MY TWINS
Cast : Cho Kyuhyun, Cho (Kim) Kibum, Shim Changmin
Genre : Brothership, Family, Friendship, and Crime
Warning : OOC n Typo ^^V
Chapter 13 of...
.
.
.
Mian baru update...didaerahku ada sedikit kendala dengan listrik chinggu, jadinya sedikit terhambat untuk menyelesaikan chapter ini...haha
Jeongmal gomawo buat Chinggudeul semua yang udah mampir n review di FF ku ini, dan buat chinggudeul yang baru mampir, salam kenal dari aku ya, semoga betah ngikutin FF aku sampek kelar dah...
Cip, monggo dilanjut ya baca chapter 13 nya, jangan lupa tinggalkan jejak chinggudeul semua dikotak review, baik yang punya login FFN maupun yang gak punya tetep reviewnya tercantum kok...
Semoga review totalnya bisa tembus 400, Amin...
.
.
.
Apartement Kibum, 30 April 2014, 07.00 KST.
Klik
SUPER JUNIOR M – STRONG
VOLUME 50
PLAY
Make Some Noise!
Xianzai Start The Beat!
Ladies and Gentlemen Only weisheme ganjue zheme xeyen
Zenmeliao Don't Worry shuai kai fuza niantou Easy
Buguo shi Game! Game dou zheshi Game!
"Ishhhhhhhh". Gerutu Kyuhyun seraya menutup kedua telinganya erat dengan bantal saat mendengar suara berisik dari luar kamar Kibum, mimpinya yang indah kini berubah menjadi mimpi buruk, pikir Kyuhyun.
Tounao zheng yue lai yue fare zuechun yue lai yue gan ke Oh!
Man man zai juliezhe jiu xiang gaoshao buduan de fa zuo
Pain! Ne dui wo Pain! Pain kuaiyao baofei!
Xiang ganmao yao ne qengdao
Qiangshi rang ne zhaojia buliao
Ne zhong zhao ne yao huai diao kuai paomao
"YA ! CHO KIBUM KAU BERISIK", teriak Kyuhyun dari dalam kamar.
"...". tak ada jawaban dari Kibum, bukankah jelas, volume lagudengan nada penuh energi itu mengalun dengan volume yang cukup keras dan membuat Kibum tidak mendengar teriakan Kyuhyun.
Bad Boy ne lianhong xentiao shifen nan'ao yejeng wu ke jiu yao
Bad Boy xiang bingdu jiaoxiao ne kuai qiurao zai ye dekang buliao Bad Boy
Make Some Noise, Make Some Noise
Suara lagu itu masih tetap mengalun, dan dengan langkah yang menghentak, Kyuhyun keluar dari kamar Kibum.
DRAP
DRAP
DRAP
Klek
Blam
Jiabanzhe bu zaiyi de biaoqing
Suoyou qingbao dou cunzai xenle
"YA! CHO KIBUM...KAU INGIN MEMBUATKU TULI HA!", ucap Kyuhyun marah pada Kibum kini yang sedang sibuk di dapur apartementnya.
"...". dan untuk kedua kalinya, Kibum tidak menjawab ucapan Kyuhyun dan sikap Kibum itu semakin membuat Kyuhyun mengeluarkan tanduk merahnya dipagi buta ini.
"Baiklah..", desis Kyuhyun yang menatap sebal pada Kibum.
DRAP
DRAP
DRAP
Kyuhyun kembali melangkah keruang tengah dan...
Zuihou wo hui shengli caokong xen de jiqiao Easy
Buguo shi Game! Game dou zheshi Game!
KLIK
"Kenapa kau mematikan musiknya?", tanya Kibum datar.
"Kau tanya kenapa?...KAU ITU BERISIK CHO KIBUM...Bagaimana kalau tetangga memarahimu karena kau berisik ha?", ucap Kyuhyun berkacak pinggang dari ruang tengah.
Sekedar informasi, ruang tengah di apartement Kibum dengan dapur, cukup dekat dan tanpa penghalang apapun, sehingga Kyuhyun dapat melihat dengan jelas posisi Kibum didapur yang saat ini tengah memegang sebuah pisau ditangan kanannya, sepertinya uri Kibum sedang memasak sarapan.
"Apartementku kedap suara, jadi sekeras apapun musik yang aku putar, tidak akan pernah membuat tetangga protes kepadaku", kilah Kibum.
"Tapi aku sedang tidur...kau tau aku baru tidur empat jam...empat jam", tutur Kyuhyun seraya menunjukkan empat jari tangan kanannya kearah Kibum.
"Itu bukan urusanku, ini apartementku, jadi aku berhak melakukan apapun sesukaku".
DRAP
DRAP
DRAP
"Tapi aku tamu disini", ucap Kyuhyun saat Ia sudah berada didepan meja tempat Kibum memotong beberapa sayuran tadi.
"Aku tak peduli", ucap Kibum cuek.
"Ck...hacuií...YA! Apa yang kau masak?...kau membuatku bersin...hacuii", tanya Kyuhyun seraya mengusap hidungnya yang sedikit berair karena bersin.
"Nasi goreng".
"Jincha...apa kau memasak ayam goreng juga?", tanya Kyuhyun riang.
"Ani".
"Wae? Aku suka".
"Tapi aku tidak suka...apa kau berpikir kalau aku memasak nasi goreng untuk kita berdua".
"Em", jawab Kyuhyun seraya menganggukkan kepalanya dua kali.
"Dalam mimpimu Kyuhyun-ssi...jika kau ingin sarapan, sebaiknya kau buat sendiri".
"Tapi aku tidak bisa memasak...lagi pula, tuan rumah macam apa yang tidak memasakkan tamunya sarapan", cibir Kyuhyun.
