Chap 2 ~

silahkan.. dan mohon kritik dan saranya

Karna saya masih belum mahir dalam membuat cerita.

Oke , langsung saja..

.

.

.

.

"APA!" Ino tersentak begitu mendengar kalimat yg di lontarkan temanya itu.

"Ya, selama ini aku menyukaimu, jadi maukah kau jadi pacarku, Ino?"

Ino tampak berfikir, Sasuke yg sudah menyakiti hatinya, Ino pun mengambil keputusan bahwa ia akan menerima Sai.

"Baiklah,"

"Benarkah itu?" Ino mengangguk.

"Senangnya!, kalau begitu pulan sekolah, ayo kita jalan jalan" ujar Sai yang tampak tersenyum.

"Kemana?"

"Ketempat yg indah, yasudah sampai ketemu lagi , Ino"

Ino pun segera masuk ke dalam kelasnya.

Skip time.

Sai menunggu Ino di depan sekolah, Ino pun menghampirinya berharap kalau Sasuke ada di sana , namun nihil.

"Ayo ino" ajak Sai

"Kemana?" Ino tampak ragu

"Lihat saja nanti, kau akan terkejut" Ino pun hanya mengangguk dan mengikuti Sai.

Sai membawa ino ketempat yg sepi, perasaan Ino menjadi tidak enak.

Saat Ino berjalan cepat setelah ia melihat ke belakang Sai tidak ada.

Melaikan beberapa lelaki yg sempat mengejar ino tadi pagi.

Seketika tubuh gadis pirang itu terasa kaku serta wajahnya menjadi pucat

"Mau apa kalian! Mana Sai?!" Para lelaki itu tersenyum mengerikan.

"Dia sudah mendapat bayaranya karna berhasil membawamu kemari," mereka tertawa.

Jadi dia telah di tipu? Ino pun semakin ketakutan.

"Kami sangat menunggu kesempatan ini, dimana penjagamu tak ada bersamamu."

"Penjaga?" Orang itu tertawa kembali

"Hahaha! Jadi kau tidak tau? Selama ini kau slalu aman bila berasama dia! Dia slalu bersamamu jadi kami tak bisa menghajarmu! Sekarang dia sudah tidak ada, jadi bersiaplah!"

Mereka mengepung Ino, sementara Ino sudah menangis, jadi slama ini ia dilindungi oleh sasuke.

Lalu terbayanglah semua kenanganya saat bersama Sasuke, di mana Sasuke mengantarnya pulang lalu menciumnya.

'Gomenasai Sasuke-kun'

Ino tertunduk lemas. Ia sudah tidak tau harus melakukan apa.

Tiba-tiba terdengar suara kesakitan dan terjadi perkelahian.

Ino mengangkat wajahnya, matanya melebar

Pandanganya tertuju pada sosok pemuda raven yg sedang menghajar beberapa lelaki itu dengan tangan kosong.

"Sudah ku bilang! Dia mainanku! Kenapa kalian masih berani menyentuhnya?!" Terdengar suara Sasuke sangat nyaring, dan menyeramkan. Dia menatap orang itu dengan sangat tajam, sangat tajam. Hingga mereka ketakutan.

"M-maafkan kami! " mereka bersujud meminta maaf . "Pergi kalian!" Teriak Sasuke penuh amarah. Orang orang itu pun langsung berlari ketakutan .

Sasuke kemudian menghela nafas, lalu ia berbalik menatap Ino yg memandangnya dengan mulut menganga.

Sasuke membantu Ino berdiri,

"Kau baik baik saja?" Tanya Sasuke ,dari nadanya saja terdengar bahwa pemuda itu sedang khawatir.

Ino hanya mengangguk lemah,

"Kenapa kau ada disini, Sasuke?"

"Hanya kebetulan lewat." Jawabnya singkat.

.

Sasuke membawa Ino ke taman. Tempat dimana mereka pertama bertemu.

"Kenapa kau menolongku?"

"Karna , kau adalah malaikatku, jadi tak ada yg boleh membuat malaikatku menangis."

Ino menganga.

"Apa? Malaikat? Kau bercanda? Dari mana kau tau kalo aku ini malaikatmu?"

"Kau ingat? Saat kau meminta tolong padaku, sambil melipat tangan? Aku melihatmu seperti malaikat yg sedang berdoa."

Ino merasakan wajahnya menghangat,

"Dan aku jg melihatmu seperti iblis yg siap memakanku!" Sasuke menyeringai

"Benarkah? Kalau aku memakanmu sekarang, apa kau akan melawanku?" Ino kemudian mencerna kalimat pemuda itu barusan, memakan? Apa maksudnya.

"Apa maksud-"

Kalimat Ino terhenti karna Sasuke dengan cepat langsung menciumnya.

Ia pun berbisik di telinga Ino.

"Kau akan terus menjadi mainan dan malaikatku, apa kau mengerti?"

Tanpa sadar Ino mengangguk bahagia, dan mereka tersenyum dengan hati yang gembira.

Fin

Aa gomene jeleeek T-T