MY TWINS

Cast : Cho Kyuhyun, Cho (Kim) Kibum, Member Suju

Genre : Brothership, Family, and Crime

Warning : OOC, n Typo ^^V

Chapter : 9 of...

.

.

.

Ahhh, mian baru update ne.

Gomawo buat chinggudeul yang dichap kemaren udah mampir, review, follow, n fav FF ku ini.

Bagi chinggudeul yang baru FF ini, Re ucapin selamat datang...

Yos, HAPPY READING ya, tetep ditunggu reviewnya, ayo dong jangan jadi SiDers oce oce ^^d

.

.

.

Ruang Makan Dorm Suju, 28 April 2014, 08.00 KST

"Leeteuk Hyung, apa Kibum belum bangun?".

"Sepertinya belum, wae?".

"Jam berapa tadi malam dia pulang?", tanya Yesung kembali.

"Jam dua pagi...huh aku baru melihat Kibum seperti ini,...Siwon menjemputnya di sebuah Klub".

"Klub malam? Apa dia mabuk?".

"Ck, Yesung Hyung, pertanyaan macam apa itu, jelas-jelas kau tau apa jawabannya", timpal Eunhyuk yang sedari tadi mendengarkan percakapan kedua hyungnya itu.

"Aku hanya memastikannya pabbo", jawab Yesung tak terima.

"Nde dia mabuk berat, untung saja klub itu sangat menjaga privacy para pelanggannya, jadi kita bisa tenang setidaknya nitizen tidak mencium hal ini", ucap Leeteuk seraya menghela nafasnya yang sedikit berat.

"Siapa sebenarnya Cho Kyuhyun itu? Apa benar Ia bersaudara dengan Kibum?"

"Apa karena marga mereka sama huh jadi kau menyimpulkannya begitu?", ucap Heechul menjawab pertanyaan Shindong.

"Kurasa kita semua mendengar apa yang diucapkan anak itu pada Kibum 'apakah seperti ini caramu menyambut kedatangan saudaramu Bum Bum?' ", tutur Shindong menirukan ucapan Kyuhyun kemarin.

"Nde, benar apa yang dikatakan Shindong Hyung, bahkan saat Shindong Hyung bertanya pada Kyuhyun, apakah mereka bersaudara, baik Kibum ataupun Kyuhyun menjawab dengan jawaban yang berbeda, bukan begitu Shindong Hyung?".

"Yup, kau benar Wookie".

"Ck, sudah jangan menduga-duga, nanti kita tanyakan saja pada Kibum".

"Aku dan Kyuhyun bukan saudara Hyungdeul", timpal Kibum yang kini tengah berjalan menuju meja makan.

"Oh, kau sudah bangun Kibumie, apa kepalamu sangat sakit?".

"Aniyo, gwenchana Wookie Hyung". Kibum pun tersenyum menanggapi sikap perhatianyang ditunjukkan oleh salah satu hyungnya itu.

"Untung saja hari ini kita libur, jadi kau bisa lebih banyak beristirahat bumie".

"Nde, Leeteuk Hyung, em...Siwon Hyung gomawo sudah menjemputku, mianhae aku pasti merepotkanmu".

"Tidak hanya Siwon saja yang kau repotkan, kami semua juga, mencarimu, menelpon handphonemu terus-menerus, sampai-sampai aku harus mengurangi jatah tidurku untuk menunggumu".

"Heechul-ah, sudahlah", ucap Leeteuk.

"Mianhae, hyungdeul", sesal Kibum yang kini tengah menundukkan kepalanya.

"Gwencaha Kibumie, sebaiknya kau tak mengulangi apa yang tadi malam kau lakukan, seberat apapun masalahmu, jangan pernah berlari kealkohol untuk menyelesaikan masalahmu, ne", nasihat Leeteuk.

"Nde Hyung, itu untuk terakhir kalinya, lagi pula minuman itu terlalu pahit dilidahku, yeak!", ucap Kibum seraya menjulurkan lidahnya, mengekspresikan ketidaksukaannya pada minuman beralkohol yang tak ayal mengundang gelak tawa dari seluruh member suju keculi Kibum.