"Bukankah kau sendiri yang tadi malam memaksa untuk menginap disini, jadi kau sebenarnya bukan tamuku".
"Ishhhh...kau pelit".
.
.
.
.
"Mengenai nomor handphoneku, dari mana kau mendapatkannya?", tanya Kyuhyun kepada Kibum saat mereka berdua sedang menikmati sarapannya di meja makan. Kibum dengan nasi gorengnya dan Kyuhyun...hanya dengan sepotong roti selai coklat ukuran sedang yang tidak sengaja Ia temukan dikantong belanjaan Kibum. Yah...sepertinya Kibum benar-benar tidak berniat untuk memberi Kyuhyun sarapan.
"Mengapa kau bertanya seperti itu?".
"Karena aku tidak melihat nomor handphoneku tercantum dalam draft yang tadi malam kau berikan kepadaku".
"Aku mendapatkannya dari Jang Ajussi".
"Kau sengaja memintanya?".
"Ani...secara sukarela Jang Ajussi memberikannya, tidak hanya kepadaku, tapi kepada seluruh member SuJu, sebenarnya hanya untuk berjaga-jaga saja, bila kita mendapat teror itu disaat Jang Ajussi berhalangan, jadi kami bisa langsung menghubungimu".
"Begitu...lalu bagaimana dengan isi draft itu, bukankah kau berjanji kepadaku untuk menjelaskannya?".
"Heh...ternyata kau masih ingat".
"Aku masih 24 tahun, dan aku belum pikun, jadi cepat jelaskan", tuntut Kyuhyun.
"Jujur kepadaku...apa yang pertama kali terlintas dipikiranmu saat membaca isi dari draft itu?".
"Terlalu sempit jika aku berfikiran kalau kau akan menggunakan data pribadiku untuk kau gunakan sebagai informasi yang dapat mempermudahmu untuk menyingkirkanku, karena seorang penjahat tidak akan dengan sukarela menyodorkan informasi yang didapatnya kepada calon korbannya".
"Lalu?".
"Aku belum mendapatkan jawabannya, karena jalan pikiranmu sangat sulit ditebak".
Tak
Suara sendok dan garpu terdengar saat Kibum meletakkannya diatas piring yang sudah kosong.
"Benarkah? Bukankah kita kembar, mengapa kau sangat sulit menebak jalan pikiranku ha?".
"Kembar tidak menjamin semuanya, tidak semua anak kembar memiliki keistimewaan dapat memahami apa yang dipikirkan kembarannya, dan itu berlaku untukku".
"Baiklah, sebelum aku menjelaskan semuanya, jawab pertanyaanku terlebih dahulu".
"Jangan terlalu bertele-tele Kibum-ssi".
"Ani...jawabanmu mempengaruhi penjelasan yang akan aku berikan kepadamu".
"Apa kau mengujiku? Aku juga memiliki tingkat intelegensi sepertimu".
"Heh...baguslah kalau begitu, aku akan mendapatkan jawaban itu dalam waktu yang cepat bukan?".
"Itu benar, jadi apa pertanyaanmu?".
"Apa yang kau pikirkan tentang aku?", tanya Kibum serius.
"Nde?...Apa maksudmu?...Kenapa kau bertanya seperti itu, kurasa itu tidak berhubungan dengan isi draft itu".
"Itu menurutmu, bukan menurutku, jadi cukup jawab saja, atau...haruskah aku memberimu waktu sepuluh menit untuk berpikir? Dan kuharap, aku sudah mendapatkan jawabannya setelah aku kembali ".
"Kau ingin pergi kemana?", tanya Kyuhyun saat melihat Kibum beranjak dari duduknya.
"Apa kau juga takut sendiri?...tenang, aku hanya pergi untuk mandi".
"Ani...aku tidak membutuhkan waktu sepuluh menitmu untuk memberimu jawaban tentang pemikiranku tentangmu, Kibum-ssi...karena semakin cepat aku mengatakannya, maka semakin cepat pula aku tau isi dari draft itu",ucap Kyuhyun mantap.
Mendengar penuturan Kyuhyun, Kibum akhirnya memutuskan untuk duduk kembali dikursinya.
"Ternyata rasa ingin tahumu cukup tinggi, baiklah kalau begitu...katakan apa yang kau pikirkan tentang aku", ucap Kibum datar.
.
.
"Kau pilih apa yang mesti kujawab...pemikiranku tentangmu sepuluh tahun yang lalu...atau sekarang?".
.
.
"Aku tidak memerlukan pemikiranmu tentangku sepuluh tahun yang lalu".
.
.
"Baiklah...dengarkan baik-baik Kibum-ssi...satu kata yang ada dipemikiranku saat ini tentangmu...Kau...menakutkan".
.
.
"Kau yakin dengan jawabanmu itu? Kau takut denganku?", tanya Kibum seraya tersenyum meremehkan.
"Nde...saat ini kau menjadi sosok yang menakutkan untukku, matamu...matamu itu lebih gelap dari sebelumnya, aku merasa ada banyak rahasia dan rencana yang kau sembunyikan dalam dirimu itu".
.
.
"Kau salah Kyuhyun-ssi, jawabanmu salah besar".
"Apa maksudmu?".
"Saat ini...kau bukan takut padaku, tapi kau sedang meremehkanku...walaupun mulutmu mengatakan bahwa kau takut padaku, tapi tingkah lakumu mengisyaratkan sebaliknya, kau...menganggapku lemah". Kyuhyun tidak membalas apa yang diucapkan Kibum, Kyuhyun cukup dibuat bingung dengan apa yang Kibum sampaikan tadi.
"Aku tidak pernah menganggapmu lemah", ucap Kyuhyun lirih dan menatap Kibum tidak percaya.
"Apa alasanmu mengatakan hal itu?", lanjut Kyuhyun.
