Title : "That Call" – Part Two: What? Phone-sex?

Genre : Romance, Humour, et-ce-tra…

Rating : We back to T!

Casts : Lee Sungmin — but mention for Cho Kyuhyun (ofc!) ,, and HaeHyuk for this chapter.

Length : (maybe) 2/4

Disclaimer : KyuMin and HaeHyuk adalah MUTLAK milik Tuhan YME, dirinya sendiri, keluarganya, dan saling memiliki! But as usual, the story is MINE ^^

Summary : Sungmin benar-benar sudah termakan hasutan duo ikan itu! Ia sungguh melakukannya, melakukan seperti apa yang kedua namja itu katakan! Ohh, entah siapa yang gila saat ini. / "…bagaimana kalau kau mencoba melakukan phone-sex?" / "Dan setelah panggilan itu tersambung, kau tidak usah bicara banyak-banyak.. cukup pastikan yang menerima panggilanmu adalah Kyuhyun, lalu… mendesahlah." /

Warning : Yaoi-BL-BxB ,, A.N.E.H ,, OOC ,, Typo(s) ,, EY(T)D ,, de-el-el .. m(_ _)m *deep bow*

I (still) beg u guys so much, pleasedo notpuke just because of this story! -_-

Let's enJoY it with patient~~~^^

.

.

Don't Like Don't Read, Okay…

.

^^~Don't Copas Without Permission~^^

.

HAPPY READING

.

.

"Hah hah hah…"

Namja manis itu memperhatikan layar ID pada ponsel layar-sentuh yang sedang ia genggam disana.


My Secret-Love Kyu.

Call ended in 12 minutes 5 secon.


…begitulah yang tertulis disana.

Bibir berbentuk huruf-M milik namja manis tersebut bergetar pelan. Mulutnya bergerak perlahan dan mulai berbisik dengan suara lirih.

"Apa yang sudah kau lakukan, Lee Sungmin…?" rutuknya pelan.

Lee Sungmin –si namja manis– menatap tidak percaya pada dirinya yang sudah termakan omongan dari duo pasangan ikan itu. Ralat, bukan hanya sudah…tapi BENAR-BENAR telah terperdaya oleh perkataan mereka! Ohh, entah dosa apa yang ada pada dirinya.. kenapa begitu saja ia melahap bulat-bulat umpan dari myeolchi couple itu! Ya Tuhan, ku mohon maafkan aku. Tolong hukum saja dua orang itu Tuhan, aku mohon aku hanya namja yang telah teracuni oleh mereka. Hatinya membatin penuh pilu. Kejam memang, tapi ia sungguh tidak tahu harus menyalahkan siapa lagi. Orangtua-nya bisa terkena shock mendadak kalau mengetahui perbuatan anak sulungnya barusan!

Tentu semua tahu apa yang sudah kelinci imut ini lakukan kan?

Sungmin kembali mendelik pada ponselnya yang sudah berganti menjadi background kucing kesayangannya, Sen. Jemarinya perlahan bergerak lincah, mengutak-atik sesuatu di ponselnya. Oh, rupanya ia membuka sebuah galeri foto. Dan coba tebak apa nama folder yang ia buka!

CHO KYUNNIE!

Kini terpampanglah puluhan, ani, tapi ratusan foto dengan objek yang serupa. Mulai dari foto yang sedang belajar, olahraga, makan atau minum, tertidur, berjalan, bahkan berganti baju dan berada didalam toilet sekolah. Objek diratusan foto itu sama semua, satu nama, satu wajah. Cho Kyuhyun. Siapa sebenarnya dirimu, Lee Sungmin?!

"Hihihi…" tawanya tiba-tiba. Matanya kali ini terfokus pada foto terbaru Kyuhyun yang baru ia dapatkan kemarin, berterima-kasihlah pada sang pemberi foto. "Kyunnie tampan sekali~"

"Ssshhh sempiittthhh sekalihhh chagiihhh… lubangmuhh ahh, nikmatthhh…"

Deg!

"Ber-bersamaaahh sayanggghh…"

Deg deg deg.

Detak jantung Sungmin memburu. Masih terngiang dengan jelas ditelinganya suara Kyuhyun yang sedang…mendesah, bahkan memanggilnya dengan kata 'chagi' dan 'sayang'.

Sekelebat Sungmin mengingat perkataan Eunhyuk.

"…Kalau ia sampai membalas desahanmu, itu artinya ia memang namja yang mudah terangsang hanya melalui suaramu Min!"

