Cast : Kim Jaejoong (22)

Jung Yunho (22)

And The Other

Genre : Romance, Family, Fantasy, Friendship

Rate : M

Disclaimer : Jaejoong is belong to Yunho. But this fanfic is belongs to me.

Warning : Yaoi alias Boys x boys love, alur gak jelas, mungkin agak OOC di awal.

And the story is begin …

.

.

Don't like don't read

Gak suka gak usah baca

.

.

Satu hal yang selalu Yunho sembunyikan dari dulu. Bahwa sebenarnya dirinya adalah …

.

.

Vampire

.

.

The Glass Feet (Chap 3)

.

.

Jaejoong sedang bersantai di teras rumahnya. Angin berhembus cukup dingin, mengingat saat ini memasuki musim dingin. Ia duduk tenang dengan pandangan lurus ke depan dan segelas coklat panas ditangannya. Hening. Suasana rumahnya terlalu hening. Selain karena jauh dari jalan raya, rumah ini juga dikelilingi pepohonan yang cukup lebat.

Jaejoong mengerutkan keningnya saat mendapati sebuah koran tergeletak tak jauh dari tempat duduknya. Seingatnya ia tak pernah berlangganan koran, lagipula memang ada orang yang mau mengantarkan kerumahnya yang bisa dibilang jauh dari peradaban.

Didorong rasa penasarannya Jaejoong berniat mengambil koran itu. Tubuh rapuhnya perlahan bangkit dari duduknya dengan menggunakan tongkat. Gerakan Jaejoong terlihat terlalu berhati-hati bahkan lebih pelan dari seseorang yang patah tulang. Jaejoong mengeratkan pegangan pada tongkatnya, saat hendak bangkit dari duduknya. Sebisa Jaejoong ia tak terlalu membebani kakinya saat bangun.

Beberapa bulan belakangan ini Jaejoong tak bisa lagi merasakan bagaimana kakinya menapak ditanah. Ia selalu merasa empat senti melayang di udara. Jaejoong melangkah dengan sangat berhati-hati. Seolah-olah kakinya akan langsung pecah jika terkena sedikit saja tekanan atau benturan. Jaejoong meringis sakit saat ia merasakan betisnya seperti ditusuk oleh duri. Rupanya sudah mulai menjalar ke betisnya. Ini lebih cepat dibanding yang ia kira.

Jaejoong bergidik ngeri saat membaca headline koran itu.

'Jessica Jung Model Shim's Corp Ditemukan Meninggal.'

Entah hal apa yang membuat Jaejoong membaca keseluruhan berita kematian itu. Disana diberitahukan bahwa Jessica meninggal dengan cara yang lumayan mengenaskan. Telapak tangannya terluka dan bekas taring di lehernya, seperti bekas gigitan ular tapi lebih besar lagi. Setelah diteliti, ternyata tak ada darah di dalam tubuh yeoja itu.

Dalam hati Jaejoong, ia sebenarnya sudah setengah mau muntah. Ia ingin berhenti membaca berita itu, tapi entah kekuatan darimana yang membuat mata Jaejoong tak bisa berhenti membaca. Jaejoong berpindah ke alenia berikutnya. Disana ditulis bahwa kemungkinan besar Jessica adalah korban penganiayaan dan pemerkosaan. Karena bersamaan dengan mayatnya ditemukan ditemukan pula cairan sperma yang berada di paha yeoja cantik itu.

Baru saja hendak membaca ke alenia lainnya, pendengaran Jaejoong menangkap sebuah suara. Terdengar seperti derap langkah yang terburu-buru. Jaejoong mengernyit saat indra penciumannya mencium bau anyir. Bau darah. Jaejoong tahu ini. Pikiran Jaejoong mulai berkecamuk. Bagaimana kalau itu adalah seekor serigala yang kelaparan ? Bagaimana kalau itu adalah seorang pembunuh ? Bulu kuduk Jaejoong mulai meremang bersamaan dengan suara derap langkah yang makin mendekat.

Dengan hati-hati, Jaejoong melangkah masuk kedalam rumah. Saking hati-hatinya Jaejoong sampai menahan napasnya. Seolah-olah itu adalah vampire yang bisa mendeteksi lawan lewat deruan nafas.

Blamm….

Jaejoong menghembuskan nafasnya lega saat ia sudah berada dalam rumah. Tapi kenapa ia sekarang malah menjadi penasaran dengan apa yang ada di luar ? Dengan ragu Jaejoong melongokkan kepalanya sedikit untuk mengintip lewat jendela. Dan WOW !

There's nothing !

Jaejoong memutar bola matanya jengah. Ia berpikir dirinya mulai berhalusinasi. Mungkin yang tadi hanyalah suara daun yang berjatuhan. Atau mungkin suara itu hanya berada dalam kepalanya. Dengan santainya Jaejoong kembali membuka pintu. Jaejoong melongokkan kepalanya kekanan lalu kekiri memeriksa keadaan aman atau tidak. Setelah memutuskan keadaan cukup aman Jaejoong melangkahkan kakinya kedepan.

