Title: Aku Ingin Appa

Author : Dae Lee Moon

Genre : Drama, Romance, Family, Angst dan temukan sendiri ne xD

Rate : T (GS)

Cast : Do Kyungsoo (yeoja), Kim Jongin (namja), In Soo and other.

Warning: GS (Genderswitch), Typo (s), Cerita Pasaran, GAJE, Alur Kecepetan, Marriage Life, OOC.

Summary :Sebuah tragedi menyebabkan mereka harus rela meninggalkan orang yang paling dicintainya. BAD SUMMARY / KaiSoo / HunHan / slight KaiHan. GS^^

.

.

.

Cerita ini hanya untuk orang-orang yang menyukainya. Kalo nggak suka ya jangan dibaca. Don't be a plagiator! Tidak terima bash.. this is real my imajination. RnR please^^

..

..Chapter 4 Part I..

.

.

Disaat Jongin sedang bingung karena tidak berhasil menemukan Kyungsoo dan anaknya, dia malah bertemu dengan ibunya di tempat yang tidak terduga. Di sebuah minimarket yang ibunya menjadi pelayan di sana.

Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, Jongin melepas rindu pada ibunya. Dia menceritakan hal-hal yang telah dilaluinya setelah ibu dan adiknya pergi dari rumah mereka dulu.

Tapi di pertemuannya yang singkat itu setidaknya Jongin telah mendapatkan sedikit informasi tentang keberadaan Kyungsoo.

"China.." gumamnya.

"Ne, anak itu sekarang pasti sedang berada di rumah eommanya" jawab xiumin –eomma Jongin-.

"Nak.. bawalah Kyungsoo dan anakmu itu kembali ke sini. Eomma tahu, di sana Kyungsoo sudah tidak mempunyai keluarga yang bisa diandalkan" lanjutnya.

"Eoh?" Jongin bingung, bukankah Kyungsoo masih mempunyai tante yang sekarang menjaga tokonya?

"Ceritanya panjang. Alangkah baiknya jika kau mendengar langsung dari mulut Kyungsoo. Pergilah, jangan kau biarkan mereka mederita terlalu lama"

"Ne eomma, aku janji" Jongin memeluk eommanya erat sebelum ia benar-benar pergi untuk mencari Kyungsoo dan In Soo.

***
"Yeoboseyo..." terdengar sahutan dari seorang namja yang ingin segera Jongin temui di seberang sana.

"Kim Sehun, neo eoddiga?" tanya Jongin tanpa basa-basi.

"Aku? Aku sedang berada di rumahmu hyung. Untuk apa ka-"

"Tetap di sana dan tunggu aku, pip" titah Jongin final.

Belum genap seperempat jam, Jongin sudah sampai di rumahnya.

"Appa..." teriak Han In ketika mengetahui bahwa appanya yang datang.

"Aigoo.. chagi, lama tidak berjumpa hm?" Jongin membalas pelukan Han In.

"Appa kemana saja eoh? Kenapa baru pulang sekarang, dari kemarin Cuma Sehun ahjussi yang sering datang" ucap Han In sambil menunjuk ke arah Sehun yang tengah duduk di sofa ruang tamu.

"Kau berusaha keras Kim Sehun. Sepertinya usahamu tidak akan sia-sia" Jongin menghampiri Sehun dan duduk di sampingnya.

"Hmm.. semoga saja hyung"

"Ngomong-ngomong eommamu di mana sayang?" tanya Jongin pada Han In yang duduk di pangkuannya.

"Hm.. eomma sepertinya masih di atas"

"Bisa kau panggilkan chagi?" pinta Jongin.

"Dia tak akan turun hyung. Kau tahu, setiap hari aku datang ke sini. Tapi dia tidak pernah membukakan pintu untukku satu kalipun. Hingga hari ini, aku bisa masuk ketika aku mengatakan bahwa kau juga akan datang. Sepertinya dia sangat ingin bertemu denganmu. Ch" ucap Sehun panjang lebar.

