MY TWINS

Cast : Cho Kyuhyun, Cho (Kim) Kibum, Shim Changmin, Member Suju, Jung Yunho.

Genre : Brothership, Family, and Crime

Warning : OOC n Typo ^^V

Chapter : 14 of….

.

.

.

Gak kerasa udah nyampek chapter 14 aja, sebenernya FF ini rencananya cuma sampai chapter 15 aja, tetapi sepertinya meleset, hehehe ^^V

Apakah FF ini sedikit membuat tegang karena tidak ada selipan humor? Hehe mianhae, maklumlah sudah mendekati akhir, jadinya cerita-ceritanya selalu berbau dengan hal yang serius…tapi tenang, di chapter ini aku coba untuk masukin sedikit humor ne…semoga gak ngecewain…tapi kalo gak sesuai harapan, sekali lagi aku minta maaf ne….^^ peace

Dan untuk chinggudeul yang baru nemu FF ini, aku ucapin selamat datang dan selamat menikmati chapter-chapter selanjutnya, semoga betah ya ngikutin sampek akhir…

Yos…saran dan kritik selalu diterima di kotak review, tapi diusahaakan dengan kata-kata yang sopan ne ^^, aku masih belajar, jadi bila ada typo dalam tanda baca atau penulisan, aku minta maaf….

Dan aku sangat berterima kasih kepada chinggudeul semua yang mau meninggalkan sedikit jejaknya setelah membaca di kotak review….

Haha, satu lagi…dichapter kemarin dan kemarinnya, aku selipin salah satu istilah phobia, mianhae ada sedikit kesalahan, seharusnya phobia yang diduga Kibum dialami oleh Kyuhyun adalah Achluophobia bukan Agoraphobia. Achluophobia adalah jenis phobia pada kegelapan. Gomawo chinggu atas koreksinya…haha ^^

HAPPY READING n ENJOY IT

.

.

.

"Victoria Corporation, Seo Corporation, Lau Corporation, Lee Corporation,dan Grand Corporation…..apa yang kau ketahui mengenai lima perusahaan ini Ajussi?."

"Tidak banyak, kelima perusahaan itu adalah perusahaan besar, sama dengan Choi Corporation, Cho Corporation, dan Sendbill Corporation, kelima perusahaan itu memiliki pengaruh yang kuat bagi perkembangan perkenomian di Korea Selatan ini, Victoria Corporation bergerak dalam bidang pemasaran produk pada tingkat benua Amerika, Seo Corporation adalah perusahaan penyedia materials khususnya bagi produksi mobil dan pesawat terbang, Lau Corporation bekerja dalam bidang pemasaran produk pada tingkat Asia, Lee Corporation berada dalam bidang pemasaran produk pada tingkat Eropa, dan Grand Corporation dalam bidang produksi."

"Begitu…kerja sama yang bagus dan menguntungkan."

"Kau benar, buktinya ketiga anak dari Choi Corporation, Cho Corporation, dan Sendbill Corporation hidup dengan sangat layak."

"Hahaha, itu juga karena mereka berkarya diluar perusahaan mereka dengan baik Ajussi."

"Lalu…apa yang akan kita lakukan sekarang?."

"Menghubungi manager Suju kurasa bukan ide yang buruk."

"Untuk meminta informasi kepada mereka mengenai kerja sama perusahaan mereka dengan lima perusahaan itu?."

"Nde."

"Mengapa tidak kau gunakan kepintaranmu lagi untuk mencari informasi yang kita butuhkan dengan cepat."

"Aku tidak menyangka Ajussi memintaku untuk melakukan hal itu lagi..ck..ck..ck."

"Kurasa itu lebih menghemat tenaga dan waktu", ucap Inspektur Jang membela diri.

"Itu illegal Ajussi, lagi pula bukankah sudah saatnya mereka mengetahui sudah sejauh mana penyelidikan kita mengenai kasus mereka?."

"Huhh…terserah…tunggu disini, aku akan menghubungi manager mereka untuk menanyakan kapan kita dapat bertemu dengan mereka secepatnya."

.

.

.

18.00 KST

"Apakah kau pernah menangani kasus yang berhubungan dengan artis, Ken?", tanya Inspektur Jang kepada Ken saat mereka berdua tengah berada dalam perjalanan untuk menuju ke Dorm SuJu dengan menggunakan mobil Inspektur Jang, ingat bukan, Ken hanya mempunyai motor.

"O…satu tahun yang lalu, saat aku menangani kasus putri dari Presiden Prancis."

"Ck…aku tau putri dari Presiden Prancis itu bukanlah seorang artis."

"Tapi Ia cantik dan terkenal", ucap Ken menerawang.

"Apa Ia bekerja dalam bidang hiburan?."

"Aniyo", jawab Ken dengan wajah polosnya.

"Kalau begitu, kau tidak bisa menyebutnya seorang artis…ternyata kau memiliki sisi yang lain dibalik sikap pintar yang kau tunjukkan."

"Bodoh…itu yang Ajussi ingin katakan bukan."

"Aku tidak mengatakannya begitu", ucap Inspektur Jang membela diri.

"Tapi aku tau apa maksud dari perkataan Ajussi barusan…ternyata kau memiliki sisi yang lain dibalik sikap pintar yang kau tunjukkan", tutur Ken tak mau kalah.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHA." Inspektur Jang tiba-tiba tertawa geli saat mendengar Ken menirukan ucapannya dengan nada suara yang dibuat sedikit kecil mirip sekali dengan suara burung parkit peliharaannya, pikir Inspektur Jang.

"Ya! Ajussi kenapa tertawa…apa ada yang lucu?", ucap Ken yang sedikit tidak terima saat Inspektur Jang menertawakannya.

"Nde….HAHAHAHAHAHA…bisakah kau ulangi apa yang barusan kau katakan Ken…HAHAHAHAHA….itu lucu sekali….suaramu itu….HAHAHA….mirip sekali dengan parkit kesayanganku….HAHAHAHAHA", ucap Inspektur Jang yang masih belum bisa berhenti tertawa.

"Mwo…Ajussi menyamakan suaraku dengan burung parkit…ahhh jinja?...kau dengar Ajussi…suaraku ini sama bagusnya dengan Kibum."

"Kibum anggota Super Junior itu?", tanya Inspektur Jang memastikan.

"Nde", jawab Ken mantap.

