MY TWINS
Cast : Cho Kyuhyun, Cho (Kim) Kibum, Member Suju
Genre : Brothership, Family, and Crime
Warning : OOC n Alur Maju Mundur
Chapter : 6 of ...
.
Happy Reading Guys ^^
N gomawo jeongmal gomawo bagi temen-temen semua yang udah mampir n review di FF ku ini, suport kalian bener-bener ngebantu aku buat semangat lagi menulis...
Trus-trus Selamat datang buat para reader baru, semoga kalian menyukai FF ku ini ya, jangan lupa untuk review oce oce ^^V
.
.
.
Senin, 7 April 2014
.
Kawasan Town House, Gwangjin, Seoul, Pukul 08.00 KST
"Kau sudah bangun Ken?", tanya Jae Bum saat melihat sahabatnya kini telah duduk manis didepan televisi sambil menonton serial kartun favoritnya, doraemon.
"Kau sudah membuat sarapan Bum-ah? Aku laparrrrrr", rengek Ken yang tidak memperdulikan pertanyaan Jae Bum tadi dan sedikit membuat Jae Bum mendengus kesal.
"Aigooo, kau tidak malu dengan usiamu Ken?",cibir Jae Bum saat menyodorkan sepiring nasi goreng plus ayam goreng pada Ken.
"Wae? Kurasa tidak ada hukum dinegara ini yang melarang seseorang yang berusia 24 tahun menonton kartun", cuek Ken yang kini tengah asik melahap makanan favoritnya itu ditemani aksi nobita dan kawan-kawan. Jae Bum yang melihat tingkah Ken hanya geleng-geleng kepala dan memutuskan untuk kembali kedapur.
.
"Tadi Appamu menelpon Ken, Ia menyuruhku mengingatkanmu untuk menemui Shin Ajussi jam 10.00 nanti di Kona Beans Coffee Shop...", penjelasan Jae Bum seketika berhenti saat tau orang yang diajak bicara tak menghiraukannya dan asyik tertawa melihat tingkah kenakalan Giant pada Nobita. Jae Bum hanya bisa menghela nafas dan kembali mencuci beberapa peralatan masak dan piring yang Ia gunakan untuk membuat sarapan, sebelum Ia berangkat bekerja. Delapan tahun bersama, Jae Bum sudah hafal sekali dengan sifat kekanakan yang dimiliki Ken.
.
"Tepat jam 10.00 Ken, kunci motormu ada diatas TV", ingat Jae Bum yang kini telah menghilang dipintu keluar apartementnya yang berada dilantai empat.
"Kenapa meminta bertemu ditempat seperti itu, ck, menyusahkan", cibir Ken.
.
.
.
Kamar SiBum, Dorm Suju, Apartement Star City, Pukul 08.00 KST
"Kau kenapa Bumie? Apa ada masalah?", tanya Siwon Khawatir saat mendapati Kibum hanya duduk terdiam diatas kasurnya.
"Eh, aniyo hyung, gwenchana", jawab Kibum sambil tersenyum.
"Arraseo, sebaiknya kita sarapan", walaupun Siwon kurang puas dengan jawaban Kibum, tetapi Ia tidak akan memaksa Kibum untuk bercerita kepadanya.
"Em, hyung duluan saja, aku masih harus membereskan beberapa barang yang harus aku bawa", tutur Kibum sambil menunjuk beberapa barang diatas mejanya yang memang belum dimasukkan kedalam tas untuk keperluannya nanti saat latihan.
"Nde", jawab Siwon ramah.
Blam
Bunyi debuman pintu kamarpun terdengar saat Siwon keluar dari kamar mereka, menyisakan Kibum sendiri, sudah beberapa kali Kibum menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya, tetapi tetap saja sesak didadanya tak kunjung hilang, "Entah mengapa sejak semalam perasaanku bercampur aduk, antara rasa senang, sedih, dan marah, semoga tidak terjadi apa-apa", inner Kibum. Sekali lagi Kibum mencoba untuk tenang dengan mengelus-elus dada sebelah kirinya dan mulai bergegas membereskan barang-barangnya dan segera menyusul Siwon untuk sarapan.
