'Jika ada yang harus kusesali sebelum aku mati, itu masih tentangmu, tentang perasaan ini, perasaan yang masih ada sampai detik ini, detik yang mungkin menjadi detik terakhir hidupku,padahal aku sudah berjanji melupakan perasaan ini, tapi aku tetap tak bisa Sasu, sekeras apapun aku mencoba berhenti, aku tetap mencintaimu.. Ya, aku masih mencintaimu, Sasuke... – kun."
BRAKKKK!
Daisuki Summer and you
A Naruto Fic
Disclaimer Naruto : Masashi Kishimoto
Pair : Sasuke Uchiha and Sakura Haruno
Rate : Teen
Romance/Hurt/Comfort
Warning : DLDR, OoC, AU, Typo(s), gaya penulisan aneh, cerita suka-suka gua.
.
Karin yang mendapat pesan singkat dari Hinata, langsung meminta izin pada guru piket dengan alasan menjemput pamannya di bandara. Gadis berkaca mata itu langsung menyetop taxi, dan langsung melesat ke stasiun.
Karin beruntung, shinkansen terakhir menuju Konoha lima menit lagi akan berangkat, dalam hati Karin terus berdoa untuk sepupunya, agar tak terjadi suatu yang membahayakan gadis pink itu.
oOo
Ino terbelalak, melihat Sasuke dengan teman – temannya memasuki area kolam, Temari dan Tenten mengampiri Ino dengan mata nyalang.
Pintu masuk kolam renang itu didobrak keras oleh Sasuke, onyxnya membulat ketika melihat kearah kolam. Tubuh gadis itu perlahan lahan tenggelam tak ada pergerakan, hanya ada gelembung udara kecil yang sekali – sekali meletus keluar di permukaan air. Tanpa fikir panjang lagi sasuke langsung melompat kedalam kolam, tak peduli betapa dinginnya air.
PLAKK
Gadis berkuncir empat itu menampar pipi kiri Ino kuat, membuat bibir Ino sedikit robek dan mengeluarkan darah.
"SIALAN! ARGH- "
Tenten dengan sigap menangkis tangan Ino yang siap – siap melayangkan tamparan balasannya ke pipi Temari. Ino meringis ketika merasakan pergelangan tangannya di remas kuat oleh Tenten. Temari melirik Shion dari sudut matanya, Shion yang merasa diperhatikan Temari hanya menunduk, tubuhnya terlihat gemetaran.
Pemuda bermarga Uchiha itu menyelam, ditariknya lengan Sakura, membawa gadis itu kepermukaan, lengan kirinya menahan dileher Sakura. Sasuke berenang merapat ke pinggiran kolam, Naruto dan yang lain membantu mengangkat tubuh Sakura ke atas.
Setelah meletakkan Sakura di tempat datar, guna memudahkan jalur pernafasannya lancar. Sasuke duduk disebelah Sakura, dan langsung menekan dada gadis itu beberapa kali membuat air yang tertelan langsung keluar, Sasuke meletakkan tangan kirinya di bawah leher Sakura, lalu pemuda itu mengambil nafas dalam – dalam, bibirnya menempel di bibir Sakura, segera ditiupkannya udara kemulut sakura sambil menutup hidung gadis itu.
Sasuke melepaskan bibirnya, di pandangnya wajah Sakura, tetesan air dari ujung rambut ravennya mengenai wajah gadis itu, tak lama kemudian Sakura sadar sambil terbatuk – batuk memuntahkan sisa air kolam yang tertelan. Baru saja Sasuke ingin bicara Sakura kembali pingsan, dengan sigap Sasuke langsung menggendong Sakura a la bridal style, menuju ruang UKS.
Naruto dan Hinata mengikuti Sasuke dari belakang, meninggalkan Temari dan Tenten yang sedang melakukan apa yang harus mereka lakukan.
oOo
Karin sampai di gerbang Konoha High School, setelah berdebat kecil dengan penjaga sekolah Karin akhirnya bisa masuk, gadis berambut merah itu mencoba bertanya pada siswi yang baru keluar dari ruangan entah apa namanya Karin tidak tahu, siswi itu menatap Karin yang berlari kearahnya.
