Frenemies?
Pairing: MyungJoe, slash!WooSoo
Rating: T
Disclaimer: Teen Top belongs to Top Media, Infinite belongs to Woolim ent.
Warning: Sho-ai, AU, OOC, Typo(s)
Note: pure from my own imagination, DLDR!, do not bash or flame
.
.
.
KRIIING
"Ini sudah bel istirahat, kau tidak ingin makan?" tanya Myungsoo. Woohyun menggeleng dan kembali memainkan handphonenya. Myungsoo mulai merasa terganggu dengan namja di sampingnya. Bagaimana tidak? Woohyun terus-terusan mengambil selfie dan bermulut manis pada Woo seonsaeng.
"Detensimu sampai jam istirahat ke-2 kan? Aku akan di sini sampai detensimu selesai." Woohyun mengedipkan sebelah matanya lalu menekan tombol di handphonenya.
"Nanti Ricky kesepian kalau kau tidak ada."
"Anak itu sedang tidur di UKS."
"Bagaimana dengan absensimu?"
"Aku sudah meminta Byunghun untuk memberitahu sonsaengnim bahwa aku ada tugas OSIS sampai istirahat kedua."
"Memangnya mengambil selfie itu tugas OSIS?" sindir Myungsoo.
"Shut up or i'll kiss ya'" ancam Woohyun. Ia mengunci handphonenya dan meletakkannya di saku blazer. Myungsoo tersenyum meremehkan mendengarnya. Woo sonsaengnim merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. "Mwo? Kaupikir aku tidak akan melakukannya?"
"Ani." Woohyun bangkit dari kursinya dan berdiri di depan Myungsoo. Mereka berdua sama-sama menyeringai. Woohyun mendekatkan wajahnya dan tangan kanannya berada di belakang tengkuk Myungsoo. Wajah mereka hanya berjarak beberapa cm saat-
BRAK
"Woohyun hyung!" seorang namja manis berambut cokelat membanting pintu ruang konseling. Woo sonsaengnim menatap sedih pintu naas itu. Woohyun dan Myungsoo sama-sama menoleh dan melihat Ricky dengan tatapan kosongnya. "E-eh? Kalian sedang apa?"
"Melakukan hal yang biasa dilakukan sepasang kekasih." Woohyun pun bangkit dan berjalan menuju Ricky. Ia memeluk namja manis itu dan membenamkan wajahnya di helaian rambut Ricky. "Kau sudah sehat?"
"Uhum." Kedua tangan Ricky menggenggam lengan blazer Woohyun. Ia mendongakkan wajahnya, menatap Woohyun tepat di matanya. "Temani aku ke kantin, hyung~" pinta Ricky dengan nada manja.
"Mian, ne? Aku harus menemani Myungsoo, tugas OSIS seperti biasa." ucap Woohyun. Tangannya mengelus surai cokelat Ricky. Ricky tersentak tapi kembali tersenyum. "Tolong jangan tersenyum palsu seperti itu. Jebal, Ricky-ah."
"Eh? Ani, nan gwaenchana. Hanya saja, kita sudah jarang bersama-sama. Hehe." Ricky menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah, lupakan saja. Mungkin aku masih demam, jadi berbicara yang aneh. Annyeong, hyung~"
Woohyun memeluk Ricky sekali dan melambaikan tangannya saat namja manis itu pergi. Myungsoo menopang dagunya dengan lengan kirinya, mengetuk-ngetukkan jari tangan kanannya di meja. Woo sonsaengnim? Dibalik pekerjaannya, diam-diam dia memerhatikan Woohyun dan Ricky. Woohyun menghela nafas dan duduk lagi. Ia menatap heran Myungsoo yang menyeringai.
"Ya, kenapa kau senyum senyum begitu?"
Myungsoo hanya menggelengkan kepalanya.
.
.
.
"Chanhee hyung~ Jebal~" pinta Byunghun dengan nada manja. Chanhee menggelengkan kepalanya. Di tangannya terdapat sepasang sepatu berwarna hitam. "Aku hanya terkilir, ayolah."
"Ani. Kau tetap beristirahat atau kau telanjang kaki sampai sore." ancam Chanhee. Byunghun mempoutkan bibirnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Chanhee terkekeh dan duduk di kursi di samping ranjang Byunghun. "Ayolah, masa kau akan merajuk sampai sore?"
"Nde." Chanhee menghela nafas dan duduk di samping ranjang Byunghun.
