I give my first to you chapter 2
Author : Jisaid
Cast : Kim Seokjin, Kim Taehyung, Jeon Jungkook
Disclaimer : Semua tokoh punya ortu masing masing, saya cuman minjem nama aja.
Warning : DLDR, Typo bertebaran, Kalo gasuka ya monggo klik tombol X. Selamat membaca.
Prev part
"Jadi kalian berdua yang akan menikah ituu?" tanya salah seorang siswa di taman sekolah pada Taehyung dan Seokjin. "Hyaa siapa yang bilang seperti itu?" omel Taehyung. "Heyy, aku serius dengan ucapanku. Jadi, jauhkan tangan kalian dari orang ini." Ucap Seokjin sambil memeluk Taehyung posesif, sedangkan Taehyung memutar bola matanya bosan dan berusaha melepaskan pelukannya. Tanpa mereka berdua sadari, ada seorang murid yang menyeringai kearah mereka berdua. Sebut saja dia Jungkook. Namja manis sekaligus tampan, ia peringkat tertinggi, berada tepat diatas Seokjin saat tes masuk Bangtan HS. Well nampaknya ia menyukai salah satu dari mereka, apa ia menyukai Taehyung atau Seokjin?
"Seokjin ah, kenapa kau menemaniku lagi untuk check up hari ini? Aku kan bisa kesana sendiri." Taehyung memutar bola matanya sebal pada Seokjin yang memeluknya posesif di dalam bus. "Ehh? Akukan pacarmu, jadi kenapa tidak? Lagipula aku senang bisa satu sekolah lagi dengan pacarku yang imut inii~" ucap Seokjin sambil tersenyum sumringah dan semakin mengeratkan pelukannya pada Taehyung. "Hyaa kau membuatku sesak bodoh. Lihat semua orang melihat kearah kita, aku malu tauu" Taehyung berusaha melepaskan pelukannya. "Heyy aku kan hanya memelukmu anak maniss ~" ucap Seokjin tak tau malu(?) dan semakin memeluk Taehyung. "Hyaa hentikann, aigoo joisonghamnida, joisonghamnida." Taehyung membungkukkan kepalanya berkali kali meminta maaf pada penumpang bis.
"Taehyung ah, kondisimu lumayan baik." Ucap appa Seokjin, "Yah, jika tidak ada kelas aku memilih tidur di asrama saja. Oh ya, ahjussi! Aku punya pertanyaan. Ada berapa latihan fisik yang diperbolehkan?" tanyanya.
"Maksudmu?" bingung sang dokter. "Dapatkah aku melakukan olahraga yang tidak membuatku kambuh? Dance misalnya, atau seks?" ucap Taehyung. Sang dokter terlihat berpikir sejenak. Tetapi beberapa detik kemudian ia mematahkan bolpoinnya dan berdiri tiba tiba.
"Hyaa dengan siapa kau akan melakukannya? Kau ini masih kecil Taehyungie." Gemas sang dokter. "Hyaa ahjussiii, aku tak bermaksud melakukannya dengan Seokkie. Aku hanya ingin tahu karena aku ini kurang pengalaman." Jelas Taehyung.
Sang dokter hanya menghela nafasnya berat. "Itu tergantung, tapi itu berat untukmu. Sebagai dokter, aku tak akan merekomendasikannya" katanya. 'ahh jadi gitu yah. Namja yang tidak bisa melakukannya tidak akan bisa menikah dong karena dia tak dapat melakukan hal ini.' Batin Taehyung.
"Hyaa lepaskan akuu, aku tak bisa berjalan Seokkie" omel Taehyung ke Seokjin yang seenaknya memeluknya dengan keadaan sekitar yang ramai lalu lalang pasien. "Anniyoo~ tak mau. Buktinya kau masih bisa berjalan kan sayangg?" jawab Seokjin sambil mengeratkan pelukan pada Taehyung. "Hyaa ayolah lepaskan akuu~ dilihat orang banyak tauu." Taehyung merengut. "Tak mauu~ tak usah malu lah chagi, ah atau kau mau kugendong sajaa?" katanya sumringah. "Ehh? tak mauu aku bukan bayi baboo." Taehyung menjitak kepala Seokjin gemas.