"Ano, Kolam Indoor dimana ya?"
"Aa, di belakang sekolah gedung warna biru."
"Umm, Arigatou,"
Karin berlari menuju belakang gedung sekolah tersebut, mata ruby-nya melihat sebuah gedung cukup besar berwarna biru, segera saja gadis bernama Karin itu melesat ke sana.
oOo
BRAKK
"KAL– Kami-sama! Apa yang terjadi pada Haruno-san?" Shizune, penjaga UKS itu baru saja akan memarahi orang yang mendobrak pintu, kalau saja ia tak melihat Sakura yang basah kuyup dengan luka dimana-mana dalam gendongan pemuda Uchiha itu.
"..."
Sasuke langsung merebahkan tubuh Sakura di kasur, Shizune merogoh saku seifuku Sakura dan mengambil kunci lokernya.
"Hyuuga-san, tolong ambilkan seragam Haruno-san di lokernya," pinta Shizune seraya menyodorkan kunci itu kepada Hinata.
"Biar aku saja."Sasuke langsung merebut kunci loker Sakura, pemuda Uchiha itu langsung melengos meninggalkan ruangan UKS.
Naruto yang melihat tindakan Sasuke hanya mendengus kecil. Shizune menyuruh Hinata dan Naruto kembali kekelas mereka sekalian minta ambilkan tas Sakura, mengingat bel pulang sebentar lagi akan dibunyikan.
Karin sampai di depan pintu masuk kolam Indoor, gadis bersurai merah itu memasuki gedung lumayan besar itu, matanya menatap penuh amarah ketika melihat Ino yang tengah bercekcok dengan dua gadis yang tak dikenalnya.
Ketukan sepatu karin pada lantai yang dilapisi keramik itu terdengar cepat, membuat keempat gadis itu menoleh kearah sumber suara, Aquamarine Ino menatap sinis Karin yang berjalan menuju kearahnya, sedangkan shion, Tenten dan Temari menatap bingung pada gadis yang menggunakan seifuku asing dimata mereka.
Karin berhenti didepan Ino. "Mana Sakura? Kau apakan dia hah?!" bentak Karin sambil mengguncangkan bahu Ino kasar.
Gadis berkuncir ponytail itu terdiam.
"Dia! Dia mendorong Sakura!" suara dibelakang Ino menginterupsi. Shion? Ino merasa seperti de javu. Kejadian ini, kejadian yang hampir serupa dengan kejadian tahun lalu, saat dirinya masih bersekolah di Tokyo Gakuen.
Mata Ino membulat. "KAU!" geramnya sambil menunjuk Shion.
FLASHBACK
"Kau gila Ino,.. hiks," Gadis berkacamata merah itu jatuh terduduk disamping pelaku.
"Diam! Jangan ikut campur, dia pantas mati," Ino berdiri mematung sambil menatap kosong lantai tempatnya berpijak.
"Kau.. keterlaluan, dia teman kita! Hiks." Karin masih menangis memeluk lututnya, tubuhnya gemetar.
"Dia, dia merebut Sai dariku! ARGHHH!" Ino berteriak histeris.
"Hiks. Bagaimana kalau dia mati? Kau bisa di penjara! Lalu, hiks lalu aku akan dikucilkan disekolah ini, semua orang disekolah ini membenciku, karena perbuatan kita selama ini! Aku akan sendirian. Hiks." Karin masih dalam posisinya.
"Kalau kau tak mau sendirian, jangan katakan ini salahku. Mudahkan, Karin?" Ino berjongkok di hadapan Karin, dibetulkannya kacamata merah sahabatnya itu, lalu diusapnya airmata Karin.
Karin menatap Ino sendu, lalu tersenyum simpul. "I-iya, hiks."
"Bagus, kau memang sahabatku."
Tak lama kemudian Guru beserta siswa Tokyo Gakuen itu datang ketempat Karin dan Ino. Dengan emosinya sang guru berambut hitam ikal itu berjalan kearah keduanya, Karin yang masih ketakutan hanya bersembunyi dibalik punggung Ino.
