Disclaimer : I wish I could have all the characters, but they belong to themselves

Rate : M( NC 21) bukan bacaan anak dibawah umur

Genre : Romance, drama

Warning : NC 21, HARDCORE SEX, BL, YAOI, BAHASA TIDAK BAKU, TYPOS, OOC

cerita milik saya, YUNJAE akhirnya memang harus bersama, kalau tidak suka dengan YunJae dan MinJae silahkan mundur.

CAST : Jung Yunho X Kim Jaejoong

Shim Changmin X Kim Jaejoong

Park Yoochun

Kim Junsu

other cast

NO PLAGIAT!

.

.

DON'T LIKE DON'T READ!

Tolong sekali lagi baca warningnya dan jangan ngebash pairingnya, cerita ini milik saya dan hak saya membuat cerita seperti apa, harap pengertiannya kalau tidak suka silakan keluar tinggalkan tempat ini, yang mau baca, tolong pesan dan kesannya dalam bentuk review... :*

Summary

Jaejoong yang selama dua tahun telah menjalin cinta dengan seorang Jung Yunho tiba-tiba merasa hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsunya saja dan berniat mengakhiri hubungan mereka. Apakah Yunho akan menerima keputusan Jaejoong?

.

Chap sebelumnya

Ucap protes Jaejoong saat dengan cepat Yunho menyeretnya keluar dari kamarnya menuju kepintu kamar Changmin yang berada persis disebelah pintu kamarnya.

"Ketuklah, dia tak akan membukakan jika aku yang mengetuknya" ujar Yunho setelah keduanya tiba tepat didepan pintu itu. Dengan setengah hati Jaejoong mulai mengetuk pintu kokoh itu.

"Changmin baby, buka pintunya" panggil Jaejoong sengaja memanggil Changmin dengan mesra menuai wajah masam sang beruang yang berada dibelakangnya melipat kedua tangannya didepan dada memperhatikan gerak-gerik sicantik yang tengah berusaha membuatnya cemburu.

"Nuguya" terdengar suara lantang Changmin dari dalam kamar.

"Changmin-ah, kau tidak mengenali suara kekasihmu ini? keluarlah dan antar aku pulang" kesal Jaejoong membuat wajah tampan Yunho tak dapat menahan senyum mengejeknya.

Cklek~

"Kitty ya"

Pintu kamar itu-pun terbuka memperlihatkan apa yang sebenarnya dilakukan oleh sipenghuni selama berada didalam kamar tersebut, terlihat dari keadaan wajah tampan Changmin yang belepotan krim coklat, vanila, stroberi , keju dan susu dimana-mana.

Melihat itu Jaejoong lemas seketika, sedang Jung Yunho tertawa terpingkal-pingkal hingga bergulingan dilantai mansionnya.

"Chang-min-ah...kau tega sekali, hiks..."

Note

"I'M NOT MYSELF WHEN I'M WRITING" JADI JANGAN HUBUNGKAN ALUR CERITA INI DENGAN SIFAT PRIBADI SAYA.

.

.

.

.

.

LOVE ME OR MY BODY?

.

.

.

.

.

.

"WAKAKAKA!"

"Yah, diam kau beruang!"

"Huahahaha, aku tidak bisa berhenti tertawa, kalian tahu? kalian adalah pasangan terkonyol yang pernah ada didunia ini"

"Yah Jung!"

"Kitty ya, ada dua Jung disini"

"Kalian dua-dua-nya brengsek, gila, tidak waras, huh!"

"Mwoya! enak saja, setidaknya aku tidak mencintai makanan-makanan itu, boo..."

Bibir hati Jung Yunho memprotes tatkala Jaejoong tanpa pikir panjang mengatakan kalau ia membenci kedua Jung bersaudara itu, padahal jelas-jelas sekarang sang kitty tengah jengkel dengan Jung yang lebih muda aka Jung Changmin.

Changmin dengan wajahnya yang belepotan tengah memohon-mohon kepada Jaejoong agar tak merajuk kepadanya malam itu, sementara Jung Yunho masih belum dapat menghentikan tawa nista-nya hingga tubuh tegapnya melemas dengan sendirinya bersandar didinding kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Jung Changmin.

Jung Yunho menyeka airmata yang keluar seiring tawa-nya melihat betapa konyol-nya pasangan yang berada dihadapannya. Sementara Changmin dengan cueknya tetap berusaha merayu kekasihnya yang masih merajuk mempoutkan bibir cherry merahnya.

"Aku ingin pulang" Jaejoong menghentak-hentakkan kakinya persis yeoja yang tengah merajuk.

"Tapi kita belum menghabiskan malam kita berdua, kitty ya" bujuk Changmin serius.

"Yah, muka-mu itu Jung Changmin!" Jaejoong begitu iritasi saat melihat wajah Changmin yang serius namun dipenuhi taburan krim coklat, keju, kacang dan gula yang membuat wajah seriusnya malah menjadi seperti odong-odong (?) membuat Jung Yunho semakin lemas kehabisan nafas karena tak berhenti tertawa. Jaejoong tak henti mem-poutkan bibir cherry-nya.

"Hahaha, menghabiskan malam berdua? hati-hati Boo, bisa habis dada-mu dihisapnya, jangan lupakan kalau dia setiap malam masih mengempeng didada umma" ujar Yunho frontal membuka aib Changmin lebih jauh.

"Mwoya? Andwae!" Jaejoong berkata reflek sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada montoknya. Lupakah engkau Kim Jaejoong jika sebelumnya juga dada-mu sudah habis dihisap beruang Jung...

"Yah, berhenti menghinaku beruang! Kitty ya, tidak seperti itu, semua bisa kujelaskan" mohon Changmin berharap Jaejoong tidak terlalu mendengarkan hinaan Yunho terhadap dirinya.

"Hahahaha" Yunho terus tertawa sampai-sampai perutnya terasa sakit.

"Kajja kita bersihkan wajahmu, lalu antar aku pulang " Jaejoong kasihan melihat Changmin yang selalu menjadi bahan tertawaan mantan kekasihnya menyeret pergelangan tangan Changmin agar segera berlalu dari hadapan Jung Yunho. Kedua-nya menghilang dibalik dinding tak jauh dari tempat Yunho berada, tentu saja dengan tujuan kamar kecil untuk membersihkan wajah Changmin terlebih dahulu.

.