Saat ini mereka masih di rumah sakit hendak kembali ke asrama mereka sehabis check up Taehyung. Saat di depan lift, mereka bertemu dengan teman masa kecil mereka di rumah sakit yang mempunyai penyakit yang sama dengan Taehyung.
"Taehyung ssi?" kata seorang namja tampan yang baru saja keluar dari lift. "Hoseok hyung?" Taehyung mencoba mengingat namanya. "Ahh annyeong haseyo hyung, apa kabar?" "Annyeong Taehyung ah, aku baik. Bagaimana denganmu? Lama tak bertemu, umm bagaimana kalau kita ngobrol sebentar? Apa kau keberatan Taehyung ah?" kata Hoseok. "Umm, bolehh." Dan Seokjin hanya menatap cengoh keduanya.
Dan disinilah mereka, di taman rumah sakit. Berbicara santai sambil menikmati udara segar. "Kau sekarang sudah dewasa ya? Aku tak percaya dulu kau masih kecil masih sangat imut haha, tapi kau masih tetap imut sampai sekarang kok." Kata Hoseok. "Heyy, akukan masih sekolah dasar ketika itu hyung, jadi wajar aku masih kecil." Taehyung mempoutkan bibirnya.
"Ahahahh aigoo kiyeowoo~" Hoseok mencubi gemas pipi Taehyung. Sedangkan dari jauh terlihat Seokjin yang sedang duduk di sudut taman sambil mengomel ngomel tak jelas. Hoseok tersenyum melihatnya. "Kau masih dengan Seokjin ne. Kau tahu? Dulu, para perawat dan aku sering membicarakan kalian. Kalian berdua itu pasangan serasi, kalian sangat imut disandingkan berdua. Kau yang manis dan Jin yang tampan. Hahaha." Kata Hoseok
"Oh iya, Hoseok hyung. Mengapa kau kembali ke rumah sakit lagi?" tanya Taehyung penasaran. "Oh aku terkena serangan jantung lagi tae, dan juga aku sudah cukup umur untuk melakukan operasi cangkok jantung. Aku sangat mengharapkan bisa mendapatkan donor untukku. Apa kau juga terdaftar untuk mendapat donor?" "Tentu, karena hanya itu satu satunya cara untuk kita bertahan hidup kan?"
Taehyung pov
Saat perjalanan pulang ke asrama, Seokjin hanya diam saja. Yah, dia diam sejak aku bertemu dengan Hoseok hyung teman masa kecilku di rumah sakit tadi. Dia diam tanpa sebab. Tak memelukku, tak duduk disampingku. Aish dia kenapa sih? "Seokkie, kau kenapa? Marah padaku?" tanyaku memelas. "tidak, aku tak marah." Jawabnya, tetap tak melihatku. "Hey, kau ingat Hoseok hyung? Dulu ia sering bermain dengan kita di rumah sakit, ingat?" tanyaku lagi, tapi dia tiba tiba berdiri dan berpindah tempat. "Tidak tidak, aku tak ingat. Aku hanya tertarik denganmu, bukan dengannya." Jawabnya ketus.
"Hahh, apa setiap orang imut itu harus lembut ke semua orang? Aish jinjja." sindirnya. "Heyy kau juga begitu kan? Kau suka pamer senyum tampanmu dan menggoda orang lain agar suka padamu kan?" aku memanyunkan bibirku sebal dengannya. Ohh yang benar saja dia cemburu dengan teman masa kecil kami-_-
Author pov
Keesokan harinya Seokjin datang ke kelas Taehyung, tapi ia tak ada di kelasnya. "Jimin ah, apa kau tau Taehyung dimana?" tanya Seokjin pada teman sebangku Taehyung. "Umm, dia bilang akan ke rumah sakit hari ini." Jawabnya. "Tapikan ini bukan jadwal check up nya." Kata Seokjin.