"Kau ingin mendengar aku bernyanyi, Ajussi", tawar Ken.

"Aniyo…gomawo atas tawaranmu Ken…tapi aku masih menyayangi gendang telingaku…HAHAHAHAHA."

"Kau akan menyesal mengatakan itu Ajussi", desis Ken.

"Kau jangan mendesis begitu Ken…apa kau ingin menarik ular betina untuk kawin dengan mu ha?."

"YA AJUSSI!".

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA."

.

.

.

"Ya! Ken…kenapa jalanmu cepat sekali ha….apa kau masih marah padaku..oh?", ucap Inspektur Jang saat mencoba mengejar Ken yang sudah terlebih dahulu berjalan saat mereka tiba diparkir Apartement Star City.

"Aku bukan marah padamu Ajussi…..tapi aku membencimu."

"YA! Yoebo…jangan marah atau benci kepadaku ne…kau tidak akan terlihat cantik lagi….", goda Inspektur Jang saat Ia berhasil menjajarkan langkahnya dengan Ken.

Srett

Ken melepaskan tangan kanan Inspektur Jang dibahunya dengan sedikit kasar.

"AKU BUKAN YEOJA AJUSSI", teriak Ken kesal.

Drap

Drap

Drap

Dengan langkah yang lebih cepat dan menghentakkan kakinya, Ken pergi meninggalkan Inspektur Jang yang saat ini tengah memegangi perutnya yang terasa sedikit kram karena….

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA".

Tertawa saat melihat ekspresi Ken yang kesal.

.

.

.

Ting

Pintu lift pun terbuka dan memperlihatkan sosok Inspektur Jang yang keluar dan melangkahkah kakinya menuju Dorm Suju yang terletak di lorong sebelah kiri tidak jauh dari lift, apakah kalian masih mau bertanya kenapa Ken tidak bersama dengan Inspektur Jang? Apakah Ken kembali pulang kekantor polisi?...tentu saja jawabannya tidak….Ken tentu saja sudah terlebih dahulu sampai di Dorm Suju, dan mungkin Ia sudah duduk manis seraya disuguhi makanan dan minuman enak buatan Ryeowook, pikir Inspektur Jang.

Tap

Tap

Tap

Tetapi sepertinya pikiran Inspekur Jang barusan salah….ternyata Ken saat ini tidak sedang duduk manis didalam Dorm Suju.

"Kenapa Ia masih diluar dan mondar-mandir seperti setrika begitu", ucap Inspektur Jang saat melihat Ken hanya berjalan mondar-mandir didepan pintu Dorm Suju,

Tap

Tap

Tap

"Kau seperti anak yang hilang, Ken?."

Ken menghentikan kegiatannya tadi saat mendengar suara Inspektur Jang didekatnya.

"Kenapa Ajussi lama sekali?...dan…AKU BUKAN ANAK HILANG."

"Ishh…bisakah kau tidak berteriak-teriak…kini suaramu lebih buruk dari burung parkitku", ucap Inspektur Jang cuek.

"AJUSSI", teriak Ken lagi.

"Bagaimana aku tidak mengira kau anak hilang…kau terus berjalan mondar-mandir dengan kepala tertunduk dan…jangan lupa kedua tanganmu itu yang terus memegang tali ranselmu itu hah."

Mendengar ucapan Inspektur Jang barusan, dengan cepat Ken melepaskan pegangannya pada kedua tali ranselnya itu.

"Ishhhh."

"Mengapa kau tidak masuk?."

"Aku tidak mau masuk sendiri kedalam sarang hantu", ucap Ken dengan wajah polos.

"Nde?." Inspektur Jang hanya bisa mengernyitkan kedua alisnya, Ia sedikit bingung dengan tingkah dan ucapan Ken tadi.

"Sarang hantu?...Apa kau anak usia 10 tahun ha?..."

"Aniya..aku seorang pria tampan usia 24 tahun", jawab Ken percaya diri.

"Terserah…aku bisa-bisa gila bila terus menanggapimu", ucap Inspektur Jang lirih.

"Aku dengar itu Inspektur Jang."

"Baiklah Captain Ken, sebaiknya kau cepat bunyikan belnya, karena aku tidak mau waktu istirahatku kembali tersita untuk selalu berdebat dengan anak kecil sepertimu."

"Ck", decak sebal Ken, walaupun begitu Ken tetap menuruti ucapan Inspektur Jang.

Ting Tung

Ting Tung

Klek

"Apa kau ingin pamer absdenganku Siwon Hyung?", ucap Ken saat melihat Siwon bertelanjang dada saat membukakan pintu untukknya dan Inspektur Jang.

"Upss…aku baru saja selesai mandi, jadi aku sedikit terburu-buru saat membuka pintu ini", tutur Siwon membela diri.

"Untunglah kami bukan fansgirl mu Siwon-ah."

"Hahaha, nde Ajussi…silahkan masuk."

Blam

"Kurasa dorm ini tidak akan sepi jika salah satu dari mereka membukakan pintu untuk kami", ucap Ken saat matanya melihat beberapa member Suju berkumpul di meja makan.

"Ah…hyungdeul sedang sibuk untuk mempersiapkan perayaan nanti", ucap Siwon santai dengan senyum charming-nya yang membuatnya semakin tampan.

"Aku tidak peduli apa alasan Hyung, yang jelas jangan pernah lagi menunjukkan itu kepadaku, mengerti!", perintah Ken seraya mengarahkan telunjuk kanannya ke abs Siwon.

"Aigooo, uri Ken iri ha?".

"Aku tidak iri Ajussi."

"Lalu kenapa kau sinis sekali dengan abs Siwon ha?."

"Sekali lagi aku katakana aku…tidak…iri…Ajussi", tutur Ken yang menekankan kata tidak irinya kepada Inspektur Jang.

"Sudahlah Ken…kenapa kau menjadi sensitif sekali", ucap Siwon yang mencoba merelai Ken dan Inspektur Jang.

"Nde..kenapa kau sensitive sekali Ken…kau seperti datang bulan saja."

"AKU BUKAN YEOJA AJUSSI!."

"Huh mimpi apaaku semalam, sampai-sampai Jang Ajussimenyebutku mirip dengan seorang yeoja, tidak hanya sekali, bahkan dua kali…ingat dua kali. Tidak masalah bila saat ini kita hanya berdua, tapi….kalian tau bukan saat ini kita ada di Dorm SuJu. Mau kutaruh dimana wajahku ini…..kenapa juga para hyungdeul itu ikut terdiam…arghhhh…apa mereka juga ingin menertawakanku ha!", ratap Ken dalam hati.

