"Kalau begitu, kita harus cepat-cepat pergi dari tempat ini!" seru Zoro.

"Baiklah, Zoro! Panggil yang lainnya, kita akan pergi hari ini juga!" pinta Luffy.

"Akan kulaksanakan, kapten!"

One Piece Eiichiro Oda

Jogja, Dab! 3 (END) Masnya & Click Clack Blauw

Warning : typo(s), mungkin Shounen ai dikit, OOC, dan sebagainya

Pairing : masih threesome XD ZoroxLuffyxSanji

.

.

Setelah itu, Zoro langsung melaksanakan perintah Luffy.

"Hei, apa kau tahu dimana letak dapur? Aku sedang mencari si koki mesum itu," tanya si pendekar pedang pada seorang penjaga.

"Oh, dapur berada di sebelah bla, bla, bla, bla," penjaga itu menjelaskan pertanyaan dari Zoro, si pendekar pedang itu.

Kemudian Zoro hanya sok memperhatikan penjaga itu seolah ia menegerti akan penjelasannya.

"Nah, daripada anda bingung, mau saya antar?" tawar si penjaga ramah.

"Tidak, tidak perlu. Aku bisa mencari dapur itu sendiri,"

.

.

Satu jam lebih berlalu, dan Zoro masih berkeliling mencari dapur.

"Sial, apa mereka tidak membuat dapur di istana ini?!" teriak Zoro kesal sambil menggaruk keras rambut hijaunya itu.

"Ah, Zoro! Apa yang lakukan di alun-alun ini? Nyem, nyem," tanya seekor rusa kutub yang tengah asyik memakan permen kapas berwarna merah jambu.

"Apa kau ingin mencoba permen kapas juga? Setelah sekali aku mencicipinya, aku langsung suka!" tawar Usopp yang sedang duduk disebelah Chopper, si rusa kutub sambil menyodorkan permen kapasnya ke Zoro.

"Tidak, tidak. Aku sedang mencari dapur. Aku ingin menemui si koki amatir nan mesum itu, tetapi tidak ketemu juga,"

"Ah, kau sedang mencari Sanji, ya?" tebak Usopp.

"Iya, "

"Kalau begitu, apa mau kita temani?"

Zoro hanya diam, dan akhirnya berkata, "Boleh,"

"Baiklah, ayo, Chopper!" ajak si penembak jitu pada Chopper.

"Ya!"

.

.

Berkat bantuan Usopp dan Chopper, Zoro berhasil menemukan Sanji yang sedang memasak di dapur.

"Nah, itu dia Sanji!" seru Usopp.

"Kenapa kalian datang kemari? Disini tidak ada sake, ataupun permen kapas, tahu," tanya Sanji sambil menguleni adonan ditangannya.

"Zoro mencarimu!" teriak Chopper dengan penuh semangat.

"Apa?! Untuk apa kau mencariku, Marimo bodoh?! Mau belajar masak?! Aku tidak sudi memberimu ilmu memasakku sedikit saja!" ujar Sanji dengan soknya juga menggunakan nada yang terus meninggi.

"Haah?! Untuk apa aku melakukan hal bodoh seperti itu?!" Zoro mengelak.

"Lalu, apa maumu?!" Sanji berjalan ketempat Zoro berdiri, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Zoro. Zoro hanya menggertakkan giginya, kesal.

"Hei, hei, apa kalian harus selalu seperti ini setiap kali berbicara?" tanya Usopp sambil menjauhkan kedua wajah itu dengan kedua tangannya.

"Aku hanya ingin menyampaikan pesan Luffy. Ia ingin segera pergi dari kota ini, dan menyuruh kita bersiap untuk melanjutkan perjalanan kita di Grand Line!" jelas Zoro.

"Oh, begitu. Tapi itu untuk semua kru, 'kan?" Chopper bertanya sambil bermain dengan adonan milik Sanji yang ditinggal olehnya.

"Hei apa yang kau lakukan?! Itu bisa kotor!" dengan sigap, Sanji langsung menyingkirkan tangan Chopper dari adonan tersebut.

"Benar juga kata Chopper. Jika itu untuk semua kru, kenapa kau harus menyampaikannya dulu pada Sanji yang padahal kau bertemu dengan kami berdua duluan?!" tanya Usopp tak terima sambil memasang wajah curiga.

"Apa-apaan wajahmu itu, hah?!" mendadak Zoro salah tingkah, "Waktu aku bertemu kalian itu aku sedang lupa!"