"Umm, tapi ia bilang akan kembali sore ini." Tambah jimin. "Aatidak, aku tahu mengapa ia ke rumah sakit hari ini. Gomawo jimin ah, aku ke kelas dulu." Seokjin berjalan keluar kelas. Namun saat membuka pintu tanpa diduga ia menabrak seseorang yang membuat orang itu jatuh.
"Aigoo.. m-mianhaeyo, gwaenchana?" Seokjin membantunya berdiri. "Ahh, nee gwaenchana Seokjin ah." Ucap orang itu sambil tersenyum. "Ehh? kau tahu namaku?" bingung Seokjin. "Ahh, maaf. Namaku Jeon Jungkook, aku si peringkat satu diatasmu tapi saat upacara kemarin aku terlambat datang jadi kau yang mengisi pidato." Ucap namja manis sekaligus tampan ber tag-name Jeon Jungkook itu menjabat erat tangan Seokjin sambil tersenyum.
"ahh, namamu Jungkook. Senang bertemu denganmu. Lain kali ngobrol lagi ne, aku mau ke kelas dulu. Annyeong." Ucap Seokjin kemudian berlalu menuju kelasnya.
Taehyung pov
Hari ini aku memutuskan untuk pulang lebih awal dan menjenguk Hoseok hyung di rumah sakit sendirian. Habis kalau aku kesini dengan Seokjin aku pasti akan dapat ceramahan lebar darinya. Aduh memikirkannya saja membuatku pusing.
"Annyeong~ ada orang?" sapaku membuka pintu kamar rawat Hoseok hyung. "Ehh? Taehyung ah!" sapanya balik. "Annyeong hyung, bagaimana keadaanmu?" kataku sambil memberinya seikat bunga. "Ahh aku baik tae, wah terima kasih bunganya ne! oh iya, apa kau sudah pulang sekolah? Jam seginii?" tanyanya.
"Ehh aku pulang lebih awal hari ini hyung, aku ingin mengunjungimu haha." Cengirku, dan kemudian kami mengobrol hingga malam tiba.
Saat kembali ke asrama, aku melihat seorang wanita paruh baya sedang berbicara dengan Jungkook dan memberinya sebuah bingkisan. 'siapa ya? Apa itu ibunya?' batinku. Kemudian wanita itu menyapaku, "Ah, annyeong~" katanya kemudian berlalu begitu saja. "Hey, kau! Jangan ceritakan pada siapapun tentang dia." Ucap Jungkook tiba tiba.
"Apa maksudmu?" tanyaku balik, "Nanti akan membuat imageku buruk karena punya keluarga super membosankan seperti mereka." Jawabnya. Aku hanya memutar bola mataku bosan.
"Kudengar kau punya penyakit kelainan jantung, sejak kapan eh?" tanyanya. "Apa urusanmu bertanya seperti itu eh?" aku melengos pergi, namun baru beberapa langkah kudengar "Kim Taehyung!" ia memanggilku. "Bisa kita bicara sebentar?" katanya kemudian meninggalkanku begitu saja. Anak ini maksudnya apa sih?
Disinilah kami, di lapangan asrama. Dia terlihat membuaka bingkisan dari yeoja tadi, kemudian ia menawarkan sebuah minuman untukku. "Ambillah!" katanya sambil menyodorkan minuman itu padaku. Aku hanya melihatnya saja, tak berniat untuk mengambilnya. "Ahh iya, kau tidak boleh makan atau minum yang manis manis bukan?" katanya.
'Bagaimana dia bisa tahu?' batinku bertanya tanya. "Kau bingung kenapa aku bisa tahu?" tanyanya, "Aku mengenal seseorang yang punya kondisi sama denganmu, jadi mungkin aku lebih hafal ketimbang kau dan Seokjin." Sambungnya. Aku masih belum mengerti arah pembicaraannya, aku terus mengamatinya.
"Orang yang ku kenal dengan kondisi sama sepertimu, dia terus menunggu donor sama sepertimu, tapi ia meninggal karena miskin." Ucapnya, aku terdiam menunggu kelanjutan siapa yang ia maksudkan. "Orang itu adalah ayahku. Sekarat karena penyakit jantung itu bukan hal yang langka. Aku tertarik dengan orang yang ditinggalkannya. Kau tahu? Ibuku masih sering menangis ketika merindukannya. Dan sekarang? Orang yang kusuka ternyata sudah mempunyai pacar, tapi pacarnya punya penyakit yang sama dengan ayahku." Aku masih terdiam, perlahan aku mulai mengerti apa maksudnya.
