Author : Han NN

Tittle : Can't Be Love

Cast : Jung Daehyun / Choi Junhong A.K.A Zelo

Oh Sehun / Yoo YoungJae

.

Chapter : 3 of ?

.

Genre : school life, romance, drama etc

.

Warning : THIS YAOI FANFICTION. BOYXBOY. Typo masih bertebaran, not EYD

.

A/N : zelo punya daehyun, daehyun punya saya. Yongguk punya himchan, himchan punya saya.

.

HAPPY READINGG..

.

.

Ini adalah kisah cintanya..

.

Cinta yang membuatnya terbang ke angkasa.

.

Tanpa dia ketahui, ada banyak yang tersembunyi dari indahnya cinta.

.

Masa lalu contohnya..

.

Berhati-hatilah padanya.. dan tunggu kekuatannya..

.

Masa lalu yang mengikat kalian dengan erat.

.

.

Zelo bergumam kesal. menggulung kertas yang berada dalam genggamannya. Mana bisa dia menguasai materi pelajaran ini hanya dalam satu minggu? Memang, pelajarannya tak jauh berbeda dengan materi yang dia pelajari di Amerika. Tapi tetap saja, faktor bahasa dan juga kemalasan menjadi sesuatu yang membuatnya sulit mencerna pelajaran disini.

Meremas-remas kertas itu dengan perasaan kesal setengah mati. Sesaat mengutuk sang kakak karena telah memindahkannya kesini.

.

Korea.

.

Menambahkan takar kekesalan karena mengulang kembali masa lalunya. Zelo menghembuskan nafas panjang, mungkin mencoba menetralisir rasa kesalnya. Saat ini, kelas yang ditempatinya memang sedang tidak ada guru yang mengajar. Dan zelo terlalu malas untuk mencoba bersosialisasi dengan teman-teman disekitarnya. Memilih untuk sendiri dan menutup diri. Kadang korea hanya akan baik diawal dan menimbulkan keburukan diakhir. Dan Zelo menghindari sebisa mungkin hal itu. dia hanya ingin cepat lulus dan berkunjung kembali ke negara Amerika. Meminimalkan masalah yang bisa saja dia perbuat.

"kau nampak kesulitan"

Suara itu terdengar sayup. Zelo menolehkan kepalanya dan melihat sosok Sehun duduk disampingnya. seingatnya, dari 30 menit yang lalu teman sebangkunya itu menghilang. Da tiba-tiba kini dia sudah berada disamping Zelo.

Tersenyum kecil, menggelengkan kepalanya dengan pelan.

"hanya sedikit bermasalah dengan ini semua" ucapnya sambil mengibaskan kertas yang sudah tak berbentuk karena remasannya.

Sehun terkekeh kecil, mengambil kertas dalam genggaman Zelo dan berusaha memperbaiki bentuk asli dari sang kertas.

"aku bisa membantu mu" ucapnya dengan tenang sambil meluruskan lipatan kertas yang rusak.

Zelo mengerutkan keningnya. Berfikir, apakah baik jika dia setidaknya menjalin hubungan ya.. katakanlah pertemanan pada Sehun? matanya menatap pada wajah Sehun yang kin tengah menuduk. Sehun mempunyai kulit yang putih, namun tak seputih dirinya. Memiliki hidung yang mancung dan pipi tirus yang membuat rahangnya terlihat sangat tegas. Tersenyum sesaat sebelum menyadari jika ada rasa tertarik pada dirinya terhadap pemuda disampingnya ini.

"kau mau mengajari ku?" tanya Zelo sambil menundukkan kepalanya untuk dapat melihat lebih jelas wajah Sehun.

Mata Sehun menatap dengan pasti pada iris milik Zelo yang berbinar. Binar lucu. Menggemaskan.

Berdehem kecil untuk memepertahankan ketenangan saat mata itu seakan membawanya larut kedalam dunia sang pemuda. Mengangguk kecil sambil memasang senyum gugup.

"kau sungguh baik Sehun~"

Ini pertama kalinya dia melihat Zelo bersikap seperti ini. menampilkan senyuman lebarnya dengan mata yang berbinar. Tangan Zelo menarik-narik lengannya. Membuat Sehun bisa saja terjatuh pingsan saat ini.

