Swaggy-Land Present

Because of Transformation?

Chapter 2

Disclaimer: J.K. Rowling of course! Aku cuma pinjem tokohnya huahah

Cast: etc.

Rated: T semi M soalnya ada yang lumayan M hehe

Note: before read, makasih banget yang udah review. Di chapter ini review lagi yaa. Aww love you all thank you so much seneng banget! Ohya, kalau bisa sebarin ceritaku ini ya biar makin banyak yang baca dan review

Sorry for typos and others.

"Malfoy dkk pelakunya!" bisik Hermione. Hermione, Ginny, Ron, dan Harry sedang berada di common room Gryffindor.

"Dasar Ferret sialan! Seharusnya aku sudah curiga kalau dia pelakunya!" kata Ron geram.

"Tapi, kita belum punya bukti kalau memang Malfoy pelakunya," ujar Ginny.

"Dan kita juga harus tahu apa penawar untuk periculumtertia itu. Bahkan Harry yang potion master saja tidak tahu apa itu periculumtertia," tambah Hermione.

Harry berkata, "em. Berarti untuk menyelidiki ini, kita harus mengintrogasi Malfoy. Kita harus menyamar. Kita akan memakai..."

"polyjuice potion," sela Hermione.

"Benar."

Hermione menghelas nafas panjang membayangkan harus meminum ramuan tidak enak itu untuk kesekian kalinya.

Xxx

Hermione berlari menuju asrama ketua murid. Dia telat karena disuruh Mcgonagal untuk membantunya membereskan ruangan Dumbledore.

Akhirnya Hermione sampai didepan lukisan, "password?" katanya.

"Draco Ptolemius," kata Hermione. Dia tidak terlalu suka password itu karena ada 'draco'nya yah walaupun dia tau itu artinya 'naga' dan bukan 'draco malfoy'. Draco memang musuh nya dari dulu. Dan betapa kesalnya Hermione saat tahu pasangan ketua muridnya adalah Draco.

Hermione melangkahkan masuk ke asrama. Disampainya di pantry, dia mendengar suara suara aneh yang sepertinya berasal dari common room. Seperti "drac..coh" dan suara itu terdengar seperti perempuan.

Gila. Siapa itu? pikir Hermione.

Hermione mengintip sedikit ke common room dan dia sangat terkejut apa yang dia lihat! Draco dan Pansy Parkinson sedang 'bercinta'. Sebenarnya mereka masih dalam pakaian masing masing walaupun sangat berantakan dan kancing atas Pansy sudah terbuka 3. Draco sedang menciumi leher Pansy.

Gila. Ini gila. Ternyata benar apa kata Ron! Malfoy 'sex god' itu nyata! Pikir Hermione. Bagaimana ini, untuk masuk ke kamarku, aku harus melewati mereka! Ok, rileks.

Hermione berjalan dengan canggung melewati mereka. Hermione dapat melihat jelas apa yang sedang dilakukan Draco dan Pansy.

Pansy menoleh, "Oh hei lihat siapa ini? Hermione 'mudblood' Granger rupanya." Muka Pansy sudah tidak karuan. Berkeringat dan merah. Jijik, pikir Hermione. Draco ikutan menoleh, "Granger," katanya sinis seperti biasa.

"Get a room¸ Malfoy,"sahut Hermione datar dan segera masuk ke kamarnya.

Hermione's POV

"Get a room¸ Malfoy," kataku dan segera menaiki tangga menuju kamarku. Gila gila gila. Aku sudah melihat adegan tidak senonoh. Malfoy memang gila. Aku pikir julukan 'sex god' itu hanya main main, ternyata benar. Gila sungguh gila.

Aku membaringkan tubuhku yang lelah di kasur.

"Draco...drac..ohh shit drakie..," suara Pansy itu sangat keras sampai terdengar ke kamarku. Sialan. Aku pun memasang mantra kedap suara agar tenang.

Normal POV

Hembusan angin dan kicauan burung membangunkan Hermione. Sudah pagi. Hermione menarik jubahnya untuk menutupi tubuhnya yang memakai pakaian bebas. Hermione menuruni tangga menuju pantry. Dan seketika peri rumah ada dihadapannya. Namanya Merilyn.

"Selamat pagi Hermione Granger," sapanya.

"Pagi."

"apa ada yang ku ingin kan, Hermione Granger?" katanya.

"panggil aku Hermione saja. Em tidak terimakasih. Aku ingin coklat panas tapi akan kubuat sendiri" jawab Hermione.

"baiklah" Meriliyn pun menghilang.

Hermione mengaduk coklatnya dengan sihir dan mengambil buku 'magical me' karya Lockhart yang sudah kehilangan pikirannya. Kasihan.

