Apa kabar readers ? adakah yang menunggu kelanjutan fanfic ini ?
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Romance, Humor (mungkin)
Warning: OOC, typo bertaburan, DLDR
Tap! Tap..tap
"KYAAAAA! LEPASS, LEPASKAN AKU !"
Dengan susah payah sakura bangun dari pangkuan pria itu
"A..apa yang coba kau lakukan?"
Pria berambut raven itu mematikan musik telepon genggamnya dan menanggalkan headset dari telinganya "Mau apa kau?" tanyanya dingin dengan menatap tajam sakura
"Aa..ano-"
"Sebelum itu...,, kenapa kau sengaja menjatuhkan dirimu?"
"sengaja? kakiku tadi tidak sengaja tersandung sesuatu dan menimpamu tau!" terlihat jelas kekesalan diwajah sakura. suara sakura yang tadinya sopan dan lembut tiba-tiba menjadi kasar dan ketus
Flashback
Kira-kira 30 menit perjalanan sakura menaiki bus dari konoha dan akhirnya sampai di pemberhentian bus yang berjarak 1 km ke tempat tujuan sakura.
Taptaptaptap..tap..ttt..app
Kaki sakura terhenti di depan gerbang sekolah Kanagame Env. High School, tempat yang ingin ditujunya sekarang ada di depan matanya.
"hosh-hosh, hosh..Wah~ ternyata berita selama ini itu benar! Sekolah ini benar-benar indah dan besar" Ucapnya takjub sambil ngos-ngosan
"Ohayou...ada apa ?" tanya seorang penjaga gerbang sekolah
"saya siswi Konoha High School desa konoha yang mengikuti kompetisi anggar antar sekolah seJepang (?) " Ucapnya sambil memperlihatkan ID Card peserta KAJ miliknya
"oh, iya silahkan masuk gedung Olahraga lantai 3 ruang yang pintunya tertulis Ruang D, Olahraga Anggar"
"arigatou gozaimasu"
SMA Kanagame Env. adalah SMA nomor 1 di Tokyo, pendirinya berasal dari Negara Inggris keturunan Jepang Inggris. Walaupun baru 7 tahun lebih didirikan, sekolah ini memiliki banyak penghargaan entah itu berbentuk piala, piagam maupun sertifikat karena sekolah ini sangat bersih dan asri, siswa-siswi sekolah ini pun notabenenya pintar, kaya dan harus SEHAT. Tidak heran sekolah ini banyak meraih piala olahraga putra maupun putri sebagai juara 1 seantero Jepang. Pokoknya sekolah ini terfavorit sayangnya untuk masuk sekolah ini perlu uang yang besar dan kalaupun lewat jalur beasiswa prestasi nilainya harus rata-rata 98, dan sekolah yang mempunyai 420 murid ini hanya mempunyai 27 siswa yang lewat jalur beasiswa prestasi. Sekolah ini mempunyai 3 tingkatan kelas, yaitu kelas 10,11, dan 12 yang masing-masing memiliki 7 kelas dengan 20 siswa tiap kelasnya, sekolah ini juga dilengkapi dengan peralatan yang mendukung kegiatan belajar-mengajar dan semua laboratorium IPA, COMPUTER, BAHASA, kelas seni, perpustakaan, gedung olahraga,UKS,Aula, canteen, wc, mempunyai peralatan yang canggih dan modern.
Sakura melangkahkan kakinya menuju gedung Olahraga, di depan gedung sekolah ini ada air mancur yang keluar dari patung malaikat bersayap memegang buku, dan di pinggir sekeliling tempat air mancur itu ada tempat duduk. Lapangan sekolahnya yg sangat besar membuat mata sakura dimanjakan dengan pemandangan sekolah yang indah.
Sakura memasuki gedung olahraga tingkat 1 dan sakura melangkah lurus hingga melewati kolam renang yang sangat besar dan sepertinya sekumpulan siswa 1 kelas lagi ada olahraga berenang dan sakura hanya memandang lurus dan keluar dari gedung olahraga sampai di tempat yang banyak sekali pepohonan dan rerumputan yang hijau segar
"sepertinya ini taman sekolah ini, wow! Luas sekali dan hufffmm..udaranya segar" ucapnya pelan sambil memejamkan matanya sejenak menghirup udara disekelilingnya
Sakura berjalan terus hingga sampai di satu tempat yang agak tersembunyi karena ditutupi banyak pohon dan kursi-kursi panjang berwarna putih berada di setiap bawah pohon, kecuali di 1 pohon ek besar yang berada agak jauh dari situ dan tanpa menyadari simpul tali sepatunya terbuka.
Gadis berambut pink itu berjalan terus ke depan hingga hampir sampai di pohon ek yang sangat besar dan berniat duduk dbawah pohon yang rindang itu sambil menunggu kolam berenang gedung olahraga sepi agar ia dapat menemukan lift untuk ke tingkat 3 di gedung olahraga yang besar tersebut, karena entah kenapa ia malu bertemu siswa SMA ini.
Sesampainya sakura di pohon ek itu, terlihat kaki seseorang yang terlentang lurus sedang baring dibalik pohon dari tempat sakura berdiri
"siapa ya orang itu?" sakura menghampiri
"Ternyata orang ini sedang duduk dan dia pria" Gumam sakura yang kini memperhatikan dengan detail seorang pemuda yang memakai seragam siswa SMA Kanagame, Baju putih dengan lengan baju yang pendek dan 1 kancing atas baju yang terbuka tanpa dasi, celana panjang berwarna biru gelap yg sedang duduk dengan menyandarkan badannya di pohon dan dengan mata yang tertutup, dan kaki kirinya terbaring lurus di atas rumput sedang kaki kanannya ditekuk sedikit ke atas dengan menopang tangan kanan diatas lutut kakinya, sambil memakai headset dengan kepala sedikit mendongak bersandar pada pohon dan tangan kirinya memegang handphone yang terletak disampingnya.
