MY TWINS
Cast : Cho Kyuhun, Cho (Kim) Kibum, Shim Changmin
Genre : Brothership, Famiy, and Crime
Warning : OOC n Typo ^^V
Chapter : 10 of...
.
.
Aku ganti pen name...
Ahhh, mian baru update, lumayan lama ya, peace ^^V
Buat Chinggudeul yang dichap kemarin masih tetep setia ngebaca, ngreview, ngefav, n ngefollow, aku ucapin makasih-makasih banyak ya...n walaupun aku gak bales review Chinggudeul semua tapi tenang aja, aku pasti bacaaaa semuanya kok, oiya kemarin ada yang nanya apa nama FB ku ya, nama FB ku Resti Febriyanti, hehehehe klo twitter kgak ada jadi jangan ditanya ya...
Emm, sebelum lanjut ngebaca Chap selanjutnya, Re mau ngasih tau dulu ney, nanti saat dipercakapan-percakapan selanjutnya, kadang Kyuhyun akan menggunakan nama Ken jika dia lagi bersama member Suju, tetapi Kyuhyun akan tetap menggunakan nama aslinya bila Kyuhyun lagi sama Kibum, atau Changmin, kuharap gak ada yang bingung ya kalau sewaktu-waktu panggilan untuk Kyuhyun berubah-ubah ^^
Yos, monggo dilanjut bacanya deh, kuharap Chinggudeul gak jadi SiDers ya, pleaseeeeeeeee *0*
HAPPY READING
.
.
29 April 2014
"501...502...503...504...505, ck...kenapa dia memilih nomor ini, seperti kode SOS saja".
"Emmm, apa aku harus menekan belnya?...Bukankan Yunho Hyung, teman satu apartementnya tadi kulihat sedang pergi keluar dengan temannya, jadi tak masalah bukan bila aku langsung masuk saja, toh hanya tinggal dia seorang, hahahaha", monolog Kyuhun yang ternyata saat ini ada didepan pintu Dorm TVXQ.
"Baiklah, mari kita lihat berapa passwordnya", ucap Kyuhyun santai.
Sebenarnya bukan hal yang sulit bagi Kyuhyun untuk melacak sebuah pasword yang digunakan seseorang untuk pengaman pintunya, sama seperti yang Kyuhyun lakukan saat mencari password Dorm Suju, Kyuhyun hanya tinggal mengeluarkan smartphonenya yang sudah dimodifikasi sebelumnya, kemudian dengan memasukkan beberapa kode rahasia kesmartphonenya, dalam beberapa detik...password apartement Changmin pun tertera dilayar smartphonenya, 062182.
"Haaa kau memang sangat pintar Kyuu", ucap Kyuhyun dengan bangga.
"Kkeunde...jika Leeteuk Hyung tau aku melakukan hal ini lagi, maka...". Kyuhyun pun menggelengkan kepalanya, Ia tak ingin memikirkan lebih lanjut apa yang akan Leeteuk lakukan padanya bila Ia ketahuan nanti, tetapi...
"Aniya aniya, Leeteuk Hyung tidak akan tau, ini bukan Dorm Suju bukan, jadi tak masalah, kekekeke". Kyuhyun bersmirk ria dan dengan cekatan Kyuhyun memasukkan password yang Ia dapat tadi kemesin elektrik strike yang ada dikiri pintu masuk.
Klek
Pintu apartement Changmin terbuka, karena TVXQ hanya beranggotakan dua orang maka Dorm yang mereka gunakan tidaklah sebesar Dorm yang digunakan oleh member Suju, walaupun lebih kecil tetapi Dorm ini nyaman, itulah yang dipikirkan Kyuhyun saat Ia melihat-lihat ruang tengah, dapur, dan kamar mandi.
"Jam 07.15 KST", ucap Kyuhyun saat melihat jam tangan hitam miliknya yang melingkar manis di tangan kirinya.
"Sepi sekali...Apa dia masih tidur?... pemalas sekali, huh baiklah sekarang kita cari dimana kamarnya".
Sekali lagi Kyuhyun menyusuri apartement itu, kali ini hanya dengan mengedarkan pandangannya keseluruh sisi apartement.
