Babies, I Love You

Title : Babies, I Love You

Writer : LeeHunHan947 (Lee)

Genre : Romance, Family

Rated : T

Main Casts :

.Kim Jong In (Kai)

.Do Kyung Soo (Dio)

Support Casts : HunHan, ChanBaek, SuLay, KrisTao, ChenMin and others

Warning : GS (Gender switch), OC (Original Character), OOC (Out of character), Typo(s), bahasa non baku

# LEEHUNHAN947#

"Hei ada apa ini? Kenapa kau terlihat kesetanan seperti itu?" Tanya Luhan pada seorang namja yang terus menekan bel dan menggedor pintu apartment Kyungsoo.

"Mian- Loh Lu noona? Sehun? Kalian..." ujar Kai yang terkejut saat mendapati Luhan dan Sehun yang kini berdiri di sampingnya.

"Sedang apa kau disini? Lalu kenapa kau terus menggedor-gedor pintu apartment Kyunggie?" Tanya Luhan pada Sehun.

"Apa noona tahu kemana pemilik apartment ini pergi? Aku mencarinya, noona... Dia telah membawa Mini dan Moon. Pemilik kedai bilang jika orang ini yang membawanya bahkan memberikan alamat apartmentnya padaku." Ujar Kai dengan wajah khawatir.

"Ohh jadi kau appa yang tega meninggalkan anaknya begitu saja di kedai, eoh? Appa macam apa kau ini, Kai?" Ujar Luhan dengan intonasi yang meninggi.

"Mereka bukan anakku, noona... Mereka itu..."

"Bahkan kau tidak mengakui anak-anakmu itu, eoh? Ayah macam apa kau ini, Kai?" Kesabaran Luhan hilang. Ingin rasanya Luhan menarik kerah baju Kai namun Sehun menahannya.

"Hannie... Sudahlah... Jangan emosi seperti ini..." Sehun mencoba menenangkan Luhan yang sudah emosi. Luhan memang termasuk salah satu yeoja yang sangat sensitif. Ia akan mudah terpancing kemarahan jika ada sesuatu yang membuatnya kesal.

"Aku bisa menjelaskan semuanya... Mereka itu..."

"Appa!" Teriak Mini dan Moon dan langsung memeluk Kai saat mereka keluar dari dalam apartment Luhan.

"Apa yang mau kau jelaskan lagi, Kai?" Luhan memasang kuda-kuda ingin menghajar Kai. Menarik kerahnya dan meninjunya hingga Kai babak belur serta menendang bokongnya hingga terlempar ke Mars. Meski Luhan seorang yeoja, tenaganya cukuplah kuat.

"Hannie, sudah tenang dulu... Lebih baik kita ajak Kai masuk agar dia bisa menjelaskan semuanya..." ujar Sehun setenang mungkin.

"Haaa cepat masuk! Atau kalau tidak, aku akan mengirimmu ke Mars dengan satu tendangan." Ujar Luhan kasar. Sehun hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan yeojachingunya. Ia memaklumi kenapa Luhan bisa semarah itu. Sementara Kai hanya bisa menurut atau ia akan benar-benar dikirim ke Mars oleh Luhan.

"Yeeee aku senang akhirnya appa datang..." ujar Mini dan Moon bersamaan sambil tersenyum ke arah Kai yang dibalas senyum simpul oleh Kai.

"Sekarang kau duduk, dan jelaskan semuanya." Ujar Luhan dengan nada ketusnya. Sehun duduk di samping Luhan berjaga-jaga kalau emosi Luhan kembali meninggi.

"Aku harus menjelaskannya darimana?" Tanya Kai polos dan mendapatkan death glare dari Luhan.

"Lebih baik kau jelaskan dulu siapa anak-anak ini sebenarnya lalu alasan kenapa kau bisa meninggalkan mereka di kedai es krim." Ujar Sehun dengan suara tenang.

"Mini dan Moon ini adalah anak dari noonaku. Jadi mereka keponakanku-"

"Tapi kenapa mereka memanggilmu dengan sebutan 'appa'?" Potong Luhan.

"Aku juga tidak tahu. Aku sudah mengajari mereka untuk memanggilku paman namun mereka tidak mau." Jelas Kai namun Luhan masih menatapnya dengan tatapan jangan-bodohi-aku.

"Sungguh! Mereka menolak memanggilku paman!" Tegas Kai.

"Mini, Moon... Apa benar Kai adalah paman kalian?" Tanya Luhan dengan lembut berbanding 180 derajat saat ia bertanya pada Kai. Mini dan Moon yang sedaritadi duduk manis di sana saling berpandangan.

"Kai appa!" Teriak Mini dan Moon bersamaan sambil tersenyum. Luhan kembali bersmirk saat melihat Kai.

"Dia appa kami!" Ujar Moon sambil menunjuk Kai. Kai hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Ya! Anak kecil tidak mungkin berbohong! Kau masih mau menyangkal jika mereka bukan anakmu, eoh?" Tanya Luhan sinis pada Kai. Sedang Sehun hanya bisa menghela nafasnya sambil mengajak Mini dan Moon ke dapur untuk mengambil cemilan sementara Luhan dan Kai masih saling berdebat.

Sehun, Mini dan Moon kini berada di meja makan. Sehun memberikan mereka beberapa snack, cokelat dan permen untuk Mini dan Moon. Kedua anak kembar itu tentu saja sangat senang mendapatkan makanan kesukaan mereka. Mini tak henti-hentinya memakan snack rasa keju nya hingga mulutnya belepotan dengan remah-remah snack itu. Moon sedang memakan cokelatnya. Sama seperti Mini, mulut Moon kini juga penuh dan belepotan dengan cokelat. Sehun hanya bisa tersenyum melihat kedua anak kembar itu memakan makannya dengan nikmat.

Sehun masih dapat mendengar dengan jelas perdebatan antara Luhan dan Kai. Mereka masih sama-sama merasa benar dan saling menuduh. Sehun menghela nafasnya. Ia sangat mengenal baik Luhan bahkan Kai juga. Luhan yang ia kenal adalah seorang yeoja yang pintar, manis, ramah, baik hati dan keras kepala. Ya kekeras kepalaannya inilah yang menyebabkan perdebatan itu tidak kunjung selesai. Kai juga begitu. Dibalik sifat cueknya, Kai sebenarnya sangat tempramental. Sehun tidak tahu kapan perdebatan itu akan berakhir.