.

Sungguh.

.

Zelo sangat menggemaskan.

.

Lagi, dia berdehem kecil. Menggaruk tengkuknya dnegan canggung. Menatap mata Zelo yang membuatnya terdiam.

.

Dan..

.

Dia pun terpsona pada mata itu..

.

Mata yang polos..

.

.

Mata bening yang mulai saat ini menjadi mata yang selalu ingin dilihatnya..

.

:

:

:

Bel sekolah terlah berbunyi. Menandakan berakhirnya proses belajar yang tengah dijalani Zelo. Tersenyum riang sambil dengan semangat memasukkan seluruh peralatan tulisnya kedalam tas, menyandangnya dengan cepat. langkahnya terhenti ketika jemari itu mengaitkannya pada tangannya.

"e-eh"

Melihat dengan jelas jemari Sehun yang menggenggam erat tangannya. menaikkan sebelah alisnya meminta penjelasan.

"aku hanya ingin bertanya, kau mau mulai kapan?" tanya Sehun dengan kegugupan yang terlihat nyata.

Zelo nampak berfikir sesaat. tidak menyadari jika tangannya masih digenggam erat oleh Sehun.

"bagaimana jika besok saja. dia apartemen ku. jam 3 sore?" tawar Zelo.

Sehun mengagguk paham. Dan dengan canggung juga ketidakrelaan melepas jemarinya pada tangan Zelo dan melepaskan sosok menggemaskan itu berjalan dengan langkah cepat.

:

:

Zelo berjalan menuju sebuah cafe. Ini adalah cafe faforitnya. Dulu, dia sering kesini bersama yongguk hanya untuk membeli secangkir americano. Americano disini sangat nikmat. Hingga menjadi minuman faforitnya bersama sang kakak. Namun dia baru ingat akan cafe ini setelah 4 hari dia tinggal disini. Dan sekarang, dia berdiri didepan seorang barista yang tengah menyiapkan minuman.

"americano"

"americano"

Zelo menolehkan kepalanya pada suara yang memesan pesanan yang sama dengannya.

"ka-kau"

Tunjuk Zelo pada sosok pemuda tampan didepannya. Pemuda itu nampak terkejut sesaat, namun dengan cepat pemuda itu kembali pada kesadarannya. Memasang wajah dingin dan dengan kasar menepis jemari Zelo yang berada didepan wajah pemuda itu.

"tidak baik menunjuk orang yang lebih tua dari mu, Zelo" ucapnya sambil tersenyum tipis.

Zelo mengerjap-ngerjapkan matanya. Melihat pemuda itu tengah mengambil secangkir amricano yang ternyata tanpa dia ketahui telah tersedia dimeja kayu itu.

"kenapa kau diam seperti itu?" tanya pemuda itu sambil mengulurkan cangkir berisi minuman faforitnya itu.

Zelo pun tak tahu, mengapa kerja otaknya sangat lambat saat ini. dan kenapa sesaat dia berfikir jika pemuda didepannya ini terlihat sangat tampan. Menghidupkan kembali kesadarannya dan dengan cepat mengambil cangkir itu.

"Jung Daehyun.. kenapa kau lama sekali hah?"

Seorang pemuda berambut coklat berdiri disamping Daehyun. Memukul kepala sang pemuda dengan gulungan kertas yang dibawanya.

"jangan pukul kepala ku" desis Daehyun sambil menyodorkan cangkir berisi americano itu kearah pemuda berambut coklat.

Dan pemuda itu tersenyum. Mata mereka bertemu. Zelo tahu jika pemuda itu adalah sosok yang sangat ramah. Pandangan matanya menandakan kehangatan. Juga kesabaran. Senyumannya juga entah mengapa membuat Zelo seolah sudah mengenal lama sosok ini.

"a-ah.. kau teman Daehyun?" tanya pemuda itu.

Zelo menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya. Mengerjap-ngerjapkan matanya bingung. Sebenarnya ada apa dengannya?

"dia tetangga baru ku" jelas Daehyun segera mengambil alih perhatian Zelo yang sesaat sepertinya blank.