"Hahaha, baiklah-baiklah, sebaiknya kita sarapan"

"Nde Leeteuk Hyung", jawab serempak para member Suju lainnya.

Sarapan para member suju yang awalnya berjalan dengan sedikit serius karena membicarakan mengenai penyebab Kibum mabuk, kini sudah berubah menjadi menyenangkan dengan suasana santai yang tak jarang diisi dengan lelucon-lelucon yang dilontarkan secara bergantian oleh para member Kyuhyun dan Jang Ajussi muncul secara tiba-tiba di ruang makan mereka, suasana menyenangkan itu seketika lenyap menyisakan keheningan.

"ANNYEONG HYUNGDEUL", sapa Kyuhyun ceria saat menyadari tatapan heran pada member SUJU.

"..."

"Ck, sudah kubilang bukan, kita bunyikan bel saja", bisik Jang Ajussi pada Kyuhyun.

"Ck, ini juga salahmu Ajussi yang tak mempercayai ucapanku", decak Kyuhyun.

"NOE, BAGAIMANA BISA MASUK HA?"

"Haha, jelas lewat pintu Heechul Hyung", jawab Kyuhyun dengan santai.

"Tapi kami tidak membukakan pintu untukmu?", tanya Ryeowook heran.

"Ne, Wookie Hyung memang tidak membukakan pintu untuk kami, ji..."

"KAU MEMBOBOL PINTU HAH", teriak Heechul memotong ucapan Kyuhyun.

"Aniyo, aku tidak membobol pintu kalian, hyungdeul bisa mengeceknya, tak ada tanda-tanda kerusakan sedikitpun, bukan begitu Jang Ajussi?"

"Hehehe, betul apa yang dikatakan bocah satu ini, kami tidak membobol pintu kalian, hanya saja tadi Ken sedikit mengajari aku cara melacak sebuah kode pintu apartemen", tutur Jang Ajussi lirih, kali ini Ia merasa seperti anak kecil yang ketahuan mencuri mangga.

"ITU SAMA SAJA".

"Ck, Heecul Hyung, jangan berteriak, suaramu itu sangat mengganggu", ucap Kyuhyun cuek sambil sesekali Kyuhyun mengorek telinga kirinya dengan jari kelingking.

"MWO", teriak Heechul kembali yang tak terima dengan ucapan Kyuhyun barusan.

"Sudahlah Heechul-ah, hentikan teriakanmu...ini masih pagi".

"Tapi Teuki-ah..."

"Mianhae Hyungdeul, aku tidak akan melakukannya lain kali, dan sebaiknya kalian menambah kunci pengaman lainnya".

"Gomawo, Kyu atas saranmu, nanti aku akan membicarakannya dengan manajer hyung, ah apakah kau dan Jang Ajussi sudah sarapan?", tanya Leeteuk.

"Nde, kami sudah sarapan Leeteuk-ah, gomawo atas tawaranmu, ja sebaiknya kalian selesaikan sarapan kalian, kami akan menunggu di ruang tengah, kajja Ken".

"OK", ucap Kyuhyun santai seraya merangkul pundak Jang Ajussi saat mereka berdua berjalan keruang tengah.

.

.

"Ken? Kyuhyun? Mana nama yang saai ini kau gunakan?", tanya Jang Ajussi malas yang kini bingung dengan nama yang harus digunakan oleh partner barunya saat ini.

"Ken saja Ajussi", jawab Kyuhyun seraya tersenyum lembut pada Jang Ajussi.

.

.

.

Ruang Tengah Dorm SUJU, 08.30 KST.

"Mianhae Kyu, Ajussi kalian menunggu lama".

"Gwenchana Teuki-ah".

"Em, hyungdeul sudah berkumpul disini semuanya, sebelum kita memulai penyelidikannya, ada sesuatu yang harus aku luruskan".

"Mengenai apa Ken?", tanya Jang Ajussi penasaran, sedangkan para member SUJU hanya saling berpandangan dan diam untuk menunggu apa yang selanjutnya diucapkan oleh Kyuhyun.

"Ini mengenai masalah tadi malam saat aku datang, pertama yang harus aku luruskan adalah aku dan Kibum sebenarnya tidak bersaudara..."