"Aku akui, sepuluh tahun yang lalu, kau sangat berani, gomawo karena kau mau menolongku dari rencana Wang Ajussi yang ingin mencelakaiku, dan sampai sekarang, kau masih mau bersusah payah untuk mencari siapa dalang dibalik rencana Wang Ajussi tersebut, sekali lagi gomawo. Tapi asal kau tahu Kyuhyun-ssi, jauh sebelum kau mendengar semua rencana Wang Ajussi, aku sudah terlebih dahulu mengetahuinya, jadi...walaupun saat itu kau tidak mengetahuinya atau mencegahnya, aku sudah bersikap waspada terhadapnya".
"Dari mana kau mengetahuinya?".
"Sama sepertimu, aku juga tidak sengaja mendengarnya".
"Kemudian, mengenai rencana Wang Ajussi untuk menghancurkan keluarga kita...kau juga mengetahuinya?".
"Em", jawab Kibum singkat.
"Dan kau diam saja?".
"Aku tidak bertindak bodoh sepertimu Kyuhyun-ssi...aku juga mencari tahu semuanya, tapi tidak dengan sikap gegabah sepertimu...jadi...aku tidak perlu mengalami apa yang kau alami selama sepuluh tahun belakangan ini".
"..."
"Kenapa wajahmu terlihat begitu sedih Kyuhyun-ssi...apa kau menyesal melakukan semua ini? Oh...ayolah aku sudah mengucapkan terima kasih atas pengorbananmu itu dan juga seharusnya kau senang, kau bermain cukup baik", lanjut Kibum saat melihat Kyuhyun hanya terdiam.
"Bermain?".
"Nde..bukankah permainan ini cukup menarik...setidaknya selama tidak ada kau...aku bisa membuktikan bahwa aku juga tidak lemah sepertimu".
"Pembuktian macam apa yang kau maksud Kibum-ssi?...Kau bilang bermain, semua yang kurasakan dan kujalani selama sepuluh tahun ini, hanya kau anggap bermain...aku hampir kehilangan nyawa Kibum-ssi...".
"Kau hanya hampir kehilangan nyawa...bukan kau benar-benar kehilangan nyawa Kyuhyun-ssi".
"Apa kau gila...apa karena kau dipaksa Appa untuk belajar mengurus perusahaannya, kau tega melakukan ini kepadaku?...kau ingat...aku adalah saudara kembarmu, bahkan kita bersama sejak dalam kandungan Eomma...Apa kebencianmu ini masuk akal ha?", ucap Kyuhyun setengah berteriak.
"Nde aku memang gila...aku memupuk kebencian yang tidak masuk akal menurutmu didalam sini", ucap Kibum seraya menunjuk dada kirinya.
"Lalu bila kau tidak ingin melakukan itu semua, mengapa kau tidak memberontak ha? Katakan dengan tegas kepada Appa, jika kau tidak menginginkannya...atau kau bisa mengatakannya kepada Eomma atau Ahra Noona...kurasa mereka bisa membantumu untuk membicarakannya kepada Appa...kurasa kau pintar untuk memahami semua ini".
"Mengatakannya pada Appa...Eomma...atau Ahra Noona...kenapa namamu tidak kau cantumkan hem?".
"E..itu..".
"Karena kau tidak ingin terlibat dengan masalahku".
"Bukan seperti itu...".
"Lau seperti apa hem?...Saat direstaurant kemarin, aku juga mendengar kau bercerita, jika saat itu Wang Ajussi mengatakan kepadamu bahwa aku pernah bercerita mengenai masalahku dalam mengurus perusahaan bukan?".
"Nde...tapi sampai sekarang aku belum bisa mengingatnya...kau pernah bercerita kepadaku?", tanya Kyuhyun memastikan.
"Em...dan saat itu aku mulai kecewa dengan dirimu".
"Kapan?".
"Tiga hari setelah kita berulang tahun yang ketiga belas...kau tau, aku sangat suka dengan angka tiga belas bukan?".
"Em, sebuah angka yang menurut orang mengerikan, tapi menurutmu itu sangat spesial".
"Angka tiga belas menunjukkan angka yang sempurna sebagai perlambang kehidupanku. Angka satu sebagai perlambang diriku sendiri, dengan tiga keberuntungan yang menyertainya, Appa dan Eomma, Ahra Noona, dan Kau...Cho Kyuhyun... dari itu, saat kita berulang tahun yang ke tiga belas adalah saat-saat yang paling membahagiakan bagiku, terutama saat kita akan meniup lilin ulang tahun, saat aku bisa mengucapkan harapanku. Tapi mungkin aku terkena kutukan tiga belas itu, semua harapanku sirna dan tak ada yang tersisa. Tak ada lagi kebahagiaan, tak ada lagi kehangatan, dan tak ada lagi dirimu".
"Wae?".
"Satu hari setelah kita merayakan ulang tahun, Appa memanggilku keruang kerjanya, tidak hanya aku tetapi juga Ahra Noona".
"Apa yang kalian bicarakan?".
"Tentu saja mengenai perusahaan...saat itu, Appa memberiku sebuah draft, yang kemudian aku tau, draft itu adalah salah satu laporan perusahaan Appa yang harus aku pelajari hari itu, awalnya aku tidak begitu keberatan, tapi setelah Appa mengatakan bahwa akulah pewaris utama kerajaan bisnis Appa dan mempunyai tanggung jawab pada posisiku itu, laporan perusahaan yang ada ditanganku itu menjadi semakin berat dan aku merasakan akan ada suatu hal yang jauh diluar dugaanku akan segera aku temui. Dan benar,esoknya, Ahra Noona memutuskan pergi dari rumah untuk meneruskan sekolah keluar negeri".