Pemuda itu mengangguk-anggukan kepalanya. Dan Zelo bisa lihat sebuah senyuman aneh yang dilayangkan pemuda itu pada Daehyun. Matanya melihat dengan jelas ekspresi wajah Daehyun yang seolah menyuruh pemuda itu untuk diam.

"aku Youngjae. Teman satu universitas Daehyun"

Ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangannya. Dan dengan sedikit kegugupan Zelo mengulurkan tangannya untuk membalas jabatan tangan teman universitas Daehyun itu.

"Zelo" ucapnya terdengar sangat pelan.

"kau sendirian? Bagaimana kalau bergabung dengan kami saja?" tawar yongjae sambil mengangkat kepalanya ke arah Daehyun.

Zelo nampak berfikir sesaat. mengamati wajah Daehyun yang dingin dan menatapnya datar. Kenapa pemuda ini mememilki banyak sekali ekspresi yang berbeda dalam satu waktu? Namun tak bisa dipungkiri. Dia menyukai wajah Daehyun yang dingin. Walaupun itu terlihat sangat menyebalkan.

Yongjae menyikut Daehyun yang hanya terdiam.

"kau tidak keberatan kan?" tanya yongjae saat dilihat sang sahabatnya itu tengah melamun. Mungkin dia menafsirkan jika Daehyun tidak menyukai usulnya untuk membawa Zelo ikut serta diantara mereka.

"t-tidak tentu saja tidak" jawab Daehyun dengan cepat.

Namun mata Daehyun sama sekali tidak menatap Zelo. Membuat Zelo berfikir mungkin saja dia tidak suka jika Zelo bergabung dengan mereka. merasakan rasa tidak mengenakkan dalam hatinya. canggung pula. Zelo menggaruk tengkuknya sambil meremas erat cuping cangkir dalam genggamannya.

"aku rasa tidak perlu. Daehyun hyung sepertinya tidak ingin di ganggu" jawabnya sambil tersenyum.

Yongjae terdiam sesaat. mengerjap-ngerjapkan matanya tak kuasa.

Apa itu barusan?

Senyuman yang pemuda manis ini tampilkan didepannya?

Melirik ke arah Daehyun yang hanya bisa mengalihkan pandangannya. namun terlihat jelas kegugupan pada wajah itu.

.

Pantas.

.

Pantas saja Daehyun berubah..

"tidak, Zelo. Daehyun memang seperti itu. jangan khawatirkan dia. Ayo ikut bersama ku" ucap Youngjae sambil menarik tangan Zelo yang bebas dan membawa pemuda manis itu ke arah meja yang mereka tempati.

Melihat dengan menahan tawa saat pada Daehyun berdiri dengan tangan kanan menyentuh dadanya, nampak menetralisir degup jantung yang tak normal.

.

Pesona Zelo telah merasuki sang sahabat..

:

:

:

"jadi kau pernah tinggal di Amerika?"

Tanya Youngjae sambil membulatkan matanya dengan antusias. Zelo mengangguk. Senyuman selalu tercetak dengan indah pada wajahnya. Membuat takaran kemanisannya bertambah. Dan juga membuat sosok Daehyun disebelahnya bergerak tak nyaman karena melihat senyuman itu terus menerus.

"lalu kenapa kau pindah ke Seoul?" tanya Youngjae penasaran.

Zelo menyeruput americanonya, menaruhnya dan mengembuskan nafas pelan.

"mungkin karena kelakuan ku. hyung ku akhirnya tidak tahan dan mengirim ku ke seoul" jawabnya sambil menyandarkan punggungnya pada kursi.

Youngjae mengangguk-anggukan kepalanya, melirik pada Daehyun yang hanya bisa diam.

Dasar anak ini, bukannya mencoba untuk mengetahui lebih jelas sosok pemuda disampingnya malah asik dengan dunianya sendiri.

Youngjae menatap ke arah Zelo yang tengah memainkan ponselnya dengan senandung kecil keluar dari bibirnya.

Kesempatan bagus untuk mencaci maki Daehyun yang tak tahu diuntung.

Youngjae menendang dengan kuat kaki Daehyun dari bawah meja.

"AHH"

Daehyun berteriak dengan keras sambil menundukkan tubuhnya, jemarinya mengelus ujung sepatunya. Rasa sakit menyebar pada tubuhnya dengan cepat. melihat dengan jelas sepatu Youngjae yang masih berada diatas sepatunya.

