merah basah yang sangat menggiurkan itu. Tanpa mempedulikan wajah amarah saudara sulungnya yang seakan ingin menelannya hidup-hidup saat itu juga.
Changmin dan Jaejoong terus memainkan lidah mereka, saling bertukar saliva, mengecap rasa manis bibir masing-masing. Changmin semakin terbuai, hingga semakin mendorong tengkuk putih Jaejoong agar ia semakin leluasa menikmati rasa manis bibir penuh Jaejoong yang diakuinya selalu ingin dirasakannya setiap waktu.
"Cih, stupid idiot couple" tak tahan dengan pemandangan didepannya, Yunho bergegas meninggalkan tempat itu.
Akhirnya senyum jahil dibibir cherry itu terkembang lebar melihat sang mantan yang buru-buru pergi meninggalkan mereka membawa rasa cemburu yang teramat sangat dengan rutukan kesal dibibir hatinya. Tak lupa sebelum beranjak sebelumnya Yunho telah menyerahkan panggangan barbequenya kepada salah seorang maid disana.
"Yah lepas! Aww, evil! aku tak bisa bernafas..."
Sepeninggal Yunho Jaejoong langsung berusaha mendorong tubuh Changmin yang masih erat memeluknya, namun dasar evil, tidak semudah itu Changmin akan melepaskan Jaejoong, ia malah mengeratkan pelukannya berkali lipat, membuat Jaejoong terpekik kaget.
"Not that easy, Kitty-ah"
"Changmin-ah jebbal..." mohon Jaejoong dengan wajah memelas persis anak kucing yang kehilangan induknya.
"Kau tahu kan aku sudah pernah mengatakannya jika aku tak akan mudah menyerahkanmu dengan Jung yang satunya, bukan? jadi jangan pernah berpikir untuk mempermainkanku, arra?"
"Siapa yang bermaksud mempermainkanmu, Changmin-ah?"
"I've told you, these eyes cannot lie...mata-mu yang bicara Jaejoong-ah"
Hhhhh...
"Kajja, aku akan membuat keluargaku tercengang malam ini, siapa yang akan menyangka jika Jung Changmin yang dikenal manja ini sudah memiliki calon istri, hahaha"
"Yah Changmin-ah mau kemana?"
"Tentu saja memperkenalkanmu kepada seluruh keluargaku"
Jaejoong tersentak kaget saat tiba-tiba Changmin menarik pergelangan tangannya keluar dari tempat mereka berada barusan menuju kerumunan anggota keluarga dan kerabat dekat dihalaman luas mansion mereka.
Jaejoong terkesiap, sepertinya Changmin serius dan tidak main-main...itu terbukti saat mereka tiba ditengah-tengah keramaian tersebut Changmin terlihat mendekati bibir panggung mini tempat live music dimainkan dan dengan cekatan Changmin meminta MC acara malam itu untuk meminjamkan Mic kepadanya.
Setelah Microfon berada ditangan Changmin tentu saja hal yang sangat ditakutkan Jaejoong tadi segera akan terjadi, tak lama kemudian...
"Anneyong yorobeun..." Suara Changmin terdengar jelas seantero kawasan komplek Jung mansion tersebut. Dan kini semua mata dan telinga telah tertuju pada sosok tinggi menjulang yang berada di mini stage malam hari itu. Lantas tanpa menunggu lama lagi Changmin kembali bersuara.
"Mianhe, saya meminta waktu kalian sebentar, karena saya Jung Changmin putra bungsu keluarga Jung akan memberikan informasi kepada semua yang hadir disini yaitu sebuah kabar bahagia dimana pada malam hari ini perkenankanlah saya untuk memperkenalkan calon istri saya aka tunangan saya aka kekasih saya yang bernama, KIM JAEJOONG..."
Changmin segera menarik Jaejoong agar segera merapat disebelahnya, Jaejoong menuruti dengan terpaksa. Sementara para kerabat dan keluarga ada yang ikut riuh memberikan dukungan berupa tepuk tangan yang meriah, akan tetapi sebagian besar ada yang bingung apalagi bagi yang telah mengetahui Jaejoong merupakan kekasih dari Jung Yunho saudara kandung Changmin maka mereka sedikit kaget mendengar Changmin yang mengakui pacarnya.