"Kami – sama, apa yang kalian lakukan?! Kalian yang mendorong Hana?! Jawab!" bentak sang guru yang bermarga Yuuhi itu.
Ino dan Karin bungkam, dari tempatnya berdiri Karin bisa melihat gadis berambut hitam itu tergolek tak berdaya diatas tandu yang digotong petugas kesehatanTokyo Hospital, tubuhnya berubah menjadi merah akibat darah yang makin banyak mengucur dari luka – luka ditubuhnya. Gadis malang itu langsung di bawa ke Tokyo Hospital.
Karin yang sedari tadi bersembunyi dibalik punggung Ino perlahan menyingkir.
"Dia, yang mendorongnya! Hiks," mata Ino terbelalak. Dilihatnya Karin yang berdiri beberapa langkah darinya tengah mengacungkan telunjuk kearahnya.
"KAU!" Ino menggeram kesal.
"Ma – maaf Ino."
Guru – guru yang ada di tempat kejadian, langsung membawa Karin dan Ino menuju ruang Bimbingan Konseling. Saat ditanya – diintoregasi – Karin hanya menjawab seadanya, sedangkan Ino, gadis itu hanya diam, tatapan matanya kosong.
Pihak sekolah mendapat telepon dari Tokyo Hospital, bahwa siswi yang jatuh tadi dapat diselamatkan. Karin yang mendengarnya menghela nafas lega.
FLASHBACK OFF
Karin mendapat hukuman dari sekolah, dia diskors selama satu minggu dan dalam jangka waktu satu bulan sikapnya harus berubah. Sedangkan Ino? Dia terpaksa dikeluarkan dari sekolah bertaraf Internasional itu,mengingat apa yang telah gadis itu perbuat dan juga karena pihak keluarga Hana yang mengancam akan melaporkan gadis bermarga Yamanaka itu ke kantor polisi jika tidak dikeluarkan dari sekolah, dan juga tidak boleh lagi berada di Tokyo.
Itulah sebabnya Ino tak boleh lagi tinggal di Tokyo karena ancaman keluarga Hana, walaupun sekarang keluarga Hana sudah menetap di Okayama. Karin juga sudah menjalani masa hukuman ringannya itu, sekarang dia tak lagi dibenci oleh teman – teman sekolahnya, lagipula Karin sudah kapok jadi tukang bully disekolahnya.
Ya. Dulu Karin adalah ketua geng pembuat onar yang yang ditakuti oleh siswi Tokyo Gakuen, tapi sekarang semuanya berubah, Karin hanya siswi biasa, siswi lainnya sudah tidak takut lagi padanya, meski masih ada beberapa orang yang membencinya Karin harus menerima segala akibat dari perbuatannya dulu.
"De javu, eh?" Karin tertawa sinis.
oOo
Sasuke mengambil seragam di loker milik Sakura, pemuda itu sendiri sudah berganti seragam kering yang terdapat dilokernya. Sasuke membuka perlahan pintu ruangan UKS. Tak didapatinya lagi Naruto dan Hinata, hanya ada Shizune yang sedang mengobati luka-luka ditubuh gadis pink itu.
"Ini," Sasuke menyodorkan paper bag yang berisi pakaian Sakura ke Shizune. Adik dari Itachi Uchiha itu langsung keluar dari ruang UKS, menunggu Shizune mengganti seragam Sakura. Sasuke duduk di kursi yang ada didepan ruang UKS, onyxnya tertutup, fikirannya dipenuhi berbagai macam pertanyaan, dipijatnya pelan pelipisnya.
Cklek.
Sasuke menoleh kearah pintu, ternyata Shizune.
"Ah, Uchiha-san bisa tolong jaga Haruno-san sebentar, sensei di panggil Tsunade-sama, tolong ya?" Sasuke mengangguk, setelah Shizune menjauh Sasuke membuka pintu ruangan itu, dilihatnya Sakura terbaring masih belum sadar, di tariknya kursi plastik yang terletak tak jauh dari jangkauannya ke samping ranjang Sakura.