Merasa tidak menemukan apa yang Ia cari, Kyuhyun pun memutuskan untuk melangkahkan kakinya menyusuri sebuah lorong pendek yang ada disebelah kanannya dari tempatnya berdiri saat ini yaitu ruang tengah, Kyuhyun belum memeriksanya tadi, ingat kan. Tak lama Ia berjalan, dan tepat diujung lorong, Kyuhyunmenemukannya, sebuah kamar dengan gantungan kepemilikan disisi pintu atas yang bertuliskan "Changmin's Rom".
"Eung, Changmin's Rom?, Ck...seharusnya dia menambahkan satu lagi huruf "O" setelah huruf "R", dasar pabbo", ejek Kyuhyun.
.
.
Klek
"Hahaha, Ia tidak berubah sama sekali, tak bisa tidur bila kamar dalam keadaan gelap".
Puk...puk
"Chang Chang ironna", ucap Kyuhyun yang saat ini sudah duduk manis disisi kanan ranjang Changmin seraya menepuk punggung Changmin.
"Zzzzzz"
Puk...puk
"Changmin-ah...ironna".
"Zzzzzz"
"YAK! CHANGMIN-AH, BANGUN INI SUDAH PAGI...", teriak Kyuhyun.
"Zzzzzz"
"Aishhh, susah sekali sih membangunkannya!", keluh Kyuhyun.
.
.
"Huh...sebaiknya aku gunakan cara lama...A..A..A..test...test...argh...test...A...A...baiklah tes vocal sukses", ucap Kyuhyun yang saat ini sudah berdiri lebih dekat dengan posisi kepala Changmin.
Kyuhyun bersiap...beberapa kali Ia mengambil napas dan kemudian membuangnya...
1 detik
2 detik
3 detik
lalu...
.
.
.
"CHANGMIN MAKANANNYA GOSONGGGGG", teriak Kyuhyun tepat ditelinga Changmin.
Srett
"MWO...ANDWE MAKANANKU YUNHO HYUNGGGGGG". Changmin yang kaget langsung duduk terbangun dan tak lama kemudian Ia berlari keluar kamar. Kyuhyun yang melihat tingkah Changmin hanya bisa menahan tawanya dan mengikuti Changmin keluar kamar.
.
.
.
Dapur Dorm TVXQ
"YUNHO HYUNG CEPAT...CEPAT MATIKAN KOMPORNYA DAN ANGKAT MAKANNYA...CEPAT CEPAT AKU TAK MAU MAKANANNYA GOSONG, INI...INI PI...ring...nya". Teriakan Changmin yang awalnya menggelegar didapur lambat laun terdengar pelan saat Changmin menyadari sesuatu yang aneh.
"Ke..kenapa Yunho Hyung tiba-tiba menghilang?...dan mana makannnya yang gosong", lirih Changmin yang kini tengah menggaruk-garuk kepalana yang tidak gatal, sepertinya saat ini Ia bingung dengan keadaan dapurnya yang aman tanpa ada tanda-tanda makanan gosong.
Srett
Kyuhyun yang ada dibelakang Changmin pun segera mendekat dan merangkulkan tangan kanannya kebahu Changmin, Kyuhyun yang memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan Changmin tidak memiliki kesulitan dalam mengimbangi tubuh Changmin yang bisa dibilang lumayan jangkung.
"Sepertinya Yunho Hyung belajar trik sulap untuk menghilangkan dirinya", jawab Kyuhyun yang sengaja mengikuti alur kebingungan Changmin.
"Benarkah, kapan Ia belajarnya?", tanya Changmin yang masih belum menyadari keberadaan Kyuhyun disampingnya dan belum menolehkan kepalanya kesamping kirinya.
"Entahlah, Ia tidak bercerita kepadaku".
"Apalagi kepadaku...apa dia juga sengaja membawa makanan yang gosong itu menghilang bersamanya?", tanya Changmin dengan nada sedih.
"Bukankah itu bagus", ucap Kyuhyun antusias.
"Aniyaaaaa...karena sekarang aku sangat laparrrrrr", rengek Changmin.
"Hahaha, bagaimana kalau sekarang kau mandi, lalu kita pergi ke sebuah restaurant untuk sarapan, kau bisa makan sepuasmu Chang Chang, aku yang traktir!".
"..."
"Chang Chang", panggil Kyuhyun, Ia heran saat Changmin tidak menanggapi ajakan makannya.
"..."
.
.
Srett
Dengan tiba-tiba Changmin melepaskan rangkulan Kyuhyun, sepertinya kali ini Changmin sudah benar-benar menyadari keberadaan sosok lain disampingnya.
