Title : "That Call"
Genre : Romance, Humour, et-ce-tra…
Rating : Again, rated T+...huks T_T
Casts : KyuMin!~~ HaeHyuk and Shim Changmin in this chappie :D
Length : 5/6 (almost END)
Disclaimer : KyuMin MUTLAK milik Tuhan YME, dirinya sendiri, keluarganya, dan saling memiliki! But as usual, the story is MINE ^^
Summary : "Tidak usah, kurasa perjalanan jauh dapat membawa kesenangan tersendiri...kalau kau melihat pemandangan bagus melalui jendela kereta." / "Ahhn Kyuhh hentikahhn..." . "Hanya jawab, Minnie seonsaengnim." / "Ah salah, maksudku kau akan 'ketagihan' dengan kejutan dariku." / That's a bridal-style! /
Warning : Yaoi-BL-BxB ,, A.N.E.H ,, OOC ,, Typo(s) ,, EY(T)D ,, de-el-el .. m(_ _)m *deep bow*
…
I never tired to beg u guys so much…please, please do not puke just because of this story! -_-
Let's enJoY it with patient~~~^^
…
.
.
…Don't Like Don't Read, Please…
.
^^~~Say No for Plagiat, Okay?~~^^
.
HAPPY READING
.
.
Part FIVE: Do you want to see my surprise, my PS's partner?
.
.
Entahlah, pikiran namja manis itu terbagi-bagi dengan tak elitnya. Disatu sisi ia ingin menghentikan kegiatan Kyuhyun, disisi lain ia begitu menikmati bagaimana kelima jari serta telapak lebar Kyuhyun mengelus lembut dadanya, tapi sisinya yang lagi sedang penuh dengan tanda tanya besar.
Kenapa Cho Kyuhyun melakukan hal seperti ini pada dirinya?!
Tangan kanan Kyuhyun yang tadi mendekap kepala Sungmin, kini terulur dan mendarat tapat di dinding gerbong belakang Sungmin. Kalau bisa dikatakan Sungmin seperti tidak terlihat karena terhalang tubuh Kyuhyun, perbedaan tubuh mereka memang sungguh jauh berbeda, tinggi Kyuhyun semakin membuat Sungmin seperti tertimbun.
Smirk itu pun semakin menjadi. Ah, jangan lupakan kepala Kyuhyun yang kini mulai mendekat menuju telinga kiri Sungmin.
"Apa kau yang menghubungiku dan melakukan phone-sex padaku dua hari lalu, seon-saeng-nim?"
DEG!
DEG!
DEG!
Apakah Sungmin dapat menghilang sekarang juga?
Kalau bisa, tolong kabulkanlah permohonan hidup-matinya saat itu!
.
.
That Call
by.
Marcent Cho
.
.
[FLASHBACK]
Dengan tergesa Kyuhyun mengarahkan kakinya menuju keluar toilet, hasrat buang air kecilnya menghilang begitu saja. Ia tidak mau diamuk eomma-nya dan alhasil ia akan diseret dari apartemen-nya saat ini.
Dalam langkahnya yang tergesa Kyuhyun mengangkat panggilan eomma-nya. Mulutnya dengan lihai menjawab setiap kalimat yang dilontarkan sang eomma, ia tidak yakin bagaimana nada bicaranya saat ini. Entah bagaimana, pikiran dan hatinya sedang tidak bekerja sama dengan baik sekarang. Pikirannya memang dengan lancar berbicara dengan eomma-nya, tapi tidak dengan hatinya yang berdegup kencang…dan berteriak nyaring. Ia tidak mungkin salah orang, suara…ah ralat, desahan yang didengarnya barusan sama persis dengan milik orang 'itu'. Ahh~ jangan lupakan namanya yang tersebut dalam desahan yang baru ia dengar.
Jadi 'dia' ada disekolah ini? Batinnya.
Kyuhyun tidak tahu bagaimana persisnya, namun yang pasti.. dengan cepat sudut bibir miliknya tersungging senyum miring khas Cho Kyuhyun. Smirking.
Namun belum lima menit berjalan, namja tampan itu mengerutkan kedua alisnya, kesenangan yang tadi sempat dirasanya seperti menguar begitu saja. Sekejap ia meragukan otak jeniusnya yang telah ia rencanakan bisa lulus kuliah hanya dengan waktu 3 tahun saja. Baik, itu tidak ada hubungannya saat ini.
Ia pun menggerutu pelan,
"Pabbo! Sekalipun 'dia' ada di sekolah ini, lalu bagaimana? Apakah aku harus seperti orang bodoh yang mengecek suara setiap manusia yang ada disini? Kau benar-benar bodoh, Cho! Cih!"
