MY TWINS
Cast : Cho (Kim) Kibum, Shim Changmin, Member SUJU
Genre : Brothership, Friendship, Hurt and Crime
Warning : OOC, Alur Maju Mundur n Typo
Chapter : 5 of...
.
.
Gomawo udah mampir, ngereview dichap kemarin, n sarannya yang ngebantu banget buat aku lebih baik dalam menulis ^^
Selamat datang juga bagi reader baruuuuuu...
Untuk chapter ini, sangaaaaattttttt panjangggg, jadi aku harap jangan bosen ne...
Bila ada yang bingung bisa PM atau review aja ya...Happy Reading
.
.
Flashback On
10 tahun yang lalu, Blue Junior Haigh School
Selasa, 30 Maret 2004, 07.00 KST
"CHANG CHANG...", teriak Kyuhyun girang didepan pintu masuk kelas mereka.
"OH HAY KYU KYU...", teriak Changmin mengimbangi teriakan Kyuhyun.
"Omoo, apakah aku sedang bermimpi sekarang Bumie?",tanya Changmin pada Kibum yang kini baru duduk dikursinya.
"Mimpi..?", tanya Kibum yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan Changmin.
"Emmm, atau berhalusinasi? Aku seperti mendengar suara Kyuhyun yang memanggilku didepan kelas tadi dan sekarang Ia sedang berdiri didepanku dengan wajah yang cemberut?", jelas Changmin dengan wajah polosnya.
"HAHAHAHAHAHAHAHA", tawa Kibum seketika menggelegar mendengar celotehan Changmin tentang saudara kembarnya itu.
PLAK
"Omoo, sekarang aku bisa merasakan bahwa Ia baru saja memukul kepalaku...dan ini sakittttttt".
"HAHAHAHAHAHA", tawa Kibum kini semakin tidak bisa berhenti melihat ulah ChangKyu, apalagi tingkah laku Changmin yang masih dengan wajah bingungnya mengelus kepala tempat pemukulan Kyuhyun yang sebenarnya itu adalah sebuah kenyataan.
"Issssshhhhh, CHANG CHANG, AKU INI NYATA, KAU BUKAN BERMIMPI ATAU BERHALUSINASI", omel Kyuhyun, Ia sedikit sebal dengan tingkah laku sahabatnya itu, padahal khan tadi moodnya dalam keadaan sangat baik mengingat rekor yang barusan berhasil Ia pecahkan.
"Nde Changming-ah, benar kata Kyuhyun, saat ini kau tidak sedang bermimpi atau berhalusinasi, Kyuhyun nyata ada didepanmu saat ini, perlu kau ketahui aku juga melihat dengan jelas saat ini wajah uri Kyuhyun sedang cemberut dan jangan lupakan bibirnya sudah mirip dengan paruh bebek", ucap Kibum dengan wajah yang Ia buat tegas supaya Changmin percaya dengan ucapannya, walaupun agak susah mengingat Ia berusaha untuk menahan tawanya melihat ekspresi Kyuhyun.
"HAHAHAHA, bebek...sahabatku sekarang berubah jadi bebek...wek wek wek wek", celoteh Changmin seraya memeragakan bebek yang berjalan dengan kedua tangan Changmin yang dilipat membentuk sayap kemudian Ia gerakkan seperti Ia sedang mengepak, ohhh jangan lupakan suara Changmin juga ikut menyerupai suara bebek.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA", kini pecahlah tawa ChangBum untuk yang kesekian kalinya melihat wajah Kyuhyun yang sangat...sangat...ditekuk mendengar ocehan sahabatnya, terlebih saudara kembarnya itu. Sebenarnya Kibum sudah tau bahwa Changmin sedang melancarkan aksi menyindir Kyuhyun yang baru kali ini dapat berangkat sekolah tanpa terlambat, melihat kesempatan untuk dapat mengerjai adik kembarnya itu, Kibum pun ikut menimpali perkataan Changmin, ya...walaupun diawal Kibum cukup membela Kyuhyun, tetapi saat di akhir, Kibum cukup menjatuhkan Kyuhyun dengan kalimat ejekannya. Sepertinya kini Kibum dan Changmin sudah menjadi partner in crime untuk mengerjai Kyuhyun.
Cukup lama usaha yang dilakukanChangBum untuk mengehentikan tawa mereka, hingga saat mereka telah selesai dari acara mari menertawakan Kyuhyun, mereka sudah melihat Kyuhyun telah duduk manis dikursinya dengan menghadap kedepan, Kyuhyun hanya diam dan sesekali memutar-mutar sebuah miniatur pesawat terbang yang panjang kedua sayapnya hanya 10 cm.