"Ya, kami tau, tadi Kibum sudah mengatakannya pada kami", potong Donghae. Kyuhyun yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum miris yang tentunya hanya disadari oleh Kibum seorang.

"Dan namaku sebenarnya adalah Lee Kyuhyun, bukan Cho Kyuhyun", lanjut Kyuhyun yang kali ini dengan suara yang agak lirih.

"Apa alasanmu?", tanya Siwon.

"Huh, sebenarnya aku dan Kibum sudah saling mengenal sejak masuk Junio High School, kami adalah teman sekelas dan hubungan kami sangat dekat sebagai sahabat, tetapi karena suatu hal, persahabatan kami terputus dan itu berlangsung sampai saat ini..."

"Hal apa yang bisa membuatmu disebut sebagai seorang pembunuh oleh Kibum huh?", selidik Heechul.

"Heechul-ah...", peringat Hangkyung yang saat ini duduk disampingnya.

"Huh, tapi aku tidak ingin kasus ini ditangani oleh seorang pembunuh, ahhhh apa jangan-jangan teror ini dikirim olehmu hah, Lee Kyuhyun?", tanya Heechul sarkatik.

"Aniyo, bukan aku pelakunya..."

"Huh, mana ada maling yang mengaku, bisa jadi penjara yang ada diseluruh Korea ini penuh", timpal Heechul memotong ucapan Kyuhyun.

"Bukan Kyuhyun pelakunya Heechul Hyung...dan masalah yang terjadi diantara kami tidak ada sangkut pautnya dengan teror yang kita hadapi saat ini", tutur Kibum menengahi.

"Lalu apa masalahmu dengan anak ini Kibumie? Pasti karena anak ini bukan tadi malam kau mabuk berat?", ucap Heechul dengan mata tajam yang mengintimidasi Kyuhyun.

"Kau...mabuk Bum Bum?", tanya Kyuhyun heran, karena setahunya Kibum bukanlah orang yang tolerir dengan alkohol, tetapi itu sepuluh tahun yang lalu.

"Kkeure, Kibumie mabuk tadi malam, KAU PUAS".

Semua orang menjadi terdiam mendengar luapan emosi Heechul pada Kyuhyun, dan Kyuhyun...

Ia hanya bisa menundukkan kepalanya sebagai tanda Ia menyesal, untuk kejadian tadi malam dan juga untuk keberaniannya menerima tawaran ayahnya menangani kasus teror ini sehingga menyebabkan dirinya bertemu langsung dengan Kibum. Saat ini Ia merasa bersalah karena tengah merusak kehidupan Kibum yang saat ini telah sempurna tanpa adanya bayang-bayang kejadian sepuluh tahun silam.

.

.

"Sudah ku bilang Heechul Hyung, bahwa masalahku dan Kyuhyun dimasala lalu, tidak ada hubungannya dengan teror yang kita hadapi saat ini, walaupun saat ini aku dan Kyuhyun sedang buruk hubungannya,aku sangat yakin kalau Kyuhyun bukan pelaku teror ini, karena aku sangat mengenal Kyuhyun, dan untuk saat ini aku belum ingin menceritakan masalahku dengan Kyuhyun pada kalian, biarkan kami menyelesaikan masalah kami dahulu dengan cara kami sendiri, dan bila nanti kami tidak sanggup menyelesaikannya, maka kami akan meminta bantuan pada hyungdeul", tutur Kibum memecah keheningan yang kurang lebih lima menit ini mendominasi ruangan itu.

"Kau yakin Bumie, kita bisa meminta kepada Jang Ajussi untuk mengusulkan pergantian penyidik".

"Nde Yesung Hyung, biarkan Kyuhyun disini dan membantu kita menyelesaikan kasus ini, kalian tenang saja, aku tidak akan membawa permasalahan pribadiku dalam hal ini, aku berjanji", ucap Kibum seraya menganggukan kepalanya dan tersenyum meyakinkan.

Kyuhyun yang melihat senyuman diwajah kakak kembarnya itu menjadi lega, hatinya kembali menghangat, Ia benar-benar merasa kembali hidup setelah sepuluh tahun Ia mati. Dan Kyuhyun tersenyum untuk itu.

