Cast : Kim Jaejoong (22)

Jung Yunho (22)

And The Other

Genre : Romance, Family, Fantasy, Friendship

Rate : M

Disclaimer : Jaejoong is belong to Yunho. But this fanfic is belongs to me.

Warning : Yaoi alias Boys x boys love, alur gak jelas, mungkin agak OOC di awal.

And the story is begin …

.

.

Don't like don't read

Gak suka gak usah baca

.

.

Ia pun meninggalkan tempat itu setelah memastikan Jaejoong menghilang dari pandangannya memasuki hutan itu dan hilang di balik pepohonan yang tinggi.

.

.

The Glass Feet (Chap 2)

.

.

Yunho baru saja menerima telepon dari atasannya bahwa nanti pukul 4 ada pemotretan di studio dengan tema Winter Fashion. Haahh tadinya Yunho akan memakai hari ini untuk bersantai di rumah sambil memandangi dinding kamarnya yang dipenuhi foto hitam putih. Terdengar membosankan tapi inilah yang Yunho suka.

Dan yang memperparah keadaan, model untuk pemotretan kali ini adalah Go Ahra dengan partnernya Jessica Jung. Inilah alasan mengapa Yunho benci dengan pemotretan kali ini. Dirinya pernah menjalin hubungan yang tidak baik dengan kedua yeoja berdada besar itu.

Kasus pertama Go Ahra. Di pesta perayaan perusahaan waktu itu, yeoja mencampurkan obat perangsang dosis tinggi sehingga membuat Yunho hampir membuat Ahra hamil. Kasus kedua Jessica Jung. Yeoja berdada besar itu pernah memakai namanya untuk meningkatkan popularitasnya pada saat awal debutnya. Yunho mulai bertanya-tanya dalam hati, apa semua yeoja yang memiliki dada besar itu menyebalkan ?

Tin … Tin … Tin …

Yunho terhenyak dari duduknya. Ia berusaha mengeyahkan pikiran tentang yeoja berdada besar. Ia baru sadar kalau lampu lalu lintas sudah berubah warna. Laki-laki tua yang berada di belakangnya terus mengklakson dengan brutal. Yunho segera menjalankan mobilnya, sebelum pria tua yang tadi membuat keributan di tengah jalan dan makin memperburuk harinya.

Yunho menghela nafas dengan berat, ia sudah berada di basement gedung Shim's Corp.

'Welcome to the hell Jung Yunho' Bisik Yunho dalam hati.

Yunho melangkahkan kakinya menuju loby kantor. Dan menyapa beberapa karyawan yang dikenalnya. Langkahnya mulai terasa berat saat ia berjalan mendekati lift.

"Yunho oppa !" sebuah teriakan cempreng muncul dari belakang Yunho. Haishhh… Ia bahkan belum mencapai studio pemotretan, nenek lampir itu sudah muncul duluan ?

Go Ahra muncul dengan mini dress. Atau bahkan lebih mini lagi sehingga tidak cocok jika dikatakan sebagai mini dress. Karena setiap Ahra berjalan rok-nya agak tersingkap ke atas sehingga hampir menampakkan bokong sintalnya. Uhh jujur Yunho iritasi melihatnya, ingin rasanya Yunho ingin menelanjangi sekalian yeoja itu. Salahkan saja Ahra yang tidak niat memakai baju. Atau haruskah ia membelikan yeoja itu baru agar Ahra tidak memakai baju anak kecil yang berusia 5 tahun ?

Ahra berlari kecil ke arah Yunho yang membuat dress nya agak tersingkap ke atas. Yunho memaksakan senyumnya, berusaha terlihat agak bahagia dengan yeoja itu.

"Annyeong, Ahra-shi kau terlihat cantik hari ini." Uhhh Yunho sakit perut mengatakannya. Mendengar perkataan Yunho pipi Ahra kemerahan dan mulai bersikap malu-malu agar terlihat manis walaupun sebenarnya tidak.

Yunho terlonjak kaget saat tiba-tiba Ahra bergelayut manja di lengannya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Yunho. Yunho mengernyit saat aroma parfum Ahra masuk ke indra penciumannya. Baunya terlalu menyengat dan Yunho tidak suka. Ia lebih suka aroma vanilla yang lembut seperti yang ada di tubuh Jaejoong.