"Dan kalau melalui suaramu saja ia terangsang, apalagi dengan dirimu yang asli! Percayalah padaku, ia pasti akan tergoda olehmu!"

Blush!

Pipinya merona sempurna.

Oh tidak!

Miliknya tegang kembali… ini semua karena foto itu!

Jadi,..

—apa ia harus absen mengajar hari ini? Bahkan bekas 'pekerjaan'nya yang kurang dari sepuluh menit lalu saja masih tercetak jelas dikasurnya.

Lalu harus bagaimana?

.

KyuMin

.

Tap tap tap.

Sungmin melangkah dengan gontai disepanjang lorong sekolah. Niatnya untuk membolos mengajar tidak ia realisasikan, Sungmin memutuskan untuk datang meskipun ia sampai disekolah di jam kedua. Tapi.. hari ini ia tidak terlalu semangat untuk mengajar, ternyata Kyunnie-nya tidak masuk sekolah. Walau Sungmin tidak tahu bagaimana ia harus bereaksi jika sampai melihat wajah Kyuhyun, well, maksudnya setelah apa yang diperbuatnya tadi pagi. Tetap saja Sungmin ingin melihat namja pujaannya itu, dari jauh pun tidak masalah. Kyuhyun tidak masuk tanpa ada kabar apapun, ada apa dengannya?

Hei, kau sungguh tidak tahu apa kesalahanmu Lee Sungmin?!

Pluk!

"Min," tepukan seorang namja manis yang lain mendarat pelan dipundak kanan Sungmin. Ia adalah Lee Hyukjae atau Eunhyuk.

Mengetahui siapa yang menepuk, Sungmin langsung mendecih pelan. Bahkan tanpa aba-aba ia mempercepat langkah kakinya untuk menjauh dari namja –yang menurutnya – penghasut ini. Jangan lupa dengan namja penghasut yang satu lagi!

"Ya, ya! Kenapa kau mendecih, begitu melihatku Min? Berhenti, hei~" ucapnya diselingi rengekan manja ala Lee Eunhyuk.

Tap.

Sungmin menghentikan langkahnya sejenak dan menoleh pada Eunhyuk. "Kalau kau menemuiku hanya untuk membuatku memakan umpanmu lagi, lebih baik tidak usah Hyukkie." Katanya sambil menatap sinis pada Eunhyuk, tapi yah.. tatapan itu sama sekali tidak terlihat sinis, justru malah imut.

"Hah? Umpan?" bengong Eunhyuk. Umpan apa? Batinnya.

"Gara-gara kemarin kau dan Hae menyuruhku melakukan itu, aku benar-benar…" Sungmin menutup mulutnya dan membalik tubuhnya paksa. "Ah! Lupakan saja!"

Eunhyuk terdiam ditempatnya berdiri, kendati punggung Sungmin semakin menghilang dari pandangan matanya. Ia masih berpikir, Eunhyuk masih mencerna perkataan Sungmin. Meski sedikit tapi rasanya ia paham…

"Kemarin itu maksudnya…"

.

.

FLASHBACK

Splash!

Seorang Lee Sungmin saat ini sedang berada dibalik tembok, lengkap dengan kamera ponselnya yang berhasil membidik seorang namja yang sedang berjalan menuju toilet. Entah karena memang tidak punya pekerjaan lain atau apa, tapi ia seperti tidak mau melepas pandangannya dari objek didepan sana. Walaupun sang objek secara tidak langsung mengharuskannya untuk mengendap dan bersembunyi dari balik dinding, hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat Sungmin meski hanya untuk melihatnya dari jauh. Objek berkedok Cho Kyuhyun itu benar-benar telah menjerat hati Sungmin sejak dipertemuan pertama mereka. Ia sungguh merasa bersyukur pada sang appa yang sudah menyuruhnya untuk mengajar disekolah ini. Berkat hal itu ia jadi bisa bertemu dengan Kyuhyun, bertemu dengan pujaan hatinya itu. Sebut saja ia gila, Sungmin tidak akan perduli!

Ia, yang seorang guru jatuh cinta pada anak didiknya sendiri.. pada muridnya sendiri yang terpaut hampir lima tahun. Apa sesulit itu menemukan pasangan, sampai-sampai Lee Sungmin terjerat oleh anak berumur tujuhbelas tahun? Namja pula?!

Jangan salahkan dirinya! Sungmin bukan pecinta sesama jenis, sama sekali bukan, ia bahkan pernah beberapa kali berpacaran dengan yeoja sewaktu masih di High School ataupun kuliah dulu. Tapi entahlah.. meski telah berulang-kali pacaran, ia sama sekali tidak menemukan hal yang sangat ia dambakan… yaitu debaran.