.

Setelah membersihkan wajah belepotan Changmin dikamar mandi, Jaejoong kemudian berpamitan kepada Tuan dan Nyonya Jung untuk pulang dan Changmin-pun minta izin umma-nya untuk mengantar Jaejoong. Hingga saat Changmin meminta izin untuk mengantar Jaejoong Nyonya Jung masih tetap menggodanya untuk jangan terlalu malam pulang, sebab jika umma-nya tertidur maka Changmin akan melewatkan acara 'mengempengnya', tentu saja hal itu membuat sibungsu keluarga Jung itu memberengut kesal atas godaan sang umma, sementara Jaejoong hanya dapat menahan tawanya saja mendapati kenyataan dibalik sifat evil seorang Jung Changmin.

Saat ini Jaejoong dan Changmin telah berada didalam mobil milik Changmin dalam perjalanan mereka mengantarkan Jaejoong pulang kekediamannya, sementara dibangku belakang mobil mereka dipenuhi dengan berbagai macam buah tangan makanan ringan yang dikirimkan oleh Umma Jung untuk calon besannya, Mrs Kim umma Jaejoong yang tidak bisa memenuhi undangan mereka malam itu dikarenakan Jaejoong yang tak kunjung pulang kerumah (Jaejoong tanpa sengaja datang kekediaman Jung karena dibawa Changmin).

Sepanjang perjalanan Changmin dan Jaejoong diwarnai kebisuan, tak satu-pun dari keduanya yang mengeluarkan suaranya. Jaejoong yang asyik dengan pikirannya sendiri saat mengingat ucapan Yunho jika namja tampan mantan kekasihnya itu benar-benar mencintai-nya, bukan hanya tubuhnya saja. Jaejoong-pun teringat akan ucapan Junsu sahabatnya yang mengatakan jika pasangan yang terlalu sering melakukan hubungan intim akan terikat satu sama lain hingga membuat mereka sulit berpaling kepada yang lain.

Ehmm...

Jaejoong mendehem sebentar, diliriknya wajah tampan disebelah bangkunya yang terlihat tengah berkonsentrasi penuh pada jalanan didepanya. Jaejoong sebenarnya kasihan dengan makhluk tampan disebelahnya ini yang hanya dijadikan pelampiasan sementaranya saja. Sungguh Jaejoong-pun tak ingin jika Changmin berniat serius dengannya, sebab Jaejoong merasa tak pantas untuk dicintainya Jung bungsu tersebut.

"C-Changmin~ah"

"Hmm" Changmin menolehkan wajahnya sekilas sebagai respon Jaejoong yang barusan memanggil namanya pelan, setelah itu pandangan namja yang belum genap berusia 17 tahun itu kembali fokus kejalan raya yang terlihat sudah lengang karena hari sudah beranjak semakin malam.

"Changminah, mengenai kebiasaanmu itu, a-apakah u-umma berkata benar?" suara Jaejoong hampir tak terdengar karena begitu gugupnya takut jika Changmin yang masih resmi berstatus kekasihnya merasa tersinggung akan ucapannya.

"Kebiasaan? mengempeng maksudmu?" ujar Changmin santai, tatapannya masih fokus kedepan, Jaejoongpun mengangguk cepat.

"N-ne" jawab Jaejoong menundukkan kepalanya.

"Umm, kalau benar apa kau keberatan?" jawab Changmin santai tanpa beban, padahal hal tersebut adalah aibnya sendiri.

"Aigoo Changminah, apa kau akan menghisap dada-ku juga?" tanya Jaejoong tak dapat menyembunyikan raut wajah khawatirnya. Melihat itu Changmin malah memamerkan seringai andalannya yang membuat Jaejoong semakin khawatir.

"Kalau kau mau memberikannya, apa yang tidak mungkin? malam ini mungkin? apa perlu aku menginap dirumahmu saja?" jawab Changmin menggoda lengkap dengan seringainya seraya menaik turunkan alisnya membuat Jaejoong semakin panik.

"Andwae Changminah, andwae..."

"Hehehe" tawa puas Changmin karena berhasil mempermainkan sicantik yang masih berstatus resmi kekasihnya yang tampak sangat resah atas ucapannya barusan.

Jaejoong dan Changmin kembali terjebak dalam kebisuan, entah apa yang ada didalam pikiran kedua pasangan kekasih aneh itu, sepanjang sisa perjalanan mereka Changmin terlihat mengulum senyumnya dan Jaejoong terlihat selalu menghela nafas dan menggigit bibir bawahnya pertanda ia tengah merasa khawatir.

.

.

Mobil mewah Changmin akhirnya memasuki halaman asri kediaman keuarga Kim yang hanya dihuni 2 orang saja, Jaejoong dan ummanya. Meski mobil sudah diparkir dan suara mesin mobil tak terdengar lagi namun tampaknya belum ada tanda-tanda penghuni mobil tersebut akan segera keluar.

"Umm, Joongie kitty..."

"Ne Changmin~ah"

Jaejoong dan Changmin terlihat masih berada diposisi mereka masing-masing dengan Changmin yang berada dibelakang kemudi menyandarkan kedua lengannya pada kemudi dengan tubuhnya yang dihadapkan kearah Jaejoong yang berada tepat disebelahnya, ditatapnya wajah Cantik kekasihnya yang terus menunduk meski telah menjawab panggilannya.

Perlahan sebelah telapak tangan Changmin terulur mengusap pipi putih Jaejoong yang masih terus tertunduk disebelahnya.

"Wae? something wrong? You look so weird" tanya Changmin lembut, melupakan sifat manjanya untuk sementara, ia harus terlihat tegas dan dewasa dihadapan kekasih cantiknya ini, meski terkadang gagal.

"Nothing, Changmin~ah, hhhh..." jawab Jaejoong diakhiri dengan desahan beratnya.

"Tapi aku melihat kau tidak baik-baik saja, apa karena ucapanku tadi?" Jaejoong menggeleng, berbohong dan Changmin mengetahuinya, jangan lupakan jika otak bocah tersebut memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata.

"Gwaenchana, Changminah"

"Jinjja? kalau begitu, ehmm..."

"Kalau begitu apa" bingung Jaejoong saat melihat seringai kembali terukir dibibir seksi Changmin.

"Beri aku rasa manis dibibirmu lagi, I want it like crazy"

"Aishh..."