Sasuke mengamati baik – baik wajah sahabatnya itu dari samping, dahi lebarnya yang selalu ia bilang lebar, hidung kecilnya yang mancung, pipinya yang ranum yang pernah ia tampar, dan bibirnya yang pucat, bibir yang pernah mengecupnya di festival Tanabata, bibir yang tadi ia salurkan udara untuk membantunya kembali bernafas.
Perlahan tangan kekarnya menyusup dibalik selimut tebal yang membungkus sang gadis sampai sebatas dada, mencari tangan mungil milik Sakura. Dingin, Sasuke merasakan tangan Sakura dingin, Sasuke mengeluarkan tangan mungil itu dari selimut, lalu menggenggamnya erat sambil mengecup punggung tangan Sakura.
"Maaf.."
oOo
"Ha ha ha, aku puas membuat sepupu mu sengsara, kau beruntung karena aku tidak melakukannya padamu." tukas Ino.
"Masalahmu itu denganku bukan dengannya! Sialan!"
"Kau yang sialan! Jalang!"
Uuhkk
karin mencengkeram dagu Ino kuat, membuat gadis pirang itu meringis, tangan Ino berusaha melepas cengkeraman Karin didagunya. Karin pun melepaskan tangannya dan langsung menampar pipi kiri Ino yang sudah bengkak.
"Karin!"
Gadis berambut merah itu menoleh ke asal suara bariton yang memanggilnya. Naruto bersama seorang wanita berambut pirang, Tsunade – kepala sekolah – serta siswa-siswi lain yang ingin tahu apa yang terjadi. Karin mundur beberapa langkah ketika sensei berambut pirang itu berjalan mendekati Ino sambil menelisik penampilannya sekilas. Ino hanya bisa menunduk sesekali meringis karena luka robek disudut bibirnya bereaksi.
"Kalian semua ikut aku sekarang!"
oOo
Adik dari Itachi Uchiha itu masih menggenggam jemari mungil Sakura. Sasuke memegang dahi lebar gadis itu, suhunya sudah kembali normal, tapi kenapa gadis itu belum sadar? Padahal sudah hampir satu jam gadis itu pingsan. Apa dia menolak untuk sadar?
Sasuke berdiri dari duduknya, diusapnya pelan pipi Sakura yang tampak pucat. Dengkuran halus terdengar samar-samar ditelinganya. Pemuda bersurai raven itu membungkukkan tubuhnya, perlahan tapi pasti bibir tipisnya menyentuh bibir Sakura, Sasuke memberanikan diri untuk sekedar melumat kecil bibir tipis Sakura. Tak lama kemudian Sasuke langsung menjauhkan wajahnya dan kembali duduk.
Entah apa yang mendorong dirinya untuk mencium Sakura, tapi sedikit harapan ciumannya itu bisa membangunkan Sakura, konyol memang, Sasuke tahu dia bukanlah seorang pangeran yang membangunkan sang putri dari tidur panjangnya.
"Ennghh.."
Sasuke menoleh kearah Sakura, dilihatnya Sakura tengah mengedip-ngedipkan mata hijau emeraldnya guna menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Gadis itu berusaha duduk, Sakura memegangi kepalanya yang terasa pusing. Hampir saja Sakura hilang keseimbangan kalau Sasuke tidak sigap menahannya.
"U – Uchiha-san," ucap Sakura spontan ketika mengetahui siapa orang yang menahannya.
Kesal, marah, sedih. Sasuke benar-benar geram mendengarnya. "Berhenti memanggilku seolah aku ini orang asing Sakura!" dicengkeramnya pundak gadis itu.
Sasuke terdiam, rasa bersalah kembali muncul dihatinya saat melihat emerald Sakura berkaca-kaca, gambaran masa –masa kemarin tentang dirinya dan Sakura terlintas begitu saja difikirannya.
"Huaaa, hiks. Selalu begini, hiks," tangis gadis itupun pecah dengan sigap Sasuke langsung mendekap gadis itu, meredam tangis Sakura didada bidangnya.