Tak lama Sehun sudah tidak mendengar perdebatan antara Luhan dan Kai lagi. Sehun tersenyum lega. Sehun mengajak Mini dan Moon yang kini sudah bersih dari snack dan cokelatnya kembali ke ruang tengah apartment milik Luhan. Sehun bisa melihat kini Luhan dan Kai sudah duduk dan saling diam. Namun mereka saling menatap dengan tatapan yang sangat tidak Sehun mengerti. Sehun kembali duduk di samping Luhan.

"Sudah selesai berdebatnya? Lalu apa hasil yang kalian dapat?" Tanya Sehun pada keduanya -Luhan dan Kai. Luhan dan Kai hanya saling mengangkat bahu membuat Sehun bingung juga.

Sehun jadi ikut terdiam karena tidak mendengar respon dari Luhan maupun Kai yang masih saling bertatapan dengan tatapan err yang tidak mudah di mengerti. Sehun mengalihkan pandangannya pada Mini dan Moon yang duduk manis di samping Kai. Mereka juga hanya terdiam dan mengerjapkan mata mereka, memandang bingung ke arah Luhan, Kai dan dirinya. Sehun sesekali dapat melihat mereka yang mencoba menahan kantuk dan menguap. Terlebih saat Moon mendekatkan dirinya dengan Mini dan mulai memejamkan matanya. Mini mengelus rambut adik kembar kesayangannya membiarkan Moon tertidur bersandar dibahunya.

"Aigoo sampai kapan sih kalian ssperti ini terus? Hei apa kalian tidak sadar? Mini dan Moon sudah mengantuk. Jadi Hannie, Kai, hentikan perdebatan konyol kalian ini ya. Hannie biarkan Kai membawa Mini dan Moon pulang. Mereka butuh istirahat." Ujar Sehun bijak dan tepat mengambil keputusan sebelum suasana disana kembali memanas.

"Aishh arra, arra... Sudah sana kau pergi! Kau bisa selamat kali ini karena Mini dan Moon. Jika tidak ada mereka, kau pasti benar-benar aku habisi. Sudah sana pergi! Bawa mereka pulang dan biarkan mereka istirahat!" Ujar Luhan ketus.

"Ne, selamat malam... Mini, Moon ucapkan salam untuk ahjushi dan ahjumma dulu..." Ujar Kai pada kedua keponakannya itu.

"Selamat malam ahjushi, ahjumma..." ujar Mini dan Moon bersamaan lalu berjalan bersama Kai keluar dari apartment itu.

Kini Kai dan kedua keponakannya sudah berada di dalam mobil. Kai sedang menyetir, sementara kedua keponakanya sedang tertidur di jok belakang. Sepertinya kedua keponakannya itu benar-benar lelah. Kai menperhatikan kedua keponakannya yang tertidur dari dalam spion mobilnya. Sesekali ia tersenyum menatap wajah damai Mini dan Moon.

Kai memarkirkan mobilnya di basement apartmentnya seperti biasa. Ia berniat untuk membangunkan kedua keponakannya itu karena tak mungkin kan ia menggendong keduanya sampai ke apartment miliknya? Namun belum sempat ia membangunkan keponakannya, Mini sudah terbangun lebih dulu.

"Kita sudah sampai..." ujar Kai yang dibalas anggukan saja oleh Mini. Mini mengerjapkan matanya lucu membuat Kai gemas dengan keponakannya satu itu.

"Moon... Kajja bangun... Kita sudah sampai..." Mini mencoba membangunkan sang adik yang masih tertidur namun Moon sama sekali tidak bergerak. Ia masih terlelap.

"Yasudah biar appa yang menggendongnya saja ya..." balas Kai lalu turun dari mobilnya dan membuka pintu belakang kemudian menggendong tubuh Moon yang tertidur.

Kai, Mini serta Moon yang berada digendongan Kai, berjalan ke arah lift untuk menuju lantai 12 tempat apartment Kai berada. Di dalam lift hanya ada keheningan. Mini berulang kali menguap sepertinya Mini memang sudah benar-benar mengantuk.

Tringgg

Pintu lift pun terbuka. Kini mereka sudah berada di lantai 12 tempat apartment Kai berada. Kai menggandeng tangan Mini dengan sebelah tangannya yang bebas berjalan menuju ke apartmentnya. Lorong apartment itu sangat sepi. Wajar jam sudah menunjukkan pukul 21.30 KST dan Kai yakin pasti pemilik apartment lain juga sudah terlelap.

Pipp

Pintu apartment itu terbuka setelah Kai memasukkan password apartmentnya. Seketika lampu di dalam ruangan apartment itu menyala dengan sendirinya saat Kai melangkah masuk. Kai membawa Mini dan Moon ke kamar kosong -kamar tamu yang ada di sebelah kamarnya. Apartment Kai memang memiliki fasilitas 2 kamar. Yang 1 ia gunakan untuk dirinya sedang yang 1nya ia gunakan untuk tamu yang ingin menginap.

Kai membaringkan tubuh Moon yang sudah terlelap di tempat tidur berukuran queen size. Mini juga mulai naik ke tempat tidur. Matanya sudah setengaj terpejam. Mini membaringkan tubuhnya di samping Moon yang sudah terlelap dan ikut terlelap bersama. Kai menarik sebuah selimut dan menutupi tubuh kedua keponakannya hingga sebatas dada. Kai mematikan lampu yang menerangi ruangan itu dan menyalakan lampu meja yang ada di nakas agar ruangan itu sedikit lebih terang. Kai meninggalkan kamar itu dan beranjak ke kamarnya. Ia juga merasa sangat lelah. Ia ingin segera tidur sekarang.

.

.

.

Matahari mulai menunjukkan cahayanya. Hari sudah pagi. Cahaya matahari pagi memenuhi sebuah ruangan membuat seorang ahh ani dua anak-anak mengerjapkan matanya karena silau. Anak pertama itu adalah seorang yeoja. Ia bangun dari tidurnya sambil mengucek matanya. Tepat disebelahnya ada seorang namja mungil yang melakukan hal yang sama dengan yeoja itu. Kedua anak itu adalah Mini dan Moon. Mereka sama-sama menguap membuat mereka tertawa bersamaan. Mungkin lucu karena melakukan hal yang sama berbarengan. Mini dan Moon langsung turun dari tempat tidur mereka dan keluar kamar.