"Wae?", tegur Ken pada beberapa member Suju di meja makan yang ikut terdiam dan memperhatikannya sesaat setelah Ken berteriak tadi.

"Ani", jawab Yesung singkat dan datar, setelah itu Ia kembali meneruskan kegiatannya bersama Hanggeng, Donghae, dan Eunhyuk untuk menyusun beberapa piring dan gelas di meja makan. Tapi tanpa sepengetahuan Ken, mereka berempat kembali tersenyum geli saat mendengar keributan antara Ken, Inspektur Jang, dan Siwon diruang tengah tadi.

"Manager kalian tidak mengatakan kepada kami bila kalian ingin mengadakan sebuah perayaan."

"Oh..sebenarnya perayaan ini bukan kami yang membuatnya, tapi….", tiba-tiba ucapan Siwon terpotong saat seseorang dari arah dapur berlari kearah mereka.

"YEOBOOOOOOOOOO", teriak Changmin riang seraya berlari dan membentangkan kedua tangannya, bersiap untuk memeluk seseorang yang Ia sebut Yeobo itu.

Greep

"Uhhh…I Miss U….",tutur Changmin saat Ia memeluk erat Ken, orang yang dirindukannya itu.

Cup cup cup

"Ya! Tiang listrik lepas…dan jangan menciumku", ucap Ken yang saat ini berusaha melepaskan pelukan Changmin dan menghindarkan pipinya dari serangan Changmin yang membabi buta.

Srett

Pelukan Changmin terlepas dan….

Plak

"Uhhh appo….kenapa kau memukulku Ken…".

Ken cukup kaget saat mendengar Changmin, sahabatnya ini, memanggilnya dengan nama Ken, bukan Kyuhyun….sepertinya Ia masih mengingat perkenalannya dengan Han Ajussi beberapa waktu yang lalu saat di restaurant itu, pikir Ken.

"Oh…kalian saling kenal?", tanya Leeteuk yang beberapa saat lalu sudah duduk manis disofa.

"Ken adalah sahabat kecilku, bukan begitu?",Changmin menengok kearah Ken untuk meminta kepastian.

"Nde".

"Untunglah Ia mengatakan kalau aku ini sahabatnya, bukan istrinya", lirih Ken.

"Aku dengar itu yeobo", ucap Changmin seraya mengerlingkan salah satu matanya kearah Ken.

"HAHAHAHAHA, aku tidak menyangka kau mempunyai sahabat seorang artis Ken."

"Jangan meremehkan aku Ajussi."

"Yunho Hyung kemarilah, Ken kenalkan musang tampan didepanmu ini adalah hyung tersayangku, Yunho Hyung…dan Yunho Hyung…kenalkan iblis manja disampingku ini adalah sahabat sekaligus adik angkatku yang sepuluh tahun ini menghilang tertelan bumi."

Ken mengernyit tidak suka dengan sebutan iblis manja yang Changmin berikan untuk Ken dan lagi…...adik? Setahu Ken, dialah yang lebih tua 15 hari dari Changmin. Walaupun begitu, Ken tetap mengulurkan tangan kanannya guna menjabat tangan Yunho sebagai tanda pertemanan.

"Senang berkenalan denganmu Yunho Hyung dan….aku bukan adik Changmin, karena akulah yang lebih tua 15 hari dari Changmin."

"Aku juga senang bisa bertemu denganmu Ken…kau lebih tua 15 hari, berarti kau lahir tanggal…3 Februari?."

"Nde", jawab Ken pasti.

"Oh..kau lahir di tanggal yang sama dengan Kibumie…apakah kau lahir ditahun yang sama juga?", tanya Ryeowook antusias.

"Tentu saja Wookie Hyung, bukankah aku dan Ken hanya berbeda 15 hari saja", jawab Changmin santai dan tidak memperdulikan raut wajah Ken yang berubah sendu, walaupun tidak terlalu begitu terlihat.

"Wah…apakah kau lahir diwaktu dan rumah sakit yang sama dengan Kibum, Ken?."

"Jika iya, apa Wookie Hyung berfikir Ken dan Kibum itu kembar?", tanya Changmin.

"Ani…karena aku tau Kibum adalah anak bungsu keluarga Cho", jawab Ryeowook santai.

Mendengar jawaban Ryeowook, Ken dan Changmin diam dan hanya bisa bertukar pandang, "Kau berhutang banyak penjelasan kepadaku Kyu"adalah isyarat yang Changmin kirimkan untuk Ken lewat sorot matanya.

"Oh iya, kemana Kibum dan Heecul, aku tidak melihatnya?", Tanya Inspektur Jang saat tidak mendapati kedua member SuJu itu tidak ikut berkumpul diruang tengah.

"Mereka belum kembali dari membeli beberapa cemilan di supermarket", sahut Donghae.

"Begitu."

"Em apakah Ajussi dan Ken adalah detektif yang bertugas untuk menyelidiki terror yang mereka alami?."

"Yunho dan Changmin sudah kami anggap keluarga sendiri Ajussi, jadi selain hyung manager, dan Han Ajussi, mereka juga mengetahuinya", jelas Leeteuk.

"Gwenchana…kurasa mereka adalah orang yang dapat memegang rahasia…nde Yunho-ah, perkenalkan namaku Jang Kwon Do, kau bisa memanggilku Jang Ajussi, aku dan Ken, yang menyelidiki kasus mereka, dan sebenarnya, kami datang kesini untuk meminta beberapa informasi yang berhubungan dengan hasil sementara yang kami peroleh."

"Wahhh jincha Ajussi? Apakah kau sudah menemukan siapa pelakunya?", tanya Heechul yang tiba-tiba datang dan bergabung dengan member SuJu lainnya.

"Ya! Heechul hyung kau jahat sekali ha…membiarkan Kibumie membawa barang sebanyak ini", omel Ryeowook yang saat ini sibuk mengambil beberapa kantung barang yang dibawa Kibum.

"Biarlah, itung-itung untuk melatih otot-otonya, hahahaha."

"Bagaimana kalau kita bicarakan lagi nanti Ajussi, sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu", ajak Leeteuk.

"Ah..apa tidak apa-apa jika kami bergabung?."

