Author : Han NN
Tittle : Can't be Love
Cast : Jung Daehyun / Choi Junhong a.k.a Zelo / Oh Sehun / Xi Luhan / Yoo Youngjae / Moon Jongup
.
Genre : school life, drama, romance, sad dll..
.
A/N : Zelo punya Daehyun tapi Daehyun punya saya, Yongguk punya Himchan tapi Himchan punya saya.
.
Warning : BOYXBOY, shonen-ai, still have a Typo, Not EYD its yes, don't like with my pair? Dont read.
.
.
.
Thanks to mba-mba Sistar19 – GNAAL and 2PM A.D.T.O.Y
.
.
.
I want to say Happy Birthday to our busan namjaaa.. Jung Daehyun. jagiyaa... jaga Junhong baik-baik okey?
.
.
HAPPY READING
.
.
.
.
Bantu aku untuk melupakannya
Dia yang sudah tak mungkin ku miliki
Bantu aku melangkah..
Menuju jalan baik tanpa halangan dan sandungan..
Genggam tangan ku..
Dan katakan..
Jika ini semua baik-baik saja..
.
.
Baik-baik saja..
.
.
.
.
Zelo menatap langit-langit kamarnya. Segalanya seolah berlomba memasuki fikirannya. Dia butuh memilah semua yang telah terjadi. kejadian yang cepat. kejadian yang otaknya pun tak mampun untuk cerna.
.
'kau sudah menerima Sehun menjadi kekasih mu'
.
Kepalanya berdenyut. Zelo meringis, apakah benar?
.
Dia meragukan hatinya.
'ini bukan pelampiasan bukan?'
Sekali lagi. kepalanya berdenyut sangat kuat. Bayangan Daehyun seakan masuk dan menghancurkan segala pertahanan yang dia coba dia buat. Dia tegar. Namun saat sudut matanya mulai mengeluarkan air mata. Dia tahu..
Dia sudah lemah..
:
:
:
"kau tahu Moon rasanya melihat dia menganggukkan kepalannya.. hahahah.. sakit sekali.. ingin rasanya aku memukul kepala pemuda ingusan itu. dia sudah merebut Zelo dari ku.. hahahha" Daehyun meneguk cairan berwarna merah pekat itu dengan cepat.
Jongup. Yang berada disisi Daehyun hanya mampu menggelengkan kepalanya. Dia ingin menghentikan Daehyun. namun.. dia tahu. yah.. dia mengerti saat-saat dimana kita ingin menghapuskan segala kepenatan yang ada. Dan dia mencoba mengerti posisi Daehyun saat ini.
Karna dia pernah berada dalam posisi Daehyun..
Kehilangan arah.. tak mampu mengenal diri sendiri..
Jongup menatap pada tubuh Daehyun yang sepertinya sudah tidak seimbang lagi. kini, kepala pemuda itu sudah tertelungkup diatas meja dengan memegang sebuah botol bir. Botol bir kelimanya. Jongup menatap jam tangan dipergelangan tangannya. dia menunggu..
Dia menemukan Daehyun sudah menghabiskan 3 botol bir. Melihat kekacauan pada mata pemuda yang biasanya bersikap dingin itu. Daehyun sendiri, maka dari itu dengan segera dia menelpon Youngjae dan mengatakan keadaan Daehyun.
Memberikan dia kesempatan untuk mendengar suara Youngjae. walau hanya berupa gumaman tak jelas dan juga geurutuan kesal dan kaget, juga khawatir.. dia tahu, Youngjae sangat menyayangi Daehyun seperti keluarganya sendiri.
Jika saja dia menolak ajakan Kris untuk pergi ke bar, dia tidak akan menemukan Daehyun dan membuatnya bisa mendengar kembali suara Youngjae, bahkan mungkin.. melihat sosok itu.
Sosok yang menghindarinya..
Daehyun masih dapat mengenalinya, berarti Daehyun tak terlalu mabuk dan masih bisa mengontrol fikirannya. Tapi Jongup yakin, sosok ini tak akan bisa sampai dirumah dengan selamat. Walaupun dia tahu tempat tinggal Daehyun dan bisa saja langsung mengantarkannya kesana. Fikiran Jongup tiba-tiba saja menyadari keinginan terdalamnya. Bertemu Youngjae dengan beralasan Daehyun..
dan inilah yang tengah dia lakukan. Karena dia tahu, Youngjae tidak akan mau bertemu dengannya lagi.
30 menit kemudian. Sosok yang ditunggunya datang. Dengan terburu-buru dan nampak sangat berantakan. Jongup dapat lihat pemuda itu hanya memakai sweater untuk menutupi piyama yang dia pakai. Jongup terkekeh kecil melihatnya.
"dasar Jung pabo" gerutunya sambil menarik tangan Daehyun untuk bertengger dipundaknya.
"hyung.. biar aku saja" cegah Jongup dan menghadang pergerakan pemuda itu.
Youngjae. pemuda itu tak memedulikan tawaran Jongup. Dia bahkan tak ingin sama sekali bertatapan dengan Jongup. Mata kelam itu hanya akan membuat Youngjae bertekuk.
Jika saja Jongup tidak mengatakan ini tentang Daehyun, Youngjae tidak akan mau mengangkat telpon dari Jongup.
"dasar bodoh.. kau itu kenapa sih?" dia bertanya pada sosok Daehyun yang sudah kehilangan kesadaran. Memapahnya keluar dari bar dan bergerak menuju mobilnya. Tak menyadarri jika Jongup mengikuti langkahnya.
Jongup tiba-tiba menghubunginya. Mengatakan jika dia melihat Daehyun sedang mabuk disebuah bar. Dia sungguh tidak akan mau keluar pada jam 2 pagi jika dia mengingat bahwa ini adalah Daehyun. sahabatnya. Sahabat yang sudah bagaikan saudara baginya. Dia juga tak akan mau lagi bertemu dengan Jongup jika saja pemuda itu tahu jelas dimana Daehyun berada saat itu.
Youngjae memasukkan tubuh Daehyun kedalam mobilnya. Dia bersiap menuju kemudinya saat lengan Jongup mencengkram kuat pergelangan tangannya.
"kau tidak bisa terus menerus menghindari ku seperti ini, hyung" ujar Jongup terdengar lelah. Dia menarik tubuh Youngjae lebih dekat, dan tentu saja Youngjae memberontak dengan kuat.
"kau sudah memenangkan taruhannya! Jadi jangan ganggu aku lagi!" teriak Youngjae sambil menghempaskan tangannya dari genggaman Jongup.