"Apa yang kau bicarakan Kim Sehun!" kata Luhan yang baru saja turun dari lantai dua.

"Aku mengijinkanmu masuk karena kau bilang Jongin ingin bicara padamu di rumah ini. Dan juga, Han In ingin bertemu dengannya.." lanjutnya.

"Apa ku bilang, kau hanya memakai Han In sebagai alasan" kata Sehun sinis.

"Yak! Keumanhe! Jika ingin bertengkar jangan di depan anak kecil. Kalian terlihat seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkat. Ckckck" kata Jongin sambil memeluk Han In di pangkuannya.

"Itu memang yang terjadi hyung"

"Tidak seperti yang kau pikirkan" timpal Luhan.

"Kubilang hentikan! Kim Sehun sebaiknya kau kontrol emosimu. Dan Luhan, Sehun hanya cemburu padaku"

"Yak! Hyung.."

"Diam! Aku datang kemari bukan untuk mendengar kalian berdua bertengkar" kata Jongin.

"Han In sayang.. bisakah kau bermain dulu di luar? Sebentar saja.." Lanjutnya.

"Ne appa, tapi appa jangan pergi lagi ne..." kata Han In sambil melambaikan tangannya, berlari ke luar rumah.

"Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan hyung. Bukankah seharusnya sekarang kau pergi mencari Kyungsoo noona?"

"Justru itu, karena aku akan pergi, ku harap kau mau menggantikanku di perusahaan. Aku tidak tahu harus meminta pada siapa lagi" tutur Jongin.

"Bagaimana dengan Kris hyung? Apa dia belum pulang juga? Atau jangan-jangan dia pergi bersama Kyungie noona?"

"Yak! Itu tidak akan terjadi" timpal Jongin.

"Kau tidak tahu hyung, Chanyeol hyung yang mengatakan sendiri bahwa dia akan menikahkan Kyungsoo noona dengan Kris hyung"

"Jangan dengarkan dia Jongin, Kyungsoo tidak akan terima jika dia menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Tak apa jika kau pergi. Aku dan Sehun yang akan mengurusi perusahaanmu" kata Luhan yang sudah geram melihat Jongin dan Sehun.

"Geurom, tapi bagaimana aku bisa percaya pada kalian berdua jika hubungan kalian saja seperti ini?" tanya Jongin sedikit ragu.

"Tenang saja hyung, kami berdua baik-baik saja" ucap Sehun sambil merangkul Luhan yang duduk tidak jauh darinya.

"Yak!" Luhan menyingkirkan tangan Sehun yang merangkulnya.

"Sepertinya tadi aku salah bicara" lanjutnya.

"Noona, jebbal.." Jongin meraih tangan Luhan dengan ke dua tangannya.

"Terimalah Kim Sehun kembali. akan lebih baik jika kalian berdua bersama" pintanya kemudian. Luhan menatapnya dengan serius. Kemudian Luhan menatap Sehun yang juga sedang menatapnya seakan mengharap jawaban yang baik yang akan keluar dari mulutnya.

"Hmm.. baiklah. Ini semua ku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu padaku dan juga Han In. Terimakasih karena sudah menjadi appa yang baik bagi Han In selama ini" jawab Luhan.

"Gomawo, noona" Jongin memeluk Luhan karena merasa bahagia.

"Ekhm. Jangan berlebihan hyung" Sehun mengintrupsi.

"Jika kalian perlu sesuatu, tanyakan pada sekretaris Kim" ucap Jongin sebelum keluar dari rumahnya.

"Ne. Kau tidak membawa apapun hyung?" tanya Sehun yang melihat Jongin tidak membawa satu barang apapun kecuali ponsel dan dompetnya.

"Ani, aku harus cepat. Tidak ada waktu lagi. Aku hanya akan membawa mereka pulang, tidak akan lama" jawab Jongin.

"Appa... appa mau pergi ke mana?" belum juga Jongin masuk ke dalam taxinya, Han In sudah lebih dulu memanggilnya.