"Maaf.."
"Hiks.. selalu aku yang salah hiks," gadis itu berusaha melepaskan dekapan Sasuke namun tak berhasil mengingat keadaannya yang masih lemah.
Sasuke mengelus punggung Sakura, mencoba menenangkan gadis itu. "Makanya aku minta maaf, aku ingin mengulang semuanya dari awal."
"Ya. Aku ingin mengulang semua dari awal, melupakan semua yang terjadi dimasa lalu. Termasuk rasa ini," Sakura mengusap air matanya kasar, mukanya memerah akibat tangisannya.
"Tidak, jangan.. Saku.., aku.." lidah Sasuke kelu, pemuda itu tak tahu kelanjutan kalimat gantungnya, ia sendiri masih bingung dengan perasaannya terhadap Sakura, mungkinkah..? atau hanya sekedar rasa bersalahnya saja?
Entahlah.
Sakura menatap Sasuke sinis, sudut bibirnya tertarik sebelah, "Jangan kau bilang? Heh, dengar ya, aku tidak akan jatuh kedua kali karena hal yang sama. Aku sudah tahu bagaimana sakitnya."
"Kalau begitu, aku juga sama. Tak akan kulakukan lagi kesalahan untuk yang kedua kalinya. Aku juga sudah tahu rasanya menyesal," Sasuke balas ucapan Sakura.
Sasuke's PoV
Hahh~ melihat Sakura yang 'sekarang' tentu jauh berbeda, sikapnya makin sinis kepadaku. Aku tahu dia mungkin sakit hati padaku, atau malah membenciku sekarang? Tapi dengan sakura yang sekarang justru makin menarik.
Kulihat Sakura menyunggingkan bibirnya, tersenyum meremehkan. "Menyesal? Menyesal karena rasa bersalah maksudmu? Cih, lupakan itu, aku tak peduli. Mulai sekarang kita mulai dari awal, angggap saja kau tak pernah mengenalku, begitupun sebaliknya, aku juga akan menganggap tak pernah mengenalmu."
"Eeeh, mana bisa begitu! Seenaknya saja kau putuskan, tidak! Aku tak mau," sela ku.
"Terserah. Aku sudah lelah Uchiha! Aku membencimu,"
Deg! Hatiku sakit jadinya, mendengar ucapan itu dari mulutnya. Aku tersenyum miris menatap wajah cantik Sakura, gadis itu tampak tak bergeming dari duduknya.
Aku tertawa hambar. "Ha ha.. jangan bilang kau membenciku hanya karena aku menamparmu gara- gara Ino? Padahal kau tahukan aku salah paham."
"..." sepertinya ucapanku barusan ada benarnya, sampai membuat gadis itu makin menunduk menyembunyikan wajah cantiknya.
"Huh? Apa aku tidak salah dengar? Bukannya waktu itu kau bilang kau 'paham'? Bahkan kau sampai membentak dan menamparku." Ucapnya tiba – tiba membuat ku tersentak.
"..." aku terdiam, Ugh. Dia berhasil membalas ku.
"Sudahlah Uchiha, kau hanya akan membuang waktu mu kalau hanya ingin minta maaf padaku, aku tak akan pernah memaafkanmu, kau tak berhak menga – hmppff."
Lama – lama membuat telingaku panas mendengarnya berbicara hanya untuk mengomeliku, langsung saja kubungkam bibir gadis itu dengan bibirku, membuatnya terdiam dan atas perlakuanku ini, kulumat lembut bibir gadis itu, tak ada respon berarti dari bibirnya. Kulepaskan bibirku, kutatap dirinya yang tengah memandang tak percaya kepadaku.
"Kyaa, menjijikkan! Uchiha sialaaaan!" teriaknya padaku sambil memukul- mukulkan bantal yang menjadi alas kepalanya tadi.
"Hn. Kenapa? Kau tidak suka? Padahal siapa dulu yang tiba – tiba menciumku di festival Tanabata, Hm?" godaku seraya menghindar dari pukulan bantalnya.
