Daisuki Summer and you
A Naruto Fic
Disclaimer Naruto : Masashi Kishimoto
Pair : Sasuke Uchiha and Sakura Haruno
Rate : Teen
Romance/Hurt/Comfort
Warning : DLDR, OoC, AU, Typo, gaya penulisan aneh, cerita suka-suka gua.
Gadis Haruno itu tampak celingak-celinguk sendiri, mencari sosok sahabat lugunya – Hinata – yang ternyata belum datang. Bibir tipisnya mengembang saat melihat Sasuke yang sepertinya tengah asyik mengotak-atik Hpnya. Ajak Sasuke-kun saja ahh~ pikirnya.
"Ohayou~ Sasuke-kun, temani Aku ke perpustakaan yuk!" ajak Sakura ceria dengan memasang tampang yang diimut-imutkan(?)
"Tidak, aku sedang sibuk" tolak Sasuke.
"Ayolah~ Sasu.., kau mau melihat teman mu ini di goda para senpai-senpai mesum di bawah sana, huh?!" dengus Sakura sambil berpura-pura merajuk.
Memang. Siswa-siswa grade akhir SMA itu terkenal dengan kemesumannya. Kalau lewat koridor lantai dua harus siap-siap menahan malu karena setiap siswi yang lewat disitu akan di goda habis-habisan oleh senpai nonmoral(?) disana.
"Makanya, kalau punya wajah jangan kelewat cantik seperti ini dong, siapa jadi yang susah?" blush. si Cantik itu memerah karenanya.
"Kalau aku cantik kenapa kau tidak menyukaiku bodoh?!" gumam Sakura geram.
"Apa?" Sasuke tak sengaja mendengar Sakura bergumam tidak jelas.
"Ti-tidak. Sudahlah, ayo !" lengan mungilnya mengamit lengan kiri Sasuke, keduanya langsung berjalan menuju perpustakaan.
Aquamarine itu menatap jengkel pada dua orang yang tengah berjalan beriringan itu – tepatnya pada si kepala pink. Sakura. Tampaknya Ia harus bertindak cepat, menjauhkan Sasuke dari Gadis Haruno itu. Seiring dengan seringai yang membentang di sudut bibinya, gadis itu berbalik dan bergumam kecil.
Sakura sempat melihat raut muka Ino yang menampakkan raut kesal. – cemburu, mungkin?. Ino kenapa? Batin Sakura.
"Sial! Tunggu saja kau. Ha – ru – no!"
"Seperti yang kita ketahui, musim panas sudah dimulai. Jadi, selamat berlibur" ucap Kakashi sambil tersenyum dibalik masker hitamnya yang setia menutupi wajahnya sampai seumur hidup(?).
"YEAYY! LIBUR~ LIBURR...!" Teriak Naruto kegirangan sambil melopat-lompat tanpa menghiraukan sang guru yang menatapnya bosan.
"BEACH, I'M COMING!" Sakura ikut-ikutan.
"LIBUR, AKU DATANGGG!"
"PERANCIS! TUNGGU AKU!" seru Shion.
"FUJI-Q HIGHLAND!, AKU TIBA!"
"Kasur, Aku tiba" sahut Shikamaru.
TOENG
Seisi kelas pun sweatdrop berjamaah(?) termasuk sang sensei.
Bel pun berbunyi, Kakashi sudah meninggalkan kelas 10 menit sebelum bel, tak tahan mendengarkan jejeritan anak didiknya yang tidak bisa di bilang kecil itu.
#natsu yasumi, hari pertama .
"Membuatnya membalas perasaanku."
Sakura menepuk pelan jidatnya sendiri. Gadis itu belum yakin tentang perkataannya kemarin lusa, apakah bisa? – hei tentu saja bisa, kalau ada kemauan pasti ada jalan. Terkadang gadis itu sering membanding-bandingkan dirinya dengan gadis bernama Ino itu. Mulai dari rambut, panjang? sama, berkulit putih? iya, tinggi? iya, cantik? apa lagi, pintar? pasti Sakura yang menang. Tapi untuk sifat Sakura belum tahu pasti, kelihatannya gadis pirang itu baik. – kelihatannya.
Si Haruno bungsu itu, terduduk di tepi ranjangnya. Emerald itu hanya menatap kosong ujung rok merah marun selututnya. Sakura menghela nafas panjang. Otaknya hanya memikirkan kedekatan antara Ino dan Sasuke. Tak ada yang lain.
Kriiett
Gadis itu menoleh saat mendengar pintu kamarnya terbuka dan menampakkan sang Ibu yang melenggang masuk kemarnya dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Ibu, ada apa?" Tanyanya pelan.
