The Avenger Soldier, L

"Kau hanya terpesona padanya." Bisik K yang mendekat. "Semua pria tanpa kecuali pasti terpesona padanya."

"Diamlah." Sahut L yang konsentrasinya tak mau diganggu.

"Bahkan kalau kau benar-benar menyukainya, kalian tak akan bisa bersama."

Bahkan L tidak menjawab.

"Pria itu membunuh hampir seluruh keluargamu, bahkan menculik adikmu." Gumam K. "Siapa sangka bahwa penari nomor satu yang menari di depan kita tadi ini adalah putrinya ya?"

Genggaman tangan L menghantam meja. Meski tidak terdengar keras, tetap mengekspresikan kemarahannya.

"Misi kita ke sini untuk membujuknya bekerja sama dengan kita, untuk menangkap 'pria-itu'. Hanya gadis itu yang tahu di mana pria-itu berada, dan kelemahannya."

"Kenapa kau yakin gadis itu mau bekerjasama?"

"Dia ingin bebas. Kau lihat saja, pria itu meninggalkan Rin di tempat seperti ini. Hidup gadis itu pasti berat. Lagipula..."

K melirik ke arah L. "Lagipula apa?"

"Berarti pria itu tidak peduli hidup gadis itu kan?"

"Bodoh. Itu juga berarti, nyawa gadis itu terancam bahaya karena membantu kita."

"Percayalah padaku L, kalau kaubicara padanya dia pasti setuju."

Benarkah? Hanya karena bicara saja? Pikir L kalut.