Bukankah wajar kalau saat sedang berpacaran, hatimu akan berdetak tidak karuan ketika kau sedang didekat pasanganmu? Dan Sungmin tidak merasakan hal itu sama sekali, meskipun sedang bersama yeojachingu-nya. Ia pikir ia memang sudah tidak tertarik lagi dengan yeoja, akhirnya ia pun memutuskan untuk mencoba berpacaran dengan namja. Hasilnya? Tetap saja nihil.

Setelah itu, Sungmin pun memutuskan untuk berhenti memikirkan tentang cinta. Lulus kuliah lalu bekerja menjadi jadwal agendanya saat itu. Namun nyatanya, takdir tetap membawa Sungmin pada sesuatu yang disebut cinta…

Setengah bulan setelah lulus kuliah, appa-nya menyuruh Sungmin untuk mencoba mengajar disekolah yang dikelola oleh teman lama sang appa. Dirinya yang sempat menolak, kini malah begitu senang mendapatkan pekerjaan ini. Sungmin tidak pernah menyangka.. hatinya akan berdetak tidak karuan saat mata foxy-nya secara tidak sengaja menatap mata obsidian Kyuhyun. Ia tidak mengerti ketika itu, tapi Sungmin tahu… inilah debaran cinta yang sangat ia harapkan. Cho Kyuhyun adalah salah satu murid dikelas Sungmin mengajar. Ia akan mengajar dikelas Kyuhyun pada hari Rabu dan Jumat dijam ketiga. Dan hubungan guru-murid inilah yang menyiutkan hati Sungmin. Alhasil, kini ia malah bertransformasi menjadi seorang secret-admirer dari namja karismatik nan tampan itu! Dan entah sial atau untungnya, rasa cinta Sungmin berkembang menjadi semakin rumit…

Kembali kecerita dengan Sungmin yang mengintip dari balik tembok. Sekedar informasi, hari ini adalah hari Selasa, hari dimana ia tidak ada jadwal mengajar dikelas Kyuhyun.

PLOK!

"Huwaaaaaaaaaaa!" Sungmin terlonjak seketika saat tepukan-tidak-pelan itu mendarat dipunggungnya. Sakit? Tentu saja!

"Kau terlalu serius Min, hahahaha!" tawa terbahak datang dari sang penepuk, mari kita sebut ia sebagai Eunhyuk. Salah satu sahabat Sungmin yang mengajar pelajaran Budaya Modern.

Sungmin meringis. Tangannya berusaha menggapai punggungnya yang terkena sapaan 'halus' dari Eunhyuk. Ponsel ditangan Sungmin hampir saja terjatuh, namja hyperactive satu ini benar-benar selalu merusak momen berharganya. Entah kegiatan memotret diam-diam itu dapat dikategorikan sebagai momen berharga atau bukan.

"Sudah kuduga kalian ada disini."

Ah, datang lagi si pengacau kedua! Batin Sungmin miris.

Lee Donghae, si pengacau kedua menurut Sungmin, terlihat berjalan dengan santai sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Ia adalah namjachingu Eunhyuk, sekaligus teman sekelas Kyuhyun. Untuk yang satu ini, Sungmin merasa iri pada Eunhyuk. Mekipun hubungan mereka adalah sepasang guru dan murid, tapi Eunhyuk tidak malu untuk mengungkapkan perasaannya.. bahagianya, Donghae pun memiliki perasaan yang sama seperti Eunhyuk. Berbeda sekali nasibnya dengan Sungmin. Sekalinya sungguh-sungguh menyukai seseorang, ia malah harus berakhir seperti penguntit.

"Hae, kau dari mana?" Eunhyuk tanpa basa-basi segera meluncur menuju Donghae, ohh~ bahkan lengannya melingkar sempurna dilengan Donghae. Ah! Dalam hubungan Eunhyuk-Donghae, posisi 'yeoja' dipegang oleh Eunhyuk, kalau mau tahu alasannya tanyakan saja pada mereka.

"Dari toilet, chagi~" satu kecupan mendarat halus dipipi Eunhyuk. Bersyukurlah daerah disini sangat sepi, hanya ada Sungmin yang melihatnya. "Ah ya, Sungmin."

"Ya, aku masih gurumu!" sentak Sungmin.

Donghae mengacuhkan protes Sungmin. "Aku punya sesuatu untukmu." Lengannya yang tadi berada disaku celana menarik sebuah ponsel berwarna biru muda.

