Title: Aku Ingin Appa
Author : Dae Lee Moon
Genre : Drama, Romance, Family dan temukan sendiri ne xD
Rate : T (GS)
Cast : Do Kyungsoo (yeoja), Kim Jongin (namja), In Soo and other.
Warning: GS (Genderswitch), Typo (s), Cerita Pasaran, GAJE, Alur Kecepetan, Marriage Life, OOC.
Summary :Sebuah tragedi menyebabkan mereka harus rela meninggalkan orang yang paling dicintainya. BAD SUMMARY / KaiSoo / HunHan / slight KaiHan. GS^^
.
.
.
Cerita ini hanya untuk orang yang menyukainya. Kalo nggak suka ya jangan dibaca. Don't be a plagiator! Tidak terima bash.. this is just my imajination. RnR please^^
..
..Chapter 2..
.
.
"Soo.. aku ingin berbicara padamu, aku ingin minta maaf.. " Jongin menundukkan kepalanya, merasa bersalah dengan tindakannya lima tahun silam.
"Aku sudah memaafkanmu sejak dulu, jadi lupakanlah masa lalu. Sekarang semua itu sudah tidak ada artinya lagi" Kyungsoo segera melepaskan tangannya.
"...Dan aku sangat merindukanmu-" ucap Jongin yang sepenuhnya berasal dari hatinya.
Deg.
Kyungsoo terdiam 'Nado...boggoshipeoseo, tapi itu tidak berarti apa-apa lagi sekarang" batin Kyungsoo.
Kyungsoo langsung mengegas motor maticnya meninggalkan Jongin yang tengah tertunduk di tempat parkir kantor Kris.
..
..
..
"Chagi.. cepatlah bersiap-siap, eomma dan appa mengajak kita makan malam dengan keluarga Wu, ini juga pertemuan antara dua perusahaan kau harus ikut" kata Luhan pada Jongin yang sedang duduk di meja kerja di rumahnya.
"Ne sebentar lagi aku masih ada urusan di sini" jawab Jongin yang diakhiri dengan senyum manisnya. Namun senyuman itu pudar ketika Luhan telah menutup pintu itu dan pergi.
"Eottokhe.. bagaimana aku bisa menemukan berita tentang Kyungsoo, siapa ayah In Soo sebenarnya? Tapi perkataan Kris hyung menandakan bahwa Kyungsoo belum pernah menikah sebelumnya. Omo! Apa In Soo adalah anakku? Tapi kenapa waktu itu aku bersama Luhan? Aku benar-benar ingat saat itu aku sedang bersama Kyungsoo, apa aku hanya melihat Luhan sebagai sosok Kyungsoo hingga aku akhirnya 'melakukan' hal itu?"
Flashback
Jam menunjukkan pukul 8 pagi, masih berada di sebuah kamar di Black Rose Pub. Namja tan itu menggeliatkan tubuhnya yang tertutup selimut dengan rapat. "Kyungie~ apa tidurmu nyenyak?" tanya Jongin pada yeoja yang kini tengah berbaring membelakanginya.
"Chagiya.. apa kau marah padaku? Saranghae~" kata namja itu sambil mencoba membalikkan posisi yeoja yang sedang bersama dengannya. Betapa terkejutnya Jongin ketika mengetahui bahwa yoeja itu bukanlah Kyungsoo kekasihnya.
"L-Luhan noona apa yang sedang kau lakukan disini?" Jongin sangat terkejut lalu ia mendudukkan dirinya sambil menutupi tubuh polosnya menggunakan selimut.
"Apa kau tak lihat eoh? Kau yang telah membuatku seperti ini" keadaan Luhan sangat berantakan. Rambutnya sudah tidak berbentuk lagi. Dan banyak tanda merah dilehernya yang tidak tertutup dengan selimut, seperti habis bercinta.
"A-apa kau serius?" Jongin masih sangat bingung dengan keadaannya sekarang.
"Apa aku terlihat sedang bercanda hiks..." tiba-tiba yeoja itu mengeluarkan air matanya.
"N-noona mianhe, aku benar-benar bingung sekarang. Tapi jika aku memang benar-benar telah melakukannya padamu aku akan bertanggung jawab. Bukankah kita memang sudah dijodohkan" kata Jongin kemudian membawa Luhan ke dalam pelukannya, mencoba menenangkan yeoja itu.
Beberapa hari setelah tragedi di PUB itu terjadi, Jongin bersama appanya datang untuk melamar Luhan. Walaupun saat itu Jongin masih bersetatus sebagai pacar Kyungsoo. Jongin menikah dengan Luhan di China hingga akhirnya mereka kembali lagi ke korea setelah appa Jongin meninggal dunia.
Flashback end.