"Tak ada yang salah atas keputusan Ahra Noona, bukankah sudah sejak lama Ia merencanakannya?".
"Nde...kita tau bahwa sejak awal Ahra Noona ingin bersekolah keluar negeri agar Ia bisa bersanding dengan Appa untuk mengurus perusahaan, Ahra Noona ingin menjadi seorang pengusaha yang hebat seperti Appa, tapi setelah pertemuan sehari sebelumnya dengan Appa dan aku, semua keinginan Ahra Noona musnah...kau pasti masih mengingat bagaimana tabiat Appa bila Ia mengatakan bahwa Ia menginginkan aku menjadi penerusnya, maka tidak ada orang lain, bahkan anak sulungnya sendiri untuk mengahalanginya, khususnya menghalangiku...kau mengerti maksudku?".
"Tapi jika Ia mau, Ia masih bisa meneruska mimpinya".
"Saat itu, Ia masih berumur lima belas tahun, dengan melihat mata Appa yang mengisyaratkan Ahra Noona untuk mundur, maka Ia tidak mempunyai pilihan lain bukan? Ia tidak ingin lebih jauh menentang Appa".
"Tapi kenapa harus kau?".
"Karena aku adalah anak laki-laki pertama, dan akulah yang utama. Maka dari itu, Ahra Noona memutuskan untuk menyetujui perintah Appa, karena Ia merasa Ia tidak dibutuhkan lagi dikeluarga Ch, maka dari itu Ia pergi...Aku tau bahwa Ahra Noona tidak membenciku, tapi tetap saja, aku tidak bisa menghilangkan rasa bersalahku kepada Ahra Noona, karena secara tidak langsung, akulah yang membuatnya untuk pergi dari keluarga kita".
"Lalu...apa yang membuatmu kecewa terhadapku?".
"Sikapmu...disaat aku mengalami tekanan dari Appa setelah kepergian Ahra Noona dan rasa bersalahku kepada Ahra Noona, aku tidak menemukanmu berada disampingku...kau..saat itu bukanlah saudara kembarku yang kukenal, saat aku menceritakan semua yang terjadi, sikap yang kau tunjukkan adalah sama dengan sikap yang ku perlihatkan saat kecelakaan Wang Ajussi terjadi, kau menyalahkanku atas kepergian Ahra Noona...".
"Tapi aku tidak sampai membencimu", potong Kyuhyun.
"Kurasa kau mulai mengingatnya...ya..kau tidak sampai membenciku, karena kau hanya menganggap semua itu hanya angin lalu, bukankah setelah itu kau tidak perduli dengan urusanku dan perusahaan, kau hanya sibuk bermain tanpa sedikitpun kau melihatku".
"Karena aku tidak suka, aku ingin menjadi seorang pilot, bukan pengusaha".
"Begitupun denganku, aku juga tidak ingin menjadi seorang pengusaha, aku ingin membanggakan Appa dengan jalan yang berbeda".
"Pertanyaanku tetap sama, kenapa kau tidak melawan?".
"Karena hasilnya akan sama saja jika aku melakukan semua itu".
"Benarkah? Apa kau takut akan bernasib sama dengan Ahra Noona?".
"Nde, aku takut kehilangan semuanya".
"Kau takut miskin?".
"Picik sekali pikiranmu Kyu...aku bahkan tidak peduli akan semua harta Appa...yang aku perdulikansaat itu, aku tidak ingin hidup jauh dari Eomma dan kau, aku sudah kehilangan Ahra Noona, maka dari itu, aku tidak ingin kehilangan kalian juga...tapi kau mengecewakan aku".
"Dan kau memanfaatkan kecelakan Wang Ajussi untuk membalasku?".
"Mungkin iya...sepertinya selain kau, Tuhan juga mendengar ucapanku malam itu untuk bisa menggenggam kebahagianmu ditanganku... kecelakaan itu seperti memberi jalan kepadaku untuk membuatmu merasakan apa yang aku rasakan dulu...bukankah sakit ketika kau disalahkan atas kejadian yang kau juga tidak menginginkannya?...aku juga tidak mengira bahwa saat itu kau juga sudah mengetahui rencana Wang Ajussi".
"Kau puas?".
"Awalnya iya...setidaknya kita impas...karena satu keinginanku tercapai".
"Mwo?".
"Melihat senyummu memudar, setidaknya kau juga merasakan bagaimana hidup dalam duniaku yang gelap".
"Pikiranmu juga picik Kibum-ssi...jika kau sedikit membuka matamu, kau akan melihat cahaya dalam duniamu yang gelap, apakah Eomma meninggalkanmu...ani, Ia selalu ada disampingmu".
"Kau hanya melihat dari luarnya saja Kyu, kau hanya melihat bahwa Appa dan Eomma masih ada disampingku saat aku lelah dengan semua laporan itu, tapi itu hanya bila ada kau...selebihnya aku hanya sendiri, tidak ada Eomma...kau tau sejak Appa mengatakan kepadaku bahwa akulah yang akan menjadi penerusnya, sikap Appa berubah kepadaku, Ia seperti benteng yang melindungiku dari siapapun, bahkan dari Eomma. Dan Eomma yang mengerti sifat Appa, hanya bisa mengalah dan membiarkanku terus dikuasai oleh Appa, aku tau Eomma selalu memperhatikanku dan masih memberikan kasih sayangnya kepadaku, tapi itu tidak cukup, benteng itu terlalu kuat untuk ditembus dan membuat duniaku masih terus gelap".
"Kibum...".
"Hahahaha...bukankah kehidupan kita sangat berbeda Kyu...wajar bukan bila aku membencimu karena aku iri dengan kehidupanmu yang penuh dengan cahaya. Kau..walaupun posisimu sebagai pendampingku dalam mengurus perusahaan, tapi kau beruntung, Appa tidak memperlakukanmu sepertiku, sehingga kau masih bisa bermanja dan bercerita panjang lebar mengenai impianmu itu, sedangkan aku...aku bahkan tidak pernah ditanya apa yang aku impikan setelah dewasa...bahkan...kau sendiri juga tidak pernah bertanya apa impianku bukan?".