"APPAAAAAAAA!" Teriak Mini dan Moon bersamaan saat ia masuk ke dalam kamar yang di tempati seorang namja tan, siapa lagi jika bukan Kai.

"Appa... Ireonaaaaa" Mini dan Moon mencoba mengguncangkan tubuh Kai namun tak ada pergerakan dari Kai.

"Appa... Ireona... Ireona..." Moon memukul-mukul lengan Kai. Namun tetap saja Kai sama sekali tidak bergerak.

"APPAAAAA PALLI IREONAAAAA" Mini menjerit namun sama tak ada pergerakan dari Kai. Mini dan Moon saling berpandangan. Mereka sedang memikirkan bagaimana cara yang ampuh untuk membangunkan 'appa' mereka.

"Appa! Appa! Appa!" Mini dan Moon kini sedang melompat-lompat di tempat tidur Kai, tepatnya di samping tubuh Kai namun Kai malah menarik selimutnya dan tertidur kembali.

"Noona apa yang harus kita lakukan lagi untuk membangunkan appa?" Tanya Moon putus asa kepada Mini.

"Appa! Ireona! Ireona! Palli ireona!" Mini menendang-nendang tubuh Kai tidak sopan karena ia sudah tidak tahu cara apa yang bisa mereka lakukan untuk membangunkan 'appa' mereka.

"Aishh appo... nyem nyem nyem..." Hanya itu reaksi yang dikeluarkan Kai dan kembali tertidur. Mini dan Moon hanya menghela nafasnya. Mereka lelah. Akhirnya mereka memutuskan untuk keluar kamar.

Mini dan Moon kini sudah berada di ruang tengah. Mereka menyalakan TV layar datar di sana dengan volume besar dan menonton cartoon favorite mereka, Pororo. Mini dan Moon bernyanyi saat mendengar sountrack Pororo saat cartoon pingun biru berkacamata itu mulai. Mini dan Moon tidak pernah melepaskan pandangan mereka dari televisi. Mereka fokus menonton bahkan tertawa keras saat melihat ada adegan yang menurut mereka lucu.

"Pororo, pororo, pororo, pororo po-ro-ro..." Moon melompat-lompat di atas sofa sambil bernyanyi lagu Pororo sementara Mini memukul-mukul bantal ke sofa meluapkan rasa senang mereka.

"Haaa noona... Moon lapar..." Ujar Moon setelah lelah melompat-lompat.

"Nado... Kajja kita cari makanan di dapur!" Mini segera menarik tangan Moon dan berlari ke arah dapur untuk mencari sesuatu yang dapat mereka makan.

"Noona... Ada roti! Aku mau! Aku mau!" Teriak Moon saat melihat sebungkus roti yang ada di atas lemari dapur.

"Akan noona ambilkan. Tunggu ya..." Mini menyeret sebuah kursi dan menaikinya agar ia bisa menggapai roti yang letaknya cukup tinggi itu.

"Ahhh happp dapat... Ini untuk Moon..." Mini memberikan roti itu untuk saengnya.

"Noona ada susu! Aku juga mau susu!" Ujar Moon saat ia membuka pintu lemari es.

"Ambil saja... Appa pasti tidak akan marah... Ahh ada banyak snack disini..." Mini membuka sebuah lemari kecil dan mendapatkan banyak bungkus snack di dalamya. Ia pun langsung mengambil snack-snack itu seenaknya dan membawanya ke ruang tengah.

Kringggggg Kringggggg

Jam beker berbunyi menggangu tidur Kai. Kai sangat sangat sangat membenci suara jam beker -musuh nya itu. Namun Kai tanpa banyak melawan segera bangkit dan mematikan jam beker yang berbunyi itu dan berjalan keluar kamar. Kai berjalan ke arah dapurnya. Matanya masih setengah terbuka dan terkadang ia masih menguap. Namun baru beberapa langkah Kai keluar, ia langsung di kejutkan sesuatu.

"IGE MWOYA? MINI? MOON?" Teriak Kai saat mendapati ruang tengah apartmentnya yang sudah terlihat berantakan dan kotor. Banyak serbuk-serbuk snack serta tumpaham susu di atas meja dan lantai.

Mini dan Moon yang mendengar teriakan Kai langsung terdiam dan menundukkan wajahnya. Mereka takut dengan teriakan Kai tadi. Kai menghampiri mereka dengan mata yang melotot membuat Mini dan Moon merasa sangat takut. Mereka berdua saling duduk berdekatan dan memeluk satu sama lain. Mereka tidak berani menatap Kai.

"Apa yang kalian lakukan sebenarnya, eoh?" Tanya Kai dengan suara meninggi. Bisa terlihat bahu Mini dan Moon yang bergetar. Mereka ketakutan.

"Sekarang jelaskan!"

"Huweeeeeeee eommaaaaa hiksssss eommaaaaaa" Mini dan Moon malah menangis kencang dan memanggil eomma mereka membuat Kai frustasi.

"Aishh kenapa kalian menangis sih? Bikin repot saja!" Kai mengacak rambutnya frustasi. Namun Kai juga tidak tega melihat kedua keponakannya menangis.

"Haaa mian, mian... Uljima ne?" Rayu Kai agar Mini dan Moon berhenti menangis.

"Huweeeee hikss hikss eommaaaa... Kami mau eomma... hikss hikss" bukannya berhenti, Mini dan Moon malah semakin menangis.

"Eomma? Tapi eomma kalian sedang tidak ada disini..." Kai pusing sendiri karena Mini dan Moon terus-terusan memanggil eomma mereka.

"Huweeee eommaaaaa" tangis Mini dan Moon masih belum juga berhenti. Kai hanya bisa menghela nafasnya panjang.

"Uljima, ne... Apa yang kalian mau es krim? Akan a-appa belikan untuk kalian... Jadi jangan menangis ne..." Ujar Kai dengan suara lembut. Ia tidak mau menakuti kedua keponakannya lagi. Dan hanya cara itu yang bisa ia gunakan untuk membuat kedua keponakannya menangis seperti saat pertama mereka bertemu.

"Hiksss shireo! Hikss nanti kami ditinggal disana hikss hikss" balas Mini sambil terisak.