"NOE...NUGUYA?", tanya Changmin seraya mengarahkan jari telunjuk kanannya kehadapan wajah Kyuhyun.
"Nan?", tanya Kyuhyun yang juga menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk kanannya.
"Nde, noe...apa kau fansboy fanatikku yang diam-diam masuk keapartemenku?", tanya Changmin lagi.
"Sepertinya dia tidak mengenaliku, Ck...sahabat macam apa itu", inner Kyuhyun.
"Hahaha, aku lebih dari sekedar fansboymu baby".
"Mwo? Ba...Baby? KAU MEMANGGILKU BABY?".
"Apa kau lebih suka aku panggil Chagi?", tanya Kyuhyun dengan nada suara yang Ia buat sedikit menggoda.
"Chagi?".
"Ck...sebaiknya kau tutup mulutmu itu...atau kau mau aku tutup dengan mulutku lagi". Changmin yang mendengar ucapan frontal Kyuhyun barusan, langsung segera menutup mulutnya yang menganga lebar dengan kedua telapak tangannya.
"Lagi?", tanya Changmin memastikan. Yawalaupun suara Changmin sedikit sumbang karena tertutup kedua telapak tangannya itu, tidak membuat Kyuhyun tidak mengerti apa yang Changmin ucapkan barusan.
"Nde...tadi saat kau masih tertidur lelap, aku..."
"ANDWE...EOMMAAAAAAAAAAAA", teriak Changmin saat Kyuhyun belum menyelesaikan ucapannya.
Drap
Drap
Drap
BRAK
Changmin lari meninggalkan Kyuhyun seorang diri di dapur, tak berapa lama terdengar suara yang keras saat pintu kamar Changmin tertutup, dan kemudian...
.
.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA", Kyuhyun tertawa puas.
Sebuah akhir mini drama picisan yang aneh bukan.
.
.
.
15 menit kemudian, Ruang Tengah Dorm TVXQ
"Awwww...YA CHANG...APA YANG KAU LAKUKAN HA?", ucap Kyuhyun yang tak terima kepalanya jadi tempat pendaratan beberapa botol plastik yang dilempar Changmin tiba-tiba saat Kyuhyun asyik dengan game PSPnya.
"MWO? KAU TAK TERIMA?", tantang Changmin.
"NDE APA SALAHKU?", tantang balik Kyuhyun.
"DENGARKAN INI BAIK-BAIK TUAN...PERTAMA KAU MASUK TANPA IZIN, KEDUA KAU MEMBANGUNKANKU DENGAN TIDAK ELIT, DAN YANG KETIGA...YANG KETIGA KAU MENIPUKU CHO KYUHYUUUUUUNNNN", teriak Changmin kesal.
"Hei, kau sudah mengenaliku?", tanya Kyuhyun riang.
"..."
"Chang? Kau sudah mengenaliku bukan?".
Drap
Drap
Drap
Bugh
.
.
"Hah, sekarang tanganmu yang gantian memukulku", ucap Kyuhyun tertahan.
Sepertinya mulai saat ini Kyuhyun harus lebih memperhitungkan Changmin, walaupun hanya membuat Kyuhyun bergeser sedikit dari tempatnya berdiri, pukulan Changmin cukup membuat Kyuhyun mengernyit sakitdibagian tulang pipi kirinya.
"Wae? Kau mau lagi?", ucap Changmin sinis.
Bugh
Kali ini bukan ditulang pipi sebelah kanan, melainkan ditempat yang sama, sehingga membuat sudut kiri bibir Kyuhyun robek dan mengeluarkan sedikit darah.
.
.
.
"Huh...mianhae", ucap Kyuhyun memecah keheningan.
Ya, setelah insiden pemukulan kedua yang dilakukan Changmin, sepasang sahabat itu memutuskan untuk duduk dan membiarkan mereka dalam keheningan,mungkin lebih dari sepuluh ada yang bertanya apakah wajah Changmin nasibnya sama dengan wajah Kyuhyun yang sudah dihiasi noda kebiruan disudut bibirnya, maka jawabannya adalah tidak, wajah Changmin masih sangat mulus, karena Kyuhyun tidak membalas pukulan Changminsedikitpun.
"Untuk apa?", tanya Changmin, Ia tidak menatap Kyuhyun sedikitpun, Changmin hanya menunduk.