Zelo menatap Daehyun dengan bingung. Matanya mengerjap-ngerjap. dan saat itulah Daehyun mengalihkan pandangannya dan menatap Zelo yang sedang menatapnya dengan kerjapan mata yang sangat menggemaskan.

Refleks, tangannya menyentuh letak dimana jantungnya berada.

"ohh.. kapjagi" jeritnya kaget sambil dengan tak sadar tubuhnya bergerak mundur hingga membuat kursinya bergerak ke arah belakang.

"apa yang terjadi hyung? kenapa kau berteriak?" tanya Zelo penasaran. Tangannya berada didepan dada dengan ponsel masih tergenggam dengan erat.

Daehyun langsung menatap Youngjae. Ingin memakinya namun teringat bahwa Zelo berada disini bersamanya. Menelan bulat-bulat rasa kesalnya ketika melihat wajah tanpa dosa Youngjae yang meminum americanonya dengan sebuah senyuman puas.

Daehyun menggeleng. Membenarkan kembali letak kursinya dan melihat bahwa sepatu Youngjae sudah tidak lagi berada diatas kakinya.

"tidak apa-apa. Hanya tadi ada sesuatu yang membuat kaki ku sakit" jawab Daehyun dengan suara setenang mungkin.

"sakit? apakah ada semut yang menggigit mu hyung?" tanya lebih antusias Zelo sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Daehyun.

Lagi. tubuhnya bergerak mundur hingga kursinya ikutan bergerak mundur. Menyadari jika pertanyaan Zelo sangat polos. Memangnya hanya semut saja yang bisa menggigit dan membuat kaki mu sakit? Dan lagi, wajah Zelo yang setidaknya berjarak dekat dengan wajahnya.

Hey.. seseorang tolonglah dirinya yang sekuat tenaga untuk tidak menggigit pipi berkulit sangat putih yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Jika saja Daehyun lebih berani dan memajukan wajahnya, bisa dipastikan wajah mereka akan bertemu dan memungkin terjadinya sesuatu yang sangat diharapkan Daehyun.

.

Menyentuh kulit itu..

.

"a-ah lupakan" ucap Daehyun dengan gusar.

Zelo memundurkan wajahnya, menatap heran pada Daehyun. Hendak protes namun lebih memilih diam. Entah, kekuatan apa yang dimiliki Daehyun. Dia seakan patuh pada suara perintah yang Daehyun keluarkan. Memilih untuk kembali berkutat pada ponselnya.

Daehyun mendengar tawa tertahan dari Youngjae. Menggertakkan giginya dan memberikan tatapan yang seolah berarti 'tunggu pembalasan ku' pada Youngjae.

Dan Youngjae hanya membalasnya dengan tawa puas..

:

:

:

Mereka berjalan beriringan. Dengan posisi Zelo disebelah kanan, ditengah Youngjae, dan di kiri Daehyun. Youngjae memutar bola matanya dengan malas. Kenapa Daehyun bisa menjadi sepenakut ini sih?

Bahkan untuk berjalan disamping Zelo saja dia tidak berani. Ingin sekali rasanya Youngjae menarik Daehyun untuk berada diposisinya dan mengajak Zelo untuk mengobrol barang sejenak.

Daehyun hanya terlalu takut, sedangkan Zelo sendiri nampaknya hanya menunggu Daehyun untuk dapat bergerak mendekatinya. Zelo pemuda yang sangat terbuka jika dia memang ingin berteman dengan orang tersebut. Zelo orang yang sangat susah untuk dapat berbagi dengan orang disekelilingnya kecuali jika memang dia benar-benar mempercayai orang tersebut.

Ya. Itulah yang dapat dia tanggap dari sikap Zelo hari ini. Zelo yang selalu diam dan menunggunya untuk bertanya. Namun berbeda saat bersama Daehyun. Zelo lah yang memulai mempertanyakan sesuatu pada Daehyun. Dan sayangnya, sahabatnya yang bodoh itu tidak peka terhadap keterbukaan diri Zelo padanya.

"sudah sampaiiii" ucap Youngjae saat mereka sudah berada di halte.

