A Romantic Story About Ryeowook

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Genre : Romance & Drama

Rate : M

Ini adalah FF remake dari novelnya Shanthy Agatha yang judulnya "A Romantic Story About Serena". Aku Cuma mengedit nama tokoh dan sedikit latar tempat kejadian untuk keperluan cerita.

Pairing : Yewook, GS

DLDR

.

.

.

.

.

CHAPTER 2

.

.

Yesung mengusap mulutnya yang terasa panas, dia merasa sedikit bodoh, karena bertindak begitu impulsif di kantor, di mana banyak orang bisa menyebarkan gosip. Yesung menarik napas dalam-dalam dan berusaha menghilangkan getaran di tubuhnya. Ciuman tadi terasa begitu nikmat, sudah lama sekali Yesung tidak merasakan ciuman yang begitu membakar gairahnya sampai ke tulang sunsum.

Hanya sebuah ciuman dan dia terbakar, Yesung mengernyit, tidak begitu menyukai kenyataan itu. Selama ini dia dikenal sebagai kekasih yang sangat ahli di ranjang, selalu mampu mengendalikan pasangannya dan tidak pernah lepas kendali. Dan sekarang, dia lepas kendali, semudah itu. Titik.

Masih mengernyit Yesung menghempaskan tubuhnya ke kursi. Tapi jika gadis itu seperti yang kupikirkan, kenapa dia semarah itu? Seharusnya gadis itu bahagia bukan kepalang atas tawaran yang dia berikan. Apakah dia salah? Dan apakah dia telah menyinggung gadis itu? Tidak! Dengan cepat Yesung menyingkirkan keragu-raguannya. Semua gadis sama saja, Yesung tidak pernah salah, Beri gadis-gadis itu kemewahan dan dia akan takluk padamu.

Mungkin tawarannya masih kurang bagi Ryeowook, Yesung mungkin harus menambahkan akomodasi penuh jalan-jalan keliling eropa misalnya. Atau mungkin, Ryeowook hanya mencoba jual mahal. Wajah Yesung menggelap mengingat kata hinaan Ryeowook barusan, Menjijikkan katanya ?

"Lihat saja Ryeowook, Setelah kau menyadari betapa banyaknya yang bisa kuberi padamu, kau akan datang merangkak padaku dan aku yang akan mempermalukanmu", sumpah Yesung dalam hati.

Suasana hati Ryeowook benar-benar buruk hari itu. Kemarahan, rasa terhina, kebencian bahkan kesedihan karena dia begitu tidak berdaya campur aduk dalam hatinya. Ryeowook merasa tubuhnya begitu kotor akibat pelecehan yang dilakukan Mr. Yesung tadi siang, dan dia masih menahan tangis ketika memasuki ruang perawatan intensif di Rumah Sakit itu, yang sudah sangat familiar

Dengannya.

Apapun yang ada dipikirannya tadi langsung buyar begitu melihat Leeteuk menyongsongnya dengan wajah pucat pasi,

"Kemana saja kau nak?!, aku mencoba menghubungimu sejak dua jam tadi, tapi kau tak bisa dihubungi!"

Wajah Ryeowook langsung berubah seputih kapas, secepat kilat dia berlari menelusuri lorong menuju kamar tempat Donghae dirawat. Leeteuk tergopoh-gopoh berlari mengikuti di belakangnya. Ryeowook terpaku di depan ruangan Donghae dengan napas terengah-engah, dokter dan perawat masih ada di ruangan itu, sedang berusaha menstabilkan kondisi Donghae, Leeteuk tiba dibelakang Ryeowook dan menyentuh pundaknya lembut, mencoba menenangkannya,

"Dia sudah tidak apa-apa Ryeowook, kondisinya sudah stabil. Tadi dia mengalami serangan lagi tapi dokter sudah menanganinya dengan cepat, kenapa kau tadi tidak bisa dihubungi? Aku mencoba menghubungimu saat Donghae dalam kondisi paling kritis, saat itu kau pasti ingin bersamanya",

