Bus for Spring

Cast :

Kim Jongdae

Kim Minseok

Genre : Romance, Humor maybe

Rating : T

Disclaimer : Alur cerita milik Dae, cast milik tuhan dan SM Ent.

DON'T COPAS!

Summary : Meskipun itu adalah bus yang biasa berjalan di mana-mana, selalu membawa perasaan yang berbeda dari penumpang, seperti cinta menyakitkan atau cinta yang bertepuk sebelah.

WARNING! GS! GENDERSWITCH! DON'T LIKE DON'T READ! SIMPLE RULE! NO BASH! REVIEW PLEASE! NO SIDERS!

Summary gagal

Note : ff ini terinspirasi dari komik yang berjudul sama, bukan berniat copas, alur diubah sesuai pemikiran Dae.

Ngerti ga?

Dae juga engga ngerti.

Dae newbie di sini, jadi maaf kalau alur kecepetan, cerita pasaran, tidak sesuai EYD, dan typos everywhere.

.

.

.

.

Enjoy~

.

.

.

.

Xiumin merengek kepada appanya untuk diantar ke sekolah. Sejak kejadian tempo hari, Xiumin tidak sudi bertatap muka dengan Chen di bis. Setelah berhasil membujuk appanya dengan aegyo yang dia pelajari dari Baekhyun, Xiumin sampai di sekolah 20 menit sebelum bel masuk kelas berbunyi.

"Kim Minseok, bisa ikut kita sebentar? Ada yang harus kita sampaikan."

Xiumin merasakan ada hal buruk yang akan terjadinya karena Naeun dan Krystal memanggilnya.

Kenapa primadona sekolah memanggilku? Ada apa yah? Aish, kenapa mereka malah membawaku ke halaman sekolah yang sudah jarang dikunjungi! Sial! Kenapa sangat sepi di sini?

Tentu saja karena jarang dikunjungi uri baozi-,-

"Ada perlu apa denganku?"

Naeun dan Krystal saling bertatap lalu menganggukkan kepala mereka mantap. XIumin hanya memandang mereka heran, menunggu apa yang akan mereka katakan. Krystal memutuskan untuk membuka mulutnya terlebih dahulu,

"Ya, Minseok. Jauhilah Chen."

Xiumin yang sedari tadi memainkan ujung kemejanya, membelakkan matanya. Rahangnya hampir jatuh karena pernyataan Krystal tadi.

"M—mwo?"

Naeun akhirnya membalas pertanyaan Xiumin dengan nada ketus, "Ya, Jauhilah Chen! Apakah kau tuli?!"

"YA! AKU TIDAK MAU DI PERINTAH OLEH ORANG LAIN ARRA? AKU TIDAK PEDULI STATUSMU APA."

Chen yang kebetulan telat, mengambil jalan pintas melewati halaman sekolah. Mendengar semuanya. Xiumin yang meneriakki anak pengusaha yang sukses. Naeun dan Krystal yang menyuruh Xiumin menjauhinya.

"YA! APA MAKSUDMU JALANG?"

Tangan Krystal menampar pipi Xiumin dengan kencang. Bahkan Chen bisa mendengar suara tamparan Krystal.

"Sunbae!"

Chen memanggil Xiumin yang tengah memegang pipinya yang merah akibat tamparan Krystal tadi. Naeun dan Krystal terkejut dengan kehadiran Chen.

"Apa yang sedang sunbae lakukan di sini?! Kenapa tidak masuk kelas?!"

Chen malah mengomeli Xiumin. Bukanya membantunya.

Bebek kotak-,-

"Ah, Chen..?"

Xiumin mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan itu adalah Chen.

"Chen?" sahut Krystal dan Naeun bersamaan.

"Kenapa sunbaenim menampar Xiumin sunbae?!" nadanya sedikit membentak. Chen bahkan sudah tidak peduli kalau Naeun dan Krystal adalah sunbaenya.

"I—itu karena kita selalu memperhatikanmu!" Mata Naeun sudah berkaca-kaca. Nafasnya tersenggal. Mukanya memerah.

"Dia bahkan bukan fansmu! Tapi dia berlagak seperti bodyguard! Kita, fansmu bahkan tidak dapat mendekatimu lagi—"

Naeun sudah menangis. Badanya bergetar hebat. Krystal berusaha menenangkan Naeun dengan mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang. Chen membelakkan matanya, dia bahkan tidak berpikir sampai sejauh itu. Namja berwajah kotak itu menundukan kepalanya. Setelah Naeun tenang, Krystal segera pergi meninggalkan Chen dan Xiumin yang menundukan kepalanya. Ya—walaupun Krystal pergi setelah menatap mata Xiumin tajam. Sukses membuat badan Xiumin bergetar.