Jongup memandangnya tajam. Seolah memberikan sebuah makna yang tak terbaca. Dan Youngjae sudah menutup matanya untuk menangkap makna itu. dia sudah lelah. Dan dia menyerah..
"bukankah dulu kau yang sangat bersemangat mengejar ku?"
"itu dulu! Dan tidak akan terjadi lagi" Youngjae sedikit mendorong tubuh Jongup.
"maafkan aku"
Dia sudah muak dengan kata maaf. Dulu, dia memang mengejar Jongup dengan posesif. Mengatakan pada siapa pun jika Jongup adalah miliknya. Menggandeng lengan Jongup tanpa memedulikan tatapan tajam dari siapa pun.
Tapi.. itu dulu.. sebelum dia tahu jika Jongup menjadikannya barang taruhan.
Mereka bertaruh. Sampai kapan Youngjae mengejarnya dan jika Jongup bisa menahannya selama 6 bulan.
Sebuah Burgatti jatuh ketangan Jongup dengan mudah.
Dan saat itu. dia sudah muak dengan wajah polos Jongup yang dulu amat dia sukai.
"anggap aku adalah sebuah barang yang kau inginkan. Lalu kau beli dan kau pakai. Dan saat aku sudah rusak dan tidak lagi berguna.. maka buanglah aku.."
Dengan penuh amarah, dia memasuki mobilnya dan meninggalkan Jongup yang terdiam..
:
:
:
"Sehun, kau sakit? wajah mu pucat sekali" ujar Luhan sambil meletakkan punggung tangannya di dahi Sehun.
Sehun menggeleng, menghindari sentuhan dari Luhan. Sedikit khawatir pada wajah Sehun yang nampak lelah, juga tertekan..
"biarkan aku sendiri, hyung" Sehun pun masuk kedalam kamarnya dengan Luhan yang menatapnya heran. Juga sesak..
'ada apa dengan mu sebenarnya?'
:
:
:
Sehun melonggarkan dasi yang melingkar di kerah lehernya. Dia membuang tasnya dan terduduk ditepi tempat tidurnya dengan fikiran kacau.
Dia tidak mengerti dengan jalan fikirannya sendiri.
Apa yang telah kau lakukan?
Kejadian beberapa jam yang lalu membuat dia mencaci dirinya sendiri.
Dia tidak langsung pulang sehabis dari apartement Zelo. Dia mengemudikan mobilnya tak tentu arah. Sambil memikirkan tentang perbuatan berani yang telah dia lakukan. Tak menyadari jika tangki bensin dalam mobilnya sudah habis dan membuatnya terpaksa meninggalkan mobil itu ditepi jalan dan membiarkan langkahnya tersaruk menuju rumah. Dia juga tak menyadari tiap langkah yang telah dia tapaki.. fikirannya menerawang seiring dengan kemerlap lampu dijalanan yang menemani langkahnya..
Ya.. dia menyukai Zelo.
Dia memang menyukainya..
Namun.. rasa sukanya pada Luhan lebih besar daripada rasa sukanya pada Zelo.
Dia seakan bodoh. Dia telah membuat sosok polos itu sebagai kebohongan dari hatinya.
.
Kau mengatakan kebohongan Oh Sehun..
.
Sehun menjenggut kuat-kuat surai keemasan miliknya. Dia berteriak seraya melayangkan kepalan tangannya ke arah bingkai foto yang berisi foto dirinya dan Luhan.
"mengapa kau harus menjadi kakak ku?" desisnya tajam sambil menatap pada bingkai itu yang sudah pecah.
"mengapa kau menyetujui perjodohan bodoh itu?! kenapa Luhan.. jawab aku" dia berteriak sambil mengacak segala yang ada didalam kamarnya.
"Sehun.." panggilan lembut itu mengudara seiring dengan ketukan dipintu kamarnya.
"PERGI!"
Dan sosok Luhan hanya mampu mencengkram kuat kenop pintu kamar Sehun.. dia belum pergi dari depan kamar Sehun.. iris lembutnya memudar..
Dia mendengarnya..
:
:
:
Youngjae mendengarkan dengan seksama saat Daehyun menceritakan semuanya padanya. dia mencengkram kuat cangkir berisi susu coklat hangat yang baru saja dia buat.
Didepannya. Sosok Daehyun yang begitu kacau tengah merangkai kata untuk menceritakan semuanya. Ini pukul 4 pagi. Daehyun terbangun dengan fikiran kacau sambil menggumamkan nama Zelo. Rasanya sungguh sesak, melihat Daehyun menjadi seperti ini lagi.
"aku sudah terlambat bukan?" suaranya bertanya dengan penuh rasa sakit.
Youngjae ingin menggeleng, namun dia hanya terdiam. dia juga tengah menatap hatinya yang sedang kacau. dia juga butuh bercerita dengan Daehyun. namun dia sadar diri, Daehyun juga sedang membutuhkan seorang peneman.
Youngjae mengusap lembut punggung Daehyun. membuat sosok Daehyun tersenyum kecil.
"lalu aku harus bagaimana?" Daehyun terlihat resah.
"hey.. jangan menyerah seperti itu. bukankah Zelo sudah berkata jika dia menyukai mu?"
Daehyun meminum susu coklatnya dengan cepat.
"ya.. tapi kini sudah ada Sehun"
"itu bukan berarti Zelo juga menyukai Sehun, Jung.. apakah kau mendengar Zelo mengatakan jika dia juga menyukai Sehun?"
Daehyun terdiam. mengulang kembali peristiwa itu.
"tidak" ucapnya pasti "Zelo hanya mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa"
Youngjae tersenyum "nah, kau bisa kan merebutnya kembali?"
"itu tidak mudah" gumam Daehyun.
"aku tahu itu tidak mudah.. tapi, Jung.. aku tahu kau bisa. Bukankah sudah ku katakan jika aku mengenal mu? aku tahu dirimu dan aku tahu perasaan mu"
Daehyun hanya terdiam.. dia memainkan cangkir dalam genggamannya
"walaupun kau tidak mengatakan pada ku jika kau menyukainya. Tapi aku tahu kau memiliki perasaan yang sama padanya" Youngjae menyapukan lidahnya pada bibirnya yang mengering "lupakan Himchan.."
Melupakan Himchan merupakan hal yang pertama kali harus Daehyun lakukan saat dia menyadari hatinya sudah memiliki rasa pada pemuda manis itu. tapi bodohnya dia.. dia terlarut kembali pada permainan Himchan.
Ingatkan aku tentang cara kejamnya memainkan hati mu..
Ingatkan aku tentang betapa sulitnya aku menerima kenyataan jika dia telah memilih orang lain.
Lupakan..
Dan ambilah dia yang hatinya untuk mu..