"Tidak, Ibu Cuma mau kasih tahu kalau Ka– "
Grabakkgrubukkklontangg
Ha? Pasti dia.
"SAKURAAAA-CHAAANNN!" yup! Dia, Dia si rambut merah mata empat nenek lampir cerewet. Ya! Betul, siapa lagi kalau bukan Karin – sepupu Sakura yang tinggal di Tokyo. Nyonya Haruno itu lekas keluar dari kamar anak gadis semata wayangnya itu.
Gadis berambut merah itu langsung melompat keatas kasur dan memeluk Sakura hingga gadis pink itu sulit bernafas. PLETAK! Karin meringis sambil mengusap-usap kepala merahnya yang mendapat sambutan jitakan dari sang empunya kamar.
"Kau ini, masih sopan seperti dulu yah?" sindir Karin. Sakura hanya memutar mata bosan.
Tak terasa sudah hampir satu minggu Ino bersekolah di KHS, dan tak terasa juga hubungannya dengan Sasuke makin dekat. Berarti, tinggal tunggu waktu saja Sasuke akan 'menembaknya', pikir Ino yakin.
Gadis pirang itu sedang tengkurap diatas kasur Queen size apartementnya, sambil membaca majalah fashion edisi terbaru, jari-jari lentiknya membalik-balikkan halaman majalah tersebut. Nampaknya dia tidak terlalu tertarik dengan isinya.
Boku ga umarete sodatta
umi no soba no kono machi
Hissashibu..
Lantunan lagu dari Idol Group Jepang itu mengalun di Hp Touchsreen-nya, yang Ia letakkan diatas nakas disamping ranjangnya. Senyumnya mengembang melihat siapa yang menelponnya.
Klik
"Haloo," sapanya (sok) kalem.
"Haloo, ehm, Hai."
"Ada apa Sasuke-kun?" Tanya Ino to the point. Jujur, gadis pirang ini sangat tidak suka basa-basi.
"Apa kau sedang senggang?"
"kebetulan iya."
"Kalau begitu, aku tunggu di depan gedung apartement mu lima belas menit lagi."
"Eh? Mau kemana?"
"Rahasia. Yasudah, cepat bersiaplah" / klik.
Dan sambungan telepon pun terputus.
Pantai Konoha sedang ramai-ramainya orang berlibur menikmati natsu yasumi, tidak jauh dari pantai terlihat stand-stand makanan berjejer rapi, Pernak-pernik khas musim panas juga ada. Festival akan dimulai malam ini, berbagai hiasan festival sudah di pasang menambah meriahnya musim panas tahun ini.
"WOI, Sakuraaa.. tunggu Aku baka.!" teriak Karin sebal. Namun yang di panggil terus berlari sampai ke tepi pantai. Gadis pink itu menghampiri jasa penyewaan ski air, lalu memesan satu ski air untuknya sendiri.
Sakura menaiki ski air yang telah ia sewa, sambil nyengir, tangan kirinya melambai pada Karin yang tengah tertunduk kelelahan karena mengejarnya, seketika itu pula Sakura sudah melesat jauh. Tak mau kalah, Karin pun menyewa satu ski air dan segera mengejar Sakura tanpa perlu capek-capek lari.
Sementara itu, Sasuke dan Ino berjalan berbarengan menuju pesisir pantai, pemuda berusia 17 tahun itu menyuruh Ino untuk membeli dua buah es kelapa muda. Setelah gadis itu pergi, Sasuke mencari ranting yang cukup panjang, dan mulai menggoreskan ujung ranting tersebut diatas pasir putih itu dan membentuk tulisan. Dalam hati pemuda raven itu berdo'a semoga rencananya ini berjalan lancar.
Dalam hati Ino mengumpat, berani-beraninya seorang pemuda menyuruhnya membeli es kelapa, padahal selama ini belum pernah ada yang berani menyuruhnya. Yah~ kecuali sang 'ketua'.
Gadis bermarga Yamanaka itu mengernyit melihat Sasuke sedang sibuk dengan kegiatannya. Semakin dekat gadis pirang itu berjalan, semakin jelas pula apa yang pemuda Uchiha itu kerjakan sedari tadi. Menulis kata I Love You. Bibir itu menyeringai sekilas, lalu pemuda itu berjalan mendekat dan menghentikan langkah kakinya satu langkah dari Ino.
"Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku cukup yakin. Maukah kau menjadi kekasihku?" Ucap Sasuke berbisik, dilihatnya Ino mengangguk. Dengan cepat ia kecup bibir itu.