"Mwoya?"

"Ini barang bagus. Aku kasihan padamu yang hanya mengambil foto Kyuhyun dari jauh, makanya aku akan memberikanmu foto ekslusif ini."

Sungmin mengambil ponsel dari tangan Donghae, bahkan Eunhyuk pun sedikit penasaran dengan apa yang Sungmin dapatkan dari namjachingu-nya.

DEG!

What the…! Foto apa ini?!

Blush.

Wajah Sungmin memerah sempurna, sangat, sangat sempurna. Ronanya menjalar diseluruh kepalanya.

"Wah Min, besar sekali~" dan ucapan Eunhyuk sukses membuat wajah Sungmin hampir meledak.

"Tidak usah berterima-kasih padaku, Min. kalau kau mau aku akan langsung mengiriminya ke email-mu, tenang saja."

Sungmin terlonjak dari lamunannya. Dengan cepat ia menyerahkan ponsel Donghae pada siempunya. Kepalanya menggeleng cepat.

"A-a-a-ani, ani, ani! Aku…ti-tidak butuh!" tolaknya dengan nada terdengar ragu.

"Benar Min, kau benar-benar tidak mau foto eksklusif itu?"

Sungmin menggeleng semakin cepat.

"Hei Min, jangan kira aku tidak tahu." Eunhyuk menangkup wajah Sungmin dan seketika menghentikan aksi brutal gelengannya.

"T-tahu apa?"

"Aku sudah sering menginap dirumahmu, kau kira aku tidak tahu kalau dirumahmu kau itu sering membayangkan Kyuhyun." Eunhyuk tersenyum simpul saat wajah Sungmin seperti terbakar. "Ahh.. malah yang kudengar dari kamar mandi, adalah suara desahan menggodamu saat menyebut nama Kyuhyun… 'Ahh Kyuhh, ah, deeperrhh ah! Ah! Kyuhhniehh~', begitu kan?" tiru Eunhyuk dengan mimik menggoda.

Deg deg.

Deg deg.

Jantung Sungmin semakin berdentum cepat. Bukan karena ia berniat menyangkal, tapi justru karena ia tidak dapat mengelak. Perkataan Eunhyuk memang benar, seribu persen tepat sasaran!

Mengabaikan keterdiaman Sungmin, Eunhyuk kembali melanjutkan. "Ya Min, aku punya ide untukmu… bagaimana kalau kau mencoba melakukan phone-sex?"

Sungmin melongo. Detak jantungnya seakan berhenti saat itu juga.

Apa katanya? Phone-sex?

"Ah, kurasa itu ide yang bagus." Donghae mengangukan kepalanya dengan teratur. "Itu bukan ide yang buruk, Min. Kau harus sekali-sekali mencobanya pada Kyuhyun."

"A-apa? Melakukan apa?"

"Phone-sex!" jawab HaeHyuk berbarengan.

Blush!

Oh, wajah Sungmin meledak dua kali hari ini.

"Ya! Apa maksud kalian?!" Sungmin sungguh tidak habis pikir dengan dua namja didepannya ini. Apa-apaan itu? Ia harus mencoba melakukan Phone-sex? Terlebih, pada Kyuhyun? Mana mungkin!

"Ayolah Min, masa kau tidak mau sekali saja melakukannya? Kau punya nomor ponsel Kyuhyun kan? Gunakan saja private number, jadi ia tidak tahu siapa dirimu."

"Dan setelah panggilan tersambung tidak usah bicara banyak-banyak, cukup pastikan yang menerima panggilanmu itu adalah Kyuhyun lalu… mendesahlah."

"Cukup bayangkan saja foto barusan, aku yakin kau pasti akan langsung menegang. Lihat saja celanamu saat ini~"

"Ya, Hyukkie! Apa yang kau lihat?!" bentaknya dengan pipi memerah.

Serta merta Sungmin langsung menutupi selangkangan celana bahan yang ia pakai dengan kedua tangannya. Persis seperti apa yang Eunhyuk katakan, miliknya memang tengah menegang pasca melihat foto yang Donghae berikan. Menurutmu siapa yang tidak akan bernafsu jika kau melihat 'kepunyaan' milik seorang namja? Memang tidak secara langsung, bahkan fokusnya tidaklah terlalu dekat. Tapi tetap saja.. milik Kyuhyun yang kalau bisa Sungmin katakan, ehem, lebih besar darinya tetap saja membuat khayalan Sungmin melalang-buana! Melihat foto Kyuhyun dalam keadaan biasa saja sudah mampu membuatnya mimpi basah, apalagi tadi!

