MY TWINS

Cast : Cho Kyuhyun, Cho (Kim) Kibum

Genre : Brothership, Family, Friendship, and Crime

Warning : OOC n Typo ^^V

Chapter : 12 of...

.

.

.

Re update lagi...

Waaaaa, jeongmal gomawo buat Chinggudeul, ternyata semuanya mau membantuku untuk mencapai total review 260 ya...

Moga di chap ini lebih banyak lagi yang ngereview ya chinggu dan yang review divhap kemaren juga review lagi ya dichap ini...

Sok atu dilanjut lagi...(hahahaha, bener gak tu bahasa sundanya ya)

Oiya, Re mau tanya nie...apakah ada diantara chinggu yang berasal dari Provinsi Lampung?...mau tau aja, soalnya Re juga dari Lampung ney...hahaha

Dan untuk chinggudeul yang berasal dari luar Lampung, Re seneng banget bisa kenal sama Chinggudeul semuanya ^0^, mari bersatu bersama SUJU...hahaha #lagi mood alay

Satu lagi...emm buat penggambaran bagaimana wajah Kyu oppa di FF ini, chinggudeul bisa liat gambar cover FF ini ya...

.

.

.

.

.

"Ada apa kau menemuiku?", tanya Kyuhyun yang saat ini sudah duduk didalam mobil Kibum.

"Kau akan tau, sebaiknya kau pakai sabuk pengamanmu sekarang", ucap Kibum tanpa sekalipun melihat kearah Kyuhyun.

"Aku bawa motor".

"Aku akan mengantinya bila motormu hilang".

"Ck, sombong sekali". Kyuhyun cukup sebal dengan ucapan Kibun, namun Ia tetap mengaitkan sabuk pengamannya.

Tak berapa lama ferrari hitam milik Kibum pun melaju keluar dari area kantor kepolisian seoul, ketempat yang sampai saat ini hanya Kibum yang tahu.

.

.

.

"Ini sudah sepuluh menit kita dijalan, cepat katakan kita akan kemana Kibum-ssi".

"Tenang saja aku tak akan mengembalikanmu ke Geseong".

"Ja..jadi tadi saat di restaurant, kau sudah mendengar semuanya?".

"Kurasa tidak, bukankah kau belum menyelesaikan cerita membosankanmu itu?".

"Kau percaya padaku bukan?", tanya Kyuhyun penuh harap.

"...".

"Bum Bum...", tegur Kyuhyun saat Kibum tak menjawab pertanyaannya.

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu, aku bukan anak kecil lagi Kyuhyun-ssi".

Mendengar nada dingin dari mulut Kibum, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk kembali diam dan mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil, dan setelah itu suasana didalam mobil itu kembali dingin tanpa pembicaraan, seperti sepuluh menit yang lalu.

.

.

.

Dongjak-gu, Seoul, pukul 20.00 KST

"Dongjak-gu?...mengapa kau membawaku kedaerah ini, Kibum-ssi?", tanya Kyuhyun saat mobil Kibum mulai memasuki kawasan distrik Dongjak yang masih masukkedalam kawasan Seoul.

"Sudah kubilang kau akan tahu nanti".

"Apa kau ingin menguji kesabaranku ha?".

"Diamlah".

"Ini sudah malam dan aku sudah cukup lelah", ucap Kyuhyun yang sudah mulai tidak menyukai sikap Kibum yang terkesan dingin.

"Jadi diam dan tutup mulutmu Kyuhyun-ssi".

"Arra, lakukan sesukamu". Dan kali ini Kyuhyun benar-benar malas menanggapi sikap Kibum

.

.

.

"Kita sudah sampai", ucap Kibum memecah keheningan yang sudah tercipta hampir 15 menit itu.

"Apa rumah orang yang menerormu berada disekitar sini?", tanya Kyuhyun malas.

"Kau bisa menyimpulkannya sendiri, sekarang lihat rumah dengan pintu bercat hitam itu", jawab Kibum seraya mengarahkan jari telunjuknya kedepan, kearah sebuah rumah yang berjarak 20 meter dari tempat mereka memarkirkan mobil.

"Baiklah aku akan memeriksanya".

"Jangan keluar", cegah Kibum saat melihat tangan Kyuhyun yang hendak membuka pintu mobil.

"Apa kau tuli ha...aku tidak menyuruhmu untuk memeriksanya", lanjut Kibum.

"LALU APA MAUMU KIBUM-SSI?", teriak Kyuhyun emosi.

"Cukup perhatikan rumah itu", ucap Kibum santai, Ia kembali mengalihkan pandangannya kedepan dan tidak terlalu memperdulikan emosi Kyuhyun hampir meledak.

.

.

10 menit kemudian

"Tak ada yang terjadi".

"Sebentar lagi", ucap Kibum yang lagi-lagi dengan nada bicara yang terkesan sangat santai.

"Ck", decak Kyuhyun malas.

"Sudahlah aku mau pulang".

"Beginikah cara seorang anggota Black Raven bekerja...sungguh mengecewakan", cibir Kibum.

"Aku akan bertindak profesional, jika kau juga profesional, dengan memberitahu apa yang kita lakukan saat ini", ucap Kyuhyun membela diri.

"Bukankah kau pintar Kyu, mengapa tidak kau cari tau sendiri?", ucap Kibum yang masih fokus mengarahkan pandangannya kerumah itu.

"Aku sedang tidak mood untuk bermain tebak kata, Kibum-ssi", geram Kyuhyun yang hanya ditanggapi dengan gedikan kedua bahu Kibum, menandakan bahwa Kibum tak peduli.

"Ck..terserah aku pulang".

"Mereka sudah datang", ucap Kibum tiba-tiba.

Sontak ucapan Kibum menghentikan niat Kyuhyun untuk turun dari mobil Kibum dan segera mengalihkan pandangannya kearah yang sama dengan arah pandangan Kibum.

Satu buah mobil jenis Maybach 62sberwarna hitam terlihat memasuki halaman rumah yang tadi ditunjuk oleh Kibum. Tak lama keluarlah dua sosok namja dan yeoja paruh baya dari mobil itu. Sang yeoja terlihat sangat cantik berbalutkan gaun malam berwarna pink soft yang terlihat cocok untuk seorang yeoja yang telah memasuki kepala lima, sedangkan sang namja yang saat ini tengah mengandeng sang istri masuk kedalam rumah, terlihat sangat tampan dengan balutan jas hitam yang mahal. Walaupun jarak mobil Kyuhyun dengan rumah itu cukup jauh, Kyuhyun masih dapat melihat senyum bahagia yang terpancar dari wajah sepasang suami istri tersebut.

Malam itu, Kyuhyun melanggar janjinya sebagai seorang laki-laki.

