Title : "That Call" – Part FOUR: Did I Found by My PS's Partner?

Genre : Romance, Humour, et-ce-tra…

Rating : Just rated T+...huks T_T

Casts : KyuMin!~~

Length : Still counting, maybe 4/6 -_-"

Disclaimer : KyuMin MUTLAK milik Tuhan YME, dirinya sendiri, keluarganya, dan saling memiliki! But as usual, the story is MINE ^^

Summary : Kuberi tahu saja, kau akan seperti menghisap lollipop yang sangat kau sukai itu! / Srerrt. / "Ahh...Kyuhh.." / "Ternyata memang benar dirimu, hem?"/ Tangan berjari panjang itu pun akhirnya menggapai sesuatu yang diincarnya, 'sesuatu' yang dapat membuat— / Part Four - Rated T+! / Absurd-plot! / Yaoi! / KyuMin / DLDR! / Just RnR if u wanna :) / Notice Inside on this chapter, thx^^ /

Warning : Yaoi-BL-BxB ,, A.N.E.H ,, OOC ,, Typo(s) ,, EY(T)D ,, de-el-el .. m(_ _)m *deep bow*

I always beg u guys so much…please do not puke just because of this story! -_-

Let's enJoY it with patient~~~^^

.

.

Don't Like Don't Read, Please…

.

^^~~Say No for Plagiat, Okay?~~^^

.

HAPPY READING

.

.

Dengan tergesa Kyuhyun mengarahkan kakinya menuju keluar toilet, hasrat buang air kecilnya menghilang begitu saja. Ia tidak mau diamuk eomma-nya dan alhasil ia akan diseret dari apartemen-nya saat ini.

Dalam langkahnya yang tergesa Kyuhyun mengangkat panggilan eomma-nya. Mulutnya dengan lihai menjawab setiap kalimat yang dilontarkan sang eomma, ia tidak yakin bagaimana nada bicaranya saat ini. Entah bagaimana, pikiran dan hatinya sedang tidak bekerja sama dengan baik sekarang. Pikirannya memang dengan lancar berbicara dengan eomma-nya, tapi tidak dengan hatinya yang berdegup kencang…dan berteriak nyaring. Ia tidak mungkin salah orang, suara…ah ralat, desahan yang didengarnya barusan sama persis dengan milik orang 'itu'. Ahh~ jangan lupakan namanya yang tersebut dalam desahan yang baru ia dengar.

Jadi 'dia' ada disekolah ini?

Kyuhyun tidak tahu bagaimana persisnya, namun yang pasti.. dengan cepat sudut bibir miliknya tersungging senyum miring khas Cho Kyuhyun. Smirking.

...

.

THAT CALL

.

...

Sesosok namja manis terlihat membuka bilik pintu toilet dengan hati-hati, ia pun memperhatikan daerah luar bilik toilet tersebut dengan pandangan was-was, mengintip sedikit kearah deretan wastafel dengan mata bulatnya yang ia picingkan.

Sepi.. batinnya penuh kelegaan.

Lee Sungmin, nama lengkap sang namja manis itu, menghembuskan napasnya dengan perlahan, menghembuskan napasnya ke udara secara besar-besaran(?) menyuarakan rasa leganya yang terdalam. Sekedar bocoran, seorang Lee Sungmin ternyata baru saja menuntaskan hasratnya terhadap Cho Kyuhyun dengan bermain solo. Catat baik-baik. BERMAIN SOLO!—entah setan mesum mana yang mencuci otak namja imut yang kini sudah tak inosen lagi itu.

Ia sudah terkontaminasi.

"Lee Hyuk-jae sialan! Kenapa kata-katanya bisa setidak-senonoh itu, dan bodohnya aku malah menyerap kata-kata vulgar Hyukjae dengan begitu mudahnya!" geramnya tertahan.

Ooh~ ternyata setan mesumnya memiliki bentuk dan wujud seorang namja berjuluk Mr. Yadong?