Gadis berambut pink itu berjalan mendekati objek asing di depannya dan berniat duduk jongkok disamping kiri menghadap objek itu untuk bertanya
Pria itu sedaritadi tau dan merasakan ada sosok orang yang sedang berdiri didekatnya, ia membuka matanya dan ketika ia ingin melihat sosok itu sepertinya akan menimpa dirinya
Sakura hampir sampai tepat disebelah pria itu, tinggal selangkah dan ketika sakura melangkahkan kakinya kedepan ia tanpa sadar menginjak tali sepatunya yang sedaritadi tanpa sepengetahuannya simpul tali itu terbuka dan,-
DBUMMM!
Sakura terjatuh diatas sesuatu yang tidak membuatnya merintih kesakitan. Yaa sakura berada dipangkuan pria ini dengan sanggahan kedua tangan kekarnya yg melingkar di bagian bawah leher sakura. untungnya waktu sakura terjatuh ia mencoba menyeimbangkan dirinya dan badannya terputar 90 derajat sebelum menimpa pria itu (kok bisa begitu?)
Mata emerald sakura membelalak bertemu dengan mata onyx tajam pemuda itu.
-Flashback Off-
"baiklah, aku akan berpura-pura kalau kau tidak sengaja"
"hei! Aku benar-benar tidak sengaja"
"kalau begitu minta maaf dan berterimakasihlah padaku"
"hah ? untuk apa aku berterimakasih ?"
"sudahlah. membuang waktu saja" ucap pria itu lalu berdiri dan meninggalkan sakura di tempat itu
Untung saja aku tidak jadi menanyakannya untuk mengantarkanku ke tempat kompetisi anggar, orangnya saja semenyebalkan itu... Gumamnya kesal dalam hati
-Beberapa jam kemudian-
Sakura keluar dari ruang anggar dengan wajah yang ceria namun penuh peluh membasahi wajah dan seragam sekolahnya yang tadinya pada saat pertandingan melawan 5 siswi dari perwakilan tiap sekolah dari 1 desa maupun 4 kota menggunakan pakaian anggar dan sekarang ditangannya ia memegang piala sebagai juara 2 karena tadi lawan tersulitnya adalah Tenten siswi yang berasal dari sekolah Kaganame ini sendiri.
Kyaaa~~ Sasuke-kun! Pujaan hatiku~. Sasukeeee~
Jeritan yang menggema sangat jelas dari siswi-siswi yang entah di mana membuat sakura penasaran akan orang yang disoraki oleh siswi SMA ini
Sakura pun segera mendekati suara-suara itu yang berasal tidak jauh dari ruang olahraga anggar sebelumnya, tepatnya sakura sekarang dengan berjinjit meninggikan dirinya yang terhalang oleh segerombolan besar siswi-siswi yang lagi teriak-teriak histeris memperhatikan sesuatu dari balik kaca bening ruangan itu. Ruang musik tepatnya.
"Sasuke-kun! Sasuke semangat! Sasukee"
"aww" pekik sakura sambil menutup telinganya dari teriakan orang di belakangnya dan menjauh sedikit dari kerumunan itu
"kamu penasaran ya kenapa banyak orang mengerumuni tempat ini?"
"hmm,iya. Kenapa mereka daritadi menyebut nama sake terus"
"hyahaa..bukan sake tapi sasuke. Dia adalah siswa sekolah ini yang sangat pintar, anak kedua dari salah satu Investor terbesar sekolah ini, mempunyai bakat dalam memainkan alat musik bass dan gitar dan lumayan tampan"
"oh, hehee..rupanya sasuke" ucapnya malu kepada tenten karena salah menyebut nama itu "lalu..mereka adalah fans orang itu?"
"Yaa begitulah. Walaupun suara mereka terdengar oleh sasuke sangat kecil hampir tak terdengarkan ditambah suara musik dan nyanyian band sasuke yang membuat suara teriakan-teriakan fansnya tak terdengar sama sekali, tetap saja mereka bersikeras untuk menyeangati idola mereka"
"Oo" responnya disertai anggukan tanda mengerti "tapiii... kenapa orang itu tidak mendengarnya ? apa dia punya masalah dengan pendengarannya" tanya sakura seraya berbisik kepada tenten
"haa. Bukan Haruno Sakura! Dia bukannya bermasalah dengan pendengarannya, tapi ruang musik sekolah ini memiliki dinding yang kedap suara. Jadi mereka tidak akan terganggu dan ruang sebelah juga tidak akan terganggu" Tenten tertawa kecil karena pertanyaan sakura
"oh, hehe begitu ya" katanya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Hei, kalian jangan menghimpitku seperti ini. Sesak! Nanti saja minta foto atau tanda tangannya !" kata seorang pria yang bernama Shino
"kePDan" kata seorang pria berambut indah berwarna coklat dengan datar. Sebut saja Neji
Ketika beberapa siswa keluar dari ruangan itu, sampai terkagum-kagumnya ada yang pingsan, mimisan, bahkan mati suri (author alay! JDUAAK)
Tiga pria di depan berjalan diikuti seorang pria berambut raven melintas di samping Sakura
"eh? Bukannya dia tadi yang di belakang gedung olahraga ya?" Sakura berbalik melihat orang yang melewatinya sambil mengingat-ngingat kembali
"itu yang namanya Sasuke" ucap Tenten
"jadi dia Sasuke?"