.

.

"Gomawo Bum Bum, dan untuk saat ini, karena aku sedang bertugas, hyungdeul bisa memanggilku Ken, kurasa itu terdengar lebih baik", ucap Kyuhyun ringan, oh atau saat ini kita harus memanggilnya Ken.

"Ken? Apakah itu nama dari Negeri Jepang?", tanya Sungmin.

"Nde, ayahku yang memberinya, artinya Kuat".

"Apa ayahmu tau kau anggota Black Raven?".

"Nde Eunhyuk hyung, karena ayahku juga salah satu anggota Black Raven", ucap Ken bangga yang terlihat diwajahnya saat ini.

"Ohh".

"Jadi kalian harus merahasiakan nama asliku selama aku bertugas, oke!".

"Apa kami boleh memanggil nama aslimu bila kau sedang tidak bertugas?".

"Tetap tidak boleh Yesung Hyung".

"Ck, seharusnya dari awal kau merahasiakannya pada kami kalau begitu", sungut Yesung.

"Yesung-ah..", tegur Leeteuk.

"Ck, arraseo".

"Hahahaha, ingat umurmu Yesung-ah, jangan merajuk lagi".

"Aku tidak merajuk Jang Ajussi!", kekeh Yesung.

"Hahahaha, baiklah-baiklah, sebaiknya kita mulai saja penyelidikan kali ini huh", ucap Jang Ajussi mengalah.

"Ayoooooooo", koar EunHae semangat.

.

.

.

"Baiklah, aku sudah mengeluarkan semua barang buktinya dan peralatan untuk mencatat, bagaiman denganmu Ken?"

"Nde, aku sudah mempersiapkannya Ajussi", jawab Ken pasti. Kini dimeja ruang tengah tersebut sudah terlihat disisi kanan meja terdapat dua buah kotak berbahan beludru berwarna ungu yang jelas didalamnya terdapat mawar hitam yang letakkan berdampingan, sedangkan disisi kiri namun agak ketengah terdapat laptop Ken yang sudah standby untuk mencari informasi yang dibutuhkan dalam penyelidikannya.

"Baiklah, diatas meja ini terdapat dua kotak yang sudah Ajussi beri keterangan hari, tanggal, dan jam ditemukan, oh, serta orang yang menemukannya. Kotak pertama ditemukan, emm...ani dibuka oleh Kang in pada hari Jum'at, tanggal 28 Maret 2014, pukul 09.30 KST. Sedangkan kotak kedua dibuka oleh Kibum pada hari Senin, tanggal 7 April 2014, pukul 16.00 KST", jelas Jang Ajussi.

"Huh, Baru kali ini aku melihat mawar hitam?Apakah benar ada jenis bunga yang seperti ini?", tanya Ryeowook.

"Nde, mawar hitam adalah salah satu jenis bunga yang langka untuk saat ini...", jelas Ken.

"Untuk saat ini?"

"Nde Siwon Hyung, bunga ini sebenarnya hidup secara alami di Negara Turki, tepatnya di Halveti. Keberadaannya saat ini langka karena kontruksi bendungan di Halveti sedikit banyak menggusur banyak tanah dan lahan yang berdampak pada jumlah mawar hitam. Warna mawar yang hitam ini disebabkan oleh adanya pigmen dikelopak mawar yang sama dengan pigmen pada raspberry dan blueberry, yaitu anthocyanin, yang menyebabkan warna mawar cenderung berwarna magenta tua atau ungu tua yang mendekati hitam. Mawar ini biasanya hanya mekar 2 kali dalam setahun selama 15 hari saja.", lanjut Ken.

"Emm, kenapa setelah aku mendengar penjelasan Ken, aku merasa bahwa bunga ini cantik ya".

"Yak Wookie, apanya yang cantik, bunga ini menyeramkan", tutur Eunhyuk mendramatisir.

"Benar apa yang dibilang Wookie Hyung, bunga ini akan sangat cantik bahkan berkesan bila orang yang menerimanya adalah seorang wanita yang sedang dimabuk cinta".

"Maksudmu Kibum?".