Air mata mengalir di pipi Ryeowook. Tadi baterainya habis dan karena sibuk dengan pikirannya, dia tak sempat mengisinya. Astaga, betapa bodohnya dia. Donghae kelihatan stabil dan baik-baik saja dan Ryeowook mulai lengah, melupakan bahwa serangan bisa terjadi setiap saat. Ya Tuhan, seandainya tadi Donghae... Ryeowook memejamkan mata rapat-rapat, air matanya mengalir semakin deras, dia tak berani membayangkan semua itu. Leeteuk memeluknya dengan penuh keibuan sementara Ryeowook menumpahkan air matanya.

Ketika dokter datang, tatapan hati-hatinya malah membuat hati Ryeowook makin cemas, "Bagaimana kondisinya dokter?", suara Ryeowook gemetar, ketakutan Dokter itu menarik napas panjang

"Donghae pria yang kuat, sungguh suatu keajaiban dia mampu bertahan sampai sekarang, tetapi kecelakaan itu telah merusak organ dalamnya. Kami berusaha memperbaikinya dengan obat-obatan dan penanganan medis terbaik, tapi hal itu berakibat pada ginjalnya, kami harus mengoperasi ginjalnya Ryeowook",

"Mengoperasi ginjalnya?", Ryeowook mengulang pernyataan dokter itu dengan histeris,

"Mengoperasi ginjalnya?! Ya Tuhan!",

Tubuh Ryeowook menjadi lunglai, untung Leeteuk menyangganya, air mata mengalir semakin deras dipipinya,

"Apakah... Apakah tidak ada cara lain ...?",

Dokter itu menarik napas prihatin,

"Donghae dalam kondisi yang tidak lazim, dia dalam keadaan koma, dan apapun tindakan medis yang kami lakukan padanya memiliki resiko tinggi, Tapi akan lebih beresiko lagi jika kita tidak melakukan operasi itu, operasi itu harus dilakukan sesegera mungkin Ryeowook"

Ryeowook menarik napas dalam dalam, dan menatap dokter itu dengan penuh tekad, "Baik dokter, lakukan operasi itu, apapun agar Donghae selamat", suaranya mulai gemetar, "Berapa biaya yang harus saya siapkan untuk melakukan operasi tersebut dok?", Seluruh tubuh Ryeowook menegang, tangannya terkepal seolah olah menanti hukuman.

Dokter itu menatapnya sedih, rasa kasihan tampak jelas di matanya ketika menjawab, "Untuk prosedur operasi ginjal dan perawatan atas kemungkinan terjadi komplikasi lainnya, kau setidaknya harus memiliki Tiga ratus Juta, Ryeowook",

Hujan turun lagi dengan derasnya, bahkan payung itupun tak bisa melindungi dirinya dari percikan air hujan. Tapi Ryeowook tak peduli. Dimana Dia?! Ryeowook menatap sekeliling parkiran itu dengan panik, hari sudah gelap dan hampir tidak ada orang di parkiran itu, apalagi hujan turun dengan begitu derasnya sehingga tak akan ada orang yang begitu bodohnya berada diluar ruangan.

Kecuali dirinya sendiri tentunya

Ya Tuhan ... Dimana Dia?! Ryeowook menatap mobil mercedes mewah yang masih terparkir di tempat parkir direksi yang tak kalah mewah dengan atap yang luas dan posisi yang lebih tinggi sehingga terlindung dari derasnya hujan. Lelaki itu pasti belum pulang, mobilnya masih terparkir dan semua orang bilang bahwa bos yang satu itu baru pulang setelah lewat jam 8 malam, dan lebih malam lagi pada hari Jumat karena besoknya akhir pekan. Sekarang hari jumat.

Dan Ryeowook menunggu dengan cemas, bagaimana jika lelaki itu sebenarnya sudah pulang? Jika bukan hari ini, akal sehatnya akan kembali dan dia akan kehilangan keberanian. Berbagai pikiran buruk berkelebat hingga Ryeowook tidak memperhatikan derasnya hujan yang mulai membasahi tempat-tempat yang tidak terlindung oleh payung kecilnya, Lalu pintu lobby itu terbuka, dan sosok yang ditunggu-tunggu Ryeowook melangkah keluar.