"Pertama kali aku bertemu dengannya aku berpikir. Bila kau meninggal, pasti dia tak akan berhenti menangis. Dan kau? Kau mendaftar di sekolah ini karena kau ingin putus dan menjauh darinya sebelum kau mati bukan?" skak! Tepat sasaran-_- aku tak tau harus berkata apa.
"Kalau begitu lakukanlah! Putuskan dia." Katanya kemudian berlalu meninggalkanku. Dasar seenaknya. Aku berpikir sepanjang hari tentang ini, sampai kepalaku terasa ingin pecah.
Seokjin pov
Hari yang membosankan. Pelajaran sejarah membuatku mengantuk, jadi aku mencoret coret bukuku dengan gambar gambar aneh tentang seongsaenim yang sedang mengajar. Aku melihat ke luar jendela, kulihat Taehyung sedang berjalan di luar. 'Sedang apa dia? Apa tidak pelajaran? Dia mau kemana?' berbagai pertanyaan muncul di pikiranku.
"Umm, Saenim. Aku ijin ke toilet sebentar." Ucapku kemudian ngacir keluar kelas mengikuti kemana Taehyung pergi. "kau mau kemana tae?" tanyaku. "Uhh, Seokkie. Aku mau ke rumah sakit, tapi aku tak punya izin resmi hari ini. Jadi aku lewat sini saja." Katanya. "Kau akan menjenguknya lagii?" tanyaku lagi. "Hyaa kau tidak tahu sih. Dia itu kesepian berada dirumah sakit terus. Jadi aku mau menemaninya, dan kau! Berhentilah cemburu padanya, dan jangan pedulikan lagi."ucapnya kemudian melengos begitu saja. 'dasar anak ini, minta di jitak, dicium atau gimana sih-_-' batinku *yang kedua semacem modus bang-_-
Saat ia memanjat tembok belakang, tanpa sengaja ia menjatuhkan sesuatu. Aku mengambilnya, ternyata itu doanya sewaktu kecil dulu. Hihihi, dia masih menyimpannya ternyata. Kusimpan saja, siapa tahu dia mencarinya nanti.
Author pov
Di sebuah bangsal rumah sakit umum di seoul terlihat seorang namja manis yang nampak kebingungan sambil merogoh sakunya. Disisi lain, ada sesosok namja tampan yang kebingungan melihat si manis. "Hey, kau mencari apa?" tanyanya. "Ehh, anu.. itu jimat keberuntunganku.. jimat yang aku tulis sewaktu kecil. Di dalamnya aku menulis do'aku. Karena aku masih hidup jadi itu jimat keberuntunganku. Apa terjatuh saat aku memanjat tembok belakang tadi ya? Kuharap Seokkie menyimpannya untukku." Oceh Taehyung panjang lebar.
Sedangkan Hoseok, si tampan hanya tersenyum melihatnya. "Waeyo hyung?" tanyanya. "Ahh, anni. Kau beruntung punya Jin disisimu. Sedangkan aku tak punya siapapun. Akupun tak punya pacar sampai saat ini. Kalaupun aku mendapat donor jantung, aku akan mendapat bekas luka yang lumayan di dadaku. Aku yakin tak seorangpun ingin melihatnya." Jelas Hoseok.
"Hey, jangan bicara seperti itu hyung. Kau itu tampan, aku yakin banyak yang menyukaimu." Kata Taehyung mencoba menyemangati Hoseok.
"Umm, Taehyung ah. Boleh aku minta tolong sesuatu?" "Hm? Tolong apa hyung?"
"Maukah kau menciumku?" tanya Hoseok. Taehyung terdiam, ia tak tau harus berbuat apa. Seokjin tiba tiba memenuhi otaknya. "Aku belum pernah merasakan jatuh cinta. Akupun belum pernah berciuman. Aku.. aku tak mau mati seperti ini." Taehyung masih tetap terdiam di tempatnya.