.
.
.
Kona Beans Coffee Shop, 10.10 KST
"Ajussi anyyeong", sapa Ken saat Ia sudah duduk didepan Shin Ajussi yang sedang menikmati kopi capucinonya yang tampak masih mengepul.
"Kau tidak berubah Ken, selalu terlambat, ck", cibir Shin Ajussi yang memiliki nama lengkap Shin Dong Hwa.
"Sepertinya Kau juga baru datang Ajussi", timpal Ken tak mau kalah.
"Aniya, aku sudah datang sejak satu setengah jam yang lalu".
"Kopi ini adalah cangkir kopiku yang kedua yang baru saja sampai", lanjut Shin Ajussikembali yang mengerti tatapan Ken tertuju pada cangkir kopinya. Shin Ajussi paham bahwa Ken ingin mencari pembenaran atas dirinya yang telat.
"Satu setengah jam...kau ingin berkencan dengan beberapa gadis disini Ajussi", selidik Ken yang kini matanya tengah menyusuri cafe tersebut, walaupun masih pagi tetapi sudah cukup ramai dengan para gadis.
"Ck, jaga ucapanmu Ken, aku masih ingat umur, kau lihat gadis yang menggunakan dress merah muda itu?", tunjuk Shin Ajussi.
"Ck, anak itu, apakah saat ini Ia sedang membolos?", cibir Ken yang kini telah mengetahui alasan mengapa Shin Ajussi betah berlama-lama dicafe yang penuh dengan para gadis, Ayah yang protective, pikir Ken.
"Nde, Ajussi tidak tahan dengan merengekannya sepanjang malam, lagi pula sudah lama aku tidak mengajaknya jalan-jalan", jawab Shin Ajussi santai yang sesekali menyeruput kopi pesanannya.
"Dan salah satu destinasinya adalah di cafe ini?'
"Kau benar, hahahaha".
"Ah terserah, toh walaupun Ia rajin kesekolah tetap saja nilainya hanya berkisar pada angka tujuh...dan mana draft kasus yang harus aku tangani saat ini".
"Kenapa kau buru-buru sekali, kau tidak memesan kopi dan mengobrol bersama aku dan Hyun Na", timpal Shin Ajussi yang tidak menanggapi omongan Ken yang mengarah kepenghinaan terhadap anak perempuannya, tetapi sepertinya Shin Ajussi cukup sadar bahwa apa yang dibicarakan Ken memang benar.
"Mengobrol dengan anak itu, hah terima kasih, aku sudah kapok saat natal tahun lalu...Ia mengajakku mengobrol mengenai hal-hal yang tidak penting selama empat jam non stop dan itu membuat telingaku panas, lagi pula aku tidak ingin dianggap saingan oleh para pelayan yang tampan-tampan itu, ja..palliwa Ajussi", celoteh panjang Ken seraya menyodorkan tangan kanannya kehadapan Shin Ajussi.
Mendengar celetukan Ken, Shin Ajussi langsung mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru cafe dan didapatinya tidak hanya satu atau dua gadis yang menatap kagum Ken, tetapi hampir seluruh dari pengunjung cafe tersebut, hal ini sangat wajar karena sejak awal kedatangannya, Ken sudah menarik perhatian, pertama karena sifat cuek yang Ken miliki, Ia dengan santainya memarkirkan motor sport hitam miliknya tepat10 cm sebelum jendela cafe itu yang kebetulan langsung berbatasan dengan jalan raya, kedua aura manly yang dikeluarkan Ken sangat kuat, mulai dari Ia membuka helmnya dan membenahi rambut dark brownnya dengan bercermin pada jendela cafe, dan yang ketiga, didepan kumpulan para gadis remaja yang sedang mengantri untuk memesan kopi, Ken dengan santainya mencari meja yang ditempati Shin Ajussi sambil membuka jaket kulit warna putih gading yang memperlihatkan kaos baby blue tanpa kerah yang memperlihatkan leher jenjangnya, yang jelas menambah kadar ketampanannyas. Dan ketiga hal yang melekat pada Ken itulah yang membuat beberapa gadis berbisik menyandingkan ketampanan Ken dengan Idola mereka.