"aku minta maaf karena telah memberikan nomor ponselnya mu padanya.. jika aku tahu ini berakibat buruk pada mu, aku tidak akan melakukannya" sesal Youngjae sambil menunduk.
"bukan salah mu.. mungkin kau benar.. aku harus berbicara dengannya" mengulang kembali percakapan diantar mereka beberapa malam yang lalu.
Daehyun tersenyuman ke arah Youngjae. Youngjae memang selalu ada disaat Daehyun membutuhkan sosoknya . dia akan menjadi penyadar dalam hidupnya yang kacau. entah bagaimana hidupnya jika tidak ada Youngjae disampingnya. walau menyebalkan dan cerewet, Youngjae adalah seorang sahabat yang dapat diandalkan. Penasihatnya..
Dan saat Daehyun mengalihkan pandangannya pada wajah Youngjae, dia dapat melihat siratan yang berbeda. Siratan yang selama ini tidak pernah dia perlihatkan. Sosok cuek dan dinginnya seakan meluap bersama udara pagi yang mulai menjalar.
"Youngjae-ah, terjadi sesuatu dengan mu?" dia meletakkan cangkirnya dan bergerak untuk menggenggam lengan Youngjae.
Sosok itu menggeleng. Dan tepat saat gelengan itu terhenti.. sudut matanya mengalirkan air mata..
Dia sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang dipendamnya..
:
:
:
Zelo mendapati pipinya berair saat dia membuka matanya. Dia mengusap air mata yang sepertinya mengalir saat dia tidur.
Entah ini terlihat aneh atau tidak. tapi Zelo memimpikan Daehyun. Zelo menatap pada jendela didepannya. Gelap. melirik pada jam dinding disudut kamarnya. Jam 4 pagi.
Zelo meringkuk dengan selimut menutupi tubuhnya. Denyutan masih terasa dikepalanya. Dia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Harusnya dia bahagia. dia sudah memiliki Sehun dan perlahan dapat melupakan Daehyun.
Hatinya seolah terus meneriakkan kata-kata itu.
'aku merindukannya'
'aku merindukan jemarinya yang menenangkan'
Kenapa ini terasa sangat sesak saat dia sudah memilik Sehun. mengapa ini menjadi lebih sulit saat Zelo merasa ini akan memperjelas semuanya dan perlahan memudar.
Bahkan ini baru beberapa jam yang lalu mereka menjalin hubungan. Namun mengapa rasanya tidak menenangkan dan.. sesak...
suara berat Daehyun saat pemuda itu mengatakan kata amat dalam di lobi beberapa hari yang lalu membuatnya mengubur dalam-dalam rasa rindu itu.
'dia sudah memiliki orang yang dia cintai...
'dan kau pun harus memiliknya'
Oh.. ayolah.. mereka baru dekat dan Zelo pun baru menyukai sosok itu sesaat.
namun tidak...
bukan hanya sesaat. kilasan tentang masa lalu berputar dalam kepalanya.
.
Aku menyukai musim gugur karena bertemu dengan mu..
,
.
bukan.. bukan musim gugur tahun ini..
,
.
.
Tapi musim gugur 7 tahun yang lalu..
:
:
:
:
Zelo membenarkan letak ranselnya yang turun. Dia menghembuskan nafas gusar sambil memasuki lift. Matanya nampak berat. Akibat semalam penuh tidak dapat tidur dengan nyenyak. Zelo menggigit bibirnya yang kering. Dia belum menyentuh makanan dan minuman sama sekali semenjak semalam.
TING
Saat bunyi lift itu berdenting. Zelo hanya tida menyangka jika dia melihat sosok Daehyun berjalan terburu dengan Youngjae disampingnya dan segera memasuki lift. Mata mereka sempat bertemu.
'aku merindukannya'
Kata itu langsung berdetak dengan cepat kedalam fikirannya. Saat dia mencoba menahan tangannya untuk tidak menggenggam erat jemari mereka yang bersenggolan sesaat.
"Zelo-ah" Youngjae memanggilnya. Dan dengan sedikit senyuman paksaan dari bibirnya dia menoleh ke arah Youngjae
"hyung.. kau.. terlihat.. sangat kacau" ucapnya sambil melihat kearah pakaian Youngjae. hanya mengenakkan piyama berwarna biru lembut dan ditutup dengan sweater berwarna hitam legam. Sungguh bukan Youngjae.. sosok Youngjae adalah sosok yang akan menjaga penampilannya dengan baik. dan jangan lupakan sekitar mata Youngjae yang membengkak.
Youngjae terkekeh pelan "ini semua gara-gara Jung pabo" ucapnya sambil menarik rambut Daehyun.
Dan Daehyun hanya berdesis kesal sambil mendelik tak suka. Namun Youngjae yang jahil sudah kembali. Dia tertawa senang dengan reaksi Daehyun.
"kau mau pergi sekolah?" tanya Youngjae dengan ceria. Walau suaranya terdengar agak serak.
Zelo mengangguk ragu. Dia harus meredakan degup jantungnya.
"mau bareng dengan kami? Kebetulan aku membawa mobil" tawar Youngjae. mereka bertiga keluar dari lift yang sudah sampai dilantai dasar.
"aaa, tidak usah. Aku bisa berangkat sendiri" jawab Zelo sambil tersenyum kecil.
Youngjae nampak mencubit lengan Daehyun dengan gemas.
"bareng kami saja. lagipula sekolah mu dan kampus kita searah bukan?"
Daehyun akhirnya buka suara. Dan Zelo benar-benar berteriak dalam hatinya. betapa dia merindukan suara Daehyun. suara yang memanggilnya dan mengatakan dia manis.
.
DEG..
.
Suara itu juga yang telah mengatakan cinta pada orang lain.
"a,aku rasa tidak"
Namun belum sempat dia menolak lebih halus lagi. jemari Daehyun sudah menggenggam pergelangan tangannya dan menarik tubuhnya..
:
:
:
"baiklah.. aku menjadi supir saat ini. iya.. tidak apa-apa demi sahabat ku yang sedang jatuh cinta"
Daehyun melempar kotak tissu ke arah kepala Youngjae yang terus bergumam sambil menyalakan mesin mobilnya.
"lihat? Dasar tidak tahu diuntung.. sudah menumpang, berani benar dia melempar ku dengan kotak tissu" gerutu Youngjae sambil melempar balik kotak tissu ke arah Daehyun. dan tepat.. mengenai kening Daehyun.
Daehyun memang bersikeras untuk duduk dikursi penumpang untuk berada dekat dengan Zelo. Dan Youngjae bisa apa selain mengangguk dan membuatnya seolah menjadi supir untuk mereka berdua.