Kalau diperhatikan, namja ini seperti murid yang kesulitan menjawab soal ujian masuk perguruan tinggi...meskipun yah, itu adalah hal yang sangat mustahil baginya. Kembali ia mengacak rambutnya frustasi,
"Pabbo! Pabbo! Pabbo!"
Seolah Tuhan mendengarkan gerutuannya, samar-samar namja ini–Cho Kyuhyun–mendengarkan percakapan dua orang yang dikenalnya.
"Aigoo~ kau sungguh mesum, chagi."
"Habis aku gemas padanya, Hae, Ming itu benar-benar terlalu lambat."
Yang berbicara? Tentu pasangan HaeHyuk.
Untuk percakapan ataupun interaksi couple itu, sesungguhnya Kyuhyun tidak terlalu perduli. Di sekolah ini tidak ada yang tidak tahu hubungan guru-murid bernama keluarga sama itu, hampir saja Kyuhyun melangkahkan kakinya meninggalkan area itu...tapi Cho, sepertinya kau akan menyesal kalau langsung pergi dari tempatmu berdiri sekarang. Bisa jadi percakapan mereka selanjutnya akan membawa keuntungan berlebih padamu~
"Kau benar, Hyukkie, padahal kalau Ming cukup berani sepertimu ia tidak akan seperti terjebak seperti ini."
Eunhyuk mengangguk pelan.
"Ngomong-ngomong," Donghae kembali melanjutkan kata-katanya, "Apa kita tidak terlalu keterlaluan, chagi? Maksudku, ide yang kita berikan padanya."
"Kurasa itu bukan masalah besar, Hae-yah~ Ming memang seharusnya diberikan stimulan agar bergerak, kalau tidak kisah cintanya pada sang pangeran tidak akan mulus~ kkk!"
"Dasar, kau itu sungguh guru kesenian termesum yang pernah kukenal." Donghae menjitak pelan kening Eunhyuk. "Lagipul kata stimulan lebih cocok kalau diucapkan oleh guru Biologi seperti Ming, kau pantasnya menari saja."
"Tidak juga!" Eunhyuk mem-poutkan bibir sexy-nya.
"Baiklah baik, kenapa jadi mempermasalahkan itu. Lalu, mana Ming?"
"Hem.. dia bilang sebentar lagi, yah, kau tahulah betapa lamanya menuntuskan hal 'itu' tanpa bantuan objek KHUSUS-nya~ hahaha~"
"Aku harap tidak ada yang tahu kegiatan yang sedang dilakukannya."
"Gwaenchana, Ming menggunakan toilet didekat kantin yang jarang dilalui orang."
"Syukurlah."
Sampai pada percakapan itu Kyuhyun terdiam, terdiam sekaligus berpikir cepat. Setiap kata yang telah ia dengar terserap dengan sempurna. Ada satu hal yang menggantung dipikirannya,
Guru Biologi? Ming? Lee Sungmin? Lee seonsaengnim?
Rasanya tidak mungkin. Tapi kalau dipikir-pikir, hanya itu yang terdengar tepat. Donghae sekelas dengannya, jadi guru Biologi yang dikatakannya pasti adalah Lee seonsaengnim. Kalaupun bukan, adakah nama guru yang cocok dipanggil dengan sebutan "Ming"...sepertinya tidak ada. Lalu, mungkinkah...?
Setelah cukup lama mereka terdiam, Donghae kembali membuka suaranya.
"Aku sebenarnya masih tidak percaya Ming akan melakukan hal itu. Phone-sex benar-benar tidak cocok dengan wajahnya, terlebih melakukan hal tersebut pada pangerannya. Pada Cho Kyuhyun."
Deg!
"Kira-kira bagaimana kalau Lee abonim sampai tahu kalau anak sulungnya, Lee Sungmin, melakukan hal itu ya?"
"Lee ahjumma PASTI akan pingsan."
DEG!
Ah, tanpa petunjuk apapun lagi Kyuhyun berhasil mendeteksi orang yang ia cari. Jelas, kini ia jelas tahu siapa uang ia cari. Sedikit demi sedikit ia mulai menyusun rencana kecil untuk orang tersebut, rencana kecil yang pastinya berakhir besar...
—rencana kejutan mungkin?
.
KM
.
CANTEEN
.
"YA Kyu, kau darimana saja hah?"
Kyuhyun diam tak menjawab.
"Donghae tiba-tiba ingin ke toilet juga, tapi sampai sekarang belum juga kembali, apa kau bertemu dengannya?"
