I Love You Thank You
By : shinsungrin
Main Cast : Yunjae, Yoosu, OC
Genre : Romance
Terinspirasi dari sebuah MV I Love You oh Thank You – MC Mong
Yunho tertawa kecil, kehidupan begitu lucu
.
.
.
"Berhentilah.."
"Hyung!"
"Sudah saatnya kau berhenti.." sebuah tawa renyah keluar dengan lancar dari bibir seorang pemuda yang usianya sudah mencapai kepala 2 itu.
"Y-yaah.. Tidak bisa.. Ini sudah terlalu jauh.."
Pemuda itu semakin tertawa melihat tingkah polah adiknya yang satu itu. Tak pernah ia melihat adiknya sesemangat itu sebelumnya. Lega rasanya.
"Aigoo… Jangan pernah ceritakan hal ini padanya, arasseo?"
"Nee.. nee.. Arasseo"
.
.
.
"Aku pulang!"
"Selamat datang!"
Sebuah dua kalimat sederhana, yang hampir punah digilas arus globalisasi yang tengah berlangsung kini. Padahal jika dipahami, kedua kalimat ini sangatlah memiliki arti yang dalam. Jika tak ada yang mengatakan 'Aku pulang' maka tak akan ada pula ucapan 'selamat datang', dalam arti lain, jika seseorang tidak menyatakan bahwa dirinya telah kembali, maka dia akan selalu 'pergi' karena hanya orang yang 'pergi' lah yang tidak akan mengucapkan 'aku pulang' dan tidak disambut dengan ucapan 'selamat datang'
Begitulah adat istiadat yang masih dipertahankan dalam rumah mungil keluarga Jung ini. Membasuh tubuh setelah berpergian merupakan sebuah relaksasi setelah seharian beraktivitas. Hal itu pun yang terjadi pada Tuan Muda Jung kita sekarang. Moodnya kini sedang bagus, terlihat dari beberapa senandung yang dinyanyikannya sejak pulang dari rumah Changmin tadi. Yunho sangat bersyukur keberuntungan kini berada di pihaknya. Siapa sangka seorang Jung Yunho dapat dipertemukan lagi dengan seorang Kim Jaejoong dalam waktu dan tempat yang sangat begitu tak terduga. Pertemuan yang aneh batin Yunho sambil tersenyum simpul.
Beberapa memori mengenai Jaejoong kecil berputar kembali layaknya film hitam putih yang diputar di televisi zaman dulu. Semua detail tempat dan kejadian perkara, masih sangat di ingat oleh Yunho seakan-akan peristiwa 6 tahun yang lalu itu baru saja ia alami kemarin. 'Kemarin?' batin Yunho menyadari adanya kejanggalan dengan kalimat yang baru saja ia fikirkan tersebut. Apakah ini jawaban dari pertanda yang selalu mendatanginya tiap malam? Ya, ini adalah jawaban dari mimpi mimpi anehnya belakangan ini.
Mengetahui akan semua kejadian yang tersangkut paut membuat bulu kuduk Yunho meremang. Jantungnya entah kenapa berdetak tak karuan. Kedatangan Jaejoong kedalam hidupnya kembali bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir. Yunho menilik sebuah toples bening yang terletak diatas meja belajarnya. Didalamnya terdapat ribuan origami burung bangau kecil warna-warni yang disusun secara apik, membuat Yunho selalu menjaganya selama 6 tahun terakhir ini. Thousand paper cranes, Yunho bergumam dalam hati. Tangannya menyentuh toples bening itu, walaupun tidak ada nama pengirimnya Yunho yakin itu semua adalah peninggalan Jaejoong sebelum dia ke Amerika. Ada maksud mengapa Tuhan memberitahu kedatangan Jaejoong, tapi apa yang harus Yunho lakukan untuk Jaejoong masih menjadi misteri. Saat ini yang dapat Yunho lakukan adalah menunggu kapan Tuhan akan menunjukkan tugas yang berkaitan dengan Jaejoong ini. Memikirkan itu semua membuat Yunho geli, rasanya seperti baru saja ia menjadi seorang spiderman. Kekuatan besar datang seiring dengan adanya tanggung jawab yang besar. Rasanya Yunho ingin tertawa, melihat sebuah drama yang akan menghiasi hidupnya mulai detik ini.
Sebuah ketukan di pintu membuyarkan Yunho dari lamunannya, tak lama kemudian suara lembut ibunya bergema menyuruhnya untuk keluar. Dengan sigap, ia berdiri dan menemui ibunya yang kini sudah berada didepan pintu kamarnya.
"Ahra menunggumu diruang tamu.." ucap Ibunya ketika Yunho menampakkan batang hidungnya dari kamar.
"A-Ahra?" Yunho memastikan bahwa kali ini ia sudah membersihkan telinganya dengan baik. Pendengarannya belum menua kan?
Ibunya mengangguk, "Sudah sana keluar.. kasihan dia menunggu!" suruh ibunya.
Yunho mengangguk cepat. Waaah, ada apa ini? hatinya belum siap untuk bertemu wanita itu. Kenapa ia datang lagi kesini? Bukankah hubungannya dengan Yunho sudah berakhir?