'Maafkan aku, aku mungkin tidak ada dalam hatimu lagi, aku mungkin hanya menjadi kenangan untukmu. Aku tahu aku harus mendapatkankanmu lagi , tapi itu tidak mudah. Maafkan aku, aku minta maaf, baby. Karena aku bukan apa-apa tanpamu, kau mengetahuiku lebih baik dari diriku sendiri. Aku hanya ingin memberikan kenangan yang baik' Jongin benar-benar dalam keadaan dilema. Dia sangat bingung sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kyungie kau cantik sekali malam ini..." kata Kris.
"Apa aku tidak terlihat cantik ahjussi? Kenapa dari tadi hanya eomma yang selalu dipuji" In Soo yang duduk di jok belakang terlihat kesal karena hanya eommanya yang mendapat pujian dari Kris. Mereka sedang berada di mobil Kris yang sedang melaju ke sebuah restoran untuk pertemuan keluarga sekaligus pertemuan bisnis.
"Aku akan memujimu setelah kau mau memanggilku appa" jawab Kris.
"Shireo! Lebih baik aku tidak usah dipuji" In Soo memalingkan pandangannya ke luar jendela.
"Ya ya ya! Kenapa kau tidak mau memanggil appa hanya padaku eoh?" tanya Kris sambil memandangi In Soo dari kaca yang ada di depannya.
"Karena ahjussi bukan appaku" jawab In Soo.
"Memang Chanyeol adalah appamu eoh?"
"Kris! Keumane" Kyungsoo yang duduk di jok depan angkat bicara.
"Memang bukan, tapi aku tidak mau menjadi anak ahjussi" jawab In Soo.
"Aish jinja...aku akan segera menikahi ibumu"
"Mwo!" teriakan Kyungsoo hanya dibalas sebuah senyuman dari Kris. In Soo hanya memanyunkan bibirnya karena kesal dengan Kris yang mengatakan akan menikahi ibunya. Entah mengapa In Soo tidak bisa menerima Kris sebagai appanya. Tidak seperti sikapnya pada Chanyeol dan Jongin. Padahal In Soo sangat menginginkan seorang appa. Appa yang sebenarnya.
.
.
.
.
.
"Kenapa dia lama sekali.. katanya hanya mau menjemput sekretarisnya" kata chen (ayah Kris).
'Kyungsoo..' batin Jongin setelah mendengar perkataan Chen.
"Mungkin sebentar lagi" jawab Suho yang duduk tak jauh mereka.
"Luhan dan cucuku juga belum datang" tambah Lay.
"Mereka sedang berada dalam perjalanan eomma" jawab Jongin.
"Kenapa kalian tidak pergi bersama?" Lay sepertinya terlihat kesal pada menantunya.
"Tadi aku harus ke kantor dulu, aku akan menunggu mereka di luar" Jongin pun keluar dari ruang VVIP restoran tersebut. Tak lama, ia melihat Kyungsoo dan In Soo memasuki restoran. Tapi dia tidak melihat Kris bersama dengan mereka.
"Dimana Kris hyung?" tanya Jongin.
"Eoh? Appa!" In Soo segera menutup mulutnya ketika kata-kata yang dilarang oleh eommanya keluar begitu saja dari mulut mungilnya.
"Ahjussi kenapa ada di sini?"
"Ye?" Jongin kaget karena menyadari perubahan itu.
"Apakah Kris oppa akan menemuimu sebagai partner kerjanya?" selidik Kyungsoo.
"Ne, ayo masuk mereka sudah menunggu di dalam" mereka bertiga pun masuk ke dalam ruang VVIP yang sudah disewanya.
"Omo! Apakah itu anakmu? Dia sangat mirip denganmu. Dan istrimu sangat cantik Jongin-ah" kata chen saat melihat mereka memasuki ruangan itu.
'Benarkah? Bahkan aku baru saja menyadarinya jika aku dan In Soo memiliki wajah yang hampir sama' batin Jongin saat menggandeng In Soo memasuki ruangan.
"Aniyo appa, dia adalah sekretarisku dan anaknya kajja kita duduk aku sudah lapar" kata Kris yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"Ahh mianhe Jongin-ah, aku tidak sempat menghadiri acara pernikahan kalian di china jadi aku tidak tahu kalau dia bukan istrimu" Chen merasa sangat bersalah karena tebakannya salah.
"Aniyo sajangnim.." jawab Jongin.
"Sepertinya kau juga belum pernah melihat putriku sebelumnya" kata Lay ketus.
"Ye, siapa namamu anak manis?" tanya Chen pada putri kecil yang duduk di sebelah Kyungsoo.
"Perkenalkan Do In Soo imnida" jawab In Soo dengan sopan.
"Aigoo kau pintar sekali, pasti ayahmu adalah orang yang sangat hebat" ucap Chen yang menjadikan suasana di ruangan itu menjadi hening seketika.