.
"Hah arraseo, selamat bersenang-senang dengan kasus barumu Ken dan ini nomor telepon Inspektur Jang yang nantinya akan menjadi partnermu, Ah satu hal lagi, diantara para pelayan yang kau bilang tampan itu adalah salah satu pemilik cafe ini dan menjadi idola dari anak gadisku", ucap Shin Adjushi setelah menyerahkan draft kasus dan kartu nama Inspektur Jang pada Ken.
"Aku tak peduli Ajussi, yos, aku pergi dulu", ucap Ken pamit dan bediri dari kursinya setelah sebelumnya Ia memasukkan nomor telepon Inspektur Jang ke smartphonenya warna hitamnya.
"Oiya Ken, kuharap kau menggunakan nama koreamu", timpal Shin Ajussi saat Ken baru selangkah meninggalkan mejanya.
"Akan kupikirkan", cuek Ken sambil berlalu keluar dari cafe itu.
.
.
.
.
13.00 KST
Sudah dua jam Ken berdiri dibalkon kamarnya, menatap kosong orang-orang yang berlalu lalang disekitar apartement miliki sahabatnya ini, setelah keluar dari cafe tempat bertemu dengan Shin Ajussi, Ken memutuskan untuk kembali keapartemen, tak ada alasan khusus, hanya saja Ken membaca draft kasus yang diberikan Shin Ajussi, kini Ken mengerti apa maksud dari Shin Ajussi yang menyuruhnya menggunakan nama koreanya. Ia tidak menyangka kasus yang akan ditanganinya kali ini menyangkut seseorang dari masa lalunya, seseorang yang belum ingin Ia temui saat ini, tetapi sepertinya takdir berkata lain.
.
Suasana hening yang sejak dua jam lalu mendominasi kamar Ken kini pecah saat dering handphone Ken berbunyi. "Lee Appa" adalah nama seseorang yang saat ini sedang menghubunginya.
"Yoboseo Appa"
"Oh, Yoboseo Ken, Appa tak menyangka kau cepat sekali mengangkat teleponnya, haha", tawa ringan Lee Appa mulai mewarnai awal percakapan ini.
"Haha, bukankah biasanya memang seperti itu Appa...bagaimana kabar Appa?", tanya Ken yang saat ini telah berbaring diatas kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Baik, udara di Hongkong cukup bersahabat dengan Appa, kau sudah membaca draft kasus yang Shin Dong Hwa berikan?"
"Ck, kau tidak romantis Appa, seharusnya kau tanyakan dulu bagaimana kabarku hah", cibir Ken yang sedikit kurang suka dengan gaya bicara Appanya yang to the point, terutama menyangkut mengenai kasus itu.
"Hahaha, Appa sudah tau kabarmu Ken, kau pasti dalam keadaan baik saat ini, buktinya kau bisa mengangkat telepon dari Appa kan?"
"Hah baiklah, aku sedang tak ingin berdebat denganmu Appa...dua jam yang lalu aku sudah selesai membaca draft kasusnya, kau puas Appa"
"Lalu apa tanggapanmu?", tanya Lee Appa cepat.
"Kau yang merencanakan semua ini Appa?", tanya Ken menyelidik.
"Soal teror itu jelas bukan Appa yang merencanakannya, tetapi mengenai penempatanmu dalam penyelidikan kasus itu, Appa hanya sedikit turun tangan", jawab Lee Appa santai.