Jaejoong hanya dapat menghela nafas kesal tatkala hanya sepersekian detik bibir Changmin yang tanpa menunggu persetujuan darinya lagi telah mendarat di cherry lipsnya dengan gerakan melumat dan memagut kasar membuat Jaejoong kewalahan menghadapinya, namun tak berapa lama Jaejoong dapat mengimbanginya, membalas setiap gerakan bibir Changmin, menghisap, menggigit, membelit lidah mereka hingga kedua insan sesama jenis itu benar-benar terlarut dalam permainan liar bibir mereka hingga melupakan waktu yang terus bergulir.

Mckmhhh

Eummhhh

Desahan Jaejoong seakan bertanding dengan deru mesin mobil yang tidak dimatikan oleh Changmin, sementara kedua pasangan sesama jenis itu mulai menunjukkan tanda-tanda akan meningkatkan permainan mereka dilihat dari kedua pasang tangan mereka yang mulai bergerilya ke-area yang 'tidak aman'.

Changmin mulai mengedarkan kedua telapak tangannya menyusup dibalik baju seragam Jaejoong yang masih lekat ditubuhnya, jari jemari Changmin yang bergerilya didaerah sekitar dada montok Jaejoong mencari-cari letak benda kegemarannya seperti milik umma-nya yang setiap malam selalu diemutnya, sedang Jaejoong kedua telapak tangannya terus mengusap lembut punggung Changmin dari balik kemejanya.

Akhirnya jari jemari Changmin yang berhasil mengeksplor dada montok Jaejoong malah berganti dengan mulutnya, mengingat apa yang kerap dilakukannya terhadap umma-nya.

"Ahhh, C-Changmin-ah...tidak boleh, auwwhh"

Jaejoong sontak mendorong kasar kepala Changmin saat mulut evilnya mulai mengulum, menghisap dan menggigit-gigit puting susunya. Jaejoong hanya merasa aneh jika yang melakukan itu bukan Yunho, meski Changmin adalah pacar resmi-nya.

"AAAHH SHIT!"

Changmin menggeram kasar merasa sangat kesal, disaat libidonya hampir meninggi, Jaejoong malah menolaknya, kepalan tangan besarnya menghantam setir mobilnya. Jaejoong hanya dapat menunduk ketakutan sambil mengancingkan kembali baju seragamnya, tak henti ia menggigiti bibir bawahnya karena ketakutan.

"Mianhe" hanya itu yang dapat keluar dari bibir cherry yang terlihat membengkak akibat ciuman panas yang mereka lakukan diawal tadi.

Hhhhh...

Changmin menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya hingga poninya ikut tertiup oleh hembusan nafasnya, "Arraso, kajja kuantar kau kedalam"

"Ahh Chakkaman, Changminah"

Changmin baru akan beranjak saat Jaejoong menahan pergelangan tangannya sehingga menyebabkan ia kembali keposisi-nya semula. Wajah khawatir Jaejoong terlihat seakan hendak memulai berbicara namun ia malah tertunduk takut saat Changmin menoleh dan menatapnya tajam.

"Katakanlah, kuberi kau 15 menit, jika tidak, aku malah akan melarikanmu, menculik tepatnya, dan menikahi-mu malam ini juga"

"Andwae! jangan menakutiku, evil" Mata doe itu membulat lebar saat mendengar kalimat menakutkan dari makhluk evil disebelahnya dan bersiap memulai kalimatnya.

"Hahahaha, cepat katakanlah sekarang!" desak si-evil membuat Jaejoong semakin ketakutan.

"Umm, C-Changminah...ini masalah kita"

"Ne aku tahu, biar aku tebak, kau pasti ingin mengatakan jika kau tidak memiliki perasaan apa-apa kepadaku dan hanya akan menganggapku sebagai dongsaeng-mu sendiri kan? hihh, sudah bisa tertebak dikepalaku, kitty ya" ujar bocah jenius itu membuat Jaejoong speechless disebelahnya.

Jaejoong memperbaiki posisi duduknya, "Umm, not that simple Changminah" Jaejoong masih tertunduk, ia begitu takut menghadapi raut kecewa diwajah tampan Changmin.

"Lalu apa kalau bukan karena itu"

"Hanya saja aku merasa tak pantas disukai dan dicintai lagi, semua orang tahu jika Kim Jaejoong itu sudah kotor, terlalu kotor bahkan" Jaejoong tak dapat menyembunyikan lagi raut wajah sedihnya. Kembali kekenyataan jika tubuhnya sudah tidak bersih, tidak suci lagi, kotor.

"Dan kau tahu aku tak pernah mempermasalahkannya, bagiku kau selalu bersih, Jaejoong ah"

"Aish, pabbo...orang bodoh-pun tak mau jika diberi barang bekas, Changminah..."

"Siapa bilang? barang bekas-pun bisa berkualitas lebih baik dan lebih mahal dari yang baru sekali-pun" sahut Changmin tak mau kalah mendengar Jaejoong yang selalu merendahkan dirinya.

"Aishh..." Jaejoong menyerah, tak ada gunanya perang mulut dengan bocah yang IQ-nya berada jauh diatasnya.

"Masalahnya itu hanya pada dirimu, Jaejoong ah, ahh ani...pada kalian berdua tepatnya" ujar Changmin lagi, membuat kerutan dikening Jaejoong tampak jelas.

"Kami berdua?"

"Ne, none of you could move on"

'...'

"Selama kita berpacaran, aku bisa mencium-mu, menyentuh-mu meski selalu gagal, but your heart is always empty" ucap Changmin nelangsa.

"Hatiku selalu kosong?" Jaejoong tak mengerti

"Ne, your heart is empty because it has already taken by...him"

Changmin mengakhiri perkataannya disaat yang tepat ketika sebuah mobil Audi hitam yang sangat mereka kenal pemiliknya terparkir disebelah mobil mereka, Changminpun mengucapkan kata terakhirnya dengan menunjuk kearah mobil tersebut.

Deg

Deg

Deg'

Jaejoong menyentuh dada kirinya, entah mengapa saat mendengar kalimat terakhir Changmin yang berbarengan dengan kehadiran orang yang dimaksud membuat detak jantungnya menggila.

"Yunnie" gumam Jaejoong saat melihat sesosok tubuh tegap keluar dari dalam mobil itu.