Bisik-bisik usil dari para tamu-pun tak dapat dihindari lagi, terlebih Kim Jaejoong yang diperkenalkan sebagai calon menantu keluarga Jung itu juga berkelamin namja, tentu saja hal itu menimbulkan pro dan kontra bagi siapa saja yang menghadiri pesta berbeque tersebut. Tentu saja sebagian menganggap hal itu hal yang biasa saja dijaman seperti sekarang ini, namun sebagian lagi tak dapat menerima kenyataan yang jelas-jelas melanggar norma dan ajaran agama, meski kenyataannya dosa tetaplah ditanggung oleh masing-masing individu.
"Mwoya, bukankah itu kekasih Jung Yunho yang selalu dibawa kemana-mana oleh sisulung dan selalu berdua disetiap kesempatan, mengapa bisa menjadi calon istri maknae, eoh?
Segerombolan ibu-ibu entah berasal darimana dengan cepatnya membentuk tim bergabung hanya untuk menggosipkan sang calon menantu keluarga Jung yang sudah sangat mereka kenal lantaran sebelumnya selalu dibawa-bawa oleh Jung Yunho.
"Ne, ne memang begitu gosipnya, sisulung Jung bahkan kabarnya sudah membelikan rumah yang ditempati namja itu bersama ummanya..."
"Umm, aneh sekali, eoh...jaman sekarang sudah tidak aneh lagi bertukar-tukar pasangan seperti itu"
"Psst...pssstt...psstt"
Demikianlah sekiranya pesta babeque untuk memperingati ulang tahun berdirinya Toho School milik keluarga Jung tersebut malah menjadi ajang bisik-bisik dan bergosip para tamu undangannya oleh karena ulah sibungsu Jung Changmin.
Hal itu tentu saja membuat telinga Jung umma menjadi panas apalagi saat melihat sang putra bungsu memperkenalkan namja yang diketahuinya adalah calon istri dari putra sulungnya.
Dengan wajah merah padam karena malu Jung umma maju ketengah-tengah podium tempat dimana pasangan fenomenal (read, Changmin dan Jaejoong) malam itu berada.
sementara itu sepasang mata musang memperhatikan kekacauan tersebut dengan segelas wine digenggamannya, bibir hatinya tak henti menyunggingkan senyum sinisnya dari tempatnya berada, bersandar pada dinding balkon kamarnya dilantai dua persis disebelah kamar Jung Changmin.
Sreetttt...
"Ughh...ummaaaa"
"Dasar nappeun! mempermalukan keluarga saja!"
"Huwaaa ummaa appoo, hentikan umma, aduh duh..duh..duh...awww!"
"Rasakan!"
"Ummaaa ampuun, aww!"
Ternyata tak disangka-disangka umma Jung yang naik ke podium itu langsung menarik telinga Changmin dan menjewer anak bungsunya dengan sekuat tenaganya hingga menyebabkan teriakan kesakitan dan ucapan minta ampun dari bibir namja tinggi itu.
Sementara Jaejoong yang menjadi saksi terdekat peristiwa penyiksaan itu hanya memperlihatkan wajah meringisnya sebagai wujud ikut berbela sungkawa akan kemalangan yang menimpa kekasih barunya itu. Jujur saja Jaejoong sedikit merasa takut saat melihat kekejaman Umma Jung saat mengeksekusi anak bungsunya barusan, menyaksikan wajah evil Changmin yang meringis minta ampun akibat rasa sakit ditelinganya yang tidak main-main.
Perlakuan Jung umma atas putra bungsunya tersebut membuat para tamu yang tadinya sibuk berbisik-bisik tak jelas mendadak menjadi terheran-heran kembali atas aksi yang dilakukan sang nyonya rumah.
Menyadari keadaan tersebut buru-buru nyonya Jung menyambar microfon yang baru saja digunakan Jung Changmin untuk mengumumkan hubugannya dengan Jaejoong.
"Ehm, yorobeun..."
Hening...
Semua fokus dengan apa yang akan diucapkan oleh nyonya Jung. Termasuk Yunho dikejauhan yang memperhatikan setiap gerak-gerik sang umma. Jujur saja, dalam hatinya ia ingin sekali tertawa terpingkal-pingkal melihat kejadian barusan saat sang umma menjewer telinga Changmin, hatinya bersorak gembira.