"Wae?", lirih Ken
"Sejak awal hanya Appa dan Dong Hwa yang tau mengenai permasalahanmu dimasa lalu bukan, dan juga sudah sering pula Dong Hwa membantumu untuk memecahkan permasalahanmu itu, saat Dong Hwa menerima laporan dari Inspektur Jang mengenai kasus teror itu segera saja Dong Hwa menceritakannya pada Appa."
"Apakah Shin Ajussi yang mengusulkannya penempatanku dalam kasus itu?"
"Nde, dan Appa mendukungnya, Appa rasa inilah saatnya kau kembali Ken...",
"Tapi sampai saat ini aku belum menemukan jawaban atas masalahku dimasa laluku itu Appa", potong Ken cepat.
"Haha, ini sudah sepuluh tahun Ken, mau berapa lama lagi kau ingin terus mencari disekitar zona amanmu Ken, seharusnya kau ingat kasus-kasus sebelumnya yang sudah pernah kau pecahkan, bahwa pelaku utamanya tidak akan jauh dari akar permasalahan bukan, nah inilah saatnya kau harus keluar dari zona amanmu dan mulai mencari jawabannya ditempat itu, tempat yang didekat dengan keluargamu, dekat dengan Appa dan Eommamu, serta kakakmu", ucap Lee Appa bijak.
"Kau juga Appaku"
"Hahaha, Appa tau, kau tetap menjadi anak seorang Lee Jung Wook, dan juga anak dari seorang Cho Yeung Hwan dan Cho Hanna"
"..."
"Ken?", tanya Lee Appa saat Ken tidak memberikan respon atas pernyataannya itu.
"Nde Appa?"
"Kau pasti bisa, kau sudah mempersiapkan dirimu sepuluh tahun ini bukan, apapun reaksi mereka, ingatlah bahwa kejadian sepuluh tahun yang lalu itu tidak akan pernah memutuskan hubungan darahmu dengan Appa dan Eommamu, serta saudara-saudaramu, bukankah Cho Kyuhyun yang terbaik hah? hahahaha"
"Cho Kyuhyun?"
"Wae, bukankah kau merindukan nama itu hem? Cha, cepat selesaikan kasus teror itu dan temukan jawaban dari permasalahanmu, agar aku bisa memanggilmu Cho Kyuhyun"
"Tapi aku lebih suka Appa memanggilku 'Ken' ", rajuk Ken.
"HAHAHAHA, Arraseo, Ken anakku, sudahlah kau harus ingat umurmu sekarang, kau tidak pantas lagi merajuk dengan bibirmu yang maju itu, HAHAHAHA"
plip
"YA! APPA!"
.
"Ish, aku khan belum selesai berbicara kenapa sudah dimatikan, dasar Appa", sungut Ken yang sekarang kita bahwa sebenarnya Ken adalah Cho Kyuhyun adik kembar Cho Kibum yang telah menghilang selama sepuluh tahun ini.
Setelah perbincangan Lee Appa dan Ken selesai, suasana kamar Ken kembali hening, kini Ken terlihat memejamkan matanya, bukan untuk tidur dan beristirahat, tetapi Ia memikirkan kembali perkataan Appanya bimbang saat ini, disisi lain Ken membenarkan ucapan Appanya yang menyuruhnya untuk keluar dari zona amannya, tapi disisi lain, sanggupkah Ia, beranikah Ia berhadapan dengan keluarganya lagi terutama kakaknya, Kibum, setelah sepuluh tahun Ia pergi.
Ken hanya bisa menghela nafas, semua hal yang Ia pikirkan saat ini semakin berat saat Ia ingat tatapan tajam Kibum kepadanya.
Tak berapa lama, manik kembar coklat Ken kembali terlihat tatkala Ia membuka matanya untuk melihat pesan singkat yang baru saja diterima smartpohonenya. "Appa tau saat ini kau sedang bimbang anakku, percayalah kau pasti bisa, jadilah anak yang kuat Ken, FIGHTING CAPTAIN".