"Bunga ini memiliki dua arti yang berbeda tergantung pada persepsi orang yang memberinya, pertama pada persepsi positif, mawar ini melambangkan cinta yang dalam atau cinta mati, cinta yang murni, atau kesetiaan. sedangkan pada persepsi negatif, mawar ini melambangkan kematian, sebuah tragedi, atau dendam dan kebencian."

"Begitu...aku berharap bunga ini melambangkan cinta murni pada kita".

"Kurasa tidak Donghae Hyung".

"Wae? Apa kau menemukan sesuatu Ken".

"Nde Bum Bum..."

"Kibum", tegas Kibum.

"Arraseo, Kibum...aku rasa bunga ini sudah tidak murni lagi, dikelopaknya".

"Sebaiknya kau memeriksanya Ken".

"Nde Ajussi". Setelah itu Ken tampak sibuk dengan beberapa peralatan berkabel yang kini tersambung dengan laptopnya, dan juga beberapa beberapa botol kecil yang berisi cairan, serta pinset dan sepasang sarung tangan karet.

"I..itu untuk apa Ken?", tanya Eunhyuk ngeri.

"Ini untuk menguji zat luar apa yang ada dalam kelopak ini Hyung", jawab Ken singkat, karena saat ini Ia sibuk meneteskan sedikit cairan kimia yang Ia ambil dari botol-botol kecil pada beberapa sampel ukuran kecil kelopak, batang, dan duri yang telah Ia letakkan pada alat yang sebelumnya Ia sambungkan dengan laptopnya.

.

.

.

5 menit kemudian

"Apa yang kau temukan?".

"Racun Curare".

"Berapa kadarnya?"

"Tidak begitu besar, hanya 0,3 ml, tetapi racun ini dosisnya memang ditujukan untuk manusia, dan efeknya tidak begitu terasa bila masuk kedalam aliran darah".

"Begitu".

"Em...apakah ada yang pernah tertusuk durinya?".

"Apakah sampai pada batang dan durinya?".

"Kurasa kau bisa melihatnya secara kasat mata".

"Ck...bukankah mereka sedang bertengkar, kenapa saat ini mereka sangat kompak sekali", bisik Donghae pada Eunhyuk yang ada disampingnya.

"Kau benar, seakan mereka berdua adalah rekan satu team", Eunhyuk membenarkan ucapan Donghae yang juga melihat interaksi Kibum dan Ken.

"Bisakah kau jelaskan apa itu racun Curare Ken?", tanya Jang Ajussi.

"Nde Ajussi mianhae...racun ini adalah racun yang biasanya digunakan untuk melapisi anak panah yang akan digunakan untuk berburu, salah satu bahan utamanya adalah ekstrak Chondrodendron Tomentosum. Racun ini biasanya berbentuk sangat encer..."

"Walaupun penyebaran racun ini relatif lambat dan dapat segera ditangani, tetapi bila bahan-bahan yang digunakan untuk membuat racun ini dilebihkan dosisnya, bisa jadi dapat membunuh manusia", lanjut Kibum.

"Hyungdeul tenang saja, jika racun ini tidak masuk kedalam pembuluh darah kalian ataupun tertelan, maka racun ini tidak berbahaya", tutur Kyuhyun yang melihat eksrpresi takut pada wajah member Suju, terkecuali Kibum.

"Ah, syukurlah", jawab Shindong lega.

"Jadi, jelas bunga ini bukan untuk menyatakan sebuah cinta kepada kalian".

"Nde Ajussi, tetapi lebih mengarah kepada kebencian atau dendam".

"Apakah yang kau maksud mengarah pada para antis Bumie?".

"Ani Wookie Hyung, kita belum bisa menyimpulkannya".

"Benar apa yang Kibum katakan, antis memang salah satu kelompok yang memiliki kemungkinan untuk mengirim teror ini karena kecenderungan mereka yang tidak menyukai keberadaan kalian, maka dari itu sebaiknya kita juga harus melihat benda lainnya yang terkait dengan bunga ini, yaitu kotak beludru yang berwarna ungu".

"Eh, apakah kotak yang membungkusnya ini berkaitan Ken?".