Melihat adik kembarnya yang sepertinya marah dengan dirinya dan Changmin, Kibum berdiri dari duduknya dan menghampiri kursi Kyuhyun, Ia sedikit membungkukkan badannya untuk melihat wajah adiknya, Ia hanya tersenyum geli saat Kyuhyun menghindari tatapannya dan memalingkan wajahnya kejendela. Kibum tetap tersenyum melihat kelakuan adiknya itu, kemudian Ia kembali lagi kekursinya tanpa mengucapkan minta maaf, Changmin yang melihat hal itu hanya diam saja, Kibum dan Changmin sudah tau watak Kyuhyun yang sedikit manja, jadi mereka akan tetap membiarkan Kyuhyun dengan kemarahannya, toh nanti Kyuhyun sendiri yang tidak akan tahan dengan aksi berdiam dirinya, kemudian dengan rengekannya yang khas, Kyuhyun akan berusaha untuk meminta maaf kepada mereka. Lho, sebenarnya yang salah siapa dan yang minta maaf siapa nih...haha biarlah pikir ChangBum, mereka sangat senang melihat wajah Kyuhyun yang merengek meminta maaf pada mereka, menurut mereka itu adalah suatu hiburan yang menarik.
Tak berapa lama, Jo Seongsaengnim masuk kedalam kelas dan cukup terkejut karena Kyuhyun, sang murid abadi yang terlambat, kini sudah duduk manis dibangkunya, sebenarnya Jung Seongsaengnim ingin sekali menanyakan alasannya tidak terlambat kali ini, tetapi melihat raut wajah Kyuhyun yang suram, Jung Seongsaengnim mengurungkan niatnya dan melanjutkan kembali tugasnya mengajar fisika.
.
.
.
10.00 KST, Waktu istirahat.
"Bum bummm...bum bummmm", panggil Kyuhyun manja sambil menarik lengan baju Kibum.
"..."
"Bum bummmm...kajja kita kekantin...aku laparrrrrr", melas Kyuhyun tetap dengan aksi tarik menarik lengan baju Kibum.
"Bum Bum, mianhae", sesal Kyuhyun...benarkan, Kyuhyun tidak suka mendiamkan seseorang terutama kakaknya dalam jangka waktu yang lama dan akan segera meminta maaf walaupun jelas-jelas bukan Kyuhyun yang salah.
"Bukankan tadi Changmin sudah mengajakmu, hem? Kenapa tidak mau?", tanya Kibum sedikit dingin, bukan dalam makna yang sebenarnya, ingat Kibum senang sekali mengerjai adiknya itu.
Kyuhyun yang mendengar nada bicara Kibum yang dingin sedikit mengkerut, tapi bukan Kyuhyun namanya bila Ia takut, kemarahan Sang Appa saja berani Ia atasi apalagi dengan sikap dingin Kibum, pikir Kyuhyun.
"Aku masih sebal dengan Changmin yang tadi meledekku..", jelas Kyuhyun dengan bibirnya yang ia pout kan.
"Memangnya kau tidak sebal dengan ku?".
"Aniyo, aku tidak sebal dengan Bum Bum, dari dalam kandungan khan kita selalu bersama, Bum Bum, bahkan setelah kita lahir, kita selalu bermain bersama, berbagi makanan, dan tidur bersama Bum Bum, jadi aku tak akan pernah sebal dengan mu, walaupun kau selalu menggangguku atau meledekku", celoteh Kyuhyun dengan polos.
"Ishhh, itu tak adil Kyu Kyu, aku juga khan sudah bersamamu saat umur kita baru dua tahun Kyu, otomatis saat-saat kebersamaan kita tidak kalah lama dengan kebersamaanmu dengan Kibum", ucap Changmin yang tak mau kalah.
"Kajja Bum Bummmm, aku laparrrrrrr", rengek Kyuhyun tanpa memperdulikan ocehan Changmin, Kyuhyun kini semakin gencar merengek pada Kibum saat kembarannya tetap tak menghiraukannya, dan Ohhh kini kedua mata uri Kyuhyun kita sudah mulai berembun.
Melihat sahabatnya yang mau menangis itu, Changmin sedikit mengguncangkan bahu Kibum agar Kibum sedikit memperhatikan adik kembarnya itu, hah Kyuhyun akan berubah menjadi manja dan cengeng saat bersama dengan Kibum. Tapi tak apalah, bukankah itu hal yang wajar bukan seorang adik yang manja terhadap kakaknya.
"Aigooooo, babykyu mau menangis eoh...kajja kajja kita kekantin nde", ajak Kibum.
Melihat Kibum yang kini tengah tersenyum padanya dan mengajaknya kekantin, dengan segera Kyuhyun mengahapus air matanya, yaaaa walaupun air mata itu belum sempat menetes dipipi cubby Kyuhyun.
"Piggy Bum Bum"
"Arraseo, cja, naiklah"
Dengan hati yang senang, Kyuhyun pun naik ke punggung Kibum dan setelahnya mereka berdua dan jangan lupakan Changmin, bersama-sama pergi ke kantin guna mengisi perut mereka yang keroncongan. Kelakuan Kyuhyun yang meminta gendong dipunggung bukanlah hal yang baru buat Kibum, Kibum sangat sering menggendong Kyuhyun, mulai dari mereka TK bahkan sampai sekarang mereka duduk ditingkat dua Junior High School, Kyuhyun akan meminta digendong bila Ia berbaikan dengan Kibum ketika mereka bertengkar, atau saat Kibum kembali tersenyum pada Kyuhyun ketika sebelumnya Kyuhyun diabaikan oleh Kibum, seperti saat ini. Changmin yang mengekori kedua Tuan Muda Cho itu hanya tersenyum melihat interaksi keduanya.