"Omo apa aku salah bicara?" tanya chen karena tiba-tiba atmosfer di ruangan itu berubah.
"Aniyo haraboji, hanya saja aku belum pernah melihat appaku yang sebenarnya" In Soo tertunduk.
"Mwo! Jadi dia meninggalkan kalian-?"
"Appa!" Kris merasa appanya telah bertanya berlebihan.
"Eomma... In Soo ingin pulang..." In Soo merasa tidak betah di sana walaupun baru sebentar.
"Josonghapnida sepertinya saya harus pulang sekarang.." Kyungsoo pergi menggendong putrinya keluar dari ruangan itu.
"Jadi suaminya telah meninggalkannya?" tanya Chen yang masih dengan gaya keponya.
"Appa! Kyungsoo belum pernah menikah dan aku akan segera menikahinya" ucap Kris.
Jongin yang sedari tadi diam kini mulai geram karena mereka tidak berhenti juga membicarakan Kyungsoo di hadapannya.
"Jadi apa In Soo adalah anakmu?" lagi-lagi chen bertanya pada Kris.
Sedangkan pasangan Suho dan Lay hanya menikmati hidangan di hadapan mereka. Dan mereka rasa pertemuan antar dua perusahaan malam ini akan gagal.
"Aniyo. Kenapa appa tidak mengerti juga!" teriak Kris.
Tiba-tiba Jongin bangkit dari duduk diamnya "Mian, aku masih ada urusan lain yang harus segera ku selesaikan" Jongin berlari keluar berharap masih bisa menemukan Kyungsoo dan In Soo yang diyakininya sebagai anaknya.
"Eomma tidak ada taxi yang lewat.. aku sudah kedinginan" ucap In Soo yang berada digendongan ibunya.
"Ne, sebentar lagi chagi. Apa kau kedinginan? Mianhe..." kata Kyungsoo lemah.
Tiba-tiba sebuah mobil sport merah berhenti di depan mereka. "Jongin.." gumam Kyungsoo.
"Naiklah aku akan mengantarmu pulang" Jongin membuka pintu untuk Kyungsoo.
"Tidak perlu, kita akan naik bus saja"
"Eomma.. dingin.."
"Naiklah, kasihan In Soo pasti dia sudah kedinginan. Dan lagi malam semakin larut. Naiklah, aku akan mengantar kalian pulang"
"Dengan satu syarat!"
"Katakanlah, aku akan mengabulkannya"
"Kau tidak boleh bertanya apapun selama dalam perjalanan"
"Baiklah"
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil Jongin. Dari kejauhan Luhan dan Han In yang baru datang melihat mereka, tapi hanya Luhan yang menyadarinya. Luhan menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
Benar saja selama perjalanan Jongin tidak mengeluarkan sepatah katapun, sampai ΒΌ jam kemudian akhirnya mereka sampai di apartemen Kyungsoo.
"Ternyata kau masih tinggal di tempat ini.."
"Terimakasih karena sudah mengantar kami, pulanglah mereka pasti sedang menunggumu" kata Kyungsoo tanpa memperdulikan perkataan Jongin.
Kyungsoo hendak membuka pintu mobil itu sebelum tangannya di genggam oleh Jongin.
"Kyung, In Soo.. dia anakku kan?" tanya Jongin tiba-tiba.
"Kau sudah melanggar janjimu Jongin-ssi. Ingat, tidak ada pertanyaan!"
"Tapi kita sudah sampai. Soo jawab pertanyaanku" Jongin mendesak Kyungsoo.
"Kalau memang iya kau mau apa? Apa kau mau mengambilnya dariku? Sama seperti kau mengambil hal paling berharga bagiku 5 tahun yang lalu!" Kyungsoo tidak berani menatap Jongin, dia takut Jongin akan melihat matanya yang sudah memerah.
"Jadi benar.. aku tidak akan mengambilnya darimu. Tapi setidaknya ijinkan aku untuk melihatnya dan bertemu dengannya ketika aku sedang merindukannya"
'Apa kau hanya merindukan In Soo?' batin Kyungsoo. "Maaf.. aku harus segera menidurkannya" Kyungsoo turun dan segera memasuki bangunan apartemennya. Di gerbang depan dia sudah di sambut oleh kakak iparnya.
"Itu mobil Jongin kan? Apa kau masih berhubungan dengannya?" tanya Baekhyun yang saat ini sedang sendirian tanpa Chanbyun dan Chanyeol karena mereka berdua sudah berada di dalam apartemen Kyungsoo.
"Aniyo eonni" Kyungsoo menundukkan kepalanya, Baekhyun segera memeluknya.
"Tolong jangan mengatakan hal ini pada Chanyeol oppa, dia bisa marah besar" kata Kyungsoo.
"Apa kau masih mencintainya?" Baekhyun melepaskan pelukannya.