"Mianhae".
"Kau tidak perlu minta maaf Kyu...bukankah ini sudah menjadi takdir Tuhan, seperti yang kau ucapkan...tapi aku bersyukur, setidaknya apa yang aku alami sebelum kecelakaan Wang Ajussi itu bisa menggambarkan bahwa aku adalah orang yang kuat, walaupun aku tidak menyukainya, tapi aku bisa menyelesaikan semua tuntutan yang Appa berikan kepadaku".
"Lalu apa alasanmu mengatakan bahwa aku meremehkanmu?".
"Kau sadar apa posisimu dalam keluarga Cho?...Kau hanya seorang anak bungsu, Kau...adalah adikku...selama satu tahun, Appa mendidikku dengan keras bahwa aku bukanlah sosok yang dengan mudah untuk dikalahkan, tapi setelah kecelakaan Wang Ajussi, kau dengan seenaknya memutuskan untuk mencari bukti agar aku percaya dengan apa yang ingin kau katakan kepadaku, kau ingin aku tersenyum kembali, dan segala alasan konyol yang kau fikirkan itu..."
"Apa karena itu kau merasa terlampaui", potong Kyuhyun.
"Kau pintar Kyu...seharusnya kau tidak melakukan itu semua, aku yang tertua disini, bukan kau. Seharusnya yang bertugas melindungi itu adalah aku, bukan kau. Karena aku adalah kakakmu".
"Apa kau mau aku mundur dalam menyelidiki kasus itu?".
"Ani...aku ingin kau tetap menyelidikinya...dan mengenai data-datamu itu, aku hanya menggunakannya untuk membandingkanmu dengan diriku, dan kurasa kau masih tertinggal jauh dari apa yang aku dapat".
"Apa kau juga menyelidikinya?".
"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi Kyuhyun-ssi".
"Berarti, kau juga mengetahui jika Wang Ajussi selamat dari kecelakaan itu?".
"Em, seminggu setelah kepergianmu, Wang Ajussi menemuiku saat pulang sekolah. Yahh awalnya aku juga terkejut, tapi setelah dia menceritakan apa yang dia lakukan terhadapmu, aku jadi bertambah semangat untuk terus menyelidiki kasus itu, setidaknya nanti setelah aku bertemu denganmu, aku bukan menjadi orang bodoh yang hanya bisa menangis terharu karena aku memiliki adik yang hebat dan berani membela kakaknya dari seorang penjahat".
"Jadi kau tau apa yang terjadi kepadaku?".
"Tidak banyak, Wang Ajussi hanya menceritakan sampai pada bagian kau...dibuang dijurang...maka dari itu aku tidak perlu mendengarkan cerita membosankanmu itu".
"Kau juga tidak menceritakan hal itu pada Appa dan Eomma?".
"Ani".
"Huh...jadi wajar bila Appa dan Eomma mengganggapku mati".
"Jangan terus menduga Kyuhyun-ssi, selidiki kasus itu dengan baik, dan kita lihat siapa yang lebih dahulu menemukan siapa dalang dari semua ini".
"Hah baiklah...tapi siapa yang tau jika kau sudah mencuri start lebih awal".
"Itu mudah, aku akan menyerahkan semua data yang sudah aku peroleh selama ini kepadamu untuk kau samakan, dan begitu juga denganmu, setelah itu kini mulai kembali".
"Baiklah, aku akan mengirimkan semua data ke emailmu".
"Aku tunggu...kau sudah selesai dengan rotimu bukan".
"Em..aku pergi".
DRAP
DRAP
DRAP
Blam
.
.
.
.
Kawasan Town House, Gwangjin, Seoul, Pukul 11.30 KST
Ting Tung
Ting Tung
"Mengganggu saja", gerutu Kyuhyun dari dalam apartementnya.
Ting Tung
"Sebentar".
Klek
"Chang Chang". Kyuhyun cukup heran, bagaimana bisa sahabatnya ini ada didepan pintu apartementnya.
"Hoi", sapa Changmin seraya mengangkat tangan kanannya.
"Mau apa kau?".
"Hah...pasti aku ingin main ketempatmu...wahhh apartementmu cukup sederhana Kyu", ucap Changmin saat masuk kedalam apartement Kyuhyun.
"Bagaimana kau bisa tau apartementku".
"Aku mengikutimu tadi, hahahaha...emm begini biar aku jelaskan, sebenarnya aku ingin bermain bersama Kibum, tapi karena saat aku mencarinya, Teuki Hyung mengatakan kepadaku bila Kibum tidak berada di Dorm, tapi di apartement pribadinya, maka dari itu aku apartement Kibum, tapi saat aku hendak masuk, aku melihat kau keluar dari apartement Kibum, dan aku memutuskan untuk mengikutimu".
"Ouh".
"Apa kau tidak menawariku minum ha?", ucap Changmin sesaat setelah Ia menyamankan duduknya di sofa.
"Aku hanya ada cola...kau mau?".
"Hahaha, tak masalah, asal kau jangan menawariku susu, aku sudah terlalu tinggi".
"Ck..biarpun kau mau minum sepuluh galon susu, nutrisi susu itu sudah tidak berpengaruh terhadap usiamu sekarang".
"Kau mau mengatakan bahwa aku tua dan tidak bisa tumbuh begitu".
"Kau pintar ternyata, aku ambil dulu".
"Em...aku bisa menampung snack bila kau punya Kyu", ucap Changmin setengah berteriak kepada Kyuhyun yang kini terlihat sedang mengobrak-abrik kulkasnya.