Yunho yang baru saja keluar dari dalam mobilnya meyadari jika mobil disebelahnya masih dalam keadaan mesin yang hidup segera memutar langkahnya mendekati mobil Changmin yang berkaca gelap, wajahnya ditempelkan dikaca bagian depan persis pada posisi Jaejoong duduk menyebabkan tampilan wajahnya yang lucu tepat disisi Jaejoong, membuat Changmin tak dapat menahan ketawanya melihat cetakan wajah Yunho yang tertempel dikaca.

Jaejoong segera menurunkan kaca mobilnya, ia tak ingin Changmin terlalu lama menertawakan mantan kekasih yang masih sangat dicintainya.

"Yah kalian! apa yang kalian lakukan didalam mobil malam-malam seperti ini? berbuat mesum, eoh? kau, bocah tiang, awas kalau berani menyentuh Kitty-ku sedikit saja, akan kuhancurkan kulkas didalam kamarmu malam ini juga!" bibir hati itu mengancam Changmin yang masih saja menertawainya, rasa penasaran dan cemburu atas apa yang dilakukan Changmin dan Jaejoong didalam mobil yang tertutup rapat.

"Yah Yunnie, apa yang kau lakukan disini? kau mengikuti kami, eoh?" ujar suara halus Jaejoong yang masih berada didalam mobil.

"Kajja turunlah, jangan terlalu lama berdekatan dengan bocah evil itu, kau mau seperti umma yang dadanya selalu digerayanginya setiap malam? kajja.."

"Yunnie, kami tidak melakukan apa-apa, lagian aku dan Minnie resmi berpacaran, tidak masalah kalau ia menginginkan dada-ku, hmm..."

"Yah, tidak boleh! selamanya yang hanya boleh menyentuhmu itu hanya aku!"

"Cih, beruang possesif"

"Shut your mouth up, Evil!"

Yunho sedikit membentak Changmin saat si evil itu mengejek sifat possesifnya terhadap Jaejoong yang jelas-jelas bukan lagi kekasihnya, bukan Changmin namanya jika ia gentar dengan bentakan Yunho.

Jaejoong yang ditarik paksa keluar dari mobil oleh Yunho barusan hanya dapat menahan nafasnya saat melihat kedua kakak beradik itu saling berhadapan dengan wajah yang saling menatap tajam, tak ada mau mengalah.

"Stupid jerk" ujar Changmin tajam tepat dihadapan Yunho yang menatapnya tajam tanpa berkedip seakan ingin menelannya hidup-hidup saat itu juga.

"If you're not my dongsaeng, I'll break your neck into pieces" ancam Yunho tak main-main yang dibalas Changmin dengan decihan remehnya.

"If you're not my hyung, I'll take your kitty out and make him mine, right in front of your nose!" desis Changmin tak gentar dengan sorot tajam sang hyung yang terus memberinya tatapan membunuh kepadanya.

"YAH STOP IT! I'm so done with both of you, Jung Yunho, Jung Changmin, pulanglah kalian...aku sudah memutuskan, tidak satu-pun dari kalian yang akan menjadi kekasihku mulai malam ini, I'm Tired"

"Jaejoong~ah"

Kedua Jung bersaudara serempak memanggil Jaejoong yang sudah melangkahkan kakinya menjauh dari keduanya menuju pintu masuk rumahnya setelah sebelumnya sempat mengeluarkan bentakan halusnya kepada kedua Jung brothers yang sibuk mendeath glare satu sama lain memperebutkan posisi mereka dihati namja cantik yang menatap mereka jengah.

Jaejoong menghentikan langkah kakinya, pandangannya sendu menatap kedua orang bersaudara dari tempatnya berdiri saat itu.

"Yunho ya, Changminah, tidakkah kalian merasa rugi telah memperebutkan seorang yang sama sekali tidak layak untuk kalian perebutkan? ohh come on, bitch is just a bitch, dirty and priceless, berhentilah memperebutkan barang yang tidak berharga, jebbal...dan mulai sekarang aku bukan milik siapa-siapa, I'm single now, setidaknya biarkan aku sendiri dulu, kalian membuatku capek, hiks..."

Yunho dan Changmin tak mengeluarkan suaranya sedikit-pun, mereka terlalu tercengang akan kata-kata yang baru saja keluar dari bibir cherry yang bergetar, sementara sepasang doe eyes itu berkaca-kaca saat bibir cherry itu bergerak mengeluarkan kalimatnya.

"Yah pabbo, tunggu apa lagi, cepat kejar dia, atau kau akan manyesal selamanya, ppali!"

Changmin berbisik jelas ditelinga Yunho saat kedua pasang mata mereka melihat Jaejoong membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkahnya dengan cepat menuju pintu rumah kediamannya. Bisikan Changmin seakan menjadi mantra mujarab ditelinga Yunho yang langsung melesat menyusul langkah Jaejoong.

"Boo, jebbal"

Dan tepat saat Jaejoong sudah berada didepan pintu rumahnya Yunho berhasil mencegat langkahnya mencekal pergelangan tangan Jaejoong dengan keras. Jaejoong sedikit meringis merasakan sakit dipergelangan tangannya yang dicengkeram erat Yunho, seakan tak ingin melepaskannya lagi.

"Yunh..." cherry merah itu mendesah, wajah cantiknya mendongak menatap mata musang yang tengah menatapnya dalam. Tiba-tiba pemilik wajah tampan itu merendahkan dirinya dihadapan Jaejoong yang kini menatapnya dengan heran.

"Kau akan membuatku gila jika berani meninggalkanku, boo"

"Yunnie, aku..."

"Baiklah aku mengaku kalah, aku yang meminta-mu kembali sebelum 3 bulan berakhirnya hubungan kita, kau boleh menghukumku, tapi jangan menolakku lagi, jebbal..."

Jaejoong terperangah benar-benar tak menyangka jika Yunho akan merendahkan diri dihadapannya dengan membungkuk berlutut dihadapannya, sementara sebelah tangannya masih tetap menggenggam pergelangan tangan Jaejoong seolah takut jika sewaktu-waktu Jaejoong berlari menjauhinya. Jaejoong masih terpaku diam, ia masih belum bisa berkata-kata.