Ucapan Mini tadi membuat Kai terdiam, merasa bersalah. Ia jadi mengingat betapa bodohnya dirinya bisa meninggalkan kedua keponakannya begitu saja di kedai es krim. Untung saja keponakannya baik-baik saja karena ditolong... Kai lupa siapa yeoja yang berbaik hati menolong kedua keponakannya. Yeoja bermata bulat yang meski terlihat seram saat marah namun juga terlihat imut saat bingung. Kai menggelengkan kepalanya menyadarkan dirinya dari lamunan akan yeoja bermata bulat itu.

"Haaaa... Lalu apa yang kalian mau? Appa akan turuti asal kalian tidak menangis lagi. Bagaimana?" Tawar Kai mencari cara agar kedua keponakannya itu tidak menangis lagi.

"Hikss hikss kami mau Kyungsoo ahjumma disini... Hikss hikss." Ujar Moon sambil terisak.

"Mwo? Kyungsoo? Siapa dia? Bukankah yang kalian temui adalah Luhan ahjumma dan Sehun ahjushi?" Tanya Kai bingung karena keponakannya menyebutkan nama yang asing di telinga Kai.

"Kyungsoo ahjumma yang menemani kami menunggu appa di kedai es krim kemarin... Tapi appa tidak datang-datang makanya kami diajak ke apart-"

"Kyungsoo? Ahjumma yang memiliki mata bulat itu?" Potong Kai dibalas anggukan dari Mini dan Moon.

"Ne... Appa ajak Kyungsoo ahjumma kesini ya... Jebal..." ujar Mini dengan puppy eyesnya.

"Untuk apa?" Tanya Kai yang tidak tahu kenapa keponakannya itu bersikeras meminta Kyungsoo untuk ke apartmentnya.

"Appa... Jebal... Kami mau Kyungsoo ahjumma..." Mohon Mini dan Moon dengan puppy eyes mereka.

"Baiklah... Appa akan mengajak Kyungsoo ahjumma ke sini. Jadi jangan menangis lagi, arra?" Ujar Kai yang dibalas teriakan senang dari Mini dan Moon.

.

.

.

Setelah membersihkan diri, Kai langsung menuju mobilnya. Ia akan pergi ke apartment kemarin yang ia kunjungi untuk menjemput Kyungsoo sesuai permintaan kedua keponakannya. Mini dan Moon tidak ikut. Jadi mereka berdua tinggal di apartment Kai. Sebenarnya Kai tidak tega meninggalkan kedua keponakannya di apartment namun saat Kai mengajak mereka untuk pergi bersama, mereka menolak. Jadi mau tidak mau ia menuruti keinginan mereka.

Kai mengendarai mobilnya membelah jalanan Seoul yang cukup padat hari ini untuk menuju ke apartment Kyungsoo. Selama perjalanan ia hanya bersenandung kecil mengikuti lagu yang ia putar di dalam mobilnya. Tanpa sadar mobilnya sudah berhenti di sebuah apartment. Kai segera keluar dari mobilnya dan menuju ke apartment yang kemarin sempat ia datangi.

Kai bisa melihat banyak pandangan para yeoja yang lewat di dekatnya selalu memandangnya dan tersenyum kearahnya. Bukannya terlalu percaya diri, tapi Kai memang sudah biasa di tatap seperti itu oleh para yeoja. Ya Kai tampan, penampilannya keren apalagi kulit tan nya yang terlihat eksotis serta smirk mematikan yang dimilikinya membuat para yeoja banyak menggilainya. Namun meski begitu, tak ada satupun dari mereka yang Kai sukai. Bukan berarti dia menyukai sesama jenis ya, tapi sampai saat ini Kai belum menemukan sosok yeoja yang benar-benar menarik perhatiannya.

Langkah Kai kini sudah terhenti di depan sebuah pintu apartment berwarna pastel. Ia terdiam, bingung harus melakukan apa. Mungkin ia merasa canggung karena tidak mengenal pemilik apartment tersebut. Kai menghela nafasnya membuang rasa kegugupannya dan mencoba menekan bel.

Ting Tong

Kyungsoo baru saja selesai mandi. Terlihat dari rambut hitam sebahunya yang masih basah dan handuk yang menutupi kepalanya. Baju bagian bahunya juga terlihat basah karena tetesan air dari rambutnya yang masih basah itu.

Ting Tong

Bell kembali berbunyi membuat Kyungsoo cepat-cepat ke pintu karena tidak mau jasa pengantar laundry menunggu lama di depan pintu. Ya seperti hari-hari sebelumnya saat jam seperti ini pasti pengantar laundry sudah datang membawa pakaian dirinya yang di laundry hari sebelumnya. Kyungsoo membuka pintunya dan mendapati seorang namja berdiri disana dengan senyum canggung.

"Hari ini, berapa?" Tanya Kyungsoo pada Kai yang menaikan alisnya tidak mengerti dengan ucapan yeoja di hadapannya itu.

"Mwo? Maksudnya?" Kai balik bertanya.

"Biaya laundry nya. Berapa?" Tanya Kyungsoo dengan senyum di wajahnya.

"A-aku bukan petugas laundry... Aku kesini untuk... Hmm..." Kai sedikit bingung untuk menyampaikan tujuan kenapa ia bisa datang kesini.

"Ahh mianhae... Aku kira kau petugas laundry... Hmn masuklah dulu. Maaf apartmentku masih sedikit beranta-"

Belum sempat Kyungsoo menyelesaikan perkataannya, Kyungsoo tersandung sebuah sandal yang tepat berada di belakang kakinya membuat tubuhnya hampir saja terjungkal ke belakang jika Kai tidak menarik tangannya. Kyungsoo merasa jantungnya berdetak tidak menentu saat tubuhnya mendarat tepat di dada Kai. Dan ia juga bisa mendengar detak jantung Kai yang berdetak seirama dengan jantungnya. Wajah Kyungsoo seketika memerah mengetahuinya.

"Ahh mi-mianhae..." Kai langsung melepaskan pelukannya. Ia jadi salah tingkah saat Kyungsoo menatap dirinya.

"Go-gomawo... Ma-masuklah dulu..." ujar Kyungsoo sambil berjalan masuk kembali ke dalam apartmentnya dengan wajah tertunduk.