"Apa kau petugas penangkaran ular ha?".
"Yang kumaksud Snack makanan ringan Kyuuuuu...bukan Snake si ular...ck..kau bolot sekali", cibir Changmin.
.
.
"Igo".
"Wihh gomawo", tutur Changmin setelah menerima sekaleng cola dan beberapa bungkus snake berbagai rasa.
"Em".
"Wae?", lanjut Kyuhyun saat melihat Changmin menatapnya sedikit meredup dari sebelumnya.
"Bukankah pembicaraanmu dengan Kibum menarik?".
"Apa maksudmu? Pembicaraan yang mana?".
"Di meja makan tadi".
"Kau menguping? Bukankah kau mengatakan jika kau mengikutiku saat aku keluar dari apartement Kibum?", tanya Kyuhyun memastikan.
"Emm, memang aku mengikutimu saat kau keluar dari apartement Kibum, tapi aku sudah diapartement Kibum saat kalian memulai pembicaraan yang serius itu".
"Kau berbohong kepadaku?".
"Sedikit...jika aku mengatakan yang sejujurnya tadi, kau pasti akan langsung marah padaku".
"Huh terserah...bagaimana kau bisa masuk? Apa kau tau password-nya?.
"Em...jika aku pulang terlalu malam dan tempat kerjaku dekat dengan kawasan apartement Kibum, aku sering menginap disitu".
"Aku tidak menyangka Kibum tega melakukan semua itu kepadaku".
"Apa kau menyesal telah melakukan semua itu untuknya?".
"Em...harus ku akui jika ucapan Wang Ajussi dulu benar, seharusnya aku tidak berbuat hal yang besar untuk orang yang jelas-jelas sudah membenciku, huh...aku menyesal melakukan semua ini untuknya".
"Ani...kurasa kau tak menyesal dengan apa yang sudah kau lakukan".
"Itu karena kau tidak mengerti perasaanku Chang".
"Aku mengerti...saat ini, kau sedang menanggapi cerita Kibum dengan emosi".
"Aku tidak marah, hanya kecewa dengannya".
"Itu sama saja, kecewa juga termasuk sebuah emosi...mungkin kau akan mengatakan jika aku egois Kyu, tapi bisakah kau melihat apa yang terjadi pada Kibum dari sudut pandangnya...mungkin kau juga akan melakukan apa yang Kibum lakukan jika kau berada diposisinya".
"Aku akan melakukannya bila kau juga mengatakannya pada Kibum untuk melihat apa yang terjadi kepadaku dari sudut pandangku, apakah Ia akan melakukan hal yang sama jika diposisiku?".
"Jangan membalikkan ucapanku Kyu".
"Huh...sebaiknya kau pergi, aku tidak ingin membicarakannya".
"Kibum juga mengalami saat-saat yang sulit setelah kepergianmu Kyu, bahkan sampai saat ini...pikirkan baik-baik".
"Kau juga harus berpikir Chang, aku juga mengalami saat-saat yang sulit...Keluar".
"Aku akui bahwa apa yang Kibum lakukan adalah salah, tapi kuharap kau juga tidak melakukan kesalahan juga, jangan melihat sisi orang lain saat kau dikuasai rasa benci".
"KELUAR".
"Dan ingat Kyu, sebenci-bencinya Kibum kepadamu, Ia tidak akan pernah melupakan takdirnya sebagai seorang Kakak, Ia akan tetap menyangimu sebagai adik dan akan selalu melindungimu...Aku pergi".
Blam
"Arghhhhhh...kau berhasil membuatku untuk membencimu Cho Kibum".
.
.
.
.
Kantor Polisi Pusat Seoul, 14.00 KST
"Kau baru datang?", tanya Jang Ajussi saat Ken baru saja masuk kedalam ruang kerja Jang Ajussi.
"Ah..nde Ajussi".
"Apa tadi malam kau tidak pulang membawa motormu?".
"Ani...tadi malam ada temanku yang mengajakku untuk makan malam bersama, jadi aku meninggalkan motorku disini".
"Oh..apa terjadi sesuatu?".
"Wae?"
"Hanya saja, wajahmu sedikit kusut".
"Hahaha..aku hanya kurang tidur Ajussi", kilah Ken.
Drrt drrt Ting
1 New Message
+8201068578xxx
"Aku sudah mengirimkan semua fileku, sekarang giliranmu".
"Ck...bisakah dia bersabar", gerutu Ken sesaat setelah Ia membaca sebuah pesan yang Ia duga Kibum yang mengirimnya.
"Nugu?", tanya Jang Ajussi saat melihat raut wajah Ken yang terlihat tidak suka dengan pesan yang masuk kesmartphonenya.
"Bukan siapa-siapa Ajussi".
"Baiklah...sepuluh menit yang lalu, Dae Gun memberikan data mengenai orang-orang yang terlibat dalam pengiriman teroryang dilakukan para saksi".
"Baguslah kita mendapatkannya dengan cepat".
"Em..dan aku merasa kasus ini sedikit aneh".
"Aneh?".
"Kasus ini tidak seperti kasus pidana lainnya, jika dikasus lain, para pelaku dengan eratnya menutupi tindakan mereka...".
"Tapi tidak dengan pelaku teror ini?",.
"Kau benar Ken...aku merasa, mereka sengaja membuat kasus ini mudah untuk kita tangani dan seolah-olah mereka menginginkan kita untuk cepat menemukan mereka...Apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan?".
"Ani...aku merasakan yang sebaliknya, walaupun tidak banyak, tapi aku pernah menangani beberapa kasus yang penyelidikannya hampir sama seperti yang kita lakukan...diawal penyelidikan, aku mendapat kemudahan untuk melihat siapa pelakunya, tetapi cukup sulit untuk tahu alasan dibalik tindakan yang mereka lakukan".