"Nde Teuki Hyung, sebuah teror yang diberikan kepada targetnya pastilah mencerminkan sosok yang mengirimkan teror tersebut, tujuannya adalah..."

"Sang target peneroran mengetahui siapa dan apa maksud dari teror yang datang kepadanya", sambung Kibum.

"Hahahaha".

"Kenapa kau tertawa Han? Apa ada yang lucu?", tanya Heechul heran.

"Nde, kau lihat mereka Cullie, Kibum dan Ken, walaupun mereka sedang bermusuhan, mereka sangat kompak secara bergantian memberi kita penjelasan mengenai teror ini,mereka seperti anak kembar saja, hahahaha".

Deg

Sungguh, Kibum dan Ken tidak menyadari kenyataan yang baru saja Hankyung katakan, benarkah mereka kompak.

"Ck, ada-ada saja kau ini Han, bila mereka kembar maka wajah mereka mirip".

"Bisa saja mereka bukan kembar identik, jadi perbedaan warna rambut, wajah, iris mata, bahkan warna kulit bukan masalah bagi mereka".

"Lalu dari mana kita bisa tahu bila mereka kembar Han, sedangkan secara fisik saja mereka jelas-jelas berbeda?", tanya Heechul lagi.

"Emm, mungkin dari sifat mereka yang cenderung mirip, atau tingkat intelegensi, atau mungkin bakat, ahh aku kurang mengerti juga, yang jelas mereka memiliki ikatan batin".

"Oh, aku pernah mendengar bila salah satu anak kembar merasakan sakit, maka saudara yang satunya lagi juga akan merasakan sakit", sambung Ryeowook.

"Yak, kenapa kalian tiba-tiba membicarakan anak kembar ha?".

"Hahahaha, tak apa Teuki-ah, mungkin pembahasan mengenai teror ini sedikit membosankan, tak apa bila diselingi hal-hal menarik lainnya".

"Tapi itu memakan waktu Ajussi".

"Hahaha, baiklah kita lanjutkan lagi Hyungdeul", ucap Ken.

"Tadi kita sampai pada kotak beludru berwarna ungu...emm dari bahan yang digunakan dan warnanya memiliki makna yang sama".

"Makna yang sama? Maksudmu Ken?".

"Untuk kasus ini sepertinya makna Kemewahan untuk kain beludru dan Kebangsawanan untuk warna ungu, lebih cocok bila disandingkan dengan mawar hitam".

"Kau tau maksudnya Bumie?", tanya Hankyung.

"Bisa jadi orang yang meneror kita, bukan berasal dari kalangan biasa".

"Apakah dari pangeran atau puteri kerajaan?", tanya Ryeowook polos.

"Hal seperti itu sudah tidak ada lagi Wookie", jelas Siwon.

.

.

"Chaebol", ucap Kibum dan Ken bersamaan.

Mendengar jawaban dari Ken dan Kibum, para member Suju dan Jang Ajussi hanya saling berpandanganbingung.

.

.

"Teror ini, apakah mungkin berhubungan dengan orang yang menghubungi Wang Ajussi waktu itu?", inner Ken.

.

.

"Tidak mungkin, teror ini berhubungan dengan kami berdua?", inner Kibum.

.

.

"Kalau memang benar...berarti Bum Bum/Kyuhyun dalam bahaya!", lanjut Kibum dan Kyuhyun bersamaan dalam hati.

.

.

.

Other Side

"Hahahaha, ternyata mereka sangat pintar, atau...aku yang terlalu mudah untuk memberi mereka petunjuk? Bagaimana menurutmu Wang?".

"Entahlah, yang jelas mereka cukup berani bermain bersama kita sajangnim".

"Kau benar, huh...sepertinya sudah tiba saatnya untuk kita menjadi seorang penonton."

"Nde, anda sudah melakukan yang terbaik sebagai seorang sutradara, Sajangnim".

"Hahahahahaha".

.

.

.

Kembali ke Ruang Tengah Dorm Suju

"Jawaban kalian berdua sama,apakah kalian mengetahui sesuatu?".

"Ani Ajussi, itu hanya dugaan saja, sebaiknya kita mulai pencarian dari bawah, mulai dari CCTV, bukankah teror itu termasuk dalam hadiah-hadiah dari fans mereka", jawab Ken.