"Taehyung ah, apakah kau menyukaiku?" tanya Hoseok. "Ehh, tentu saja tidak hyung." Tukasnya. "Kalau begitu, ini hanya sebuah ciuman Taehyung ah." Hoseok mulai mendekatkan tubuhnya ke Taehyung. Sedikit merunduk, ia mulai menciumnya. Hanya menempelkan bibir mereka beberapa detik, kemudian ia melepaskannya. "Terima kasih Taehyung ah, maafkan aku." Ucap Hoseok.
Malamnya, Seokjin berjalan mengendap endap ke asrama Taehyung. Ia masuk kedalam ruang musik, dan benar Taehyung ada disana. "Taehyung ah." Taehyung kaget melihat Seokjin tiba tiba berada disini. "Aku melihatmu berjalan kesini tadi. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Seokjin sambil melihat lihat ruangan musik ini. "Akuu, aku hanya ingin sendirian." Kata Taehyung.
"Apa kamu dirumah sakit seharian ini dengannya?" tanyanya. "Yaa, aku disana dengannya. Kita berbicara tentang banyak hal." jawabnya. "Berbicara tentang apa?" Taehyung terdiam. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu. "Kalian membicarakan tentang apa?" tanya Seokjin sekali lagi.
"Maafkan aku Seokkie.." tukas Taehyung. Seokjin bingung dibuatnya, "Maaf untuk apaa?" "Aku dan Hoseok hyung…" Taehyung menggantungkan kalimatnya membuat Seokjin semakin penasaran dengannya. "Kau dan Hoseok kenapa?" "Aku dan Hoseok hyung.. berciuman." Cicitnya.
Seokjin membulatkan matanya kaget. "Mianhae, aku tak bisa menolaknya. Dia bilang apa aku menyukainya atau tidak, kujawab tidak. Lalu ia berkata ini hanya sebuah ciuman, kemudian.." belum sempat Taehyung menyelesaikan kalimatnya Seokjin memotongnya, "Mwo? Baboya! Itu hanya tipuan! Hoseok itu menyukaimu!" "Bukan karena itu! Hoseok hyung bilang karena ia tak mau mati dalam keadaan seperti ini." "Urgh, kenapa kau tak berkata tidak padanya?!" Seokjin mengepalkan tangannya.
"Bukankah sudah kubilang aku tak tega melihatnya seperti itu!" "Tapi kau sudah punya pacar Kim Taehyung! Apa kau tak berpikir tentang perasaannya? Hahh?!" bentak Seokjin. "Kalau begitu, kenapa kita tidak akhiri saja?!" Kata Taehyung. "kau memang tak mengerti apapun tentang apa yang aku rasakan Taehyung ah. Seharusnya kau mengatakan tidak pada orang yang bertanya apakah kau mencintainya atau tidak. Tapi baiklah jika itu maumu. Kita putus!" Seokjin mengambil sesuatu dari sakunya kemudian melemparnya pada Taehyung dan berlalu pergi meninggalkannya.
Sejak saat itu, mereka berdua mulai saling menjauh satu sama lain. Tidak ada Seokjin yang selalu memeluk Taehyung. Tak ada yang memperhatikan dan mengawasi kondisi Taehyung di sekolah. Begitu juga dengan Seokjin, ia sedikit kehilangan konsentrasi. Saat di kelaspun ia tak terlalu memperhatikan dan ia sudah melakukan beberapa kesalahan hari ini.
"Taehyung ah, kau kenapa? Apakah terjadi sesuatu antara kau dengannya?" tanya jimin. "Eh? Itu sudah bukan urusanku lagi. Kemarin aku putus dengannya." Jawabnya enteng.
Taehyung pov
Siang ini aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit lagi. Aku ingin mencoba melupakan masalahku dengan Seokjin. Mungkin bercerita dengan Hoseok hyung bisa membuatku sedikit lega. Tapi ini aneh, saat aku masuk ruang rawatnya kenapa bednya kosong? Sudah rapi pula. Dia kemana?