Kyuhyun masih tak menjawab.
"Cho Kyuhyun..?"
"Hei, Max." Panggilnya.
"M-mwoya?" Changmin menjawab sedikit tergugup.
"Apa kau tahu sesuatu tentang Lee seonsangnim? Maksudku guru Biologi kita?"
"Guru Biologi, Lee seonsaengnim? Lee Sungmin seonsaengnim?"
Kyuhyun mengangguk samar.
"Hem...yang ku tahu dari para murid, Lee seonsaengnim adalah anak sulung dari dua bersaudara, adiknya mengambil kuliah di Jepang. Lalu.. ehm, kalau tidak salah keluarganya tinggal di Ilsan, dia tinggal seorang diri di Seoul. Ah, kalau tidak salah juga ia selalu menaiki kereta di stasiun Gwang-gayeon walau kadang ia naik bis. Habis itu—"
"Baik, itu cukup Max. Informasimu berguna sekali, aku sungguh terkesan kau tahu sebanyak itu mengenai seorang guru."
Changmin menggeleng cepat. "Bukan aku, tapi Donghae. Tadi setelah kau pergi ke toilet Donghae banyak bercerita mengenai namjachingu-nya, lalu ia juga sedikit bercerita tentang persahabatan namjachingu-nya dengan Lee Sungmin seonsaengnim."
Ahh jadi benar Lee Donghae.. batin Kyuhyun.
"Oh iya," Changmin sedikit menjetikan jarinya, "Bukankah kau juga menaiki kereta yang sama dengan Lee seonsaengnim? Aku heran, kenapa kalian berdua tidak mencari apartemen yang sama saja~? Bukankah stasiun itu selalu penuh?"
"Tidak usah, kurasa perjalanan jauh dapat membawa kesenangan tersendiri...kalau kau melihat pemandangan bagus melalui jendela kereta."
Changmin terbengong, mulutnya membentuk huruf O sempurna. "Hah? Apa maksudmu?"
Kyuhyun sama sekali tidak menyahuti pertanyaan Changmin, ia lebih memilih menuntaskan makan siangnya. Sesekali senyum miringnya tersungging, walaupun sayangnya seorang Shim "Choikang" Changmin tidak menyadari hal tersebut.
[FLASHBACK END]
.
.
KyuMin
.
.
AND NOW…
.
"...perjalanan jauh dapat membawa kesenangan tersendiri..."
Yah, kau tepat sekali Cho! Tapi sayang alasanmu salah, seharusnya,
"...kalau kau dapat melihat pemandangan indah TEPAT didepan matamu!"
Pemandangan indah.. berkedok namja manis, beserta rona merah pekat dikedua pipi gembulnya. Oh~ dan keringat disekitar keningnya. So damn cute!
"Apa kau yang menghubungiku dua hari yang lalu, Lee-Sung-Min?" ulang Kyuhyun. Smirk dibibirnya kian terbentuk tajam, belum lagi dengan telunjuk tangan kirinya yang membuat gerakan memutar disekitar dada berbalut kemeja milik gurunya.
"Ahhn Kyuhh hentikahhn..."
"Hanya jawab, Minnie seonsaengnim."
"..." Sungmin menundukan wajahnya semakin dalam, dan hal tersebut jelas membuatnya semakin terbenam dipelukan Kyuhyun.
"Tidak mau jawab?" Kyuhyun membisik seduktif ditelinga Sungmin. "Baiklah, kita pakai cara lain untuk membuatmu mengaku."
Bertepatan dengan itu speaker kereta pun berbunyi nyaring, sang masinis memberitahukan destinasi pemberhentiannya saat ini.
GREB!
"Kita turun disini."
"Eh?! Tapi apart—"
Tanpa menunggu protesan Sungmin, Kyuhyun langsung menarik lengan Sungmin kearah pintu keluar kereta. Mereka berdua berdesak-desakan dengan penumpang lain yang ingin turun di stasiun tersebut.
.
.
Kyuhyun menarik lengan Sungmin disepanjang stasiun dalam diam. Begitu pun Sungmin, ia hanya mengikuti tarikan tangan muridnya itu. Entah karena terlalu kaget atau bingung, ia sendiri tidak mengerti.
Kesadaran Sungmin kembali terkempul saat dirasanya ia menaiki sebuah lift. Entah sejak kapan ia kini sudah berada disebuah gedung apartemen. Sungmin jelas tidak tinggal ditempat ini, lalu...?
"Ini apartemen-ku." Seolah bisa membaca pikiran serta raut penuh tanya Sungmin, Kyuhyun menjawab dengan tenang.
