I Love You Thank You

By : shinsungrin

Main Cast : Yunjae, Yoosu, OC

Genre : Romance

Terinspirasi dari sebuah MV I Love You oh Thank You – MC Mong

Sebuah guncangan dari bahunya mengembalikan Yunho dengan paksa dari alam mimpi.

"JUNG YUNHO!"

.

.

.

Suara teriakan yang berasal dari seorang bapak guru sukses membangunkan Yunho sepenuhnya, "Ne-Nee Songsaenim.."

"BERDIRI DI KORIDOR, SEKARANG!"

Dengan malas, Yunho menyeret tubuhnya dari kursi yang ditempatinya. Bisa-bisanya ia tertidur didalam kelas, biasanya juga Yunho tak pernah seperti ini. Memang perlu diakui, pelajaran hari ini sedikit membosankan. Apalagi gurunya hanya menggunakan metode ceramah di depan kelas. Wajar bukan jika ia sedikit mengantuk dan tertidur?

Yunho berjalan ke kamar mandi pria untuk membasuh mukanya di wastafel. Sensasi air dingin yang menyentuh wajahnya, membuat kesegarannya kembali setelah tertidur dikelas tadi. Ia memandangi dirinya didepan cermin. Tiba-tiba fikirannya terusik dengan mimpi yang baru saja ia alami. Sebuah kenangan masa kecil yang terulang kembali bak film di mimpi. Entah itu pertanda apa, Yunho tak ingin ambil pusing. Ia pun kembali ke kelasnya.

.

.

.

Yunho menatap layar handphonenya dengan malas. Sebuah sms benar-benar merubah mood secara drastis.

From : Umma

Chagiya, Umma minta tolong ya

Nanti pulang sekolah, tolong mampir ke minimarket untuk belanja keperluan sebulan ya?

Uangnya sudah Umma transfer ke tabunganmu

-Saranghae

14.40

Beberapa menit setelah pesan singkat itu masuk, masuklah pesan singkat satu lagi yang berisikan daftar belanjaan yang harus di beli oleh Yunho. Nasib.. nasib.. batin Yunho sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Begini ini rutinitas bulanan yang Yunho jalani semenjak kakak perempuannya melanjutkan studi di Jepang. Semua tugas yang seharusnya di kerjakan kakaknya jadi dia yang tertimpa semua.

"Kenapa muka mu horor begitu?" Tanya Changmin yang masih membereskan barangnya yang tercecer di meja.

Yunho menunjukkan sms ibunya kepada Changmin. Mulutnya sudah lelah untuk menggerutu.

Air muka Changmin pun langsung berubah jadi horor juga. "Menyebalkan kan?" gerutu Yunho akhirnya. Changmin hanya bisa mengangguk dan menepuk sebagai ungkapan ke-duka-annya terhadap nasib Yunho yang disuruh berbelanja.

"Ah! Kenapa kau tak ajak Ahra saja untuk menemaimu? Dia pasti mau.." Sugesti Changmin.

Seketika wajah Yunho berbinar, "Kau benar-benar jenius Shim.."

Yunho menyampirkan tasnya ke bahu dan mengucapkan salam perpisahan kepada Changmin. Ia akan menemui Ahra untuk mengajaknya secara langsung. Siapa tahu hubungan mereka masih bisa di perbaiki. Kembali lagi berpacaran dengan Ahra.. ahh.. memikirkannya saja sudah membuat Yunho berbunga-bunga. Tak heran sepanjang perjalanan menuju kelas Ahra yang ada di lantai dasar sekolahnya membuat Yunho senyum-senyum sendiri.

Belum sampai di depan kelasnya Ahra, Yunho sudah menemui wanita itu tengah berjalan menuju pintu keluar sekolah. Langkah Yunho terhenti, Ahra tidak berjalan sendirian. Disampingnya seorang teman sekelas pria-nya tengah menemaninya berjalan dan mengobrol. Terlihat Ahra yang sesekali tertawa dan tersenyum dengan obrolan yang mereka lakukan. Yunho kembali terpuruk, harapan untuk dapat kembali memperbaiki hubungan dengan wanita itu pupus sudah.

.

.

.

Yunho melihat daftar belanjaannya, ia masih harus mencari sereal. Moodnya masih jelek akibat kejadian di sekolah. Kenapa? Kenapa Ahra-nya yang manis bisa begitu cepat melupakannya? Sebegitu mudahnya kah ia melupakan kenangan selama 6 bulan yang mereka lalui bersama?