"Gomawo Appa, gomawo...aku akan buktikan bahwa aku anak yang kuat seperti harapanmu, do'akan aku Appa", ucap Ken dalam hati setelah sebelumnya Ia cukup lama terdiam dan terus berulang-ulang membaca pesan Appanya itu yang bagaikan mantra penenang jiwa dan penghadir senyum indah diwajah tampan nan polosnya saat ini.
Selamat datang kembali Cho Kyuhyun -
.
.
.
.
.
17.00 KST
"Yoboseo Inspektur Jang, Ken Imnida, partner baru Anda"
"Oh Yoboseo Ken, senang bisa mendengar suaramu, jangan terlalu formal, panggil saja Ajussi nde, hahaha"
"Nde Ajussi, emmm, aku sudah membaca draft kasus yang akan kita tangani, dan kapan akan kita mulai penyelidikannya?"
"Oh syukurlah, bagaimana bila nanti jam 07.00 malam kita bertemu di Dorm Suju, karena tadi aku mendapat laporan bila mereka kembali mendapatkan teror itu pukul 16.00 saat mereka pulang dari latihan"
"Arraseo, kita bertemu di lobby apartement mereka saja, Ajussi"
"Arraseo Ken, sampai bertemu nanti"
PIP
.
.
.
.
.
Dorm SUJU, Pukul 18.45 KST
PRANG
"Suara apa itu?", tanya Eunhyuk pada Donghae yang saat ini menemaninya menonton televisi.
"Molla Hyuk, sepertinya dari arah dapur sebaiknya kita lihat saja", saran Donghae.
.
Saat EnHae sudah berada dekat dengan dapur, mereka mendapati hampir seluruh member SUJU berkumpul, sepertinya mereka juga penasaran dengan apa yang terjadi.
"Mianhae Bumie, aku tak sengaja mengagetkanmu, jeongmal mianhae", tutur Ryeowook seraya tangan-tangannya mengambil beberapa pecahan gelas yang berserakan dilantai dapur yang dibantu dengan Kibum.
"Gwenchana hyung, aku saja yang melamun sampai-sampai tidak menyadari hyung memanggilku tadi", ucap Kibum seraya tersenyum tipis, Ia juga merasa bersalah karena kekacauan ini bukan sepenuhnya salah Ryeowook.
Siwon yang juga hadir didapur terus saja memperhatikan Kibum, Ia semakin yakin ada suatu masalah yang sedang Kibum hadapi dan menyita hampir seluruh konsentrasi Kibum, Siwon cukup khawatir melihat kondisi Kibum karena seberat apapun permasalahan yang Kibum ataupun para member hadapi tidak pernah sekalipun membuat Kibum seperti ini. Tetapi saat ini lagi-lagi Siwon hanya bisa diam dan menunggu Kibum untuk bercerita, walaupun Kibum termasuk orang yang tertutup mengenai masalah pribadinya dengan orang lain, tetapi bila bersama Siwon, Kibum bisa terbuka.
"Ah, syukurlah tidak terjadi apa-apa, cha, sebaiknya kita berkumpul diruang tengah, sebentar lagi Jang Ajussi akan datang bukan!", tutur Leeteuk yang melihat kekacauan yang terjadi didapur sudah terselesaikan.
"Nde Hyung", ucap para member serempak yang diiringi langkah mereka keruang tengah, meninggalkan Kibum sendiri di dapur dan tidak disadari oleh member yang lain.
Kibum kembali terdiam, tangan kanannya mulai meraba dada sebelah kiri, sedikit meremasnya guna meringankan debaran jantung yang tidak beraturan, semakin lama Kibum semakin sesak dan itu membuat perasaannya saat ini semakin kacau melebihi apa yang dirasakannya tadi pagi. Mantra 'semua akan baik-baik saja' terus dilafalkannya dalam hati, Kibum benar-benar berharap tidak ada sesuatu yang buruk akan terjadi.