Kai berjalan masuk ke dalam apartment Kyungsoo yang terlihat lebih kecil dari apartment miliknya terlihat dari jarak antar ruangan yang berjarak dekat serta hanya terdapat sebuah kamar tidur. Kai mendudukan dirinya di sofa putih milik Kyungsoo. Ia menatap apartment itu terlihat sangat bersih dan rapi berbeda dengan apartment nya yang err bisa di bilang tidak serapi dan sebersih apartment Kyungsoo ini.

"Ini, minumlah dulu... Maaf hanya ada ini disini... Aku belum belanja." Kyungsoo memberikan segelas air pada Kai.

"Tidak perlu repot-repot..." balas Kai sambil tersenyum pada Kyungsoo yang kini duduk di sofa yang bersebrangan dengannya.

"Lalu apa tujuanmu ke apartmentku... Dan sepertinya aku err maaf tidak kenal denganmu..."

"Oh ya. Aku Kai. Kau Kyungsoo kan? Apa kau tidak mengingatku?" Tanya Kai pada Kyungsoo yang nampak sedang berpikir.

"Kai? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" Kyungsoo malah balik bertanya pada Kai.

"Hmm kau mengingat Mini dan Moon? Kemarin aku yang pergi dengan mereka ke kedai es-"

"Oh jadi kau appa Mini dan Moon? Haa maaf aku tidak ingat... Dan untung paman pemilik kedai itu menyampaikan pesanku padamu. Bagaimana kabar Mini dan Moon?" Tanya Kyungsoo dengan suara lembut membuat Kai bingung. Sifat Kyungsoo benar-benar berbeda dari bayangannya. Ia berpikir Kyungsoo akan marah seperti Luhan saat mengetahui jika aku yang meninggalkan Mini dan Moon begitu saja di kedai.

"Kau tidak marah padaku?" Tanya Kai membuat Kyungsoo terkekeh.

"Marah? Kenapa aku harus marah? Karena kau tiba-tiba meninggalkan Mini dan Moon begitu saja di kedai?" Kyungsoo masih terkekeh mengetahui apa yang dipikirkan oleh Kai.

"Aku tahu kemarin kau pasti sedang memiliki masalah di kantor dan harus biru-buru pergi makanya kau tiba-tiba bisa meninggalkan Mini dan Moon begitu saja. Aku bisa melihatnya dari wajahmu saat kau berjalan keluar dari kedai." Jelas Kyungsoo.

"Lalu kenapa kau mau menemani Mini dan Moon yang notabene nya tak pernah kau kenal sebelumnya bahkan rela menunggu hingga 5 jam bersama mereka?" Tanya Kai pada Kyungsoo yeoja baik hati itu.

"Ya itu karena aku tidak tega dengan mereka. Makanya aku mau menemani mereka menunggumu disana. Lalu sebenarnya apa tujuanmu kemari? Hanya bertanya soal kemarin saja?"

"Ani... Sebenarnya aku kemari karena ingin mengajakmu ke apartmentku. Mini dan Moon ingin kau kesana." Jelas Kai.

"Mwo? Untuk apa?"

"Aku juga tidak tahu. Mereka tadi memintaku untuk menjemputmu dan mengantarkanmu bertemu dengan mereka." Kyungsoo nampak berpikir.

"Maaf jika aku mengganggu acara Hari Minggumu ini. Tidak apa jika kau tidak bisa. Aku akan menjelaskannya pada mereka jika kau memi-"

"Ani. Tidak apa. Aku bisa ikut denganmu kok. Kebetulan hari ini aku juga tidak ada acara dan ingin bertemu dengan mereka. Lalu kapan kita akan pergi?" Potong Kyungsoo.

"Hmm jika kau sudah siap ya kita berangkat." Ujar Kai dengan senyum yang tergambar di wajahnya.

"Baiklah tunggu 5 menit aku mau ganti pakaian dulu ya..." Kyungsoo langsung melesat ke dalam kamarnya meninggalkan Kai di ruang tengah.

Kyungsoo kini sudah duduk di dalam mobil yang Kai bawa. Suasana di dalam mobil cukup hening. Tak ada pembicaraan di antara keduanya, yang terdengar hanya sebuah lagu yang terus mengalun yang sengaja Kai putar selama perjalanan. Kyungsoo memandangi jalanan, mobil dan gedung-gedung yang mereka lalui tanpa menolehkan kepalanya ke arah Kai.

"Maaf ya..." ujar Kai tiba-tiba membuat Kyungsoo menolehkan kepalanya kepada Kai.

"Maaf? Untuk apa?" Tanya Kyungsoo tidak mengerti.

"Kita baru kenal tapi aku sudah banyak merepotkanmu, mengganggumu..." ujar Kai merasa tak enak pada Kyungsoo.

"Merepotkan? Mengganggu? Aku sama sekali tidak merasa begitu kok... Jadi jangan merasa tak enak padaku. Jika kau butuh bantuan kau bisa bilang padaku dan aku pasti akan membantu." Ujar Kyungsoo tulus.

"Kau memang yeoja yang sangat baik. Beruntung sekali pacarmu memiliki yeoja sebaik dirimu." Ujar Kai membuat pipi Kyungsoo bersemu.

"Pa-pacar? Aku belum punya pacar." Ujar Kyungsoo dengan suara pelan bahkan hampir tak terdengar.

"Eoh? Benarkah? Padahal kau cantik dan baik hati. Bodoh sekali namja di dunia ini jika tak ada yang tertarik padamu hahahaha" ujar Kai tanpa sadar. Pipi Kyungsoo terlihat bertambah memerah mendengar celetukan Kai itu.

"Ahh kita sudah sampai..." Kai memarkirkan mobilnya di basement. Kyungsoo pun sudah turun dari mobil Kai dan mengikuti kemana Kai pergi karena ia kan tak tahu dimana letak apartment Kai.

Kyungsoo berjalan di belakang Kai seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Kai yang sadar jika Kyungsoo berjalan di belakangnya, seketika itu juga ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang membuat Kyungsoo terkejut. Kai hanya terkekeh melihat ekspresi terkejut Kyungsoo yang sangat terlihat lucu.

"Jangan berjalan di belakangku begitu. Berjalan beriringan denganku. Aku jadi merasa tidak enak tau!" Ujar Kai lalu menarik tangan Kyungsoo agar berjalan di sampingnya.