Melambai-lambaikan tangannya pada sosok Zelo dan Daehyun yang lebih memilih berjalan karena memang letak apartemen mereka tak jauh dari cafe tersebut. Zelo membalas lambaian tangannya dengan senyuman yang sangat manis. sedangkan Daehyun hanya menatap datar pada Youngjae.

"sampai bertemu lagi Zelo" ucapnya sambil mencubit dengan gemas pipi Zelo.

Zelo mengernyit "iya hyung" jawabnya sambil mengusap-usap pipinya.

Daehyun menatap Youngjae dengan tatapan membunuh, mengerutkan keningnya dan meringis melihat wajah kesakitan Zelo. Daehyun seakan ingin mencekik Youngjae saat ini juga. namun sahabatnya itu hanya tersenyum menggoda saat dilihatnya Daehyun mulai berani membuka rasa perhatiannya. Dan dengan berani, Youngjae mengelus lembut surai biru milik Zelo. Membuat Daehyun ingin segera berada berdua dengan Youngjae untuk mematahkan tangan itu.

"kau harus hati-hati. Seoul itu kota yang termasuk kejam. Apalagi kau tinggal sendiri. aku tidak bisa membayangkan pemuda seusia mu tinggal sendiri di kota yang besar seperti ini" ucap Youngjae , tangannya kembali terulur ingin mencubit pipi Zelo saat pemuda manis itu kembali melebarkan senyumannya.

Sungguh. Zelo sangat menyukai sikap penuh perhatian Youngjae. mengingatkannya akan himchan. Sosoknya benar-benar seperti himchan, membuatnya nyaman. Walaupun dia baru mengenal sosok Youngjae.

Namun mereka berdua tertegun saat tangan Daehyun menepis kasar tangan Youngjae yang hendak mencubit pipi Zelo. Kembali, Zelo mengerjap-ngerjapkan matanya. Memandangi Daehyun yang memasang wajah datar.

"dia kesakitan. Kau tidak lihat?" ucap Daehyun saat tatapan Zelo dan Youngjae menuntutnya penjelasan.

Youngjae mengulum senyuman.

.

Sahabatnya yang bodoh..

.

Sedang jatuh cinta.. kembali..

.

Tertawa kecil, mengusuk surai Zelo dengan lembut "aku harus pergi. Daehyun, jaga baik-baik Zelo" ucap Youngjae saat dilihatnya bus yang akan ditumpanginya sudah mulai tampak. Berlari sambil melambaikan tangannya.

Dengan senyuman riang Zelo membalas lambaian tangan Youngjae. dia tidak menyadari jika saat ini dia hanya tinggal berdua dengan Daehyun. Rasa gugupnya mulai merambat. Berdehem kecil untuk mencairkan suasana yang canggung.

Daehyun pun berdehem pelan, memasukkan tangannya kedalam saku jaket. Menyembunyikan jemarinya yang sedari tadi bergetar. Entah karena apa, atau mungkinkah ini adalah reaksi tubuhnya saat dia bersama Zelo? Entahlah dia juga tidak tahu.

"ayo.. kita jalan" ajak Daehyun dengan gugup. Menggaruk tengkuknya.

Zelo mengangguk, berjalan mendahului Daehyun. Dan tak lama kemudian sosok Daehyun berjalan beriringan disampingnya.

Mereka hanya diam. Mungkin bingung untuk dapat membuka percakapan. Dengan Daehyun yang sedari tadi meredakan sesuatu yang tak normal didadanya. Dan dengan Zelo yang menunggu Daehyun untu memulai percakapan.

Namun tidak terjadi percakapan. Mereka hening. Melangkah dengan tenang seiring dengan udara sore yang mengelus wajah keduanya.

"aku suka musim gugur" ucap Zelo pelan sambil mengadahkan tangannya untuk menangkap daun daun kering yang bertebarangan disekitarnya.

Daehyun menolehkan kepalanya, menatap wajah Zelo yang sangat tenang. Menghadiri kembali sengatan. Dan Daehyun segera mengalihkan tatapannya, sungguh. Dia tidak berani berlama-lama menatap wajah itu. menatap pada daun daun yang berterbangan disekitarnya. Tersenyum tipis.

"aku juga. tapi, aku lebih menyukai musim dingin" respon Daehyun sambil mencoba menangkap satu daun yang terbang tak jauh dari jangkauan tangannya.

