Qtalita back
.
.
WonKyu sweet story
.
.
Choco Raining
.
.
22 April 2014
Aku memperhatikan tangan terlatih Siwon yang sesekali membenarkan letak kacamatanya lalu beralih ke arah telinganya, memasang benda bertangkai besi lalu tersenyum manis, mencubit kecil pipi bocah namja di depannya.
"Jja sudah selesai" Ucapnya kembali ke meja diikuti sang bocah dan yeoja paruh baya, mereka berbicara sebentar yang aku tidak tahu apa, well aku hanya duduk tidak jauh dari Siwon, mengayun-ayunkan kakiku yang terlihat melayang dari pijakan.
Cklek.
Pintu ruangan tertutup, yeoja dan anaknya tadi sudah meninggalkan ruangan dimana aku dan Siwon berada.
"Hhh bosan?" Siwon meletakkan 'benda besi dengan belalai' itu ke meja, ia berdiri memperhatikanku. Aku menggeleng.
"Katakan jika kau bosan Kyu, aku juga"
Aku tertawa, aneh. Siwon bosan dengan apa yang ia lakukan setiap harinya? Yeah, tentu saja. Tapi ini sudah menjadi aktifitasnya bukan?
"Well yeah, sedikit" Jawabku, Siwon menaikkan satu alisnya.
"Mungkin secangkir Choco Mint bisa melepas rasa jenuhmu?" Siwon tertawa.
"Ini bukan cafe Siwon"
"Mungkin disana kau tidak jenuh Kyu"
"Paling tidak kita bisa merasakan jenuh bersama" Aku menepuk pipinya. Ia tersenyum.
"Kau ingin bermain?" Siwon melepas kacamatanya, memijit ujung hidungnya pelan.
"Bermain?"
Siwon mengangguk, mengajakku keluar dari ruangan berwarna putih itu, ugh aku merasa terjebak diantara Light Asylum, semua putih memuakkan.
Punggung Siwon terlihat jauh lebih lebar jika aku perhatikan dari belakang, lebih tegap dengan leher jenjang kokoh dan rambut hitam yang sudah menampakkan jika sosok di depanku ini memiliki kharisma sendiri. Apalagi saat sesekali Siwon melambaikan tangannya ke arah taman dimana banyak bocah-bocah kecil bermain. Tidak heran banyak yang mengaguminya.
"Okay here we go" Siwon berhenti di depan sebuah ruangan yang.. well sedikit lebih berwarna, ani! Ini sangat penuh dengan warna, banyak pelangi dan mainan berhamburan di dalamnya.
Cklek.
"Selamat pagi anak-anak" Siwon menyapa 4, 5 ah ada sekitar 8 bocah cilik dengan berbagai rupa di dalam, mereka bermain bersama, dan ada sebagian yang malah tidur menelungkup, yang nyatanya ia sebenarnya tidak tidur.
"Pagiiii hyuuuunng" Seorang bocah dengan kepala sedikit besar berlari memeluk Siwon, ia tampak terhuyung namun lengan kokoh Siwon menangkapnya.
"Wow wow wow pelan-pelan"
Aku tersenyum melambaikan tangan yang dibalas wajah kebingungan bocah itu.
"Nugu?" Bisiknya pada Siwon. Aku kembali tersenyum.
"Dia Kyuhyun, namja yang sering hyung ceritakan padamu" Siwon juga ikut berbisik, yang aku kira tidak akan berhasil karena aku masih bisa mendengarkan mereka.
"Ooohh, namja galak itu hyung?" Bocah itu kembali menempelkan mulutnya ke telinga Siwon. Siwon melirikku dengan tatapan horor, aku mendengus, memutar bola mataku.
"Eum, well bagaimana kalau kita bermain saja Ja eum " Siwon menurunkan bocah yang bernama Ja eum itu ke lantai berlapis karpet tebal berbulu. Ja eum bersorak gembira.
"Okay, namja galak huh?" Aku berbisik lirih, masih dengan senyuman. Siwon menggaruk tengkuknya.
"Sedikit Kyu, dan kau harus mengakuinya"
"Apa yang harus aku akui? Galak? Dan kau namja bodoh" Aku menggerutu melepas sepatuku.
"Terima kasih atas pujiannya" Siwon ikut melepas sepatunya, meletakkan sepasang kaki panjangnya diatas karpet berbulu.
"Aku tidak memujimu" Sanggahku.
"Aku merasa begitu"
"Dari sisi mana Choi?" Aku mulai kesal, Siwon kembali dalam mode 'teka-teki'
"Dari sisi bodoh dan yeah galaknya, aku mewakilimu untuk mengakui jika kau galak Kyu, dan jangan memanggilku 'Choi', kau seolah tengah memanggil Appaku" Siwon duduk bersila di depan sekotak puzzle.