'' Seharusnya kau menjadi yang lebih muda dari aku, Kyu '', inner Changmin. Ya usia Kyuhyun lebih tua dua minggu dari Changmin, ChangKyuBum lahir dibulan yang sama yaitu Februari tetapi tanggal mereka yang berbeda, Changmin lahir pada tanggal 18, sedangkan KyuBum lahir pada tanggal 3.
.
.
.
At Kantin
"Kau sudah pesan Chang?", tanya Kyuhyun saat Changmin sudah duduk manis didepannya.
"Kau tak sebal lagi denganku?", sindir Changmin.
"Aniyo", jawab Kyuhyun sambil tersenyum polos.
"Ck...dasar kau...oiya, hari ini kau memecahkan rekormu Kyu, kau tidak terlambat eoh".
"Hahaha, Chang, kau lihat apa yang aku pegang sekarang?", tanya Kyuhyun dengan wajah yang berbinar sambil menunjukkan sebuah benda yang sedari Ia pegang kehadapan hangmin.
"Miniatur pesawat biasa sama seperti miniatur pesawat koleksimu yang lain", ucap Changmin cuek, sepertinya Ia tau hal yang menyebabkan Kyuhyun tidak terlambat adalah keinginan Kyuhyun yang ingin memperlihatkan miniatur pesawat terbarunya itu pada Changmin.
"Ini tidak sama dengan koleksi miniatur pesawatku yang lain, ini berbeda Changminnnnn, ini jenis pesawat favoritku", sungut Kyuhyun yang tak terima miniatur pesawat terbarunya dianggap benda yang biasa saja.
"Miniatur pesawat yang kupegang ini adalah miniatur pesawat Boeng 737, pesawat komersial untuk penerbangan jarak dekat dan sederhana yang pertama kali dibuat pada tahun 1967, pesawat ini adalah pesawat paling terlaris didunia Chang, satu kelebihan bagi 737 adalah pesawat ini lebih lebar dalam fuselage yang mampu menampung enam tempat duduk, lebih satu dari BAC 1-11 dan Douglas DC-9 yang sebulan lalu miniaturnya aku tunjukkan padamu, pesawat ini adalah pesawat yang menggebrak Boeing untuk tidak lagi tertinggal dari pesaingnya dalam pembuatan pesawat berjarak dekat, karena pesawat ini memiliki bentuk yang pendek dan gemuk, maka industri penerbangan memanggilnya 'Baby Boeing'", jelas Kyuhyun panjang lebar sambil mengangkat dan sesekali menerbangkan miniatur pesawat kebanggaannya itu.
"Karena miniatur ini limited edition, aku meminta Appa untuk membelikannya dan aku berjanji tidak akan terlambat kesekolah lagi, hahahahahaha", oceh Kyuhyun senang.
"Ah terserah padamu Kyu, aku ingin makan dan aku peringatkan padamu Kyu, jangan pernah membicarakan lagi mengenai jenis-jenis pesawat kepadaku, aku tak mengerti dan kelak ketika aku dewasa, aku akan menjadi seorang penyanyi bukan seorang pilot huh", ujar Changmin malas.
Obrolan mereka bertiga pun sempat terhenti saat makanan yang mereka pesan datang, eitsss ini sekolah favorite bukan dan sekolah ini juga dibiayai oleh salah satu pengusaha terkaya di Korea Selatan, Tuan Cho, maka tak heran bila sarana yang salah satunya kantin ini sangat memadai, para siswa hanya akan memesan makanan dan pelayan kantin itulah yang akan mengantarkannya kemeja siswa. Dan jangan heran, mereka tidak akan khawatir tidak kebagian tempat duduk, karena kantin ini sudah dipastikan luas dan nyaman.
"Keunde, kemarin lusa saat kalian dihukum berdiri dihalaman gedung, apa yang kalian bicarakan, sepertinya kalian merencanakan sesuatu?", selidik Kibum.
"AH MATTA, YA! Changmin kenapa kau tidak mengingatkanku hah, ini sudah cukup lama dari hari perencanaan pembalasan yang kita bicarakan kemarin lusa..."
"Ahhh keure Kyu-ah, mianhae, aku juga lupa, gomawo Kibum kau sudah mengingatkan kami, gwenchana Kyu, ini baru berselang dua hari dari perencanaan awal, tenang saja Kyu, aku sudah mempersiapkan semua perlengkapan yang kita butuhkan", jawab Changmin mantap, seakan memberi penegasan kepada Kyuhyun bahwa rencana mereka tetap akan berjalan.
"Aku tak dilibatkan dalam rencana kalian hem?".
