Qtalita present
Wonkyu Fanfic
Another Choco Raining sequel?
.
.
.
.
19 December 2013
Aku membanting laporan harian pagi ini, keuangan menurun drastic, kupijat pelipisku yang terasa pening.
"Hei, kyu waeyo?" Hyukkie meletakkan Latte mint ke hadapanku, aku menggeleng cepat.
"Perusahaan?"
"…"
"Kau seharusnya sedikit melepas penatmu Kyu, kau masih terlalu muda"
"Seharusnya begitu, tapi aku tidak mungkin tinggal diam bukan?"
Hyukkie mendesah pelan, ia menempatkan laporan setebal kamus itu ke pangkuannya. Membukanya selembar demi selembar lalu tertawa keras.
"Wae?"
"Ani Kyu, hanya lucu, ini tidak pernah terjadi selama kau menjabat sebagai.."
"Aku tahu"
"Lalu kenapa seperti ini? Apa karena Yunho hyung?"
Aku menggeleng cepat. Kutegakkan tubuhku, lalu melepas jas dan ID card ku.
"Ani, Yunho hyung sudah berusaha keras untuk ini, aku saja yang tidak becus"
Hyukkie berdiri lalu menepuk bahuku pelan.
"Kau sudah berusaha Kyu, hanya sayangnya keberuntungan tidak sedang di pihakmu"
Hyukkie meninggalkanku sendiri, kata-katanya terngiang di kepalaku, keberuntungan? Hhh, bicara soal keberuntungan, aku merasa hidupku menjadi sial sejak 'anak' itu tidak pernah menampakkan batang hidungnya lagi. Entahlah, namun terasa aneh
Aku menyesap latte buatan hyukkie dengan mata terpejam, merasakan nikmatnya rasa pahit perpaduan kopi dan coklat serta mint yang terasa dingin di tenggorokan. Ini menyenangkan, aroma seperti ini menyenangkan bagiku.
"Kyuhyun sayaaaannng.."
Aku mengerling jengkel pada Hae hyung. Mood ku benar-benar tidak bagus hari ini.
"Sudah menemukannya?"
Aku menggeleng, kembali menutup mataku.
"Tapi aku menemukan kantornya, he's there, I see his car"
"Cuma mobilnya?"
AKu mengangguk.
"Harusnya apa?"
"Ya Tuhan Kyu, harusnya kau menemuinya langsung"
"Kau gila"
Hae hyung mengernyitkan dahinya, aku menegakkan tubuhku, menatap dalam mata namja didepanku.
"Aku terlihat seperti penguntit sekarang"
"Karena kau ingin tahu"
Aku mengangguk, aku memang ingin tahu tapi bukan dengan cara seperti ini. Aku menyesap latte-ku, membiarkannya memenuhi mulutku lalu menelannya sekali teguk.
"Aku terlihat bodoh"
"Paling tidak kau tidak mati penasaran Kyu, Changmin juga sepertimu bukan?"
Aku tertawa, sahabatku Changmin memang sedikit menampakkan antusiasnya mendengar ceritaku, andai saja ia ada disini, sayang sekali ia masih di jepang.
….
"Hae hyung.."
Aku menepuk namja yang tertidur dibalik meja kasir, Hae hyung mengangkat wajahnya malas.
"Aku pulang dulu, beritahu Hyukkie kalau lattenya enak.."
Hae hyung hanya mengangguk lemah.
"Oh! Dan jangan tidur selama jam bekerja hyung, I'll cut ur.."
"Ay ay captain! Aku siap bekerja kembali"
Aku tertawa saat Hae hyung memotong kata-kataku yang hanya kuanggap sebagai gurauan. Dengan senyum aku meninggalkan café yang selalu menjadi tempatku melepas penat di akhir hariku. Café yang juga menjadi tempatku menuangkan semua ide-de di kepalaku, café ini juga yang telah mempertemukanku dengan namja aneh yang mengakui dirinya sebagai seorang penguntit.