"Namja galak ini akan menjadi pengantinmu Choi"
"Dan namja Bodoh ini sangat bangga bisa menjadikan namja galak sepertimu sebagai pengantinku, Dan well 'Choi' akan menjadi margamu sesaat lagi" Siwon membongkar kotak puzzle, anak-anak berlarian ke arahnya membuatku tidak bisa membalas kata-katanya.
Aku menghela nafas, mengalihkan pandanganku ke seorang bocah yang sedari tadi hanya tidur menelungkup namun dengan mata terbuka lebar, ia tersenyum padaku, memamerkan gigi putihnya yang tidak sinkron dengan ukuran tubuhnya.
"Dia Hyun Jo, 5 tahun"
Aku berbalik, merasakan bahuku dipegang Siwon, Siwon berjongkok di depan Hyun Jo, mengangkat bocah kecil berkulit pucat itu kepangkuannya, ia lemas, nyaris tanpa tenaga.
"Hyun Jo yatim piatu, Ibunya meninggal ketika melahirkannya yang memang prematur, dan Appanya entah dimana"
Aku ikut jongkok di depan Siwon, Hyun jo, namja kecil itu hanya mampu menggerakkan matanya, ia tersenyum, jari-jarinya bergerak kecil seolah minta di genggam.
"Dia pasti kesepian" Lirihku, Siwon membelai rambutku yang mulai tumbuh kembali pasca operasi.
"Tidak, selama kita masih ada untuknya" Siwon menyerahkan Hyun Jo padaku, aku mengernyit sebentar, bukan karena aku merasa aneh pada bocah itu hanya saja, aku belum pernah menggendong anak kecil sebelumnya, apalagi dengan keadaan seperti Hyun Jo, aku taku ia merasa kesakitan dalam pelukanku.
"Apa akan baik-baik saja?" Tanyaku membuka lengan. Siwon mengangguk.
"Rileks okay"
Aku mengangguk, memperbaiki dudukku di bangku kecil ala anak-anak, memposisikan Hyun Jo di dalam rengkuhan lenganku, Hyun Jo melenguh sesaat namun kemudian terkekeh kecil.
"See, He like you Kyu" Siwon mencubit pipi Hyun Jo di pangkuanku. Aku tersenyum tenang.
"Dia menyukaimu seperti aku" Siwon mengedipkan matanya.
"Jangan memulai Siwon"
"Kau tidak romantis Kyu"
"Well, bukan saatnya"
Siwon mencebil, memajukan bibirnya beberapa senti, ia melirik anak-anak lain yang asik bermain bersama.
"Mereka tampak bahagia Kyu"
Aku mengikuti pandangan Siwon. Yeah, anak-anak tampak bahagia, lalu mengapa mereka berada disini? Dan hingga kini aku masih kadang bertanya kenapa Siwon memilih jalan ini?
"Eum Siwon"
"Hm?"
"Kau menikmatinya?" Tanyaku pelan, masih menggendong Hyun Jo yang tampak asyik memainkan jam tanganku.
"Apa?" Siwon memandangku bingung.
"Tempat ini"
Siwon memainkan jarinya sebentar lalu kembali tersenyum.
"Aku suka anak-anak, apa yang mereka lihat, rasakan, dan lakukan"
"..."
"Mereka mengingatkanku padamu"
Aku tertawa kecil, sedikit tersinggung tapi melihat cara penyampaian Siwon yang terkesan tulus, aku meredam rasa ingin membuangnya ke lautan.
"Aku?"
"Yeah, mereka menggemaskan, sama sepertimu.. sayang"
Aku tersenyum tulus. Cara Siwon menyampaikan sesuatu memang terkadang tidak jelas dan menyebalkan, namun cara itulah yang kadang menyanjungku melebihi pasangan lain di luar sana, Siwon menyediakan tempat Khusus untukku, tempat yang tidak pernah terjamah orang lain.
"Wow, and look Kyu, kau dengan senyuman itu benar-benar tampak seperti seorang ibu"
Dan Siwon menghancurkan fantasi termanisku untuknya hanya dengan sebuah kalimat.
"Siwon!"
"Sssttt, jangan berisik Kyu, kau bisa membangunkan Hyun Jo"
Aku melirik Hyun Jo di pangkuanku, ia tertidur, aku bahkan tidak memperhatikan bocah kecil itu, sejak kapan ia berhenti memainkan lenganku dan kini jatuh terlelap. Aku mengusap pipi gempal Hyun Jo.
"Siwon.."
"Hm?"
"Apa Hyun Jo bisa berkembang?"
Siwon menarik nafas dalam, ia berdiri, matanya seolah menyuruhku untuk mengikuti langkahnya ke ruangan lain, yang masih sama dalam sekat ruang bermain. Sebuah ruangan yang lumayan besar dimana banyak ranjang-ranjang kecil disana.
