I Love You Thank You

By : shinsungrin

Main Cast : Yunjae, Yoosu, OC

Genre : Romance

Terinspirasi dari sebuah MV I Love You oh Thank You – MC Mong

"Uwaa.. Yunho-ah, dari mana kau mendapatkan cokelat itu? boleh aku minta lagi?"

Yunho tersenyum.

.

.

.

Sebuah deringan keras bergema di sebuah kamar tidur seorang pria berusia 17 tahun. Tangannya sibuk menggapai benda berisik yang mengganggu tidur tampannya itu.

"halo!" bentaknya merasa terusik ketika ia menempelkan handphone di telinganya.

..1

..2

..3

Tidak ada yang menjawab..

Suara deringan masih berlanjut, terus dan terus memekakkan telinga. Ia tersadar, masalah utamanya dalam bangun pagi ini adalah Jam Wakernya. Dengan gemas ia membuang ponselnya ke sisi lain tempat tidur Queen Sizenya, kemudian memijit tombol pada bagian atas jam wakernya. Seketika kebisingan pada pagi hari ini pun lenyap.

"YUNHO-AH SARAPAN!" Teriak ibunya dari luar kamar.

Pemuda yang dipanggil Yunho masih duduk di tempat tidurnya, matanya masih terbuka setengah karena masih sangat mengantuk.

Tiga buah ketukan kasar dari pintu kamarnya dan panggilan yang berulang, sukses membuatnya menyadari realita bahwa ia harus bangun dan sekolah.

Yunho menguap untuk kesekian kalinya di pagi ini, setelah mengucek mata dan meregangkan tubuhnya, dengan ogah ia menyeret tubuhnya dari tempat tidur ke kamar mandinya yang ada di sudut ruangan.

.

.

.

Pukul 06.30 pagi, matahari nampak sudah menampakkan dirinya. Embun-embun pagi yang menempel di dedaunan sudah hilang menguap. Pemuda dengan tinggi 175cm, kini tengah menghadapi masa tersulitnya setiap pagi. Keadaan angkutan umum pada jam sibuk tidak begitu baik, baik itu bis maupun subway. Tetapi, pemuda ini mencoba bersabar dan berusaha melupakan ketidak nyamanannya berdesak-desakan dengan orang yang ada di dalam bis. Hal ini terlihat dari gerakan kepalanya yang mengangguk pelan mendengar alunan musik yang muncul dari sepasang headset yang kini tersumpal di kedua telinganya.

Ketika sebuah mesin mendengungkan "Halte SMA Tohou", pemuda itu mendongak dan bersiap turun. Dengan bermodalkan 'permisi' dari suaranya yang begitu 'manly', orang-orang yang di bis itu pun akan dengan ikhlas menyingkir untuk memberikannya jalan. Setelah keluar dari bis yang penuh sesak itu, ia baru akan menyadari siapa teman-teman satu sekolahnya yang satu bis dengannya.

"Oi, Yunho-ah!"

Pemuda yang sedang kita bicarakan ini bernama Yunho, setelah merapikan dandanannya yang sedikit ter'nodai' dari perjuangan menaiki bis pagi tadi. Ia segera mencari sumber suara yang memanggilnya, ternyata teman seperjuangannya "Shim Changmin.." bisiknya tersenyum.

Bermarga Jung, membuat Yunho memiliki nama lengkap Jung Yunho. Pemuda berambut hitam ini, memiliki sepasang mata yang tidak terlalu sipit seperti kebanyakan orang Korea pada umumnya. Ia adalah pemuda yang memenuhi kriteria pemuda idaman. Jago main musik, humoris dan sopan. Namun, Yunho adalah sosok terlindungi di sekolah. Tak banyak yang tahu Yunho karena ia sendiri tak suka melibatkan diri di club ataupun ikut perlombaan yang dapat menjadikan dirinya terkenal di kalangan anak sekolahnya.

Kembali kepada anak sekolah yang satu tadi, Yunho memberikan Changmin high five sebagai salam selamat paginya. "Bagaimana weekend bro? berjalan lancar?" tanya Changmin

"Hampir.." ucap Yunho dengan nada yang lesu

Changmin tampak bingung dengan ucapan Yunho, ada sesuatu yang terjadi pada bocah ini.

"Aku putus dengan Ahra, dia memutuskanku.. ah.. rasanya aku ingin menangis.." Keluh Yunho

"No.. No.. No.. Big Boy don't Cry"

"Yah!" ucap Changmin yang kesal pembicaraannya di interupsi oleh kedatangan Yoochun.