"Boo, aku mengerti kau masih ragu akan cintaku, kau selalu menganggap aku hanyalah menginginkan tubuhmu, kan? kau tahu, pada awalnya memang aku selalu menginginkan tubuh indah-mu itu, bohong jika aku mengingkarinya, namun kenyataan aku membutuhkan keseluruhan dirimu-lah yang membuatku tak bisa berpaling kepada yeoja dan namja yang lain saat kau memutuskan-ku"

'...'

"Kau tahu, aku sudah mencoba untuk menyentuh mantan-mantan kekasihku, tapi aku tak bisa, tubuhmu seperti telah mengikatku, aku tidak bisa melakukannya dengan orang lain, aku memang mencintai tubuhmu, hanya tubuhmu, bukan tubuh orang lain, kau tahu artinya?"

Jaejoong menggeleng pelan.

"Artinya, saranghannika...kerena aku benar-benar mencintaimu, keseluruhan dirimu, hati dan tubuh-mu"

Yunho kini memposisikan kedua tangannya didinding mengurung tubuh Jaejoong disisi kanan dan kirinya, mata musangnya menatap penuh arti wajah cantik Jaejoong yang merona merah saat mendengar kata cinta yang baru pertama kali didengarnya dari bibir hati seorang Jung Yunho yang sudah menjadi kekasihnya semenjak ia duduk dibangku SMA.

"Hahhh...akhirnya, dasar pabbo, mengatakan cinta saja sulit sekali"

Yunho kembali mendeath glare Changmin yang tiba-tiba mengganggu acara lovey dovey mereka dengan suara nyaringnya, sementara Jaejoong hanya tertunduk malu, tak dapat menyembunyikan rona merah wajahnya karena bahagia atas pernyataan cinta dari Yunho-nya barusan.

Changmin yang cuek saja tak menghiraukan tatapan membunuh dari hyungnya yang merasa terganggu akan kehadirannya segera membuka handel pintu mobilnya lalu menghidupkan mesin mobil mewah tersebut.

"Ya evil! mau kemana?" jerit Yunho dari tempatnya berdiri yang jaraknya cukup jauh beberapa meter dari Changmin yang sudah berada didalam mobilnya, bersiap hendak melajukan kendaraannya.

"Pulang kerumah, dada umma sudah menungguku"

"Aishh..."

Jaejoong mendesah frustasi mendengar Changmin yang menjawab pertanyaan Yunho dengan cueknya, sebenarnya dia belum percaya jika Changmin benar-benar masih mengempeng didada Mrs Jung, umma mereka.

"Wae? kau pasti tak percaya jika evil itu masih suka bermanja didada umma, eoh?"

"Ne, melihat wajah evilnya sulit sekali untuk dipercaya" mendengar ucapan Jaejoong, Yunho mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, sementara sang evil yang tengah dibicarakan telah melajukan mobil mewahnya meninggalkan kepulan hawa panas yang berbentuk asap putih dicuaca dingin malam itu.

"Lihat ini, Changmin akan membunuhku jika aku berani menyebarkan gambar ini" Yunho menunjukkan sesuatu yang berada didalam ponselnya kepada Jaejoong yang langsung mengangakan mulutnya, sebelah tangannya reflek menutup seluruh bagian mulutnya yang terbuka.

"Mwoya! Changminah..."

Jerit tertahan Jaejoong saat melihat gambar yang berada diponsel Yunho yang menampilkan aktifitas Changmin dimalam hari saat hendak tidur, terlihat umma Jung yang tengah memeluk Changmin dengan posisi kepalanya yang berada tepat didada sang umma dengan mata terpejam sedangkan bibirnya menempel dibagian dada ummanya meski tak terlalu jelas apa yang tengah dilakukannya, namun sudah cukup jelas jika evil itu tengah tertidur pulas dalam pelukan umma.

"Kau percaya kan sekarang?" tanya Yunho sembari memasukkan kembali ponsel kesaku-nya.

"Ne, ternyata Changmin sangat dimanja umma" ujar Jaejoong pelan, masih tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.

"Kau tahu, umma tak akan bisa tidur jika tidak memeluk evil itu, appa sangat frustasi melihat kelakuan keduanya"

"Aigoo..." Jaejoong tak henti menggumam takjub akan kebiasaan Changmin yang sangat tidak sewajarnya itu.

Hhhhh...

Yunho mendesah berat, kemudian ia mendongakkan wajah tampannya menghirup udara malam sebanyak-banyaknya lalu menghembuskannya kembali.

"Now what? kau belum menjawab ucapan cinta-ku tadi, boo..." lirih bibir hati itu yang terdengar jelas ditelinga Jaejoong karena jaraknya mereka yang sangat dekat.

"Ucapan cinta? yang mana? aku tidak mendengarnya" Jaejoong bermaksud mempermainkan Yunho berpura-pura tak mengerti.

"Aish, kitty ya...nan jeongmal saranghae, puas?" ujar Yunho mengulang kembali kata cintanya.

"Love is not only words, love is action too" jawab Jaejoong menyembunyikan senyum nakalnya, mempermainkan wajah tampan yang sudah menyeringai mesum akan ucapan Jaejoong barusan.

"Action ne? arraso, terimalah ini Jung Jaejoong!"

Mpphhhh

Eummhh aahhhh

"Yunnhhh aahh"

Jaejoong yang tak menyadari bahaya sebelumnya tak pernah menyangka jika Yunho akan menyerangnya dengan tiba-tiba seperti ini, sicantik itu hanya dapat menyesali perkataannya barusan dan berusaha untuk menikmati serangan bibir hati itu pada bibirnya saat ini.

Kedua pasangan yang posisinya saat ini tepat berada didepan pintu rumah Jaejoong telah terhanyut dalam ciuman panas yang mereka lakukan dengan penuh cinta dan nafsu.

Tak hentinya kedua pasang bibir itu saling mengecup, menghisap, memagut, merasakan manis saliva pasangannya yang sengaja mereka permainkan didalam mulut keduanya dengan saling bertukar hingga beberapa kali baru kemudian menelannya dengan nikmat, ahh Yunho merasa lega bisa kembali menyesap cherry merah yang selalu ingin dirasakannya kembali semenjak mereka berpisah beberapa waktu lalu.

Ngghhh aahh...

Setelah beberapa menit ciuman itu terhenti dengan sendirinya karena kebutuhan akan oksigen dari keduanya. Mata musang itu kemudian menatap intens wajah putih mulus dihadapannya yang terengah-engah akibat aktifitas mereka barusan.