Gadis Haruno itu memperlambat laju ski airnya, emerald itu menyipit guna memperjelas 2 sosok yang ia kenal tengah berciuman di pinggir pantai, Sasuke... dan Ino? Setetes air matanya mengalir dari sudut iris itu. lekas ia berbalik meninggalkan kawasan kanan pantai Konoha. Karin yang baru sampai hanya menatap bingung Sakura yang kabur begitu saja tanpa menoleh ataupun melirik padanya.
Yamanaka itu melepaskan ciuman yang cukup lama itu, keduanya tertawa kecil, lalu kemudian kembali bersenang-senang di pantai indah itu. Hati pemuda sang Uchiha serasa berbunga-bunga, dia bahagia karena diterima oleh gadis yang ia sukai. Sasuke senang, tapi tidak bagi Sakura.
Si kaca mata itu lekas berlari-lari kecil mengejar Sakura yang berjalan menjauh dari pantai, ia samakan langkahnya dengan gadis pink itu. Karin melirik Sakura dari sudut matanya, walaupun rabun yang dideritanya, tapi gadis merah itu masih dapat melihat jejak air mata yang hampir mengering di atas pipi porselen gadis pink itu.
Siapa yang tak sakit hati melihat orang yang disukai tengah berciuman, dan, Oh! Sakura baru sadar dia melihat tulisan 'I LOVE YOU' di atas pasir ketika dirinya mendapati Sasuke tengah mencium Ino, walaupun sekilas.
"Kau menangis Saku-chan?" Tanya hati-hati. Namun tak ada jawaban. Karin menghela nafas, dia memilih diam dari pada dibentak Sakura. mereka pulang tanpa ada yang berusaha memecah keheningan selama perjalanan.
Hari-hari berlalu, dan hari yang ditunggu Sakura pun tiba. Tepat malam ini Tanabata matsuri, tapi gadis itu merasa semuanya sia-sia, Sasuke sudah menjadi milik Ino begitupun sebaliknya. Dia tersenyum kecut mengingat kejadian kemarin lusa, didepan matanya, dia –Sasuke orang yang dia sukai sedari kecil menyatakan cinta pada Ino, gadis pindahan dari Tokyo yang kurang lebih baru satu minggu mereka kenal.
Sakura merasa kalah telak kala itu, dia menggeleng pelan, dia tak mau menyerah sebelum mendapatkan laki-laki itu.
Karin dan sakura berjalan-jalan disekitaran festival, melihat-lihat berbagai makanan ataupun pernak-pernik khas Tanabata. Sakura memakai Yukata berwarna putih dengan corak-corak bunga Sakura yang memenuhi yukata itu. Simple tapi manis. Sedangkan Karin memakai yukata berwarna cream dengan corak bunga kecil berwarna oranye.
Malam ini tepat hari ketujuh di bulan ketujuh.
Tak terasa waktu hampir memasuki tengah malam, namun, festival ini masih tetap ramai. Pasangan-pasangan kekasih yang suka 'mengumbar' kemesraan di muka umum seperti ini tak ayal membuat Sakura iri, gadis pink itu langsung menarik Karin menuju kuil terdekat, dan mengambil satu lembar tanzaku- kertas persegi dengan berbagai warna- lalu menulis do'a nya, setelah selesai menulis Sakura mengikat tanzaku itu ke dahan daun bamboo yang terletak di sebelah kuil. Karin pun juga melakukan hal yang sama seperti yang Sakura lakukan. Kemudian kedua gadis itu kembali ke keramaian, menunggu hanabi meluncur.
Tanzaku yang di tulis Sakura berputar-putar dihembus angin, satu kata yang ambigu jika disebut sebagai 'Doa'. Satu kata yang membuat orang mengernyit heran jika membacanya.
-Semoga...-
"Mau kembang gula?" Tanya Karin yang melihat Sakura memandangi makanan manis berwarna pink seperti kapas di stand makanan itu.
"Eh? Iya" jawab Sakura.
Karin terkekeh, "Dasar! Kalau mau bilang dong. Sudah kau tunggu disana, nanti Aku beliin." Perintah Karin.
"Tapi sebentar lagi Hanabi meluncur Karin," tolak Sakura, yah walaupun sebenarnya ia ingin sekali kembang gula itu.
"Tak apa, Cuma Hanabi kan?" balas Karin.
"Haah, yasudah cepat belikan."
Pasangan yang baru jadian beberapa hari itu sedang duduk di bangku panjang yang ada di festival, bercakap-cakap tentang perayaan tanabata tahun ini. Gadis itu beranjak dari duduknya,
"Tunggu sebentar ya Sasuke-kun, aku mau beli takobata dulu. Jangan kemana-mana." Ucap Ino sebelum meninggalkan Sasuke.