"Tenang saja Ajussi, walaupun disini ada monster makanan, persediaan makanan kami cukup banyak", ucap Eunhyuk sambil menunjuk Changmin yang duduk didepannya.

"Hahaha, kau takut jatah makananmu akuambil Hyuk hyung."

"Ishhh", desis Eunhyuk.

Setelah itu mereka semua bersama-sama menuju meja makan yang sudah tersedia berbagai macam masakan. Dan tanpa sengaja saat Ken mulai melangkahkan kakinya, matanya beradu pandang dengan mata Kibum…..kebencian…itulah yang terlihat dari pancaran mata mereka masing-masing, Changmin yang mengetahui hubungan buruk mereka, segera merangkul bahu Ken dan mengajakbergabung dengan yang lainnya di meja makan dan meninggalkan Kibum sendiri.

.

.

"Oiya, kau belum memberitahu kami, perayaan apa yang sedang berlangsung disini?."

"Perayaan karena aku menang sebuah taruhan dengan Yunho Hyung."

"Taruhan?."

"Kemarin saat fanmeeting kami di salah satu pusat perbelanjaan Nowon, ada seorang fans yeoja kami yang cantik dan manis datang untuk meminta tanda tangan dan foto bersama kami, aku berkata kepada Yunho Hyung bila yeoja itu adalah fans ku dan akan datang kepadaku untuk meminta tanda tangan dan foto bersamaku, tapi Yunho Hyung tidak mempercayainya dan mengatakan kalau yeoja itu adalah fansnya, jadi…aku membuat taruhan kepadanya, jika yeoja itu adalah fans ku, maka aku yang menang taruhan dan meminta Yunho untuk mentraktirku makan sepuasnya, begitu pula sebaliknya….dan Ajussi sudah tau hasilnya bukan, aku yang menang", jelas Changmin yang tersenyum bangga.

"Hahaha, kau hebat Changmin-ah."

"Ck…saat itu kau hanya beruntung Changmin-ah", ucap Yunho membela diri.

"Hahaha terserah Yunho Hyung, yang jelas pesonaku lebih hebat darimu", ucap Changmin seraya menunjukkan senyum charmingnya kesemua orang.

"Oh…babyKENAPA DIPIRINGMU ITU HANYA PENUH DENGAN DAGING HA? APA KAU SEORANG KARNIVORA", lanjut Changmin yang histeris saat melihat keadaan piring Ken yang duduk disampingnya itu.

"Apa kau berharap piringku ini penuh dengan makanan kambing itu? Aku bukan seorang herbivora", jawab Ken malas seraya memasukkan sepotong daging kemulutnya.

"Uhuk uhuk..m..mwo…makanan kambing?", saut Donghae yang tadi sempat tersedak karena Ia kaget dengan sebutan makanan kambing yang disandangkan pada tumis sayuran hijau yang saat ini sedang Ia nikmati.

"Hiks…hiks..hiks.."

"Ya Wookie..kenapa kau menangis."

"Jelas karena Ken menyebut masakannya sebagai makanan kambing, Donghae-ah", jelas Eunhyuk.

"Huwaaaaaaaaa…Ken jahattttttt….aku tidak mau memasak lagiiiiiiii."

"ANDWEEEEE", teriak Member Suju lainnya.

"Wookie-ah…jangan dengarkan omongan Ken ha…tadi Ia hanya bercanda…."

"Aku tidak bercanda Ajussi", sela Ken yang tentu saja dihadiahi deathglaregratis dari seluruh member Suju.

"Aku dengar itu…hiks..Ken tidak bercanda…hiks.."

"Ani….Ken akan memakannya Wookie Hyung", ucap Changmin mantap.

"Sampai mati pun aku tidak akan memakannya", kekeh Ken.

"Heechul Hyung, Eunhyuk Hyung, dan Ajussi, kau bisa membantuku", ucap Changmin.

"Mwoya…KAU INGIN MELAKUKAN KUDETA HA", ucap Ken waspada.

Dan dalam hitungan detik, Heechul, Eunhyuk, dan Inspektur Jang yang notabenenya duduk tidak jauh dari Ken, sudah berhasil mengunci pergerakan Ken…Heechul yang sigap menahan kedua tangan Ken dibelakang tubuhnya, Eunhyuk yang mengunci kedua kaki Ken agar tidak bisa bergerak, dan Inspektur Jang dengan setiap memegangi kepala Ken dan berusaha untuk membuka mulut Ken dengan sesekali menggelitik perut Ken, sedangkan Changmin, kalian pasti tau tugasnya bukan, tentu saja memasukkan sayuran hijau itu kedalam mulut Ken.

Persis sekali dengan adegan penyiksaan yang pernah dilakukan Ken untuk mendapat informasi dari seorang penjahat…yah..begitulah yang dipikirkan Ken saat ini.

.

.

5 menit kemudian

Uwekk

Glup glup

Uwekk

"Ya! Ken..mau berapa banyak lagi kau minum air?", tanya Changmin.

"Sebanyaknya, sampai mereka musnah dari tubuhku", jawab Ken disela-sela rasa mualnya.

Ya..Kalian tidak salah membaca..Ken memang akan langsung merasa mual jika ada sayuran hijau yang Ia sebut makanan kambing itu masuk kedalam perutnya, apalagi dengan jalanpemaksaan yang tadi Ia alami.

Uwekk

"Dan bisakah kau tidak mengeluarkan suara menjijikkan itu…aku tidak selera makan", ucap Heechul sinis.

"Aku tidak peduli, bukankah kita impas."

"Ini salahmu Chang."

"Kenapa Kang in Hyung menyalahkanku?"

"Karena kau yang memaksa Ken untuk makan sayur."

"Mianhae Ken..hiks.."

"Gwenchana Wookie Hyung…sebaiknya kalian lanjutkan makannya, aku akan keluar sebentar."

"Kemana?", tanya Changming saat Ken beranjak dari kursinya.

"Hanya berjalan-jalan ditaman bawah, tiga puluh menit lagi aku akan kembali."

"Aku ikut…dan tak ada penolakan", ucap Changmin final.

"Hyungdeul aku pergi dulu ne…nikmati makan malam kalian tanpa aku…arraseo", lanjut Changmin.

Blam

.

.

.