Pantas saja..~

...

"Lihat itu Min, tidakkah kau merasa Cho Kyuhyun begitu jantan? Ough, lihat 'gembungan' miliknya dibawah sana.. jika 'gembungan'-nya yang sedang dalam keadaan tidur saja bisa terlihat jelas, bagaimana jika 'gembungan' itu dalam keadaan bangun? Kau pasti ingin sesekali mencoba rasa dari 'gembungan'-nya secara langsung kan? Kuberi tahu saja, kau akan seperti menghisap lollipop yang sangat kau sukai itu! Ah ani, bahkan kau akan mendapatkan hal yang lebih nikmat, manis, dan kental! Eugh~ kau harus mencobanya Min, aku tidak bohong.. sungguh!"

...

Betapa mesumnya sahabatmu itu, Lee Sungmin -_- sepertinya kau salah memilih orang untuk kau jadikan sahabat -_-

.

...

.

KyuMin

.

...

.

SKIP TIME

.

Seorang Lee Sungmin kini terlihat sedang duduk termenung di kursi stasiun Gwan-gayeon. Hari ini ia memutuskan untuk menaiki kereta, meskipun mengalami resiko berdesak-desakan, paling tidak ia hanya harus menaiki satu kendaraan saja sampai daerah rumahnya. Jika menaiki bis, ia harus merelakan dirinya menunggu lama, belum lagi Sungmin harus menaiki dua jenis bis yang berbeda. Salahkan rumah yang diberikan eomma-appanya tidak terlalu strategis, rumahnya yang di Seoul memang tidak berada dipusat keramaian Ibukota.

Setelah sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya kereta yang ia tunggu datang juga. Sungmin dengan sigap langsung berdiri dari tempatnya duduk, ia pun segera berdiri dibelakang garis kuning bersama ratusan manusia yang mananti untuk masuk kedalam kereta seperti dirinya. Setelah sedikit menghembuskan nafas lelah, ia pun kini dapat memasuki gerbong paling belakang dari kereta tersebut. Gerbong terakhir adalah tempat kesukaannya, entah kenapa..

Ah, tapi kelihatannya percuma. Meskipun ini gerbong paling belakang, penumpang disini pun juga penuh. Terlalu penuh.

Sekali lagi Sungmin menghembuskan nafasnya, dan dengan penuh kesabaran ia pasrah saja saat tubuhnya yang hanya bertinggi 175 cm itu terdesak-desak dan tergeser oleh penumpang lain sampai ke ujung sudut gerbong. Mau bagaimana lagi, ia malah pulang menaiki kereta di jam sibuk seperti itu, belum lagi berbarengan dengan jam pulang anak sekolah. Sungmin sedikit merutuki keputusannya, mungkin akan lebih leluasa jika ia tidak memilih pulang saat banyak anak sekolah yang juga pulang naik kereta.

Mungkin pamor pulang sekolah dengan bis mulai memudar. Lelucon batinnya.

Setelah seluruh pintu kereta ditutup oleh sang masinis, kereta pun akhirnya melaju.

"Oh, Lee seonsaengnim?"

Deg!

Suara itu?

"Seonsaengnim naik kereta ini juga?"

Sungmin mendongakan kepalanya, sedikit mengerjap memperhatikan namja berseragam yang menyapanya. "Cho Kyuhyun?" ucapnya dengan nada takjub yang berusaha ia samarkan, entah Cho Kyuhyun dapat merasakan nada penuh kebahagiaan itu atau tidak..

"Annyeong seonsaengnim," meskipun agak sulit, Kyuhyun tetap membungkukkan tubuhnya sopan. "Ternyata seonsaengnim naik kereta? Kukira seongsaengnim menaiki kendaraan pribadi atau bis."

"A-hahaha.." tawa Sungmin sedikit camggung, ia sangat gugup tapi sedang berusaha meredam kegugupannya. "Ti-tidak juga, kadang aku memang menaiki kereta jika ingin saja."