Kyungsoo pun hanya diam dengan perlakuan Kai yang tiba-tiba menggenggam tangannya dan mengajaknya berjalan beriringan. Jantung Kyungsoo berdetak lebih cepat saat merakan tangan besar Kai menggenggam tangan kecilnya dengan erat. Kyungsoo menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang sudah memerah.

Di dalam lift, mereka bertemu dengan beberapa yeoja yang saling berbisik dan melirik ke arah mereka. Kai yang sadar dibicarakan para yeoja itu hanya cuek sementara Kyungsoo semakin menundukkan kepalanya dan bersembunyi di balik punggung Kai. Para yeoja itu menatap Kyungsoo iri mungkin karena Kai yang terus menggandeng tangannya layaknya seperti sepasang kekasih. Namun Kyungsoo memikirkan hak lain. Ia jadi teringat mungkin saja para yeoja tadi membicarakannya karena mereka tahu jika Kai sudah memiliki pasangan bahkan anak.

"Wae? Kenapa menundukkan kepalamu terus? Apa lantai di lift ini lebih menarik perhatianmu?" Bisik Kai tepat di telinga Kyungsoo membuat Kyungsoo langsung mengangkat kepalanya dan menatap Kai.

"A-ani... Hanya saja aku malu terus di tatap mereka... Karena... Ini..." Kyungsoo mengangkat tangannya yang digenggam erat Kai tinggi-tinggi membuat wajah Kai sedikit memerah. Ia tidak sadar jika sedaritadi menggenggam tangan Kyungsoo cukup erat.

"Ahh mi-mianhae..." Ujar Kai lalu melepas genggaman tangannya. Kai memalingkan wajahnya dari Kyungsoo, ia jadi merasa tidak enak.

"Gwenchana..." Balas Kyungsoo dan kembali menundukkan wajahnya.

Tringgg

Pintu lift terbuka tepat di lantai 12. Kai berjalan keluar di ikuti oleh Kyungsoo di belakangnya. Kyungsoo terus menundukkan kepalanya saat melewati beberapa yeoja yang sedaritadi terus menatapnya dan berjalan mengikuti Kai dari belakang.

"L-loh? Kyunggie?" Panggil seseorang membuat Kyungsoo berhenti melangkah. Ia memutar kepalanya mencari asal suara yang memanggilnya.

"Baekhyun eonnie? Apa kabar? Kapan eonnie datang dari Tokyo?" Ujar Kyungsoo pada seorang yeoja bereyeliner yang memanggilnya tadi. Yeoja bereyeliner itu terlihat baru saja keluar dari salah satu pintu apartment.

"Baik seperti biasanya... Kemarin siang eonni baru saja sampai. Oh ya kemarin malam kau kemana? Kenapa saat eonnie pergi ke apartmentmu, apartmentmu kosong begitu?" Tanya Baekhyun pada Kyungsoo.

"Eonnie kenapa tidak mengabariku jika akan datang? Kemarin malam saat eonnie datang mungkin akh sedang bekerja. Mian... Aku kan tidak tahu jika eonnie akan datang..." Ujar Kyungsoo sambil mempoutkan bibirnya.

"Aku kan ingin memberikan kejutan bagi adik sepupuku yang manis ini hehehehe... Ne gwenchana..." balas Baekhyun sambil mengacak rambut hitam Kyungsoo.

"Eonnie jangan acak-acak rambutku! Lalu semalam eonnie menginap dimana? Disini? Apartment si-"

"Apartment temanku. Kebetulan kemarin aku ke sini bersama temanku yang asalnya dari Seoul juga. Lalu karena kau tidak ada di apartment jadi dia menawariku untuk menginap di apartmentnya." Jelas Baekhyun yang diangguki oleh Kyungsoo.

"Mian eonnie..."

"Gwenchana... Lalu sedang apa kau disini?" Tanya Baekhyun penasaran akan adik sepupunya itu.

"Ahh itu... Sedang mengunjungi apartment temanku..." Kyungsoo menolehkan kepalanya sedikit ke belakang dan melihat Kai yang sedang menunggunya.

"Pacarmu, ya? Kekekeke" bisik Baekhyun tepat di telinga Kyungsoo.

"Hah? A-aniyo... Dia temanku kok..." Balas Kyungsoo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lucu.

"Hahaha yasuda cepat ke sana... dia sudah menunggumu tuh daritadi..."

"Ne, bye eonnie... Nanti eonnie hubungi aku jika eonnie mau ke apartmentku ya..." pamit Kyungsoo dan berlari mendekati Kai yang sudah membuka pintu apartmentnya dan ikut menghilang bersama Kai di balik pintu.

"Belum ya? Tapi aku rasa kalian sangat cocok. Kau dan namja berkulit tan itu, Kyunggie kekekeke..."

GREB

"Yeollie..." ujar Baekhyun saat merasa ada dua tangan kekar yang menutup kedua matanya.

"Kok kamu tau sih, Baekkie?" Tanya seorang namja tinggi yang dipanggil Yeollie itu.

"Tentu saja aku tahu. Baumu mengerikan sih kekekke" canda Baekhyun membuat namja tinggi itu mengendus bau di tubuhnya.

"Hah? Mengerikan bagaimana? Aku kan habis mandi dan tentu saja aku sudah wangi..." ujar Chanyeol penuh percaya diri.

"Ahh terserahmu lah... Yeollie aku lapar..." rengek Baekhyun sambil menarik-narik ujung baju Chanyeol, persis seperti anak kecil.

"Kajja kita berangkat! Kita cari makanan untuk sarapan kita!" Chanyeol langsung merangkul Baekhyun dan berjalan pergi meninggalkan lorong apartment itu.

.

.

.

Kai dan Kyungsoo kini sudah ada di dalam apartment milik Kai. Kai mempersilakan Kyungsoo masuk ke dalam. Terdengar suara televisi yang diputar dengan volume yang cukup besar dan terdengar juga tawa anak-anak yang Kyungsoo yakin itu adalah suara Mini dan Moon.

"Appa..." teriak Moon begitu menyadari Kai sudah datang. Mini pun ikut menoleh dan berlari menghampiri Kai.

"Appa... Dimana Kyungsoo ahjumma?" Tanya Mini pada Kai.

"Annyeong... Apa kalian mencariku?" Ujar Kyungsoo yang keluar dari balik punggung Kai.