"Untuk semu..."
"Seharusnya aku yang minta maaf padamu...", potong Changmin.
"Karena aku menjadi sahabat yang bodoh dan tidak berguna...", lanjut Changmin.
"Chang..."
"Seharusnya malam itu aku tidak sibuk dengan game baruku..."
"Chang..."
"Menitipkan miniatur pesawat yang kau sayangi kepadaku itu bukanlah hal yang biasa untuk kau lakukan, seharusnya aku sadarkalau saat itu telahterjadi sesuatu yang mengerikan padamu malam itu..."
"Chang.."
"Seharusnya saat itu aku menyadarinya dan bisa mencegahmu untuk pergi".
"CHANGMIN HENTIKAN...ini semua bukan salahmu...uljima".
.
.
.
.
"Uljima? Siapa yang menangis ha?", tanya Changmin heran seraya menegakkan kepalanya kembali menghadap Kyuhyun yang saat ini duduk didepannya.
"Kau...tidak menangis?", tanya Kyuhyun memastikan.
"Apa kau melihat air mata dipipiku? Dan untuk apa aku menangis ha?".
"Benar tidak ada air mata yang mengalir dipipimu, tapi...pengakuan bersalahmu tadi?".
"Hahahaha, apakah aktingku terlihat sungguhan dan membuatmu menyangka aku menangis Kyu?". Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"HAHAHAHAHA, kau hebat Changmin-ah, HAHAHAHAHAHA", ucap Changmin riang seraya bertepuk tangan untuk dirinya sendiri.
"YA! KAU MENIPUKU HA", ucap Kyuhyun tak terima.
"Skor satu sama Cho Kyuhyun", jawab Changmin santai.
"Ishhh".
"Cukup sekali saja aku menangisimu Kyu".
"Kau pernah menangis untukku, jincha?...aku tak percaya".
"Sudah lupakan, bukankah kau ingin mentraktirku makan ha?", ucap Changmin mengalihkan pembicaraan.
"Ya...apa kau sungguh pernah menangis untukku?"
"Lupakan Kyu", jawab Changmin.
"Aniya, aku tak aka pernah melupakannya, cepat jawab, kau benar-benar pernah menangisiku? kapan Chang?".
"Lupakan Cho!".
"Apakah waktu aku menghilang lebih dari satu hari atau dua hari?".
"..."
"Atau seminggu?".
"..."
"Yak...Katakan Chang?".
"Shiro!".
"HAHAHAHAHA, seorang Shim Changmin pernah menangis untukku ha? Wahhh kau hebat Cho Kyuhyun".
"Hentikan Cho".
"Atau saat kau meratapi kesalahanmu tadi dilain kesempatan yang lalu hem, katakan".
"..."
"Aaaaaa, kau diam tak membantah lagi...aku anggap itu sebagai jawaban".
"Ani...aku menangis saat aku merindukanmu, tapi ingat...itu hanya sekali Kyu"
"Ck...jahat sekali, jadi selama sepuluh tahun ini, ku hanya merindukanku sekali saja"
"Ya...kajja bukankah kau ingin mentraktirku makan ha", ucap Changmin yang kembali mengalihkan pembicaraan.
"Tidak jadi", ucap Kyuhyun cuek.
"Wae?", tanya Changmin yang tidak ikhlas jatah traktiran makannya hilang.
"Dengarkan ini baik-baik Tuan, pertama kau memukulku, bukan hanya sekali, tapi dua kali, yang kedua kau merusak wajah tampanku karena luka yang kau buat, dan yang ketiga...kau menipuku Shim Changmin"
"Hahh, kau mengcopy ucapanku, ck dasar tidak kreatif".
"Terserah, aku pergi, bye", pamit Kyuhyun seraya melambaikan tangan kanannya sebagai salam perpisahan.
"Ya...kau sungguh tidak jadi mentraktirku ha?", tanya Changmin yang saat ini sudah beranjak meninggalkan ruang tengah untuk menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dulu keluar dari Dorm TVXQ.
.
.
.
.
Star Restaurant, 08.00 KST
"Gomawo noona", ucap Changmin saat seorang waitress mengantarkan pesanan mereka.
"Ck...kau seperti tidak makan selama satu tahun...", celetuk Kyuhyun saat melihat beberapa menu sarapan mereka langsung diserbu oleh Changmin seorang.