.

.

Ia menangis.

.

.

Bukan menangis sedih.

.

.

Namun Ia menangis haru.

.

.

.

"Eomma".

"Appa".

.

.

.

Kyuhyun memegang dada kirinya dengan tangan kanannya, Kyuhyun dapat merasakan jantungnya berdetak sangat cepat.

Apakah saat ini Ia kembali bermimpi untuk yang kesekian kalinya?

Ia dapat melihat Eomma dan Appanya berada didekatnya.

Jika memang benar, bisakah Ia berharap kepada Tuhan untuk tidak membangunkannya segera.

Ia tidak peduli, walau sesak didadanya sangat mengganggu.

Ia tidak keberatan merasakan semua itu, karena sesak ini adalah wujud kerinduannya selama sepuluh tahun ini.

.

.

.

.

.

"Gomawo", ucap Kyuhyun tulus.

Emosinya sudah kembali stabil, walaupun saat ini Ia menundukkan kepalanya, tapi kita tahu bahwa Ia tidak menangis lagi, tidak ada air mata yang mengalir dikedua pipi cubbynya. Hanya ada senyum tulus yang menghiasi wajah tampannya.

"Aku tak menyangka, kau akan membawaku untuk melihat Eomma dan Appa", lanjut Kyuhyun.

"Dongjak-gu, Seoul, blok VIII, No. 10...aku hanya mengatakan ini sekali, jadi jika kau ingin melihat Appa dan Eomma, kau bisa datang sendiri...Tapi kau jangan terlalu senang dulu, walaupun aku memberitahumu alamat baru kediaman Appa dan Eomma, jangan harap kau bisa menemui mereka secara langsung, sebelum kau benar-benar menyelesaikan apa yang seharusnya kau selesaikan", peringat Kibum.

"Arra...aku juga tidak mau kembali sebelum diriku mendapat hasil", ucap Kyuhyun yakin.

"Sepertinya dengan melihat Eomma dan Appa cukup membawa dampak yang bagus bagi tingkat keyakinanmu".

"Kau benar, tapi bukan hanya Appa dan Eomma, kau...juga ikut berpengaruh, karena...setelah kejadian ini, aku semakin yakin jika kau...tidak membenciku".

"Jangan terlalu yakin Kyuhyun-ssi...aku juga seorang pemain drama, jangan tertipu dengan wajah dan penampilanku".

"Kau benar, kau bisa menipuku lewat wajah dan penampilanmu...tapi tidak dengan mata dan tingkah lakumu, Bum Bum".

"Sudah kuperingatkan...".

"Kalau kau bukan anak kecil lagi, jadi jangan memanggilmu Bum Bum...begitu?...HAHAHAHAHA", sela Kyuhyun.

"Tak ada yang lucu Kyuhyun-ssi", ucap Kibum dengan nada dingin.

"HAHAHAHA, itu menurutmu Kibum-ssi, HAHAHAHAHA".

"Kyuhyun-ssi".

"Sebaiknya kau kembalikan aku ke kantor polisi, Tuan Cho".

"Kau juga seorang Cho", lirih Kibum.

"HAHAHAHAHA, aku dengar itu Cho Kibum".

"Diamlah Kyuhyun-ssi", desis Kibum.

"HAHAHAHAHAHA".

.

.

.

.

"Sudah selesai tertawanya?".

"Nde...Agrh...perutku kram, awww", ucap Kyuhyun seraya mengelus perutnya yang sedikit ngilu karena terus tertawa sejak mereka meninggalkan kediaman keluarga Cho yang baru.

"Ck...sudah kubilang untuk diam bukan".

"Ya...bagaimana kau bisa tidak ikut tertawa Kibum-ssi?", tanya Kyuhyun heran.

"Tak ada yang lucu untuk aku tertawakan".

"Ck...kau tidak punya selera humor, apakah kotak tertawamu rusak?".

"..."

"Ya!...kau mengacuhkanku", rajuk Kyuhyun.

"Bisakah kau diam, kau sangat berisik", desis Kibum.

"Ishhhh...kau menyebalkan Kibum-ssi...oh ini bukan jalan menuju kantor polisi".

"Sudah hampir 15 menit kita dijalan dan kau baru sadar".

"Kau ingin membawaku kemana lagi?...aku lelah", ucap Kyuhyun malas.

"Keapartementku".

"Apa teror itu datang lagi?...Ck..Apa Jang Ajussi lupa menghubungiku?", tutur Kyuhyun seraya mengecek daftar panggilan dan sms dismartphonenya.

"Ini apertement pribadiku, bukan Dorm Suju".

"Mwo? Kita ke Apartement pribadimu?...Apa kau mengundangku untuk pesta piyama?", tanya Kyuhyun dengan wajah yang riang.

"Apa pesta semacam itu masih cocok dengan usiamu Kyuhyun-ssi", ejek Kibum.

"Kurasa iya...aku baru 24 tahun".

"Ck...kekanakan".

"Ahhhhh...aku merindukan masa kecil kita", ucap Kyuhyun menerawang.

"Jadi sekarang kau menyesal bukan?".

"Molla...semua jawaban memiliki kemungkinan yang sama Kibum-ssi", jawab Kyuhyun ambigu.

.

.

.

.

Kawasan Apartement Dae Moon, Distrik Gwangjin, Seoul, 21.30 KST

"Sepertinya penghasilanmu sebagai seorang penyanyi cukup banyak", ucap Kyuhyun saat tiba didepan pintu apartement Kibum dilantai 10.

"Yap...dan kurasa penghasilanku lebih besar dari penghasilanmu".

"Ck...kau meremehkanku...aku bahkan bisa membeli sepuluh apartement mewah seperti milikmu ini".

Klek

Blam

"Benarkah?...lalu kenapa sampai saat ini kau masih menumpang pada temanmu?", lanjut Kibum saat mereka sudah masuk kedalam apartement.

"Kau...tahu", ucap Kyuhyun heran.

"Huh...Aku tau semua tentang dirimu Kyuhyun-ssi", jawab Kibum santai.

Saat ini Kibum sudah duduk manis di sofanya, meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri tidak jauh dari posisi Kibum sekarang.

"Kau belum mengatakan alasanmu membawaku kemari?".

"Kenapa nada bicaramu begitu dingin Kyuhyun-ssi?".

"Cepat jawab pertanyaanku Kibum-ssi!".

"Kau menggertakku?...Apa...Kau takut padaku?".

"Aku hanya bersikap waspada pada orang yang merencanakan untuk melenyapkan diriku sejak sepuluh tahun yang lalu".

"Lalu bila sikap waspadamu itu terbukti, apa kau mengira bahwa dengan mengajakmu untuk melihat Appa dan Eomma adalah hadiahterakhir yang aku berikan sebelum melenyapkanmu?".