"Sebenarnya yang akan kami jadikan korban balas dendam ini adalah dirimu Kibum-ah, tetapi karena kau akan dengan mudah mengetahui taktik kita, jadi kau kami hapus dari daftar korban balas dendam oleh ChangKyu, dan akhirnya kami memilih orang itu untuk menggantikanmu sebagai korban kali ini, bukan begitu sobat?".
"Eum, Bum Bum tidak masuk dalam daftar korban", jawab Kyuhyun yang kini sibuk menikmati makan siang yang ada dipiringnya.
"Balas dendam kepadaku?", tanya Kibum.
"Nde, balas dendam karena kau membuatku dihukum berdiri di halaman kemarin lusa", jawab Changmin. Kibum yang mendengar alasan Ia dicoret dari daftar korban, hanya tersenyum menanggapi.
"Tapi sepertinya seru Chang, bila Bum Bum kita masukkan dalam tim balas dendam kita kali ini, rencana kita pasti berjalan dengan sukses, kau ingat saat kita bertiga melakukan aksi pembalasan pada Park Seongsaengnim".
"Arraseo, kau masuk dalam tim kita Kibum, ehemmm begini rencananya...", Changmin pun menjelaskan rencana mereka dengan detail dan dengan suara yang lirih namun tetap terdengar bagi Cho bersaudara.
.
.
.
Pukul 18.00 KST, Blue Junior High School
"Ahhh, akhirnya semua pekerjaanku selesai semua, aku bisa pulang dan menghabiskan malamku untuk menonton DVD yang kemarin aku pinjam, hahhh hari yang indah bukan Jung Che Rin", celoteh seorang wanita muda usia 30 tahundi toilet wanita khusus guru Blue Junior High School, yang kita ketahui sebagai Jung Seongsaengnim, didepan cermin besaryang berada di belakang wastafel tempat yang akan Ia gunakan untuk membasuh wajah lelahnya setelah seharian Ia sibuk mengajar dan menyelesaikan laporan hasil belajar siswa-siswinya yang esok akan Ia berikan kepada kepala sekolah.
BLAM
Pintu kamar mandi itu tertutup kembali setelah Jung Seongsaengnim keluar dari toilet, kini Ia dengan santainya berjalan sendiri tanpa merasa takut dilorong yang suasanya sedikit gelap mengingat saat ini sudah memasuki petang dan entah kenapa lampu-lampu yang seharusnya menyala itu, kini belum menyala. Ia terus berjalan sambil sesekali mendendangkan lagu yang Ia hafal liriknya, Ia segera menghentikan nyanyiannya juga langkah kakinya saat Ia merasa dibelakangnya ada seseorang yang mengikutinya. Ia pun menengok kebelakang namun yang Ia temukan hanya sebuah bola kaki yang sedikit agak kusam menggelinding kearahnya dan berhenti tepat dikakinya. Tanpa ragu Jung Seongsaengnim mengambil bola tersebut dan sedikit menimangnya sambil berpikir siapa pemilik bola ini.
"Itu bolaku Seongsaengnim", jawab seseorang , yang tanpa berbalik kebelakangpunJung Seongsaengnimtau itu adalah suara seorang anak remaja laki-laki.
"Oh ini bolamu, tapi kenapa Kau masih ada di sekolah huh, ini khan su...dah...petang", timpal Jung Seongsaengnimsaat akan berbalik untuk menghadap anak remaja tersebut, tetapi suara Jung Seongsaengnim semakin lama semakin pelan dan terputus saat Ia sudah diposisi mengahadap anak itu dan melihat dengan jelas bagaimana kondisi wajah anak remaja lelaki itu yang hancur berlumurkan darah dengan bola mata yang telah hilang satu.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA", jerit Jung Seongsaengnim.
Ia tidak kuasa berada dilorong itu lebih lama dan tanpa memperdulikan bola yang jatuh dari tangannya, Jung Seongsaengnim lari kearah pintu gerbang. Ia sangat ketakutan karena baru kali ini Ia menyaksikan dengan sendirinya tokoh hantu yang sering Ia tonton kini menjadi kenyataan. Ia berlari dan berlari hingga Ia terjatuh terjerembab ditanah.
"Auch, lututkuuu, appo", ucap Jung Seongsaengnim sambil meringis memegangi lutut kanannya yang terluka ringan.
"Perlu bantuan Seongsaengnim?"
"Kami punya tisue yang bisa kau gunakan untuk menekan lukamu?"
Mendengar dua suara berbeda dari arah belakangnya, Jung Seongsaengnim memberanikan diri untuk berbalik, Ia bisa berharap bukan ada seseorang atau siswanya yang mampu menolongnya dan menenangkannya disaat ketakutan seperti saat ini.
Tetapi...
.
.
