Update Update akhirnya bisa update ceritanya. Rencananya mau bikin twoshoot aja tapi gak jadi. Oke oke kita langsung saja ke ceritanya.
For anime Naruto Lovers
^^SasuSaku Lovers^^
Disclaimer : Yup masih Masashi Kishimoto sensei
Rated : T-een
Genre : Romance,Friendship
Warning ! :AU, sangat OOC dan typo yang berhamburan*plakk*kemana-mana
Enjoy Read and Review
**Don't like Don't look**
Chapter 2
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa!" teriak Sakura lalu cepat bangkit dari jatuhnya yang sangat tidak elit
"Sial ciuman pertamaku" Batin Sakura
"Tch, bodoh" Sasuke berjalan meninggalkan Sakura
"Dasar Pantat Ayam mesum" Hardik Sakura dengan suara 9 oktaf yang hampir menyamai Marina Kere penyanyi untuk film titanis.
Terdengar bisik-bisik dari siswa-siswi yang melihat kejadian memalukan itu ditambah teriakan Sakura yang benar-benar membuat harga diri Uchiha bungsu itu merosot 100 ember (?)
"Kau akan terima akibat dari mempermalukan seorang Uchiha" Gumam Sasuke dengan (sangat) pelan" sambil terus melangkahkan kakinya meninggalkan kantin.
SKIP TIME
"Sial sial sial ! dasar pantat ayam mesum!" teriak Sakura frustasi sambil meremas rambutnya sendiri
"Udahlah Sakura tidak perlu berteriak seperti itu" Ucap Ino "Kau bisa membuat rumahku Gempa lokal larena teriakanmu,tahu!" lanjutnya kesal
Sakura sekarang ini memang sedang dikamar Ino bersama dengan Hinata dan Ten-ten. Mereka menginap dirumah Ino untuk mengerjakan tugas mereka yang menggunung.
"I-iya Sakura, kau tidak usah sampai s-segitunya" Tambah Hinata
"Ino! Hinata! Dimana perasaan kalian? Itu ciuman pertamaku yang kujaga untuk Sasori senpai dan Pantat ayam itu merampasnya!" Balas Sakura makin histeris.
"Hah, sudahlah kita bahas itu nanti saja sekarang kita selesaikan tugas dulu" Sahut Ten-ten yang mulai bosan dengan tingkah Sakura yang seperti orang kesurupan.
Mereka pun setuju dan mulai mengerjakan tugas-tugas mereka.
Bruuuk
Empat sekawan itu merebahkan tubuh mereka masing-masing diatas tempat tidur Queen size milik Ino. Mereka baru saja menyelesaikan tugas-tugas mereka.
"Ugh,kepalaku pusing sekali gara-gara tugas sialan itu" Keluh Ten-ten yang diikuti anggukan ketiga sahabatnya
"Oro-sensei benar-benar tega" timpal Ino.
"Oh iya Sakura amplop yang tadi aku temukan dilaci mejamu isinya apa?" Tanya Ino teringat akan amplop yang tadi siang ia temukan dilaci meja Sakura. Awalnya ia langsung mau membukanya tapi takut itu surat pribadi untuk Sakura.
"Eh?Iya aku lupa, aku belum membukanya" Ucap Sakura sambil bergegas mengambil tasnya.
Sakura lalu bergerak untuk mengambil tas yang berada disamping meja Ino.
"Surat? Dari mana? Apa dari penggemarmu?" Tanya Ten-ten heran "Memangnya kau ada penggemar?" Sambung Ino. Sakura hanya mengangkat bahunya lalu mulai membuka amplop itu.
Hei jidat lebar bodoh terima kasih kau sudah mempermalukan aku didepan umum
Tunggu pembalasan dariku. Kau akan menyesal seumur hidupmu.
U.S
Empat gadis itu mengerutkan dahi mereka ketika membaca surat yang berisi ancaman itu "US?Uchiha Sasuke? Kau ada masalah apa dengannya Sakura?" tanya Ten-ten heran.
"Ugh, pasti gara-gara waktu dikantin. Dasar pantat ayam dia kira aku takut dengan ancamannya?" Ucap Sakura sambil meremas surat itu karena kesal mengingat insiden memalukan di kantin siang tadi.
''Menurutku kau sedang dalam masalah Sakura, soalnya ini Sasuke Uciha lho" Ujar Ino dengan nada sedikit khawatir.
"So? Memangnya kenapa?''
"Ya ampuunn Sakura! Dia itu Uchiha forehead !" teriak Ino mulai stress dengan kepolosan atau kebodohan sahabatnya yang satu ini.
"Sa-sakura kau tidak tahu tentang keluarga Uchiha ya?" Tanya Hinata pada Sakura
Sakura hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah polosnya tanda tidak mengetahui apapun mengenai Uchiha itu.
Ino hanya mendengus pasrah melihatnya.