"Bisa jadi".

"Baiklah...karena Kau pasti akan menolak tawaran minum dariku, maka aku akan langsung menunjukkannya kepadamu".

"Mwoya?".

"Nikmati waktumu selagi aku tidak ada". Tak lama kemudian Kibum beranjak dari duduknya, menuju sebuah ruangan berpintu putih yang berada disisi kanan dari tempat Kyuhyun berdiri.

Blam

.

.

"Haiss...kenapa aku jadi takut kepadanya?...ahhhh ini tidak sepertimu Kyuuuu", ucap Kyuhyun seraya mengacak-acak rambutnya.

Untuk mengurangi kegelisahannya, Kyuhyun memutuskan untuk melangkahkan kakinya mengitari ruangan yang Kyuhyun duga sebagai ruang santai di Apartement yang didominasi warna baby blue beberapa pajangan seperti lukisan abstrak dan miniatur-miniatur berbagaibentuk yang terbuat dari kayu, selebihnya hanya ada perlengkapan elektronik seperti televisi, dan home teather yang jelas akan Kibum gunakan saat Ia santai.

"Tidak ada foto yang Ia pajang?...Bahkan foto Appa,Eomma, dan Ahra noona pun tak ada?...Emm...Apa Appa masih menjalankan hobinya untuk berfoto keluarga setiap tahunnya?...Bila masih...bagaimana foto mereka tanpa kehadiranku?".

"Huh...kenapa Dia lama sekali...kuharap Kau tidak melakukan sesuatu yang membuatku menyesal atas tindakanku sepuluh tahun yang lalu Bum Bum", ucap Kyuhyun saat melihat pintu bercat putih yang masih tertutup menyembunyikan Kibum didalamnya.

.

.

.

.

.

5 menit kemudian

Plip

"Mwoya, kenapa lampunya padam?", ucap Kyuhyun lirih.

"YAK! KIBUM-SSI...APA KAU BELUM MEMBAYAR TAGIHAN LISTRIKMU HA!".

"..."

"KIBUM-SSI".

"..."

"YA! CHO KIBUM".

"..."

"Aishh, kemana anak itu?...ini gelap sekali", gerutu Kyuhyun karena panggilannya tidak dijawab sama sekali oleh Kibum.

"CHO KIBUM!".

Plip

"Waaaaaa, lampunya menyala kembali", ucap Kyuhyun riang.

Klek

Blam

"Ck...kenapa berisik sekali?", tanya Kibum saat Ia sudah kembali ke ruang tengah tempat Kyuhyun menunggu dirinya.

"Kenapa kau tidak menjawab panggilanku ha? Disini gelap".

"Aku tak menyangka anggota Black Raven sepertimu takut pada kegelapan", ucap Kibum sesaat setelah dirinya duduk disofa mengahadap Kyuhyun.

"Aku bukannya takut, hanya tak nyaman".

"Itu sama saja".

"Ani".

"Sama".

"Aniya".

"Itu sama saja".

"ITU BEDA CHO KIBUM".

"Apa kau penderita Achluophobia?", selidik Kibum.

"Apa aku kelihatan sakit?...Bukankah kau tau semua tentangku ha?", tanya Kyuhyun balik.

"Entahlah...aku tak mendapat informasi bila kau seorang pengidap agoraphobia", ucap Kibum santai yang kini tampak fokus membuka beberapa lembar sebuah draft yang berada ditangannya.

Srett

Merasa tertarik, Kyuhyun pun mengambil draft tersebut dari tangan Kibum dan membacanya. Sedangkan Kibum, Ia hanya membiarkan Kyuhyun mengambil draft tersebut dan menunggu reaksi Kyuhyun setelah membacanya.

.

.

"Ige mwoya?".

"Hampir tujuh menit kau membacanya dan kau tidak bisa menyimpulkan apa yang kau baca?".

"Jangan bertele-tele Kibum-ssi, cepat jelaskan".

"Sebaiknya kau baca ulang draft itu...aku mau membuat ramen, Kau mau?".

"Ck...aku mau memesan pizza".

"Terserah", ucap Kibum sesaat sebelum Ia beranjak dari duduknya menuju ke dapur untuk memasak ramen.

.

"Mwoya...dari mana Bum Bum mendapatkan data mengenai diriku secara lengkap, apa dia menyewa detektif?...Tapi untuk apa data-data ini?".

"Apa yang diucapkannya tadi benar, bahwa Ia memang masih membenciku?".

"Lalu, kenapa dalam draft ini ada data mengenai Grand Corporation?...Apa ada hubungannya denganku?".

.

.

.

.

15 menit kemudian

"Kau sudah selesai membacanya?".

"Em...Ap..".

"Setelah makan aku akan menjelaskan semuanya", potong Kibum yang kini sedang asik menyantap ramen dimangkuknya.

"Berapa ramen yang kau masak ha? Kenapa mangkukmu itu penuh sekali".

"Wae? Kau mau".

"Ani, aku cukup muda untuk mati".

"Apa kau kira ramenku ini beracun?".

"Hanya kau yang tau".

"Kalau begitu aku yang akan mati duluan".

"Itu lebih buruk karena aku yang jadi tersangkanya".

"Sebaiknya kau berpikir dahulu sebelum bicara, cepat habiskan pizzamu itu!", perintah Kibum.

"Ishhhh...Ya!...kau lahap sekali Kibum-ssi, berapa lama kau tidak makan?".

"10 Jam".

"MWO? Hanya 10 jam? Ku kira kau tidak makan selama tiga hari".

"Dalam mimpimu Kyuhyun-ssi".

"Ha...idemu cukup menarik Kibum-ssi, aku harus memasukkanmu kedalam mimpiku suatu hari nanti, tapi bukan sebagai Kibum sang penyanyi terkenal, tetapi sebagai seorang Kibum yang terkenal bertubuh kurus yang kekurangan gizi karena tidak makan selama tiga hari...Huwaaaaaaa Kau akan semakin seksi dengan penampilan ala tengkorakmu Cho Kibum, HAHAHAHAHA".

"Ck...walaupun aku berpenampilan tengkorak, aku akan jauh lebih tampan darimu".

"Oh benar...kau akan jauh lebih tampan dariku, Kibum-ssi...apalagi dengan tulang pipi yang menonjol, bola mata yang hampir melompat keluar, dan jangan lupakan tulang rusukmu yang jelas-jelas terlihat seksi, HAHAHAHAHAHA".

"Apa itu lucu".

"HAHAHA...Nde Kibum-ssi...HAHAHA...Kibum sie zombie, HAHAHAHAHAHAHA".

Bug

"YA! KENAPA KAU MELEMPAR BANTAL PADAKU!".