"Mianhe atas kekeliruan putra bungsuku Jung Changmin barusan yang telah salah memberikan informasi kepada hadirin semua"
"Ummaaa"
Changmin hendak protes namun diurungkannya lantaran pelototan mata sang umma seperti hendak mengulitinya, akhirnya ia hanya dapat menelan salivanya saja. Sementara Jaejoong hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil meremas-remas jari-jemarinya yang berkeringat, ia merasa sangat takut sekarang.
"Yorobeun, informasi yang sebenarnya adalah, memang benar Kim Jaejoong yang cantik memikat ini adalah calon menantu kami, tapi ia bukanlah calon istri Jung Changmin anak manja yang terkadang makannya masih minta disuapi, bahkan tidurpun ia masih menggrepe-grepe dada saya, ummanya...ups"
"Yah, ummaa!"
Sepertinya nyonya Jung kelepasan berbicara hingga membuka aibnya bersama putra bungsunya, membuahkan protes dari Jung Changmin yang merasa telah ditelanjangi oleh ummanya sendiri dihadapan orang banyak.
Saat ini para tamu undangan tersebut kembali berbisik-bisik usil, namun kali ini bisik-bisiknya disertai senyum jahil mereka yang tak menyangka jika namja yang barusan mengumumkan siapa calon istrinya itu ternyata manjanya minta ampun.
"Sekarang masuk kedalam" desis nyonya Jung ditujukan kepada putra bungsunya yang masih berusaha merajuk kepadanya.
"Shireo!" tantang Changmin berusaha membuang rasa takutnya kepada Jung umma.
Melihat Changmin yang mulai berani kepadanya nyonya Jung-pun perlahan mendekatkan bibirnya ketelinga Changmin. Ia membisikkan kalimat yang ternyata mampu membuat seorang evil seperti Jung Changmin melemas dan perlahan menganggukkan kepalanya dengan patuh.
"Masuk kekamarmu sekarang, atau akan kuumumkan jika setiap malam anak kesayangan umma yang tampan ini masih mengempeng didada umma, hmm?" ancam nyonya Jung ditelinga Changmin.
"ANDWAE!"
Changmin-pun tanpa menoleh kanan-kiri lagi langsung mangambil langkah seribu menuju kelantai atas rumahnya, bahkan ia kembali melupakan sang kekasih cantiknya yang tengah mengerucutkan bibir merahnya merasa tak dipedulikan untuk kesekian kalinya.
Melihat Changmin yang telah melarikan diri dengan paniknya membuat nyonya Jung sedikit bernafas lega dan meraih microfon bermaksud hendak kembali berbicara didepan tamu undangannya, karena ia belum mengumumkan siapa calon suami Kim Jaejoong sebenarnya.
Sementara Jung Changmin yang telah berada dilantai atas rumah megahnya tak henti merutuki kekejaman sang umma yang tega mempermalukannya didepan umun dengan membuka aibnya. Entah hendak disembunyikan dimana mukanya saat ini, apalagi melihat mereka yang berbisik-bisik dengan pandangan melecehkannya.
Arrghhhh
"HAHAHAHA"
Geraman Changmin berbalas sebuah tawa yang berasal dari bibir hati milik Jung Yunho yang tak dapat menahan kegeliannya melihat adegan memalukan dari atas balkon kamarnya. Saat ini Jung Yunho tengah bersandar dipintu kamarnya menghalangi jalan sang maknae yang tengah menuju kamar pribadinya yang terletak persis disebelah kamar sang hyung.
Duo Jung itupun saling menatap tajam satu sama lain.
"APA? jangan berharap aku mau melepaskan kitty bitch-mu itu dengan mudah" dengus Changmin penuh emosi. Berbeda dengan sang hyung yang masih mengulum senyum meremehkannya.
"See? anak umma yang manja...hahaha" gelak tawa Jung Yunho tak tertahankan saat dirinya kembali mengingat kejadian yang mencoreng image evil seorang Changmin.
"Yah, Shut up your fucking mouth!" bentak Changmin berbahaya.