"Hm? Appa mau menjemput In Soo dan eommanya sayang. Nanti kalau appa sudah bertemu dengan mereka, appa pasti akan datang lagi ke sini" jawab Jongin sambil mensejajarkan dirinya pada Han In.

"Appa.. Han In ikut bersama appa ne.." mata Han In memerah, sungguh ia tidak ingin appanya pergi lagi.

"Chagi, appa tidak akan lama. Lagi pula disini juga ada eomma dan Sehun appa. Dia adalah appamu sayang. Sama seperti appa" Jongin mencoba memberi sedikit pengertian kepada Han In.

"Keundae...hiks.." Han In tidak bisa lagi menahan air matanya.

"Gwaenchana, appa janji. Sekarang Han In baik-baik ne.." kata Jongin sambil membersihkan air mata di wajah Han In.

"Han In sayang appa!" Han In memeluk Jongin sebelum dirinya berlari menghampiri eomma dan appanya yang sesungguhnya.

"Kalian tidak ada yang mau mengantarku?" teriak Jongin.

"Ani hyung! Kami tunggu kabar bahagiamu!" jawab Sehun sambil melambai-lambaikan tangannya.

Setelah sekitar 2 setengah jam menempuh perjalanan, Kim Jongin akhirnya tiba di China. Dia memutuskan untuk pergi mengunjungi toko roti eommanya Kyungsoo terlebih dahulu.

'Eoh? Perasaan namanya Kyung Bakery. Kenapa jadi pake bahasa China semua. Nggak tau lagi apa bacanya' pikir Jongin setelah dirinya tepat berada di depan sebuah toko roti yang di maksud oleh ibunya sesuai dengan tulisan yang tertera di dalam kertas.

"Permisi.. apa saya datang ke tempat yang benar?" tanya Jongin dalam bahasa China sambil menyerahkan alamat itu pada salah satu pelayan yang ada di sana.

"Iya betul, silahkan masuk tuan" pelayan itu mempersilahkan Jongin untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana dengan ramah.

"Tidak perlu, saya hanya mampir sebentar"

"Oh ya, tidak apa-apa. Apa yang bisa saya bantu untuk anda?"

"Eum, apa nona Do Kyungsoo ada di sini?"

"Do Kyungsoo?" pelayan itu sempat berpikir sejenak.

"Ye. Tunggu sebentar, saya akan bertanya pada pemilik toko ini terlebih dahulu" pelayan itu kemudian masuk ke dalam toko. Beberapa saat kemudian pelayan itu muncul kembali dengan seorang wanita yang berperan sebagai pemilik toko saat ini.

"Maaf tuan, anda datang ke sini untuk mencari siapa?" tanya wanita itu pada Jongin.

"Saya mencari Kyungsoo, nona Do Kyungsoo" jawab Jongin.

"Kalau boleh saya tahu untuk apa anda mencarinya, dan ada hubungan apa antara anda dengan anak itu?" selidik sang pemilik toko.

"Saya mencarinya karena ada sesuatu yang harus saya lakukan untuknya. Dan tentang hubungan antara kami berdua, status hubungan kami tidak bisa diartikan. Anda tidak akan " Jongin sedikit terkekeh dengan jawabannya sendiri.

"Dia sudah tidak berada di sini lagi. Dan anda jangan pernah datang ke tempat ini untuk mencarinya" wanita pemilik toko itu terlihat tidak suka setelah mendengar tujuan Jongin datang ke tokonya.

"Ye? Bukankah anda adalah keluarganya dan ku dengar toko ini milik ibunya"

"Bukan! Kami sudah tidak menganggapnya sebagai bagian dari keluarga Do. Kami terpaksa mengusirnya setelah mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung seorang anak yang tidak tahu siapa ayahnya. Dan toko ini sudah menjadi milikku sekarang!"

"Apa! Kalian mengusirnya?"