Taman Apartement Star City

"Ini minumlah, kurasa soda bisa sedikit menghilangkan mualmu", ucap Changmin seraya mengangsurkan sekaleng soda yang tadi sempat Ia ambil dari kantong belanja Heechul sebelum Ia dan Kyuhyun pergi ke taman ini.

"Em."

"Kau tidak mengucapkan terima kasih kepadaku?", tanya Changmin pada Kyuhyun yang saat ini tengah meneguk sodanya.

"Tidak akan…aku anggap soda ini sebagai permintaan maaf darimu", ucap Kyuhyun cuek.

"Aku tak menyangka, setelah sepuluh tahun menghilang, kau berubah menjadi sosok yang keren."

"Maksudmu?"

"Seorang detektif…ck…jauh sekali dengan mimpimu dulu."

"Ceritanya panjang Chang…dan aku sedang tidak mood untuk mengulang cerita lama itu."

"Terserah padamu, aku tidak memaksa….apa nama Ken berhubungan dengan profesimu yang sekarang?"

"Em..tidak hanya saat bertugas…karena nama itu sudah aku gunakan delapan tahun yang lalu, dan untuk saat ini hanya kau dan Kibum yang memanggilku dengan nama Kyuhyun, itu pun bila kita hanya berdua."

"Dan untuk identitasmu sebagai saudara kembar Kibum masih dirahasiakan bukan?"

"Kau bisa melihatnya….dan gomawo karena tadi kau memanggilku dengan sebagai Ken…ya walaupun kau tidak menutupi jika kita bersahabat sejak kecil, haha."

"Kau tertawa…apa kau tidak marah lagi denganku?"

"Jika kau tidak lagi mencoba untuk mendamaikan aku dengan Kibum, aku tidak akan marah lagi denganmu."

"Baiklah…aku tidak akan lagi ikut campur urusanmu dengan Kibum."

"Kenapa kau cepat sekali menyetujui permintaanku?."

"Karena kalian sudah sama-sama dewasa dan pastinya kalian tau apa yang seharusnya kalian lakukan."

"Kau bijak sekali ha."

"Ck…kau baru tau, hahahahaha."

.

.

.

30 Menit Kemudian, Dorm Suju

Klek

Blam

"Hah..syukurlah kau sudah kembali."

"Nde Ajussi, Changmin tidak ikut denganku karena tiba-tiba saja Ia mendapat panggilan dari managernya", jawab Ken seraya mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah, tepat disamping Jang Ajussi duduk.

"Aku tau, Yunho tadi sudah juga berpamitan dengan kami."

"Ah..benar juga..aku lupa kalau Yunho Hyung tadi disini."

"Kau sudah baikan."

"Em…apa mereka sudah selesai."

"Nde..setelah mereka selesai membereskan dapur, mereka akan bergabung dengan kita."

Tap

Tap

Tap

"Sepertinya kau sudah baikan Ken?"

"Nde Donghae Hyung….apakah Wookie Hyung masih menangis?"

"Ani, kau tenang saja….anak itu mudah menangis, tetapi mudah juga untuk berhenti menangis..haha kau tidak usah memikirkannya."

"Syukurlah kalau begitu."

"Baiklah Ajussi, kami semua sudah berkumpul disini semua, apa yang ingin Anda sampaikan kepada kami?", Tanya Leeteuk.

"Pastinya kalian sudah mengetahuinya, apa yang akan aku sampaikan jelas mengenai perkembangan penyelidikan sementara yang sudah kami lakukan beberapa hari ini."

"Apa pelakunya sudah diketahui?"

"Jika yang kau tanyakan pelaku yang memang dikirim untuk memberikan teror itu kepada kalian, kami sudah mengetahuinya, namun, jika kalian bertanya mengenai pelaku utamanya, kami belum menemukannya, maka dari itu, aku dan Ken datang kesini untuk menanyakan beberapa hal yang bisa membantu kami untuk mengadakan penyelidikan selanjutnya, kuharap kalian tidak keberatan?"

"Pastinya tidak, bukan begitu dongsaengdeul?" Para member Suju mengangguk, mengiyakan ucapan Leeteuk.

"Leeteuk Hyung benar, kami tidak akan keberatan…tapi bisakah kita mengetahui hasil penyelidikan sementara itu...apa CCTV yang kalian periksa bisa membantu kalian?", sambung Yesung.

"Nde…sangat membantu…."

Dan setelah itu, secara bergantian baik Inspektur Jang maupun Ken menjelaskan hasil penyelidikan sementara yang mereka dapatkan.

.

.

.

"Kenapa Kibumie mendapat teror lebih banyak?...apa pelaku itu mengincar Kibumie?"

"Belum tentu Wookie-ah….masih terlalu banyak kemungkinan."

"Lalu, apa nama perusahaan yang kalian duga terkait dengan teror ini?", tanya Kibum.

"Victoria Corporation, Seo Corporation, Lau Corporation, Lee Corporation,dan…..Grand Corporation."

Deg

"Sepertinya kau yang paling terkejut diantara mereka saat mendengar nama kelima perusahaan itu kusebutkan Kibum….Apa salah satu perusahaan itu sedang terlibat suatu masalah dengan perusahaanmu?."

Pernyataan Ken barusan, sontak membuat semua mata diruangan itu tertuju pada Kibum yang duduk berhadapan dengan Ken.

"Aku hanya sedikit kaget, karena kelima perusahaan itu jelas-jelas memiliki hubungan baik dengan perusahaan keluargaku, dan kerja sama yang kami lakukan, mendatangkan keuntungan yang besar bagi masing-masing perusahaan", jawab Kibum tenang dan jauh dari kesan gugup.

"Bagaimana kau tau jika hubungan perusahaanmu dengan kelima perusahaan ini berjalan dengan baik?", tanya Ken serius.

"Kenapa kau terkesan mengintimidasiku, disini aku seorang target sebuah teror yang kasusnya masih kau selidiki, bukan pelaku teror yang sebenarnya."

"Ada apa dengan mereka", bisik Donghae yang sedikit tidak nyaman dengan suasana yang terkesan dingin diantara Kibum dan Ken.

"Molla", balas Enhyuk.

"Mianhae", ucap Ken datar.

"Perlu kau tau, akulah yang sampai sekarang memegang kendali atas kerjasama yang dilakukan antara perusahaanku dengan perusahaan mereka."

"Kau hanya diserahi tanggung jawab untuk memantau jalannya kerja sama itu, bukan begitu?"