Perlahan ujung ibu jari Yunho menyeka saliva yang tercecer disekitar bibir dan dagu Jaejoong, Yunho hanya dapat menelan salivanya saat dirinya kembali tergiur akan pesona cherry merah yang sudah membengkak sempurna hingga bertambah pekat warna merahnya. Bibir hati itu kemudian memberengut membentuk pout yang gagal.

"Boo, kau tahu...Yunnie kecilku ini sangat merindukan rumahnya" rengek Yunho yang rupanya telah kembali kehabitat awalnya aka mesum membuat wajah cantik nan ayu dihadapannya melotot sangar.

"Yah! just love me or my body!"

"I love you and your body for sure"

Plak!

"Go away"

"Yah boo, mengapa malah memukulku, appoo..."

"Salah sendiri mengapa tak bisa menghilangkan sifat mesum-mu, huh..."

Wajah cantik itu tak dapat menahan senyumnya saat menyaksikan wajah memelas Yunho yang dibuat-buat agar ia merasa kasihan, Jaejoong sungguh tak habis pikir mengapa sifat mesum kekasihnya itu tak pernah hilang sedikit-pun.

"Boo, jebbal...kau tega sekali, Yunnie kecilku ini akan bangun dengan sendirinya jika sudah berada dekat dengan sarangnya, hehehe. lihatlah..."

"Mwoya? Yah, beruang mesum!"

Jaejoong begitu sweatdrop saat melihat kearah yang dimaksud Yunho, yaitu bagian tengah selangkangannya yang tampak menggembung seakan sesuatu didalamnya berusaha mencari celah keluar.

"Yah kalian berdua, apa yang sedang kalian lakukan didepan pintu ini, hah? kajja masuklah, bikin ribut saja"

"N-Ne umma, hehehe"

Yunho sontak menutup bagian depannya dengan kedua telapak tangannya saat tiba-tiba pintu rumah terbuka dan menampakkan wajah mengantuk umma Kim yang terganggu tidurnya oleh suara ribut-ribut pasangan kekasih itu didepan pintu rumahnya.

"Jja masuklah, jangan bikin ribut, umma sangat mengantuk, Jika kalian melakukan sesuatu didalam kamar, tutup pintunya rapat-rapat, jangan ganggu umma dengan suara ribut kalian itu, arraso?"

"Arraso umma"

Jawaban serempak Yunho dan Jaejoong bersamaan dengan umma Kim yang kembali masuk kedalam rumah meninggalkan pasangan kekasih yang baru saja berbaikan itu dalam keadaan yang sedikit canggung.

Ehem...

Yunho berusaha mengatasi suasana canggung yang tercipta diantara ia dan Jaejoong dengan berdehem pelan.

"Umm, Jaejoong ah, ottokhe?" Yunho mangambil inisiatif untuk memulai percakapan mereka.

"Ottokhe? apa maksudmu?" tanya Jaejoong tak mengerti.

"Umm...yang tadi, ottokhe"

"Aishh kau ini senang sekali membuat orang bingung, yang tadi apanya Jung!" Jaejoong terlihat mulai kesal dengan sikap Yunho yang terlihat seperti malu-malu buaya itu.

"Ini...little Yunnie yang sedari tadi tersiksa disini, boo..." akhirnya bibir hati itu berusaha untuk jujur seraya menunjuk benda diselangkangannya yang tak juga menyusut ukurannya sedari tadi. Benar-benar amazing.

"Yah Yunnie" mau tak mau Jaejoong menjadi tersipu malu demi melihat benda yang dimaksud Yunho. Jaejoong memukul pelan bahu kekar Yunho berulang-ulang dengan kedua kepalan tangannya seperti abg alay.

"Boo listen, sudah cukup adik kecilku ini berpuasa, now Yunconda is ready, ia rindu rumahnya" ucap Yunho dengan senyum mesumnya seraya menaik turunkan alisnya menggoda sang pujaan hati.

"AAHHH Yunnieee!"

Jerit tertahan Jaejoong saat tubuh kurusnya terangkat keatas tepatnya kedalam gendongan Yunho ala bridal style, Jaejoong yang panik otomatis menautkan kedua tangannya dileher Yunho agar tidak terjatuh. Yunho membawa tubuh Jaejoong menuju lantai atas tempat kamar Jaejoong berada, kamar yang kerap menjadi saksi bisu atas aktifitas intim YunJae selama ini.

Umma Kim yang masih berada dilantai bawah rumah mereka hanya dapat menggeleng pelang melihat kelakuan pasangan tersebut, sebenarnya terselip kekhawatiran didalam hatinya melihat gaya pacaran Yunho dan Jaejoong yang terlalu bebas saat ini, namun ia tak dapat berbuat apa-apa, sedangkan hubungan mereka sendiri sebenarnya sudah merupakan dosa, bukan? sebagai orang tua yang sangat menyayangi anaknya ia hanya bisa pasrah, Jaejoong sudah dewasa, ia hanya ingin anak semata wayangnya itu bahagia.

Brukk~

Yunho menurunkan tubuh Jaejoong tepat diatas kasur empuknya, nafasnya memburu penuh nafsu, entah sudah berapa lama ia terus menahan hasratnya akan tubuh Jaejoong semenjak mereka putus. Tak dapat dipungkiri, Yunho memang begitu mencintai tubuh Jaejoong. Tubuh putih mulus, meski dihiasi beberapa goresan tatto diatasnya namun aroma tubuh kurus itu mampu membuat seorang Jung Yunho tak dapat memejamkan matanya jika belum merasakannya.

"Boo ppali, kau tidak kasihan, aku sudah berpuasa lama sekali, mmhhhh"

"Emhhh Yun ahh, salah sendiri mengapa tak pernah mengucapkan cinta untukku, membuat aku berprasangka buruk terhadapmu"

Perbincangan keduanya disela-sela desahan nafas memburu mereka yang sudah mulai berciuman panas, saling menghisap bibir, bermain lidah dan bertukar saliva. Desahan halus selalu terdengar dari bibir Jaejoong seiring bertambah panasnya aktifitas bibir mereka.

"Now it's time to love your body" suara berat Yunho tepat berada ditelinga sensitif Jaejoong, nafsu si tampan nan manly itu tampaknya telah begitu tingginya, membuat pemilik tubuh kurus yang sudah berada dibawahnya sedikit khawatir akan nasib bagian bawah tubuhnya.