"musim dingin?" Zelo menggeleng-gelengkan kepalanya "aku tidak suka musim dingin"

Mengerutkan keningnya. Mengabaikan daun yang sedikit lagi sampai pada genggamannya dan lebih memilih menatap sang pemuda yang lebih muda.

"kenapa?" tanyanya dengan penasaran.

"musim dingin itu menyebabkan aku flu. Aku alergi pada udara dingin" jawab Zelo dengan ekspresi seolah-olah dia berada dalam kepungan es saat ini.

Tersenyum. dia menyukai wajah Zelo. Wajah yang diam-diam membuatnya tersenyum. satu lagi yang dia ketahui tentang Zelo. Dia tidak suka dingin. Jemarinya kini sudah tak bergetar seperti tadi. Mungkin dia harus banyak-banyak bicara untuk meredakan kegugupannya pada Zelo.

"lalu kenapa hyung menyukai musim dingin?" tanya Zelo sambil memekik senang karena satu daun mendarat tepat di atas telapak tangannya.

Mata Daehyun berbinar "karena musim dingin membuat ku bertemu dengan.."

Dan Daehyun terdiam, binar pada matanya meredup. Menyadari betapa bodohnya dia masih mengenang kembali kejadian lalu yang sangat ingin dia lupakan. Ucapannya terhenti dan membuat Zelo yang asik dengan daun ditangannya menatap heran pada Daehyun.

"hyung.." panggilnya sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Daehyun.

Namun Daehyun tak bereksprsi. Mata itu seolah mengenang kembali semuanya. Saat sosok itu berjalan di tengah salju dengan tubuhnya yang terbungkus berbagai baju musim dingin yang tebal. Saat sosok itu tersenyum padanya dan melambaikan tangannya yang terbungkus sarung tangan tebal berwarna birunya. Kenapa semuaya terasa nyata bagi Daehyun?

"Daehyun hyung.." panggil Zelo kembali dengan menggoyang-goyangkan tangan Daehyun.

"Daehyun hyuuuuuunggggg~" rengek Zelo saat dilihatnya Daehyun kembali tak berespon.

Namun kali ini Daehyun tersadar. Melihat wajah kesal Zelo karena diabaikan. Tersenyum gugup untuk menyembunyikan rasa sakitnya.

"maaf, Zelo" ucapnya sambil dengan refleks mencubit pipi Zelo.

Zelo membeku. Tangannya yang memegang lengan Daehyun terlepas. Dan langsung, semburat merah itu berada tepat dipipinya. Mengibas-ngibaskan pipinya yang terasa panas. Senyuman malu tercetak dengan jelas pada wajahnya.

"hyungggg, apa yang kau lakukan?" jerit Zelo sambil menutupi wajahnya dengan daun yang tadi mendarat ditangannya.

Daehyun menaikkan sebelah alisnya, apa yang telah dia lakukan? Dia hanya mencubit Zelo kan? Membiarkan kulitnya menyentuh tekstur lembut dari sang pemuda manis ini. namun kenapa respon Zelo sangat berbeda dari respon saat Youngjae yang mencubit pipinya?

"mwo?" tanya Daehyun sambil menatap Zelo yang kini membalikkan tubuhnya tak mau menatap Daehyun.

"hyung.. jangan tatap aku" ucapnya dengan nada menggemaskan.

Daehyun menatap punggung Zelo. Pemuda ini hanya malu dikarenakan ia mencubit pipinya? bagaimana jika Daehyun menciumnya? Menggeleng-gelengkan kepalanya, fikiran macam apa itu?

"baiklah. Aku tidak menatap mu. tapi, Zelo.. aku hanya mencubit mu" ucap Daehyun. Entah kemana perginya semua kegugupannya tadi. Kini dia memegang bahu Zelo dan mencoba membuat pemuda manis itu membalikkan tubuh ke arahnya.

"iyaa, tapi itu membuat ku malu.." gumam Zelo namun tetap teguh untuk mempertahankan posisinya kini.

"tapi, tadi juga Youngjae mencubit mu.. dan kau tidak malu" ucap Daehyun.