"Ya! Salahkan saja dia yang tidak bisa menjaga kehormatannya sendiri. Aku bahkan merasa jijik jika harus melihatnya kembali!"

"Yak! Bibi. Jaga ucapanmu! Seharusnya kau tidak boleh menyalahkannya begitu saja!" jongin terlihat marah.

"Memangnya siapa yang harus aku salahkan? Apa aku harus menyalahkan pria yang telah menghamilinya..."

'Sebentar, bukankah ini semua salahku? Aku yang telah mencuri kehormatannya dan meninggalkannya begitu saja' batin Jongin.

"...Sebenarnya apa hubunganmu dengannya! Apa kau yang telah menghamilinya? Atau kekasih gelapnya?" kata pemilik toko kemudian.

"Ne! Aku pria brengsek yang telah menghamilinya. Dan kau hanya perlu membenciku. Jangan membencinya seperti itu, karena ini semua adalah salahku! Permisi!"

Jongin menutup pintu toko dengan kasar. Mendadak semua perhatian pengunjung tertuju pada pintu itu. Tapi ia sama sekali tidak peduli dengan pengunjung yang sedang berada di dalam sana, ia begitu marah sekarang. Marah pada dirinya sendiri yang telah membuat Kyungsoo menderita selama lebih dari 5 tahun terakhir. Bahkan dia sampai dicoret dari daftar keluarganya karena Jongin, pria brengsek ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Di rumah inilah Kyungsoo dan In Soo berada, rumah eommanya yang dulu sempat menjadi rumah masa kecilnya.

Tok tok tok

"Eomma ada tamu!" teriak In Soo saat mendengar suara ketukan pintu.

"Tolong bukakan pintunya chagi, mungkin itu tetangga kita" jawab Kyungsoo dari arah dapur. In Soo membuka pintunya lalu pintu itu ditutup kembali setelah mengetahui siapa yang datang ke rumah mereka.

"Siapa chagi? Jika orang asing jangan dibuka.." teriak Kyungsoo lagi.

"Eomma dia bukan orang asing" kata In Soo yang masih berdiri di depan pintu.

"Siapa? Buka pintunya sayang" sahut Kyungsoo yang sedang memasak di dapur.

"Appa..." In Soo langsung memeluka appanya begitu ia membuka pintu kembali.

"Siapa sayang, apa Chanyeol appa yang datang?" tanya Kyungsoo sedikit berteriak.

"Jongin appa" jawab In Soo sambil terus tersenyum dihadapan Jongin, Jongin pun ikut-ikutan tersenyum geli melihat tingkah kekanak-kanakan anaknya, memang masih anak-anak sih. -_-

"Mwo! Kau bercanda? In Soo kan anak nakal, mana mungkin appamu mau datang ke—" ucapan Kyungsoo berhenti setelah melihat bahwa memang Jongin-lah yang datang dan sekarang sedang bergurau bersama anaknya. Jongin berdiri ke dihadapan Kyungsoo, mencoba untuk meraih tangan Kyungsoo tapi segera ditepis mentah-mentah oleh Kyungsoo.

"Jangan menyentuhku, untuk apa kau datang kemari eoh" tanya Kyungsoo sinis. Yang ditanya hanya tersenyum.

'Karena aku merindukanmu, Soo. Aku hampir mati karena kau dan In Soo pergi. Tapi aku senang kau masih menganggapku sebagai appa In Soo. Ku pikir kalian berdua benar-benar akan melupakanku' setidaknya itulah yang sekarang ada di pikiran Jongin.

"Eomma..." wajah In Soo yang semula ceria berubah menjadi murung setelah melihat reaksi eommanya.

"Siapa yang menyuruhmu membukakan pintu untuk ahjussi ini eoh?" tanya Kyungsoo dengan lembut sambil membungkukan badannya dan membelai rambut putrinya.

"Aku datang karena In Soo anak yang baik, In Soo rindu appa kan?" tanya Jongin sambil mengangkat In Soo dan menggendongnya.