"Sunbae…"

Xiumin menoleh ke arah Chen dengan ekspresi shock. Yeoja berambut coklat itu masih mencerna apa yang telah terjadi.

"Umm.. karena telah terjadi seperti ini, sebaiknya kita….tidak usah bertemu lagi."

"MWO?!" pekik Xiumin. Yang benar saja? Apa kau bercanda? Xiumin bahkan belum mendapatkan nomor Chen! Belum sempat berbincang-bincang hanya berdua saja! Dan sekarang Chen memintanya untuk tidak menemuinya lagi? XIumin bisa gila! Dan Xiumin sempat berpikir bahwa namja kotak itu akan merindukanya atau bahkan memeluknya, tapi Chen malah pergi begitu saja meninggalkan Xiumin!

"YA! CHEN! CHANGKKAMAN!"

Tapi Chen melumpuhkan indra pendengaranya. Berkali-kali XIumin meneriakki Chen hasilnya sama saja. Xiumin berjalan ke kelas dengan muka lesu. Bahkan pertanyaan Kyungsoo, Baekhyun dan Luhan dia tidak hiraukan. Selama pelajaran berlangsung, Xiumin hanya memandang dengan tatapan kosong ke arah jendela. Berkali-kali Xiumin di tegur oleh Choi Seonsaengnim. Xiumin berakhir denagn sebuah sapu berada di tangan kanannya. Yeoja yang pipinya menyerupai bakpau itu mendapat hukuman menyapu halaman sekolah di gedung barat. Sementara kelas Xiumindi gedung utara, dia harus berjalan sangat jauh. Belum lagi halaman sekolah gedung barat sangat luas. Xiumin berani bertaruh nanti malam akan banyak sekali koyo yang melekat di badan montok Xiumin.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sudah dua minggu berlalu sejak Chen menyuruhnya untuk menjauhinya. Dan sudah dua minggu kakinya pegal-pegal akibat berjalan kaki ke sekolah. Jarak rumah Xiumin dengan SM Highschool itu sangat jauh. Appa Xiumin tidak mau mengantarkan putrinya ke sekolah karena dia akan terlambat ke kantor.

Mau bagaimana lagi? Naik bis? Jangan sampai! Xiumin hanya akan mencari mati dengan fansnya Chen, terutama Naeun dan Krystal. Naik sepeda? Oh Xiumin baru ingat dia tidak punya sepeda. Tidak ada pilihan lain selain jalan kaki ke sekolah..

Setelah mendapatkan detahglare dari Xiumin, Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo sudah tidak bertanya-tanya tentang hobae kotaknya. Pernah sekali Xiumin berpapasan dengan Chen di lapangan basket, ketika Xiumin menemani Luhan menemui Sehun, namjachingunya Luhan. Tapi Chen menganggapnya tidak ada.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Haaaahh~ lagi-lagi pulang larut!" Xiumin yang sedang meregangkan tanganya melepaskan otot-ototnya. Karena Xiumin tidak mau bertemu Chen di bis, akhirnya Xiumin memutuskan untuk jalan kaki ke rumahnya. Walaupun sudah selarut ini ya, mau bagaimana lagi?

Dia mengambil jalan pintas melewati gang sempit. Sialnya, ada dua namja yang mengikutinya sedari tadi tanpa Xiumin sadari.

"Hey dia sendirian malam ini! Bagaimana kalau kita coba sekarang?"

"Ah ide bagus!"

Samar-samar terdengar suara namja dan langkah kaki yang mendekatinya. Xiumin menoleh kebelakang hanya untuk memastikan apa yang dia dengar, dan benar saja! Ada dua namja—lebih tepatnya teman sekelasnya sendiri! Kai dan parahnya, Sehun!

Astaga! S—sehun?

"Hey Xiumin, kenapa sendirian saja?"

Xiumin hampir muntah ketika Sehun mirip dengan ahjussi mesum yang sedang merayu gadis-gadis.

"Ya, cepat katakan apa maumu!"

"Ah~ kyeopta! Kami dengar kamu suka memegang 'adik' lelaki? " Kai menunjukan senyumnya—lebih tepatnya seringainya. Sementara Sehun hanya menatap lapar Xiumin.

"Bagaimana? Tertarik untuk mencoba hmm? Bertiga?"

XIumin menatap mereka berdua horror.

"YA! Sehun! Akan kuberitahu Luhan! Kai kau juga akan kuberitahu Kyung—hmmmmpppphhh"

Terlambat. Bibir Xiumin sudah bertemu dengan bibir tebal Kai. Sehun menahan badan Xiumin yang meronta-ronta. Xiumin sudah menangis. Di kepalanya hanya ada Chen, Chen, dan Chen. Dia berharap Chen akan datang menyelamatkanya.