"Aku hanya tidak ingin ada keributan, aku juga tidak menginginkan pertemuan ini"
"Baiklah aku tidak akan mengatakannya pada Chanyeol oppa, ayo kita masuk sebelum In Soo bangun aku hanya mampir sebentar. Sebenarnya aku kesini hanya untuk memastikanmu bahwa kau belum bertemu dengan Jongin" kata Baekhyun kemudian.
"Mwo?!" Kyungsoo membelalakan matanya, namun ia masih bisa mengendalikan suaranya karena In Soo masih berada dalam gendongannya.
"Ne, Chanyeol sudah tahu Jongin kembali dan dia langsung memintaku untuk merahasiakannya darimu. Dan diluar dugaan, kau malah sudah lebih dulu bertemu dengannya. Sepertinya ini sudah menjadi takdir tuhan" ucapan Baekhyun terhenti saat mereka sudah sampai di depan pintu apartemen Kyungsoo.
Setelah dua jam berkunjung Chanyeol dan Baekhyun pun pulang. Kini Kyungsoo sedang berada di kamar In Soo.
"Kenapa kau bangun chagi, ayo tidur lagi. Chanbyun oppa baru saja pulang dia minta maaf karena akhir-akhir ini tidak bisa menemuimu di sekolah" kata Kyungsoo sambil mengusap surai hitam milik anaknya.
"Eomma.. a-appa jong-in sudah pergi?" In Soo bertanya dengan sangat hati-hati.
"Sudah sayang..." Kyungsoo tersenyum.
"Eomma,, In Soo benar-benar ingin memiliki appa seperti Jongin appa" ucap In Soo dengan mata yang sudah terpejam.
'Maafkan eomma, dia memang appa kandungmu. Tapi eomma tidak bisa berbuat apa-apa' batin Kyungsoo sambil mencium kening putrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Untuk masalah semalam, aku minta maaf. Kalian berdua sampai dengan selamat kan?" kata Kris pada Kyungsoo setelah meeting berakhir. Dan sekarang mereka berdua sedang berada di ruangan Kris.
"Ne, gwaenchana sajangnim! Kami pulang dengan selamat" jawab Kyungsoo mantap.
"Kyung aku benar-benar mencintaimu...jeongmal" kata Kris sambil memegang tangan Kyungsoo. Kyungsoo sudah hafal dengan perilaku Kris. Dia akan mengucapkan kata-kata yang sama sebelum Kyungsoo pulang dari kantornya.
"Jika kau mengatakannya lagi aku akan mengundurkan diri!" jawab Kyungsoo sembari melepaskan tangannya. Namun bukannya melepaskan Kyungsoo, Kris malah membawa Kyungsoo ke dalam pelukannya.
"Mianhe.. harusnya malam itu aku tidak membiarkanmu bertemu dengan Jongin sendirian" ucap Kris dalam pelukannya.
"Gwaenchana.. ini bukan salahmu. Karena aku yang terlalu bodoh, hingga mau memberikan segalanya padanya" jawan Kyungsoo setelah berhasil melepaskan diri dari Kris.
"Mianhe.. aku akan bertanggungjawab" kata Kris sambil memegang kedua bahu Kyungsoo.
"Aku akan menikahimu!" lanjutnya.
"Aniyo! Bukan kau yang harus bertanggungjawab" Kyungsoo lagi-lagi melepaskan dirinya dari Kris.
"Apa kau masih mencintainya?"
"Aniyo! Hanya saja kau terlalu sempurna bagiku. Masih banyak yeoja di luar sana yang lebih pantas bersanding denganmu Kris oppa.." jawab Kyungsoo lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
'Aku tahu kau masih mencintainya Kyung.. Tapi aku akan menunggumu, entah sampai kapanpun' batin Kris.
Seperti biasa Kyungsoo menjemput In Soo di sekolah, tapi kekhawatirannya terjadi. Dia bertemu dengan Jongin di sana.
"Kyung apa kau mau menjemput In Soo?" tanya Jongin.
"Ne" jawab Kyungsoo setelah melepas helm-nya.
"Ijinkan aku bertemu dengannya..."
"Maaf tapi aku harus segera mengajaknya pulang" Kyungsoo berjalan menuju kelas In Soo dan meninggalkan Jongin di sana.
"Eomma, kita mau ke mana? Apa kita akan makan siang di luar?" tanya In Soo saat dibonceng oleh eommanya.
"Aniya eomma mau beli beberapa bahan makanan. Kita makan di rumah saja ne, eomma akan membuat masakan yang enak untukmu" Kyungsoo memarkirkan sepeda motornya di depan sebuah minimarket yang dekat dengan apartemennya. Kyungsoo masukkan beberapa buah dan sayur-sayuran yang akan dimasaknya nanti. Setelah membayar barang belanjanya, Kyungsoo dan In Soo keluar dari minimarket itu.
