Chapter 3 update... (teriak pake TOA) #PLAK

Warning : Lemon :3


Untuk yang sudah nge-review, Hontouni Arigatou Gozaimasu :')

Untuk Mifta Cinya : Ah seriusan ada yg kebalik? dimana? Maaf maaf, soalnya bikin cerita ini sambil ngurusin OSPEK. Hehehe... #PLAK

Untuk Hanazawa Kay : Silahkan baca di next chapter dan temukan kebenarannya :D

Untuk Heriyandi Kurosaki : Yah mungkin sebagian orang berfikiran sama dengan Heri-sang. Jurus Ninja? Sharinggan kah? Kalau iya, itu karena berawal dari mata medusa. Saya pernah membaca kalau di dunia (Earthland) memang ada yang punya mata Medusa beneran, cuma kemampuannya hanya membekukan seseorang doang, tidak membuatnya menjadi batu (Sama dengan yang di ceirita). Nah berdasarkan informasi itu, saya pikir mata Sharinggan itu mungkin saja memang ada di dunia ini dan kita hanya belum ada yang tau saja. Makanya di sini ada mata Sharinggan (Mungkin memang ada, namun namanya berbeda :D ). Untuk soal sekolah, jadi sekolahnya ya sekolah biasa :)

Untuk Neko Twins Kagamine : Hahaha... saya buatnya sambil ngurus OSPEK. Dan lagi saya juga newbie, jadi saya belum bisa bikin yang panjang2. Hahaha #PLAK


Chapter 3 – TERJEBAK, MENJEBAK, DAN KEBENARAN YANG SESUNGUHNYA

"Jadi pelaku pemerkosaan selama ini Kabuto, Sakon, Suigetsu, dan si Jugo brengsek itu?" Tanya Kiba padaku.

"Ya… begitulah…" Jawabku sekenanya.

"Untung saja Sasuke dating menyelamatkanmu ya. Coba kalau tidak, keperjakaanmu pasti sudah direnggut oleh para senior brengsek itu." Ucap Shikamaru.

"Ya. Aku telah salah mengenai dirinya. Aku selalu benci padanya atas segala yang dimilikinya." Ucapku membalas Shikamaru.

"Ehm… jadi sekarang kau menyukainya ya Naruto." Ucap Choji dengan polosnya yang kontan membuatku langsung tersedak.

"A… apa… apa… aku… dia… tidak mungkin. Lagipula aku dan dia ini seorang pria. Bagaimana bisa seorang pria menjalin kasih dengan sepasang pria. Baka!" Ucapku pada Choji sambil mengelap tumpahan air minumku.

"Ngomongin tentang cinta sesama jenis, pernikahan sesame jenis tidak diakui. Tapi kalau mau menikah sesame jenis, baru-baru ini ada Negara yang sudah mengesahkan pernikahan antar sesame jenis dulu." Jelas Shikamaru.

"WHAT…!" Ucapku, Kiba, dan Choji serentak kaget.

"Aku lupa nama negaranya (Author juga lupa), tapi beneran ada kok." Tambah Shikamaru.

"Jadi Shikamaru, kau tertarik dengan cinta sesama jenis ya?" Ucap Kiba terang-terangan.

"Ya memang. Aku pun sudah mempunyai incaran. Hahaha." Ucap Shikamaru.

"WHAT…!" Ucapku, Kiba, dan Choji serentak kaget.

"Si… siapa?" Ucapku terbata-bata.

"Kankuro dari SMA Sunagakure. Kalian tau kan?" Ucap Shikamaru dengan polosnya.

"Shi… Shikamaru… kenapa… kau… begitu terbuka? Bu… bukankah itu… akan membuatmu malu dan dijauhi oleh orang lain?" Ucapku agak terbata-bata.

"Mau bagaimana lagi Naruto… Cinta itu dating tidak mengenal apapun Naruto. Apakah itu waktu, tempat, ataupun gender." Ucap Shikamaru dengan polos.

"Shikamaru! Kau yakin tidak berbohong padaku kan? Kau tidak bohong kan?" Tanya Kiba penasaran pada Shikamaru.

"Tentu Kiba. AKu tidak akan pernah berbohong kepada kalian." Ucap Shikamaru.

"A… ano… Aku… juga… sebenarnya… sama… dengan… mu Shika…" Ucap Kiba terbata-bata sambil malu.

"Hahaha… aku sudah menduganya Kiba. Kau juga sudah mengenal yang namanya cinta. Namun karena kekasihmu itu seorang pria, kau takut untuk menceritakannyakan?" Ucap Shikamaru

"Ba…bagaimana kau tahu?" Tanya Kiba penasaran.