Sakura menghentikan pukulannya, emeraldnya tak menatapku lagi, "Oh iya, aku ingat. Si gadis bodoh itukan?" masih tak menatapku. "Gadis bodoh yang berani – beraninya mencintai sahabatnya sendiri."
Ughh, dia selalu bisa membalasku. Hatiku jadi sakit lagi.
"Tidak, kau tak bodoh Sakura. Justru aku lah yang bodoh. Tak peka de – "
Cklek..
Cih, siapa yang berani – beraninya mengganggu kami sekarang?
"Gaara?"
Ternyata si ketua OSIS sialan yang datang, sambil menenteng tas pink sakura di tangan kanannya. Diikuti dengan sahabat pirangku – dobe – alias Naruto, dan Hinata. Ah, ternyata sudah pulang.
Naruto dan Hinata duduk di kursi plastik lainnya, sedangkaan Gaara dengan beraninya duduk di pinggiran ranjang, sambil mengelus helaian merah muda Sakura. Menyingkirkan keberadaanku dari sisi ranjang, aku menarik kursi plastikku menjauh. Tanpa sadar tanganku mengepal kuat.
BUG
Aku tersentak saat kurasakan sebuah tas berwarna biru dongker dilempar kepangkuanku.
Sialan kau dobe, kuberikan deathglare andalanku pada Naruto. Pemuda yang identik dengan warna kuning itu langsung nyengir kearahku, seolah diantara kami tidak terjadi apa –apa.
Tak lama kemudian Naruto dan Hinata ikut mendekat ke Sakura dan Gaara, menanyakan kabar gadis itu dan sesekali tertawa dan seakan tidak menyadari keberadaanku disini. Cih sepertinya aku jadi kambing congek sekarang.
Tak apalah, asal mereka bisa membuat Sakura tertawa bahagia, aku pun turut senang. Tak seperti ku yang hanya bisa menorehkan luka di hatinya.
End Sasuke's PoV
'Sakura... Aku berjanji akan membuatmu bahagia, dengan dirimu yang sekarang aku tak akan lagi menyia-nyiakanmu. Aku sekarang benar – benar tahu rasanya menyesal. Tak akan kuulangi lagi kesalahan ku yang dulu. Aku janji.'
.
Tbc
A/N:
Krik. Krik
Ada yang masih nungguin fic abal inikah? XD. Sepertinya lagi-lagi kiki harus minta maaf karena lamanya updet, fuuhh. Masalahnya tugas didunia nyata sedang numpuk-numpuknya! Haahh~ *ngelap keringet*. Mungkin chap 8nya akan sama aja... sama ngaretnya... *dilempar sendal.
Daripada banyak bachot dan berubah jadi curhatcolongan, mending bales review non-login kaliyah?
Guest : Haii~, iini Kiki bawa chp 8nya. Rnr lagi yah? Mmakasih udah bilang fic abal ini keren. Heheh XD.
VaHaruno : Hihi, ini chp 8nya. Makasihhh udah bilang fic ini menarik. Rnr lg? ^^.
Guest2 : haha okeoke, udah mulai nyesel nih Sasu nya.. rnr lg?XD makasihhh~.
Farah : enggak kok, mungkin 2 sampai 3 chapter lagi. Rnr lagi? Makasihh~ XD.
Hn : Ini udahh lanjuu~tt. Rnr lg? Makasihhh~ ^^.
Sabel : ini udah updet. Rnr lg? ^^ makasiiih~.
Ravenpink : Hi~ chp8 apdet.. maaf ga bisa apdet kilat,, . rnr lg? ^^.
P.w : Maaf ga bisa apdet kilat..hehehe. rnr again? ^^.
Birupink : Ino emang gila. *dtitabok Inofans* maaf ga bisa apdet kilatt . rnr again?^^.
Sasusaku fans : Hehe gapapa ko. Makasih udah rnr, rnr lagi ?^^ maaf ga bisa apdet kilat.
Yang login cek PM ya~
See you in the next chp! Bye~...
REVIEW YAH^^