Setelah Ia berbalik, harapannya pupus sudah, Ia kembali menemukan tokoh hantu lagi, kali ini tidak hanya satu, tetapi dua...hantu yang sedikit agak tinggi sedang memegang tangan kanannya yang terputus dengan tangan kirinya, baju dan sekujur tubuhnya berlumuran darah dan terlihat beberapa lebam diwajahnya, sedangkan hantu yang satunya lagi tampak dengan santainya memegangi kepalanya yang terlepas dengan tangan kanannya. Pemandangan horor didepannya kini membuat Jung Seongsaengnim melupakan rasa sakit dilututnya dan dengan secepat kilat kembali berlari keluar dari sekolah ini.
Entah sejak kapan ketiga hantu ini menghilang dan kompak memandangi Jung Seongsaengnim dibalik pohon besar dekat dengan TKP Jung Seongsaengnim terjatuh, mereka menutup mulut dengan tangan mereka masing-masing menghindari terbongkarnya kedok hantu mereka saat melihat Jung Seongsaengnim lari terbirit-birit dan akhirnya menabrak Choi Seongsaengnim yang saat itu juga hendak pulang, tawa mereka semakin ingin meledak tatkala melihat tingkah Choi Seongsaengnim yang terlihat kerepotan untuk menenangkan Jung Seongsaengnim dari rasa ketakutannya.
Hah...tak usah aku jelaskan bukan siapa ketiga hantu tersebut...
.
Flashback off
.
.
Taman Apartement Star City
Minggu, 30 Maret 2014, 18.00 KST
"Hahahaha", tawa ringan keluar dari mulut seorang namja tampan yang duduk sendiri dibangku sebuah taman yang masih dikawasan apartement tempat tinggalnya yang kini sudah sepi mengingat hari sudah menjelang malam.
Ia baru saja mengingat kenangan terakhirnya bersama sahabatnya saat Ia masih remaja, sebenarnya kenangan itu sangat menyenangkan untuk dikenang dan pastinya jika suasana hatinya tidak buruk seperti sekarang, Ia mungkin bisa tertawa terbahak-bahak. Bagaimana lucunya Ia dan sahabatnya itu merias diri mereka seseram mungkin untuk menghasilkan efek horor dengan properti yang Ia pinjam pada kenalan pamannya yang bekerja dirumah hantu,guna menakut-nakuti salah satu guru mereka yang cukup menyebalkan. Bagaimana saat-saat mereka jalan pulang besama-sama kerumah dengan masih menggunakan riasan dan properti menyeramkan mereka yang membuat setiap orang bergidik ngeri bahkan ada yang sampai lari terbirit-birit ketika melihat mereka. Bagaimana saat-saat mereka dihukum dirumah masing-masing akibat dandanan mereka yang menakuti seluruh penghuni rumah dan karena mereka telat pulang kerumah. Dan Bagaimana ketika mereka dihukum berdiri dihalaman Gedung B sampai istirahat kedua karena Choi Seongsaengnim mengetahui pelaku dibalik kejadian ketakutannya Jung Seongsaengnim. Semua itu masih terekam jelas dalam ingatan pemuda tampan kenangan itu terus berputar-putar hingga Ia memejamkan matanya dirasa semua kenangan tersebut membuat rasa bersalahnya kembali muncul, Ia terus memejamkan matanya dan kini Ia menengadahkan kepalanya keatas, terlihat setetes air mata mengalir disisi sebelah kanan. Ia menangis dalam diam.
.
.
.
"Kyu-ah...bagaimana kabarmu disana?", ucapnya Changmin lirih, kini Changmin telah membuka matanya dan menatap jingganya langit seakan meminta jawaban atas pertanyaannya.
"Kau belum tau akhir dari cerita Jung Seongsaengnim setelah kita mengerjainya bukan?", Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan monolognya.
.
"Pastinya belum...kau terlalu cepat pergi meninggalkanku Kyu-ah".
.
"Jung Seongsaengnim dan Choi Seongsaengnim menjadi dekat setelah kejadian itu dan tak lama kemudian mereka berpacaran dan mereka telah menikah serta memiliki dua anak yang sangat lucu...anak mereka kembar sama sepertimu dan Bumie, dan sekarang anak-anak mereka sudah besar walaupun aku masih lebih tinggi dari mereka, hahahaha, kau tau kyu-ah, anak-anak mereka adalah penggemar berat ku,...sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar bukan, kau lihat...aku sudah menjadi penyanyi terkenal huh...", Changmintersenyum lembut pada langit.
Changmin kembali menundukkan wajahnya danmelihat sebuah benda yang sedari tadi Ia genggam, miniatur pesawat boeing 737 milik Kyuhyun, Changmin ingat saat-saat terakhir Ia bertemu dengan Kyuhyun setelah kejadian dikeluarga Cho yang merubah segalanya, Changmin ingat kata-kata Kyuhyun yang menitipkan benda kesayangan Kyuhyun kepadanya...
"Chang Chang bisa kau bantu aku untuk merawat benda kesayanganku yang satu ini?, tenang saja aku pasti akan kembali dan mengambilnya lagi dari mu dan selama benda ini ada ditanganmu jangan lupa untuk menghitung biaya perawatannya ne, aku akan membayar semuanya", ucap Kyuhyun riang walaupun matanya menggambarkan hal yang sebliknya.