"Uchiha Sasuke anak bungsu Fugaku Uchiha pemilik Uchiha Corp perusahaan tekstil terbesar di Jepang" Jelas Ino dengan wajah serius
"Dia juga terkenal dengan wajahnya yang tampan,sifatnya yang dingin dan cuek plus dia tidak segan-segan menindas orang yang bermasalah dengannya" Lanjut Ten-ten yang tidak kalah serius.
Sakura kemudian memasang wajah takut tapi sedetik kemudian wajahnya menjadi datar sambil berkata "Terus gue harus bilang WOW sambil guling-guling gitu?"
Gubraakk !
Tiga sahabatnya langsung jatuh dengan sangat tidak elit mendengar perkataan Sakura.
"Ya,terserah kau sajalah"Ucap Ino sambil membuka laptopnya.
"Ngomong-ngomong gimana soal Lomba Sains sudah ada kabar tentang tanggal lombanya?"Tanya Ten-ten
"O i-iya aku lu-lupa" Kejut Hinata teringat sesuatu dan langsung melesat menyambar tas disisi tempat tidur Ino lalu mengeluarkan sebuah amplop.
"Ta-tadi Anko-sensei kasih ini ta-tapi aku belum membacanya" Jelas Hinata tergagap
"Wah! lombanya bulan depan pig berarti kita harus lebih giat belajar !" Teriak Sakura semangat dengan mata berbinar-binar membaca isi amplop tersebut.
"Tadi aku juga melihat posternya sudah ditempel dipapan informasi" Ucap Hinata sambil tersenyum melihat Sakura.
"A-Anko sensei juga su-sudah menentukan yang akan mengikuti lo-lomba perkelompok i-ini" Lanjut Hinata
"Siapa-siapa?" Tanya Ino penasaran
"A-ku,Ino,Sakura,Shion senpai,Shikamaru dan.." Hinata menggantung perkataanya sambil menatap khwatir Sakura.
"Dan siapa?" Tanya Sakura heran melihat tatapan Hinata.
"S-sasori senpai" Ucap Hinata pelan.
"Ouh gitu" balas Sakura juga dengan pelan
Fyuh Hinata bernafas lega
"WHAAAT !" Teriak Sakura tiba-tiba baru sadar perkataan Hinata.
"Ugh,ini yang tidak kusuka dari Sakura" Batin Hinata.
"Kau serius Hinata? Omaigat Sasori senpai !" Tanya Sakura sambil mengguncang-guncangkan Hinata yang sedikit akan mengalami serangan Jantung dan perlu penanganan lebih lanjut.
"I-iya Sakura t-tapi ti-tidak perlu he-heboh begitu" Ucap Hinata sport jantung Sakura langsung melepas Hinata ketika melihat wajah pucatnya.
"Ahaha,gomen Hinata, reflek" Sakura menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"I-iya tidak apa-apa" Kata Hinata lega ketika Sakura melepaskan tangannya.
"Hoamm ! aku sudah mengantuk,lebih baik kita tidur saja" Saran Ten-ten sambil menutup uapannya dengan sebelah tangannya.
"Iya" sambung Ino lalu 4 sekawan itupun memejamkan mata mereka dan menuju alam mimpi masing-masing
SKIP TIME
At school
"Sakura!" panggil seorang pemuda kepada Sakura
"Iy—" sahutan Sakura terpotong wajahnya berubah pucat ketika melihat siapa yang memanggil namanya.
Pria bersurai merah itu datang mendekatinya seketika itu juga Sakura merasa dunia berhenti berputar ketika melihat Sasori dengan senyum 1000 wattnya.
"Sakura kau sudah dengar jadwal lomba kan? Kudengar kau juga ikut jadi kita harus kerjasama aku mohon bantuannya ya" Ucap Sasori panjang lebar sedangkan Sakura? Dia masih menatap pemuda didepannya dengan mulut sedikit terbuka.
"Hei, Sakura kau tidak apa-apa?" Tanya Sasori tangannya ia lambai-lambaikan didepan wajah Sakura untuk memastikan kesadaran adik kelasnya ini.
"Eh? Sasori senpai gomen, ah i-iya aku juga ikut mohon bantuannya juga senpa" ucap Sakura sambil membungkuk kecil.
"Ah tidak usah seformal itu, baiklah arigatou Sakura-chan aku permisi dulu" Ucap Sasori sambil mengibaskan tangannya lalu pamit kepada Sakura sambil berjalan meninggalkan Sakura yang masih terdiam.
"Kami-sama apa aku perlu ke THT? Dia memanggilku dengan suffiks Chan?" Batin Sakura tidak percaya.
"Kyaaaaaaaaaaa!" teriak Sakura refleks yang langsung mengundang perhatian orang sekitar yang mulai meragukan kewarasannya.
"Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Sasori senpai" Gumam Sakura dengan semangat sambil mengepalkan tangannya.
TBC
Huwa akhirnya chap 2 selesai. RnR?