Ting.
Lift berhenti dilantai 13. Sungmin kembali harus merelakan tangannya digenggam oleh Kyuhyun dan diseret kelorong lantai apartemen tersebut. Meskipun penuh kebingungan, Sungmin masih enggan untuk membuka suaranya untuk bertanya pada Kyuhyun.
Mungkin karena sebagian hatinya membiarkan hal itu.
Room 1307.
Mereka berdua berdiri didepan salah satu pintu kamar apartemen. Sungmin masih terdiam tanpa suara, sampai—
"Ini kamar apartemen-ku."
Sungmin terkesiap. "EH?!" kagetnya dengan ekspresi blank.
Kyuhyun memutar tubuhnya menjadi menghadap Sungmin. Senyum simpul itu terpampang begitu saja, yah.. maksudnya sebelum senyum itu berkembang menjadi senyum khas Cho Kyuhyun.
"Aku harap kau suka dengan kejutan dariku, Minnie~"
Sungmin masih mengerjapkan matanya.
"Ah salah, maksudku kau akan 'ketagihan' dengan kejutan dariku."
Dan didetik selanjutnya Sungmin dapat merasakan tubuhnya melayang diudara, belum lagi dengan dua lengan dipunggung dan perpotongan lututnya. That's a bridal-style!
Dalam rasa terkejutnya yang terdalam, batin Sungmin berteriak nyaring,
APA MAKSUDNYA?! O.O
.
.
.
Part Five – The End
.
.
KyuMin
.
.
[HINT – PART SIX: "MWO? Not PHONE-SEX again?!" (REALLY END)]
…
…
"Ahh~ Kyuhh geli~hh~" Sungmin mengindikan bahunya setelah salah satu daerah sensitif-nya itu dikerjai oleh Kyuhyun.
Seluruh kancing kemeja Sungmin kini telah terbuka dengan sempurna, menampakan kemolekan dan tubuh seputih susu milik Sungmin tersebut. Jari-jari Kyuhyun langsung bergerak liar disekitar dada Sungmin, saraf-saraf kulit Kyuhyun bisa merasakan lembut dan hangatnya kulit namja yang ada dibawahnya itu.
"Mmhhh…~~"
.
Kecupan Kyuhyun didagu Sungmin perlahan turun sampai keleher. Bibir Kyuhyun bergerak mencium dan menghisap kulit leher Sungmin, meninggalkan bekas keunguan yang pasti tidak akan hilang selama 3 hari.
"Kyuhhh~~~"
Tangan kiri Kyuhyun kini bergerak menuju si 'kecil' Sungmin yang masih terbungkus celana kain. Setelah menggapainya, dengan gemas Kyuhyun langsung menggenggamnya agak keras.
"Aaaaaaaaaahhhkk Kyuuuhhh~!"
.
"Anghhh… ahh…"
"Ahh anghh…"
"Haah, apa kau menikmatinya chagiya~?"
"Ahhh…"
.
Sial! Aku benar-benar mabuk akan sentuhannya! Pergerakannya semakin liar seakan hendak menjebol tubuhku. Cairan pre-cum bahkan sudah keluar dengan derasnya dari ujung juniorku yang teracung hebat. Dengan cepat tangannya mengocok milikku seirama dengan tusukan juniornya. Perutku seperti tergelitik oleh ribuan kupu-kupu. Aku benar-benar hampir sampai!
"Ahh a-aku ta-tak tahannhhhh!"
Aku ingin segera mengeluarkannya sekarang!
"F-faster nghhhh… jeb—argh jebbaal hah~"
"Agh, agh, agh! Anggghhhh! Ahh! F-fasterrrhhh~"
"Sedikihht lagihhh Minniee~h…"
"AAAAAAAAAAGGGHH! KYUUUUUUHHHH!"
.
.
A/N ::
Apakah masih ada yang menungguku?
Sepertinya tidak ada, hukshukshuks TAT
Maaf ya telat, ini karena berbagai macam hal yang sangat ku kesali (?)
But well, yang penting kan aku kasih bonus tuh *sambil liat hint xDD* mudah-mudahan JoYer seneng dengan hint tersebut, dan insya Allah aku bisa update cepet~ semoga gak pada jadi makin mesum yaaa~ /slapped/
.
Baiklah, aku takut banyk ngebacot di A/N ini, lebih baik aku kabur sebelum dirajam~ /runs/
Buh-bye ^_^/
.
Jja, even though the story was…yah, become MORE so so…wanna gimme a R-E-V-I-E-W? ^O^/
