HATSUKOI
Declaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasori x Deidara, slight ItaDei
Rated : M
WARNING :
OOC, AU, Typos/Misstypos, YAOI, Bahasa acak acakan, DLL
Summary :
Masa SMA adalah masa terindah bagi semua orang, tak terkecuali untuk Deidara, masa SMA memberikannya sebuah memori yang tak akan pernah ia lupakan, terutama tentang kisah cintanya atau orang menyebutnya 'CINTA PERTAMA', apakah cinta pertama akan terus diingat hingga 10 tahun kedepan?
.
.
.
Don't Like? Don't Read!
Chapter 3
Deidara tengah melamun didalam kelas sambil menatap kosong kearah jendela, ia memikirkan kejadian semalam yang ia lalui bersama Sasori. Setiap kali ia mencoba melupakan kejadian itu justru ia semakin diperlihatkan flashback kejadian semalam yang membuat ia tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi dan tanpa sadar semburat merah muncul di pipinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 08:00 dan Kakashi Sensei pun sudah memasuki ruangan kelas, semua murid sudah bersiap ditempat duduknya masing-masing tapi masih ada satu orang yang belum terlihat batang hidungnya sejak tadi pagi, ya Sasori tidak ada dikelas, kemana dia? Deidara berfikir dalam hatinya.
Sampai Istirahat tiba ia masih belum melihat si rambut merah itu, Deidara menerawang ke seluruh penjuru lorong sekolah siapa tahu ia sedang nongkrong disuatu tempat tanpa ada niat untuk masuk kedalam kelas, itukan memang sudah menjadi kebiasannya setiap hari. Tapi disepanjang lorong ia sama sekali tidak menemukan sosok kepala merah itu, "sedang mencari apa kau, Deidara?" tiba-tiba seseorang bertanya padanya, Deidara melirik kearah seseorang yang bertanya kepadanya barusan "Itachi, un?"
========== HATSUKOI ==========
"Hm... Sasori ya?" Deidara kini sedang bersama Itachi ditaman belakang sekolah, mereka duduk diatas rumput hijau (yaealah masa merah) #plakk XD dengan 2 buah roti melon didepannya "kudengar hari ini dia tidak masuk karena sakit" lanjut Itachi, "he?" Deidara tampak tidak tahu tentang itu, pasalnya Sasori sama sekali tidak memberitahukan apa-apa padanya, biasanya Sasori selalu menghubunginya jika ia tidak masuk sekolah.
"memangnya Sasori tidak mengatakannya padamu Deidara?" tanya Itachi
"tidak sama sekali, un" Deidara masih memperlihatkan wajah bingungnya, ia tidak mengerti kenapa Sasori sampai tidak masuk sekolah? Padahal kemarin masih baik-baik saja sampai mereka selesai... tiba-tiba wajahnya pucat "jangan-jangan gara-gara kemarin kami melakukan "itu" un!" Deidara terdiam dengan wajah pucat.
"hm? Kau kenapa? Apa kau baik-baik saja dei?" tanya Itachi, ia khawatir karena Deidara terlihat pucat. "eh? T... tidak apa-apa kok un, sungguh" Deidara berusaha bersikap normal agar Itachi tidak curiga.
"ah masa iya gara-gara "itu"? seharusnya aku yang kenapa-kenapa sakitnya saja masih terasa sampai sekarang, tapi kenapa dia ya un?" lanjutnya berpikir dalam hati.
"Deidara" merasa dipanggil namanya ia pun menoleh kearah Itachi dan ia dibuat terkejut saat tiba-tiba Itachi menyentuh pipinya dengan raut wajah khawatir "he?!" matanya membulat "apa kau yakin kau baik-baik saja?" tampak raut wajah khawatir diperlihatkan oleh Itachi "a... aku baik-baik saja, un... aku hanya..."
"wajahmu terlihat pucat, apa kau sakit?" dengan nada lembut ia bertanya pada Deidara, Deidara terpaku baru pertama kali ini ia melihat Itachi sedekat ini dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya, Itachi yang terkenal dingin, jarang (bahkan tidak pernah) tersenyum, dan datar.
"su... sudah kubilang aku tidak apa-apa un" Deidara menyingkirkan tangan Itachi dengan lembut, ia tidak ingin Itachi merasa tersinggung biar bagaimanapun mereka itu teman.
"ah... aku lupa belum mencatat pelajaran hari ini,un... aku ke kelas duluan ya Itachi" dengan cepat ia berdiri dan dengan secepat kilat pula ia menghilang dari hadapan Itachi tanpa membawa roti melon kesukaannya yang ia tinggalkan disana, sedangkan Itachi hanya memperhatikannya menjauh dari hadapannya.