"Hah, ini sudah sepuluh tahun pabbo, apa kau akan sanggup membayar biaya perawatannya selama ini, ck", decak Changmin malas, namun setelah itu sebuah senyuman terukir diwajah Changmin kala mengingat nasehat Ahra kemarin siang saat pesta perayaan di Kediaman keluarga Cho, bahwa semuanya akan kembali seperti sedia kala saat waktunya telah tiba.
.
.
.
.
.
Ruang Keluarga, Dorm SUJU
Rabu, 2 April 2014, Pukul 09.00 KST
"Oke anak-anak, perkenalkan Ajussi yang ada disampingku ini adalah Inspektur Jang Kwon Do dari kepolisian Seoul, beliau inilah yang akan membantu kita untuk mengungkapkan kasus teror yang sedang kalian alami beberapa saat yang lalu, karena kasus ini kita rahasiakan dari publik, jadinya kasus ini hanya kalian, aku, Sooman-ssi, dan Inspektur Jang serta beberapa bawahannya saja yang tau, kalian mengerti!", ujar prince manager.
"Emmm Jun hyung?", tanya Ryeowook menginterupsi seraya mengangkat tangan kanannya.
"Nde Wookie, waeyo?".
"Han Ajussi juga sudah tau mengenai masalah ini...otte, Oh tapi Han Ajussi sudah berjanji tidak akan membicarakannya pada siapapun?", jelas Ryeowook mantap walaupun sebelumnya Ia cukup ragu untuk mengatakannya pada managernya.
"Ahhh, tak masalah, Han Ajussi bisa dipercaya, baiklah sampaikan salam kalian pada Inspektur Jang anak-anak!", perintah Jun Manager riang.
"Annyeonghaseo Inspektur Jang", salam member SUJU bersamaan.
"Hahahaha, annyeong, senang bisa bertemu kalian semuanya, aku tidak menyangka akan menangani kasus kalian dan bertemu dengan kalian secara langsung, hah anak perempuan ku dirumah pasti iri denganku karena appanya kini tengah duduk bersama dengan idolanya, hahahaha dan panggil aku Ajussi saja nde, agar kita lebih akrab".
"Jinja Ajussi, siapa yang anak Ajussisukai dari kami semua?", tanya Donghae antusias dengan senyum childish yang menghiasi wajahnya.
"Eummmm, Kibum sepertinya, karena aku lebih banyak melihat poster-poster Kibum tertempel dikamarnya".
"Hahahaha, kau terlalu berharap banyak Hae Hyung...", timpal Ryeowook.
"HAHAHAHAHAHAHA", seketika itu tawa menghiasi ruang keluarga.
.
.
"Emm, apakah hanya tangan Ajussi sendiri yang memegang kasus ini?", tanya Kibum.
"Apa maksudmu Kibum? Tangan? Bukankah seluruh tubuh Ajussi juga akan digunakan untuk menyelesaikan kasus ini, kalau hanya tangan, mana bisa Ajussi berlari untuk mengejar penjahatnya, dan lagi tadi kan Jun Hyung mengatakan bahwa Ajussi ini akan bekerja beserta anak buahnya...ck...bagaimana kau ini Kibum?", sergah Eunhyuk dengan nada meremehkan.
"Hahaha, maksud Kibum adalah apakah aku memiliki partner utama untuk menyelidiki kasus ini, seorang partner yang akan bertukar pikiran denganku, dan ya, bukan tanganku saja yang ada dalam kasus ini", jelas Jang Ajussi.
"Tapi...kenapa dia tidak ada disini Ajussi?", tanya Hangkyung penasaran.
"Karena dia belum sampai di Korea, yang aku dengar Ia masih menyelesaikan kepindahan tugasnya dari Jepang", ucap Jang Ajussi menerawang.
"Dari Jepang, bukankan dia seorang polisi Korea, kenapa Ia bertugas di Jepang, HUAAAAAAAAA, AKU TAU, apakah Ia mata-mata di Jepang, WAHHHHHHH, ini seperti film saja..", ucap Donghae berbinar-binar.
"Entah lah, apakah dia disana bertugas sebagai mata-mata apa bukan, dari penjelasan singkat yang Ajussi dapat kemarin, partnerku kali ini adalah salah satu anggota Black Raven yang..."
"Black Raven...apakah tidak terlalu berlebihan menempatkan salah satu anggotanya untuk kasus ringan semacam ini?", potong Kibum cepat.
"Awalnya Ajussi juga beranggapan sama denganmu Kibum, kasus ini adalah kasus kecil dibandingkan dengan kasus-kasus yang sering mereka tangani, atasanku hanya menjelaskan bahwa kepulangannya saat ini belum begitu dibutuhkan untuk Black Ravendan lagi Ia juga pernah menyelesaikan kasus teror yang hampir sama seperti yang kalian alami".
"Siapa Ajussi?", tanya Yesung.