"Kau berisik", desis Kibum.

"Huwaaaaaa, Zombie Bum Bum marah...", ucap Kyuhyun memanas-manasi Kibum.

Bug

"YA! KENAPA KAU LEMPAR LAGI, KAU TAK SOPAN CHO KIBUM!".

Bug

Kyuhyun ganti melempar kembali bantal sofa itu kepada Kibum dan mengenai wajah Kibum.

"Mwo? Tak sopan? Kau yang tak sopan kepadaku Cho Kyuhyun!".

Bug

"YA! SOPANLAH SEDIKIT PADA PENYIDIK!"

Bug

"Penyidik apanya? Huh...aku hyungmu...Jadi Kau yang harusnya sopan kepadaku", ucap Kibum tak mau kalah.

Bug

"Hyung?", ucap Kyuhyun ragu.

"Apa yang kau katakan Kyuhyun-ssi?", tanya Kibum mengalihkan pembicaraan dan menghentikan aksinya melempar bantal ke Kyuhyun.

"Kau...tadi mengatakan...".

"Sudahlah...cepat bereskan bekas makananmu itu, setelah ini aku akan menjelaskan semua yang ada dalam draft itu"., potong Kibum cepat.

Setelah itu, Kibum beranjak pergi ke dapur dan kembali meninggalkan Kyuhyun sendiri diruang tengah.

.

"Aku yakin kalau tadi dia mengatakan kalau dia hyung ku".

Kyuhyun tersenyum lembut saat ingatannya memutar kembali kejadian beberapa menit tadi. Kyuhyun tahu, Kibum secara tidak sadar mengucapkan kalimat tersebut. Setidaknya saat ini Kyuhyun bisa kembali berharap bila Kibum tidak membencinya bukan?.

.

.

.

.

.

"Ini sudah pukul 23.00 KST...apa kau akan tetap menjelaskan semua ini kepadaku?...aku sudah mengantuk", ucap Kyuhyun pada Kibum yang saat ini telah duduk kembali disofa ruang tengah.

"Bukankah kau yang memintanya?".

"Bagaimana kalau besok pagi saja?", tawar Kyuhyun.

"Dan saat ini aku harus mengantarkanmu kembali kekantor polisi, begitu?...itu membuang-buang waktu".

"Ani..kita membicarakannya saat sarapan pagi, bagaimana?".

"Jangan bilang kalau kau...".

"Yup, aku akan menginap disini", ucap Kyuhyun seraya mempraktekkan senyum lima jari milik Changmin.

"Shirro, aku hanya punya satu kamar".

"Kita bisa berbagi", kekeh Kyuhyun.

"Kau kira badanmu kecil".

"Ck..jangan mencari alasan Kibum-ssi, aku tau kau memiliki tempat tidur yang besar".

"Shirro, jika kau ingin menginap disini, kau tidur disofa", putus Kibum. Dan setelah itu Kibum pergi kekamar tidurnya.

Blam

.

"Ishhh, pelit sekali, ck apa enaknya tidur disofa ini...ahhh...sebaiknya aku menyusulnya...Kibumie...aku datangggggg", ucap Kyuhyun riang.

.

.

Kamar Kibum, 23.05 KST

Klek

Blam

"Ya! Apa yang kau lakukan disini".

"Jelas untuk tidur, apalagi menurutmu". Saat ini Kyuhyun sedang menyamankan posisi tidurnya dikasursebelah sisi kanan Kibum.

"Jangan tidur disini", tutur Kibum seraya mendorong tubuh Kyuhyun untuk beranjak dari kasur miliknya

"Wae...kau punya kasur yang besar dan kasur ini muat untuk kita berdua".

"Aku tau...tapi aku tak ingin tidur denganmu, Kyuhyun-ssi", kekeh Kibum.

"Terserah padamu, aku sudah mengantukkkkkk". Dan setelah itu, Kyuhyun dengan santainya menjadikan Kibumsebagai gulingnya, lihat saja kedua tangan dan kaki Kyuhyun yang memeluk dan membelit kaki Kibum dengan eratnya.

"Ya! Apa yang kau lakukan ha? Cepat lepas".

"Diamlah, kau seperti gadis yang hendak diperkosa saja", ucap Kyuhyun mencoba menenangkan Kibum yang terus meronta dalam pelukan Kyuhyun.

"Kau yang diam dan jaga ucapanmu Kyu".

"Apa barusan kau memanggilku Kyu?". Kyuhyun kembali tersenyum lima jari saat Kibum tidak lagi memanggilnya secara formal.

"Ani, aku memanggilmu Kyuhyun-ssi, cepat lepaskan".

"Tidak akan pernah".

"YA! Kenapa kau mengeratkan pelukanmu lagi".

"Sstttt, diamlah".

"Ini sesak".

"Tidurlah dan tetap hidupkan lampu tidurnya...aku tidak suka gelap".

Cup

"Good Night Bum Bum".

"Haish...anak ini, apa aku yoejachinggunya yang senang bila keningnya dicium?", inner Kibum.

Setelah itu, tidak ada lagi perdebatan diantara yang melihat Kyuhyun sudah tertidur hanya terdiam dan tidak membalas salam tidur yang diucapkan Kyuhyun tadi. Dan tak lama setelah itu, Kibum pun memutuskan untuk menyusul Kyhyun kealam mimpi tanpa sedikitpun merenggangkan pelukan Kyuhyun kepadanya.

Kyuhyun merasakan kehangatan dalam tidurnya kali ini, Ia tersenyum dalam tidurnya.

Tidurlah yang nyenyakdua jagoan Cho.

.

.

.

.

.

02.00 KST

"Seandainya waktu itu aku bisa memelukmu seperti ini, pasti saat itu aku tidak merasa takut...kau tau tempat itu sangat gelap dan mengerikan".

Suara siapakah itu? Apakah salah satu dari si kembar terbangun dari tidurnya dan mengigau?

Kurasa bukan, karena saat ini, Kyuhyun benar-benar membuka matanya dan menatap dalam Kibum yang terlelap disampingnya. Suaranya cukup lirih, tetapi cukup terdengar jika suasana kamar itu sunyi seperti sekarang ini.

"Bukankah saat itu sama waktunya seperti malam ini, pukul 02.00 dini hari".

"Saat kau mengatakan bahwa kau ingin melenyapkanku".

"..."

Tak ada jawaban dari Kibum.

Srett

Kyuhyun merubah posisi tidurnya menjadi terlentang dan menghadap langit-langit kamar kamar Kibum yang ditempati Kyuhyun saat ini tidak begitu jauh berbeda dengan kamarnya dan Kibum saat mereka masih kecil, yaitu berwarna baby kamar Kibum saat ini terlihat sedikit sepi karena tak ada satu pun gantungan miniatur pesawat milik Kyuhyun dilangit-langit kamar.