"Eomma.. In Soo mau ice cream yang di sana" Kyungsoo pun segera mengambil beberapa lembar uang di tasnya sebelum suara seorang yeoja paruh baya yang dia kenal menegurnya.
"Kyungsoo-ya" Kyungsoo pun menoleh.
"Eomma.." dia adalah Xiumin bersama dengan anak ke duanya Kim Sehun.
"Ahh ternyata benar ini kau, bagaimana kabarmu?" sapa yeoja paruh baya itu sembari memeluk Kyungsoo.
"Baik eomma, perkenalkan ini putriku. In Soo beri salam pada halmoni"
"Anyeong halmoni In Soo imnida" In Soo memberi salam.
"In Soo beli ice cream sendiri ya, eomma tunggu di sini" In Soo pun menurut pada perkataan eommanya.
"Anyeong noona, lama tidak berjumpa" sapa Sehun.
"Ne Sehun-ah bagaimana kabarmu?" tanya Kyungsoo.
"Aku dan eomma baik-baik saja noona" jawab Sehun.
"Eum Kyungsoo-ya apa dia anakmu bersama Jongin, kudengar kau belum menikah dengan siapapun" tanya Xiumin pelan agar tidak membuat Kyungsoo merasa tidak nyaman dengan pertanyaannya.
"Eoh... mianhe eomma aku harus segera pulang. In Soo belum makan siang. Anyeong.." Kyungsoo segera meninggalkan mereka berdua dan membawa In Soo pulang tanpa menjawab pertanyaan eommanya Jongin.
"Sehun-ah bukankah In Soo sangat mirip dengan hyungmu?" tanya eommanya tapi Sehun tidak menjawabnya.
Sesampainya di apartemen, Kyungsoo masih memikirkan pertemuannya dengan eommanya Jongin.
"In Soo-ya hari ini kita pesan makanan di luar saja ne, eomma pusing" Kyungsoo segera memesan makanan melalui via telfon.
"Apa eomma sakit? Baiklah.. eum eomma...halmoni yang tadi siapa?" tanya In Soo.
"Dia eommanya Jongin" Kyungsoo keceplosan.
"Mwo! Jongin appa? Eomma kenal eommanya Jongin appa?" tanya In Soo penasaran dengan hubungan eommanya dengan eommanya Jongin.
"Eoh apa eomma bicara seperti itu? Jangan memangilnya appa! Dia bukan appamu!"
Ting tong~ ting tong~
Kyungsoo segera membukakan pintu apartemennya karena terdengar suara bel berbunyi. Dia pikir itu adalah makanan pesananya, tapi saat pintu itu dibuka ternyata yang tengah berada di hadapannya adalah Kim Jongin. Kyungsoo segera menutup pintu itu kembali dan menyuruh Jongin pulang tapi apa daya, bahkan sekarang Jongin sudah berhasil memasuki ruang tamu apartemennya.
"Yak! Kim Jongin apa yang sedang kau lakukan di rumahku? Pergilah sekarang juga sebelum aku memanggil petugas keamanan untuk mengusirmu!" teriak Kyungsoo.
"Eomma, kenapa oma teriak-teriak? Eoh ada Jongin appa? Baru saja aku dan eomma bertemu dengan eommanya Jongin appa" In Soo melihat Jongin yang sekarang sedang memegang kedua bahu Kyungsoo.
"In Soo kau masuklah ke kamarmu dan sekali lagi dia bukan appamu" jawab Kyungsoo lemas, In Soo segera meninggalkan mereka.
"Kau bertemu dengan eommaku? Di mana? Bagaimana keadaannya?" sejak ke dua orang tua Jongin bercerai Jongin tidak pernah sekalipun bertemu dengan eommanya bahkan ketika Jongin menikah dengan Luhan di China, eommanya tidak datang. Dia hanya pernah bertemu dengan dongsaengnya beberapa kali, Kim Sehun.
"Itu tidak penting bagiku! untuk apa kau kerumahku? Pergilah sebelum aku benar-benar marah padamu" ucap Kyungsoo sambil melepaskan diri dari tangan Kim Jongin tapi Jongin malah menarik Kyungsoo ke dalam pelukannya.
"Aku merindukanmu soo, aku ingin melihatmu dan In Soo anak kita" ucapnya.
"Dia anakku Jongin!" teriak Kyungsoo sambil melepaskan dirinya dari pelukan Jongin.
"Tapi aku juga appanya, aku sudah bertanya pada Kris hyung. Malam itu kau datang menemuiku di bar kan? Kim Sehun yang kebetulan berada di sana juga melihatmu" ternyata sebelum Jongin memutuskan untuk menemui Kyungsoo dia terlebih dahulu menemui Kris di cafe tempat Sehun bekerja, sehingga Sehun pun ikut dalam perbincangan di antara mereka.