"Begitukah? Pantas saja aku jarang melihat seonsaengnim, aku memang terkadang menumpang mobil Shim Changmin, tapi aku lebih sering menaiki kereta ataupun dengan sepeda motorku...tapi hari ini aku memang sedang ingin naik kereta." Tampak kini Kyuhyun berbicara sambil agak sedikit menggeser tubuhnya, dan akhirnya Kyuhyun sudah berdiri sekitar 60 cm didepan Sungmin.

Mungkinkah Kyuhyun terdorong penumpang lain?

Yah, mungkin saja, atau...?

"Aku baru pertama kali melihat Lee seonsaengnim di kereta," kembali Kyuhyun membuka suara, bahkan kini senyum simpul terukir indah dibibir penuh milik Kyuhyun. Lalu Sungmin? Jikalau bisa, ia ingin mengambil senyum itu, dan akan ia simpan untuk dirinya seorang diri. Haha konyol -_-

"Eh, ah, n-ne...biasanya seluruh guru pulang sepuluh sampai dua-puluh menit setelah murid, tapi hari ini aku hanya ingin pulang cepat saja.." jawab Sungmin lagi-lagi dengan berusaha menutupi nada suaranya yang terbata.

Kyuhyun berdehem sebentar dan kepalanya mengangguk mengerti.

Setelahnya tak ada lagi yang berbicara diantara mereka. Kyuhyun dalam diamnya, sedang memperhatikan pemandangan yang dilihatnya dari jendela berukuran sedang dibelakang tubuh Sungmin. Sedangkan Sungmin?...yah, mudah ditebak.. ia sedang terdiam dalam hal berusaha meredam degup jantungnya yang menggila, ia berharap Kyuhyun tidak dapat mendengar detak jantungnya yang sangat keras itu.

Suasana hening, sampai—

"Sillyehabnida, bisakah ahjumma meminta tolong padamu untuk bergeser sedikit, nak? Rambut ahjumma tersangkut dikancing baju, dan lengan ahjumma tidak dapat bergerak untuk melepaskannya." Seorang yeoja berkisaran umur 40 tahunan terlihat meminta bantuan Kyuhyun, posisi yeoja paruh baya itu berada tepat dibelakang Kyuhyun.

"Ah ne, baik ahjumonim." Ucap Kyuhyun ramah sambil menghadap pada sang yeoja paruh baya itu. Setelahnya Kyuhyun pun segera memberikan celah, memberikan ruang untuk sang ahjumma melepaskan rambutnya yang tersangkut.

Tidakkah ia sadar kini tubuhnya sudah sangat menempel dengan manusia didepannya?

Ooh, mungkin Kyuhyun masih belum sadar karena saat ini ia masih menghadap sang ahjumma dibelakangnya.

"Jeongmal mianhamnida, anak muda."

"Gwaenchanasinimka, ahjumonim."

Setelah interaksi keduanya selesai, Kyuhyun kembali menghadapkan kepalanya kedepan –atau kebelakang jika dilihat dari posisi kereta– sedangkan sang ahjumma kini berkutat dengan rambutnya yang tersangkut kancing kemeja yang ia pakai.

Deg deg deg!

Deg deg deg!

Detak jantung Sungmin berdetak sangat kencang. Ia sungguh berani bertaruh, cepat atau lambat Kyuhyun pasti dapat mendengar suara detakan jantungnya tersebut!

"Mianhae seonsaengnim, apa aku terlalu menghimpitmu?" ucap Kyuhyun penuh rasa bersalah, dan perkataannya sukses membuyarkan lamunan Sungmin.

Sungmin hanya menundukkan kepalanya dan menggeleng dengan pelan, kalimat "gwaenchana, Kyuhyun ssi" pun berusaha ia katakan dengan benar...meskipun yang terdengar justru hanya seperti sebuah bisikan saja.