"Ne appa, boggoshipta. Jeongmal boggoshipta cup cup cup" jawab In Soo sambil mencium pipi appanya.

"Anak appa jujur sekali ne" puji Jongin sambil menggelitiki putrinya, sedangkan yang digelitikipun tertawa geli.

'Mengapa aku sangat bahagia jika melihat mereka berdua tertawa bersama?' pikir kyungso dalam hati sambil mengamati Jongin yang sedang asik dengan putrinya lalu pergi ke dapur untuk melihat masakannya, meninggalkan mereka berdua yang terlihat sedang asik bercengkrama.

"Gureom, aku kan tidak seperti eomma" kata In Soo mengkerucutkan bibirnya.

"Omo, memangnya eomma sering berbohong eoh?" tanya Jongin yang tidak bisa melihat tingkah lucu anaknya.

"Ne appa, sebenarnya eomma tidak segalak itu jadi appa jangan takut sama eomma ne,"jawab In Soo yang kini tengah turun dari gendongan appanya.

"Eoh?" Jongin kebingungan dengan maksud ucapan anaknya, dia pun menurunkan In Soo dari gendongannya dan mensejajarkan tubuhnya di hadapan In Soo.

"Tapi ini rahasia ne, jangan bilang eomma. Nanti eomma bisa marah beneran" In Soo mendekatkan wajahnya ke telinga Jongin.

"Sebenarnya eomma sangat merindukan appa. Saat baru pindah ke China eomma sering manggil-manggil nama appa ketika eomma sedang tertidur. In Soo kan jadi bangun, tapi saat In Soo bangun eomma lagi nangis. Tapi In Soo nggak pernah ikut nangis ko, kan udah janji sama appa. In Soo Cuma ikut sedih aja hhe, In Soo dan eomma sayang appa" kata In Soo yang langsung memeluk appanya.

"Mianhe In Soo-ya, appa benar-benar jahat" namja berkulit tan itu pun tak kuasa menahan air matanya, setelah mendengar perkataan dari putri satu-satunya, benteng pertahanan sebagai namja cool pun akhirnya runtuh juga.

"Appa uljima eoh, nanti eomma bisa dengar" kata In Soo sambil mengusap pipi ayahnya lembut.

"In Soo-ya ayo makan" teriak Kyungsoo dari arah dapur. Tanpa babibu In Soo menghampiri eommanya sambil menggandeng Jongin bersamanya.

"Eoh belum pulang juga rupanya, siapa yang menyuruhmu membawanya kemari?" tanya Kyungsoo yang sedari tadi sudah siap di meja makan.

"Kalau appa tidak makan, In Soo juga tidak mau makan" dor senjata ampuh In Soo pun tidak dapat di hindari lagi oleh Kyungsoo 'Dari pada anakku mati kelaparan lagi' pikir Kyungsoo.

"Apa kau yang mengajarinya berbicara seperti itu?" tanya Kyungsoo pada Jongin yang sekarang duduk dihadapannya.

"Aniyo eomma, aku yang menginginkannya" jawab In Soo sambil menaiki kursi yang ada di samping Jongin.

"Ya ya! Kenapa kau duduk di sana eoh?" In Soo yang biasanya duduk disamping Kyungsoo beralih ke samping Jongin yang berada di hadapan Kyungsoo.

"Aku ingin makan disuapi sama appa" jawab In Soo dengan gaya cutenya.

"Ck benar-benar"

Jongin hanya tertawa dalam hati melihat kelakuan dua yeoja yang paling ia cintai yang menurutnya sangat lucu.

Malam harinya In Soo tidur di kamar Kyungsoo dan In Soo hanya mau tidur jika bersama dengan appanya. Mau tidak mau Kyungsoo mengalah dan menunggu sampai In Soo bangun sembari menonton televisi.

Setelah In Soo tertidur Jongin pun keluar dari kamar Kyungsoo. Kyungsoo yang sudah merasa mengantuk bangkit dari sofanya dan beralih menuju kamarnya.