"Baby Boieng, apa kau merindukan teman-temanmu yang lain?", monolog Kyuhyun pada miniatur pesawat Boeing 737 ditangannya, yang Ia temukan kemarin siangsaat Ia pulang dari Dorm Suju. Sejak Kyuhyun menemukannya, miniatur pesawat itu tidak pernah terlepas dari genggama Kyuhyun dan selalu Ia bawa dalam kantong celananya.

"Aku pun merindukan mereka...apa mereka sudah dibuang?...Bila iya, kau pasti sangat sedih".

"Mianhae, karena aku tidak menepati janjiku kepadamu untuk menjadi seorang pilot yang hebat...kau tau bukan...semuanya menjadi kacau".

"Aku tidak akan menyalahkan siapapun, bukan Wang Ajussi, bukan Appa atau Eomma, bukan juga Kibum, bahkan aku sendiri tidak akan menyalahkan diriku sendiri...bukankah semuanya sudah tertulis oleh takdir...hahahaha, kau pasti menertawakanku karena aku berusaha menjadi orang bijak bukan? Terserahlah, tapi aku bersungguh-sungguh mengatakannya".

"Aku tak menyesal tidak menjadi seorang pilot, karena sekarang aku sudah menjadi seorang agen rahasia yang hebat, haha...walaupun aku tidak secara sengaja masuk kedalam organisasi itu".

.

.

.

Flashback On

Goseong, 17 Desember 2004, 19.30 KST

"Selamat tinggal Tuan Muda", ucap Tuan Wang.

Klek

Pintu mobil disamping Kyuhyun tiba-tiba dibuka oleh Tuan Wang.

Srett

Dan sama dengan cepatnya laju mobil yang ditumpangi oleh Kyuhyun saat ini, secepat itulah tangan Tuan Wang mendorong Kyuhyun keluar dari mobil.

"Aaaa'.."

Brughh

Srett

Brughh

Kyuhyun pun terguling masuk kedalam jurang, tidak ada yang bisa menghalanginya, jalan pegunungan yang tidak ada pembatas serta kondisi rerumputan disekitar jalan yang licin dan basah oleh embun malam, seolah-olah menjadi pelumas bagi jalan mulus bagi tubuh kyuhyun untuk menuruni jurang gelap itu.

Srett

Brughh

Slruth

"Aaaa'..", pekik Kyuhyun menahan sakit ditubuhnya saat kedua tangannya menahan berat badannya pada sebuah akar pepohonan yang mencuat keluar.

"Eomma...Appa...Bum Bum...tolong aku", rancau Kyuhyun lirih.

Slruth

"Apa aku akan mati sekarang", rancau Kyuhyun lagi saat dirasa tangannya mulai tidak kokoh lagi menahan tubuhnya pada akar pohon itu yang ternyata cukup licin.

Slruth

"Aaaa'..".

Brughh

Srett

"Aaaa'..".

Byur

Walaupun keadaan mata Kyuhyun yang buta karena jurang itu sangat gelap, tapi indra perasa dan pendengar Kyuhyun masih bisa mengetahui apa yang baru saja terjadi pada dirinya, dingin dan basah, Kyuhyun merasakan itu. Ia tau bila saat ini Ia sudah terjun kesebuah sungai, memang tidak terlalu dalam, bahkan kakinya bisa sedikit menapak dasar sungai itu, tapi apa yang bisa Kyuhyun perbuat saat itu, kondisi tubuhnya yang cukup lemah dan penuh luka serta aliran sungai yang deras, membuat Kyuhyun sulit untuk menepikan tubuhnya ke hulu.

"Uhuk...uhuk...si...siapapun...tolong aku".

"Uhuk...uhuk..".

"Bum Bum...to...long...a...ku".

"Bum Bum...uhuk...uhuk".

"Mianhae".

.

.

.

.

.

2 tahun kemudian

Eunpyeong, Goseong, 24 Desember 2006, pukul 18.00 KST

Blam

"Kau sudah selesai memerikasanya Tae Gun".

"Em...kau datang lebih cepat hari ini".

"Semua selesai dengan sangat cepat hari ini...apakah ada kemajuan?".

"Masih sama seperti kemarin".

"Huh..begitu".

"Ini bukan Lee Gun Wook yang kukenal".

"Mengapa kau berbicara seperti itu?".

"Karena kau terlihat putus asa".

"Ini sudah dua tahun Gun-ah, dan anak itu belum juga bangun dari tidur panjangnya".

"Berdo'alah semoga Tuhan memberikan keajaibannya lagi untuk anak itu".

"Aku selalu melakukannya".

"Masuklah dan cepat hubungi aku bila ada sesuatu yang terjadi pada anak itu".

"Arraseo Gun uisa...Gomawo".

"Em...".

.

.

Klek

Blam

"Annyeong, apa kabarmu hari ini nak?", ucap Tae Gun seraya mengelus lembut rambut ikal seorang anak yang sedang terbaring tidurdisebuah ranjang dalam kamar perawatan yang diperuntukkan untuk satu orang.

Apakah ada yang bertanya tempat itu adalah sebuah rumah sakit?

Jawabannya adalah iya, tempat itu adalah sebuah rumah sakit, tetapi bukan sebuah rumah sakit yang disediakan untuk pelayanan masyarakat jawaban pastinya...kalian akan mengetahuinya nanti.

"..."

"Apa yang membuatmu bisa tertidur selama ini? Kurasa bukan karena luka-lukamu hem".

"Kau akan terkejut karena saat terbangun nanti kau tidak akan menemukan luka-luka mengerikan itu walaupun hanya satu goresan".

"..."

"Besok adalah hari natal, apakah kau tidak ingin bangun dan merayakan natal bersama?".

"..."

"Ayolah...kau sudah dua kali melewatkan natal...kumohon bangunlah", ucap Lee Gun Wook penuh harap seraya menggenggam erat tangan kanan anak laki-laki itu.

.

.

.

.

Esok harinya, 25 Desember 2006, pukul 10.00 KST

Drap

Drap

Drap

"Hosh...Hosh...Hosh".

"Ya..Wook-ah, ada apa? Kenapa kau berlari seperti itu ha?", tanya Tae Gun heran.

"Anak itu...hosh..hosh".

"Apa ada masalah dengan anak itu?".

"Aniya...anak itu sudah membuka matanya...do'aku terkabul Gun-ah", ucap Gun Wook riang.

"Jincha...baiklah aku akan segera memeriksanya".

.

.

10 menit kemudian

"Otte?", tanya Gun Wook saat Tae Gun, sahabatnya, keluar dari ruang perawatan.