Duk!

Srerrt.

"Ngh.." lenguh Sungmin tiba-tiba.

"Ah, mianhae nak, tangan ahjumma tidak sengaja mengenaimu. Apakah sakit?" rupanya lengan kiri sang ahjumma itu secara tak sengaja menubruk punggung Kyuhyun. Meski tak terlalu kencang, Kyuhyun yang tidak siap mau tidak mau harus merelakan tubuhnya kembali terdorong lebih maju.

"Ah, tidak apa ahjumma. Tidak sakit, sungguh." Kyuhyun menjawab sambil menggelengkan kepalanya pelan, menunjukan isyarat kalau ia memang baik-baik saja.

Sungmin membeku ditempatnya. Bibir bawahnya ia gigit dengan keras. Pabbo! Kenapa kau harus melenguh seperti itu, Lee Sungmin?! Rutuk Sungmin dalam hatinya.

Jika Kyuhyun mendengar, mau taruh dimana mukamu Lee seonsaengnim?

Sekedar informasi, posisi Kyuhyun dan Sungmin saat ini seperti sama sekali tidak memiliki jarak. Terlalu dekat, sangat dekat, dan begitu dekat. Jika Kyuhyun memajukan tubuhnya barang sedikit saja, maka akan ada bagian tubuhnya itu yang terasa seperti menusuk area perut Sungmin. Tidak usah dijabarkan dengan jelas, kalimat 'menusuk' rasanya sudah memberikan clue yang lebih dari cukup~

Srerrt.

"Nggh.." lenguh Sungmin kembali.

Eh, tunggu! Kalau tadi Kyuhyun terdorong karena terkena pukulan-tak-sengaja- sang ahjumma, lalu yang barusan?

Bukankah yang barusan tidak...?

Srerrt.

"Ahh...Kyuhh.."

"Ternyata memang benar dirimu, hem?"

DEG!

Serta merta Sungmin pun mendongakkan kepalanya keatas...lagi. Dan—OMO?!

Obsidian tajam itu terasa menusuk seluruh panca indera Sungmin, belum lagi dengan senyum miring yang tersungging itu...terasa melemahkan seluruh kinerja tubuh Sungmin. Pandangan mata itu, pandangan mata itu sama persis dengan pandangan yang pertama kali membuat Sungmin jatuh cinta pada muridnya itu. Baik, kecuali dengan senyum miringnya.

Deg deg! Deg deg!

Deg deg! Deg deg!

Deg deg! Deg deg!

Tangan kiri Kyuhyun perlahan menyelip diantara tas ransel yang ia sampirkan dipundak kirinya, tangannya tersebut merengsek masuk diantara himpitan tubuhnya dan tubuh namja berkedok seonsaengnim-nya itu. Oh~ berterimakasihlah pada spot mereka yang hampir terpojok dan jarang dilirik orang tersebut, belum lagi dengan para penumpang kereta yang terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing dan tidak menaruh perhatian berarti pada sudut gerbong.

Tangan berjari panjang itu pun akhirnya menggapai sesuatu yang diincarnya, 'sesuatu' yang dapat membuat—

Srat.

"Ahhh..."

...lenguhan seksi itu terdengar saat diusap, jangan lupakan wajah merah merona hebat yang terpampang dari si pemilik lenguhan.

"Jangan terlalu kencang seonsaengnim, kau tidak ingin kan penumpang gerbong ini tau siapa yang baru saja mendesah tadi?"

"Uph!" dengan punggung tangannya Sungmin menyumpal kedua bibir bershape-M miliknya, menahan agar desahan tak lagi meluncur bebas dari sana.

Srat.

"Uph!—aaahh..."

Sial, jari itu begitu lihai!

Greb.

Tangan kanan Kyuhyun yang terbebas dengan cepat melingkar dibelakang kepala Sungmin, tangan itu pun menarik kepala Sungmin hingga terbenam diantara dada bidang berbalut seragamnya.