Aku mematikan mesin saat mobilku sudah berada tepat di depan pelataran rumah. Aku menghela nafas lelah, hujan masih mengguyur kota.
Tok tok
Kaca mobilku di ketuk seseorang, aku sedikit terlonjak saat kulihat seseorang berdiri dengan memegang sebuah payung biru. Dahiku berkerut, setahuku Yunho hyung tidak menginap malam ini. Waspada, aku tetap berdiam diri, kugenggam erat ponsel yang sekali tekan sudah tersambung ke Yunho hyung.
"Kyu.."
Aku mengernyit, suara itu? Aku membuka kaca mobil.
"Siwon?"
"Hai.."
Oh GOD! He's back!
…
"masuklah"
Siwon mengernyitkan dahinya.
"aku tidak ingin kau mati membeku apalagi itu di depan rumahku"
Siwon akhirnya mengikutiku, matanya mengitari sekeliling rumahku yang terlihat sepi hingga aku mempersilahkan untuk duduk di sofa depan.
"Kau mau minum apa?"
Siwon berfikir sebentar lalu mengerling padaku.
"Tak ada menu?"
"Sayang sekali ini bukan cafe"
"Paling tidak kau memberiku pilihan bukan?"
Aku memutar bola mataku malas.
"Cukup kopi"
"Oke, tunggu sebentar"
Aku melangkah ke mini bar yang tidak jauh dari tempat ia duduk, ia tampak memperhatikanku meracik kopi, ia berdiri, melangkah ke sisi ruang tamu dimana sebuah figura besar terpampang.
"Keluarga bahagia" Ucapnya. Aku menghela nafas
"Setidaknya saat gambar itu dicetak"
Siwon tertawa kecil, ia melangkah ke arahku lalu duduk di depan bar.
"Mereka masih diluar?"
Kalimat menggantung yang aku yakin Siwon tahu akan aku jawab apa.
"Yup"
"Kau sendiri? Mana Hyungmu yang bernama Yunho?"
Aku menyajikan secangkir kopi kehadapannya.
"Dia tidak tinggal disini"
"Huh?"
Aku mengernyitkan dahi.
"Kau tidak tahu?"
Siwon menggeleng polos, aku mendengus.
"Wae?"
"Sangat aneh jika orang sepertimu yang selalu tahu kini menjadi abu-abu"
Siwon terkekeh dan nyaris membuatnya tersedak.
"Well, sebenarnya aku tahu"
Ok, aku merasa Choi Siwon ini sedikit mempermainkanku. Aku mendecih kesal.
"Ck, lier?"
"Jangan marah, aku tidak berbohong"
Aku berdiri dengan tatapan tegas dihadapannya, ia melengkungkan senyum.
"Aku ingin membuatmu merasa sedikit punya rahasia"
"Lalu berpura-pura tidak tahu?"
"Kau punya cara lain?"
"Berhenti mengikutiku"
Siwon menunduk, ia memainkan jarinya dipermukaan cangkir. Merasa sedikit bersalah, aku menarik kursi untuk duduk di depannya, masih terpisah oleh meja bar.
"Sorry"
"For?"
"Entah, aku hanya merasa sedikit kasar tadi"
Siwon tersenyum, ia mengangkat wajahnya lalu tangannya bertumpu pada dagunya.
"Aku tidak bisa berhenti mengikutimu Kyu"
"Kau belum mencoba"
"Sudah"
Aku mendesah. Kupijat pelipisku yang sedikit tegang. Siwon masih memperhatikanku.
"Kapan?"
Siwon mengulum senyum.
"Beberapa hari terakhir"
Dahiku mengerut, Siwon berhenti? Sejak kapan? Aku bahkan tidak melihat bendera putih di atas kepalanya seperti yang sering ia katakan.
"Aku berusaha menghilang, tapi kau mencariku"
"Hei!"
Suaraku naik beberapa oktaf, membuat Siwon menutup telinganya.
"Kyu, Suaramu membuat jantungku meledak"
"A-aku tidak pernah mencarimu"
"Yeah, lalu apa yang kau lakukan di depan kantorku tadi siang?"