Tiba-tiba badan Kai ambruk. Sehun hanya menatap Kai kaget. Perasaan tadi hanya mereka bertiga saja di gang ini. Lalu siapa?

"LEPASKAN!"

Chen datang dengan nafas tersenggal. Oh tentu saja. Chen sangat khawatir karena dia tidak bertemu dengan Xiumin di bis selama dua minggu. Akhirnya, Chen memutuskan untuk membuntuti Xiumin. Xiumin masih menangis sementara Sehun dan Kai sudah melarikan diri entah kemana.

"APAKAH KAU SADAR ITU BERBAHAYA KIM MINSEOK? PULANG KE RUMAH SELARUT INI JALAN KAKI?! AISH JINJJA KAU MEMBUATKU KHAWATIR KAU TAU TIDAK?! DASAR BAKPAU!"

Chen malah mengomelinya, bukanya membantunya.

Aish dasar bebek kotak-,-

"M—mwo? JAGA UCAPANMU KIM JONGDAE!"

Chen tersentak. Ah namja kotak itu baru ingat bahwa Xiumin itu sunbaenya. Saking khawatirnya, Chen sampai lupa.

"Ah—mianhae sunbae. Maafkan aku atas perkataanku tempo hari. Tapi, karena sunbae bersamaku, sunbae jadi punya beban untuk menjagaku. Dan aku selalu membawa masalah untuk sunbae. K—karena itulah aku pikir mungkin lebih baik untuk kita tidak bertemu.." Jelas Chen panjang lebar. Pipinya merona merah.

"Tapi….. aku mampu bertahan kan? Kalau aku bisa berdiri di sisimu, aku akan menerima setiap tantangan. Berapapun jumlahnya." Xiumin tersenyum manis lalu mengusap kepala Chen dengan penuh kasih sayang.

"Akh! mianhae! Aku menyentuhmu! Mianhae aku tidak akan—" Xiumin segera menjauhkan tanganya dari kepala Chen.

"Gwenchana."

"M—mwo? Maksudmu..?"

Chen kembali mengarahkan tangan Xiumin ke kepalanya.

"Aku ingin menyentuhmu juga sunbae.." Chen berhenti sejenak. Kenapa ini terdengar ambigu? Ah masa bodoh, yang penting dia menyampaikan perasaanya selama ini.

"Dan.. aku harus mengendalikan diri untuk waktu yang lama.. apakah tidak apa-apa?"

Xiumin hanya mengangguk imut. Ah~ Akhirnya Chen kesampean juga untuk menyubit pipi Xiumin(?)

"kalau begitu.. pejamkanlah matamu. A—aku malu sunbae hehe."

Xiumin hanya terkekeh lalu memejamkan matanya.

Chu~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Chen~ Kajja! Kita akan ketinggalan bis!" Xiumin menarik-narik kemeja Chen dengan semangat. Yap! Mereka akan berkencan di hari minggu yang cerah. Sekarang mereka sudah bekerja di perusahan terkenal. Mereka berdua sudah menjadi orang yang sukses.

"Chagi, kita punya mobil pribadi, kenapa kau malah ingin naik bis eoh?" Chen hanya menatap heran Xiumin yang terkekeh di sebelahnya. Saat ini mereka sedang duduk di halte menunggu bis yang akan membawa mereka ke Lotte World.

"Aku… hanya ingin mengenang kembali masa-masa SMA kita."

"Ahh~ maksudmu ketika kau memegang 'adik'ku dengan kencang? Aish waktu itu aku harus ke toilet karena kau sudah membangunkannya!"

"YA! BEBEK MESUM!"

"Aw! Ya! XIumin! Appo~"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

END.

Haihai.

Akhirnya ff ini selesai/?

Maaf kalau endingnya kurang memuaskan. Dae lagi ga dapet feelnya/?

Oh iya! Minta saran readers dong~ gimana kalau dae bikin bus for spring versi lain? Misalnya versi chanbaek, kaisoo dll.

Maaf kalau ceritanya pendek-pendek habis dae bingung mau nulis apaan hahaha-,-

Semoga puas dengan chapter ini/?

Maaf juga kalau alurnya kecepetan, geje, pasaran. Masih baru di dunia ff? *ceilah bahasanya

Terima kasih yang sudah review:

Natsuko Kazumi, sungMINseok, Kim Sun Mii, Blackwhite1214, elfishminxiu, Twinkle Little Chen, Alexara.

THANK YOU GUYS :*

Berhubungan ini chapter terakhir, tolong siders, setidaknya review lahh di chapter ini.

Oke! Dae pamit dulu.

Kecup basah satu-satu(?)

Terima kasih!

Xoxo.