"Baiklah, aku akan menyuruh Dang Mo untuk mengecek semua CCTV yang berhubungan dengan datangnya hadiah-hadiah itu".

"Lalu, apalagi yang harus kita lakukan Ken?", tanya Leeteuk.

"Sebaiknya Hyungdeul melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui apakah racun yang ada dalam mawar ini, ada atau tidak dalam aliran darah kalian".

"Baiklah, aku akan menghubungi manajer hyung untuk mengatur semuanya".

"Oke penyelidikan hari ini sampai disini, sebaiknya kita lanjutkan esok hari".

"Ha, sudah selesai? Apakah ini tidak terlalu cepat Ken?".

"Nde, mian Ajussi karena ada beberapa hal yang harus segera aku lakukan setelah ini".

"Apa ini ada hubungannya dengan kasus ini?", selidik Jang Ajussi.

"Aniyo".

"Awas saja bila kau meninggalkan aku".

"Aku tidak takut dengan ancamanmu Ajussi", ledek Ken seraya menjulurkan lidahnya pada Jang Ajussi.

PLAK

"Auch, appo Ajussi". Ken yang mendapat hadiah dari Jang Ajussi hanya bisa mengelus kepalanya yang sakit.

"Haha, rasakan itu, baiklah kami pamit dahulu".

"Nde, hati-hati dijalan", ucap serempak member Suju.

BLAM

.

.

.

.

"Ken?", tanya Jang Ajussi saat mereka berdua sedang berjalan menuju lift untuk turun kelantai satu.

"Nde Ajussi".

"Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan setelah ini?".

"Hahaha, kau ingin tau Ajussi?".

"Em, ak..".

"Kau tenang saja, jika disela-sela kegiatan yang aku akan kerjakan nanti ada yang berhubungan dengan kasus ini, aku akan langsung menghubungi Ajussi, Aku berjanji", Kyuhyun tersenyum meyakinkan pada Jang Ajussi.

"Ah..molla, aku sangat penasaran".

"Hahahaha".

Krek

"Bunyi apa itu?", tanya Jang Ajussi pada Ken.

"Baby Boeing?...Changmin...Ah matta, aku melupakannya!", inner Kyuhyun saat menyadari benda yang Ia injak adalah benda kesayangannya dahulu yang Ia titipkan pada sahabatnya, Changmin.

.

.

.

Dorm TVXQ

"YAK CHANGMIN-AH, APA YANG KAU CARI HA? KENAPA SEMUA BARANG-BARANG INI BERANTAKAN?", teriak Yunho.

"Aaaaaa, Yunho Hyung, jebal bantu aku mencari pesawat".

"Pesawat?", tanya Yunho heran.

"Bukan pesawat, tapi miniatur pesawat, berwarna putih, dan ada sedikit warna biru didekat sayapnya, kemudian dibagian bawahnya ada inisial CKH, ahh dan satu lagi, dia sedikit buntat, hehehe", jelas Changmin.

"Mianhae Kyu-ah, aku menyebut pesawatmu buntat", inner Changmin.

"Aishh, arraseo".

"Gomawo Hyunggggggg".

.

.

TBC

.

.

Aku gak tau ada typo apa enggak, soalnya selesai nulis langsung aku update aja dah, hehe takut besok gak sempet karena sibuk tidur, hahaha

Dan kuharap tidak ada yang mengkomentariku soal zat-zat kimia diatas yang sebenernya tidak aku mengerti sama sekali...haha hanya modal nekat aja dah, peace ^^V.

Oke akhir kata...Bisakah Chinggudeul memberiku semangat untuk tetep nulis melalui Review...pleaseeeeeeeeeeeeeee

Terima kasih buat pembaca setiaku:

Sfsclouds, Gnagyu, Rini11888, Fuawaliyaah, Kyufit0327, Awaelfkyu13, Nurul, Guest, Dewiangel, Hanna Shinjeseok, Phiexphiexnophiex, Fiwonkyu0201, Guest, Cuttiekyu, Hyunsparkyu, Gyu1315, Desviana407, Tatta, n All readers.