"Lalu bagaimana hasilnya?".
"Lebih buruk dari kasus-kasus yang sulit aku tangani diawal penyelidikannya".
"Kuharap kasus ini tidak bernasib sama".
"Semoga saja Ajussi".
"Dan semoga teror ini tidak berhubungan dengan masa lalu aku dan Kibum", inner Ken.
TAP
TAP
TAP
"Baiklah kita lihat dari mana kita memulainya".
Saat ini Ken sudah berada didepan sebuah papan tulis transparant yang sudah tertempel dengan beberapa foto kotak hadiah teror yang terbungkus kain beludru berwarna ungu dengan mawar hitam didalamnya, foto para saksi, dan beberapa foto member Suju yang menjadi target teror.
"Teror itu berjumlah enambuah dan mulai dikirim pada tanggal 13 Januari 2014, 30 Januari 2014, 20 Februari 2014, 5Maret 2014, 28 Maret 2014, dan terakhir pada tanggal 7 April 2014. Keseluruhan teror itu sampai kepada member Suju melalui keenam saksi yang berbeda dan keseluruhannya merupakan para fans Suju", jelas Ken seraya menggerakkan tangan kanannya untuk menelusuri sebuah garis yang menghubungkan teror itu dengan foto para saksi.
"Cara yang digunakan para pelaku pengirim teror itu adalah sama, mereka sama-sama mengaku sebagai fans SuJu sehingga memudahkan mereka untuk mengelabui para saksi untuk membantu mereka mengirimkan teror ini".
Kini tangan Ken beralih menunjuk satu per satu foto para beberapa member SuJu yang tertempel dipapan itu.
"Teror pertama, ditujukan kepada Sungmin, Kedua Kibum, ketiga Siwon, keempat Kibum, kelima Yesung, dan terakhir Kibum".
"Sebagian teror itu mengarah kepada Kibum...apakah Kibum sebenarnya adalah target mereka?", sela Jang Ajussi.
"Kemungkinan selalu ada Ajussi", ucap Ken tanpa mengalihkan pandangannya kepada Jang Ajussi.
"Kau benar...lanjutkan".
"Dari data yang baru saja kita terima, keenam pelaku pemberian teror itu keseluruhannya bergender perempuan, dan status mereka adalah sebagai pegawai disalah satu perusahaan terkenal".
Dan satu per satu Ken mulai menempelkan foto pelaku teror itu sesuai dengan target teror mereka masing-masing.
"Pelaku pertama bernama Jung Sae Min, berusia 30 tahun, saat ini Ia bekerja di Sendbill Corporation...".
"Sendbill Corporation....bukankah itu perusahaan Appa Sungmin?".
"Nde".
"Bagaimana dengan pelaku kedua?".
"Wanita ini bernama Shim Dae Hae, berusia 27 tahun, dan Ia bekerja di Cho Corporation".
"Tempat Appa Kibum...apa semua pelaku juga berhubungan dengan perusahaan keluarga target?".
"Kita lihat selanjutnya Ajussi...pelaku ketiga bernama Kim Jae Rin, berusia 25 tahun, saat ini Ia aktif bekerja di Choi Corporation".
"Perusahaan keluarga Siwon".
"Pelaku teror keempat dan keenam, bernama Ahn Ji Ehn dan Jung Hae Na, masing-masing berusia 26 tahun dan 24 tahun, keduanya sama dengan Shim Dae Hae, saat ini aktif bekerja di Cho Corporation".
"Apa mereka dalam satu divisi?".
"Emm..kurasa tidak, Shim Dae Hae berada didivisi marketing, Ahn Ji Ehn didivisi Recruitment, dan Jung Hae Na berada di divisiBusiness", jawab Ken seraya membolak-balikkan draft ditangannya.
"Walaupun mereka berbeda divisi tapi ada kemungkinan mereka saling mengenal".
"Bisa juga tidak".
"Bagaimana dengan pelaku nomor lima? Bukankah Yesung tidak memiliki perusahaan sebesar Siwon, Sungmin, dan Kibum".
"Nde, bisa saja pelaku hanya menggunakan Yesung Hyung sebagai pelengkap Ajussi...pelakunya hanya seorang pekerja paruh waktu dicoffie shop milik Yesung Hyung, namanya Kim Yu Ri, usianya masih sangat muda diantara pelaku lainnya, yaitu 18 tahun".
"Kita membutuhkan informasi lebih banyak, Aku akan menghubungi Dae Gun untuk mengurus surat pemanggilan kepada mereka".
"Aku rasa hal itu percuma Ajussi".
"Apa maksudmu? Mereka bisa saja memberikan kita informasi siapa yang sebenarnya menyuruh mereka mengirim teror itu".
"Bukankah Ajussi mengatakan bahwa kasus ini berbeda dengan kasus pidana lainnya, jadi...kurasa pelaku sebenarnya hanya ingin mengarahkan kepada kita untuk melihat lebih jauh petunjuk apa yang pelaku itu berikan kepada kita, dan kurasa kita hanya akan mengahabiskan waktu jika harus memanggil dan meminta keterangan terhadap mereka".
"Petunjuk...seperti apa?".
"Grand Corporation...kenapa aku tiba-tiba mengingat nama perusahaan itu...perusahaan yangada dalam draft yang Kibum berikan kepadaku tadi malam...apa ini benar ada hubungannya...ani...kau tidak bisa berpikir seperti itu Kyu...ini kasus yang berbeda", inner Ken.
"Gwenchana Ken?", tanya Jang Ajussi saat melihat Ken mengacak-acak rambutnya.
"Ah..nde Ajussi, gwenchana", ucap Ken seraya merapikan rambutnya kembali.