Breettt~

Hanya sekali sentakan saja baju seragam yang dikenakan Jaejoong sudah berada dilantai kamarnya dengan kancing-kancingnya yang terlepas buyar menyisakan tubuh topless pemiliknya diatas ranjang.

Yunho tersenyum tipis melihat tubuh topless Jaejoong, tulang iga Jaejoong tercetak jelas akibat tubuhnya yang terlalu kurus megakibatkan raut kecewa diwajah tampan Yunho yang berada diatas tubuhnya, sungguh sangat kontras dengan tubuh besar itu.

"Boo, kau terlalu kurus sekarang makanlah yag banyak, aku takut akan mematahkan tulang-mu saat kita bercinta" ujar Yunho penuh perhatian dan mulai memainkan lidahnya disekitar dada kekasihnya.

"Umhh, ne akan kuusahakan, untuk Yunnie semua akan aku lakukan, eummhhh" Jaejoong semakin terhanyut akan permainan lidah dan bibir hati itu yang kini tengah berada tepat pada kedua puting susunya. Beruntung meski tubuh Jaejoong bertambah kurus tapi tidak dengan kedua dadanya, masih tetap berisi dan montok, dan itu membuat Yunho sedikit merasa heran.

Yunho terus mempermainkan kedua puting susu yang sungguh-sungguh amat dirindukannya, dihisapnya dengan kuat secara bergantian dua tonjolan tersebut yang sudah sangat membengkak dan memerah. Jaejoong yang merasa nikmat hanya dapat mendongakkan kepalanya dan semakin membusungkan dadanya, sebelah tangannya menekan tengkuk Yunho agar semakin memperdalam hisapannya pada kedua putingnya.

"Oouwwhhh, Yunnh appoo...kau menggigitnya keras sekali, sshhh"

"Mian boo..hehehe"

Jaejoong menjerit kesakitan saat bibir hati Yunho dirasanya terlalu keras menjepit ujung putingnya yang sudah membengkak itu hingga menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Yunho memang sengaja menggigit puting Jaejoong sedemikian kerasnya, ia merasa sangat gemas dengan benda tersebut yang selalu menjadi tujuannya pertama kali saat memulai becinta dengan kekasihnya.

Setelah hampir setengah jam berkutat didada Jaejoong, Yunho berusaha menyentuh bagian tubuh Jaejoong yang lain, meski wilayah dada Jaejoong adalah tempat favoritnya. Lidah panas itu kemudian beralih ke tubuh bagian belakang Jaejoong yang dihiasi beberapa tatto, mulai dari tengkuk putihnya hingga bagian pinggang namja cantik yang terus mengeluarkan desahan seksinya tak luput dari jilatan dan hisapan bibir hati Yunho yang menciptakan noda merah keunguan yang tak terhitung lagi banyaknya.

"Yunn ahh, I want more..." desahan seksi Jaejoong saat lidah panas Yunho kembali bermain didadanya.

"As you wish, baby"

Sreeettt~

Dengan lincah jari jemari panjang Yunho membuka resleting celana seragam milik Jaejoong, melorotkan celana berbahan kain itu hingga menyisakan boxer mickey mouse pink yang merupakan kain terakhir penutup tubuh putih porselen itu. Tampak dibagian dalam boxer itu sesuatu yang sudah tampak menegang meski ukurannya dapat dikatakan 'mini'.

Ahhhh...

"Mmhhh, Yunhh ahh, aashhh"

Kembali desahan nikmat Jaejoong tatkala lidah panas Yunho kini tengah bermain bagian bawah tubuhnya, bibir hati itu sedang memanjakan junior mungilnya dibawah sana, menjilat, menghisap dengan gerakan keluar masuk pada rongga mulutnya membuat tubuh Jaejoong menegang nikmat.

Tak puas dengan bagian depannya, Yunho beralih pada bagian belakang Jaejoong tempat dimana lubang surga yang sudah berapa lama tak dijumpainya, tentu saja Yunho merasa rindu bukan kepalang melihat lubang yang biasa memanjakan miliknya itu.

Yunho segera melebarkan kedua paha Jaejoong hingga posisinya menjadi mengangkang lebar, tampak jelas pink hole itu seakan mengundang sesuatu untuk memasukinya, dengan tak sabar kembali Yunho mempergunakan lidahnya menari-nari disekitar lubang ketat itu, menusuk-nusuknya, embasahi permukaannya dengan salivanya, sementara Jaejoong tubuhnya semakin bergetar nikmat merasakan sensasi ujung lidah hangat Yunho menusuk-nusuk lubangnya.

Kedua doe eyes itu terpejam nikmat, sementara bibir cherry-nya terus mengeluarkan desahan-desahan erotis yang semakin membuat libido Yunho yang mendengarnya terus meninggi.

"Yunnh aahh, cepat masukkan punya-muuhh, aku sudah tak tahan, lagiihh mmhhh"

"Tak sabaran, eoh? nappeun kitty, arraso, persiapkan dirimu, boo..."

"Yunahh, ppaliwa" bibir cherry itu mengerucut saat mendapati kekasihnya belum juga bersiap-siap untuk mengeksekusi lubang belakangnya.

"Aishh, sabar baby, wait for me, ne"

Yunho yang masih memakai celana panjangnya secepat mungkin membuka kain berbahan jeans itu agar terpisah dari tubuhnya mengngat seseorang telah kesal menunggunya terlalu lama.

"Yunnie lambat sekali, uugghh"

"Boo..."

Yunho sedikit kaget tiba-tiba Jaejoong bangun dari posisinya dan langsung berpindah kepangkuannya, tampaknya ia benar-benar sudah tak sabaran dan sudah sangat horny sekali, he acts really like a bitch now.

"Ummhh, begini lebih baik kan?" senyum manis bibir cherry itu saat buttnya berhasil menyentuh junior Yunho yang bergerak menusuk-nusuk holenya dari celah kedua pahanya.

Jlebb~

Ahhhhhh

Jerit tertahan keduanya saat tangan mungil Jaejoong berhasil mengarahkan benda panjang dan keras itu tepat kedalam pink holenya yang sudah berkedut-kedutan minta segera diisi. Benar saja, tak sampai satu menit lubang surga itu telah terisi penuh oleh batang junior Yunho yang tak dapat dibilang kecil dan mulai bergerak-gerak mengeksplor dinding anal Jaejoong membuat pemiliknya mengerang nikmat hingga memejamkan kedua doe eyes indahnya.