.
.
.
Sementara di Lobby Apartement Star City, pukul 18.45 KST
Seorang namja tampan berbalutkan mantel coklat yang melekat sempurna ditubuh tingginya terlihat telah memasuki lobby apartemen mewah tersebut, dengan sesekali membenahi tas ranselnya yang sedikit melorot dari pundaknya, Ia mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk mencari seorang pria baruh baya yang sebentar lagi akan menjadi partnernya dalam kasus baru yang akan Ia tangani. Setelah cukup yakin dengan apa yang Ia lihat, dengan segera Ken, namja tampan itu, melangkah dan mendekati seorang ajussi yang sedang membaca sebuah koran ditempat tunggu lobby.
"Jang Ajussi", sapa Ken seraya memegang pundak kanan Jang Ajussi dengan lembut.
"Ken?", tanya Jang Ajussi memastikan.
"Nde Ajussi, senang bertemu dengan Anda", jawab Ken ramah seraya mengulurkan tangan kanannya untuk berjabatan dengan Jang Ajussi sebagai tanda awal bertemu.
"Hahaha, Ajussi juga senang dapat bertemu denganmu Ken, ternyata kau lebih tinggi dari ku ya?", tanya Jang Ajussi yang hanya ditanggapi Ken dengan kekehan ringan.
Dan selanjutnya obrolan dua insan beda usia itu berlanjut saat mereka melangkahkan kaki menuju lift untuk ke dorm Suju. Hanya obrolan ringan tetapi cukup membuat Jang Ajussi tercengang sekaligus iri dengan Ken. Dari obrolan itu, Jang Ajussi mengetahui bahwa Ken adalah seorang anak muda yang luar biasa, diumurnya yang ke 24, pangkat yang dimiliki oleh Ken jauh dua tingkat lebih tinggi dari Inspektur Jang yaitu Kapten kedua, sebuah pangkat bila diinstansi kepolisian biasa sudah mampu menduduki wakil dua kepala kepolisian, atau secara sederhanapangkat Ken setingkat dengan wakilnya wakil kepala kepolisian.
.
.
Ting
"Kenapa pintu lift ini terbuka dengan sangat cepat, bahkan ini kurang dari lima belas menit ketika aku sampai di lobby apartement dan kenapa saat ini aku merasa kakiku melangkah dengan cepat sehingga sekarang aku sudah didepan pintu dorm mereka, Oh Tuhan apa yang harus ku lakukan, haruskah aku lari dari sini sekarang, tidak...tidak aku sudah berjanji pada Appa Lee, aku pasti bisa, ya pasti bisa, apakah aku bisa berharap pada-Mu Tuhan, saat bertemu nanti, Kibum akan menyambutku dengan pelukan hangatnya setelah sepuluh tahun kami tidak bertemu, kumohon", rapal Ken dalam hati.
"Gwenchana Ken?", tanya Jang Ajussi khawatir."apa sebegitu gugupnya dirikusampai-sampai Jang Ajussi mengakhawatirkan aku, oh tidak, aku harus siap, semangat Ken, Kau pasti bisa", inner Ken.
"Nde Ajussi, aku hanya sedikit gugup", jawab Ken seraya tersenyum tipis.
"Hahaha, kau tidak akan kalah tampan jika bersanding dengan mereka, jadi kau tidak perlu gugup seperti itu", ucap Jang Ajussi.
.
Tidak lama setelah bel dibunyikan, pintu dorm SUJU pun terbuka dan memperlihatkan sosok namja berwajah mirip ikan dengan senyum childishnya, yang Ken tau namanya adalah Lee Donghae, Ken mengetahuinya saat membaca draft kasus yang didalamnya terdapat keterangan lengkap beserta foto member SUJU.
