Lebih dari satu minggu, lelaki berambut kuning jabrik mirip seperti durian (kepalanya) menghela napas diam-diam sambil memandangi langit cerah bersinar terang. Mata birunya mirip langit itu, selalu berharap dirinya bisa bertemu gadis itu lagi. Gadis yang telah membuat hatinya jadi dag dig dug tidak karuan, sementara dirinya mempunyai banyak penggemar di mana-mana, jadi tidak peduli.
"Hei! Lagi melamun apa, sih?"
Tepukan pelan di bahunya, membuyarkan lamunan lelaki tersebut. Dia mendongak, menatap sahabatnya yang kulitnya seputih bak kapas atau awan yang hinggap di langit. Dia tersenyum samar.
"Lagi melamun soal…," kalimat lelaki itu terpotong saat kepalanya menoleh kembali ke jendela, sempat terbelalak lebar. Takjub. Dia berdiri, mendekatkan dirinya ke jendela. "… Hinata?"
"Hah? Kamu bilang apa, Naruto?" tanya sahabatnya bingung.
Lelaki bernama Naruto, tidak sempat menjawab pertanyaan itu. Dia langsung buru-buru keluar kelas, hampir menabrak sahabat sekaligus musuhnya di dalam sekolah maupun di lingkungan rumahnya, Uchiha Sasuke.
"Dobe! Kalau lari, pakai mata!" desisnya tajam.
"Maaf, Teme. Aku lagi buru-buru!"
Naruto tidak lagi menatap ke belakang, dirinya melesat keluar sekolah. Berlari menuju gadis yang selama seminggu ini dipikirkannya. Senyum mengambang di sudut bibirnya. Mata birunya terus tertancap pada sosok gadis berdiri di lapangan sepak bola.
Sesampainya di sana, Naruto terengah-engah tapi tidak ditampakkan. Dia tersenyum. Gadis berambut panjang juga tersenyum.
Gadis itu, mengacungkan tiga jarinya sambil tersenyum lembut. "Aku belum mengabulkan 3 permohonan kamu, makanya aku kembali ke sini. Kuharap kamu belum melupakan aku."
"Buat apa aku melupakanmu," Naruto menyeringai lucu. "Aku malah tidak bisa tidur sejak kamu menciumku waktu itu."
"Itu adalah tanda waktunya aku mengabulkan permohonanmu."
Dan dimulailah petualangan Hinata demi lelaki di depannya, mengabulkan 3 permintaan Naruto. Sebelum kembali pulang menuju angkasa terindah tanpa batas di ujung langit sana.
.
Galaxies Goddess
.
DISCLAIMER: NARUTO belong to Kishimoto Masashi
WARNING: OOC, AU, deskripsi seadanya. Drabbles. 1000 kata maksimal.
.
Chapter 01: Join The Gang!
"Naruto! Siapa cewek itu?"
"Iya! Cakep amat sih dia. Kenalin, dong!"
"Jangan pelit dong, Naruto. Kami juga mau!"
Teriakan sorak sorai dari mulut-mulut teman-teman sekolah Naruto di lantai dua—yang rata-rata anak kelas 3—membuat Naruto harus memandangi seluruh jendela yang terbuka lebar.
Dirinya menghela napas pada teman-temannya—yang rata-rata iri pada ketampanannya dan juga Sasuke—meminta maaf pada Hinata. "Maafkan aku, Hinata. Mereka begitu, hanya mau kenalan sama kamu. Tidak apa-apa 'kan?" katanya memelas sedih, tapi dalam hati ingin menonjok mereka satu-satu.
"Tidak apa-apa. Aku malah senang bisa berkenalan teman-temanmu. Ini mempermudah bagiku untuk mengetahui tentang dirimu," jawabnya polos atau memang sangat cuek. Bikin Naruto keki, tidak bisa ngomong apa-apa apa lagi dirinya baru kenalan dengan gadis di depannya seminggu yang lalu. Itu pun tidak sengaja.
"Woi, Naruto! Kapan kamu ajak cewek itu ke sini?" teriak salah satu teman sekelas Naruto. Lelaki durian itu kesal karena diperintah ini itu.
"Iya, iya! Sabar, kenapa sih!" serunya jengkel, tetapi dalam hati.
Hinata, bak seorang gadis cuek pada sekitar memilih masuk ke dalam gedung. Naruto pasrah. Di dalam hatinya dia mau menguliti teman-temannya—padahal dirinya tidak peduli teman-temannya menggoda para penggemarnya.
Keduanya sampai di gedung tingkat dua, disambut antusias dari para teman-teman yang mengenal Naruto hanya luarnya. Sebagian baru dalamnya. Mereka berada di depan hanya untuk mengulurkan tangan ke Hinata, bermaksud gadis itu membalasnya. Tetapi, itu hanya di dalam kepala mereka saja. Naruto yang membalas uluran tangan itu satu-satu, tidak berniat Hinata yang menjabatnya. Ogah banget!