"Pulanglah, sudah malam tidak baik kau masih berada di rumah seorang yeoja" kata Kyungsoo yang sudah menguap-nguap.

"Tidak bisa kah aku tidur di sini malam ini? Aku tidak punya tempat tujuan. Lagipula tujuanku datang ke China hanya untuk menemui kalian berdua. Aku sudah bercerai dengan Luhan noona dan meninggalkan rumahku sendiri" kata Jongin sambil menatap Kyungsoo yang sekarang sedang berdiri membelakanginya.

"Mwo!?" Sontak rasa kantuk Kyungsoo hilang, Kyungsoo membalikkan wajahnya menatap Jongin heran.

"Kembalilah ke korea" kata Kyungsoo sambil membuka knop pintu kamarnya, namun tangannya segera diraih oleh Jongin kemudian memeluknya dari belakang.

"Kumohon Soo, aku sangat membutuhkanmu. Jangan jadi egois seperti ini, aku yakin kau dan In Soo juga merindukanku, tidak bisakah kita kembali seperti masa-masa sekolah kita dulu?" suara Jongin terdengar begitu jelas di telinga Kyungsoo.

Namun tidak ada jawaban, Kyungsoo hanya menarik nafas sebentar lalu melepas pelukan Jongin dengan lembut, sebelum akhirnya dia masuk kedalam kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Jongin hanya menetap nanar pintu kamar itu 'Apakah ini benar-benar sudah berakhir?' pikirnya. Namun sosok itu muncul lagi dihadapanya dengan sebuah selimut di tangannya, Jongin yang menyadari hal itu tersenyum dan segera memeluk yeoja itu.

"Gomawo Kyungie, karena telah menerimaku kembali" ucap Jongin yang masih memeluk Kyungsoo dengan erat.

"Karena ini sudah sangat larut! Ku pikir, ini yang terbaik untuk In Soo. Dan kita tidak mungkin bisa kembali ke masa-masa sekolah dulu. Apa ada sekolah yang mau menerima yeoja yang sudah punya anak?" Jongin pun terkekeh mendengar jawaban Kyungsoo.

Jongin melepaskan pelukannya dan beralih mencium kening Kyungsoo "Gomawo".

BLUSS pipi Kyungsoo memerah 'Kenapa mendadak aku seperti ini?' pikirnya.

"Tidurlah di sofa, kamar In Soo tak akan muat denganmu" kata Kyungsoo dan kemudian segera masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat. Jongin terkekeh geli melihat kelakuan Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Eoh? Rupanya dia belum bangun juga. Dasar tukang tidur" Kyungsoo melenggang ke dapur setelah melihat Jongin yang masih tertidur dengan damai di safa rumahnya.

"Eomma..! Appa Jongin belum bangun! Padahal In Soo sengaja bangun pagi supaya bisa mandi dan bermain bersama appa. In Soo ingin appa!" In Soo yang baru saja bangun merengek pada ibunya yang sedang membuat adonan kue di dapur.

"Aigoo.. anak eomma kenapa jadi begini hm? Biasanya kau susah sekali saat dibangunkan. Kenapa sekarang sudah bangun sendiri sebelum eomma membangunkanmu. Ada apa eoh?" Kyungsoo membelai pipi chubby anaknya.

"Gwaenchana eomma, In Soo bangun pagi karena ada appa disini. Tapi kenapa appa tidur di sofa emma. Kenapa kita tidak tidur bersama!"

'Untuk apa kita bersama jika pada akhirnya dia akan pergi juga' batin Kyungsoo.

"Emma! Kenapa melamun! In Soo mau bangunin appa ne"

"Andwae. Kasihan appamu masih lelah chagi. Lebih baik In Soo mandi dulu ne, eomma akan siapkan air hangat"

"Arraseo.."