"Suster, pasien bernama Jung Hoseok kemana ya? Kenapa bednya sudah bersih dan rapi? Apa dia sudah pulang?" tanyaku pada suster yang merapikan bed Hoseok hyung.
"umm, pasien bernama Jung Hoseok meninggal tadi malam karena serangan jantung tiba tiba." Jelas suster itu. Apa aku tak salah dengar? Apa suster ini bercanda padaku? Kurasakan sesak mulai menjalar di dada kiriku. 'Shit! Jangan kambuh sekarang!' batinku.
Seokjin pov
Hari ini aku membolos pelajaran. Aku merasa pikiranku terlalu acak adul untuk sekedar menerima pelajaran. Dan disinilah aku, di ruangan dance yang selalu kosong saat pelajaran biasa. Kurasa berlatih dance bukanlah hal yang buruk untuk refreshing.
"Jin hyuuung~" sebuah suara mengagetkanku. Ahh itu Jungkook, sedang apa dia disini? Apa dia mengikutiku kesini? "Hey jangan berlari nanti terpeleset!" namun tiba tiba ia menabrakku dan jatuh diatas badanku. Hidung kami tak sengaja bersentuhan.
"o o m-mianhae hyung.." ia segera bangkit dari tubuhku. Sedangkan aku masih shock. "Hyung, Jin hyung, Hyaa Seokkie hyungg." Panggilan Jungkook membuyarkan lamunanku. Heyy aku terlalu banyak melamun hari ini-_-
"Kau melamun hyung? Kalau kau mau kau bisa menceritakannya padakuu." Katanya sambil tersenyum manis, namun aku memilih untuk membetulkan bajuku yang acak acakan. "Umm hyung.." panggilnya. "Ne? waeyo kookie?" "Umm.. itu.. A-aku.. menyukaimu.. apakah kau menyukaiku juga?" tanyanya.
Aku terdiam, 'bagaimana bisa dia menyukaiku?' batinku. "E-ehh? kau ini bicara apa kookie?" bingungku. "Aku menyukaimu hyung, tak bisakah kita mencoba untuk mencintai satu sama lain?" ucapnya memohon. "Mianhae kookie ya, aku menyukai ah anni mencintai Taehyung lebih dari dirimu, bahkan orang lain." Ucapku tegas. "Tapii hyungg, dia akan mati kan? Kau tau itu. Tak lama lagi dia akan mati kann?"
Plakk
Aku menampar pipinya keras. "Dengar ya Jeon Jungkook! Aku akan menghajarmu jika kau mengatakan itu lagi! Taehyung tak akan mati! Taehyung tak akan meninggalkanku! Ia akan tetap bersamaku! Jangan berkata tentang hidupnya jika kau tak mengenalnya! Camkan itu Jungkook ssi!" marahku.
"Hyung! Apa kau tahu rasanya ditinggalkan oleh orang yang paling berarti dalam hidupmu? Kau tidak mengerti sama sekali! Ketika dia meninggal nanti apa yang akan terjadi padamu? Ketika kau bersedih nantinya, sungguh sakit untukku melihatnya hyung.." ucapnya kemudian melengos pergi meninggalkanku sendirian di ruangan ini.
Author pov
"Mwoo? Apa aku tak salah dengar? Kau menantangku untuk berlari 100 meter? Hey hey kau tak lihat dirimu sendiri? Lihat kau begitu pucat. Kau ingin aku mengantarmu pada malaikat mautmu?" ucap serang namja bersurai kemerahan pada namja bersurai light caramel didepannya. Kemudian melengos begitu saja.
"Jika aku kalah, Seokjin menjadi milikmu." Pernyataan si rambut light caramel aka Kim Taehyung sukses menghentikan langkan si merah aka Jeon Jungkook. "Tapi jika aku menang, menjauhlah darinya. Jangan ganggu dia lagi, jangan melihatnya. Jauhkan matamu darinya." Lanjut Taehyung. Jungkook menyeringai, dia menerima tantangan Taehyung.
"Okay guys! Karna 10 menit lagi istirahat selesai, baiknya battle ini segera dimulai. Ambil posisi." Ucap seorang namja yang menjadi wasit pertandingan antara mereka berdua. "Bersedia.. Siap… Dorr" Suara tembakan melayang diudara tanda pertandingan sudah dimulai.