"musik pagi itu baik untuk kesehatan jiwa. Mari putar musik" ujar Youngjae sambil menyalakan radio. Dan mencari-cari saluran yang enak untuk didengar.
"ini sepertinya bagus" gumamnya sambil berkonsentrasi kembali pada jalanan didepannya.
Musik itu mengalun pelan. Suasan didalam mobil menjadi hening. Hanya nada-nada indah dari musik itulah yang ada. Melalui kaca spion diatasnya, Youngjae memberi tatapan isyarat pada Daehyun untuk memulai percakapan dengan Zelo.
Daehyun membuka mulutnya namun dengan tidak ada suara yang terdengar. Youngjae mencoba membacanya.
'aku tidak ingin kau mendengar percakapan kami'
Great.. Youngjae mendengus kesal. menggapai headphone yang berada di dashboard mobilnya, memasangkannya pada ponselnya dan memutar lagi.
"puas?" ucapnya tanpa suara kepada sosok Daehyun yang mengacungkan ibu jarinya.
Awas saja jika si Jung Pabo itu berbuat yang tidak-tidak dan memperumit segalanya..
;
;
;
Yongguk dapat melihat lingkaran mata Himchan yang menghitam juga bengkak. Semenjak Himchan menghubungi sosok itu, dia terlihat lebih pendiam. Sesaat, dia ragu akan perasaan Himchan padanya. Yongguk merutuk fikiran itu. Himchan sudah memilihnya.
"kau sudah sarapan?" suaranya serak. Dan demi apapun, dia benci melihat tatapan sendu dimata Himchan.
"kau menangis lagi?" tanyanya sambil menggenggam cangkir berisi kopi yang baru saja dibuatnya. Biasanya Himchan yang akan membuatnya, menyiapkannya di meja makan dan duduk manis menunggunya.
Namun 5 hari ini, sosok itu lebih suka berdiam diri dikamar dan menutup segala kontak mata yang terjadi. Yongguk menerimanya, dia bersabar.. inilah Himchan..
Gelengan lemah terlihat, Himchan tersenyum. hatinya benar-benar seolah teriris melihat senyuman Himchan. Karena itu bukanlah senyuman yang membuatnya bertekuk lutut padanya. itu adalah senyuman sakit yang dipaksakan. Sesaat, dia menyesali segala yang sudah terjadi. mengijinkan Himchan menghubungi Daehyun.. membiarkan Himchan mendengar kembali suara Daehyun.
"sebegitu berarti kah dia bagimu?"
Pergerakan tangan Himchan yang tengah menuangkan air panas kedalam cangkrinya terhenti. Matanya terlihat menerawang sesaat, sebelum meneruskan kembali pekerjaannya.
"bicara apa kau ini" gumam Himchan sambil duduk.
Mereka duduk berjauhan. Setelah sekian lama mereka selalu berdekatan. Yongguk selalu menggenggam tangan Himchan jika mereka sedang sarapan pagi. Namun hari ini, sepertinya Himchan membuat sebuah dinding tipis dengan Yongguk.
"Himchan... jawab pertanyaan ku" nadanya terdengar lelah.
Namun Himchan masih terdiam. melalui iris kelamnya dia bisa lihat Himchan yang perlahan mulai beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.. kamarnya.. tidak ada lagi kamar mereka. karena Himchan kini memakai kamar Zelo dan membiarkan mereka menyiksa batin mereka masing-masing.
Yongguk mengepalkan jemarinya. Matanya nampak berair. Hanya Himchan yang dapat membuatnya menjadi seperti ini..
Sekarang.. dia bisa merasakan perasaan Daehyun saat Himchan mengabaikannya.
Sakit..
:
:
:
flashback
Pertemuan pertamanya dengan Yongguk terjadi hari itu. sore hari, dikala Himchan tengah keluar dari kelas praktikumnya dengan terburu-buru. Sebenarnya tidak terlalu terburu-buru. Jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dan dia harus segera sampai dirumahnya, dia mempunyai waktu sekitar satu jam lagi untuk sampai kerumahnya, namun entah mengapa dia ingin bergegas pulang hari itu.
Lorong panjang itu sepi. Dan hanya terdengar langkah tergesa Himchan sembari membuka jas lab berwarna putih yang masih terpakai ditubuhnya, ransel di pundaknya sedikit turun, dan dengan segera dia melipat asal jas labnya tersebut lalu memasukkannya kedalam tas ransel berwarna coklatnya. Himchan menghentikan langkahnya sesaat.
Dan mungkin, itulah takdir yang membuat mereka bertemu. Bias warna senja yang mengenai tubuh tegap itu terlihat begitu mempesona. Tubuh tegap itu berdiri seakan menentang matahari, lorong itu memang berada pada dinding kuat dibagian kanan, dan berisi kaca-kaca besar disamping kirinya. Sinar matahari masuk melaluinya, memberikan penerangan yang cukup membuat lorong itu tak gelap dan menakutkan, malah memberi kenyamanan.
Sosok itu berdiri, menghadap pada kaca besar yang sepertinya sengaja dia buka. Hembusan angin menyapu pada untaian rambut halus yang mengenai keningnya. Tajam. Mata itu sedang menatap tajam pada objek lurus pandangannya. rahang tegasnya, wajah yang menawan, membuat Himchan sesaat berdiri tak berkutik. Ada getaran dihatinya, ada bisikan yang seolah berkata jika dia harus berada di sini saat ini. menemani sedikit pancaran kesepian di sinar mata tajam itu.
Himchan bukanlah orang yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Namun saat ini, entah mengapa dia yakin jika pemuda dihadapannya ini akan menjadi seseorang yang berarti baginya. Degup jantung terus berdetak tak normal. Biarkan sesaat waktu mengijinkan mereka terdiam dengan kehangatan matahari senja yang menyapu.
Dan saat kepala itu bergerak, mata tajamnya menyadari pada bayangan Himchan yang mematung. Mata mereka bertemu. Sengatan itu mengalir dengan jelas, membuat Himchan menggenggam kuat-kuat lengan ransel yang hinggap dipundaknya.
Dan Himchan tak menyangka, jika sosok itu akan menarik sudut bibirnya. Tersenyum. Himchan membalas senyuman itu dengan sedikit canggung, dia membungkukkkan tubuhnya sedikit dan berjalan menjauh. Walau kakinya seakan menjerit agar dia terus berada disana.
Namun di sisi lain, dia hanya tidak bisa bertahan lama dengan pemuda itu berada didekatnya. Senyuman terbentuk diwajah manisnya saat hembusan angin menyapu rambutnya.. dan dia yakin..