"Kalau begini suaramu akan teredam."

Srat.

"Ngggh~~hh!"

Memang teredam.

"Huh, sensitif sekali.. padahal aku hanya mengelus dadamu." Ucap Kyuhyun pelan, lengkap dengan seringai dan nada yang terdengar sangat seduktif. Tas punggungnya yang lumayan besar benar-benar membawa keuntungan berlipat untuk Kyuhyun! Berkat tasnya, 'perbuatan' tangan Kyuhyun itu sungguh tersembuyi dengan sempurna..

Lalu Sungmin?

Entahlah, pikiran namja manis itu terbagi-bagi dengan tak elitnya. Disatu sisi ia ingin menghentikan kegiatan Kyuhyun, disisi lain ia begitu menikmati bagaimana kelima jari serta telapak lebar Kyuhyun mengelus lembut dadanya, tapi sisinya yang lagi sedang penuh dengan tanda tanya besar.

Kenapa Cho Kyuhyun melakukan hal seperti ini pada dirinya?!

Tangan kanan Kyuhyun yang tadi mendekap kepala Sungmin, kini terulur dan mendarat tapat di dinding gerbong belakang Sungmin. Kalau bisa dikatakan Sungmin seperti tidak terlihat karena terhalang tubuh Kyuhyun, perbedaan tubuh mereka memang sungguh jauh berbeda, tinggi Kyuhyun semakin membuat Sungmin seperti tertimbun.

Smirk itu pun semakin menjadi. Ah, jangan lupakan kepala Kyuhyun yang kini mulai mendekat menuju telinga kiri Sungmin.

"Apa kau yang menghubungiku dan melakukan phone-sex padaku dua hari lalu, seon-saeng-nim?"

DEG!

DEG!

DEG!

Apakah Sungmin dapat menghilang sekarang juga?

Kalau bisa, tolong kabulkanlah permohonan hidup-matinya saat itu!

.

.

.

The End — Part Four

.

.

A/N ::

Lho? Lho? Ada apa dengan Kyuhyun?! Kenapa ia tiba-tiba jadi aggressive pada sang guru? Apa yang terjadi? Apa dia sudah tahu? Dari mana ia tahu mengenai Sungmin?!apakah ada yang didalam hatinya bertanya seperti itu?

Wkwkwkw,,saya pun tidak tahu apa jawabannya *plak* hehe, namanya juga cerita tanpa draft dan plot jadinya ya begitu xDD

Lagipula aku emang sengaja pengen cepet-cepet tamat, biasa, biar gak banyak utang~ *sekali lagi, plakk!* XD XD

.

[NOTICE]

Ini baru rencana, tapi sepertinya aku akan hiatus sementara. Bukan dari dunia FF, tapi cuma dari membuat cerita baru.. mungkin aku akan nuntasin FF terlebih dahulu baru buat FF baru, tapi untuk DTEYU karena aku belum sama sekali ngebuat ulang plot ataupun draft-nya, kemungkinan itu FF bakal berjalan ngaret kayak ddangkkomma *digatak Yeye* -_-

Ta[i yang namanya hasrat sama KyuMin emang gak bisa di bo'ongin, sekali ada ide pasti bawaannya pengen buat FF.. sayangnya jadwal kuliahku lagi sibuk parah, belum lagi praktek lapangannya udah harus tuntas bulan Desember nanti...padahal belum dapet sponsor sama sekaliiii~ huaaaaaahhhh.. ToT

Ada yang mau menjadi sponsor atau donatur? Praktek lapanganku berhubungan sama kegiatan amal kok (aku jurusan psikologi^_^V), jadi bantuan dari kalian insya Allah akan diganti berkali-kali lipat dari Yang Maha Kuasa.. hehehe :3

-sekian pemberitahuan singkatku^^-

.

.

Jja, even the story didn't go well, do u wanna gimme a R-E-V-I-E-W again? ^O^/