Pinggang ramping Jaejoong bergerak naik turun dengan tempo yang lumayan cepat dengan posisi masih berada dipangkuan Yunho, gerakannya semakin liar saat ujung junior panjangYunho berhasil menyentuh sweet spotnya secara berulang-ulang membuatnya ketagihan akan rasa nikmatnya yang amat sangat.

Untuk beberapa menit mereka betah pada posisi tersebut, namun kemudian tubuh polos Jaejoong berbaring dengan sendirinya terlentang dihadapan Yunho karena merasa pegal akibat gerakan naik turunnya, otomatis tautan tubuh bawah mereka terlepas dengan sendirinya.

"Yunh ahh, capekkhh...masukkan lagi, ppali"

Senyum mesum langsung tercetak dari bibir hati itu saat bibir cherry itu mengungkapkan rasa capeknya namun tetap mengingankan Yunho kembali memasukkan benda panjang miliknya kedalam lubangnya saat itu juga, sepertinya Jaejoong merasa tidak nyaman dengan rasa kosong pada lubangnya sehingga cepat-cepat minta diisi kembali dengan junior big size Yunho. Lihat saja kedua paha putih mulus tanpa cacat itu semakin melebar hingga tampak jelas batang junior mungilnya yang mencuat tegang keatas.

Namun posisi bercinta seperti itu hanya bertahan sebentar saja, karena Yunho memang kurang menyukainya. Tak berapa lama Yunho kembali menyetop gerakannya mencetak desahan kecewa dibibir merah merekah yang sudah membengkak sempurna.

"Berbalik boo, mari berganti keposisi kesukaan kita"

Yunho menyuruh Jaejoong agar membalikkan badannya tanpa melepaskan sedikitpun tautan tautan tubuh bawah mereka. Dan mulailah Yunho kembali menggerakkan pinggulnya mengeluar-masukkan junior panjangnya didalam hole Jaejoong. Posisi mereka saat ini memudahkaan Yunho untuk mengerakkan juniornya agar menyentuh titik nikmat Jaejoong didalam sana.

"Auwhh, yes there yunhh, lebih dalamhh terussshh ahhh..."

"Lebih dalam? begini?" Yunho berusaha menusukkan juniornya lebih dalam lagi saat Jaejoong merintih menyuruhnya untuk memperdalam tusukannya hingga menyentuh sweet spotnya secara berulang-ulang.

Ugghhh~

Lenguhan Jaejoong tanpa henti saat Yunho membenturkan juniornya cukup keras kedalam lubangnya, kedua tangannya mencengkeram erat sepray ranjangnya yang sudah tidak rapi lagi bentuknya. Sudah hampir 4 jam mereka melakukan kegiatan panas itu non stop, tanpa henti. Bahkan Jaejoong sudah hampir lemas, tubuhnya hanya mengikuti gerakan kasar yang berpusat pada bagian belakangnya saja.

Yunho benar-benar bertenaga malam itu, Jaejoong tak yakin dapat mengimbanginya.

"Yunnhh...Ahhhh keluarrhh"

"Sabar boo, mari bersama..."

Aarrrggghhhhh...

Jerit nikmat keduanya seiring cairan putih pekat yang untuk kesekian kalinya keluar dari junior masing-masing mereka, cairan Jaejoong yang untuk kesekian kalinya mengotori sepray putih itu, dan cairan Yunho yang terhitung baru 2 kali mengisi penuh lubang surga milik kekasihnya.

Ahhhhh...

Kedua makhluk itu mendesah nikmat, entah sudah yang keberapa kalinya mereka melakukan dosa ini, dosa dengan alasan cinta yang teramat besar bagi keduanya, tentu saja dengan seluruh konsekuensinya yang akan mereka tanggung sendiri. Keduanya berpelukan nikmat sebelum kembali melanjutkan aktifitas ranjang mereka hingga pagi menjelang.

Sudah dapat dipastikan Jaejoong tak akan bersekolah hari itu.

Sementara dilantai bawah...

Umma Kim tampak mondar-mandir gelisah dengan menempelkan pesawat ponsel ditelinganya, menunggu sambungan teleponnya terhubung diseberang sana. Tak berapa lama…

"Yoboseyo Mrs Jung shi…"

'…'

"Aigoo, sepertinya kita harus segera menikahkan anak kita, kau tahu, semalaman ini aku benar-benar tidak bisa tertidur, suara desahan mereka terdengar hingga kedalam kamarku, tampaknya kita tak bisa menunggu hingga Joongie menamatkan sekolahnya, bisa-bisa hamil duluan anakku, ottokhe Mrs Jung shi.."

.

.

.

End!

no epilog, no sekuel :p

Just review :)

.

.

Note:

Maaf beribu maaf pada saat readers yang sudah mengirimkan emailnya kemaren, banyak email yang tidak terbaca karena format penulisannya yang salah jadi email yang diketik sama sekali tidak muncul.

Terimakasih buat Gia (author Sirayuki gia) yang memberikan masukan cara pengetikan format email pada laman ffn ini, karena ffn ini begitu sensitif dengan tanda titik. maka bagi yang masih menginginkan ff ini dalam versi Yunjaemin threesome-nya saya mohon mengirimkan kembali emailnya dengan format memberi spasi setelah tanda yang saya contohkan dibawah ini...

jeje. mano yahoo. co. id

perhatikan baik-baik ketentuannya, jangan lupa mencantumkan umur, karena untuk umur, dengan penuh pertimbangan saya hanya berkenan jika anda sudah berumur 20 tahun keatas saja, mohon dimengerti, saya tidak mau mengambil resiko berlebih. Dan chapter versi threesomenya sedang dalam proses pengetikan, harap bersabar :)

Sekali lagi terima kasih atas review kalian semua yang sudah memberikan masukkannya dari chap 1 hingga chapter terakhir ff yang ga penting ini, saya benar-benar sangat menghargainya, meski saya tak pernah menulis balasannya, mohon maaf sedalam-dalamnya ~deep bow~

Jika masih ada yang ingin ditanyakan, silahkan follow:

Twitt: peya_ok

Fb : Mano Shinki

Ig : Peya_mano

Selamat berjumpa di ff saya yang lainnya^^