"Ssst...dengar" tiba-tiba Yunho memberi isyarat kepada Changmin yang sudah bersiap mengepalkan kedua tangannya untuk diam dan mendengarkan sesuatu. Tak lama terdengar kembali suara merdu umma mereka dari arah keramaian pesta.
"Yorobeun...mungkin inilah saat yang tepat untuk mengumumkan siapa sebenarnya calon suami dari Kim Jaejoong ini, tentu saja dia adalah putra sulung kami yang hidupnya sudah mapan, mempunyai pekerjaan tetap dan hidup mandiri, Jung Yunho..."
"HAHAHAHA! kau dengar Changmin-ah?" bahkan umma mengakui akulah yang pantas menjadi suami Kim Jaejoong, bukan anak manja yang doyan makan seperti mu ini, huh" ejek Yunho terpingkal-pingkal tak dapat menahan tawanya sesaat setelah mereka berdua mendengarkan suara sang umma berpidato menyebut nama Jung Yunho sebagai calon sumai Kim Jaejoong sebenarnya.
Sementara Changmin masih sibuk menahan emosinya yang bisa meledak kapan saja.
"DAMN YOU!" akhirnya Changmin tak dapat menahan emosinya lagi, segera diremasnya kerah jas Yunho dan bersiap menghantamkan kepalan tangannya kewajah tampan Yunho yang telah tersudut didinding.
Namun sepertinya dewa keberuntungan tengah berpihak kepada Yunho malam itu. Serta merta ia mendapatkan ide untuk membebaskan dirinya dari ancaman berbahaya dari kepalan tangan sang adik yang siap membuat wajahnya tidak tampan lagi.
Untunglah pada saat bersamaan seorang maid berjalan melintasi mereka dengan membawa berbagai jenis kue-kue lezat yang bertumpuk diatas nampan dari pantry mansion mereka yang memang berada dilantai dua. Tentu saja maid tersebut hendak membawa nampan berisi kue tersebut kelantai bawah tempat dimana pesta berlangsung.
"Heii Changmin-ah, your baby is passing by" sudut bibir hati itu terangkat keatas menyadari telah berhasil mengecoh perhatian Changmin yang kini tengah memperhatikan nampan kue yang hampir menjauhi mereka.
"Ahjussi tunggu!" mendadak Changmin melepaskan kekangan tangannya dikerah jas Yunho.
"Nde tuan muda?" ahjussi yang tengah berjalan tergesa itu mendadak menyetop langkahnya dan menoleh kesumber suara yang memanggilnya.
"Masukkan nampan itu kedalam kamarku sekarang juga" titah Changmin seraya memberi kode dengan dagunya menunjuk dimana kamarnya berada. Tanpa berkata apapun sang maid menuruti perintah Changmin yang telah duluan melenggang masuk kedalam kamarnya.
Yunho? demi apapun ia tak menyangka kecintaan sang adik terhadap makhluk yang bernama makanan itu telah mampu menyingkirkan segala emosinya yang memuncak sesaat lalu.
BRAKKK
Pppffttt...
Changmin membanting pintu kamarnya dengan keras sementara Yunho yang melihat keajaiban sifat adiknya tersebut hanya dapat berusaha keras menahan tawanya, ia tak ingin membuat masalah lebih lanjut dengan sang maknae yang sudah bersiap-siap hendak berkencan dengan tumpukan makanan didalam kamarnya.
Jaejoong yang merasa sangat kesal masih saja mengerucutkan bibir imutnya. Ia sedikit merasa kesal kepada calon mertuanya yang telah lancang mengumumkan soal calon suaminya tanpa meminta persetujuan lagi kepadanya. Namun disisi lain Jaejoong merasa senang juga karena Jung umma ternyata merestui hubungannya bersama Yunho, sang mantan yang masih...ahhh harga diri Jaejoong berusaha selalu menampik jika didalam lubuk hatinya masih sangat mencintai seorang Jung Yunho yang telah merusak tubuh dan pikirannya hingga tak polos lagi.
Merasa kesepian tidak ada yang menemaninya Jaejoong berinisiatif untuk menyusul Changmin dikamarnya saja. Dan saat ini Jaejoong tengah mnyusuri lantai dua mansion Jung yang sangat megah itu. Bibir cherry-nya masih saja mengerucut sedari tadi, pasalnya selama ia berada dikediaman mewah itu terhitung berapa kali Changmin telah menelantarkannya.