Seorang satpam membawa payung hitam besar dan memayunginya ketika Yesung melangkah menyeberangi jalan kecil yang membelah taman menuju parkiran direksi, Hujan deras membuatnya tidak menyadari kehadiran Ryeowook. Tetapi ketika jarak mereka semakin dekat, Yesung menyadari bahwa Ryeowooklah yang berdiri dengan payung mungil ditengah hujan menunggunya, dan mulutnya menegang,

"Wah, ada apa gerangan sampai anda menyempatkan diri menunggu saya disini?", Sebenarnya Yesung sangat geram, tetapi dia menahan diri karena kehadiran satpam yang memayunginya.

"Ssaa...ssaya...ingin bicara dengan anda",

Yesung mengernyit menyadari suara Ryeowook yang gemetar dan wajahnya yang pucat pasi, apakah gadis itu kedinginan ? berapa lama gadis itu menunggunya di luar sini? Tiba-tiba dorongan posesif membuatnya ingin meraih gadis itu, memeluknya dan menyalurkan kehangatan tubuhnya.

Yesung melangkah ke bawah atap tempat parkir direksi yang menaunginya dari hujan, lalu mengisyaratkan satpam itu untuk meninggalkan mereka. Setelah Satpam itu jauh, Yesung menatap Ryeowook dengan gusar,

"Demi Tuhan! tidak bisakah kau kemari berlindung di bawah atap ini? Payung itu tak berguna, kau hampir basah kuyup!",

Sejenak Ryeowook ragu, tapi Yesung benar, tubuhnya mulai basah kuyup karena hujan deras itu disertai tiupan angin kencang. Dengan hati-hati, dia melangkah ke bawah atap yang sama dengan Yesung. Lelaki itu menatapnya tajam, sama sekali tidak menyembunyikan kejengkelannya.

"Apa yang ingin kau bicarakan? Aku ada undangan makan malam, waktuku tak banyak", gumamnya sombong.

Ryeowook menatap Yesung penuh tekad meski gemetaran, "Sa...Saya menawarkan diri kepada anda, anda boleh memiliki saya semau anda".

Yesung menyipitkan mata, menahan gumpalan kekecewaan yang menyeruak di hatinya karena semudah dan secepat itu gadis ini menyerahkan diri kepadanya.

"Kau pikir aku masih berminat padamu?", gumamnya mengejek.

Wajah Ryeowook pucat pasi, kata-kata Yesung bagaikan menamparnya keras. Tapi dia bertahan, Demi Donghae, tekadnya dalam hati "Anda boleh memiliki saya sepenuhnya, saya hanya meminta pembayaran di muka, setelah itu saya tak akan meminta apa-apa lagi",

"Memangnya kau terlibat hutang judi atau apa?!", Yesung membentak keras, gusar karena sikap penuh tekad Ryeowook, dan gusar atas godaan dalam dirinya yang tak tertahankan untuk langsung menerima tawaran gadis itu. Tapi ketika melihat Ryeowook hampir terlonjak kaget karena bentakannya, spontan Yesung melembut,

"Oke, Berapa?"

Ryeowook mengerjapkan matanya mendengar pertanyaan tiba-tiba itu Yesung mendesah tak sabar,

"Cepat katakan berapa kau menjual dirimu, lalu aku akan menawar sebelum mencapai kesepakatan", dengan sengaja dia melirik jam tangannya seolah tak tertarik, "aku tak punya banyak waktu untukmu"

Ryeowook menelan ludah, "Ti..Tiga ratus...juta.."

"Apa?", Yesung membelalakkan mata tak percaya.

"Tiga ratus juta", kali ini Ryeowook berhasil terdengar mantap.