"Idiih, Naruto! Apa-apaan kamu? Kita kan mau kenalan sama dia!" katanya sewot.
"Iya! Kami tidak bakalan memakan dia, kok. Cuman mau kenalan. Itu doang!" sahut sebelahnya.
"Pelit amat jadi orang."
Naruto tidak sabar lagi. Dia pun melotot satu-satu teman-temannya yang berada di pinggir jalan—masih menghalangi langkah Naruto dan Hinata kiri kanan—berniat memperingatkan, tetapi mereka hanya bisa melotot.
"Lebih baik kalian masuk kelas sana! Jangan ganggu kami! Aku mau masuk ke kelas!" teriaknya seram, meraih tangan Hinata dan menghancurkan kumpulan orang-orang yang belum cukup puas melihat Hinata. "Minggir!" perintahnya, jengkel.
Apa kalian tahu, penggemar Naruto? Mereka jengkel, cemburu, frustasi, marah, iri, syirik dan macam-macam lagi istilahnya karena lelaki mereka puja dan disukai dari kelas 1 sampai kelas 3, menggandeng gadis—entah siapa dia, mereka tidak mau tahu—masuk ke kelas Naruto. Padahal mereka belum pernah diijinkan masuk, alasannya karena tidak mau kena marah dari Uchiha Sasuke dan Nara Shikamaru, salah satu sahabat Naruto yang kece-kece alias cakep.
"Siapa tuh, cewek? Enak saja masuk ke kelas Naruto. Kita saja belum pernah masuk ke sana, karena ada Uchiha-sama," gerutu gadis berambut hitam diikat 3 mirip Sindara Parking, anggota 2Ni1.
Cewek di sampingnya, menyilang tangan di depan dada cemberut. "Apa dia siswi baru? Kok dia belum memakai seragam seperti kita?"
"Tidak tahu. Nanti kita habisi dia pas pulang sekolah!" Semuanya setuju pada pernyataan gadis di sebelahnya.
Dua gadis berambut merah muda dan pirang berkuncir satu menggeleng pelan pada aksi sekelompok anak-anak cewek yang lebih suka memakai kekerasan ketimbang bicara baik-baik. Inilah yang mereka tidak sukai, karena mereka juga salah satu sahabat Naruto sekaligus pacar Uchiha Sasuke dan Shimura Sai.
Di dalam kelas Naruto, Hinata disambut huru hara tetapi tidak berniat berjabat tangan karena sebagiannya mereka tahu, Naruto sangat menyukai gadis ini. Teman-teman selaku sahabat sangat tahu luar dan dalam hati Naruto. Dua gadis tadi, mendekati keduanya, tersenyum menyambut.
"Halo," sapa gadis berambut merah muda pendek. "Kenalin aku, Haruno Sakura. Panggil saja Sakura, kalau itu kamu mau." Sakura, namanya, mengulurkan tangan. Malah disambut Hinata penuh senyuman merekah, bikin seisi kelas terperangah.
"Hinata," balas gadis itu, memperlihatkan senyuman manisnya.
Gadis di sebelahnya juga melakukan hal sama, berniat berkenalan dengan Hinata. "Aku, Ino. Semoga kita berteman, ya."
"Iya."
Senyuman merekah itu bikin semua orang tidak sanggup bicara apalagi mengeluarkan kata-kata senang—karena ada cewek cantik masuk ke kelas mereka, imut lagi—akibatnya mereka menganga sampai bunyi istirahat selesai.
Guru mereka masuk, yaitu Kakashi-sensei. Tercengang pada makhluk berbeda jenis, mengenakan pakaian serba putih dengan rok panjang mencapai bawah lutut, rambut panjang berwarna biru dan wajahnya yang imut juga cantik, berdiri di hadapannya.
Malas mengetahuinya, Kakashi-sensei meminta gadis itu untuk duduk. "Kalian semua duduk. Anggap saja kita mendapat teman baru," katanya sok cuek padahal dia bingung sendiri.
Semuanya mengangguk, kembali duduk ke tempat masing-masing. Hinata duduk di sebelah—kiri kanan—Ino dan Sakura. Mengikuti pelajaran seperti biasa.
-To be continued-
.
A/N: Chapter 1 dimulai! Semoga ada kesamaan dengan prolog. Saya buat cerita ini untuk Cicikun. Semoga Cicikun suka walau humornya garing banget. Hahaha… #Tepar
Reply of review buat no login:
rina rika: Ini sudah TBC, kok. Dan ini chapter 1-nya. Makasih sudah review.
Nyugs totong: Iya, memang! XD
Makasih sudah review!
Terima kasih sudah mau baca, fave dan follow. Ini sudah chapter satu, 2 hari kemudian baru saya kasih chapter 2. ^^
Signature,
Zecka Fujioka
Makassar, 24 Maret 2014