"Putri dari Presiden Prancis, satu tahun yang lalu", jawab Jang Ajussi singkat.
"Chakkaman, bisakah diantara kau Kibum atau Jang Ajussi, ada yang bersedia menjelaskan kepada kami secara beruntut tentang apa itu Black Raven dan kasus yang menimpa putri Presiden Prancis itu", sela Leeteuk mewakili member lain beserta manager mereka yang kurang paham atas apa yang Kibum dan Inspektur Jang bicarakan.
"Black Ravenadalah sebuah organisasi rahasia yang dimiliki oleh pertahanan Pemerintah Korea yang dibentuk dua puluh tahun silam, organisasi ini adalah organisasi yang dikhususkan untuk menangani kasus-kasus ataupun gangguan yang terjadi pada negara atau pada warga Korea yang dilakukan khususnya oleh mafia-mafia korea, oleh karena permasalahan yang mereka hadapi sangatlah sulit, maka anggota-anggota yang mereka miliki adalah orang-orang yang tidak hanya memiliki fisik yang sempurna dan kuat, tetapi juga cerdas, usia rata-rata dari anggota Black Raven ini berkisar antara 13-30 tahun...", jelas Kibum.
"Mwoo, 13 Tahun?, Kau tak salah Kibum?", tanya Shindong tak percaya.
"Benar apa yang dijelaskan oleh Kibum, usia anggota mereka antara 13-30 tahun, saat usia mereka 13-17 tahun, mereka menjalani masa-masa pelatihan, dan diusia 18 tahun, mereka sudah mulai disebar keberbagai negara yang menjalin kerjasama pertahanan dengan Korea guna melatih mereka untuk lebih tangguh ketika mereka kembali lagi ke Korea, karena pengalaman militer mereka itulah, para anggota Black Ravenmenjadi prajurit terbaik di Korea", jawab Jang Ajussi menyambung penjelasan Kibum.
"Bukankah itu menyalahi aturan, usia 13 tahun adalah usia anak-anak bukan, seharusnya mereka sekolah seperti anak-anak biasa lakukan, bukan menerima latihan militer, yang jelas sangat berat dan berbahaya bagi mereka?", tanya Jun Manager.
"Yup, Pengaruh kekuasaan pemerintah dan kesanggupan para anggotanya yang keseluruhan adalah anak yatim piatu tanpa sanak saudara, menjadikan organisasi ini terus berkembang dan tertutup bagi publik, tetapi delapan tahun yang lalu, organisasi ini mengalami penolakan dari beberapa petinggi pemerintahan, hingga akhirnya organisasi ini menutup perekrutan anggotanya hingga detik ini. Walaupun perekrutan anggotanya sudah ditutup, aktivitas anggota Black Raven tetap berlangsung dan terus menyebarkan anggotanya dalam jangka waktu 5-8 tahun kenegara-negara lain secara bergantian dan kembali pulang setelah semua tugas dan jangka waktu yang ditentukan kepada mereka telah habis", jelas Kibum kembali.
"Untuk kasus teror putri Presiden Prancis, Ajussi tidak tau kronologi pastinya seperti apa, yang jelas media teror yang mereka gunakan untuk meneror putri Presiden Prancis dan kalian adalah sama, yaitu...
.
.
.
Mawar Hitam dalam kotak beludru berwarna ungu."
.
.
.
Black Raven, entah kenapa aku sangat menyukai nama organisasi itu, bukan karena aku ingin menjadi salah satu anggotanya. Awal aku mengenal Black Raven adalah saat aku tak sengaja mendengar pembicaraan beberapa senior diuniversitasku dulu dikantin saat aku menunggu makan siangku diantarkan oleh waiters, aku duduk tepat disamping meja mereka, maka dari itu aku juga tau saat mereka membicarakan organisasi itu dengan sangat hati-hati dan dengan suara yang lirih, karena rasa penasaranku, sepulang kuliah aku langsung mencari semua informasi yang berkaitan dengan Black Raven, tetapi informasi yang aku butuhkan tidak tersedia disearch engine biasa, untunglah aku memiliki seorang teman kuliah yang ayahnya bekerja dikepolisian pusat dan dari temanku itu jugalah aku mengetahui segala informasi yang sebenarnya keberadaan organisasi itu sangat dirahasiakan dan hanya orang-orang tertentulah yang mengetahuinya. Setelah aku mendengar mengenai organisasi itu, perasaanku seperti diaduk-aduk, kadang aku merasa bangga dan senang dengan kelebihan organisasi itu, tetapi aku juga kadang merasakan perasaan sesak dan khawatir saat aku mendengar tugas-tugas yang pemerintah berikan kepada organisasi itu–Cho Kibum.
.
.
.
.
.
Terminal kedatangan, Bandara Incheon, Seoul
Jum'at, 4 April 2014, Pukul 21.00 KST
"HAYKEN, SEBELAH SINI!", teriak Yim Jae Bum sambil melambaikan tangan kanannya tinggi-tinggi agarnamja yang baru saja keluar dari pintu kedatangan menyadari bahwa sahabatnya telah menunggu untuk menjemputnya.