Jika dia jatuh cinta saat itu..
.
.
.
Ini permainan..
Ayo menangkan..
Kita akan saling merebut..
Saling berlomba untuk melihat pantulan siapa yang berada dalam irisnya.
Kau.. atau dia..
:
:
:
"Zelo.."
Pandangannya yang tengah menyusuri jalanan yang mereka lewati terpaku sesaat. dia meremas kuat-kuat ranselnya. Dia tidak berani untuk menoleh.
"hey.."
Zelo memejamkan matanya saat jemari Daehyun memegang jemarinya yang terkepal.
"ada apa?" tanyanya tanpa berniat untuk menoleh.
"bisakah hari ini kita makan siang bersama?" tanya Daehyun. mengusir segala kemungkinan jika Zelo akan menolaknya.
"a,aku tidak bisa, hyung" jawabnya terdengar gugup.
"kau sudah ada janji?"
Zelo mengangguk kaku. Masih tetap tak mau menolehkan kepalanya. Karena dia takut untuk menatap kelamnya iris Daehyun.
"dengan Sehun?" Zelo bisa dengar sedikit rasa sakit saat Daehyun mengatakan itu.
Jemarinya semakin mengepal. Mengapa ini harus terjadi pada dirinya. Berdiri diantara persimpangan yang tidak tahu jalan mana yang harus dia lalui. Pilihan ini begitu sulit.
Namun.. mengingat kejadian di malam itu membuat kepalanya mengangguk pasti.
"bagaimana kalau makan malam?"
'menyerahlah hyung..' batinnya sambil menggigiti bibirnya yang kering. Dia tidak sanggup, berharap agar dia segera tiba disekolahnya.
"lihat nanti saja" itu adalah suara yang dia keluarkan. Dan walaupun hatinya terus bergemuruh tak menentu. Dia tetap tak bisa menolak..
Genggaman tangan Daehyun yang perlahan menyusup ke sela-sela jarinya.
.
'maafkan aku Sehun..'
:
:
:
"selamat pagi"
Sapaan hangat itu mengalir di pagi dinginnya. Zelo tersenyum, mendudukkan tubuhnya disamping Sehun.
"kau.. tidak biasanya datang pagi sekali" ujar Zelo sambil meletakkan ranselnya.
Sehun terkekeh kecil, dan dengan tiba-tiba menarik tangan Zelo dan menggenggamnya erat. Zelo terdiam.. baru saja sekitar 5 menit yang lalu kehangatan tangan Daehyun masih berasa dalam jemarinya. Kini, kehangatan itu sudah terganti.. oleh dinginnya jemari Sehun yang mendekapnya erat.
Dia tidak mungkin menolaknya..
"aku tidak bisa tidur semalam" ujar Sehun sambil membawa tangan Zelo menuju pipinya dan membiarkan punggung tangan Zelo bersentuhan dengan pipi Sehun yang dingin. Dingin.. adalah Sehun..
"kenapa?" tanya Zelo sambil mengelus rambut Sehun. cepat, dan dia langsung menyembunyikan tangannya dibawah meja. Tangannya bergetar..
"memikirkan mu mungkin" senyuman terbentuk diwajah Sehun. namun Zelo masih dapat melihatnya. Kerutan lelah dan juga.. paksaan..
Zelo membalas senyuman Sehun. entah, rasa bahagia perlahan merayap memasuki pagi kelabunya. Ini tidak buruk.. dia dan Sehun nampaknya tidak buruk. Dia dan Sehun nampaknya mampu membuat hubungan ini hidup.
"ini masih pagi, dan jangan menggoda ku" sergah Zelo sambil menusuk kening Sehun dengan jarinya.
Mereka berdua tertawa. Seolah beban sedikitnya berkurang..
"aku juga semalam tidak bisa tidur" ujar Zelo sambil menumpukkan dagunya diatas meja..
"kenapa?" Sehun ikut menumpukkan dagunya, namun sedetik kemudian dia mengganti posisi kepalanya menjadi menyamping, membuatnya dapat menatap wajah Zelo dengan jelas.
"memikirkan mu mungkin" Zelo mengatakannya sambil tertawa,
Sehun sadar.. ini membahagiakan. Melihat wajah cerah milik Zelo yang tetawa lepas seperti ini. dan diapun semakin menggenggam erat jemari Zelo. Tahankan dia pada bayangan Luhan yang semakin memudar.. dan fikiran itupun masuk seirama dalam fikiran pemuda disampingnya.
Biarkan sesaat dia melupakan Daehyun dan menyukai Sehun sepenuhnya..
:
:
;
Jika saja bayangan mu itu layaknya debu..
Yang dapat aku tiup dan hilang dalam pandangan.
Jika saja bayangan mu itu adalah kertas
Yang dapat aku bakar dan akan hangus seketika..
Nyatanya..
Melupakan bayngan saja mu itu sulit..
Sangat sulit..
:
:
:
Zelo tidak menyadari jika dia kini tengah berdiri di lobi apartemennya. Dia juga tidak menyadari jika dia tengah memandang cemas pada dentingan lift diujung sana. Zelo meremas jemarinya yang dingin. Dia harusnya mengenakan swetaer yang lebih tebal, sepertinya angin musim dingin mulai berhembus dan membuat tubuhnya yang tidak tahan dingin menjadi sangat rentan.
"kau seharusnya memakai sweater yang lebih tebal" bisikan itu hinggap ditelinganya. Zelo bergerak untuk membalikkan tubuhnya, namun jemari Daehyun mencengkram kuat pundaknya. Dia bisa rasakan hembusan nafas Daehyun yang menggelitik telinganya. Juga hangat lengan Daehyun yang menempel ditubuhnya. Zelo terdiam.. dia tidak dapat melihat pergerakan Daehyun, namun kemudian.. sweater berwarna biru kelam telah menyelimuti pundaknya.
"pakai sweater ku saja" bisikan itu kembali terdengar. Dan sebelum Zelo mengatakan apa-apa. Sweater yang tadinya bergantung dipundaknya kini terlepas. Zelo mengerutkan keningnya.. jemari Daehyun menggenggam tangannya, menuntun lengannya untuk masuk kedalam lengan swetaer.. Daehyun tengah memakaikan sweater itu untuknya. hingga sweater putih miliknya kini sudah terlindungi oleh sweater biru milik Daehyun. hangat.. harum tubuh Daehyun seakan terbawa bersamanya.
"aku rasa cuacanya sedang tidak baik jika kita makan diluar" Daehyun kini sudah berdiri disampingnya. Zelo mengalihkan tatapannya dan melihat pada Daehyun yang hanya memakai kemeja berwarna putih dengan garis hitam lembut menghiasinya.