Namun Zelo masih terdiam. meremas daun dalam genggamannya, hingga hancur. Dia gugup saat ini. Daehyun menatap rambut Zelo. tangannya terangkat, menyentuh rambut kebiruan milik Zelo dan mengelusnya pelan.

Dan membuat sosok sang pemuda lebih membeku. Matanya membulat. Dia tidak tahan. Ini sudah keterlaluan. Jantungnya sudah sangat tidak normal. Membalikkan tubuhnya dan menatap Daehyun yang tengah tersenyum.

"jadi.. alasan mu menyukai musim dingin itu karena musim dingin membuat mu bertemu dengan..?" tanya Zelo mengalihkan pernyataan Daehyun yang tadi. Tidak. dia tidak ingin menjelaskannya saat ini. ini terlalu cepat. juga dia ingin mendengar alasan Daehyun menyukai musim dingin.

Menggaruk tengkuknya "bertemu dengan.. dengan.. Youngjae.. ahh.. Youngjae" jawabnya terdengar puas karena dia berhasil menjawab pertanyaan itu.

Zelo menatapnya lama. Ada kekecewaan dalam matanya. Kekecewaan yang tak akan dapat dilihat Daehyun karena sekuat tenaga Zelo coba tutupi. Mengapa? Mengapa hatinya terasa sesak mendengar jawaban Daehyun?

"kau dan Youngjae hyung, berhubungan..?" tanya Zelo dengan hati-hati. Rasa bahagia dan kegugupanya pun pudar. Tergantikan oleh rasa cemas. Lihat? Korea selalu membuat terasa baik di awal namun akan menjadi buruk diakhir.

Daehyun mengerutkan keningnya. "hubungan? Apa?"

Menggigit bibirnya. dia takut. Takut untuk mendengar jawaban Daehyun.

"hubungan.. ya.. hubungan.. seperti itu" ucapnya sambil menundukkan kepalanya dan memainkan ujung sepatunya.

Bisakah Daehyun katakan jika saat ini Zelo terlihat sangat menggemaskan? Menahan sekuat tenaga agar dia tidak kembali mencubit pipi Zelo dan membuatnya malu seperti tadi. Namun.. Daehyun mengernyit menahan teriakan frustasinya. Mengapa Tuhan baik sekali bisa menciptakan manusia semanis ini? sungguh, dia ingin sekali membuat pemuda didepannya ini menjadi miliknya.

"hubungan itu beragam, Zelo. Yang kau maksud itu hubungan seperti apa? Jika yang kau maksudkan hubungan persahabatan. Ya. Aku dan Youngjae memang bersahabat dengan baik" jelas Daehyun sambil terus menatap Zelo yang masih menundukkan kepalanya.

Namun kepala itu terangkat, matanya berbinar dengan senyuman yang sangat manis.

Ohh Tuhan.. cobaan apa lagi ini? mengapa dia tersenyum seperti itu?

"hanya sahabat?" tanya Zelo dengan antusias.

Daehyun mengangguk, mengusuk surai Zelo dengan lembut.

"tapi.." mata itu meredup sesaat.

"pasti Youngjae hyung itu orang yang sangat spsial untuk mu, hyung. buktinya kau menyukai musim dingin karena musim dingin membuat mu bertemu dengannya" jelasnya dengan suara pelan.

Merasa bersalah saat dia bisa-bisanya berbohong pada makhluk sepolos ini. memohon maaf dihatinya karena dia telah membohongi Zelo. Dia hanya tidak bisa berbagi tentang sosok itu dengan Zelo. Tidak, untuk saat ini. dia lebih memilih menyimpan alasan yang sebenarnya untuk dirinya saja.

Tersenyum, mendekatkan wajahnya pada wajah Zelo yang menunduk. Wajah itu terangkat dan menatap Daehyun dalam.

"tidak selalu spesial itu berhubungan dengan cinta kan? Kadang suatu yang spesial bisa berarti kau bertemu seorang sahabat yang hebat seperti aku bertemu dengan Youngjae. Youngjae adalah orang yang spesial karena dia adalah sahabat yang sangat hebat. Dan aku sangat senang karena telah bertemu dengannya" jelas Daehyun.

Mata itu mengerjap-ngerjap. tak menyangka jika alasan Daehyun sangat membuat hatinya tersentuh. Padahal dia tidak tahu, jika Daehyun sedang berbohong dirinya..