Yesung mengernyit jijik, "Kau bercanda?! Kau pikir kau pantas dihargai semahal itu?!",

"I..itu pembayaran lunas sepenuhnya, setelah itu anda memiliki saya dan saya tak akan meminta apapun lagi"

"Kau pikir aku bodoh atau apa?", desis Yesung, "Bagaimana aku bisa tahu kau tak akan mangkir dari perjanjian ini? Bagaimanapun melakukan pembayaran di muka itu beresiko"

"Kalau begitu anda bisa membuat surat perjanjian yang sah secara hukum untuk mengatur perjanjian ini",

Ryeowook mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan gugup, mulai merasa tidak nyaman dengan situasi ini, mereka mengobrolkan penjualan harga dirinya seolah olah mengobrolkan penjualan barang.

Yesung terdiam, tampak menimang-nimang usulan Ryeowook, lalu wajahnya mengeras, "Tidak, ini konyol, aku sudah tak tertarik, lagipula...", ia memandang Ryeowook dengan tatapan menghina, "Baru tadi siang kau menolakku mentah-mentah dan aku berkata kau pasti akan merangkak memintaku menerimamu, sekarang kau hampir bisa disebut merangkak padaku dalam waktu kurang dari 24 jam",

Yesung hendak membalikkan badan meninggalkan Ryeowook, "Lupakan saja, gadis yang terlalu murahan memadamkan gairahku"

Ryeowook langsung panik melihat Yesung membalikkan tubuh mengarah ke mobilnya, Tidak! Oh Tidak ! Laki-laki itu tak boleh menolaknya! Dialah satu-satunya harapan Ryeowook untuk menyelamatkan nyawa Donghae!

Dengan setengah histeris, Ryeowook melakukan tindakan yang pasti akan ditentang akal sehatnya jika dia dalam keadaan tak terdesak, Ditariknya lengan Yesung, dan ketika lelaki itu menoleh dengan marah, Ryeowook berjinjit, merangkul kepala Yesung dan mencium bibirnya!

Tubuh Yesung kaku dengan rasa terkejut dan luar biasa, gadis itu dengan bibir yang lembut mencoba menciumnya dengan membabi-buta, jelas-jelas sangat tidak berpengalaman dan tanpa teknik ciuman yang memadai, tapi tetap saja gairah Yesung langsung meledak tak terkendali. Dengan kasar dirangkulnya pinggang Ryeowook, setengah mengangkatnya agar merapat ke tubuhnya dan diciumnya bibir gadis itu habis-habisan.

Ciuman Yesung sangat ganas dan penuh gairah, dan gadis itu meskipun bersusah payah, berusaha mengimbanginya. Tubuh Yesung menegang dan terasa nyeri, begitu menginginkan Ryeowook. Dengan erangan yang parau, dia memperdalam ciumannya. Entah berapa lama mereka berciuman di tempat parkir dengan diiringi derasnya hujan. Yesung benar-benar hanyut dalam kenikmatan dan dia menyadari kalau dia tak akan bisa menolak gadis ini. Yesung baru melepaskan ciumannya ketika menyadari napas Ryeowook yang mulai megap-megap.

Mereka berdiri dengan rapat dan Yesung masih memeluk pinggang Ryeowook, setengah mengangkat Ryeowook, tangan gadis itu berpegangan pada pundaknya seolah-olah takut terjatuh. Yesung menatap Ryeowook tajam, bibir gadis itu agak bengkak karena tekanan ciumannya yang panas dan habis-habisan, bibirnya pasti juga seperti itu karena rasa panas di bibirnya belum juga hilang, Well cium saja aku dan aku akan terbakar, geram Yesung dalam hati, Dengan kaku diturunkannya pinggang Ryeowook, lalu dilepaskan pegangannya,

"Baik, aku akan membayarmu, besok pagi kau akan mendapatkan uang itu beserta surat perjanjian yang harus kau tandatangani",

Yesung menatap Ryeowook geram, lalu membalikkan tubuhnya menuju mobilnya, "Masuk ke mobil! malam ini aku akan mencoba barang yang sudah kubeli".