"Aku menunggu seseorang"
"Aku?"
"Bukan!"
"Lalu siapa?"
Aku diam. Memutar kepalaku, berusaha mencari jalan untuk keluar.
"Kucing yang tertangkap basah eoh?"
Ugh, ingin rasanya aku menenggelamkan kepalaku ke cangkir kopinya, merutuki ide Hae hyung yang sekarang malah berimbas padaku. Bagus
"Aku bisa berhenti jika kau mau Kyu"
Eh, atau tidak! Sepertinya ide Hae hyung malah membuatnya sadar.
"Tapi tolong berhentilah menguntitku"
God! Siwon tertawa keras sementara aku berusaha meredam wajahku yang memerah.
"Aku tidak menguntitmu"
"Oh ya? "
"Ya!"
"Baguslah, menguntit itu kebiasaanku Kyu, kau jangan sekali-kali merebut pekerjaanku"
Aku semakin menenggelamkan kepalaku. Memalukan.
"Serius. Aku bisa berhenti mengikutimu"
"Lakukan"
Siwon menghela nafas panjang, ia menatapku dalam, matanya sendu.
"Berhentilah berjalan lalu berbaliklah, saat itu aku akan berhenti mengikutimu"
"Lalu kau akan menangkapku?"
Siwon tersenyum, ia mengabaikanku kembali menyesap kopinya. Membiarkanku menerka sendiri apa yang akan Siwon lakukan lagi. Siwon memejamkan matanya saat jakunnya naik turun menelan aliran kopi buatanku.
"Sedikit pahit namun bagus untuk mataku yang mengantuk"
...
Aku memainkan jariku sedikit gugup, Ayolah, aku baru saja ketahuan mengikutinya tadi siang dan sekarang dia ada di depanku, berusaha mengulitiku hidup-hidup lalu memanggangku. Ok, aku cukup berlebihan untuk hal itu.
Aku kembali focus dengan menghela nafas panjang.
"Apa yang kau fikirkan?"
Aku menggeleng. Namun Siwon sepertinya bukan namja bodoh, ia kini mencondongkan tubuhnya ke arahku, hingga mau tidak mau aku ikut terdorong kebelakang.
"Kau memikirkanku, Yah jelas."
"I didn't"
"Kau harus berusaha berbohong lebih kuat lagi Kyu"
Aku terdiam, tidak ada gunanya melawan Siwon, he knows everything, he's Professional like Changmin said.
"So, bagaimana harimu?"
Bagus, paling tidak Siwon mengalihkan pembicaraan, aku tidak usah berlama-lama dalam kubangan memalukan ini.
"Seperti biasa, hanya sedikit masalah"
"Perusahaan?"
Aku menatapnya sengit, ia hanya mengendikkan bahunya. Aku lupa, dia tahu segalanya.
"Yeah"
Siwon mengalihkan pandangannya ke jendela kaca besar di sisi Bar, ia tersenyum kala tetesan air mengalir melewati licinnya kaca.
"Aku suka hujan"
"..."
"Semua tentang hujan dan semua yang terjadi setelahnya"
Aku ikut tersenyum, ada yang sama antara kami, kami sama-sama menyukai hujan, kopi dan Yeah sedikit gengsi. Aku mengamati wajahnya dari samping, he's almost perfect dengan rahang tegas dan alis yang melengkung tajam.
"Lalu harimu?" aku bertanya, ia kembali memutar kepalanya menghadapku.
"Cukup menyenangkan, apalagi setelah mengetahui ada yang mencariku"
Ia menyeringai, aku kembali menunduk dan merutuki diri.
"Jangan mengingatkanku"
"Jadi kau mengakuinya?"
"mengakui apa?"
"Kau mengikutiku"
Damn. Aku terjebak lagi, sepertinya aku memang harus menahan mulutku agar tidak mengeluarkan suara, lihatlah sekarang ia tertawa lepas, sangat bangga akan dirinya.
"Ugh, ok aku mengikutimu, puas?"