"Kau salah Ken, bukankah aku mengatakan jika aku yang memegang kendali, aku tidak hanya seorang yang bertugas mengawasi jalannya kerja sama itu, tapi aku juga yang dari awal merencanakan kerja sama itu, jadi aku tau bahkan sangat tau bagaimana hubungan antara perusahaanku dengan perusahaan mereka."

"Sudah berapa lama perusahaanmu menjalin kerja sama dengan mereka?", tanya Inspektur Jang.

"Untuk Seo Corporation, Lau Corporation, dan Lee Corporation, perusahaan kami baru tiga tahun ini melakukan kerja sama, sedangkanuntuk Victoria Corporation,kami mengadakan kerja sama selama empat tahun ini dan untuk Grand Corporation, perusahaan kami sudah delapan tahun ini menjalin kerja sama dengannya."

"Delapan tahun…berarti, kau sudah berkecimpung dalam dunia bisnis sejak usiamu 16 tahun?"

"Nde Ajussi", jawab Kibum lirih.

"Wahhhh, kau hebat Kibumie, diusiamu yang ke 16 kau sudah bisa menghasilkan banyak uang, berbeda sekali denganku…aku hanya bisa menghabiskan uang Appaku untuk membeli banyak makanan ikan juga komik."

Suasana yang tadinya terkesan tegang dan dingin, tiba-tiba menjadi mencair karena ocehan polos Donghae mengenai masa remajanya, dan...sepertinya suasana ceria yang dibangun Donghae, berhasil menjalar ke member Suju lainnya.

"Ck…seharusnya kau tidak menjadi penyanyi, kau bahkan lebih pantas menjadi seorang penjual ikan?"

"Apa maksud Heechul hyung dengan penjual ikan?"

"Bukankah kau membeli banyak makanan ikan agar ikan-ikan peliharaanmu itu gemuk ketika dijual."

"Wahhh, kau juga sama hebatnya Donghae-ah dengan Kibum...kau pasti punya banyak uang karena menjual ikan", timpal Eunhyuk.

"Ishhh, aku membeli banyak makanan ikan bukan untuk membuat ikan-ikanku gemuk dan laku dijual dipasar…lagi pula ikan-ikan ku itu adalah ikan badut, jadi ikan-ikan itu hanya aku pelihara."

"Jadi kau tidak menjualnya, itu artinya kau tidak jadi orang kaya Donghae-ah"

"Aku tidak pernah menjualnya Eunhyuk…lagi pula kenapa ucapanmu ngelantur begitu, tidak singkron dengan apa yang Heechul hyung dan aku ucapkan …dan lagi menjadi penyanyi adalah impianku", ucap Donghae bangga.

"Hahaha…sudahlah, kenapa kalian menjadi bertengkar ha?...sebaiknya kita teruskan hem."

"Mianhae Ajussi, aku hanya terbawa suasana…aku baru tau kalau Kibum sangat hebat, Ia sudah bisa mengurus perusahaannya, bahkan sampai sekarang ditengah jadwalnya yang padat sebagai seorang penyanyi.."

"Dan juga pemain drama", sambung Eunhyuk.

"Bukankah itu kekuatan dari sebuah impian, walaupun Bumie memiliki tanggung jawab pada perusahaannya, tapi Bumie masih bisa mewujudkan impiannya, bukan begitu Bumie?."

"Nde Siwon Hyung, gomawo."

"Hahaha…ini baru adikku ha", ucap Siwon gemas seraya mengacak-acak rambut Kibum dengan kedua tanggannya yang besar itu.

"Tidak hanya Kibum….kalian juga sama-sama hebat…kalian bisa mewujudkan mimpi kalian."

"Gomawo Ajussi." Hankyung tersenyum lebar.

.

Malam ini tepat pukul 22.00 KST, inspektur Jang dan Ken pamit pulang, tidak seperti biasanya, penyelidikan malam ini tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dan mereka sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun dari keterangan yang mereka ambil dari Siwon, Kibum, dan Sungmin, untuk mereka selidiki pada esok harinya, walaupun begitu, Inspektur Jang cukup senang, melihat betapa bahagianya member suju dalam meraih impiannya, dan hal itu memberikan semangat kepadanya untuk bisa berusaha lebih kuat untuk menyelesaikan kasus ini dan menemukan pelaku utamanya bersama Ken tentunya.

.

.

.

Kawasan Town House, Gwangjin, Seoul, Pukul 00.00 KST

Ruang Tengah Apartement Jae Bum

"Berdasarkan keterangan dari Siwon Hyung, Sungmin Hyung, dan hantu muka datar itu, kelima perusahaan itu memang tidak memiliki motif yang bisa membenarkan mereka mengirimkan teror itu, pertama, jika dilihat dari persaingan bisnis itu tidak mungkin, karena kelima perusahaan itu berkecimpung dalam dunia bisnis yang berbeda, justru dengan adanya kerja sama ini, mereka bisa saling melengkapi. Maka dari itu, kerja sama mereka saling menguntungkan dan meningkatkan pendapatan perusahaan mereka setiap tahunnya. Kedua, dari segi hubungan pribadi para pemilik perusahaan itu, karena kerja sama mereka bagus, maka hubungan antar pribadi mereka juga bagus. Lalu...jika dilihat dari masa lalu para pemilik perusahaan, mereka dulunya bukanlah teman sekolah, ataupun teman bermain, mereka berasal dari tempat yang berbeda, dan baru mengenal saat mereka akan melakukan kerja sama, jadi untuk motif dendam, kurasa itu tidak mungkin. Atau mungkin teror itu berasal dari karyawan mereka...itu lebih tidak mungkin, kotak beludru berwarna ungu itu sudah menggambarkan siapa yang mengirimnya, seseorang yang memiliki kekuasaan dan juga berada dalam strata yang tinggi, lagi pula racun itu hanya bisa diberikan oleh mafia-mafia itu hanya kepada golongan atas...haissssss."

"Apakah sesuai hasil analisismu yang kedua dengan pernyataanmu dulu mengenai arti mawar hitam itu yang jelas-jelas melambangkan rasa benci atau dendam?"

"Omo...", ucap Kyuhyun kaget saat mendapati ada orang lain selain dirinya diruang tengah ini.

"Noe...bagaimana bisa masuk?", tanya Kyuhyun pada orang itu yang kini dengan santainya sudah duduk disofa bersamanya.