"Yeyyy Kyungsoo ahjumma..." Mini dan Moon langsung berlari ke arah Kyungsoo dan memeluk tubuh Kyungsoo dengan erat.

"Wahh kalian begitu senangkah ahjumma kemari, hmm?" Tanya Kyungsoo sambil mengelus pipi Mini dan Moon bergantian.

"Ahjumma kajja kita jalan-jalan. Kami bosan di rumah..." Ujar Mini dan Moon bersamaan.

"Jalan-jalan?"

"Ke kebun binatang... Ahjumma... Jebal..." Mini dan Moon memohon sambil memberikan puppy eyes mereka. Kyungsoo melirik Kai yang masih berdiri disana meminta persetujuan dari Kai.

"Lalu bagaimana dengan appa kalian? Kalian mau meninggalkannya sendiri?" Tanya Kyungsoo pada Mini dan Moon.

"Ani. Appa kan ikut dengan kita. Iya kan, appa?" Ujar Mini sambil tersenyum ke arah Kai.

"Ahh n-ne..." balas Kai akhirnya karena tidak bisa menolak permintaan dari keponakannya itu.

"Baiklah... Tapi... Kenapa kalian masih memakai pakaian kalian kemarin?" Tanya Kyungsoo yang baru sadar jika sedaritadi Mini dan Moon masih mengenakan pakaian yang sama dengan kemarin saat mereka bertemu.

"Hehehehe itu karena..."

"Aigoo kajja ahjumma mandikan kalian..." Kyungsoo menggandeng tangan Mini dan Moon untuk membawanya ke kamar mandi.

"Hmm maaf... Kamar mandinya ada di sebelah mana ya?" Tanya Kyungsoo pada Kai.

"Di dekat dapur. Pakai saja." Balas Kai sambil mengambil remote TV dan duduk di sofa.

.

.

.

Kai, Kyungsoo, Mini dan Moon kini sudah ada di dalam perjalanan menuju ke kebun binatang. Mini dan Moon terlihat sangat bersemangat. Mereka tidak henti-hentinya berceloteh sepanjang perjalanan tentang apa saja hingga membuat Kyungsoo terkekeh sendiri. Kai sengaja mematikan musik di dalam mobilnya membiarkan kedua keponakannya bercanda serta bernyanyi bersama hingga mereka puas.

"Yeyyy kebun binatang... Asik..." Mini dan Moon langsung berlari masuk saat mereka sudah tiba di depan gerbang Seoul Zoo. Membuat Kai panik takut mereka akan tersesat.

"Heii jangan lari-lari..." teriak Kai namun tidak digubris oleh Mini dan Moon.

"Sudah biarkan saja... Nanti mereka akan lelah sendiri juga kok. Biarkan mereka menikmati kesenangan mereka dulu." Ujar Kyungsoo menenangkan Kai.

Kai dan Kyungsoo berjalan beriringan masuk ke dalam kebun binatang yang cukup ramai itu. Wajar saja karena hari ini adalah Hari Minggu. Hari liburan untuk para keluarga. Terlihat banyak sekali pasangan bersama anak mereka berkeliling kebun binatang itu.

"Sepertinya aku mengenal mereka..." Ujar Kyungsoo saat melihat seorang yeoja dan seorang namja yang sedang mendudukan seorang yeoja kecil di atas bahunya. Mereka tertawa bersama saat melihat seekor gajah yang menyemburkan air dengan belalainya. Mini dan Moon terlihat menghampiri mereka membuat Kyungsoo semakin penasaran.

"Lu jie? Sehun-ah? Hai... Kita bertemu disini kekeke" ujar Kyungsoo saat menyadari jika yeoja dan namja itu adalah Luhan dan Sehun.

"Hai Kyunggie... Kau kemari juga? Dengan siapa? Mini dan Moon?" Tanya Luhan pada Kyungsoo.

"Ne, dan appa mereka. Mini dan Moon yang mengajakku untuk pergi bersama mereka. Karena aku tidak tega menolak ya sudah jadi kami pergi bersama. Jie-jie juga tumben sekali pergi ke sini dengan Sehun dan... Siapa gadis kecil yang duduk di bahu Sehun-ah, jie?" Tanya Kyungsoo saat menyadari ada seorang gadis kecil asing diantara mereka.

"Dia anak kami..."

.

.

.

To be continued...

.

.

.

Atau End?

.

.

.

Lanjut?

.

.

.

Atau delete?

.

.

.

Hai chapter 2 udah di update nih hehehe gak nyangka jika ada yang tertarik dengan FF yang gaje ini hehehe Thanks untuk dukungan kalian semua hingga buat aku jadi melanjutkan FF ini. Dan gak pernah nyangka juga kalo FF yang iseng dibuat ini dapet tanggapan positif. Oh ya maaf ya karena aku belum munculin semua member Exo ehh couple Exo yang lain di chapt ini. Mereka masih dalam proses pembuatan karakter sih hehe tapi janji di chapter depan bakal dimunculin kok soo ditunggu aja ya kelanjutan FF nya hehehe...

Balasan Reviews:

# fit

Min ceritanya rame..lanjutkan min..hejje

=Hai... Ini udah dilanjut chingu^^

Gomawo udah review^^ review lagi ne~

.

.

# xoxogirl

kyaaa neomu kyeopta! ㅋㅋ

=Hai... Gomawo^^

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# Al

lucu banget :Dini harus lanjut yaakkfighting

=Hai... Ini udah di lanjut chingu...

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# HunHanCherry1220

WkwkwkwkwkKai gak bisa jelasin gegara ucapan'ny d'potong mulu... WkwkwkHanna ngakak ng'byangin muka Kai yg Cengo .. KkkkAigoo.. Aigoo..Eeaaa HunHan co cweet... Co cweet... :*KkkkCocok dah mereka klo punya anak .. HohohooYosh! Lanjutkannn...Fighting!

=Hai... Iya ksian bgt si Kkamjong hahaha HunHan kan memang couple yg co cwittt hehehe ini udah di lanjut kok chingu^^

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# indaaaaaahhh

Lanjuuutt doonggg...hahahaaaalucuuuu lucuuuu akuuu sukaaa...mini moon manis2 bngeett gtu kyaknya... hihii untungnya kyungie di lahirkan jdi wanita (?) baik2 jdi gk jual tu anak2 manis...hihiiii waaaahhh seneng rasanyaa klu semuanyaa sukaa anak keciil...penasaraaan nunggu nasib kaii... hihiiiiaq nunggu chanbaeknyaa keluaarr...yeeee...semngaat nee ;)

=Hai... Ini udah dilanjut kok chingu^^ Kyunggie kan baik hati dia mana mugkin tega jual anak kecil hehe ini udah keluar ChanBaek nya tapi masih misterius nih mereka hehe

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# exindira

Nice fictKeep writing!