"Selamat datang Ajussi, silahkan masuk", ucap Donghae mempersilahkan.
Tetapi belum sempat Jang Ajussi melangkahkan kakinya untuk masuk, kembali Donghae melontarkan pertanyaan yang kali ini ditujukan untuk Ken.
"Oh, apakah kau anggota Black Raven itu?", tanya Donghae lirih.
Ken tidak langsung menjawab pertanyaan Donghae, dengan raut wajah Ken yang berubah datar, Ken mengalihkan pandangannya dari Donghae ke Jang Ajussi untuk meminta penjelasan.
"Em, aku sedikit menjelaskan mengenai dirimu yang Ajussi tau pada mereka, Gwenchana?", tanya Jang Ajussi yang sedikit merasa tidak enak karena menceritakan sesuatu yang bersifat rahasia.
"Nde, gwenchana Ajussi", jawab Ken yang kini kembali ramah dengan senyum kecil diwajahnya.
"Annyeong Donghae Hyung", sapa Ken dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Kajja kita masuk", ajak Jang Ajussi.
.
.
.
.
Ruang Tengah Dorm SUJU, pukul 19.00 KST
"Annyeong anak-anak", sapa Jang Ajussi kepada para member Suju yang telah berkumpulsemua diruang itu.
"Annyeong Ajussi", jawab member suju dengan kompak.
"Wah, Ajussi tak menyangka kalian semua bisa berkumpul disini, hahaha, Ajussi kira hanya beberapa saja karena kalian sibuk", tutur Jang Ajussi yang saat ini posisinya masih berdiri didekat sofa para member duduk.
"Aniya Ajussi, kebetulan dari sore kami semua sudah tidak ada jadwal", timpal Hankyung.
"Ah matta, Ken kemarilaah", panggil Jang Ajussi seraya menggeser badannya yang sedari tadi menutupi Ken.
.
DEG...waktu seakan berhenti, setelah sepuluh tahun, kedua mata yang berbeda warna itu kini kembali bertemu, mereka saling berpandangan dan dengan cepat keduanya bisa melihat pancaran perasaan dari masing-masing onix itu, sang onix hitam yang memancarkan rasa kebencian dan kekecewaan yang mendalam, sedangkan onix coklat itu memancarkan rasa rindu yang teramat gentar dengan cepat merasuki tubuh sang pemilik onix coklat, tetapi dengan cepat pula, rasa tidak ingin kalah dari keadaan yang menghimpitnya mampu mengalahkan rasa gentarnya dan menumbuhkan kekuatan dalam tangan Ken terlihat mengepal dengan erat, dalam hati Ken bersumpah, Ia pasti bisa mengembalikan rasa cinta kepada dirinya lagi kedalam onix hitam miliki Kibum, saudara kembarnya.
.
"Baiklah anak-anak, perkenalkan anak muda tampan ini adalah Ke..."
"Cho Kyuhyun imnida", potong Ken cepat.
"Cho Kyuhyun? Ah apakah itu nama yang saat ini akan kau pakai Ken?", bisik Jang Ajussi pada Ken yang ada disamping kirinya.
"Aniya, Ajussi, Cho Kyuhyun adalah nama asliku, jadi aku akan menggunakannya saat ini", jelas Ken dengan mantap, atau sekarang kita bisa memanggilnya Cho Kyuhyun.
"Cho? Nama margamu dengan Kibum sama Kyuhyun-ah, apakah kalian bersaudara? hahaha", tanya Shindong beruntut.
"Aniya/Nde", jawab Kibum dan Kyuhyun bersamaan.
Semua orang yang ada disitu kecuali Kibum dan Kyuhyun hanya bisa diam dan saling bertatapan satu sama lainnya dengan bingung, ucapan dari pihak mana yang harus mereka percaya.
.
.
Sreet...Kyuhyun dengan sigap menahan lengan Kibum yang sudah berdiri dan hendak pergi meninggalkan ruangan itu.