Saat In Soo sedang mandi, Kyungsoo kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatannya. Dia memang sangat ahli dalam membuat kue. Dulu saat Kyungsoo masih muda,ibunya pernah memiliki sebuah toko kue di China. Tapi sekarang toko itu sudah menjadi milik keluarganya yang lain, kakak tiri eommanya. Dan selama Kyungsoo dan In Soo berada di China, Kyungsoo berusaha mencari uang dengan menjual kue buatannya sebelum ia mendapatkan pekerjaan tetap.

Kyungsoo menghias kue buatannya dengan sangat hati-hati. Namun hasil kerjanya hampir saja rusak saat sepasang tangan kekar melingkar di pinggangnya dan memeluknya dari belakang secara tiba-tiba.

Deg.

Kyungsoo mencoba menetralkan detak jantungnya. Dia tahu orang yang ada di belakangnya adalah Kim Jongin. Rasanya masih sama seperti lima tahun yang lalu. Hangat dan nyaman walaupun jantungnya masih tidak bisa terkontrol dengan baik, pikir Kyungsoo. Namun Kyungsoo segera membuang pikiran-pikiran itu jauh-jauh. Ia tahu dulu dan sekarang adalah dua waktu yang berbeda. Dan mereka berdua sudah tidak seperti dulu lagi.

"OMO! Yak Kim Jongin! Apa yang sedang kau lakukan! Kau hampir saja merusak kue buatanku!" Kyungsoo mencoba melepaskan diri dari Jongin. Tapi apa daya, Jongin malah memeluknya semakin erat.

"Hanya Sebentar! Tetaplah seperti ini sebentar saja" Jongin menenggelamkan wajahnya di tengkuk leher Kyungsoo. Menghirup aroma dari tubuh Kyungsoo yang sangat ia rindukan. Kyungsoo merasa tidak nyaman, dia hampir gila karenanya.

"Yak Kkamjong! Menjauh dariku!" Kyungsoo kembali mencoba melepaskan dirinya dari Jongin.

"Kau masih ingat dengan panggilan itu Soo.. itu artinya kau sudah benar-benar kesal padaku sekarang. Dan itu berarti... kau belum melupakanku.." kata Jongin sembari tersenyum, senyuman yang tidak bisa dilihat oleh Kyungsoo.

"Ani! Jangan berbicara seperti itu"

"Aku takut.."Jongin sedikit melonggarkan pelukannya. Kyungsoo terdiam sesaat setelah mendengar perkataan Jongin.

'Apa yang kau takutkan Kim Jongin? Apa perasaanmu sama denganku?' batin Kyungsoo.

"Tadi aku bermimpi buruk. Aku terbangun sebelum aku dapat memelukmu"

"Apa yang sedang kau bicarakan Kim Jongin.." tanya Kyungsoo lemah.

"Cintaku pergi dan aku menangis. Dalam kesedihan aku membuka tirai dan mengirimimu air mata dengan cahaya bulan sebagai surat untukmu. Semua bintang memandangiku. Aku pikir air mata ini akan menjadi samudera"

Kyungsoo membalikkan badannya setelah mendengar isakan kecil dan juga bahu kanannya terasa basah, karena air mata Jongin.

"Ya! Ada apa denganmu eoh?" Kyungsoo terkejut saat melihat wajah sendu Jongin di hadapannya.

"Soo-ya.. mianhae. Aku ingin memperbaiki semuanya meskipun akan membutuhkan banyak waktu aku akan tetap menunggumu. Sampai kau benar-benar sudah memaafkanku" Jongin menakup kedua pipi Kyungsoo agar mau melihat ke arahnya.

"Aku tidak tahu Kim Jongin..." Kyungsoo menundukkan wajahnya kembali. lalu Jongin kembali memeluknya dengan hangat. Setidaknya Kyungsoo tidak menolak permintaan maafnya.

"Saat kau dan In Soo pergi, aku tidak bisa tidur. Aku hanya duduk terdiam di kamar yang gelap. Aku melukis wajahmu di angan-angan, ini sangat menakutkan"

"Hentikan omong kosongmu itu Kim Jongin" kata Kyungsoo sedikit terkekeh.