"Kau tenang saja, tidak ada gangguan yang berarti..".

"Apa dia bisa melihat, mendengar, berbicara?", potong Gun Wook cepat.

"Hahaha, nde penglihatannya dan pendengarannya berfungsi dengan baik, dan semoga hasil CT Scan nanti kita mendapatkan hasil yang baik".

"Apakah Ia bisa berbicara?".

"Karena Ia tertidur cukup lama, pita suaranya sedikit kaku, sehingga Ia membutuhkan waktu agar bisa kembali lancar dalam berbicara".

"Jadi dia memerlukan latihan untuk itu?".

"Tidak hanya dalam berbicara, Ia juga harus melatih otot tangan dan kakinya agar berfungsi dengan normal kembali".

"Begitu, syukurlah, apa aku boleh menemuinya sekarang".

"Temuilah anak itu".

"Gomawo". Setelah itu Gun Wook segera melangkahkan kakinya masuk keruang perawatan dan meninggalkan Tae Gun sendiri diluar.

.

.

Klek

Blam

"Aku senang kau akhirnya membuka matamu", ucap Gun Wook semangat.

"Kau belum bisa bicara karena pita suaramu sedikit kaku, tapi tenanglah bila kau mau latihan sedikit, kau akan bisa berbicara lagi", tutur Gun Wook yang mengerti gerak bibir anak yang Ia temukan dua tahun lalu itu.

"Apa kau ingin duduk?". Anak itu hanya menganggukkan kepalanya sekali, tanda Ia setuju.

"Baiklah, kau pasti pegal tidur selama itu", ucap Tae Gun serayamenekansalah satu tombol diranjang yang berguna untuk menaikkan salah satu sisi tempat tidur agar sedikit terangkat dan anak itu bisa sedikit menegakkan badannya.

"Apakah ini lebih baik". Anak itu mengangguk lagi dan setelah itu Ia melihat punggung tangan kirinya yang masih terpasang jarum infus.

"Gwencaha, punggung tanganmu juga akan pulih dengan cepat...mungkin kau sedikit ngeri, tapi jarum infus ini berguna agar kau bisa tetap mendapatkan nutrisi selama kau tidur".

"Kau mungkin tidak percaya jika kau sudah tertidur diranjang ini selama dua tahun...", tutur Gun Wook yang mulai menceritakan bagaimana anak yang ada dihadapannya saat ini bisa berakhir diranjang perawatan.

Merasa mendapat perhatian dari anak itu, Gun Wook kembali membuka suaranya untuk melanjutkan ceritanya.

"Saat itu tepatnya tanggal 18 Desember 2004, pukul 08.00 pagi, aku menemukanmu disisi sungai. Saat itu adalah hari Sabtu, aku yang mendapatkan libur dari tempatku bekerja dan memutuskan untuk pergi kesungai dekat rumahku untuk memancing. Aku tau diusiaku dua tahun lalu, kau pasti mengira, bila aku pergi kesungai itu dengan anakku dan berencana menghabiskan waktu dengannya bukan?". Anak itu hanya mengangguk sekali untuk menjawab pertanyaan Gun Wook.

"Aniya, aku pergi sendiri karena aku sudah tidak memiliki keluarga lagi...sisi sungai yang aku rencanakan sebagai tempat aku memancing dengan sisi sungai tempatmu ditemukan, itu bersebrangan. Karena sungai itu lebar, aku tidak begitu jelas saat aku melihat sosokmu yang menggunakan kaos baby blue itu. Kau tau aku adalah seorang polisi, hahahaha". Anak itu juga ikut tersenyum saat Gun Wooktertawa karena mengatakan apa pekerjaannya.

"Maka dari itu, rasa ingin tahuku tinggi, aku mencoba menyebrangi sungai itu dan untungnya arus sungai itu tidak terlalu besar, dan saat aku menemukanmu, keadaanmu tidak sebaik sekarang...wajahmu, kepalamu, tanganmu, bahkan hampir seluruh tubuhmu terluka yang menurutku cukup parah...dan kau tau akhir ceritanya bukan...aku membawamu kerumah sakit ini".

"Dan aku sangat senang saat kau akhirnya membuka matamu saat natal tiba...sekarang lihatlah kejendela, salju yang turun diluar sangat indah bukan", ucap Gun Wook yang saat ini tengah mengalihkan pandangannya keluar jendela, begitu pula dengan anak itu yang juga ikut mengalihkan pandangannya ke luar jendela kamar rawatnya.

"Benar-benar indah", ucap anak itu dalam hati.

"Ah...aku belum memperkenalkan namaku bukan?...Naneun...Lee Gun Wook dan nanti setelah kau bisa berbicara kembali, kau bisa memanggilku Ajussi Lee, dan dokter tadi adalah dokter yang merawatmu selama dua tahun ini, namanya Jung Tae Gun, dia sahabatku".

.

.

.

20.00 KST

.

.

Berita malam iniyang akan kami sampaikan berasal dari salah satu pengusaha terkenal asal Kota Nowon, ChoYeung yang sukses bergerak dalam bidang transportasi udara yang berasal dari Kota Nowon ini, tadi malam secara resmi mempublikasikan anak keduanya, sang penerus kerajaan bisnis Cho Corporation. Cho Kibum yang saat ini berusia 16 tahun, secara resmi diperkenalkan kepada kolega perusahaan saat perayaan ulang tahun emas Cho Corporation yang ke 50. Dalam acara tersebut, nampak Cho Hanna, istri dari Cho Yeung Hwan, dan Cho Ahra, putri sulung dari pasangan ini, ikut berbahagia dalam perayaan ini. Sekian berita malam ini.

.

.

"Huwaa...anak itu benar-benar tampan, sama sepertimu", ucap Gun Wookkagum saat Ia melihat berita yang disiarkan oleh salah satu saluran televisi.

"Nde..Bum Bum terlihat tampan..begitu juga dengan Ahra Noona, Ia semakin terlihat cantik...penerus Appa?...kurasa mereka tidak mencariku selama dua tahun ini...huh...sepertinya aku memang sudah benar-benar mati", inner Kyuhyun.

Ya...kalian tidak salah membaca, anak yang kini tengah duduk bersandar diranjang perawatan itu adalah Kyuhyun. Bukankah patut kita syukuri jika Cho bungsu ini selamat, walaupun Ia harus terbaring koma selama dua tahun ini. Dan haruskah kita ucapkan selamat kepada Tuan Wang atas prediksinya dua tahun lalu, saat Ia mengatakan bila Kyuhyun akan selamat sesaat setelah Ia mendorong Kyuhyun ke jurang.