.

Aku menyukai musim dingin karena aku bertemu dengannya..

Dengannya.. yang sampai saat ini tak bisa ku lupakan..

.

"ayo kita jalan" ajak Daehyun karena mereka terlalu lama terdiam. Zelo mengangguk, tersenyum dan kembali bertingkah seperti anak kecil.

Mengadahkan tangannya dan menunggu daun-daun kering itu mendarat di telapak tangannya.

"kenapa kau ingin sekali ada daun yang jatuh ditelapak tangan mu?" tanya Daehyun penasaran sambil mengawasi bayangan Zelo yang tersenyum senang.

Menghembuskan nafas panjang. "kakak ku pernah berkata, saat musim gugur tiba dan daun-daun berterbangan cobalah untuk membiarkan daun itu berterbangan dan mendarat di telapak tangan mu dengan sendirinya.." ucapan Zelo terhenti saat sebuah daun mendarat dengan mulus ditangannya.

..dan buatlah sebuah permohonan. Maka pemohonan itu dapat dikabulkan" lanjutnya sambil memejamkan mata, bergumam dalam hati tentang permintaannya.

Daehyun menatapnya dalam. Sosok Zelo yang polos dengan mata tertutup. Ini mitos. Namun untuk pemuda seusia Zelo dia masih mempercayai hal-hal semacam ini. hatinya bergetar. Makhluk polos yang sudah Tuhan kirimkan ini harus dia jaga. Sebaik-baiknya. Tak harus ada cela pada kepolosannya.

"permohonan apa yang kau buat?" tanya Daehyun saat dilihatnya mata Zelo sudah terbuka kembali. Cukup khawatir karena Zelo berjalan sambil memejamkan matanya, mengawasi dengan seksama langkah sang pemuda.

"aku ingin menjadi kekasih Daehyun hyung" ucapnya tanpa dosa.

Dan Daehyun pun mematung. Langkahnya terhenti. Kerja jantungnya sudah tak tentu arah. Kalau bisa keluar, jantungnya sudah dipastikan keluar saat ini juga.

Zelo terkekeh. Dia memegang perutnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"aku bercanda hyung" ucapnya sambil menarik tangan Daehyun untuk kembali meneruskan langkahnya.

Daehyun mencubit pipi Zelo dengan gemas. Masa bodoh jika pemuda itu akan bersikap seperti tadi. Dan benar, pipi Zelo langsung memanas, tangannya mengibas-ngibaskan daerah pada pipinya yang memanas. Namun ia hanya diam. Diam dan meredam degup jantungnya.

Sesaat Daehyun merasa kecewa. Kenapa hanya bercanda? Bahkan jika itu adalah keinginan Zelo yang sesungguhnya.. Daehyun..

.

Akan.. mengabulkan permohonan itu..

.

Tidak perlu memohon pada Tuhan. Karena dengan cepat dan pasti, Daehyun akan mengabulkan permohonan itu.

Tak terasa, gedung apartemen keduanya sudah berada didepan mata. Mereka memasuki lobi dengan kediaman. Didalam lift pun sama. Mereka hanya diam. Apartemen Daehyun terletak di lantai 2, sedangkan Zelo dilantai 3.

TING..

Pintu terbuka, lantai 1. Seorang lelaki paruh baya keluar dari lift itu dan membuat mereka kini hanya berdua. Daehyun berdehem kecil.

"Zelo, kenapa kau menyukai musim gugur?" tanya Daehyun

Zelo menatapnya. Tatapan yang dalam. Membuat Daehyun seketika tak bisa berkata apa-apa. Ada apa dengan anak ini? mengapa tatapan itu seakan menghentikan segala gerakannya.

Zelo tersenyum..

TING.

Lantai 2. Daehyun masih ingin mendengar jawaban dari Zelo. Namun, dia melangkah ragu keluar dari lift. Membalikkan tubuhnya dan menatap pintu lift yang perlahan menutup..

Namun.. dia masih bisa dengar perkataan Zelo sebelum pintu itu tertutup sempurna..

.

"karena musim gugur telah membuat ku bertemu dengan mu, Daehyun hyung.."

.

.

TBC.

RnR juseyoooo..