Hatinya berdenyut memikirkan itu semua. Mungkin sebentar lagi Yunho akan jadi gila. Tanpa disadarinya troli sudah membawanya ke tempat cereal. Yunho mengecek daftar belanjaannya lagi memastikan bahwa merk cereal yang dia beli benar. Tanpa ragu lagi Yunho mengambil sereal, bersamaan itu pula sebuah tangan mengambil sereal yang sama. Yunho menoleh untuk melihat orang yang menaruh tangannya di serealnya, kali aja bisa diajak berantem. Kebetulan Yunho sedang ingin berkelahi.

"Ah.. maaf" Ucap orang itu. Suaranya yang lembut menyapu telinga Yunho, seketika rasa gugup menyerang badannya.

"Aku akan mengambil yang lain saja.." ucapnya lagi. Bibirnya yang merah mengukir senyum malu atas kesalahan yang baru saja ia perbuat. Mata besarnya yang berwarna kecokelatan menatap Yunho dengan penuh kehati-hatian, untuk sebentar Yunho merasa terhipnotis jika terus-terus menatap wajah orang itu.

"Ah.. baiklah" ucap Yunho yang akhirnya sadar akan kelakuannya yang tidak mengenakkan.

Orang itu kembali tersenyum, sebuah perasaan nostalgik mengerubungi Yunho seperti ratusan lebah yang tengah menjaga kandang madunya. Orang itu, tidak, pria itu. Dia mengenal pria itu.

"Jaejoong.. Jaejoongie!" Ucap Yunho spontan, memberhentikan orang yang tengah melenggang jauh darinya itu untuk berhenti. Orang itu menoleh memperhatikan Yunho bingung. Yunho tersenyum lebar, dugaannya tidak salah. Dengan segera ia menghampiri pria yang tengah kebingungan itu.

"Yunho, Jung Yunho.. ingat?" Ucap Yunho mencoba mengingatkan orang yang ia panggil Jaejoong itu.

"Ah! Kau.." ucap Jaejoong yang langsung melipat tangannya ke dada. Sepertinya suasana menjadi tidak baik sekarang. Yunho mulai menyesal mengenalkan identitas dirinya kepada lelaki itu. Yunho dan Jaejoong sejak Taman Kanak Kanan sampai kelas 3 SD, selama itu pula Jaejoong menjadi bulan-bulanan Yunho disekolah maupun di TK. Mengerjai Jaejoong adalah ritual rutin yang akan dilakukan oleh Yunho.

"Kau masih berhutang es krim kepadaku.." Ucap Jaejoong sambil melayangkan senyuman khas miliknya.

Yunho termenung, sekelebat ingatan akan masa lalu menghampiri kepalanya. Dulu, Yunho pernah menjahili Jaejoong hingga es krim yang ia pegang terjatuh dengan naas. Mengingatnya membuat Yunho geli, betapa badungnya dulu dirinya. Astaga. Dengan reflek Yunho menggaruk kepala belakangnya yang sebenarnya tidak terasa gatal.

"Kau belanja?" tanya Jaejoong

Yunho tersenyum kecut, "Hanya simbolis.."

Jaejoong tertawa, "Kau sangat berubah banyak, Yunho.."

"Yah.. jangan mengejekku.." sungut Yunho

"Arasseo.. Arasseo.." ucap Jaejoong menyudahi tertawanya.

"Masih ada yang akan kau beli?" tanya Yunho

Jaejoong mengeluarkan daftar belanjaannya. "Tinggal sedikit lagi.. kau?"

"Ah.. aku sudah selesai.."

Tiba-tiba suasana menjadi canggung antara mereka berdua. Pertemuan kembali antara pem-bully dan yang di bully bukanlah sebuah pertemuan yang akan bersahabat tentunya. Banyak hal yang sebenarnya ingin Yunho tanyakan kepada Jaejoong. Namun semua itu hanya tertahan di ujung lidahnya. Lagipula apakah hal tersebut pantas ditanyakan oleh Yunho yang notabenenya bukanlah seorang teman dekat bagi Jaejoong?

"Em.. Kalau begitu aku duluan.." Ucap Jaejoong akhirnya pamit

Yunho hanya mengangguk menjawabnya. Setelah mengangguk, dengan kikuk Jaejoong berjalan menjauh dari Yunho yang terus memperhatikan punggungnya sampai ia berbelok di counter Keju. Yunho menghembuskan nafas lega, "Waahh.." gumamnya pelan. Benar-benar kejadian yang tidak terduga bisa bertemu Jaejoong di tempat seperti ini. Mungkin setelah ini ia harus menghubungi Jaejoong agar mereka bisa bertemu kembali ditempat yang lebih enak untuk berbincang. Pertanyaannya, bagaimana Yunho menghubungi Jaejoong sekarang?

"Jung Yunho kau benar-benar bodoh," rutuknya mengasihani nasibnya sendiri.

-TBC-

Akhirnya Jaejoong muncul juga!

Selalu di tunggu reviewnya, terima kasih banyak.. *deep bow*