"Ya, cepat. Sebentar lagi Hanabi meluncur." Jawab Sasuke memperingati.
"Iya, iya." Balas Ino sambil berlari-lari kecil.
Pemuda berambut raven itu menatap punggung Ino yang semakin menjauh, entah kenapa Sasuke merasa seperti ada yang Ino tutupi darinya. Uchiha itu menggeleng kecil, meng-enyah-kan pikaran buruknya pada Ino.
Sakura mencari bangku kosong untuk melihat hanabi dan sekalian menunggu Karin membelian kembang gula untuknya. Emerald itu tertuju pada pemuda berambut gelap dengan model emo-nya yang mengingat kan pada si Uchiha itu, sedang duduk sendirian di bangku panjang. Sakura pun berjalan mendekat, samar-samar indra penciumannya merasakan wangi mint yang menguar dari pemuda itu. tidak salah lagi itu Sasuke-kun. Pikirnya.
"Sasuke-kun?" panggilnya pelan. Yang dipanggil tersentak kaget mendengar suara lembut itu memenggil namanya, pemuda itu berbalik.
"Sakura?" dipandanginya gadis yang tengah berdiri di hadapannya kini.
"Boleh duduk?" gadis itu lagi-lagi membuat Sasuke tersentak.
"Tentu saja," Sakura duduk di sebelah pem uda yang diam-diam ia cintai ini, Sakura tahu Sasuke pasti sedang menunggu Ino. Dadanya kembali sesak.
"Cantik," gumam Sasuke yang menatapi hanabi yang sedang meletup-letup.
Gadis berambut pink itu menatap sendu Sasuke yang menikmati hanabi yang mulai meluncur, banyaknya Hanabi yang diluncurkan membuat wajah Sasuke menjadi silau. Perasannya menghangat.
Entah kenapa berada dekat gadis ini Sasuke lupa kalau ia sedang menunggu Ino.
Karin menggerutu pelan, banyaknya orang yang membeli di stand makanan ini membuatnya harus mengantri. Dilihatnya langit yang terang karena hanabi.
"Karin ya?." Karin tersentak. Kedua mata berbeda warna itu saling beradu.
"I-Ino?."
Merasa di perhatikan pemuda Uchiha itu menolah pada Sakura, dan benar saja si gadis menatapnya dengan sendu, seakan menyiratkan rasa sakit yang amat sangat. Tatapan Onyx itu seakan terjerat oleh emerald.
Ragu, gadis itu memiringkan posisi tubuhnya kearah Sasuke, menangkup pipi pemuda Uchiha dengan kedua telapak tangannya yang mungil dengan perlahan. Memaksanya untuk tak mengalihkan pandangan terhadapnya. Sasuke merasa terhipnotis dengan mata itu. Mata hijau yang berkaca-kaca.
Jantung keduanya serasa meledak-ledak seperti hanabi diatas sana. Semburat merah di pipi kedua orang itu tapi tersamarkan oleh cahaya hanabi.
Iris hijau-nya sudah tergenangi oleh likuid bening, menutup sang emerald membuat likuid itu meluncur bebas, sembari mendekatkan wajahnya ke wajah sang pemuda, biarkan sekali ini dia egois, tak apa jika sesudah ini pemuda itu membencinya, tak peduli jika Ino melihatnya selancang ini.
Dibawah hanabi yang sedang meletup-letup hebat di atas sana, Dia mengecupnya lembut.
-Semoga,.. Kau membalas perasaanku. Sasuke-kun.-
Me to me aeba,
Ima wa tada no tomodachi..
Mata pun bertemu,
Saat ini kita sebatas teman..
.
.
TBC
.
*pasang muka polos* maap apdetnya lelet. Paket modem saya abis nih~. Jadi harus ke warnet dulu, minta temenin lagi. #plakkk
Oiya, mohon maaf lahir bathin, O:) selamat lebaran bagi yg merayakan. d^^b
Balas review ch2.
Ryouta Shiori
whaa, makasih.
Do'a in aja penyakit males ngetik saya ngilang(?) yah. Heheh ^^
Ryuu
fufufu.. iya ini akan menarik(?)
Sasuke-kun pasti sakit kok, ^^ terus ane yang nyembuhin *ngaco* plakk.
Erica Christy
makasih~ whii benarkah? Hihi ^^
ini lanjuut, ga papa asal baca terus yah ;) yosh!
Yang login, cek PM-nya . ^^ makasihh
Yak. Tunggu chp selanjutnya yah.~ review anda sekalian sangat berarti bagi saya yang newbie ini, *lebe
HUGS. ({})
KIKI TAKAJO ;3
REVIEW YAH ;D