"Jangan remehkan jaringan informasiku. Aku bahkan sudah tau kalau kau sudah 5 bulan menjalin hubungan dengan si maniak serangga itu kan?" Ucap Shikamaru dengan polosnya.

"Maniak serangga? Shino Aburame… kah?" Tanyaku pada Kiba.

"STOPPP! Jangan kencang-kencang Shika, Naruto!" Teriak Kiba.

"Tidak apa-apa Kiba. Toh satu teman kita yang lain juga sudah mengenal cinta kok. Ya kan Choji." Ucap Shikamaru.

"Ch… Choji…?" Tanyaku dan Kiba heran.

"Iya. Aku juga sudah punya pasangan. Kalian pun mungkin tau siapa orangnya, namanya Bee." Ucap Choji malu-malu.

"HAH…!" Teriakku dan Kiba bersamaan. Aku tidak habis berfikir. Semua sahabatku ternyata mempunyai pasangan yang sejenis. Apa yang sebaiknya kulakukan.

"Jadi Naruto, kau akhirnya sudah tau kan kalau kami semua memiliki orientasi yang berbeda denganmu saat ini. Apa kau merasa jijik pada kami? Tidak masalah apakah itu iya atau tidak. Jika iya kau bisa mulai menjauhi kami mulai dari sekarang. Akan tetapi meskipun kau menjauhi kami, kami tetap akan menanggapmu sebagai sahabat dan tidak akan pernah memusuhimu." Ucap Shikamaru.

"Iya Naruto. Tidak apa-apa kok jika kau ingin menjauh dari kami." Ucap Choji.

"Hidupmu adalah hidupmu Naruto. Jangan paksakan dirimu untuk berteman dengan kami." Ucap Kiba.

"Mmmm (geleng-geleng kepala)… aku tidak peduli apa orientasi kalian, tetapi kalian adalah tetap sahabatku. Kiba, Shika, Choji." Ucapku. Meskipun mereka berbeda denganku, mereka tak selayaknya untuk dijauhi, dicaci maki, dsb. Mereka seharusnya kita rangkul. Bel masukpun berbunyi. Kakashi sensei memasuki ruang kelas kami.

"Hai hai hai. Hari ini pelajarannya olahraga, tetapi karena ruang ganti prianya sedang dipakai oleh kelah Guy sensei dank arena kebetulan juga kelas ini laki semua, kalian ganti pakaiannya di kelas saja ya." Ucap Kakashi sensei.

"Aye sir." Ucap seluruh kelas kompak. Ya aku pun tersadar kalau ternyata kelasku ini memang hanya dihuni pria saja. Kami semua pun mulai membuka pakaiannya masing-masing untuk berganti dengan pakaian olahraga. Saat berganti pakaian, tidak sedikit dari mereka yang saling memuji badan temannya masing-masing yang berotot. Begitu pula yang dilakukan oleh para sahabatku kepadaku. Aku pun tidak memperdulikan apa yang mereka katakana padaku.

Entah mengapa, mataku sedari tadi terpaku pada pemandangan di pojok ruangan dimana Sasuke sedang berganti baju. Jika diperhatikan baik-baik, tubuh Sasuke juga bagus. Otot perutnya yang sixpack, otot lengannya, betisnya, dan yang paling membuatku terkejut adalah sesuatu yang terbungkus celana dalamnya itu yang membuatku menjadi penasarannya akan bentuknya.

'Bagaimana bentuk punya Sasuke ya? Tu… tunggu dulu… waktu kejadian yang lalu, Sasuke kan sudah melihat punyaku. Apakah dia berganti baju di pojok karena malu ukurannya lebih kecil dariku ya? A… apa yang sudah kupikirkan? Ada apa denganku? Kenapa jantungku derdegup kencang ketika memperhatikannya' batinu dalam hati.

SKIP SCENE…

Setelah selesai dengan pelajaran olahraga, kelasku langsung belajar mengenai Biologi bab Sistem Peredaran Darah. Di pelajaran inilah aku menemukan kebenaran dari golongan darahku.

SKIP SCENE…

Hari ini aku mendapat nilai sempurna di mata pelajaran olahraga. Yah, mungkin hanya nilai sempurnalah yang bisa membuatku sangat bahagia, tetapi ada satu hal lagi, yaitu karena telah mengetahui bahwa aku memangalah anak kandung dari kedua orang tuaku saat ini. Aku pun pulang ke rumah sendirian (melupakan janji antara aku, Sasuke, dan para sahabatku). Dengan perasaan senang yang saat ini sedang aku alami, aku tidak mengetahui kalau ada dewa kesialan yang sedang mengikutiku.

*Sasuke POV*

Drrrttt… drrrttt… drrrttt…

'SMS? Siapa?' Batinku.

"Kalau kau ingin teman masa kecilmu selamat. Datanglah ke bekas pabrik oli di dekat sekolah tanpa membawa senjata. Sakon."