Hermione meneguk coklatnya dengan damai. Karena hari ini libur, dia bisa bersantai. Tiba-tiba terdengar bunyi kamar terbuka. Draco Malfoy. Hermione melihat dia sekilas dan melanjutkan minumnya. Dia teringat pada kejadian tadi malam yang mengerikan. Bagi Hermione, Draco adalah makhluk menyeramkan yang bisa menyesakkan rohani dan jasmani.

Draco melewati Hermione dengan tenang dan memanggil Merilyn. POOF, Merilyn pun datang.

"ada apa tuan?" tanya Merilyn.

"buatkan aku steak," perintah Draco.

"baik, tunggu sebentar," kata Merilyn, menghilang, dan dalam beberapa detik sudah ada dengan membawa steak dan memberikannya pada Draco. Hermione yang melihat itu geram.

"Hoi, Malfoy. Harusnya kau tidak boleh menyuruh nyuruh peri rumah seperti itu! Setidaknya katakanlah 'tolong' dan 'terimakasih' pada mereka! Dasar kau ini—tidak tau mal.." tegur Hermione dan dipotong oleh Draco.

"Berisik Granger. Jangan buat mood-ku hancur," potong Draco. Draco duduk didepan Hermione. Draco hanya memakai celana training hijau-silver dan bertenjang dada. "Setidaknya pakailah baju Malfoy!" omel Hermione. Walaupun sudah 2 bulan lebih seasrama dengan Draco, dan selalu melihatnya bertelanjang dada, tapi tetap saja itu membuat Hermione risih.

"Memangnya kenapa" kata Draco.

"Tidak pakai baju itu tidak sopan"

"Mana mungkin. Kalau tidak sopan, bagaimana mungkin cewe cewe menyukai tubuhku ini"

"what the hell Malfoy!?"

Hermione's POV

"What the hell Malfoy!?" aku melempar dia dengan buku. Dia sudah mengatakan sesuatu yang menjijikan dan membuatku panas dan ingin muntah.

"Oah, Granger. Easy! Tenanglah!" kata Malfoy.

Aku mengancungkan tongkatku di dagunya. "Shove off, Malfoy. Sebagai ketua murid putra kau harus memberikan contoh yang baik. Bukannya bertelanjang dada dan bercinta dengan perempuan yang berbeda."

"ooh." Malfoy menyeringai yang membuat mukanya lebih tampan. Ok. Aku akui dia tampan tapi well.., sudahlah.

"Jadi kau marah karena aku melakukan itu dengan semua perempuan?" Malfoy menyeringai lagi dan menurunkan tongkatku dan menjatuhkan tongkatku. Blimey, Malfoy berjalan mendekatiku. Gila.

"Kau cemburu eh, Granger?" Malfoy maju beberapa langkah.

"Tidak kusangka gadis mudblood sepertimu bisa cemburu." Dia maju lagi.

"Setelah perang status darah tidak boleh diungkit ungkit lagi, Ferret!" balasku. Jujur aku takut, tapi aku harus—pura pura—berani.

"kau tertarik padaku, Granger?" malfoy maju lagi. Damn. Aku sudah terhimpit tembok. Malfoy memang tidak bisa maju lagi, tapi malah dia menghimpitku dengan badannya. Gila ini gila! Mau apa dia?! Aku pernah liat adegan ini disalah satu film mesum di dunia muggle! Aku takut!

Malfoy mengangkat daguku dengan tanganku. Mendekatkan mukanya dan mukaku. Gila. MAU APA DIA?! Aku tidak boleh diam saja.

BUGH! Aku mengangkat lututku dan itu mengenai perutnya. Pasti sakit. Tapi tak apa, yang penting aku selamat dari ferret pirang itu.

Malfoy meringis kesakitan. "Apa yang kau lakukan, mudblood! Shit! Sakit, Granger!"

Aku berkata, "kau sendiri apa yang kau lakukan? Menghimpit tubuhku? Itu perbuatan tidak senonoh, akan kulaporkan kau kepada profesor Slughorn kalau kau—eh.."

Tunggu. Profesor Slughorn. Slughorn. Slughorn! Yaampun aku hampir lupa! Aku mengambil tokat sihirku yang tergeletak di lantai dan segera keluar asrama menuju asrama Gryffindor meninggalkan Malfoy yang sedang menahan sakit.

Aku harus membuat polyjuice potion!

To be continue...

Chapter 3 teaser:

Akhirnya Hermione terpaksa menyamar sendirian tanpa Harry, Ron, dan Ginny.

"Jangan pakai rambut Milicent. Aku sudah dapat yang lebih baik."

"Rambut siapa?"

"Pansy Parkinson."

APA?

"Wish me luck."

Ok, petualangan mengerikan sesungguhnya baru akan dimulai.

REVIEW PLEASE