"Tch, alasan macam apa itu?" Usopp masih saja memasang wajah curiganya, "Kalau begitu, aku dan Chopper akan pergi dan membereskan barang-barang kami. Ayo, Chopper kita pergi dan biarkan mereka berdua disini!"

Chopper mengangguk dan pergi bersama Usopp. Tinggallah dapur itu dihuni oleh dua orang, Zoro dan Sanji.

"Kau tidak pergi?! Mau apa kau berlama-lama disini?!" tanya Sanji dengan kesal.

"Aku bingung. Aku juga harus menyampaikan pesan ini pada Franky dan yang lainnya," ucap Zoro dengan wajah datarnya.

"Dasar kau, Marimo buta arah! Ya sudah, kutemani kau mencari yang lain. Kau belum menyampaikan pesan itu kepada Nami-swan dan Robin-chwan, 'kaan?!"

"Temani?! Baiklah, tapi kau harus berada dua meter di sebelahku. Aku tidak mau ketularan alis melingkarmu itu!"

"Apa kau bilang?! Dasar kau Marimo tidak tahu terima kasih, bodoh, buta arah, dan pendekar pedang amatiraan! Kau tidak akan mungkin bisa mengalahkan Mihawk, atau pun menjadi yang terkuat sekali pun!" cela Sanji bertubi-tubi.

"Kau mengatakan hal yang mustahil! Dasar kau alis keriting, mesum, kaki kotor, dan koki amatiraan!" Zoro membalas Sanji dengan mencelanya bertubi-tubi pula.

Dan mereka berdua berkelahi dan mencela sambil mencari Nami, Franky, dan Robin untuk menyampaikan pesan Luffy. Dan juga melupakan persyaratan Zoro tadi.

.

.

Setelah pesan itu tersampaikan, Zoro dan Sanji bersama-sama menuju tempat Luffy sambil terus berkelahi dan mencela satu sama lain.

"Jadi, apa semuanya sudah siap?" tanya Luffy pada Zoro dan Sanji yang masih saja berkelahi.

Setelah Luffy melontarkan pertanyaan yang bertuju pada kedua orang yang tengah berkelahi itu, Zoro dan Sanji langsung menghentikan perkelahiannya dan berkata, "Sudah," lalu melanjutkan perkelahian yang mereka rasa belum cukup.

"Baiklah, ayo kita berangkaat!" Luffy meraih tas besar berisi daging, pastinya, "Hei, kita tidak bisa berangkat jika kalian masih saja berkelahi,"

"Ah, begitu, ya? Baiklah, lagi pula ini semua si alis keriting yang memulai," ujar Zoro.

"Seenaknya saja kau menuduhku, dasar kau manusia tak tahu jalan!" bantah Sanji.

Dan mereka berkelahi lagi.

Luffy tidak tahan dengan mereka, dan memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka. Sekarang sang kapten dari Bajak Laut Topi Jerami itu sedang menuju kapalnya, Thousand Sunny yang berada di alun-alun.

.

.

Semua kru sudah berkumpul di kapal, dan yang membuat mereka tidak juga melanjutkan perjalanan adalah—Zoro dan Sanji, yang masih saja berkelahi lebih dari tiga jam yang lalu.

"Dasar dua orang itu tidak tahu diri!" keluh Nami dengan facepalmnya.

"Oe, Luffy, apa kita harus menunggu mereka berdua sampai selesai? Kita sudah menunggu selama kurang lebih tiga jam!" tanya si Cyborg, Franky.

"Bila kita menunggu saja, pasti akan lama," Luffy turun dari kapal, "Baiklah, akan kususul mereka. lagi pula aku belum sempat berpamitan dengan si mantan raja dan orang-orang berpakaian keren itu!" Luffy pun berlari untuk menemui sang koki dan sang divisi perang di kapalnya.

.

.

Disepanjang perjalanannya, Luffy berpamitan pada orang-orang yang berpakaian keren menurutnya, dan berkata, "Aku akan kembali ke lautan, terima kasih atas dagingnya. Raja kalian yang dulu dapat menjabat lagi!" dan dibalas dengan anggukan ramah dari mereka, "Ya, terima kasih!" Luffy tidak sempat berpamitan pada raja sebelumnya karena ia tidak bertemu dengan beliau.

Dan akhirnya sampai lah Luffy di ruangan Zoro dan Sanji berada. Dan ruangan itu kini menjadi berantakan, akibat perkelahian mereka.

"Heei, sampai kapan kalian akan berkelahi? Yang lain sudah menunggu di kapal!" tanya Luffy dengan sedikit berteriak.

"Sebentar lagi!" Zoro dan Sanji menjawabnya dengan serempak.