Tampan..
Pipinya memanas. Dia segera menundukkan kepalanya.
"aku yang akan beli makanan keluar dan kita akan makan di apartemen ku, bagaimana?"
"ya?" Zelo langsung menatap langsung ke arah iris kelam milik Daehyun.
Daehyun membalas tatapan Zelo. Mata mereka bertemu cukup lama.. saling mengirimkan getaran yang hanya mereka dapat membacanya.
Daehyun merogoh saku celananya, mengeluarkan serangkaian kunci dan memberikannya pada Zelo.
"kunci?"
Daehyun mengangguk, dia mengusap-ngusapkan telapak tangannya.
"itu kunci apartemen ku, tunggu aku disana. Aku akan belikan makanan.."
Belum sempat Zelo protes, sosok Daehyun telah berlari menuju pintu keluar dan menghilang dari pandangannya.
Zelo... dia menggenggam erat kunci itu..
Haruskah?
:
:
:
:
Zelo memasuki apartemen Daehyun. ini memang bukan pertama kalinya.. tapi entah mengapa, rasanya berbeda. Zelo memandang lebih seksama. Dulu, saat pertama kali dia kesini, keadaannya gelap gulita. Maka dari itu, ini terlihat berbeda.
Zelo melangkah menuju sebuah rak buku. Terdapat banyak sekali buku-buku yang berjajar rapi disana. Rak itu terdiri dari 6 kotak, kotak tulisan rapih entah milik siapa bertengger diatas tiap-tiap kotak.
"mystery.." gumamnya dan mengambil salah satu buku yang berisi tentang cerita misteri. jemarinya bergerak dan menyentuh beberapa buku dengan nama-nama di atas kotak yang berbeda, bahkan dia sempat membacanya sebentar dan menemukan dirinya menyukai segala buku yang ada disini. Zelo memiringkan kepalanya begitu melihat kotak keenam dari rak tersebut..
Ini bukan berisi buku, tapi beberapa bingkai foto. Zelo tersenyum saat melihat foto masa kecil Daehyun. bahkan dia tertawa sambil memegangi perutnya kala melihat pose-pose milik Daehyun yang bisa dibilang sangat percaya diri.
Mungkin foto-foto itu menggambarkan pertumbuhan Daehyun, dari mulai dia terlihat masih balita hingga mengenakan kemeja formal dan ransel dipundaknya. Zelo juga melihat foto-foto Daehyun dengan Youngjae. Zelo baru saja hendak mengalihkan matanya saat dia melihat bingkai foto yang terutupi dari bingkai-bingkai yang ada. Dia menarik bingkai itu mendekat, berdebu..
Zelo melebarkan matanya begitu melihat sosok yang berada didalam foto itu. disana, Daehyun tengah berdiri dengan sebelah tangan masuk kedalam saku celana seragam sekolah, disampingnya, seorang pemuda manis menggamit lengan Daehyun dengan agresif. Zelo mengusap debu pada wajah pemuda manis itu untuk memperjelas.
Ini.. Himchan?
"nuna" gumamnya lirih. dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini tidak mungkin.. Daehyun mengenal Himchan? Walaupun kala itu rambut Himchan berwarna hitam, berbeda dengan sekarang yang berwarna merah kelam. Namun Zelo yakin itu adalah Himchan.. dan dia berniat akan menanyakan hal ini pada Daehyun.
Zelo meletakkan bingkai tersebut ketempatnya semula. Dia mulai bergerak untuk menyiapkan alat makan yang akan mereka gunakan. Letak apartemen Daehyun hampir sama dengan miliknya. Dan dia pun mulai berjalan ke arah pantry dan menyiapkan segalanya.
Zelo membawanya perlengkapan makan itu ke ruang tengah. Dia sedang tidak ingin makan di meja makan. Dan dia yakin Daehyun akan menyetujui apapun keinginannya.
Saat sudah dia tata dengan rapi, dia membuka sweataer yang dia pakai. Ini terlalu banyak. Dia juga membuka sweater putih miliknya. Dia tersenyum sesaat, memakai kembali sweater Daehyun dan meletakkan sweaternya sendiri di atas sofa.
Tak lama kemudian. Daehyun datang dengan membawa banyak sekali makanan..
:
;
:
"bulannya bagus" ucap Zelo sambil menuangkan segelas soda kedalam gelasnya.
Daehyun bergumam menimpali.
"bintangnya juga bagus
Daehyun mengangguk. Walau dia tahu Zelo tidak akan melihatnya karena saat itu dia sedang fokus pada keadaan langit diatasnya.
Mereka kini sedang duduk diatas permadani. Memandangi keindahan malam melalui kaca besar diruang tengah apartemen Daehyun. Zelo nampak memainkan jemarinya permukaan kaca besar dihadapannya. Daehyun memperhatikannya dengan senyuman tipis.
"hyung.. tebak aku menggamabar apa disini" Zelo menutup sebagian kecil daerah kaca yang tadi dia mainkan.
Daehyun mendengung pelan "bintang" tebaknya.
Zelo menggeleng dengan senyuman diwajahnya. "ayoo tebak hyung" paksanya.
"bulan"
Zelo menggeleng.
"rumah?"
Geleng.
"buku?"
Zelo menggeleng cepat.
"keju"
Zelo menatapnya datar.
"bintang laut?"
Zelo sungguh tidak mengerti dengan fikiran Daehyun.
"ayolah.. cepat kasih tahu aku" ujar Daehyun dengan tidak sabar.
Semburat merah jelas nyata menyebar dipipi putihnya. Dia gampang sekali merasa nyaman dengan Daehyun. beberapa hari yang lalu dia masih tidak mau menatap Daehyun. namun malam ini, dia sudah berani memulai sebuah tatapan dengan Daehyun.
Seolah semua meluap begitu saja. seolah semua rasa sesaknya pergi begitu saja. dia hanya menetapkan satu hal pada hatinya..
Berpura-puralah kau tidak mendengar perkataan Daehyun malam itu.
Namun.. hubungannya dengan Sehun bukanlah kepura-puraan. Dan dia mencoba sedikit mengusirnya. Karena dia sangat ingin merasakan ketenangan dengan Daehyun.
"bukan apa-apa sih" tangannya sudah bergerak hendak menghapus gambar yang telah dia buat dengan jemarinya. Namun tangan Daehyun dengan cegera mencekal pergelengan tangannya, menariknya menjauh dan membuat iris kelam milik Daehyun memantulkan gambar itu.
Simpel..