"Aniya.. kuharap kau mengerti maksudku"

"Eomma! Appa!" dan pelukan di antara mereka pun terlepas saat In Soo yang baru saja selesai mandi berlari menghampiri mereka. Senang rasanya bisa melihat ke dua orang tuanya seperti itu.

"Aigoo.. In Soo-ya. Sudah selesai mandi? Kenapa belum pakai baju seragam hm?"

"Eomma, appa kenapa?" tanpa mengindahkan pertanyaan eommanya, In Soo lebih tertarik pada sang appa yang sedang menyembunyikan wajahnya membelakangi mereka. Kyungsoo memandang anaknya bingung, lalu menatap ke arah Jongin sebentar. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

"Aniya, appa gwaenchana. Tadi appa bilang sama eomma kalau appa mau mengantar In Soo ke sekolah. In Soo mau kan?" Jongin mensejajarkan dirinya dengan In Soo.

"Yeey! Tentu saja appa!" In Soo langsung memeluk appanya senang.

"Geurom! Kalau begitu ayo kita ganti baju" Jongin menggendong anaknya menuju kamar In Soo.

'Mereka berdua adalah dua orang yang paling aku cintai di dunia ini. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku juga. Apa aku tega memisahkan mereka berdua?' batin Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

TBC/?

Loh! Kok masih TBC? Kan janjinya chap 4 udeh end? Gimana sih! Author plinplan!

Please jangan bash gue. Gue mau minta maaf karena di chap ini nggak jadi END. Gue sengaja bikin chap 4 ada 2 part. Soalnya klo jadi 1 takut kepanjangan, bisa mual yang baca. Klo jadi, chap depan bener-bener end! Do'ain aja ne. Review again /buing buing/

gothiclolita89 : bukanya njebak, emang waktunya yang pas

Do Bitches : ia, blom bikin yang cowo/? Nih lagi diusahain, do'ain yaa... gomawo udah mau baca

ruixi : mian nggak bisa update cepet, gomawo.

Guest : ye! Review again

Guest (2) : wuzzz... jongin udah terbang ke China^^

younglaycious88 : ote! ^_*

Kim Hyun Soo : Jongin udah nyampe China yee... tapi blom bisa balik. Gimana ya? Wkwkwk

RiKyungie : ea lah.. wong yang juga . Insyaallah besok jadi GOMAWO!

dorekyungsoo93 : Gomawo. Mungkin jawabannya bisa dilihat di chap depan. RnR juseyo~

liayoon : nih tak kasih handuk bekas SUJU M yang kemaren. #plak *salah fokus*

kaiyeodongsaeng : iya nanti gue satuin sesuai pair-nya. Tapi klo masa lalu HUNHAN nggak janji yet. Ni udah kepanjangen ceritanya. Gomawo^^

CheryEXOL : udah cukup chingu, gue nggak tega ngetiknya. Bantu tulisin dong *apaan* -_-

exindira : Gomawo, review again~

himekaruLI : Salam kenal. Gomawo udah baca, Revie again ne!

kyungiNoru : Jongin nggak jahat, takdir yang buat dia kayak gito. *sama aja keles*

t.a : Ne, Kris rehat sejenak ke kanada. Tapi nggak tau dia bakalan kembali atau kagak. Ditunggu reviewnya..

Big Thanks To:

leon, liayoon, Kaisooship,

Sniaanggrn, Cherry EXOL, Kai yeodongsaeng,

Kim Hyunsoo, younlaycious88,

ruixi, SognatoreL ,

Guest, evarzn, Chanbuck , K0j3t4,

Zahraeca, Kim Hyungsoo ,

lisnana1, 9Arumighty, ohsena, Lady Soo Jong,

exindira, himekaruLI, kyungiNoru, t.a.

Review please!

JEBBAL~^^