"Sepertinya aku terpaksa memakai alternatif lain." Byunghun membuka selimutnya, melihat Chanhee yang mengedipkan sebelah matanya ke arahnya dengan gaya menggoda. Melihatnya, Byunghun sontak tertawa. Chanhee yang merasa malu, mentackle tubuh Byunghun. "Yah! Jangan tertawa!"
"Itu epic fail, hyung." Byunghun masih terus tertawa. Tidak menyadari tubuh Chanhee yang kini berada di atas tubuhnya.
"Hentikan, aku malu.." Chanhee menyembunyikan wajahnya di antara pundak dan leher Byunghun. Byunghun masih terus tertawa, karena wink Chanhee yang tadi dan rambut Chanhee yang menggelitiki lehernya.
"Haha! Ah, ya! Geli!" Byunghun mendorong tubuh Chanhee ke samping. Membuat mereka berbaring di ranjang UKS. Selama beberapa menit, mereka hanya berbaring, diam tanpa sepatah kata pun.
"Aku benar-benar merindukanmu, kau tahu?" ucap Chanhee, menatap Byunghun. Byunghun hanya menganggukkan kepalanya. Chanhee memeluknya, dan ia balas memeluknya. Ia tahu ia tengah bersama Chanhee. Tapi yang ia pikirkan..
'Myungsoo-ah, gwaenchanayo?'
.
.
.
KRIIING
"Yak, bel istirahat kedua." ucap Woohyun, melihat ke arah jam tangannya. Myungsoo melayangkan tinjunya ke udara sambil menggumamkan kata 'Yes'. Woohyun bangkit, menarik Myungsoo dan berjalan menuju meja Woo sonsaengnim.
"Woo sonsaengnim, kami kembali ke kelas kami, ne?" Woohyun membungkukkan badannya. Tangan kirinya menekan tengkuk Myungsoo, memaksanya untuk membungkuk. Woo sonsaengnim hanya mengangguk pelan. Woohyun dan Myungsoo pun keluar dari kelas.
"Aish, ya! Leherku sakit tahu!" gerutu Myungsoo di koridor. Woohyun hanya menyengir dan berjalan meninggalkan Myungsoo.
"Aku mau ke kelasku, kau kembalilah ke habitatmu. Adios~!" ucap Woohyun lalu kembali ke kelasnya. Myungsoo menghela nafas. Dia masih bingung bagaimana bisa dia mau saja berpura-pura menjadi namjachingu si Namgrease itu.
"Myungsoo-ah!" Seorang namja merangkul pundak Myungsoo erat. Myungsoo menoleh dan melihat wajah bodoh sang ketua OSIS. Ia langsung mendorong wajah Dongwoo menjauh. Ia tidak suka skinship, kecuali jika sangat terpaksa. "Detensimu sudah selesai?"
"Memangnya kalau belum selesai, aku akan berada di sini?" ucap Myungsoo sarkastik.
"Nde, biasanya kau kan membolos." jawab Dongwoo. Myungsoo langsung menggeplak tengkuknya.
"Kau sendiri?"
"Aku mau menemui Jung Seonsaengnim."
"Oh, pergi sana." ucap Myungsoo lalu berjalan meninggalkan Dongwoo yang merajuk.
Myungsoo melangkahkan kakinya menuju UKS. Ia tidak ingin pergi ke atap. Ia tidak ingin mengambil resiko seorang Lee Byunghun akan mencarinya di situ. Ia membuka pintu UKS, tidak ada siapa-siapa. Sepertinya Yoo sonsaengnim sedang pergi. Myungsoo berjalan menuju ranjang paling ujung yang tertutupi gorden. Ia menyukai ranjang itu, karena terletak tepat di sebelah jendela.
SREK
"Ah, sedang dipakai rupanya." Myungsoo tersenyum masam melihat Byunghun dan Chanhee yang tertidur di kasur itu. Ia mengeluarkan handphonenya dan memotret mereka. Setelah itu, ia keluar dari UKS. Sepertinya, perpustakaan bukan tempat yang buruk untuk membolos.
Ia masih ingat. Saat SD, ia dan Byunghun suka membolos. Mereka selalu kabur ke atap atau ke UKS. Ia dan Byunghun selalu bersembunyi di bawah selimut ranjang yang paling ujung. Saling menutup mulut masing-masing, menahan nafas saat sonsaengnim mencari mereka di UKS, dan tertawa kencang saat sonsaengnim tidak menemukan mereka.
Yah, setidaknya sekarang Byunghun sudah mempunyai teman main baru.
.
.
.
TBC