"Kenapa wajahmu terlihat sedih nak?". Kyuhyun lagi-lagi menggeleng seraya tersenyum untuk menjawab pertanyaan Gun Wook.

"Baiklah, sebaiknya kau istirahat agar esok kau bisa langsung berlatih untuk kesembuhan otot kaki dan tanganmu ini, karena selain aku ingin mendengar suaramu itu, aku juga ingin melihatmu berlari".

.

.

Seminggu kemudian

"Bagaimana perkembangannya Gun-ah?".

"Kau bisa lihat sendiri, anak itu sangat hebat...aku tak menyangka Ia bisa secepat itu dapat berjalan, walaupun masih sedikit terlihat kaku".

"Kurasa Ia memiliki motivasi yang kuat untuk sembuh kembali".

"Em kau benar".

"Bagaimana perkembangan pita suaranya".

"Sudah lebih baik, terus ajak dia berbicara Wook-ah".

"Baguslah kalau begitu".

.

.

"Kau sangat hebat hari ini".

"Em".

"Tae Gun mengatakanbila kau semakin baik dalam melatih otot-otot kaki dan tanganmu, serta kau juga harus sering berlatih, agar pita suaramu dapat kembali normal".

"Nde..Aj..jusi", ucap Kyuhyun terbata.

"Bagaimana kalau sekarang kita makan siang, aku sudah membuatkan bubur spesial untukmu...kuharap kau tidak bosan ne".

"Go..ma...wo".

"Em".

"Aj..ju..ssi".

"Nde".

"Kau..ti...dak...ber...tanya...si..apa...na..maku?".

"Bila kau tidak keberatan, kau bisa memberitahukannya padaku jagoan".

"Kyu..Hyun".

"Kyuhyun...nama yang bagus...aku tau kau pasti merasa heran mengapa selama seminggu ini aku tidak bertanya siapa namamu, dari mana asalmu, dan mengapa kau bisa terluka begitu parah".

"Nde".

"Karena aku bukan tipe seorang pemaksa, jadi aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan semuanya, tapi bila dengan menceritakannya kau merasa lebih baik, maka aku akan siap mendengarkannya".

"Gomawo".

"Hyaaa kau sudah sedikit lancar bicara...sama-sama", ucap Gun Wook seraya tersenyum lembut pada Kyuhyun.

.

.

.

.

"Apa Kyuhyun belum menceritakan dari mana dia berasal?".

"Belum", jawab Gun Wook.

"Tapi sudah hampir empat bulan sejak dia sadar dari komanya".

"Aku tidak akan memaksanya, lagi pula sampai sekarang aku belum mendengar kabar tentang anak yang hilang dengan ciri-ciri yang sama dengan Kyuhyun".

"Dan kau tidak ingin mencari tau?".

"Aku seorang juga seorang polisi Gun-ah...aku tau, bukan hal yang lumrah saat aku menemukan seorang anak laki-laki berusia empat belas tahun di tepi suangai itu, kau tau daerah sekitar rumahku adalah daerah yang sangat sepi dan hanya ada aku yang menghuni daerah itu".

"Kurasa kau bersama beberapa binatang buas disana".

"Kau benar dan binatang buas itu sudah menjadi peliharaanku sekarang".

"Hahahaha...lanjutkan".

"Aku sudah menyelidikinya, dua tahun yang lalu...dengan luka gores yang cukup parah, pasti Kyuhyun terjatuh dari kawasan atas bukit sebelum akhirnya Ia masuk kedalam sungai dan terdampar didekat rumahku... saat aku memeriksa keadaan diatas jurang tempat Ia terjatuh, aku tidak menemukan mobil yang mengalami kecelakaan dan masuk kejurang, ataupun mendengar laporan bila terjadi kecelakaan disekitar daerah itu, jadi aku berpikir kalau Kyuhyun adalah salah satu korban sabotase, dimana Kyuhyun sengaja dibuang didaerah itu, terlebih lagi saat aku mendengar hasil pemeriksaanmu yang menyatakan bahwa dikepalanya ada sebuah luka yang waktu perolehannya memiliki jarak waktu cukup jauh dengan luka gores yang timbul akibat Kyuhyun terjatuh ke jurang bukan?".

"Em...dan dari hasil pemeriksaannya saat itu, ditemukan ada beberapa jenis obat yang sudah masuk kedalam tubuhnya dan berfungsi untuk proses penyembuhan luka itu".

"Maka dari itu, aku tidak melaporkannya kepada pihak polisi lainnya, karena aku takut jika Ia diketahui masih hidup maka nyawanya dalam bahaya...dan saat ini, aku tidak akan mengambil keputusan tanpa persetujuannya".

"Kau benar...apa dia sudah kau ajak ke markas?".

"Belum, lagipula aku tidak berminat untuk memasukkannya kedalam organisasi".

"Tapi aku berminat masuk kedalam organisasi itu", sela Kyuhyun.

"Kyu...sejak kapan kau disitu?", tanya Tuan Lee saat Kyuhyun mulai mendekati tempat Gun Wook dan Tae Gun berbincang. Saat ini mereka berada dihalaman belakang kediaman Tuan Lee.

"Cukup lama untuk mendengar semua yang Ajussi Lee dan Jung Uisa bicarakan...Gomawo, karena Ajussi Lee mau melindungiku sampai sejauh ini, ternyata Tuhan masih menyayangiku, Ia masih membiarkanku hidup dan bertemu dengan orang sebaik kalian...apa yang Ajussi Lee duga selama ini adalah benar adanya, aku memang sengaja dibuang oleh beberapa suruhan seseorang yang begitu benci terhadap keluargaku, tapi sekarang aku cukup lega, walaupun aku tidak tau apa yang terjadi dengan keluargaku selama dua tahun belakangan ini, tapi aku tau jika keluargaku masih hidup dengan baik dan tetap bahagia".

"Jadi kau benar masih memiliki keluarga?...lalu bagaimana kau tau keadaan keluargamu saat ini?".

"Ajussi ingat dengan berita malam itu, sebuah berita yang mengabarkan mengenai penerus kerajaan bisnis Cho Corporation?".

"Nde".

"Mungkin kalian tidak akan percaya kepadaku, tapi aku adalah salah satu bagian dari mereka, lebih tepatnya, Cho Kibum adalah kakak kembarku, ya...walaupun kami tidak identik".

"Lalu mengapa mereka tidak mencarimu, bukankah cukup mudah dengan kedudukan beliau untuk memberitakan mengenai salah satu anak mereka yang hilang?".

"Entahlah...aku tidak tahu alasan pastinya, yang jelas sekarang mereka memilih untuk hidup tanpa adanya kehadiranku, dan aku juga harus memulai kehidupanku tanpa kehadiran mereka".

"Lalu bagaimana kau tau tentang organisasi yang kami bicarakan?".