Aku kemudian berlari menuju para sahabat Naruto.

"Dimana Naruto?" Tanyaku kepada Kiba, Shikamaru, dan Choji.

"Lho? Bukankah dia pulang bersamamu? Tanya Kiba balik kepadaku.

"Sial" Ucapku sambil berlari menuju pabrik bekas itu.

*Kembali ke Norma POV*

BRUAKKK…

"NARUTO!" Teriak Sasuke di depan pintu pabrik.

"Sa… Sasuke… To… tolong aku…" Ucapku minta tolong.

"Tenang Dobe. Aku akan mengurusi keroco-keroco ini dulu." Ucap Sasuke lantang.

"Mengurus kami? Kau yang akan kami urus Sasuke. Selama mata kami tidak bertemu dengan matamu, Sharingganmu tidak aka nada gunanya dan lagi, kau tidak memiliki senjata apapun." Ucap Suigetsu.

"Keinginan kami cuma satu. Kami ingin kau bersujud dan minta maaf pada kami" Ucap Sakon.

"Jangan pedulikan aku Sasuke! Larilah!" Perintahku pada Sasuke.

"Ma… maafkan atas kesalahanku yang lalu" Ucap Sasuke sambil bersujud.

"Hahaha dapat Kabuto-sang. Tangannya sudah kuikat." Ucap Jugo yang tanpa aku sadari sudah mengikat tanganku dengan tali.

"a… apa apaan ini?" Ucap Sasuke

"Kau pikir dengan minta maaf Kabuto-sang akan memafkanmu? Kau harus bermain dulu dengan kami Sasuke-kun." Ucap Sakon.

SRAKKK… terdengar bunyi robek. Suigetsu merobek baju Sasuke hingga tubuh bagian atasnya tidak tertutup apapun.

"He… hentikan…" Teriak Sasuke.

"Berisik! Padahal kau punya badan yang bagus, sayangnya kau sangat berisik." Balas Sakon.

SRAKKK… terdengar bunyi robekan yang kedua. Jugo merobek celana Sasuke bersamaan dengan celana dalamnya hingga tubuh bagian bawahnya tidak tertutup apapun. Ya, saat ini Sasuke dalam keadaan terikat dan telanjang bulat.

"Waw… berdasarkan penggarisku, panjang 16 cm saat masih tidur." Ucap Jugo.

"Ayo makan ini Sasuke. Kalau kau mengigitnya, aku akan melakukan ini dengan temanmu yang disana. Emut Sasuke!" Ucap Suigetsu sambil memasukkan penisnya ke dalam mulut Sasuke.

"Itadakimasu." Ucap Jugo yang kemudian melahap penis Sasuke yang sontak membuat Sasuke terkejut atas tindakan Jugo tersebut. Hal ini terus berlanjut di depan mataku.

"Wah wah wah… belum juga 5 menit kontolmu sudah ngeceng Sasuke-kun. Sekarang aku juga akan ikut bermain denganmu Sasuke-kun." Ucap Kabuto yang seketika itu pula langsung menancapkan penisnya yang sangat besar itu ke dalam lubang anus Sasuke.

"WAAA…" Teriak Sasuke saat penis Kabuto menghentak hingga seluruh penisnya langsung masuk ke dalam lubang anus Sasuke. Darah mulai keluar dari lubang anus Sasuke. Aku tidak berani melihat. Aku menolehkan pandanganku.

"Eit… Kau tidak boleh melihat kemana-kemana. Kau harus terus melihat temanmu yang sedang berjuang menyelamatkanmu. Dia datang kesini dan rela bersujud meminta maaf pun hanya demimu. Kau harus paham itu." Ucap Sakon yang menahan kepalaku agar tetap melihat Sasuke.

CROTTT… CROTTT… CROTTT… Penis Sasuke, Kabuto dan Suigetsu mengeluarkan spermanya hamper bersamaan. Terlihat dari keluarnya banyak cairan putih dari mulut Sasuke, lubang anus Sasuke, dan mulut Jugo.

"Wah… hari ini aku puas. Laharku hari ini banyak sekali. Kuserahkan ini padamu Sakon. Aku akan menjaga anak itu." Ucap Kabuto setelah mencabut penisnya dari lubang Sasuke dan kemudian menghampiriku.

"Sakon aku mau di pantatnya dulu. Kau di mulutnya dulu saja ya atau paling tidak gentian dulu dengan Jugo." Ucap Suigetsu yang kemudian langsung menghantamkan penisnya ke lubang anus Sasuke dengan sekali hantam. Sasuke pun kembali berteriak kesakitan. Meskipun penisnya lebih kecil dari pada punya Kabuto, aku rasa itu tetaplah menyakitkan. Kegiatan ini terus berulang-berulang dengan Sakon, Suigetsu, dan Jugo yang berganti-ganti posisi. Di lubang anus Sasuke kah? Di mulut Sasuke kah? Atau di penis Sasuke.