"Tidak selamanya perkembangan itu mampu terlihat Kyu, Ah letakkan Hyun Jo disana"
Siwon menunjuk sebuah ranjang, satu-satunya ranjang yang berbentuk box bayi dengan pembatas di sekelilingnya.
Aku meletakkan Hyun Jo pelan-pelan, menyelimutinya lalu membelai rambut kecoklatan yang menutup dahinya.
"Hyun Jo mungkin akan berkembang, namun tidak lagi sesuai dengan usianya, ia berkembang sesuai dengan apa dan bagaimana kami menunjangnya"
Sreet.
Sepasang lengan melingkar di perutku, Siwon memelukku dari belakang.
"Hyun Jo pasti mampu bertahan sayang, percayakan padaku" Bisik Siwon, aku menepuk lengannya, menatap sepasang cincin yang sama di masing-masing jari manis kami.
"Eum Kyu"
"Hm?"
"Saranghae"
Aku terkekeh, Siwon meletakkan dagunya di bahuku.
"Gomawo sudah mau berkembang bersamaku Kyu"
"berkembang? Itu terdengar aneh Siwon"
"Hehehehe, lalu kita harus menggantinya dengan kata apa?"
"Entah"
"Bagaimana dengan tumbuh?"
"kau bukan pohon Siwon"
"ada bagian dari diriku yang menyerupai itu sayang"
Aku memukul lengannya, membuat pelukannya terlepas. Hell! Apa ia berfikiran mesum? Ya Tuhan Siwon.
"Aw kenapa kau memukulku?"
"kau mesum"
"Heh? Wait Kyu, apa maksudmu?"
Aku membeku, tunggu! Jika Siwon sendiri tidak mengerti lalu siapa yang sebenarnya mesum diantara kami? Oh God Kyuhyun, kau mempemalukan dirimu sendiri.
"Ow Ow Ow, jangan katakan kalau kau memikirkan hal aneh Kyuhyun sayang" Siwon menggerakkan alisnya naik turun. Aku mencebil.
Sreet.
Siwon kembali memelukku.
"Sudahlah lupakan hal mesum yang ada difikiranmu" Siwon terkekeh, aku mencubit lengannya pelan.
"Siwon"
"Okay okay, Kita tumbuh bersama Kyu"
"..."
"Hatiku dan sebagian akarnya"
"Sebagian?"
Dahiku mengernyit, bukankah seharusnya semuanya? Kenapa hanya sebagian?
"Yah hanya sebagian, namun cukup kuat untuk kita berdua"
"..."
"Eum, sebagian lainnya akan tumbuh nanti"
"Siwon apa yang kau bicarakan?"
"Tentang akar Kyuhyun, kau tidak mengerti?"
"Aku mengerti hanya saja, kemana sebagiannya?" Ucapku mulai tidak sabar. Siwon memelukku erat, meletakkan dagunya lekat di bahuku.
"kau mau tahu?"
"iya"
"Sungguh?"
"Iya Siwon katakan"
"Itu..
"..."
"Itu.."
"Siwon!"
"Sabar Kyu, aku takut kau akan marah"
"Katakan saja"
"..."
"..."
Siwon melepas pelukannya, mundur beberapa langkah dariku, kemudian dengan berbisik Siwon berkata..
"Sisakan untuk anak-anak kita nanti"
"Siwon!"
Dan Siwon menghilang dari balik pintu. Aku tertawa sambil menggelengkan kepalaku.
"dr. Choi Siwon, semakin lama kau berurusan dengan anak-anak, tingkahmu jauh lebih kekanakan"
END
Hhhh, ini apa? Udah lama update, eh pas update malah ngasih yang aneh-aneh kayak gini.. hahahahha
Ini Cuma pelepas rasa penasaran reader, karena banyak reader dan reviewer yang pengen tahu siapa Siwon disini dan apa kerjaannya, maka Qai sengaja datang ke 'sarang' nya dia hari selasa lalu, dan yaa ini dia Qai tunjukin hahahahaha, udah tahu dong semuanya *Dijambak reader*
Well, mungkin kemampuan menulis Qai rada turun yee, feel nya g dapet yee hehehehehehe maaf maaf maaf..
oia, Kita update nya pelan-pelan gak apa2 kan? selain lagi banyak kerjaan, Qai juga lagi buruk dalam hal kondisi, naik turun kek jet coaster hahahahahaha
And Qai say thanks buat readers, reviewers, dan teman-teman yang masih setia nungguin ff Qai yang g tahu kapan updatenya *BOW* maaf udah nelantarin..
Akhir kata.. THANKS BANGEEEETTTTTTTTTTT!
Qai