Bruukkk…

Jaejoong memekik kaget. Di depannya tergeletak sebuah ? Seekor ? Seorang ? Ah apapun itu pokoknya di depannya ada seonggok manusia. Dan itu datang dari atas ? Jaejoong mengadahkan wajahnya ke atas. Tak ada apapun. Hanya pohon yang menjulang tinggi serta beberapa butir salju yang mulai berjatuhan.

Entah Jaejoong tidak tahu betul orang itu masih bernyawa atau tidak. Ya Tuhan ! Benar-benar pagi yang sial ! Tadi kasus Jessica Jung, sekarang malah ada orang yang entah masih hidup atau sudah mati di depan rumahnya. Jaejoong ingin lari dari sana, tapi ia tak bisa. Badannya seolah-olah dikendalikan oleh orang lain. Ia tak bisa bergerak sama sekali. Tak bisa mengalihkan pandangan dari seseorang yang tergeletak di depan rumahnya.

"Pe-permisi."

Jaejoong mulai mendekati orang itu dengan badan yang agak gemetaran takut. Jaejoong dengan tangan yang agak gemetaran mengarahkan tongkatnya ke orang itu.

"Hahh… ottoke ?"

Jaejoong tahu. Ini mulai tidak beres. Jelas-jelas tadi ia tak melihat siapapun disini tadi. Tuhan tidak mungkin melemparkan seseorang seenaknya disini kan ?

"Arghhh…"

Jaejoong melangkah kebelakang saat orang itu mengeluarkan suara. Suaranya terdengar sangat sexy saat orang itu mendesah. Tunggu dulu, Jaejoong sepertinya pernah mendengar suara ini. Jaejoong lumayan kenal baik dengan suara ini.

"Bisakah kau membantuku berdiri. Urghhh… Ini sakit sekali."

Jaejoong mengerutkan keningnya, "Yunho ?" Jaejoong menoba menebak identitas namja ini.

"Bantu aku berdiri Jaejoong."

"A-ah ne.."

Yunho melingkarkan lengan kirinya di bahu Jaejoong. Ia menarik Jaejoong agar lebih dekat. Agar ia bisa menghirup lagi aroma yang disukainya. Tanpa Jaejoong tahu, Yunho menelan ludah karena gugup melihat leher mulus Jaejoong. Begitu putih, bersih dan pasti sangat harum. Yunho yakin tak pernah ada yang menyentuh leher Jaejoong sebelumnya.

Sedangkan Jaejoong meringis sakit saat dengan susah payah ia mengangkat tubuh besar Yunho. Kakinya berdenyut sakit. Dengan waktu lumayan singkat Jaejoong merasa penyakitnya mulai merambah kembali. Jaejoong menggigit bibirnya, aroma tubuh Yunho dan sakit di kakinya membuat dirinya agak pusing.

Dengan sekuat tenaga Jaejoong berusaha membawa tubuh Yunho menaiki tangga rumahnya. Di tangga ketiga, Jaejoong merasakan pusing melanda kepalanya. Jaejoong agak mencengkram tangan Yunho yang berada di bahunya. Jaejoong memejamkan mata sesaat. Berusaha meredam pusing yang menyerang kepalanya. Dan saat Jaejoong membuka mata, semuanya berputar. Pusing dikepalanya bertambah hebat. Kini Jaejoong merasa ada yang mencengkar kuat kepalanya. Nafasnya mulai tak beraturan. Jaejoong mengangkat kaki kanannya, menaiki tangga keempat. Jaejoong rasa ia tak bisa lagi menahan tubuhnya.

Yunho melingkarkan lengan kanannya di pinggang Jaejoong. Dalam diam, Yunho menyeringai entah apa yang dipikirkan Yunho saat ini. Sedetik kemudian, Jaejoong benar-benar kehilangan kesadarannya. Dengan seger Yunho menggendong Jaejoong dan membawanya pergi. Entah kemana, yang jelas Yunho membawanya masuk lebih dalam ke dalam hutan Enghem.

.

.

TBC

.

.

Yeayy ! Finnaly ! Akhirnya ! Chap 3 bisa keluar. Maaf karena kemaren aku post itu jadi aneh. gak ngerti juga kenapa. aku minta maaf aja atas ketidaknyamanan kalian semua *bow. untuk chap depan aku mau jelasin tentang Yunho sama Jaejoong.

.

.

Big thanks to : aprilyarahmadani, ShinJiWoo920202, dims, Yunjae, ms.R, jongindo, Misscelyunjae, nabratz, Apine Shim, girl137, 5351, BabyBuby, JeremmyKim, .7, Nanaki Kaizaki, Guest, and my precious silent reader.

.

.

Last, review please …