'Mwo! Jongin appa benar-benar appanya In Soo?' batin In Soo yangternyata tidak benar-benar meninggalkan mereka, kini dia tengah bersembunyi di balik tembok dan mendengar semua pembicaraan mereka.
"Selama ini aku yang telah merawatnya dengan susuah payah tapi kemana kau pergi selama ini eoh? Tiba-tiba kau datang dan mengaku sebagai appanya setelah kau melakukan semua itu padaku lalu meninggalkanku begitu saja!" Kyungsoo berusaha memalingkan wajahnya dari tatapan Jongin.
"Mianhe.. aku tidak bermaksud meninggalkanmu, saat itu aku sedang mabuk Soo.. aku tidak bermaksud melakukannya padamu. Aku sangat frustasi ketika aku tahu bahwa aku sudah dijodohkan oleh appaku dengan Lu noona"
"Tapi kau memang sudah meninggalkanku Kim Jongin, kau meninggalkanku saat aku tengah mengandung In Soo!" Kyungsoo sudah tidak tahan lagi. Biarlah Jongin melihat matanya yang sudah memerah karena menahan air mata.
Deg.
'Ternyata In Soo memang benar anakku dan aku telah menelantarkan dia, aku telah membuatnya menderita sendirian selama ini'
Jongin kembali memeluk Kyungsoo namun kali ini Kyungsoo lebih dulu menghindar dari pelukkannya dan berjalan membukakan pintu apartemennya untuk Jongin.
"Pergilah.. kumohon pergilah dari kehidupan kami. Jebal~"
Setelah kepergian Jongin, Kyungsoo kini tengah menangis di kamarnya.
"Eomma uljima..hiks...hiks..." In Soo pun ikut-ikutan menangis, Kyungsoo segera menghapus air matanya dan beralih memeluk putrinya.
"Eoh kenapa kau menangis chagi?"
"Eomma... benarkah Jongin ahjussi benar-benar appanya In Soo?" tanya In Soo.
"..."
"In Soo sudah mendengarnya eomma, kenapa eomma berbohong pada In Soo?" Kyungsoo menatap wajah putrinya.
" In Soo-ya apapun yang tadi kau dengar lupakanlah... jangan mengaharapkan apapun!"
"Tapi eomma..."
"In Soo, jangan menghubungi Jongin ahjussi lagi atau eomma akan marah padamu!" In Soo langsung lari menuju kamarnya dan mengunci pintu itu rapat-rapat.
.
.
.
.
.
.
Sudah 1 minggu Jongin tidak bisa menemui Kyungsoo dan In Soo. Kyungsoo tidak mau membukakan pintu apartemennya ketika Jongin datang.
"In Soo, buka pintunya nanti kau terlambat masuk sekolah" pintu kamar In Soo masih terkunci rapat tidak ada jawaban dari In Soo. Sudah dua hari ini In Soo tidak mau keluar kamar, tidak mau makan dan tidak mau pergi ke sekolah.
"In Soo-ya eomma sudah menyiapkan makanan di dapur, kalau kamu belum mau pergi ke sekolah baiklah tapi makan dulu ne, eomma mau ke kantor" walaupun agak sedikit tidak rela, namun Kyungsoo tetap berangkat ke kantor. Setidaknya hanya sampai rapat selesai dia akan lang sung pulang ke rumah.
14.00 KST
"Kenapa makanannya masih utuh? Apa In Soo benar-benar tidak mau makan?" Kyungsoo yang baru pulang dari kantor segera mencari kunci cadangan pintu kamar In Soo karena In Soo masih menguncinya dari dalam.
"Yak! In Soo-ya irona!" Kyungsoo sangat terkejut ketika melihat In Soo sudah tergeletak tak berdaya di lantai kamarnya.
"Eomma... In Soo mau bertemu dengan Jongin appa" tanpa mendengarkan perkataan In Soo, Kyungsoo langsung membaringkan In Soo di ranjang dan menyelimutunya dengan selimut tebal.
"Berapa lama kau pingsan di lantai eoh? Badanmu sangat dingin" Kyungsoo kembali dari dapur dengan membawa makanan setelah mengompres In Soo.
"Makan dulu ne, nanti baru minum obat" In Soo menggelengkan kepalanya.
"In Soo mau makan sama Jongin appa!"
"Do In Soo! berhenti menyebutnya appa! Sekarang makan makananmu dengan begitu kau bisa segera meminum sirup penurun panas" In Soo malah menampik makanan itu sehingga jatuh ke lantai.
"In Soo-ya!" In Soo lari ke kamar Kyungsoo dan kembali mengunci pintu itu dari dalam meninggalkan Kyungsoo yang tengah terdiam di kamar In Soo.
Kyungsoo kebingungan, In Soo kembali mengurung diri di kamar. Ia tidak bisa berbuat apa-apa, Chanyeol yang biasanya bisa melunakkan In Soo sedang pergi ke China bersama dengan Baekhyun dan Chanbyun. Kyungsoo tidak tahu harus meminta pertolongan pada siapa hingga akhirnya..
"Jongin.. I-In Soo sakit hiks... dia tidak mau makan selama 2 hari"
Jongin langsung berlari menuju apartemen Kyungsoo meninggalkan istri dan anaknya yang sedang bersama dengannya.
"Eomma... sekarang appa jarang memperhatikan Han In. Apa appa tidak sayang lagi pada Han In?" tanya Han In karena appanya tiba-tiba meninggalkan mereka begitu saja.
"Aniya.. appamu hanya sayang padamu chagi" jawab Luhan. 'Aku tahu kau masih mencintai wanita itu Kim Jongin, tapi jangan karena wanita itu membuatmu mengacuhkan Han In' batin Luhan.
Setelah beberapa jam yang lalu Jongin datang, kini In Soo sudah mau makan dan meminum obatnya lalu tertidur pulas karena sudah malam.
"Maaf karena sudah memanggilmu secara tiba-tiba"
"Aniya.. kalau terjadi apa-apa panggil aku, aku harus pulang sekarang juga. Sampaikan salamku pada In Soo jika dia sudah bangun" Jongin pun meninggalkan apartemen Kyungsoo.
Jongin sudah sampai di rumahnya, dia melihat Han In yang sudah tidur pulas bersama Luhan di kamar mereka.
"Eumm..Jongin kau sudah pulang" tanya Luhan saat Jongin hendak pergi dari kamar itu.
"Ahh ne"
"Kau dari mana saja?" tanya Luhan lagi.
"Eum aku dari rumah teman lama, kau tidurlah lagi biar aku tidur di kamar sebelah saja" Jongin pun keluar dari pintu itu. 'Kenapa kau berbohong padaku, benarkah sekarang dia hanya seorang teman bagimu?' Kemudian Luhan mengetikkan sebuah pesan untuk Kyungsoo? Entah dari mana dia bisa tahu nomor itu.
To: Kyungsoo
Kyung..ini aku Luhan, besok siang setelah In Soo dan Han In pulang dari sekolah mari kita berempat bertemu di restoran dekat sekolah.
-12.00 Kyungsoo dan In Soo tengah berada di sebuah restoran-
"Eomma.. kita makan siang di sini? Wahh makanannya banyak sekali..." orang yang mereka tunggu akhirnya datang juga.
"Mian sudah membuatmu menunggu lama, kenapa makanannya belum di makan juga aku sengaja memesankan semua makanan ini karena aku tidak tahu makanan seperti apa yang biasa kalian makan" Luhan dan Han In duduk di hadapan mereka.
"Kita tidak biasa memakan makanan seperti ini ahjumma, eomma selalu memasak makanan yang enak di rumah" kata In Soo sambil mencicipi beberapa makanan yang terlihat sangat enak di hadapannya Kyungsoo hanya bisa memandangi putrinya dengan tatapan penuh arti.
'Sebenarnya untuk apa Lu eonni mengajakku dan In Soo kemari? Apa yang akan dia bicarakan?' batin Kyungsoo.
"Oh benarkah? Jadi appamu tidak pernah mengajakmu ke tempat seperti ini?" tanya Luhan lembut.
'Jadi ini arah pembicaraanmu?' batin Kyungsoo.
"In Soo tidak punya appa eomma..." jawab Han In.
"Omo! Mian..aku tidak tahu" kata Luhan sambil menutupi mulutnya.
"In Soo punya appa! In Soo punya Chanyeol appa, Sehun appa (yang diketahuinya sebagai adik Jongin), dan Jongin appa" jawab In Soo.
"Benarkah? Jongin appa? Maksudmu Jongin appanya Han In? Tapi dia bukan appamu sayang" kata Luhan sambil mengusap pipi In Soo.
"Tidak! Jongin appa benar-benar appanya In Soo!" In Soo sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Eomma..." Han In menatap eommanya bingung.
"Ahh anieyo- dia hanya asal bicara, semua orang di panggilnya appa" Kyungsoo mencoba mengembalikan suasana.
"Benarkah? Tapi meskipun Jongin benar-benar appamu, kau tidak bisa hidup bersama dengannya chagi...karena Jongin sudah memiliki kami berdua" Luhan malah memperburuk suasana.
"Hentikan eonni! Jebal" mata Kyungsoo mulai memerah.
"Kau yang harus menghentikan semua ini Do Kyungsoo! Jangan pernah memanggil Jongin untuk mememui kalian berdua lagi cih"
"Eomma...hiks..." In Soo menangis.
"Sepertinya kita harus pergi sekarang, appa Han In sudah berjanji akan mengajak kita jalan-jalan" Luhan dan Han In pergi meninggalkan mereka yang tengah menangis bersama, Luhan bohong. Jongin tidak pernah berjanji pada mereka, semua itu hanya akal-akalannya untuk membuat Kyungsoo dan In Soo sadar.
Luhan dan Han In kembali kerumah mereka. Han In segera menemui appanya yang sedang berada di ruang kerja. Han In duduk di pangkuan appanya, dia melihat sebuah foto di atas meja kerja appanya.
"Appa, namja yang di sebelah appa ini siapa? Kenapa mirip sekali dengan Han In? Apa dia appa ke dua Han In?" kata Han In sambil menatap foto masa kecil Jongin.
"Mwo! Apa yang kau bicarakan chagi?" Jongin bingung.
"In Soo juga punya appa banyak. Kata eomma walaupun In Soo adalah anak appa tapi In Soo tidak bisa hidup bersama appa"
"Apa eomma yang mengatakan itu padamu?"
"Ani, tadi eomma mengatakannya pada eommanya In Soo"
"Mwo! Tunggu disini ne" Jongin langsung pergi menemui Luhan.
"Ahh chagi, apa kau sedang bersama Han In?" tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya Jongin langsung mendudukkan Luhan di atas ranjang.
"Apa yang sudah kau katakan pada Kyungsoo?"
"Mwoya, aku tidak mengerti maksudmu" jawab Luhan.
"Aku tahu kau tidak bisa berbohong, katakan yang sebenarnya!" kata Jongin sambil menatap mata istrinya tajam.
"Jadi kau sudah tahu, apa Han In yang telah memberi tahumu? Apa yeoja sialan itu yang diam-diam sudah menghubungimu sendiri?" tatapan Luhan tak kalah tajam.
"Aku hanya bilang padanya jangan mengganggu suami orang, apa aku salah?" lanjutnya.
"Bukankah kau sudah tahu bahwa In Soo adalah anakku?"
"Memangnya kenapa?"
"Dari mana kau bisa tahu? Malam itu, aku melakukannya bersama dengan Kyungsoo. Jadi apa menurutmu Han In adalah anakku?" Jongin berbalik tanya.
"Apa yang kau bicarakan! Tentu saja dia adalah anakmu, minggirlah aku ada janji dengan eomma dan appa" Luhan keluar dari kamarnya meninggalkan Jongin.
Kyungoo dan In Soo kembali ke apartemen mereka.
"Eomma...mianhe..mianhe karena membuatmu sedih"
"..."
"Apa yang harus In Soo lakukan supaya eomma tidak sedih lagi? In Soo akah berhenti memanggil Jongin appa dengan sebutan appa!" ucapan In Soo membuat Kyungsoo menatap putrinya.
"Eomma, In Soo sudah tidak ingin appa Jongin. In Soo tidak mau melihat eomma menangis lagi. Eomma... lebih baik kita pergi saja dari sini...ke tempat yang jauh supaya Jongin ahjussi tidak bisa menemukan kita lagi..." kenyataan pahit yang menimpa kedua orang tuanya telah membuatnya menjadi dewasa sebelum masa itu datang.
TBC
Saatnya balas-balas review!
Chanbuck : lu liat di mana chingu? Nggak papa deh yah, nih udah dilanjut kok. Udah nggak penasarankan? Review juseyo~
K0j3t4 : 0_0 uljima-yo.. nanti Kkamjong Gue hukum deh! LOL
Exindira : ne, gomawo! RnR PLISS
Kai yeodongsaeng : udah gue jelasin sejelas-jelasnya kan? Review again!
Zahraeca : Oke, Review again plis..
7younlaycious88 : tuh jawaban gue semuanya ada di atas. Review again..
Kim Hyungsoo : ihh takut diancem sama reader! Gue lanjut kok. Review again ne! Awas klo nggak. Wkwkwkwk skarang author yang ngancem reader.
lisnana1 : ne, gomawo. Nih udah lanjut, review again please!
9Arumighty : ahhh.. ne ne ne ne! #plak
Ia nih udah lanjut, review again ne. Gomawo!
ohsena : Arraseo! Review again juseyo~
SognatoreL : Ne! Siap! Review again, jebbal?
Guest : maklumlah, kan bru ketemu ama Kyungie.. jadi perhatian Kkamjong lagi sama baby Soo-nya
Cherry EXOL : haha udah bisa ditebak ya.. ai juga srek-nya apa KaiSoo. COZ I'm KAISOO loper #plak. Nih udah dilanjut. Review again ne!
Lady Soo Jong : ne, nih udah dilanjut. Review again juseyo... buing~ buing~ /jurus kedipan mata ala Kyungie/
Gomawo for all~^^
Review juseyo... :*