Eh ? Jaejoong ? Mengingat Jaejoong Yunho langsung melepaskan lengannya dari pelukkan yeoja berdada besar disampingnya. Entah, Yunho tak mengerti ia lebih suka disentuh oleh Jaejoong dibanding dengan orang lain. Walaupun hanya aura hitam dan putih yang Jaejoong keluarkan.

Ting ..

Akhirnya pintu lift terbuka. Yunho sedikit bisa bernafas lega, ia tak perlu berlama-lama berdiri di loby bersama Ahra dan menjadi pusat perhatian karyawan disana karena kelakuan Ahra.

DEG

Bisakah Yunho mengatakan kalau saat ini sama saja seperti keluar dari kandang Ahra lalu masuk ke kandang Jessica Jung ? Yunho memijit pangkal hidungnya frustasi. Saat ini di dalam lift berdirilah Jessica Jung dengan senyuman manisnya yang menyebalkan.

"Wuahh, aku tidak menyangka akan bertemu dengan Oppa disini. Jja masuk sebelum pintunya tertutup."

Jessica segera menarik Yunho kedalam lift tanpa mempedulikan Ahra yang berdiri di samping Yunho. Rupanya ada persaingan tidak sehat antara mereka berdua untuk memperebutkan Yunho. Sebenarnya badan Yunho cukup berat, mengingat akhir-akhir ini ia suka makan. Namun mengingat tenaga kuda yang Jessica keluarkan dan dirinya yang belum siap, dengan mudahnya Yunho dapat ditarik masuk.

Pintu lift pun tertutup, meninggalkan Ahra yang berteriak kesal karena ditinggal oleh pangerannya. Sementara itu, didalam lift kesialan Yunho pun bertambah. Tak ada yang salah dengan rok Jessica. Ia terlihat manis dengan rok span berwarna hitam di atas lutut milik Jessica, Yunho akui hal itu. Namun, baju milik Jessica membuat Yunho …

Haishh Yunho tak bisa berkata apapun. Baju yang dikenakan Jessica sangat ketat dan membuat belahan dadanya bukan hanya terlihat, tapi hampir membuat dadanya meloncat keluar. Yunho tak mengerti apakah Jessica mengenakan bra atau tudak. Karena memakai atau tidak pun tetap membuat dadanya hampir meloncat keluar dari kausnya.

Jessica dengan santainya memeluk lengan Yunho dan menempelkan badannya pada Yunho. Otomatis karena Yunho risih dengan sikap Jessica ia mendorong agak kuat yeoja itu. Membuat yeoja berdada besar itu agak terhuyung ke belakang.

Yunho tidak mengerti bagaimana tiba-tiba telapak tangan Jessica mengeluarkan darah. Sepertinya yeoja berdada besar ini tidak sengaja terkena resleting tasnya saat Yunho mendorong tubuhnya. Bau anyir darah pun memenuhi ruangan sempit itu. Sudah lama Yunho tidak menghirup aroma ini, setelah kejadian beberapa tahu lalu.

"Akhh… Appo !"

Jessica memekik kesakitan. Telapak tangannya seperti mati rasa. Yunho melihat luka melintang di telaoak tangan yeoja itu berusaha mengendalikan dirinya. Ia sudah melewati bertahun-tahun tanpa hal ini, seharusnya Yunho bisa melakukannya. Namun indra penciumannya menolak aroma anyir darah ini masuk.

Yunho mengeratkan genggaman tangannya, mencoba menahan gejolak di dalam dirinya. Ia tidak mau kedok aslinya terbuka saat ini. Susah payah ia selama bertahun-tahun agar kedoknya tertutup rapat. Genggaman tangan Yunho mulai bergetar. Dari pelipisnya ia mulai mngeluarkan keringat dingin. Matanya pun mulai bergerak-gerak gelisah. Ia selalu melirik kearah telapak tangan Jessica yang masih mengeluarkan darah.

Satu hal yang selalu Yunho sembunyikan dari dulu. Bahwa sebenarnya dirinya adalah …

.

.

.

Vampire

.

.

TBC

.

.

Oke. Sebelumnya aku mau berterima kasih sama kalian semua yang mau mendukung dan men-support aku untuk menulis. Karena aku lagi ujian makanya untuk 2 minggu ke depan aku mau hiatus dulu. Sekali lagi makasih.

.

.

Big thanks to: ShinJiWoo920202, JeremmyKim, BabyBuby, .7, , Nanaki Kaizaki, and my precious silent reader.

.

.

Review please …