"Apa kalian mempercayai ucapanku?".

"Naluri polisi mengatakan jika kau berkata jujur nak", ucap Tuan Lee menyakinkan.

"Gomawo Ajussi, mengenai bagaimana aku tau tentang organisasi itu...bukankah kalian tahu jika aku sering bermain dirumah sakit tempat aku dirawat...kurasa kalian tidak lupa jika rumah sakit itu adalah rumah sakit khusus yang disediakan organisasi untuk merawat anak-anak dan anggota lainnya yang terluka, dan aku berteman dengan beberapa anak yang pernah dirawat disana dan lingkungan tempat rumah sakit itu berada serta rumah Ajussi Lee, cukup mendukung informasi yang teman-temanku berikan".

"Apa kau sudah sempat melihat markasnya".

"Belum...mereka hanya mau menceritakannya, tetapi mereka tidak ingin memberitahu markas itu berada".

"Apa tujuanmu untuk masuk kedalam organisasi itu?".

"Sebelum aku dibuang oleh mereka, beberapa hari sebelumnya aku pernah mendengar salah satu orang yang telah lama mengabdi dikeluargaku berniat untuk mencelakai saudara kembarku, Kibum, tetapi sebelum aku sempat memberitahu niat orang itu pada Appa dan Eomma, terjadi sebuah kecelakaan yang sebenarnya tidak aku sengaja dan membuat orang itu meninggal, sehingga Kibum membenciku karena Ia menganggapku sebagai orang yang membunuh orang yang disayanginya itu secara tiba-tiba Appa merencanakan untuk mengirimku ke Amerika".

"Dan kau tidak mengatakan yang sebenarnya?".

"Keluargaku bukanlah sebuah keluarga yang bisa mempercayai sebuah ucapan tanpa berdasarkan sebuah bukti yang mendukung, terlebih dengan ucapanku yang mengatakan bila orang itu berencana untuk menghancurkan keluargaku dengan mencelakai Kibum, maka dari aku berfikir bila aku sudah di Amerika, maka aku tidak memiliki kesempatan untuk membuktikan ucapanku yang kudengar, hingga akhirnya aku memutuskan pergi ke Yeongwol sendiri dan mencari tau apa yang menyebabkan orang itu berkhianat dan membuat keluargu, terlebih Kibum dapat mempercayaiku lagi. Tapi rencanaku tidak berjalan mulus seperti yang kurencanakan, setelah aku sampai distasiun, aku bertemu dengan orang itu, orang yang sebelumnya sudah dinyatakan meninggal dan dikubur".

"Dan orang itu yang juga membuangmu kejurang?".

"Nde...aku juga cukup terkejut saat aku koma selama dua tahun...tetapi aku juga cukup senang karena keluargaku baik-baik saja sampai sekarang...walaupun begitu, aku masih begitu penasaran siapa dalang dibalik ini kejadian ini semua".

"Tapi organisasi itu bukanlah sebuah organisasi biasa".

"Aku tau...mereka sudah menceritakan semuanya, begitu juga dengan posisi Ajussi Lee dalam organisasi itu...Anda ternyata bukan seorang polisi biasa".

.

.

Flashback Off

"Kurang lebih selama delapan tahun, Ajussi Lee melatihku dengan baik. Semua tugas dan misi yang diberikan kepadaku, aku selesaikan dengan baik, hingga aku mendapatkan posisiku sekarang ini...walaupun aku belum sepenuhnya mendapatkan jawaban mengenai kejadian sepuluh tahun yang lalu, tapi aku percaya sedikit demi sedikit aku pasti akan menemukannya bukan?".

"Huh...suatu saat nanti kau harusbertemu dengan Ajussi Lee baby, dia orang yang baik dan sudah kuanggap sebagai Appa keduaku, aku memanggilnya Appa Lee...Dialah yang memberiku nama Ken itu, nama yang sama dengan nama anaknya yang sudah meninggal bersama istrinya akibat kecelakaan sebelas tahun yang lalu, walaupun begitu...aku tetap menyukai nama itu, sebuah nama yang memberiku kekuatan untuk selalu kuat seperti arti nama itu".

"Apa ceritaku membosankan dan membuatmu mengantuk?".

"Huh baiklah...sebaiknya kita lanjutkan tidur ne, jaljayo".

.

Tepat pukul 03.00 KST, Kyuhyun melanjutkan tidurnya kembali dengan Baby boeing yang berada digenggaman tangan kanannya, Kyuhyun tidak lagi memeluk Kibum, Ia tetap diposisinya, tidur terlentang mengahadap langit-langit kamar Kibum dan membayangkan bila teman-teman pesawat lainnya berada bersamanya saat ini.

Namun berbeda dengan manik Kyuhyun yang mulai tertutup kelopak matanya, manik Kibum kini mulai terlihat dari persembunyiannya.

Kibum hanya terdiam dan memandang datar wajah polos adik kembarnya yang berada disampingnya, setelah itu...Kibum kembali memejamkan matanya kembali.

.

.

Jika kalian bertanya kepadaku, Apakah Kibum mendengar cerita Kyuhyun...

Kalian bisa menyimpulkan sendiri.

TBC

HUWAAAAAAAAAAAA

Bolehkah aku berteriak, chapter ini adalah chapter cukup panjang yang pernah aku tulisssssssssss...

Gimana-gimana, apakah masih ada yang penasaran dengan masa lalu my prince Kyu Kyu...

Sip...saatnya giliran Chinggudeul review FF aku ne...syukur-syukur review totalnya bisa tembus 310 ney...hahaha ngarep boleh kan, secara yang baca FF ku lebih dari 500 orang...

Akhir kata, gomawo dan sampai jumpa di Chap selanjutnya...

Spesial Aku Ucapkan Terima Kasih Buat Pembaca Setiaku:

Guest 1, Guest 2, MinGyuTae00, Hanna Shinjiseok, Desviana407, , Diahretno, Rahma94, Vha Chandra, Guest 3, Awaelfkyu13, FiWonKyu0201 (Mian Chinggu...aku salah mulu nulis pen name kamu...peace ^^V), , Pandagame, Rilakuma, Nurul, Nurayuoctarina 1, Lerian, Cuttiekyu, Aiiukiu, Marcy79, Gyu1315, Silent Rider, , RumyKyu, Ganisa, Koukei8696, D5, Dewiangel, MingKyuMingKyu, Evilpumpkin, Sfsclouds, Gnagyu, Guest 4, Winnie Kim, Cholin, Sapphirexian, KyuKyu, , .id, Marcy79YJ, Rini11888, Guest 5, Tatta, Dwi Kurniawati, IffahCho, Jeung Choir,Dyta0302, n all readers.