Pemuda jangkung itu menuruti apa perintah ibunya, dengan setengah hati ia menyeret kakinya ke ruang tamu dan disanalah ia, wanita berambut panjang dengan wajah oval menanti Yunho. Matanya hitamnya yang bulat membelalak gembira saat melihat Yunho, senyum manis tersungging dari bibir tipisnya yang berwarna pink. Yunho sepertinya akan terkena serangan jantung, kenapa wanita ini datang ketika ia sedang berusaha untuk melupakannya?
Suasana menjadi sangat canggung, keduanya hanya diam tanpa saling berbicara ataupun menatap. Beribu pertanyaan muncul di benak Yunho sekarang, akankah Ahra menjelaskan pria yang mengantarnya pulang tadi? Akankah ia mengajaknya untuk rujuk kembali?
"Ada apa?" tanya Yunho memecah kesunyian antara mereka berdua
Ahra masih tak mau melihat ke arahnya, Yunho pun mau tidak mau menatap mantan kekasih yang tengah duduk didepannya itu. Kedua ibu jarinya sibuk dimainkan berharap suasana tidak akan secanggung ini.
"Jika memang tidak ada yang penting, aku…" "Mianhae!" Ahra memotong kata-kata Yunho sebelum sempat ia menyelesaikannya. Sekarang Yunho yang bingung. Ahra minta maaf? Untuk apa?
"Yunho-ah, maaf jika aku merepotkanmu.. bisakah aku bertanya sesuatu?" tanya Ahra
Yunho menelan ludahnya, thi is it!
"Maukah.. maukah kau.." wajah Ahra mulai menunjukkan keraguan. Yunho menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban dari Ahra.
"Maukah kau mengisi Accoustic Corner ketika festival sekolah nanti?" tanya Ahra akhirnya.
"Oh, festival sekolah.." ucap Yunho dengan nada yang tidak di definisikan. Entah itu kecewa atau … lega? Yang jelas bukan keduanya.
Ahra mengangguk, "Kau memiliki bakat, Yunho-ah.." ucapnya dengan sungguh-sungguh. Ahra memang gadis yang baik, sampai saat ini pun ia masih memikirkan Yunho.
Yunho terdiam, apakah Ahra tidak cukup mengenalnya? Yunho bukanlah tipe lelaki yang suka show off dan membuat orang-orang terkagum padanya. Ia lebih suka menunjukkan apa yang dia bisa untuk orang tertentu saja. Menurutnya, bakat spesial hanya untuk ditunjukkan kepada orang spesial itulah yang akan membuatnya spesial.
"Aku tahu, kau tidak suka show off dalam keramaian.. Tapi Yunho please, hanya untuk sekali ini saja.."
"Musikmu.. aku ingin membaginya dengan orang lain.. aku ingin semua orang menganggapmu spesial, sama seperti saat kau membuatku merasa seperti itu.." Ahra menunduk, wajahnya bersemu merah terlihat dari kupingnya yang tak tertutupi rambut.
Yunho merasa ia benar-benar terkena serangan jantung. Beberapa saat yang lalu ia melihatnya bersenda gurau dengan seorang pria lain dan sekarang ia bersikap begitu manis di depannya. Wanita ini benar-benar tidak terduga. Mungkin ini adalah alasan mengapa Ahra pernah menjadi wanitanya untuk beberapa bulan terakhir.
"Lagipula.. ini adalah tahun terakhir kita di sekolah ini.. ayolah Yunho-ah, please.. please.." bujuk Ahra lagi.
Yunho kalah telak, sepertinya kali ini dia tidak bisa menolak. "Baiklah.. hanya sekali ini saja.." ucap Yunho menegaskan kata 'sekali' dalam kalimatnya.
Sebuah senyuman lebar mengembang di wajah cantik Ahra yang tanpa make up itu. Dengan refleks mantan pacarnya itu memegang tangannya hanya untuk mengucapkan terima kasih tanpa merasa bersalah sedikit pun. Mau tak mau Yunho menjadi ikut gembira melihatnya.
"Kalau begitu sepulang sekolah besok akan ada breafing untuk seluruh pengisi acara, aku harap kau datang.." Ucap Ahra sambil berdiri dari kursinya menandakan bahwa ia pamit untuk pulang. Yunho hanya menanggapinya dengan mengangguk.
"Yunho-ah terima kasih banyak, kau benar-benar sangat membantu.. Aku permisi pulang.." pamit Ahra kepada Yunho.
"Ku antar kau sampai rumah.."
"Ah.. tidak usah, aku bisa pulang sendiri.. belum terlalu malam.."
Yunho tetap tidak bergeming, pemuda itu tetap pada pendiriannya untuk tidak membiarkan seorang wanita berjalan sendirian saat malam. Ahra paham betul akan tabiat mantannya itu, sebuah rona pink menghiasi wajahnya. Yunho selalu tahu bagaimana cara membuat orang disekitarnya menjadi sangat spesial.
Sepanjang perjalanan menuju halte bus, Yunho dan Ahra banyak mengobrol mengenai event yang akan berlangsung beberapa minggu lagi. Rasanya sudah lama sekali kedua pasangan itu tidak mengobrol seringan ini.
"Ahra.."
"Hmm?"
"Sesaat tadi, kufikir kau akan mengajakku balikan.." Ucap Yunho tiba-tiba membuat hati wanita yang ada di sebelahnya itu kalang kabut.
-TBC-
Untuk sesaat Jaejoong masih jarang nongol nih, mianhae
Chapter selanjutnya bakalan banyak kok!
Makasih reviewnya, (big hug)