"apa itu barusan un? kenapa dia un?" pikirnya dalam hati.
========== HTASUKOI ==========
Sepulang sekolah Deidara memutuskan untuk menengok keadaan Sasori, walaupun ia sempat galau #plak antara jenguk atau tidak karena ia masih merasa awkward dengan kejadian semalam, tapi ia akhirnya memutuskan untuk menjunguknya karena biar bagaimanapun Sasori adalah teman masa kecilnya.
TOK TOK TOK
Deidara mengetuk pintu rumah Sasori, tidak lama pintu pun terbuka dan terlihatlah seorang wanita paruh baya dengan rambut karamel berdiri dihadapannya "eh Deidara rupanya, ada apa?" tanya wanita itu yang diketahui adalah ibunya Sasori "ah... ano... etto... Sasori ada bi?" dengan ragu Deidara bertanya pada wanita itu "Sasori?" wanita itu terlihat bingung dan begitu pun Deidara ia bingung kenapa ibunya malah terlihat bingung saat ditanya keberadaan anaknya, "apa Sasori tidak memberitahu mu?" Deidara semakin bingung "ano... memberitahukan tentang apa ya un?" tanya Deidara.
Ibu Sasori terdiam sebentar lalu "hah~ dasar anak itu, kau ini kan sahabatnya kenapa dia tidak memberitahukannya padamu ya?"
"emm... maksud bibi?" entahlah tapi Deidara punya firasat buruk tentang ini, "tadi pagi Sasori sudah berangkat menuju Amerika, kau tidak tahu ya?" bagai disambar petir #halah lebay xD Deidara membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari wanita dihadapannya tersebut, "sudah 3 bulan ini Sasori mempersiapkan keberangkatannya, ia bilang ia ingin melanjutkan sekolah di San Fransisco karena ia ingin masuk salah satu universitas disana, kupikir kau sudah tahu tentang ini Deidara"
Deidara terdiam ia masih terpukul dengan apa yang ia dengar, kenapa? Kenapa Sasori tidak mengatakan apapun padanya? 3 bulan ini ia tidak tahu sama sekali tentang rencananya untuk pergi ke Amerika, kenapa? Apa maksudnya?
"Deidara? apa kau baik-baik saja?" tanya Ibu Sasori yang terlihat khawatir karena sejak tadi Deidara sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun.
========== HATSUKOI ==========
Deidara berbaring diranjangnya dengan pandangan menerawang keatas, ia tampak berpikir kenapa Sasori pergi tanpa memberitahukannya apapun? apa Sasori takut ia akan minta ikut dengannya? Apa karena ia takut ia akan menghalangi rencananya? HELL NO... Deidara tidak akan mempersulit keputusannya jika itu memang untuk kebaikannya.
Ia mengacak-acak rambut pirangnya frustasi, ia benar-benar tidak habis pikir kenapa Sasori melakukan ini padanya, setelah apa yang sudah ia lakukan semalam... tunggu, benar juga jangan-jangan yang kemarin malam itu perpisahannya secara tidak langsung, pikirnya dalam hati, tapi dia juga sempat mengatakan
"Aishiteru"
Tiba-tiba suara dan wajah Sasori terlihat dibayangannya saat Sasori menyatakan perasaannya padanya, semburat merah lagi-lagi menghiasi wajahnya ia langsung menggulingkan tubuhnya kekanan "kenapa un? kalau memang kau menyukaiku, kenapa kau meninggalkanku tanpa mengatakan apapun un?" wajahnya berganti sendu dan matanya berkaca, "Sasori no Baka!" ucapnya pelan.
TO BE CONTINUED
WAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH #ketawa ala setan
Ichan comeback ! \(^0^)/ setelah hiatus berbulan-bulan, maklum author sibuk sama kerjaan. Akhirnya atas semangat yang diberikan oleh para rider semua author bisa lanjutin FF ini, Hontou ni arigato gozaimasu minna san... m(_ _)m
Terimakasih buat yang udah sudi menempelkan ripiunya disini, ripiu kalian benar2 bikin author semangat... dan gak lupa terimakasih juga buat silent rider. lain kali ripiu juga donk XD #geplaked
Gomen minna chapternya kependekan, tapi tenang author bakal update chapter selanjutnya cepat kox, tadinya mau author satuin disini tapi setelah dipikir2 takut kepanjangan dan nanti malah jadi aneh XD
So see you next chap... (^_^)/
REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW
