Title: Aku Ingin Appa

Author : Dae Lee Moon

Genre : Drama, Romance, Family, Angst dan temukan sendiri ne xD

Rate : T (GS)

Cast : Do Kyungsoo (yeoja), Kim Jongin (namja), In Soo and other.

Warning: GS (Genderswitch), Typo (s), Cerita Pasaran, GAJE, Alur Kecepetan, Marriage Life, OOC.

Summary :Sebuah tragedi menyebabkan mereka harus rela meninggalkan orang yang paling dicintainya. BAD SUMMARY / KaiSoo / HunHan / slight KaiHan. GS^^

.

.

.

Fast Update ye. Nae lagi fokus sama nih FF, mau cepet-cepet nae end-in/?. Trus lanjutin yang laen deh haha. Ahh sekedar info, chap depan mungkin jadi chapter yang terakhir / END istilahnya.

Cerita ini hanya untuk orang yang menyukainya. Kalo nggak suka ya jangan dibaca. Don't be a plagiator! Tidak terima bash.. this is just my imajination, REAL! RnR please^^

..

..Chapter 3..

.

.

"Bukankah kau sudah tahu bahwa In Soo adalah anakku?"

"Memangnya kenapa?"

"Malam itu, aku melakukannya bersama dengan Kyungsoo. Jadi apa menurutmu Han In adalah anakku?" Jongin berbalik tanya.

"Apa yang kau bicarakan! Tentu saja dia adalah anakmu, minggirlah aku ada janji dengan eomma dan appa" Luhan keluar dari kamarnya meninggalkan Jongin.

.

.

.

.

Kyungoo dan In Soo kembali ke apartemen mereka.

"Eomma...mianhe..mianhe karena membuatmu sedih"

"..."

"Apa yang harus In Soo lakukan supaya eomma tidak sedih lagi? In Soo akan berhenti memanggil Jongin appa dengan sebutan appa!" ucapan In Soo membuat Kyungsoo menatap putrinya.

"Eomma, In Soo sudah tidak ingin appa Jongin. In Soo tidak mau melihat eomma menangis lagi. Eomma... lebih baik kita pergi saja dari sini...ke tempat yang jauh supaya Jongin ahjussi tidak bisa menemukan kita lagi" kenyataan pahit yang menimpa kedua orang tuanya telah membuatnya menjadi dewasa sebelum masa itu datang.

"In Soo-ya.." sebuah suara berat menyapa In Soo saat dirinya baru saja keluar dari ruang kelas karena sudah waktunya untuk pulang dari sekolah.

'Appa...' batin In Soo. Ada rasa bahagia ketika appanya datang padanya, namun setelah mengingat eommanya kembali, perasaan itu hilang seketika.

"Annyeong Kim In Soo, belajarnya sudah selesai hm?" Jongin mendekati In Soo yang kini diyakininya sebagai anaknya.

"Eoh Ahjussi? Namaku Do In Soo bukan Kim In Soo!" teriak In Soo sambil menampik tangan Jongin saat tangan itu hampir saja menyentuhnya. Jongin terlonjak kaget saat melihat perlakuan In Soo yang terkesan dingin padanya.

"Aigoo In Soo-ya.. kenapa kau seperti ini pada appa" Jongin kembali mendekati In Soo namun In Soo malah mengambil langkah menjauh darinya.

"Ahjussi bukan appaku! Appa In Soo orangnya baik dan tidak pernah membuat eomma menangis, tidak seperti ahjussi! AHJUSSI JAHAT!" In Soo terlampau marah pada Jongin hingga ingin rasanya ia segera memeluk eommanya dan menangis dipelukannya.

"Ya Do In Soo! Kenapa kau berbicara seperti itu pada appaku! Appaku tidak jahat! Kau yang jahat In Soo-ya!" Han In yang memang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka dari dalam kelas segera keluar karena In Soo mengatakan hal buruk tentang appanya. Ia kemudian menghambur ke dalam pelukan sang appa.

"Appa.. appa sayang sama Han In dan eomma kan?" Matanya mulai memerah tidak kalah dengan mata In Soo kini.

"Appa yang kau bicarakan sayang, tentu saja appa menyayangi kalian berdua" Jongin membelai wajah Han In dengan penuh cinta agar anaknya tidak menangis. Tidak taukah Jongin bahwa anaknya yang lain, yang kini sedang memperhatikannya. Juga menginginkan hal yang sama, kasih sayang dari appanya.

"Kalian semua jahat!" In Soo berlari sekencang-kencangnya meninggalkan mereka berdua. Jujur saja In Soo sangat iri dengan Han In. Ia juga ingin dipeluk dan diberi kasih sayang oleh appanya. Tapi apa, meskipun In Soo tahu bahwa Jongin adalah appanya. Dia tidak mungkin meminta hal itu padanya. Ia takut akan menyakiti eommanya nantinya.

In Soo terus saja berlari, tidak peduli jika pipinya telah basah karena air mata yang tidak mau berhenti keluar. Ia juga tidak memperdulikan teriakan dari guru dan teman-teman yang menanyakan keadaannya. Hingga ia berhenti berlari saat kesadarannya kembali setelah mendengar klakson dari sepeda motor yang tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Bukan suara klakson motor eommanya. Melainkan suara klakson dari motor lain yang sedang melaju dengan kencang ke arahnya. Dia tidak sadar jika sekarang dirinya sedang berdiri di tengah jalan raya. Jauh dari sekolahnya.

"AAAAAAAAAA..." teriaknya melengking.

Srettt..

BrukkK!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo membawa motor maticnya keluar dari sekolah. Menurut informasi dari guru dan teman-teman In Soo, In Soo telah keluar dari sekolah beberapa menit yang lalu dalam keadaan menangis setelah bertemu dengan Jongin.

'Jika terjadi sesuatu yang buruk pada anakku, aku tidak akan memaafkanmu Kim Jongin'.

Hatinya benar-benar berkecamuk. Kyungsoo terus saja mengemudikan motornya menuju jalan raya. Tidak tahu arah dan tujuan yang hendak dituju karena selama ini In Soo tidak pernah pergi sendirian seperti ini. Hingga Kyungsoo mendengar sebuah lengkingan keras dari badan jalan di depannya.

"AAAAAAAAAA..." sebuah teriakan yang terdengar familiar baginya.

Deg.

'In Soo..'. Kyungsoo langsung mengarahkan motornya menuju sumber suara yang tadi didengarnya.

"IN SOO..!" teriak Kyungsoo saat melihat buah hatinya yang sangat berharga baginya sudah tergeletak lemah di aspal jalan raya dengan darah yang terus keluar dari pelipis kanannya. Kyungsoo meletakkan motor dan membuang helmnya asal, tidak peduli jika hal itu dapat membuat jalanan yang semula padat karena kecelakaan In Soo menjadi semakin tak terkendali.

"In Soo-ya irona! Jebbal" Kyungsoo langsung merengkuh tubuh In Soo yang sudah tak sadarkan diri ke dalam pelukannya. Ia mengelap darah yang terus keluar dari kepala In Soo dengan tangannya dan membendungnya dengan kain yang tadinya menempel di tubuhnya.

"Seseorang tolong panggilkan ambulance! ANAKKU SEKARAT SEKARANG! JEBBALYO PALLI!" Kyungsoo berteriak tidak sabaran. Sungguh, ia sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kyungsoo-ya! Bagaimana keadaan In Soo" tanya Kris sedikit berlari setelah melihat Kyungsoo yang sedang duduk sendiri di depan ruang operasi. Kris datang karena beberapa waktu yang lalu sengaja dihubungi oleh Kyungsoo setelah tiba di rumah sakit. Kyungsoo tidak tahu harus menghubungi siapa karena Chanyeol, oppanya masih berada di China sekarang.

"Oppa, I-In Soo hiks.. dia tertabrak motor. Dia sedang di operasi sekarang. Hiks.. aku takut oppa.." Kyungsoo segera memeluknya, ia begitu takut sekarang.

"Tenanglah, tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada In Soo. Percayalah, dia akan baik-baik saja" Kris memeluk Kyungsoo dengan erat, mencoba menenangkan yeoja yang sejak dulu dicintainya itu.

.

.

.

.

.

.

Jongin sedang berada di ruang kerjanya, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia kemudian menatap bingkai foto yang tertata rapi di atas mejanya, Jongin pun mengambil dan mulai memperhatikan foto itu.

"Appa, namja yang di sebelah appa ini siapa? Kenapa mirip sekali dengan Han In? Apa dia appa ke dua Han In?" saat melihat foto itu, Jongin tiba-tiba teringat dengan perkataan Han In.

'Jika malam itu Sehun berada di klub itu, dia bersama dengan siapa saat itu? In Soo dan Han In lahir di bulan yang sama, tidak mungkin kan aku melakukannya pada mereka berdua?' pikir Jongin.

Jongin segera mengundang Sehun ke rumahnya, awalnya Sehun menolak. Tapi setelah Jongin mengatakan bahwa sesuatu terjadi pada Han In Sehun langsung menyanggupinya.

Kini Jongin, Sehun dan juga Luhan tengah duduk di ruang keluarga rumah Jongin. Jongin memberikan sebuah foto kepada Sehun.

"Siapa anah kecil yang tengah menangis sendirian di foto itu?" tanyanya kemudian.

Sehun mulai memperhatikan foto itu "Tentu saja ini foto Han In bodoh!".

"Lalu bagaimana dengan yang ini?" Jongin kembali menunjukkan sebuah foto pada Sehun. Luhan hanya bingung memperhatikan mereka berdua walaupun sedari tadi pandangannya tidak lepas dari Kim Sehun untuk pertama kalinya sejak 5 tahun yang lalu.

"Yak! Hyung, apa kau memanggilku hanya untuk menanyakan hal-hal yang tidak berguna seperti ini? tentu saja dia Han In, meraka adalah orang yang sama" kata Sehun sambil memegang ke dua foto itu.

"Baiklah, semua sudah jelas!"

"Apa maksudmu hyung?" Sehun bingung.

"Yang terakhir itu fotomu bodoh, dia namja"

"Mwo!" Sehun dan Luhan berteriak secara bersamaan.

"Jadi apa yang mau kalian berdua jelaskan padaku eoh?!" kata Jongin sambil menarik kerah baju Sehun.

.

.

.

.

.

.

"Jadi kau benar-benar telah melakukannya bersama Luhan di tempat itu?" tanya Jongin masih memegang kerah baju Sehun setelah Sehun menceritakan kejadian yang sebenarnya.

"Aku juga melihatmu hyung! Aku melihatmu tengah mencium Kyungsoo di tempat itu, dan pasti kalian telah melakukannya juga kan, aku yakin bahwa In Soo adalah anak kandungmu." Ucapan terakhir Sehun berakhir dengan tinju Jongin yang melayang di wajahnya.

"Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa padaku!" ucap Jongin.

"Cih..untuk apa aku memberi tahumu, kau sudah merebut Luhan noona dariku. Kau telah membuatku dan eomma menderita selama ini" jawab Sehun dengan tatapan sinis, Jongin hendak memukul Sehun kembali, tapi segera ditahan oleh Luhan.

"Hentikan! Ini semua salahku, seharusnya aku tidak mau menerima perjodohan itu. Kim Jongin kau boleh menceraikanku, aku tahu selama ini kau tidak pernah benar-benar mencintaiku" Luhan berlari menuju kamarnya. Sedangkan Jongin dan Sehun menatapnya bingung. Beberapa saat kemudian Luhan kembali dengan membawa sebuah amplop besar berwarna cokelat.

"Aku tahu kau tidak pernah mencintaiku sekalipun. Dan aku juga! Aku hanya membutuhkanmu sebagai appa bagi Han In, anak dari Kim Sehun yang sedang aku kandung saat kau melamarku. Mianhe, aku melakukan itu karena pengecut ini tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya padaku" kata Luhan sambil menunjukkan surat cerai pada Jongin yang sudah diberi cap stempel Luhan. Rupanya Luhan memang sudah berniat untuk mengakhiri hubungannya dengan Jongin.

"Mwo! Apa kau tidak tahu jika yang kau lakukan itu membuatku meninggalkan kekasih yang juga sedang mengandung anakku? Dan kau Kim Sehun! Aku kecewa padamu! Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu terdahulu!" Jongin geram, ia melepaskan cengkramannya pada sehun dan menatap Luhan tajam.

"Lu noona, apa kau benar-benar menginginkan hal ini?" Jongin langsung mengambil surat itu dan menandatanganinya di depan Luhan dan Sehun. "Aish benar-benar!" Jongin pergi meninggalkan mereka berdua yang sama-sama mematung ditempat.

Hening..

"Noona.." hingga akhirnya Sehun memutuskan untuk membuka suaranya.

"Mianhe," Sehun mencoba meraih tangan Luhan, namun segera ditampiknya dengan kasar.

"Untuk apa kau datang kemari eoh? Harusnya kau tidak pernah muncul lagi di hadapanku!" Luhan mulai memanas.

"Kau yang mengatakan sendiri bahwa aku harus melupakanmu dan kau akan melupakanku! DASAR PABBO! NAPEUN NAMJA!" Luhan menarik kerah baju Sehun lalu memukul dada bidang Sehun beberapa kali. Sehun hanya bisa diam, ia memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari Luhan. Ia merutuki dirinya sendiri yang tega meninggalkan kekasihnya setelah mereka berbuat 'sesuatu' yang sangat berharga.

"Kau bukan menyuruhku untuk melupakanmu! Tapi kau membuangku BODOH!" Luhan merosot ke lantai dan tangisnya pun pecah.

"Mianhe.. noona.." Sehun membawa Luhan ke dalam pelukannya.

"Dasar bodoh! Aku membencimu hiks.."

"Tapi aku mencintaimu noona, aku tidak bisa melupakanmu" Sehun mempererat pelukannya.

'Aku akan mengembalikan semuanya ke tempat yang seharusnya! Aku janji' batin Sehun.

Setelah menandatangani surat itu Jongin segera pergi dari rumah itu. Padahal rumah itu adalah rumahnya sendiri. Dia juga tidak peduli lagi pada Han In yang akan mencarinya. Walaupun Han In bukan anaknya, namun Jongin benar-benar menyayanginya sebagai anak kandungnya sendiri. Tapi ia harus melakukan hal yang lebih penting sekarang, menemui Kyungsoo dan anak kandungnya. Dia begitu khawatir saat mendengar In Soo kecelakaan dari seseorang.

Saat ini Jongin tengah berdiri tepat di depan aparteman Kyungsoo.Jongin menekan-nekan bel apartemen Kyungsoo beberapa kali namun tidak ada jawaban.

"Maaf tuan.. apartemen ini sudah dijual. Saya kira pemiliknya juga sudah pindah" kata seorang cleaning service. Kyungsoo memang sengaja menjual apartemennya untuk biaya pengobatan In Soo.

"Mwo!"

"Rumah ini sudah dijual, apa tuan berniat untuk membelinya? Anda bisa masuk untuk melihat-lihat ruangan itu. Aku akan menanyakan pasword rumah ini" kata cleaning service kemudian.

"Ohh benarkah.."jawab Jongin lesu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"In Soo-ya.. kenapa kau bisa sakit begini eoh?" tanya namja kecil yang baru saja tiba dari China. Dia terlihat sangat khawatir pada dongsaengnya.

"Hahaha Chan Byun oppa! Aku baik-baik saja. Bagaimana kau bisa ada di tempat ini? Apa kau ke sini naik pesawat jet? Whoa.. pasti sangat menyenangkan! Lain kali aku ikut ne!"

"Ya Ya Ya! Kau cerewet sekali. Apa gara-gara kemarin kepalamu ini terbentur aspal eoh?" kata Chan Byun sambil sesekali menyentuh perban di kepala In Soo.

"Appo!"

"Chan Byun! Jangan mengganggu In Soo! Kau boleh menggodanya saat dia sudah sembuh "

"Kenapa kau mengajari anak kita seperti itu hm?" Baekhyun mencubit pinggang suaminya.

"Akh, appo!" Chanyeol meringis kesakitan. Sedangkan In Soo dan Chan Byun terkekeh geli melihat kedua orang tua itu.

"Kau sudah bisa tertawa In Soo-ya. Apa kau senang melihat appamu menderita!"

"Aniyo.. appa. Hihihihi.. hanya saja kalian berdua benar-banar lucu"

"Aigoo.. benarkah?" tanya Chanyeol sambil membenarkan rambut di kedua pelipisnya.

"Eommamu dimana?" kini Baekhyun yang bertanya pada In Soo.

"Eoh? Eomma sedang di perjalanan ke sini. Tadi eomma pergi ke kantor sebentar"

"Ahh.. dia masih bekerja di tempat itu rupanya"

"Aigoo.. Kris benar-benar. Dia tetap saja menyuruh Kyungsoo untuk bekerja di waktu seperti ini. Apa aku harus menikahkan mereka berdua?" kata Chanyeol.

"Apa disini tidak ada minuman? Aku mau cari minum dulu ne!" lanjutnya.

.

.

.

.

.

"Do Kyungsoo!" sebuah suara mengintrupsi Kyungsoo yang baru saja hendak melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit.

"Apa In Soo benar-benar dirawat di sini?" tanyanya setelah sampai di hadapan Kyungsoo dengan sedikit terengah-engah.

"Kau tidak perlu tahu. Ini tidak ada hubungannya denganmu"

"Kyung.. mianhe" Jongin memegang sebelah tangan Kyungsoo.

"Mianhae karena telah membuat In Soo seperti itu. Aku tahu kau membenciku sekarang" lanjutnya.

"Jika kau sudah tahu kenapa kau tetap saja datang" Kyungsoo membuang tangan Jongin kasar.

"Karena aku merindukan kalian berdua Kyung.."

"..." tidak ada jawaban dari Kyungsoo.

"Aku sudah bercerai dengan Luhan noona"

"Mwo? Kenapa kau tega melakukan hal itu padanya Kim Jongin! Kau benar-benar"

"Karena aku mencintaimu, menikahlah denganku"

"Mwo? Kau kira setelah kau bercerai dengan Luhan eonni aku akan menerimamu kambali! Tidak semudah yang kau bayangkan Kim Jongin!" Kyungsoo membalikkan badannya lalu melangkah menjauhi Jongin.

"Tapi In Soo anakku! Kau tidak bisa memisahkannya dariku!" teriak Jongin.

"Siapa yang kau maksud TUAN KIM!" sebuah suara berat mengintrupsi mereka.

Jongin membalikkan badannya menuju sumber suara. Begitu pula dengan Kyungsoo. Kyungsoo membelalakkan matanya karena kaget setelah melihat Chanyeol yang sudah ada di sana. Dan dia tidak sendirian. Dia bersama dengan Kris sekarang.

"Oraenmaniya hyung.." Jongin mencoba menyapa Chanyeol dengan ramah.

"Tidak perlu basa-basi! Untuk apa kau datang ke tempat ini. Jika kedatanganmu kemari hanya untuk menemui adik dan keponakanku, maka pulanglah. Tempatmu bukan di sini Kim Jongin!" Chanyeol terus melangkah.

"Jangan berani-berani datang menemui mereka lagi. Atau kau tidak akan bertemu dengan mereka untuk selamanya" Chanyeol melewati Jongin begitu saja. Sedangkan Kris, dia terus saja menatap ke arah Jongin. Dia merasa kasihan pada sahabatnya yang malang itu.

Jongin menatap nanar ketiga orang yang sudah memasuki rumah sakit itu. Dia tahu, saat Chanyeol sudah berkata seperti itu, dia tidak mungkin bisa berbuat apa-apa lagi sekarang.

"Eonni, boggoshipeo" Kyungsoo memeluk Baekhyun erat setelah mereka bertiga sampai di ruang rawat In Soo.

"NADO! Kenapa kau baru kembali eoh? Apa manusia itu yang telah menyita waktumu" kata Baekhyun sambil menunjuk Kris. Sedangkan Kris -orang yang ditunjuk- malah sedang asik dengan ponselnya. Dia terlihat serius saat mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.

From : Jongin

Hyung, tolong jaga mereka untukku. Jebbal..

To : Jongin

Kenapa tidak kau sendiri yang melakukannya.

From : Jongin

Belum sekarang.. tapi nanti.

"Aniya.. Kris oppa telah banyak membantuku. Dia juga yang sudah membantuku membayar biaya rumah sakit In Soo. Aku akan segera membayarmu setelah apartemenku terjual Kris!" kata Kyungsoo kemudian. Kris masih saja tidak bergeming dari ponselnya.

"Yak! Siapa yang sedang kau hubungi eoh?" tanya Baekhyun.

"Jongin.." jawaban santai dari Kris membuat orang-orang yang ada di ruangan itu sontak memandang ke arahnya.

"Apa ada yang salah?" tanya Kris polos. Aish.. aku keceplosan. Batinnya kemudian.

"Ahh aku tadi asal bicara. Tenang saja Kyung, kau tak perlu membayarnya. Aku sudah menganggap In Soo seperti anakku sendiri" Kris mencoba mengembalikan suasana seperti sedia kala. Kyungsoo tidak mengatakan apapun, tatapannya terfokus pada kaca pintu ruang rawat In Soo. Ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikannya dari luar. Namun kini sosok itu telah menghilang.

"Whoa.. sepertinya aku memang harus menikahkan kalian berdua!" kata Chanyeol girang tidak memperdulikan ucapan Kris yang sebelumnya.

"Andwae! Aku tidak ingin appa seperti Kris ahjussi uweee. In Soo hanya ingin bersama eomma" kata In Soo sambil sesekali menjulurkan lidahnya.

"Hahaha kau semakin lucu In Soo-ya! Kalo In Soo punya appa sepertiku, nanti aku akan mengajakmu mengelilingi galaxi hwahahaha. Pasti seru!" kata Kris sambil mencubit pipi In Soo.

"Jha! Penyakitmu kambuh lagi hyung! Hahahaha" kata Chanyeol yang membuat mereka terkekeh geli. Semuanya tertawa, terkecuali Kyungsoo yang masih belum bisa mengalihkan perhatiannya dari pintu kamar In Soo.

'Aku yakin tadi yang berdiri di balik pintu itu adalah Kim Jongin. Kenapa dia tidak berani masuk jika memang benar-banar menginginkanku dan In pengecut' batin Kyungsoo.

"Eomma.." In Soo terbangun saat tengah malam. Kyungsoo satu-satunya orang yang menemani In Soo di kamar itu terbangun dan menghampiri anaknya.

"Wae chagi, apa kau haus?"

"Aniya.. In Soo tidak bisa tidur... In Soo.. ingin... A-appa"

"Wae? Disini kan ada eomma.." Kyungsoo menepuk-nepuk tangan In Soo, tidak mungkin jika dia harus memarahinya kan.

"Aniya.. apa eomma dan appa tidak bisa bersama seperti Chanyeol appa dan Baekhyun eomma?" In Soo bertanya sangat pelan, takut jika pertanyaannya akan membuat eommanya sedih atau marah.

"Kau yang harus menghentikan semua ini Do Kyungsoo! Jangan pernah memanggil Jongin untuk mememui kalian berdua lagi cih"- Luhan.

"Jangan berani-berani datang menemui mereka lagi. Atau kau tidak akan bertemu dengan mereka untuk selamanya" – Chanyeol.

"Aniya.. sangat sulit chagi" Kyungsoo menundukkan wajahnya. Perkataan Luhan dan oppanya terlintas di kepalanya. Ia tidak ingin anaknya tahu jika sekarang hatinya sedang terluka.

'Kenapa kau menginginkannya disaat seperti ini'

"Kalau begitu, setelah In Soo sembuh ayo kita pergi eomma! Kita pergi yang jauuuh. Ne! Hanya In Soo dan eomma" kata In Soo dengan memasang wajah cerianya.

"Apakah kita harus pergi jauh... baiklah ayo kita pergi ke tempat yang jauh, kita akan hidup bahagia walaupun hanya berdua ne"

Kyungsoo dan In Soo telah membulatkan tekat mereka. Bahkan beberapa hari berikutnya dia sudah bersiap-siap untuk meninggalkan tempat itu, meninggalkan korea.

"Apa kau sudah yakin kyung?" tanya Chanyeol saat mengantar Kyungsoo dan In Soo di bandara.

"Ne oppa" jawab Kyungsoo mantap.

"Kalian bisa tinggal di rumah kami yang ada di sana kau punya kuncinya kan?" kata Baekhyun sambil memeluk dongsaengnya.

"Aniya baekie eonni, aku akan tinggal di rumah eomma saja. Rumah itu tidak baik jika dibiarkan kosong terlalu lama. Dan juga, aku menitip apartemenku. Jika sudah terjual tolong berikan uangnya pada Kris oppa untuk menggantikan biaya rumah sakit In Soo. Sebelum dia pergi ke Kanada"

"Baiklah.." beberapa waktu yang lalu Kris memang dikabarkan harus kembali ke Kanada karena beberapa hal.

"Kyungie jaga dirimu. Kami akan segera menyusul setelah pekerjaanku di sini beres"

"Ne oppa"

"In Soo maafkan oppa ne, oppa tidak bisa menjagamu" ucap Chanbyun sambil memeluk dongsaengnya.

"Aniyo oppa, oppa yang terbaik" In Soo memberikan ke dua jempol untuk oppanya tercinta.

"Pay pay~"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jongin berlari ke sana ke mari untuk mencari Kyungsoo dan In Soo, sebelumnya ia telah mendapat kabar jika Kris pergi dari Korea untuk beberapa lama. Jongin takut jika Kris membawa Kyungsoo dan In Soo bersamanya ketika ia teringat kembali perkataan Chanyeol yang akan menikahkan Kyungsoo dengan Kris beberapa waktu lalu.

Setelah mencoba mencari Kyungsoo dan In Soo di seluruh penjuru kota Seoul, Jongin akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat ini. Ia sedang berdiri di depan pintu apartemen Kyungsoo sekarang. Dia mencoba menekan tombol yang berada di pintu itu. 1214 semoga berhasil...

Plip... pintu apartemen itu terbuka. 'Ternyata masih sama, bahkan kau tidak mengganti password apartemenmu Kyung~'.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Yeolie untuk apa kita ke sini?" tanya Baekhyun ketika tengah berada di depan apartemen Kyungsoo.

"Hanya untuk memastikan bahwa yang membeli rumah Kyungsoo adalah orang baik-baik, sehingga apartemen ini tidak akan sia-sia" jawab Chanyeol kemudian menekan bel apartemen itu.

Betapa terkejutnya Chanyeol dan Baekhyun setelah mengetahui bahwa yang membeli apartemen Kyungsoo adalah Kim Jongin. Chanyeol langsung melayangkan tinjunya. Untung saja Baekhyun tidak membawa Chanbyun sehingga dia bisa menghentikan pukulan-pukulan Chanyeol.

"Kenapa kau ada di sini eoh?"

"Seharusnya kau yang pergi meninggalkan negara ini! Tapi kenapa adikku yang malang itu yang harus selalu mengalah dan menderita karenamu brengsek!"

"Hyung..maafkan aku..." Jongin berlutut di hadapan Chanyeol, dia pun meneteskan air matanya.

"Maaf katamu!"

"Dimana Kyungsoo dan anakku hyung..."

"Berani-beraninya kau menyebut In Soo sebagai anakmu! Sampai matipun aku tidak akan memberitahumu kemana mereka pergi. TIDAK AKAN! Ayo kita pulang chagi" Chanyeol pergi, tapi Baekhyun masih tinggal di sana.

"Apa kau masih mencintai Kyungsoo?" Baekhyun tahu kalau Jongin sudah bercerai dengan Luhan. Dia juga tahu bahwa Jongin masih mencintai adik iparnya, Kyungsoo.

"Ne noona"

"Kejarlah dia, cari dia sampai dapat! Dan jangan pernah kau meninggalkannya lagi. Mereka sangat membutuhkanmu, tapi aku tidak bisa memberi tahumu dimana keberadaan mereka sekarang"

"Byun Baek! Apa kau mau tetap tinggal eoh?" teriak Chanyeol dari luar. Baekhyun bangkit dan pergi menyusul Chanyeol.

"Gomawo noona..."

Sudah beberapa hari ini Jongin resmi menjadi pemilik apartemen Kyungsoo dia bahkan tinggal disana setelah urusan perceraiannya dengan Luhan selesai. Jongin pergi ke mini market terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan, mini market yang sama seperti ketika Kyungsoo bertemu dengan Xiumin.

Ketika Jongin hendak membayar barang belanjanya dia begitu terkejut ketika melihat eommanya yang menjadi kasir di mini market tersebut.

"Eomma..."

"K-Kim jong-in..."

Jongin dan xiumin kini tengah duduk bersebelahan di sebuah kursi panjang. Jongin yang sangat merindukan eommanya memeluk eommanya beberapa kali.

"Kenapa eomma tidak datang saat hari pernikahanku?" tanya Jongin.

"..."

"Aku sudah bercerai dengan Luhan noona"

"Mwo!"

Kemudian Jongin menceritakan apa yang telah dialaminya selama ini sejak eomma dan dongsaengnya pergi meninggalkan Jongin sendirian di rumah besar hanya bersama dengan appanya yang sangat kejam itu.

"Jadi.. apa kau tidak berusaha menemukan Kyungsoo kembali?"

"Aku tidak tahu mereka pergi kemana"

"Jika itu ke luar negeri, mungkin dia akan pergi ke rumah eommanya"

"Eomma tahu dimana tempat tinggal eommanya?"

"Tentu, dulu kita adalah sahabat dekat. Dan cobalah datang ke toko kuenya. Dulu setelah eomma dan appamu bercerai, eomma pulang ke sana dan eomma sering melihat Kyungsoo membuat kue di toko ibunya" xiumin menuliskan sebuah alamat di kertas

.

.

.

.

"China..." guman Jongin.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Apa-an thu *liat atas* kenapa jadi makin nggak jelas gini yah ceritanya -_-. Aku belom kasih tau yeah klo keluarga Kyungsoo punya perusahaan bakery, maap deh kelupaan. Dan dulu ibunya punya sebuah toko roti, namanya klo nggak salah 'Kyung Bakery', di Korea nggak ada. Adanya di China -_-.

Keluarga Do emang kaya, tapi nggak begitu amat. Mereka kaya karena perusahaan roti kakeknya yang terkenal se antero China. *katanya*

Udah kali yah, saatnya bales-bales ripyu.. #plakplakplak

leon : sumpeh lu? Yang bikin sama apanya..? besok gue baca deh nthu ff, lo nggak nuduh gue ngejiplak-kan? Astaghfirullah, mian suudzon *dimarahin ama Yeolie* Ampun deh. Apa gue delete aja nih fanfic? #sad..

liayoon : pukpukpuk.. huhuhu jangan nangis dong *tisu mana tisu*

Kaisooship : apa ia sih jadi penasaran, nanti nae cari deh. Review again ne!

Sniaanggrn : iya.. iya.. noh *tengok ke atas*

exindira : ne! Gomawo. Baca juga ff nae yang laen #promo

Cherry EXOL : Lulu nggak nakal kok, dia cuma nggak mau anaknya terluka aja. Nih udah lanjut, review again ne.

Kaiyeodongsaeng : nih udah update, kilat kan? Review again juseyo~

Kim Hyunsoo : ye? Pukpuk..jangan mewek dong, huhuhu~. Ni udah paling fast update. Nado gomawo. Review again ne^^

younlaycious88 : kita liat saja catatan takdir kyungsoo selanjutnya yang dibuat oleh dae author #plak

ruixi : hahai, apa iya yah? Ia deh bagusan kayak gitu *apaan* review again ne!

SognatoreL : jha! Kok udah pada bisa nebak aja sih -_-. Review again..

Guest : ia deh, udah bisa ditebak. Kyungie n' In Soo sabar kok, ibu + anak itu juga sabar nemenin author bikin nih ff #plak

evarzn : ia kah? 0_0 Berarti ada yang satu feel sama gue /? Mian kalo ceritanya pasaran. Gue Cuma nuangin apa yg ada di pikiran gue aja. Review again ne..

Pay~ Pay~ ...

Review Juseyo^^...