"Wah… Aku rasa aku ingin bermain sekali lagi dengannya. Hem? Ada apa? Hahaha… Kau sedang berada di batas antara sadar dan pingsan ya? Sepertinya itu menyebabkan kontolmu tidak mau ngaceng lagi meski para bawahanku sudah terus-terusan bermain denganmu. Tapi tenang Sasuke, aku kan membuatmu ngaceng lagi dengan kontolku ini." Ucap Kabuto yang kemudian dengan sekali hantam menghantamkan penisnya ke lubang Sasuke hingga penis Kabuto masuk semua ke lubang anus Sasuke. Tetapi aneh, Sasuke tidak merasakan sakit apapun ketika Kabuto mulai menggerak-gerakkan penisnya, Sasuke seperti orang pingsan.

Gerakan penis Kabuto semakin cepat hingga penis Kabuto dan Sasuke mengeluarkan spermanya entah untuk yang keberapa kalinya. Termasuk juga penis Sakon yang mengeluarkan spermanya di mulut Sasuke.

"Ada apa Sasuke-kun? Kau sudah tidak ingin bermain-main lagi dengan kami? Yah sepertinya kami tidak punya pilihan lain. Karena kau tidak ingin bermain lagi dengan kami, maka kami akan bermain dengan teman kecilmu itu." Ucap Kabuto sambil terus menggerak-gerakkan penisnya di lubang anus Sasuke.

"Ja… jangan...!" Teriak Sasuke.

"Diam di tempat atau kunai ini akan memotong lehermu!" Ucap seseorang di belakang Kabuto sambil menempelkan kunainya di leher Kabuto.

"Kakashi sensei! To… tolong kami." Teriakku kepadanya. Ya dia adalah kakashi sensei.

"Kakashi sensei" Ucap Sasuke pelan di ambang kesadarannya hingga akhirnya Sasuke pingsan.

"Satu saja kau gerakkan ototmu, kau akan mati. Taka ada gunanya kau meminta tolong pada temanmu, karena temanmu sudah kulumpuhkan semua. Jadi Kabuto-kun, apa yang sebaiknya kau katakana?" Ucap Kakashi sensei

"A… aku menyerah. Ma… maafkan aku…" Ucap Kabuto. Setelah itu, kakashi sensei kemudian mengikat tangan dan kaki kabuto sama halnya dengan para bawahannya agar tidak ada yang kabur.

"Maafkan aku Naruto. Aku telat dating untuk menolong kalian. Padahal aku sudah berencana menjebak mereka. Tapi apa daya, mereka sudah bergerak lebih dulu. Sekali lagi maaf ya Naruto-kun." Ucap Kakashi sensei padaku.

"Tidak tidak… Seharusnya aku yang berterima kasih padamu Kakashi sensei, dan juga padamu Sasuke." Ucapku terharu pada Kakashi sensei dan Sasuke yang sedang pingsan.

"Sekarang aku akan membawa mereka ke kantor polisi. Oleh karena itu Naruto, kau bawa baju olahraga kan? Bisa kau pinjamkan dan pakaikan baju olahragamu padanya. Sepertinya Sasuke-kun tidak membawa baju cadangan satupun." Ucap kakashi sensei yang kemudian pergi sambil membawa para senior ke kantor polisi. Setelah itu aku langsung membersihkan sisa-sisa sperma Sasuke dan para senior brengsek itu dan kemudian memakaikan baju olahragaku ke badan Sasuke. Cukup sulit memakaikan pakaian orang pingsan.

"Naruto… maaf ya Naruto… aku jadi meminjam pakaianmu… dan maaf juga karena aku tidak bisa memakainya sendiri karena… entah mengapa badanku lemas sekali…" Ucap Sasuke yang telah sadar.

"Kau sudah sadar Sasuke? Syukurlah… syukurlah… syukurlah…" Ucapku berulang-ulang sambil menangis.

"Kenapa kau menangis dobe? Kau tidak terluka kan?" Tanya Sasuke.

"Tidak. Aku tidak terluka Sasuke. Kau yang terluka parah Sasuke. Kenapa kau menolongku? Padahal kita bukan saudara. Kita hanyalah teman. Kenapa? Kenapa?" Ucapku tetap sambil menangis.

"Karena aku mencintaimu dobe." Ucap Sasuke.

Next Chapter : AWAL YANG MENJADI AKHIR


Bagaimana? Lemonnya kurang? Maaf minnaswang :( saya gak jago bikin lemon :'(

Review please...