"Hahahaha, bukankah makan itu baik untuk hidup Kyu?", tanya Changmin tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan matanya dari makanan ke Kyuhyun.
"Terserah kau saja, aku akan selalu kalah jika berdebat denganmu soal makan-memakan".
"Ck..kau anggap aku apa? Makan-memakan? memangnya aku kanibal?".
"Nde...bukankah kau makan ayam, bebek, sapi dan sejenisnya".
"Itu berbeda Kyuuuuuuuu, mereka hewan, bukan manusia", ucap Changmin gemas.
"Yang jelas mereka sama-sama daging bukan?".
"Terserah, awas jika kau makan salah satu dari mereka, maka kau juga seorang kanibal Kyu!", ancam Changmin.
"Aniya, aku tidak bisa kau sebut kanibal, karena aku bukan food monster seperti dirimu", tunjuk Kyuhyun tepat dihidung Changmin.
"Ishhhh, Tuhan...apa dosa yang telah ku lakukan dimasa lalu, sehingga dikehidupanku saat ini Kau berikan aku sahabat yang sangat menyebalkan seperti ini", ratap Changmin.
"Baiklah, aku akan pergi bila kau tidak suka", ucap Kyuhyun sebal.
"Aniya aniya...aku hanya bercanda, ingat Kyu, aku tidak akan pernah lagi melepasmu".
"Kenapa kau bicara seperti itu? Apa aku kekasihmu?"
"Bukankah tadi kau memanggilku Changi?"
"Ck".
.
PLOK
"HIGH FIVE, BEST FRIEND, HAHAHAHAHA", ucap ChangKyu bersamaan dan untuk beberapa saat suasana restaurant itu berubah menjadi ramai karena tawa rindu dari sepasang sabahat yang telah terpisah selama sepuluh tahun.
.
.
"Kkeunde...cukae Chang", ucap Kyuhyun seraya memasukkan dessertpuding coklat ke dalam mulutnya. Ya, acara makan besar mereka kini sudah selesai.
"Untuk?", tanya Changmin yang sedikit kesulitan karena mulutnya penuh dengan ice cream strawberrynya.
"Heish...aku tak menyangka sekarang kau sudah bisa menjadi penyanyi terkenal".
"Itulah kekuatan mimpi Kyu, the power of dream, Hahahahaha", ucap Changim seraya menepuk dadanya dengan bangga.
"Ishhh, habiskan dulu ice cream dimulutmu itu Chang, aku benci hujan lokal".
"Hahaha, mian Kyu".
"Untuk?"
"Untuk hujan lokal tadi...selain itu untuk apa?"
"Untuk ini", tunjuk Kyuhyun pada luka disudut bibir kirinya.
"Hehehe, apa itu masih sakit Kyu?"
"Menurutmu?".
"Baiklah, mian"
"Ck...aku tak menyangka kau akan memukulku dipertemuan pertama kita setelah sepuluh tahun kita berpisah".
"Entahlah...perasaanku sangat kacau tadi, sebenarnya aku ingin memelukmu, memelukmu sangat erat,tapi..."
"Sebaliknya, kau memberiku pukulan, begitu?"
"Nde...sebenarnya saat didapur tadi aku sudah mulai menyadari keberadaanmu.."
"Kau pikir aku hantu?...emm, apa saat aku memanggilmu Chang Chang?".
"Em, tak ada yang pernah memanggilku Chang Chang selain dirimu, makanya aku tidak percaya saat aku mendengar kembali panggilan itu setelah sepuluh tahun berlalu...kau tau Kyu, kabar menghilangnya dirimu sepuluh tahun yang lalu adalah salah satu kabar terburuk yang sampai detik ini akan selalu terekam dalam ingatanku, jika saja saat ini, aku tidak benar-benar bertemu denganmu hampir membuatku gila Cho karena mengkhawatirkanmu."
"Ck...kau berlebihan".
"Ani, itu hal yang wajar menurutku, karena kau, sudah ku anggap seperti adikku sendiri, walaupun dalam kenyataannya kau yang lebih tua dariku,hahaha".
"Mwo...apa maksudmu dengan adik?", ucap Kyuhyun tak terima.
"Seharusnya kau ingat tingkahmu dulu yang sangat manja pada Kibum".
"Bukankah itu wajar, aku bermanja pada kakakku sendiri", kekeh Kyuhyun.