Saat sepasang betis langsing itu tinggal beberapa langkah lagi tiba dikamar Changmin, tiba-tiba...
Grebbb...
Sretttt...
Brakkk
"Aww! apphhffttt"
"Sssttt, diam kitty-ah"
Jaejoong sangat gelagapan saat tiba-tiba sepasang lengan kekar menarik pinggangnya memasuki ruangan yang dilewatinya sebelum mencapai kamar Jung Changmin, sementara mulutnya yang spontan memekik kaget langsung tertutup oleh sebuah telapak tangan lebar lengkap dengan suara bassnya yang menyuruhnya untuk diam, tak lupa ia menutup dan mengunci pintunya rapat-rapat.
Jaejoong hapal benar suara siapa itu dan aroma tubuh yang masih sangat dikenalnya serta ruangan yang baru disadarinya adalah ruang yang telah menjadi saksi bisu akan desahan-desahannya bersama namja yang tengah membekap tubuhnya dari belakang saat itu.
"Yah, Jung Yunho, lepas! what you doing, brat!" Jaejoong meronta liar didalam bekapan Yunho.
Brukk~
Ahhh...
Tubuh Jaejoong terlempar tepat diatas ranjang king size milik Yunho, Jaejoong mengerang pelan.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang sedang kau lakukan dirumahku Kim Jaejoong!"
"Ini rumah kekasihku juga, tujuanku ingin menemuinya sebelum kau menarikku kesini, huh" dengus Jaejoong kesal.
"Kekasihmu? bahkan dia tak mempedulikanmu sama sekali, hahaha...weird couple"
"Terserah, kalau begitu minggir, biarkan aku keluar, kita tak ada urusan disini"
Jaejoong berusaha menyingkirkan tubuh tegap Yunho yang berdiri tepat didepan pintu kamarnya, sepertinya sengaja agar sicantik yang telah membuatnya gemas itu tak mudah untuk keluar.
"Tak semudah itu, ada syaratnya" ujar Yunho cuek.
"Yah"
"Umm, kau bisa memberikan bibir sisa adikku tadi, aku tidak keberatan sama sekali" seringai Yunho mulai menunjukkan kadar kemesumannya.
"I wont, I'm not your boyfriend anymore" tolak Jaejoong keras.
"Umm, tapi kau calon istriku, eoh?"
"Kata siapa?"
"Umma-ku"
Hhhh...
"Hahaha...Hey psycho, psycho angel tepatnya, apa kau tak merindukanku, hmm?" Yunho bergerak pelan mendekati Jaejoong yang berjarak hanya beberapa langkah saja dihadapannya membuat Jaejoong tersurut beberapa langkah kebelakang.
"Yah, berhenti jangan mendekat!" Jaejoong memperingatkan dengan tegas, namun tak sedikitpun membuat Yunho menyurutkan langkahnya. Bahkan sebelah lengan Jaejoong berhasil dicengkeram erat oleh genggaman tangan Yunho hingga tubuhnya dapat dipastikan tak bisa kemana-mana lagi.
"Aku yakin kau merindukan sentuhanku kan?" entah kapan bibir hati itu telah menempel ditelinga sensitif Jaejoong. Berpacaran dan kerap melakukan hubungan intim membuat Yunho telah hafal benar letak bagian tubuh sensitif milik Jaejoong.
Arrghh...
Jaejoong mengerang kembali merasakan geli dilubang telinganya hingga bulu-bulu halusnya meremang.
"Mmhhh, mulai terangsang?" bibir hati itu terus menyusuri tengkuk belakang Jaejoong dan merasakan bulu halus yang berada disana meremang menyebabkan erangan halus dari cherry merah itu.
"Berhentihh Jung!" Jaejoong berusaha keras menahan desahannya, ia menggigit bibir bawahnya dengan keras.
"Wae? tentu saja Jung Changmin tidak pernah tahu titik sensitifmu, arra?" Yunho tak berniat untuk menghentikan aksinya.
"Itu pendapatmu, ia sudah paham dengan lekuk tubuhku, jangan terlalu percaya diri" bohong Jaejoong, bahkan Changmin belum sama sekali menyentuhnya.