"Apakah seperti ini caramu menyambut kedatangan saudaramu Bum Bum?", tanya Kyuhyun dengan senyum ramah yang Ia tujukan untuk Kibum, tetapi senyum itu tak bertahan lama saat...
Srett...bugh
Dengan sekuat tenaga, Kibum melepaskan lengannya dan berbalik memojokkan Kyuhyun ketembok dibelakangnya dengan kedua tangan Kibum mencengkram kerah mantel yang Kyuhyun gunakan, sangat mencekik, itu yang dirasakan Kyuhyun.
"Dengarkan ini baik-baik...Aku...tidak...pernah...memiliki...saudara...seorang...pembunuh sepertimu", desis Kibum tajam.
Srett
Tap
Tap
Tap
Klek
BRAK
Secepat cengkraman dileher Kyuhyun terlepas, secepat itu pula pintu utama Dorm itu terbuka dan tetutup dengan kerasnya. Kibum meninggalkan Dorm dengan emosi yang tinggi.
.
.
.
TBC
.
Tuhan...
Bolehkah aku meminta kepada Muuntuk memutar waktu kembali dan tak membiarkan aku untuk mendengar hal yang tak pernah kubayangkan, sehingga membuatku terjerumus untuk melakukan kesalahan itu
Aku benci saat Ia melihatku dengan tatapan tajamnya
Cho Kyuhyun -
.
.
Yos, siapa yang mau peluk author karena telah berbaik hati mempertemukan dua saudara yang telah lama terpisah...#timpuk sandal masal
Haha, author mau kasih nilai 100 deh buat para reader yang kemarin udah nebak siapa Ken sebenarnya. Yeaaaaaaa
Mungkin ada yang sedikit bingung dengan jalan cerita yang aku buat sampai dengan chapter ini ya, haha maklumlah aku baru dalam hal tulis menulis, jadi begini, FF ini berkisah mengenai dua anak kembar tidak identik yang terjebak pada suatu permasalahan rumit yang tak mereka sadari sudah mereka temui saat mereka masih remaja, permasalahan itu akhirnya berbuntut pada sebuah kejadian yang membuat hubungan dua saudara itu retak dan terpisah sangat lama, hingga akhirnya setelah sepuluh tahun, mereka bertemu kembali saat mereka telah dewasa dengan dua latar kehidupan yang berbeda, Kibum dengan profesinya sebagai seorang penyanyi terkenal, sedangkan Kyuhyun sebagai seorang anggota organisasi rahasia pemerintah, dan kasus teror yang sedang ditangani oleh Kyuhyun, kini menjadi jembatan bertemunya Kyuhyun dengan kakaknya lagi.
Lalu apa hubungannya ada organisasi rahasia pemerintahan masuk dalam ide ini dan apa pengaruhnya, nanti dichap depan akan terjawab deh alasannya, atau mungkin dichap ini sudah bisa menerkanya...hohoho
Untuk Chapter selanjutnya, aku akan mencoba untuk menceritakan mengenai flashback kejadian sepuluh tahun lalu yang dialami Kyuhyun sehingga membuatnya terpisah dari keluarganya...So, Bagi yang penasaran harap ditunggu ya, hahahaha...
Pleaseeeeeeee, Review ya buat kelanjutan semangat Re, semakin banyak yang review semakin cepet deh untuk update...Gomawo...#bow bareng KyuBum Oppa...
Thanks to:
Desviana407, FiwinKyu0201, Jmhyewon, Awaelfkyu13, Dewiangel, Vha Chandra, Kyufit0327, Ciput, Guest, Rikarika, MingKyuMingKyu,Gnagyu, Rini11888, Hanna Shinjiseok, MinGyuTae00, Phiexphiexnophiex, Cuttiekyu, SujuELF, BunnyKyunnie, Sfsclouds, Chairun, Augesteca, n All readers.