Pada awalnya Jungkook memimpin di depan Taehyung. Namun dengan semangat yang membara(?) untuk mempertahankan Seokjin, akhirnya Taehyung menyentuh garis finish lebih dulu dibanding Jungkook. Taehyung menang! Dan Jungkook merasa kesal dan langsung meninggalkan Taehyung sendirian dengan euphorianya. Janji adalah janji bukan?
Malamnya Taehyung menghampiri asrama Seokjin untuk mengajaknya jalan jalan. Seokjin terheran heran dibuatnya. "Heyy, kau jangan mempermainkanku babo! Kau bilang kita putus kan? Tapi kenapa kau mengajakku berkencan malam malam begini?" omel Jin. "Aku? Kapan? Aku tak merasa mengatakannya." Jawab Taehyung enteng dan melengos begitu saja. Sungguh Jin ingin menjitaknya saat itu juga.
Taehyung pov
"Hahh, malam ini indah bukan Seokkie?" ucapku merangkul lengannya. "Hmm, nee." Ucapnya. "Ehh Seokkie.." panggilku. "Nee, waeyo chagi?" "Maukah kau mengajari aku dance? Aku sangat ingin bisa dance, dan berada di kelas yang sama denganmu Seokkie,," rengekku.
"Ehh? kau mau belajar dance?" "Neee~ sebagai hadiah dan penghargaan untukku!" jawabku senang. "Hadiah? Memangnya apa yang kau lakukan sampai ingin hadiah eoh? Kau menang dari apaa?" tanyanya.
"Penghargaan untuk hidup.." "Ehh? Kau ini bicara apa eoh? Tentu saja aku akan mengajarimu sayangg~ kajja kita ke ruangan dance." Tanpa aba aba dia menggendongku ala bridal. "Hyaa apa yang kau lakukan baboo! Turunkan akuuo" omelku.
Seokjin pov
Aku sangat bersyukur malam ini, Taehyung kembali kepadaku. Yahh walaupun aku juga kesal dengannya karna sudah mempermainkanku. Tapi tak apa lah, yang penting Taehyung kembali padaku aku sudah senang.
Disinilah aku, di ruangan dance bersama Taehyung. Aneh sih sebenarnya tiba tiba dia ingin belajar dance-_- asal kalian tahu, walaupun dia tak terlalu jago, dia lumayan juga. Bulir bulir keringat di tubuhnya membuat fantasiku bergerak liar. Ohmygod Kim Seokjin.. kau harus kuatt #SeokjinSetrong/? /abaikan
Grepp…
Aku memeluknya dari belakang, mengunci pergerakannya. "SSeokkie… jangan begini, aku tak bisa bergerakk" rengeknya. Musik masih mengalun indah di seluruh penjuru ruangan. Memang sih aku memutar lagu yang sedikit mellow.
"Sstt diamlahh,," aku membalikkan badannya menghadapku, tetapi tanganku masih bertengger di pinggangnya. Yupp! Aku mengajaknya berdansa. Heyy ini momen langka, jadi harus buat memori indah#bilang aje modus bang-_-
"diam dan ikuti gerakanku chagi.." ucapku. Dia mengangguk mengiyakan. Aku meletakkan tangannya ke leherku, dan mulai berdansa mengikuti lagu. Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, dia mulai memejamkan matanya dan…
Chupp
Aku mencium bibirnya. Sedikit melumat bibirnya, dan kugigit pelan untuk mencari akses masuk dan mengabsen giginya satu persatu. "emmh Seokkiehh" desisnya. Kueratkan pelukanku pada pinggangnya, ia juga sedikit berjinjit dan menekan tengkukku memperdalam ciuman diantara kami.
Dan selanjutnya….
TBC
Ngahaha maap yak aku potong disini soalnya ngetik bagian akhirnya ini rada merinding/? Maap kalo chap ini rada absurd. Buat yang udah review kmaren makasih banyak reviewnya jangan lupa review lagii ne /tebar banner JinV