Yang dipanggil hanya tersenyum dan segera melangkahkan kaki jenjangnya setelah Ia membenarkan letak tas punggungnya yang sedikit merosot. Keluarnya Ken dari pintu kedatangan menjadi pemandangan yang menyejukkan mata dimalam hari, bagaimana tidak, Ken adalah seorang namja dengan fisik yang sempurna dan tubuh yang tinggi walaupun tidak begitu atletis, kulitnya putih, cocok dengan wajahnya yang tampan dan jangan lupakan rambut ikal dark brownnya yang menyempurnakan penampilannya saat Ia berpakaian casual, seperti saat ini, hahahaha, pemandangan yang indah bukan bagi para wanita.
"SELAMAT DATANG DIKOREA KEN!", teriak Jae Bum semangat saat Ken sudah ada dihadapannya.
"Ish, kau ingin merusak telingaku hah, dan lagiii, aku bukan pertama kalinya ke Korea hah, tak usah berlebihan begitu Jae Bummmm", ucap Ken malas seraya menyeret dua koper besar yang ada ditangannya menuju mobil Jae Bum yang di parkir ditempatnya.
.
.
.
Bug
"Ya!, kau tidak senang aku menyambutmu tadi?, ishh kalau tau begini aku tidak akan sudi menjemputmu", sungut Jae Bum saat Ia sudah duduk didepan kemudi siap menjalankan mobil sederhananya menuju apartemen miliknya,yang kini telah bertambah satu penghuni lagi.
"Hahaha, kau marah hah, araseo aku minta maaf ne, besok aku akan traktir kau makan sepuasnya", ujar Ken sambil menyunggingkan senyuman diwajahnya.
"Mudah sekali kau menyuapku dengan mentraktir makan sepuasnya untuk mendapatkan sebuah maaf, apa kata Appamu hah?", tanya Jae Bum mengintimidasi.
"Appaku pasti akan mendukungku, jika dengan mentraktir makan aku berhasil mendapatkan maaf, kenapa tidak huh", jawab Ken tak mau kalah.
Beberapa saat mereka tidak berbincang lagi, suasana mobil yang kini sudah meninggalkan area bandara menjadi hening, Jae Bum fokus menyetir dan memperhatikan jalan, sedangkan Ken memalingkan wajahnya kearah jendera, mencoba menikmati suasana malam kota Seoul yang sudah lama tak Ia lihat, terakhir kali Ia kembali ke Seoul tiga bulan yang lalu, itupun hanya sebentar, setelah acara ulang tahun appanya yang ke 50 tahun, Ia segera kembali lagi ke Jepang karena Ia masih memiliki tanggung jawab disana. Dan kini tanggung jawab itu telah selesai, itu artinya Ia akan kembali menetap dinegaranya.
"Hey Ken, Kau tidak ingin mampir kerestaurant dulu untuk mengisi perutmu?", tanya Jae Bum memecah keheningan.
"Aniyo, kita langsung pulang saja bum-ah, aku sudah makan dipesawat tadi", jawab Ken sedikit lirih, walaupun Ia sering mengadakan perjalanan jauh melebihi jarak Jepang ke Korea, tetapi tetap saja bukan perjalanan yang Ia tempuh kali ini cukup melelahkan dan membuat matanya berat.
"Bangunkan aku jika sudah sampai bum-ah", setelah menyelesaikan permintaannya pada Jae Bum, Ken pun segera menyamankan duduknya dan mulai memejamkan matanya.
Jae Bum hanya bergumam pelan tetapi tetap didengar oleh Ken sebagai jawaban atas permintaan Ken tersebut.
.
.
.
TBC
.
Catatan: untuk Organisasi rahasia Black Ravenini hanya fiksi ya, selebihnya untuk informasi mengenai Boeing 737 insya Allah bener, karena Re ngubek-ngubek si mbah google, hehe.
Huaaaaaaa, ini adalah chapter terpanjang yang pernah aku buat, butuh waktu dua hari untuk menyelesaikannya, capek tapi seneng, akhirnya bisa ngetik juga sampek chapter 5 ini, jadi tolong hargai usahaku dengan review ya...PLEASEEEEEEEEEEEE
Bagaimana kalau kita main tebak-tebakan lagi?
Ada yang mau nebak, siapa yang menjadi anggota Black Ravenyang akan membantu Inspektur Jang mengungkapkan teror mawar hitam yang kini dialami Kibum dkk?
Apakah ada hubungannya dengan kedatangan Ken ke Korea?
Ayo kita lihat dichapter selanjutnya.
Thanks to:
Rini11888, Kyufit0327, Dyayudya, Fiwonkyu0201, MingKyuMingKyu, Dewiangel, SujuELF, Hanna Shinjiseok, Kyufie 99, Awaelfkyu13, Desviana407, Sfsclouds, Vha Chandra, Elfs4482, Gnagyu, n All Readers