=Hai... Gomawo chingu ini udah di lanjut hehehe

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

BluePink EXO-XOXO-COUPLE

Lanjut! Lanjut! Ayo chingu, lanjut! Aku tunggu loh chap berikutnya Daebak! )b

=Hai... Ini udah di lanjut kok chingu^^

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# jengsora

Haduhh, gemes bacanyaa Ini ceritanya menarik thor, jdi di lanjutkan ya *puppyeyes* wehehhe. Aku suka bgt sama mini dan moon. Mbayangin mreka bener2 anaknya kaisoo! Oke thor, tak tunggu next chap oke , keep writing! -xoxo-

=Hai... Ini udah di lanjut kok chingu^^ Mini dan Moon memang bukan anak KaiSoo disini tapi nantikan saja mereka pasti akan punya anak juga *loh wkwkwk

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# luhanesu

huft tbc...lanjut thor...aq penasaran...hihihimini sama moon nya lucuuuu...ditunggu chapter brkutnya

=Hai... Ini udah di lanjut kok chingu^^ Mini dan Moon memang lucu dan kelewat polos hehe

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# ArraHyeri2

Next. Semangat. :D

=Hai... Ini udah di lanjut kok^^ Gomawo supportnya^^

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# DJ 100

TBC aja sist, fast update ya...

=Hai... Iya kmrn di TBCin aj hehe ini udah di coba fast update kok

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# dorekyungsoo93

Lanjut thor :D saya suka sama cerita nya

=Hai.. ini udah di lanjut kok gomawo kalo suka :)

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# kaysaiko

Suka story nya.. Daebbak! Lanjut next thor

=Hai... Gomawo kalo suka storynya... Ini udah di lanjut kok :)

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# SuJuXOXO91

Wah.. terjadi salah paham! saudara-saudara :) lanjut, thor..

=Hai... Iya nih banyak salah paham nya wkwkwk iya ini udah di lanjut kok :)

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# puputkyungsoo

lanjuttt,,, next chap moment kaisoo nya di banyakin dong gumawo

=Hai... Ini udah di lanjut kok :) di chap ini udah dibuatin sedikit momentnya hehe

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

#

daebbak .. cepat di next ne thor...ganbatte

=Hai... Ini udah di lanjut secepatnya kok hehehe

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# zoldyk

Huaaa.. Great story indeed..

=Hai... Thank you... Review again please^^

.

.

# .16

Anyeong...Kyaaaaaaa aku suka ff nyaaaaa ahhhh ini bagus rapi banget aku suka aku suka :DAhhhh kai kau ini gara" kerjaan sampai luopa ponakan sendiri! Dan itu aighoo gedor" rumah orang sembarangan!Ahhh thor aku ijin fav boleh ya? Aku suka ff nya :) Gomawoyoo lanjuttttt :)

=Hai... Gomawo kalo suka :) Kai mah memang gitu main seenak dia aja nih hahaha fav? Boleh dong pastinya :) aku seneng banget malah kalo FF ini bs jadi salah satu fav kamu hehe dan ini udah di lanjut kok :)

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

#

ckk kasihan bner nasib jongin hahanext thor

=Hai.. haha iya nih jongin menderita banget kayaknya wkwkwk ini udah di lanjut ya :)

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# sehunpou

aaaak bagus kereeeennnn ayo dilanjut:D

=Hai... Wahh gomawo pujiannya :) Iya ini udah di lanjut kok chingu :)

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# LynKim

lucu lucu... bagus bagus ceritanya author-nim... kajja lanjuuuttttt xD

=Hai... Gomawo atas pujiannya :) ini udah aku lanjut kok hehehe

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# younlaycious88

hahahaha jgn2 noonanya Kai cm mw ngerjain Kai doang wkwkwkwkwkhaiya semoga Kai selamat dr amukan rusa cantik wkwkwkwk

=Hai... Noonanya Kai mau ngerjain Kai aja? Hmm gimana ya... Nanti aja deh aku bocorinnya hehehe Kai selamat kok kan ada pangerannya Lulu yang baik hati dan cinta perdamaian *lirikSehun* wkwkwk

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

# Wu Xinlian

Oh my... .Update. Buru. Gue. Is. Watching. You. Thor/?/tabokedWkwkwk sumpah gue gemes bgt sama tuh dua bocah kembar, polos banget minta dibekep/? Gue suka sama lu deh thor. Bukan suka yang 'suka'! Ya Tuhan... Maksud gue, cerita2 lu tuh fresh gitu. Jd plotnya emang belom ada yang make, jd gue selalu ngerasa kepo bacanya trus semangat kalo lu update. Sorry gue belom nge-fav/follow story lu yg Special Lesson, pdhl gue baca sampe selesai. Kali ini gue bakal ngasih full support!Keep writing, love you!/? Wakakakak

=Hai... Ini udah di update secepatnya kok hehehe ehh Mini sama Moon nya jangan di bekep dong kan kasian... Nanti di marahin Kai loh hehehe makasih banget kalo suka sama FF" gaje yang aku buat huehehehe aku juga gak pernah nyangka jika banyak yang suka hehe gwenchana... Btw ngomongin 'Special Lesson' aku lagi buat sequel nya nih heheh karena banyak yang minta jadi aku buat sebisanya deh. Di tunggu ya... thanks juga untuk supportnya hehe

Gomawo udah review^^ Review lagi, ne~

.

.

.

Gomawo gomawo gomawo untuk semuanya yang udah baca dan udah review FF ini :) Oh ya bagi readers yang pernah baca FF terdahulu aku yang 'Special Lesson' aku akan buat sequel nya nih hehehe sesuai permintaan dari kalian so jangan lewatkan ya sequel nya yang full HunHan moment hehehe gomawo udah terus support and respect me. This story can't be like this without your support...

See you again^^ XOXO^^

*bbuingbbuing bareng Mini dan Moon*