"Sangat puas"
Siwon mengangkat sebelah alisnya, aku berdiri kembali membuat racikan kopi untukku, Siwon terdengar sedang tertawa kecil.
"Untuk?"
"Mengetahui seberapa berbahayakah penguntitku selama ini"
Aku menjawab tanpa berbalik.
"Kau tidak sadar telah membawa seorang penguntit ke dalam rumahmu?"
Dia benar!
"Pengecualian untuk malam ini"
Siwon menatapku bingung saat aku berbalik.
"Well diluar hujan"
"Hanya itu?"
"Ya!"
Siwon merentangkan tangannya, merilekskan tubuhnya yang sepertinya sedikit tegang.
"Aku akan menjelaskan"
"Apa?"
"Apa yang kau inginkan Kyu"
"Aku tidak menginginkan apapun"
Aku menyesap kopi panasku perlahan, ia menggigit bibir bawahnya sedikit cemas. Ia menatap sekilas jam di lengannya.
"Sepertinya sudah malam, aku harus pulang"
Aku mengangguk, ia menarik jas nya yang terlampir di sandaran kursi. Aku mengikuti langkahnya dari belakang. Sedikit tidak rela ia pergi sebelum menjelaskan semuanya, Ugh, kau bodoh Kyu, dia akan menjelaskan semuanya tanpa kau minta dan sekarang kau bahkan membiarkan dia pergi tanpa kau tahu apa-apa.
"Ah, aku belum sempat bercerita banyak tadi, kau punya waktu besok?"
Siwon berbalik hingga nyaris menabrak tubuhku. Aku mendelik kesal, Well sedikit berpura-pura sebenarnya.
"Ck, jam berapa?"
Ia tersenyum, berfikir sebentar lalu mengangkat 3 jarinya.
"Sore?"
"Yeah Kyu, aku harus bekerja dulu bukan?"
Aku mengangguk.
"Oke, jika itu emang penting"
"Sangat"
AKu bergidik, cara Siwon menatapku kini berbeda dengan biasanya, ada pancaran kata 'serius' di wajahnya. Ini aneh, Siwon tidak pernah seperti ini sebelumnya, yah walau bisa dikatakan jika semua perkataannya tidak pernah ia anggap main-main, hanya saja kesannya seakarang terlalu misterius dan sulit – semakin sulit- untuk ditebak.
Kami berdiri di teras depan, hujan sudah berhenti, menyisakan titik-titik bening di ujung daun.
"Kau tidak membawa mobil?"
"Ada, diseberang jalan"
"Kebiasaan aneh, atau memang kebiasaan seorang penguntit?" Sindirku, ia mengangkat bahu
"Keduanya"
"Oh" singkatku.
Siwon berdiri di depanku, menatapku lekat hingga membuatku sedikit berjengi takut.
"Apa?" Tanyaku. Siwon mengangkat bahu.
"Ada lagi yang ingin kau tanyakan?"
Aku terkekeh, ia ikut tertawa. Siwon selalu bisa membangun suasana saat sekelilingmu sudah mulai hambar. Dia punya talenta tersendiri
"Tidak , sebaiknya kau segera pulang atau aku akan melepas Cleo dari kandangnya untuk mengantarmu"
Siwon tertawa lagi, ia memasukkan jemarinya kedalam saku celananya.
"Ok, Kyu sampai jumpa besok"
Siwon melangkah, lalu berbalik.
"Thanks kopinya"
"Yup"
Melangkah lagi , lalu berbalik.
"Oh iya Cangkirmu bagus"
Aku membulatkan mataku, ia berhenti beberapa langkah disana. Aku ingin tertawa sangat keras.
"Aku tidak pernah bertanya"
"Aku hanya memberitahu bukan memberi jawaban, Ok bye"
Ia berbalik penuh sekarang, meninggalkanku mematung di teras.
Aku mengacak rambutku frustasi, Siwon terlalu misterius buatku. Cangkir? Haahhahaha.