"Akhirnya kau mengakuinya jika Kibum itu kakakmu, hahahaha".
"Kau menjebakku", jawab Kyuhyun sinis.
"Ani...oh, bisakah kau ceritakan kemana saja dirimu selama sepuluh tahun ini ha?".
"Aku sedang malas, lagi pula ceritanya akan membuatmu bosan".
"Ck...palli ceritakan, jangan membuatku penasaran, palli", paksa Changmin.
"Kenapa kau pemaksa sekali".
"Bukankah kau tadi juga memaksaku untuk menjawab pertanyaanmu mengapa dan kapanaku menangisimu ha!"
"Huh, baiklah aku mengalah...tapi ada syaratnya".
"Ck...kenapa pakai syarat segala sih? Cepat katakan?"
"Panggil aku Hyung, Kyuhyun Hyung sekarang", smirk Kyuhyun.
"Apa kau gila hormat...ingat, aku lakukan ini semata-mata karena aku sangat penasaran dengan ceritamu".
"Kalau begitu cepat ucapkan", ucap Kyuhyun riang.
"Huh..."
"Jangan terlalu banyak menghela nafas Chang", peringat Kyuhyun.
"Ishhhh...nde Kyuhyun Hyung, sekarang...bisakah kau bercerita kepadaku".
"Emmmmmm"
Tak
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN HA!", teriak Kyuhyun.
"Kau terlalu lama berpikir Kyu, mangkanya aku beri kau sedikit stimulus".
"APA DENGAN MELEMPAR SENDOK KEKEPALAKU".
"Yep, cepat ceritakan Kyuuuu".
"Apa yang sudah kau tau?", tanya Kyuhyun sinis, bagaimana tidak, kurang dari tiga jam, kepala Kyuhyun sudah mendapat tiga pukulan ditempat yang berbeda dengan pelaku yang sama.
"Emmm, semua yang terjadi saat makan malam, saat Cho Ajusshi menyuruhmu untuk membereskan pakaianmu, rencana keberangkatanmu ke Amerika yang dipercepat karena kematian Wang Ajussi, sampai keesokan harinya, Cho Ajumma yang menemukan surat yang kau tinggalkan dikamarmu".
"Apa Bum Bum yang menceritakan semuanya padamu?".
"Ani, Cho Ajumma yang menceritakannya, tidak hanya padaku, tetapi pada Eomma dan juga Appaku".
"Oh", Kyuhyun hanya tersenyum miris.
"Emmm, apa kau tau isi surat yang ku tinggalkan?"
"Nde, aku juga ikut membacanya...dalam suratmu itu, kau mengatakan untuk tidak mengkhawatirkanmu karena kau dalam keadaan baik-baik saja dan akan selalu dalam keadaan baik sampai kau kembali lagi kerumah. Kau juga menulis kalau kau hanya akan pergiselama tiga hari dan akan kembali lagi, makanya kau meminta kami untuk tidak setelah empat hari berlalu, kau..."
"Tidak juga kembali kerumah", lirih Kyuhyun.
"Nde"
"Ada sebuah alasan yang membuatku harus pergi dari rumah malam itu, karena keesokan harinya aku pasti tidak akan memiliki kesempatan lagi, kau ingat rencana kepergianku ke Amerika esok harinya bukan".
"Nde...lalu apa alasanmu?"
"Kau tidak akan percaya...semua ini berhubungan dengan Wang Ajussi, kau ingat saat aku kembali kegudang penyimpanan wine untuk yang kedua kalinya?".
"Nde"
"Saat aku kembali dari mengambil wine, tidak sengaja aku melihat Wang Ajussi berdiri membelakangiku diujung lorong dekat dengan dapur, awalnya aku ingin sedikit mengagetkannya dan kemudian mengajaknya untuk ikut minum bersama kita, saat aku hampir mendekatinya, aku mendengar Wang Ajussi sedang berbicara dengan seseorang yang awalnya aku kira adalah Appa, tapi aku salah. Aku tidak tau pasti siapa orang yang menghubungi Wang Ajussi karena Wang Ajussi hanya memanggil dengan sebutan 'sajangnim' saja".
"Apakah yang dibicarakan oleh mereka adalah sesuatu yang buruk?"
"Emm, yang mereka bicarakan adalah rencana untuk menghancurkan keluargaku melalui bisnis Appa dan juga membuat Kibum untuk cacat seumur hidup".