"Jika kau bisa masuk ke Dorm SuJu dengan mudah maka aku juga bisa melakukannya, ingat nilai IQ ku delapan tingkat diatasmu."

"Kau melacak password nya?."

"Em."

"Jae Bum akan marah jika tau pintunya kau bobol."

"Dia tidak akan tau, karena saat ini dia tidak ada disini bukan?"

"Kau ini...niat sekali memata-matai kami, Kibum-ssi?"

"Ani...aku hanya bertanya pada penjaga dibawah."

"Mwo?!", ucap Kyuhyun kaget, pasalnya jawaban Kibum tidak sesuai dengan perkiraannya tadi.

"Cepat jawab pertanyaanku tadi."

"Bukankah kau lebih pintar dariku Kibum-ssi, kenapa tidak Kau sendiri yang menjawabnya dan satu lagi... jangan memerintahku, aku bukan pegawaimu."

"Kau benar, kau bukan pegawaimu..."

"Dan sekarang kita adalah musuh bukan?", potong Kyuhyun.

"Tapi aku memintamu untuk menjawab petanyaanku yang menyangkut kasus teror yang sedang aku alami, jadi statusku saat ini bukan musuhmu, melainkan seseorang yang harus kau lindungi."

"Ck...kau tidak malu mengatakan itu...kau meminta perlindungan dariku, bukankah kau lebih kuat, setelah semua yang kau alami dalam hidupmu...aku masih mengingat ucapanmu tadi pagi."

"Teror ini dan urusan pribadi kita berbeda Kyuhyun-ssi, jadi jangan kau leburkan jadi satu."

"Lalu..bagaimana jadinya jika teror ini berhubungan dengan urusan pribadi kita? Haruskah aku masih berperan sebagai pelindungmu?"

"Itu akan kupikirkan nanti."

"Hahaha...kau tidak bisa menjawabnya bukan", ucap Kyuhyun meremehkan.

"Lalu apa kau bisa menjawab pertanyaanku tadi."

"Jika kau mengatakan bila analisisku yang kedua itu salah, berarti ada diantara kalian bertiga yang menyembunyikan suatu hal pada kami mengenai hubungan perusahaan kalian dengan kelima perusahaan itu...dan kau tau siapa yang aku duga menyembunyikannya?"

"Kau pasti menunjukku bukan."

"Kau pintar, karena satu-satunya orang diantara kalian bertiga, yang sangat aku tau memiliki permasalahan dengan dendam adalah dirimu...awalnya aku selalu menyangkal jika teror itu tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi kita, tapi melihat hasil penyelidikanku yang memunculkan nama yang sama dengan hasil penyelidikanmu tentang kejadian sepuluh tahun yang lalu, aku jadi semakin yakin jika teror ini dengan kejadian sepuluh tahun yang lalu itu ada kaitannya, apa kau berpikiran begitu?"

"Bukankah itu melegakan, kita bisa sekali mendayung untuk menyelesaikan teror itu sekaligus kejadian sepuluh tahun yang lalu."

"Mendengar jawabanmu itu, kenapa aku merasa kau sudah mengetahui hasil akhirnya, dan seolah-olah kau yang memegang kendali atas kasus teror ini agar bisa menyentuh kejadian sepuluh tahun itu."

"Apa kau menyangka jika akulah dalang dibalik teror ini?"

"Em...kau bisa dengan mudah melakukannya bukan?"

"Lalu kenapa aku repot-repot melakukan itu semua?"

"Karena kau ingin mengundangku datang kembali kekehidupanmu yang membosankan itu, kau mencari tau semua tentangku dan mengatur agar sahabat appaku mengetahui kasusmu, dan membuatku masuk kedalam permainanmu, agar kau bisa dengan leluasa mengawasiku ketika aku menyelidiki mengenai kejadian sepuluh tahun yang lalu."

"Permainan? Apa teror itu kau anggap sebagai sebuah permainan yang aku buat untuk menarikmu kembali kekehidupanku?"

"Aku tidak salah bukan jika aku menyangka dirimu seperti itu, karena dari awal kau sudah tau apa yang terjadi padaku sepuluh tahun yang lalu dan dengan pikiran licikmu itu, kau hanya diam. Kejadian sepuluh tahun yang lalu dan teror ini, bukankah keduanya...sudah kau anggap sebagai permainan dalam pikiranmu yang picik dan aku adalah teman bermainmu yang menyenangkan bukan?"

"Kau terlalu banyak menduga Kyuhyun-ssi, tapi...aku tegaskan bahwa aku tidak sama sekali terlibat dalam teror ini dan menganggap teror ini adalah hal yang serius, kemudian...untuk data-datamu itu, aku mengambilnya ketika aku sudah bertemu denganmu, aku akui aku memang menyewa detektif untuk mencari tau tentangmu, dan data yang aku dapatkan juga hanya data biasa, kau bahkan mengetahui hal itu."

"Sangat sulit untuk mempercayaimu, setelah semua yang kau lakukan padaku", ucap Kyuhyun lirih.

"Aku tau...jadi jangan pernah sekalipun kau mempercayaiku", tegas Kibum.

"Apa tujuanmu kemari?"

"Hanya berkunjung dan meminta file penyelidikan milikmu, kau ingat, kau belum memberikannya kepadaku, padahal aku sudah memintanya sejak tadi siang."

"Akan aku ambilkan,...setelah itu keluar."

"Tidak sopan mengusir kakak sendiri, Cho Kyuhyun."

"Aku tidak peduli."

Blam

Kyuhyun pun masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan Kibum sendiri diruang itu. Sepi...itulah yang dirasakan Kibum saat ini, sama seperti saat Ia tinggal diapartement pribadinya.

.

.

Klek

Blam

"Kau membawa flashdisk?", tanya Khuhyun saat Ia kembali dari kamarnya sambil menenteng laptop merah miliknya.

"Ani."

"Kalau begitu, berikan alamat emailmu."

"Tidak perlu". Kyuhyun mengernyit bingung saat mendengar jawaban Kibum.

"Aku akan membacanya disini", lanjut Kibum.

"Ck...menyusahkan...kau tau ini jam berapa...aku ingin istirahat, jadi tinggalkan alamat emailmu dan pergi dari sini secepatnya, jangan khawatir, aku akan segera mengirim filenya."

Sreet

"Apa yang kau lakukan?", tanya Kyuhyun saat laptopnya secara tiba-tiba diambil oleh Kibum.