Hanya sebuah gambar berbentuk hati. Daehyun tersenyum.. perlahan.. dia mulai menulis sesuatu diatas tanda hati itu.
Zelo mengerutkan keningnya, Daehyun menulis namanya sendiri. lalu jemari Daehyun bergerak ke arah bawah dari tanda itu.. dia.. menulis namanya.. bukan, bukan nama Zelo.. tapi nama aslinya.
Choi junhong..
"kau tahu nama asli ku hyung?" tanya Zelo pelan.
"seragam sekolah mu"
Dan entah bagaimana, rasa hangat itu mengalir dengan cepat menuju hatinya. ini hanya sederhana.. namun mampu membuat perasaan senang tak terkendali berada dalam hatinya.
Bayangan Sehun masuk kedalam pandangannya. tangannya dengan segera menghapus segala gambar dan tulisan itu. jangan biarkan dia menjadi seorang munafik saat ini..
"hey.. kenapa dihapus?" protes Daehyun.
Ya.. tentu saja. Daehyun belum mengetahui tentang dia dan Sehun.. tidak.. Zelo hanya tidak mengetahui jika sedari tadi Daehyun berperang sendiri dengan hatinya.
Dia telah mencoba mengambil kekasih seseorang.. dia menyingkirkan segala pemikiran tentang Zelo yang sudah mempunyai Sehun..
Kini, dia dapat merasakan perasaan Yongguk, kala Himchan masih berada dalam ikatan dengannya.
Dia tengah mencoba menghapus bayangan Sehun dalam iris kelam Zelo.
"Choi Junhong.." Daehyun memanggilnya pelan.
Zelo mengalihkan pandangannya. mata mereka bertemu, kini dengan siratan yang benar-benar berbeda. Daehyun tengah menatapnya dengan serius. Tidak pernah seserius ini..
Irisnya hanya mampu mengikuti pada kepala Daehyun yang merendah dan membuat wajah mereka semakin mendekat. Mata Daehyun menguncinya.. tepat saat wajah mereka tak lagi berjarak.
Saat kedua katup bibirnya terasa bersentuhan dengan bibir milik Daehyun. Zelo hanya tidak mampu mencegahnya. Hembusan nafas beradu, kehangatan yang menyebar dan menerpa wajahnya yang memanas..
Saat kelopak mata Daehyun menutup dan jemarinya menarik pinggang Zelo mendekat, Zelo menurut pada keinginan tubuhnya.. memejamkan matanya.. jemarinya yang sedari tadi mengepal karena menahan keinginan untuk mendorong tubuh Daehyun kini malah bergerak menuju kerah baju Daehyun dan mencengkramnya kuat-kuat. Seolah menolak keadaan ini berakhir.
Fikirannya kacau.. kusut.. seolah ini adalah sebuah benang dan Zelo tak dapat mengembalikan pasak-pasak tipis yang sudah menganggunya..
Saat Daehyun membuka katup bibirnya dan membuat rasa hangat menyapa bibirnya. memagut lembut dan hati-hati pada bibir Zelo yang hanya terdiam. karena dia tidak tahu harus berbuat apa.. selain mencengkram lebih kuat pada kerah kemeja Daehyun.
Entah bagaimana, tautan bibir itu kini berakhir.. namun wajah mereka masih berdekatan. Zelo pun sudah membuka kelopak matanya, tapi dia menolak menatap pada mata Daehyun. sayu matanya menunduk dan menatap pada jemarinya yang ternyata mencengkram sangat kuat kerah baju Daehyun hingga membuat kerah baju Daehyun menjadi sedikit acak-acakan.
"Choi Junhong.." lagi-lagi Daehyun memanggilnya. Dengan bisikan dan usapan lembut dipipinya. Pipinya yang sudah sangat memerah.
Jangan buat hatinya bimbang..
Putuskan hati mu.. jangan bimbang seperti ini..
Daehyun mengangkat dagunya, namun Zelo tetap mempertahankan agar matanya tak menatap pada mata Daehyun.
Bibir mereka menempel kembali, hanya sebentar karena Daehyun mengucapkan kata-kata itu.. kata-kata yang dia ucapkan tepat didepan bibir junhong.. kata-kata yang membuat segala pertahanan didalamnya runtuh..
.
.
.
"aku menyukai mu.."
.
.
TBC
.
.
Huhuhu.. terimakasih buat yang udah baca dan review~ aku akan sedikit mengangkat JongJae dicerita ini. semoga chap 7 ini memuaskann.. dan ugh... thanks buat dedek jelo yang say happy birthday to daehyun. ituuu.. ngebantu mood banget.. huhuuhuu..
.
Sipp.. aku akan membalas review lagi.. yohhhoooo..
.
.
.
chenma
apa lo kak? uhuhuhu.. jaman kan sekarang incest. haha.
buset. bangdae dong.. SIIPPP jongjae terpenuhi.. hahah
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
9396JC
iyaa, aduh jelo mah emang masih polos. aku aja mau ngapa-ngapain ke dia nya jadi ga tega #apaini
Daehyun sebenernya ga bimbang sih. dia pasti milih aku soalnya #rajam
Zelo milih aku kok kamu tenang aja ya... hahahah
ya amponn.. imajinasi kamu sukaa deh. jangan ah. kalo gitu entar Daehyunnnya ga kesiksa. aku mau nyiksa Daehyun kan #ketawaepil
hhuhuhu, seneng deh kamu suka. yaaa..
terimaksih udah mau baca dan review~
.
.
chyshinji0204
taraaaaa.. ini bukan mimpinya Daehyun. hohoh #ketwaepil
aseliiii... suka banget aku pada mu *tos* iya nih, sehun kaku. huhuhu.. embat aja sih hun #malah. aku suka sih abisnya bikin Daehyun ngenes gitu.
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
cinderellaHYUK
gapapa kok. daripada Zelo ama aku hayoo.. pilih yang mana? #abaiinaja
hadoh jangan nangisss.. yah boong-_-
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
izca RizcassieYJ
iya yaa akhirnya apdet juga.
tau nih, Daehyun emang harus ditegasin dulu.
hahahaha.. kamuu jahatttt.. *bilang ke Daehyun*
nanti. kalau dunia sudah dikuasai negara api #maap #abaiinaja
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
yongchan
hallooo... iya gapapa kok baru ripiu juga. jangan ngebut-ngebut ah.. nanti bensinnya abis #hah baca aja pelan-pelan sambil menghayati.. huhuhu
gapapa kok.. hime emang kudu dijamah dulu dia mah #hubungannyapa
mari kita pukpuk Daehyun..
terimaksih udah mau baca dan review~
.