"Jangan terlalu memusingkan kasus ini, buatlah sesantai mungkin ha?".
"Ok", ucap Ken seraya tersenyum pada Jang Ajussi.
"Kau ingin secangkir kopi untuk menambah semangat?".
"Kurasa bukan ide yang buruk Ajussi".
"Baiklah, aku segera kembali".
"Nde..gomawo Ajussi".
"Em".
Blam
.
.
" Grand Corporation aku cukup penasaran dengan perusahaan itu, tapi...sebaiknya aku mencari terlebih dahulu seluruh kolega perusahaan yang berhubungan dengan Choi Corporation, Sendbill Corporation, dan Cho Corporation...kuharap aku tidak menemukan nama perusahaan itu".
Tak lama kemudian Ken sudah larut dengan laptop pribadinya, saat ini Ia sedang mencoba masuk pada sebuah sistem yang menghubungkannya dengan sistem operasi perusahaan Choi Corporation, Sendbill Corporation, dan Cho Corporation.Jika kalian berpikir bahwa saat ini Ken sedang melakukan hacking pada sistem perusahaan mereka, maka kalian benar. Ken tau bahwa apa yang dilakukannya saat ini adalah ilegal, tapi tidak ada cara lain jika kau ingin mendapatkan informasi yang akurat secara cepat bukan, lagi pula untuk mendapatkan informasi yang Ia ingin tahu secara legal, pastinya akan sangat sulit, mengingat yang Ken kerjakan saat ini hanyalah sebuah langkah untuk mencari pembenaran atas dugaannya itu, dan setelah mendapatkan apa yang diinginkannya...Ken akan menghilang seperti hantu tanpa jejak sedikitpun, jadi kurasa bukan hal patut untuk dipikirkan lebih lanjut bukan?.
Tidak butuh lama, kurang dari sepuluh menit, Ken mendapatkan semua data-data perusahaan yang menjalin hubungan dengan ketiga perusahaan raksasa itu.
.
.
Klek
Blam
"Oh...apa yang kau print itu Ken?".
"Ajussi..ternyata kau sudah kembali".
"Kau pikir aku mengambil kopi kemana...apa itu".
"Hanya beberapa data yang berhubungan dengan tiga perusahaan itu".
"Ini..daftar nama masing-masing perusahaan yangmenjalin kerja sama dengan ketiga perusahaan itu, Cho Corporation, Choi Corporation, dan Sendbill Corporation...darimana kau mendapatkannya?...Jangan bilang kau...".
"Aku hanya ingin membuktikan dugaanku Ajussi, lagi pula bila data-data itu tidak dibutuhkan dalam penyelidikan ini, akan segera aku musnahkan".
"Bagaimana jika ketahuan?".
"Gwenchana...aku sudah mengahapus jejakku, terkecuali jika Ajussi yang membocorkannya".
"Dasar kau ini".
"Hahaha, bolehkah aku minum kopinya?".
"Em...apa kau menduga teror itu ada hubungannya dengan perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan keluarga mereka".
"Mungkin, karena aku pikir, petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kita kesana".
"Apa ini sebuah pesan yang pelaku berikan untuk ditujukan kepada orang tua mereka yang notabenenya adalah pimpinan di perusahaan mereka masing-masing?".
"Jika kita melihat jumlah perusahaan dalam daftar ini, akan ada banyak kemungkinan yang akan kita temui bila kita melihat satu per satu perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan masing-masing perusahaan besar itu, bagaimana menurut Ajussi...bila kita mengambil jalan tengah untuk melihat perusahaan mana saja yang saat ini tengah bekerja sama dengan ketiga perusahaan itu dalam waktu yang bersamaan?".
"Bukan ide buruk, setidaknya ruang lingkup penyelidikan kita menjadi semakin sempit".
.
.
.
30 menit kemudian
"Haishh jinja...mataku menjadi buram karena melihat tulisan-tulisan ini".
"Kau sudah selesai Ajussi".
"Nde...igo, ada lima perusahaan yang saat ini secara bersama sedang menjalin kerja sama dengan ketiga perusahaan besar itu".
"Victory Corporation, Lau Corporation, Lee Corporation,Seo Corporation dan...Grand Corporation".
.
.
"Kenapa nama perusahaan itu muncul, apa yang sebenarnya terjadi...Kibum...Grand Corporation...teror ini...apa semuanya memang benar-benar berhubungan? Apa Kibum juga mengetahui semua ini?atau...Kibum juga terlibat dalam teror ini?".
TBC
.
.
Kuharap chapter ini tidak mengecewakan ne chingu...
Cukup lelah untuk menyelesaikan chapter ini, jadi bisakah aku mendapatkan review yang banyak dari kalian...aku sangat berterima kasih pada chinggudeul semua bila mau membantuku untuk mencapai review total 400...
PLEASEEEEEEEE ^^
Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada pembaca setiaku :
Rikarika, Evilpumpkin, Ys824, Rini11888, Nurul, Guest 1, Guest 2, Lerian, Rahma94, Ul-ul, Gnagyu, Dyta0302, Rumykyu, Sapphirexian, , Guest 3, Liezapetals, Guest 4, Diahretno, sfsclouds, Guest 5, Koukei8696, Cuttiekyu, Secret, Pandagame, Awaelfkyu13, Ristiti, Nara, Desviana407, MingKyuMingKyu, D5, , Dianti Lestari, Guest 6, Dwi Kurnniawati, Gyu1315, Guest 7, Rilakuma, Jeung Choir, Babyxian, Aiiukiu, , Fiwonkyu0201, Kyukyu, Nurayuoctarina1, Vha Chandra, Tatta, Winnie Kim, Cholin, Gaemgyu407, , IffahCHO, Hee Seol, .id, Silverspesial,n All Readers.