"Sejak kapan kau datang?" tanya Yunho yang terusik juga

"Kenapa semua orang terganggu dengan kehadiranku sih?" keluh Yoochun

Changmin dan Yunho hanya tertawa. Mereka bertiga pun melajutkan perjalanannya menuju kelas. Yunho, Changmin dan Yoochun sudah menjadi teman dekat sejak kelas 1 SMA, keadaan selalu mempertemukan mereka bertiga alias mereka bertiga selalu sekelas. Padahal ada rotasi kelas setiap tahunnya.

Yunho sangat dekat dengan Changmin, karena dari ketiga laki-laki di sana. Hidup Changmin adalah yang paling santai, ia paling mudah untuk di ajak kemana-mana walaupun acara yang paling dadakan sekalipun. Kebalikannya dengan Yoochun, waktunya sangat terbatas karena pekerjaan paruh waktunya di luar sekolah dan kegiatan apel dengan pacarnya. Berbicara mengenai pacar Yoochun, hal itu masih menjadi rahasia besar bagi Yunho dan Changmin. Walaupun mereka sudah berteman selama 3 tahun, tapi Yoochun tidak pernah sekalipun mempertemukan pacarnya dengan kedua teman baiknya ini. Yoochun sangat protektif kepada pacarnya yang satu ini, oleh karena itu mereka sudah berjalan hampir 1 tahun. Yunho dan Changmin pun tak pernah menggeledah handphone milik Yoochun yang selalu dijaga ketat olehnya. Mereka hanya tahu bahwa Yoochun berpacaran dengan seseorang yang dipanggilnya "doll-phino", begitulah caller id yang tak sengaja terlihat ketika ia menelepon Yoochun.

Jika bicara soal kehidupan cinta, Yunho masih dibilang paling normal di antara kedua lelaki temannya itu. Yah walaupun ia perjalanan cintanya selalu ada halangan, seperti yang baru kemarin kandas. Ahra adalah gadis yang manis, Yunho selalu suka jika ia sudah merajuk manja padanya. Walaupun terkadang itu menyebalkan, tapi itu lah yang membuat hubungannya semakin membaik ketika mereka selesai mengeluarkan amarah. Oh.. betapa Yunho merindukan rengekan anak itu sekarang.

Kehidupan cinta seorang Shim Changmin bisa di bilang, apa ya? Pemuda yang satu itu tidak pernah cerita ia menyukai seorang gadis. Yunho pernah bertanya kepada Changmin soal kriteria gadis yang disukainya, Changmin bilang dia masih belum tertarik untuk menceburkan diri dalam dunia percintaan. Ia tak mau ada hubungan yang mengikat dia dengan satu orang, akan menjadi sangat merepotkan, seperti Yoochun. Ia masih mau menikmati hidupnya dengan bebas. Oleh karena itu Changmin sangat berhati-hati jika ia sedang di dekati oleh seorang gadis. Maka, tidak heran jika para gadis memberikan label Pemberi Harapan Palsu kepada Changmin.

.

.

.

Langit begitu cerah, hari ini begitu penuh kebahagiaan bagi Yunho kecil karena ia bisa bermain sebebasnya di Taman Bermain bersama ayah dan ibunya. Walaupun kakak perempuannya tidak membuat keadaan menjadi lebih menyenangkan. Ia selalu di jahili oleh kakak perempuannya itu.

"Appa.. bolehkah aku keluar dari mobil sekarang?" tanya Yunho ketika mobil keluarganya baru akan memasuki garasi.

"Tentu..hati-hati dengan langkahmu, Yunho" nasihat ayahnya

Yunho mengangguk dan membuka pintu mobil. Kakinya yang kecil menuntunnya menuju objek yang sedari tadi menarik perhatiannya. Di atas pagar rumahnya, terduduk sebuah toples kecil yang dipenuhi oleh kertas warna warni. Dengan hati-hati Yunho memanjat dan akhirnya bisa mengambil toples itu dengan sukses. Secarik kertas berwarna biru muda pastel tertempel di toples kaca itu.

Thousand Paper Cranes for Younho,

Terima kasih untuk Cokelat Pembawa Kebahagiaan -^^

.

.

.

Sebuah guncangan dari bahunya mengembalikan Yunho dengan paksa dari alam mimpi.

"JUNG YUNHO!"

-TBC-

Okay sampai situ dulu

Thanks for reading and reviewing.. *big hug*