"Sudah kukatakan bukan, aku ingin membacanya saat ini juga, jika kau ingin tidur, maka tidurlah, aku tidak akan mengganggu", ujar Kibum cuek.

Melihat Kibum yang sudah asyik dengan laptopnya, Kyuhyun pun memutuskan untuk membiarkannya, Ia hanya diam dan duduk disofa single-nya dengan nyaman. Bukankah memutuskan untuk tidur disaat musuhmu berada satu atap denganmu adalah hal yang paling konyol untuk dilakukan bukan?, Kyuhyun tidak takut, tapi Ia hanya waspada, karena Kibum adalah sosok yang sulit untuk ditebak pergerakannya, begitulah yang dipikirkan Kyuhyun saat ini.

.

.

.

.

"Menarik, ternyata data yang kita dapatkan saling melengkapi satu sama lain", ucap Kibum setelah kurang lebih tiga puluh menit Ia asyik membaca file penyelidikan Kyuhyun.

"Baguslah, aku sudah tidak sabar untuk memulai persaingan kita...jangan lupa, aku akan meminta hadiahku saat aku menang nanti."

"Tidak ada pemenang ataupun hadiah, karena aku memutuskan bahwa kita akan menyelidiki kejadian sepuluh tahun lalu bersama-sama."

"Seenaknya sekali kau memutuskannya Kibum-ssi...apa kau ingat, baru 15 jam yang lalu kau menantangku."

"Aku ingat bahwa aku yang memulai persaingan itu, jadi bukan menjadi masalah jika aku membatalkannya dan memulai suatu aturan baru, lagipula kejadian sepuluh tahun yang lalu berhubungan dengan kasus teror yang sedang kau selidiki bukan?"

"Kau menjilat ludah sendiri."

"Terserah kau mau bicara apa, yang jelas aku melakukan semua ini karena aku ingin kasus teror ini cepat selesai dan bisa membuat hyungdeul merasa aman kembali, untuk masalah pribadi kita, kita bisa mengurusnya nanti setelah kasus ini selesai...mengenai alasan pastiku mengapa aku menduga orang-orang Grand Corporation sebagai otak kejadian sepuluh tahun yang lalu, aku belum bisa menjelaskannya secara detail, untuk saat ini aku hanya bisa mengatakan jika Grand Corporation yang sekarang dengan Grand Corporation yang dulu itu berbeda, aku akan mengenalkan Grand Corporation lebih detail besok, saat aku mengajakmu kepertemuan bisnis dengan mereka. Jadi berpakaianlah yang formal."

"Apa tidak ada yang curiga jika tiba-tiba aku muncul dan ikut dalam pertemuan bisnis kalian?...terutama...Appa."

"Appa tidak akan ikut campur dalam pertemuan besok, karena perusahaan itu sudah masuk dalam kendaliku."

"Karyawanmu yang lain?"

"Pertemuan besok adalah pertemuan yang akan membahas perbaharuan kontrak kerja sama, dan pertemuan itu aku adakan disebuah hotel dipinggir kota, jadi aku untuk pertemuan besok, aku hanya akan membawa pengacara pribadiku, dan kau..akan menemaniku sebagai pengacara pribadiku."

"Aku tidak bodoh Kibum-ssi, bagi mereka yang sering berurusan bisnis denganmu, pastilah mereka sudah mengenal pengacara pribadimu."

"Asal kau tau Kyuhyun-ssi, aku memiliki tiga pengacara, dua pengacara pembantu, dan satu pengacara utama. Tidak seperti dua pengacara pembantuku, pengacara utamaku tidak pernah aku libatkan secara langsung dalam menangani urusan bisnisku, jadi tidak ada seorang pun yang pernah bertemu dengannya secara langsung, termasuk Appa, jadi kau bisa tenang saat kau berperan sebagai pengacara utamaku, untuk berkas perjanjian kerja samanya, kau bisa mempelajarinya saat dimobil."

"Sampai bertemu besok."

"Cukkae, kau berhasil meraih impianmu, kau pasti melewati masa-masa yang sulit bukan dalam mengahadapi Appa", ucap Kyuhyun tiba-tiba dan berhasil membuat Kibum mengehentikan langkahnya.

"Lagi-lagi kau salah Kyu...menjadi seorang penyanyi...bukanlah impianku"

"Satu hal lagi, mengenai siapa yang membeli racun itu, kurasa kau bisa dengan mudah mencari tau dari sistem informasi para mafia itu bukan."

Blam

.

.

"Cho Kibum...Cho Kyuhyun...apakah kita benar-benar kembar? Aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiranmu, kadang kau tampak menyeramkan dan sangat membenciku, tapi kadang juga kau terlihat begitu menyayangiku...huhh."

"Mencari tau orang yang membeli racun itu dari sistem informasi para mafia...dia pikir itu mudah merentas sistem mereka."

"Tapi ada benarnya juga...haisshh kenapa aku tidak kepikiran mengenai hal itu...ck sepertinya Black Raven bukan lagi organisasi rahasia, karena semua orang tau apa yang bisa dilakukan oleh anggotanya...aisshhh aku tidak tidak keren lagi."

.

.

TBC

.

.

Siap melihat aksi KyuBum selanjutnya...please review dan tunggu chapter depan ya...

Gomawooooooo #bow bareng KyuBum

Gomawo untuk pembaca setiaku:

Ys824, Pandagame, Hanna Shinjiseok, Guest 1, Nurul, Rikarika, Sfsclouds, Ristiti, IffahCHO, Liezapetals, Dewiangel, Jeung Choir, Dwi Kurniawati, Rahma94, , Diahretno, Gnagyu, Guest 2, Rumykyu, Gyu1315, Phiexphiexnophiex, Evilpumpkin, Hyunchiki, Kyufit0327, Awaelfkyu13, Secret, Fiwonkyu0201, Aya, D5, Rini11888, Tesia Jung, Kim Min Soo, , Rilakuma, Hee Seol, KyuKyu, MingKyuMingKyu, Babysnower, Guest 3, Kyuli99, Guest 4, Julia, Guest 5, , Cuttiekyu, Dianti Lestari, Gaemgyu407, Dian, Evilkyu Vee, Tatta, Kiyuh, Guest 6, , Chairun, Eka, Maimunah, Winnie Kim, Naila, Susana, n all reader.