Setelah mendengar jawaban itu, Luffy segera berjalan kearah dua orang yang merupakan krunya, bermaksud untuk melerainya.

"Aku belum selesai, Luffy!" keluh Sanji setelah Luffy menengahi mereka.

"Begitu pula aku," tambah Zoro.

"Di kapal Nami dan Robin sedang kehausan, dan kudengar ada satu tong penuh sake, loh!" goda Luffy pada mereka berdua.

"Benarkah?" Zoro dan Sanji lagi-lagi mengatakannya serempak dengan sumringah.

"Baiklah, ayo kita ke kapal! Aku tidak mau Nami-swan dan Robin-chwan mati kehausan!"

"Dan aku sudah lama tidak minum sake semenjak kita berada disini!"

Seru Sanji dan Zoro bergantian.

Trik asal-asalan Luffy sangat berhasil. Pemuda berumur tujuh belas tahun itu pun tak menyangka trik godaannya akan sukses mengelabui dua orang yang lebih tua darinya. Kemudian, mereka bertiga berjalan menuju kapal, sambil berpamitan lagi.

Di tengah jalan, Sanji melihat gedung yang rusak atapnya akibat orang yang ia tendang dulu. Dengan segera ia menuju gedung itu, dan Zoro juga Luffy membuntuti dari belakang.

"Hei, kau!" teriak Sanji, "Aku pergi dulu, ya. Jika kau bertemu lagi dengan orang itu, beri dia pelajaran!"

"Bai-baiklah," kata orang itu dengan tidak yakin serta ketakutan.

.

.

Ternyata tidak ada sake dan Robin juga Nami sedang asyik makan permen kapas dengan Chopper dan Usopp.

"Kau bohong, Luffy!" kesal Sanji dan Zoro.

"Kalau tidak begitu, kalian tidak akan berhenti, bukan?" ujar Luffy.

"Benar juga, sih," kata Zoro.

"Baiklah, ayo kita berangkat!" seru Luffy kepada seluruh nakamanya.

"Tapi bagaimana cara agar kita bisa kembali ke laut? Disini, 'kan daratan," tanya Usopp kebingungan.

"Tenang-tenang, aku tahu salah satu pantai disini. Aku sudah bertanya pada salah satu orang yang berada di Keraton itu, dan memberiku petanya," ucap Nami dengan penuh rasa bangga.

"Kerja bagus, Nami-swaan~!" puji Sanji.

"Lalu untuk menuju kesitu, kita akan menggunakan ini juga!" seru Franky dengan semangat disela-sela pembicaraan, "Ta-daa~!" Cyborg itu menunjukkan sebuah mobil yang baru saja ia selesaikan.

"Sugee~~!" Luffy, Chopper, dan Usopp pun terkagum-kagum oleh mobil buatan Franky yang berbahan dasar kayu. Mobil itu berukuran cukup besar, dan terdapat tempat luas nan lebar untuk meletakkan Sunny Go diatasnya, lalu ditarik oleh mobil tersebut.

"Nah, alis keriting, kau tidak memuji Franky?" tanya Zoro kepada Sanji.

"Tch, aku hanya memuji gadis saja. Tidak yang lain, Marimo buta arah,"

"Franky, bolehkah aku menumpangi mobilmu itu? Aku ingin membaca buku dan minum kopi disana. Apakah muat?" tanya Robin.

"Tentu saja boleh. Mobil buatanku itu SUPER muat!" jawab Franky dengan semangat.

"Menarik~~! Aku ingin menaiki mobil itu juga!" seru Luffy.

"Aku juga!" kata Usopp dan Chopper.

"Robin-chwan~! Tunggu sebentar, ya. Akan kubuatkan kopi untukmu~~!" ucap Sanji.

"Dasar koki genit!" ejek Zoro pada Sanji, yang kemudian berakhir dengan perkelahian kembali.

Dan setelah mereka sampai di pantai yang bernama Parangtritis itu, Franky menyiapkan colanya untuk terbang menggunakan Coup de Burstnya searah dengan log pose. Apakah mereka sampai di Grand Line? Tentu saja iya! Buktinya mereka dapat singgah di pulau selanjutnya, Thriller Bark. Dan merekrut satu nakama lagi.

FIN.

A/N:

Yak, berhenti di chapter 3, zehahaha! Itu untuk mengurangi WB yang selalu saja datang untuk bertamu, hiks ;;w;; /gatanya/

Monkey D Nico : yah, karena Sanji merasa itu bukan salahnya. Ia memang bermaksud menendang orang itu, tapi ia tidak tahu kalau orang itu akan jatuh di Kraton. Zehaha~

Review? X3