"Sudah Min, lakukan saja. Aku yakin ia pasti akan terangsang dengan suaramu, suara desahanmu itu sangat menggairahkan… percaya padaku!"

Sungmin masih terdiam.

"Begini saja, bagaimana kalau kita taruhan? Kalau ia benar-benar membalas desahanmu, itu artinya dia memang mudah terangsang hanya melalui suaramu Min!"

Sungmin masih tak berbicara.

"Dan kalau melalui suaramu saja ia terangsang, apalagi dengan dirimu yang asli! Percayalah padaku, ia pasti akan tergoda olehmu!"

Sungmin tidak mampu menggerakan kedua bibirnya, bahkan setelah kedua sosok sang penaruh sugesti pergi meninggalkannya begitu saja. Menurut HaeHyuk, Sungmin sedang butuh waktu sendiri untuk memikirkannya. Sungguh kejam dua namja itu, setelah memasukan ide-ide mesum pada Sungmin mereka langsung berlalu dari sana. Bagi HaeHyuk ini akan jadi menarik! Mereka berdua akan sangat menunggu bagaimana hasilnya nanti~

Lee Sungmin, tolong jangan terperdaya kedua namja ikan itu!

.

In Another Place.

Ceklek.

"Ish, kenapa aku sial sekali?! Tissue toilet harus habis saat ada aku didalam sana, dan bodohnya aku tidak mengecek terlebih dahulu. Untunglah ada ikan nemo itu. Tapi imbalannya mesum sekali, kenapa ia ingin memotretku dari atas? Apa maksudnya foto yang ia ambil akan membawa keberuntungan bagiku? Dasar ikan aneh, kenapa kau mau saja berteman dengannya Cho Kyuhyun… ck, ck, ck!"

Seorang namja tampak asik mengumpat dengan pelan, ia masih sibuk membasuh kedua tangannya di kran wastafel. Namja itu mengumpat tenang tanpa tau apa yang akan menantinya esok hari. Kita doakan saja namja tampan ini akan baik-baik saja nanti -_-

FLASHBACK END

.

.

Disinilah Eunhyuk sekarang. Masih terdiam, masih mencerna kejadian kemarin seperti yang Sungmin katakan. Akhirnya satu kesimpulan berhasil didapat Eunhyuk…

"JADI DIA BENAR-BENAR MELAKUKAN PHONE-SEX?"

Hahh.. untung saja saat ini Eunhyuk tidak sedang berada didaerah rawan. Entah bagaimana nasibnya jika ada salah satu guru, selain Sungmin, yang mendengar teriakan –agak– frontalnya barusan? Mungkin masih bisa bersyukur kalau ia tidak dianggap sebagai guru yang yadong, walaupun yah… begitulah dia.

.

.

.

The End — Part Two

.

.

A/N ::

Ini bukan balasan review, tapi cuma jawaban atas pertanyaan yang banyak dilayangkan reviewers tercinta ^^

Q1: Siapa itu Sungmin?

A: Tidak perlu dijawab lagi ya, karena saya udah buat penjabaran yang (mudah-mudahan) lengkap di chapter ini.. semoga semua bahagia dengan sosok Sungmin disini~~

Q2: Ceritanya ngambil setting tahun berapa?

A: Yap, karena di chapter awal aku tulis Kyuhyun sebagai Line-88 seharusnya sih jadi bersetting tahun 2005 ya? #malah balik nanya..o_O# Jeongmal mianhae, aku kebiasaan bikin Kyuhyun sebagai Line-88 jadinya, eng yahh… gitulah pkoknya~ *plak!* - sumpah, jawabannya gak ngebantu banget ini mah -_-"

Q3: Kyuhyun ngelakuin 'itu' dimana?

A: Coba inget-inget kalimat awal chapter satu, yang ini nih; Niatnya untuk segera berangkat menuju sekolah terhenti sebentar,… nah.. yang aku tulis kan kata "niatnya", berarti secara tersirat si Kyuhyun belum dalam perjalanan menuju sekolah kan? Jeongmal mianhae~ karena menurut pengalamanku, aku baru akan niat pergi ke sekolah kalau aku masih ada didalam rumah.. hehehe~ #ketawa setan bareng Kyupil# xDD

Kayaknya itu aja deh pertanyaan yang paling banyak ditanya, apa ada yang kelupaan? o.o

.

Niat lanjut?

.

.

Jja, even though the story was still…yah, so so… wanna gimme a R-E-V-I-E-W again? ^O^/