"Oh ya? bagaimana bisa? aku tak percaya"
"Of course, because I'm a bitch" bohong Jaejoong lagi, sebenarnya hatinya sakit sekali ketika mengatakan kalimat tersebut.
"TIDAK BOLEH! hanya Jung Yunho yang boleh memilikimu!"
"SIAPA YANG BILANG? I'm a bitch, jadi setiap orang boleh memiliki-ku, kan?" jawab Jaejoong sengit.
"Tidak, Kim Jaejoong hanya milik Jung Yunho"
"Tidak benar, hiks...aku bukan milikmu" Jaejoong mulai terisak.
"You're mine"
"I'm not, you just love my body"
"Tidak, aku ingin memiliki keseluruhan dirimu, Kitty ya..." mendadak suara Jung Yunho menghalus, ia tak suka melihat Jaejoong-nya menangis.
"Bohong, kau cemburu kepada adikmu sendiri"
"Ayolah, Kim Jaejoong, I know him as I know my ownself, even He doesn't really love you" ujar Yunho penuh penekanan.
"Liar"
"You dont believe me?"
"I dont"
"Kalau kau tak percaya silahkan lihat saja apa yang sedang dilakukannya didalam kamarnya, bahkan disaat seperti ini ia tengah berselingkuh dibelakangmu"
"Ani! aku tak percaya"
"Arraso, sekarang mari kita lihat bersama-sama, kajja..."
"Yah, tidak usah menyeretku!"
Ucap protes Jaejoong saat dengan cepat Yunho menyeretnya keluar dari kamarnya menuju kepintu kamar Changmin yang berada persis disebelah pintu kamarnya.
"Ketuklah, dia tak akan membukakan jika aku yang mengetuknya" ujar Yunho setelah keduanya tiba tepat didepan pintu itu. Dengan setengah hati Jaejoong mulai mengetuk pintu kokoh itu.
"Changmin baby, buka pintunya" panggil Jaejoong sengaja memanggil Changmin dengan mesra menuai wajah masam sang beruang yang berada dibelakangnya melipat kedua tangannya didepan dada memperhatikan gerak-gerik sicantik yang tengah berusaha membuatnya cemburu.
"Nuguya" terdengar suara lantang Changmin dari dalam kamar.
"Changmin-ah, kau tidak mengenali suara kekasihmu ini? keluarlah dan antar aku pulang" kesal Jaejoong membuat wajah tampan Yunho tak dapat menahan senyum mengejeknya.
Cklek~
"Kitty ya"
Pintu kamar itu-pun terbuka memperlihatkan apa yang sebenarnya dilakukan oleh sipenghuni selama berada didalam kamar tersebut, terlihat dari keadaan wajah tampan Changmin yang belepotan krim coklat, vanila, stroberi , keju dan susu dimana-mana.
Melihat itu Jaejoong lemas seketika, sedang Jung Yunho tertawa terpingkal-pingkal hingga bergulingan dilantai mansionnya.
"Chang-min-ah...kau tega sekali, hiks..."
.
.
.
tebece
review as always
twitt : peya_ok
fb : mano shinki
.
.
Last Note:
Mohon maaf jika ada kesalah pahaman mengenai versi yunjaemin threesome-nya, versi threesome itu akan saya buat setelah saya menamatkan ff ini (chap depan kemungkinan sudah end).
kemudian versi threesome tersebut tidak akan saya publish disini (saya pernah meminta alamat email) tapi ternyata alamat email saengiedeul tidak bisa muncul disini, jadi saya berencana kalau sudah selesai menulis versi threesome nanti akan saya umumkan lagi dimana ffnya akan saya publish, saya belum bisa memastikan yang jelas tidak di ffn ini. sekali lagi mianhe... :(
Last but not least, ijinkan saya berkali-kali memohon maaf atas keterbatasan saya dalam mengetik dan tidak dapat mencantumkan satu persatu nama kalian dihalaman ini, hiks...yang jelas saya mengingat siapa saja yang telah memberikan reviewnya yang berharga. Jeongmal gomawo...*bow
Mohon doanya agar end chap ff yang semakin ngaco ini bisa memuaskan kalian semua, NC? yang mau angkat keteknya, yang keteknya mulus semulus ketek emak jj ntar dikasih NC yang puedes banget deh...
salam YJS