.
cacing kawat
cacing manusia? #lagimikir
tau tuh, Daehyun kaku banget. belum mup on. padahal aku sudah menawarkan cinta ku untuknya #iyainaja
biarkan jelo yang menentukan.. dia pasti milih gue. hahahaha #abaiin
maap maap nih, Daehyun udah punya akuuuuu..
terimakasih udah baca dan review~
.
.
bunbunchan
hallloooo... new reader. seneng deh punya new reader. hahaha
gapapa kok. baca aja pelan-pelan supaya lebih menghayati. hoho
terimakasih udah baca dan review~
.
.
mitatitu
tau nih.. si Daehyun emang lelet *tiup cangkang Daehyun*
hahahahah.. aseli ngakak. *ikutan sorakin*
banghim pulang nanti saat negara api sudah menyerang #iyainaja
aku juga penasaran nih. hohoho.. ditunggu ya.
terimakasih udah baca dan review~
.
.
Choujiro21
annyeong *lambai tangan semangat*
aku ga ada niat buat bunuh kamu.. enggaa engggaaaa.. janga masukin aku kedalam penjara.. Daehyun tolong #udahyan
huhu.. aku terharuuu. makasih, *peluk Daehyun*
bentar... kamu cinta dan benci sama aku? bisa ga itu bencinya aku tendang terus kasih ke Daehyun?
jangaaann nangisssss.. ya amponn.. hampuraaa *pasang sesajen*
seneng banget hati ku.. makasih banget atas review kamuu.. bikin aku semangat. hahah
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
kepentok bokong tao
iyaaa nih. si Daehyun kaku banget.. minta dicipok #apaan
iya dong beneran, masa main main *ketawa epil*
tuh hong, dnger kata-kata kakak.. jangan terima sehun. mending kamu ama kakak aja. yok..
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
haduh.. mata mu panas? tiupin gihh..
kalo ga rumit mah atuh... bukan cinta namanya #JIEH
hohoho.. kamu pengamat yang sangat cermat #apaan
sad ending? ohh.. kamu mau sad ending? #dibacok
love you too~
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
pinoya
YEAHHH..
Zelo kan masih polos, dia mah ikut-ikutan Daehyun aja. jadi letak masalah ada di... Daehyun.
ya ampun.. kecup bibir. tuh yun gue udah bilang mendingan cium bibir aja.
huhuhu.. lovelove too
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
askasufa
hallooo.. makasih~
aku juga sukaaa hunlooo..
yongguk ketemu Daehyun? mereka bakal maen uno bareng mungkin #ngggg
iyaa,, hunloohidup~
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
daelogic
apa lo kak?
iyaa.. sana kak cekek aja si Daehyun. sampe mattiiiiii..
-_- jahat.. anak sendiri mau dibantai.
jangan.. jangann tonjok sehun. tonjok Daehyun aja kak..
kamu mau cium bibir kak? nih aku kasih di part ini. HAHAHAH.
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
Riyoung Kim
haduhhh.. aku aja yang buat ikutan nyesek #loh
sehun ga mungkin lupain luhan kok.. sehun awas ajaaa kamuu ya kalo berani lupain luhan.. tanah disebelah rumah buat ngubur elo aja pokoknya.
siipp.
terimaksih udah mau baca dan review~
.
.
magnaekkeoya
aku juga ga tauuu itu ending macam apa #nangis
obatin dong kalo sakit mah.
wajarlah, jelo kan masih remaja.. jiwanya labil dan plinplan.
aku usahain.. siiiipp.
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
sehun's wifeu
laki kamu siapa? sehun kan suami aku #ribut hahaha
judul... *lirik judul* *ganti judul*
tuh hun, masa elo disuruh ga dipeduliin coga.. cerai cerai.. talak tigaaa hun.
nee..
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
Daeke Mato
aku juga ga tauu kenapa jadi gini *ikutan nangis*
aku juga buatnya subuh-subuh loh. lebih kerasa nyess nya #malahcerita
haduuuhhh.. jangan nangis. gimana dong.. aduh dosa gue ngebuat anak orang nangis gini..
happy ending? ngg... gimana ya... aku suka sih nyiksan Daehyun #dijambak
aku jugaa cinta daelo lohhhhhh..
huhuhuh.. jadi terharu.. sini peluk pelukk.. #janganmau
lah gimana.. ketawa sambil nangis.. coba ah~
ngg... engga nyesek kok. chap 7 ini ga terlalu nyesek kan?
hahaa.. aku suka kok sama review yang panjang-panjang. jadi semangat gittuuuu.
siippp.. pasti.
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
L
hohoho.. kamu ngitungin lagi.
wahh aku juga suka sama L deathnote *kebawa*
iyaaa donggg jadian beneran. masa bohongan *ketwaepil*
iyaa sama-sama.. huhuhu.. di pelukkk. jadi terharu~
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
iputriido
terus kamu relanya Zelo ama siapa? ama aku? pasti sama aku kan? *senyum lima jari*
Daehyun emang reseeeeee.. minta dicipok emang ini laki.
ya ampon, gue diteror happy ending terus. hohoho.. sad ending aja.. Daehyunnya mati *DIRAJAM
iyaa.. huhu.. luv you too~
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
ketika naga jadi panda
hallooo... iya gapapa kokkk..
daelonya pisahin aja ah~ #sabit
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
baby hongstar
naddooo saranghaeee~
*langsung jatoh pas baca i hate u*
aku usahain secepatnya kokkkk.. kilattttttt.. doain akuuu ya moga daelo moment makin banyak dan otak makin lancar, imajinasi makin liar (?)
terimakasih udah mau baca dan review*
.
.
riri
huhuhu... aku aja yang bikin degdegan #lah
siiippp.. aku usahain ga lama-lama
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
melinda
sekali kali yang nangis kan seru *pundung* hohoho..
nangis-nangis juga bikin gregetan kok *maksa*
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
AiiAy-Chan
aw.. HAHAHAHA.. adoh aku ngakakk.. Daehyun mungkin tidur sambil mandi #iniapa
tenang aja. sehun sama aku kokkkk.. *senyum*
neee..
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
hallloooo...
iya Daehyun kasian. tapi aku suka sih nyiksa dia #DOR
siippp.
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
alvianti
jangan nangis ah.. nanti aku ikutan nangis #loh
sad ending ajaaa.. seruuu sad ending #rajam
huhuhuuu. jadi terharuuu.
iya sama-sama
terimakasih udah mau baca dan review~
.
.
Love you all. Makasih banget udah suka sama FF aku dan bersedia men-review. Ayo review lagiii *maksa*.. kita belajar saling menghargai yuk.. ayooo..
.
.
RnR juseyooooo..