Oh, Anyway apa yang akan ia lakukan besok, dan Oh God, dia tidak mengatakan besok kami akan bertemu dimana. Ck dia menyusahkanku, sedikit.
Aku menutup pintu lalu menguncinya rapat berjalan kearah bar untuk membereskan cangkir-cangkir kami hingga mataku menangkap secarik kertas note terselip di bawah cangkir milik Siwon. Jiwa penasaranku bangkit, aku menariknya perlahan bersamaan dengan senyuman melengkung di bibirku.
Pukul 3. Café.
C.S.W
Singkat. Namun punya kesan sendiri buatku. Siwon, kau cukup membuatku terkesan, 'hanya memberitahu bukan memberi jawaban' kata-katanya terngiang di kepalaku, Yeah hanya memberi tahu karena aku tidak pernah bertanya tempat kami akan bertemu besok, cerdas. Ia sudah merencanakan ini bahkan sebelum ia datang? Ya Tuhan, sepertinya aku harus banyak belajar untuk membaca apa yang ia fikirkan.
Bicara soal cangkir. Yeah, cangkir ini memang bagus.
...
END or TBC? See later ok ;)
Alohaaaaa…. Aku muncul lagi hehehehe,
Btw, maaf ya mungkin agak lama, yah, disesuaikan dengan kejadian aslinya hehehe, kalau si Siwon muncul baru deh nulis lagi, kalau g' Ya nunggu dulu kkkk..
Ok, kali ini aku coba bales review ne, ehm ehm..
Kikikyujunmyun : Sip sip bakal lanjut kok, tenang aja ok. Thanks udah cinta ma ff ini hehehehe
Shin min young : aku jugaaaa, sayangnya stalker asli disini cm sama dalam sisi dimple aja hahahahaha, yang lain jauuuuuhhh.
Teteh : who is Changmin? Hahahaha taulah.. ada sedikit bagian teh, x_x
Vira : Nnnah itu dia ada apa gerangan dengan kyu? Sampai-sampai ini segitunya? Tunggu kabar selanjutnya ok hehehehe
Shakyu : Sip sip, thanks yaa
Aliando cho : hehehehehe, sequel? Doain aja cepat nembaknya yaa :p hahahahaha biar wonkyu cepet bersatunya
FiWonKyu0201 : masih abu-abu ne? hehehehehe, yesss thanks udah baca
Everadit : Nah, ini dia salah satu author and reader yang selalu ngasih aku semangat buat nulis, ahhh senangnyaaaaa, makasih buat sanjungan dan pujiannya yaaaa.. *cipok
GaemGyu92 : yup, ada rasa takut ntar dicincang trus dijadiin makanan kebo, n ada rasa nyaman karena udah ada yang segitu fanatiknya hahahahaha
Evil kyu : kisah nyata yang sedikit mengerikan buat kyu hehehehehe, sip sip bakal lanjut kok, setia nungguin yaa ;p
Augesteca : hahahahaha, belum jadian lebih tepatnya, kedepannya masih belum jelas, tergantung apa Siwon beneran nembak Kyu atau g, So tetap setia nungguin yaa
Sparkyumihenecia : thanks
Kayla Wonkyu : Wuaaaaahhhh, reader setiakuuuuu *Kegeeran* makasih banyak buat pujiannya, aku jadi tersanjung tersandung dan tersungkur banget, hiks.. terharuuuu, tenang tenang yaa ini bakal tetap lanjut kok, thanks buat reviewnya..
Kimfida62 : sequel? Tunggu ya..
Fyuuhhh, maaf reviewnya baru busa dibalas sekarang, jujur aku rada susah ngungkapin perasaan senang aku hahahaha aneh? Iya. :D
Makasih banyak buat reviewnya ya, sangat sangat sangat membangun..
Buat teman-teman yang mau cuap cuap langsung bisa ke twitter Anunya_wk *iya namanya emang aneh*
Line, WA juga ada hehehehe..
Ok, akhir kata, thanks buat udah baca apalagi review ok..
FF yang lain nyusul.