"Bisnis Cho Ajussi?"
"Dari pembicaraan yang kudengar, aku menyimpulkan bahwa Wang Ajussi dengan sengaja mencampurkan obat tidur di nasi gorengku saat aku sarapan dan saat aku tertidur pulas itulah Wang Ajussi pergi ke ruang kerja Appa dan mengcopy semua surat-surat penting yang berhubungan dengan Cho Corporation, lalu mengirimkannya pada seseorang yang Wang Ajussi panggil 'sajangnim'."
"Jika itu hanya permasalahan persaingan bisnis, kenapa Kibum disini ikut dilibatkan?"
"Entahlah, sambungan telepon itu hanya berlangsung sebentar, dan...dengan gegabahnya, aku langsung mengejar Wang Ajussi untuk meminta penjelasan atas apa yang baru saja aku dengar. Wang Ajussi selalu saja mengalihkan pembicaraan dan menganggapku mabuk, setelah itu kau pasti tau apa yang terjadi bukan?"
"Kecelakaan itu".
"Nde, kecelakaan itu terjadi setelah Wang Ajussi berusaha untuk menghentikanku saat aku berniat menelpon Appa dan memberitahu rencana Wang Ajussi itu".
"Dan karena itulah, kau tidak datang kepemakaman Wang Ajussi?"
"Bahkan aku tidak menangis sama sekali saat tau Wang Ajussi meninggal...setelah mendengar itu semua, semua perasaan sayangku pada Wang Ajussi hilang begitu saja".
"Apa kau pergi karena ingin mencari tau penyebab Wang Ajussi melakukan semua itu?"
"Yup, menurutmu...apa yang menyebabkan seseorang yang telah mengabdi belasan tahun dan telah dipercayai untuk mengurus beberapa hal penting mengenai perusahaan,bahkan telah dianggap Ayah oleh anak yang Ia asuh, untuk berkhianat?"
"Mungkin sebuah...dendam?".
"Kau benar, maka dari itu, aku memutuskan untuk pergi ke Yeongwol malam itu".
"Bukankah itu kampung halaman Wang Ajussi?"
"Nde, karena beberapa kali sebelum kecelakaan itu terjadi, Wang Ajussi sering sekali meminta izin untuk mengunjungi kampung halamannya".
"Dan kau berfikir bahwa disana kau bisa mendapatkan semua informasi mengenai motif Wang Ajussi?"
"Tidak semua Chang, aku sadar saat itu aku hanya seorang anak usia empat belas tahun, semua pergerakanku terbatas, makanya aku hanya ingin mencari beberapa informasi yang setidaknya bisa membuat aku kembali hangat dimata Kibum, karena...aku benci melihat tatapan dinginnya kepadaku".
"Lalu apa yang terjadi kemudian?"
"Aku kabur lewat jendela dan kemudian pergi kerumahmu untuk menitipkan baby boeing, dan betapa beruntungnya diriku karena kau...".
"Tidak mencurigai tingkah anehmu itu".
"Yup, haha". Changmin pun ikut tersenyum.
"Lalu, apa yang kau dapatkan di Yeongwol?"
"Tidak ada, karena aku tidak pergi ke Yeongwol melainkan ke Goseong"
"Mwo? Yeongwol dan Geseong memang teletak satu provinsi, tetapi jarak antar kedua derah itu sangatlah jauh".
"Benar"
"Wae?"
"Kau ingin mendengar sebuah kenyataan yang menarik Chang?"
"Apa?"
.
.
.
.
.
"Wang Ajussi masih hidup"
-TBC-
.
.
Hoaaaaaa, semoga gak ngecewain ya...apa ada yang mau menebak cerita untuk chapter depan?
Cip cip please review ya...
Ucapan terima kasihku buat pembaca setiaku :
Fuawailiyaah, Gnagyu, Fiwonkyu0201, Cuttiekyu, Sfsclouds, Gyu1315, Phiexphiexnophiex, Renthuchieamah, Lilian, Nurul, Guest, Kyufit0327, Hyunsparkyu, Guest, Meile Ichigo, Hanna Shinjiseok, Awaelfkyu13, Evilpumpkin, Dewiangel, Rini11888, Guest, Guest, Mingyutae00, , Desviana407, Fane, Mingkyumingkyu, Chairun, Rossa Cho, Tatta, Diahretno, Iffahcho, , Sukha, Ys824 N All Readers.
