I Love You Thank You

By : shinsungrin

Main Cast : Yunjae, Yoosu, OC

Genre : Romance

Terinspirasi dari sebuah MV I Love You oh Thank You – MC Mong

Yunho menggendong tasnya tepat ketika Changmin berhenti di depan pintu kelas. "Hati-hati dijalan Yunho-aaaaahhh!" godanya dengan nada yang sangat mengejek. Tawanya yang jahat memenuhi koridor sekolah. Yunho jadi malu sendiri, "Yah Shim Changmin!" gerutunya.

.

.

.

Saat itu penghujung musim panas, cuaca masih sangat baik untuk melakukan kegiatan di luar. Matahari masih bersinar cerah walaupun sesekali angin dingin menerpa. Udara diluar masih terasa hangat karena ini adalah penghujung musim panas. Hari ini akan menjadi hari yang melelahkan bagi Yunho karena hari ini adalah festival sekolah. Mantan pacarnya yang satu itu telah sukses membujuknya. Buktinya, pria itu kini tengah berdiri memandangi pantulannya di depan cermin. Sebuah topi jerami menempel dikepalanya, menutupi sebagian rambutnya yang hitam. Kaos hitam dengan lengan tiga per empat terlihat kontras dengan kulit asianya yang putih. Perpaduan antara scarf dan celana jeans berwarna biru gelap membuat Yunho tampak apik dilihat. Jika saja Jung Yunho sering-sering berdandan seperti ini, kemungkinan besar ia akan menjadi seorang playboy kelas kakap.

Suara derit pintu yang terbuka membuat semua mata menoleh, termasuk Yunho. Kepala Ahra mencuat dibalik pintu yang sedikit terbuka itu. Matanya menelusuri ruangan sebelum akhirnya berhenti pada Yunho. Dengan gerak bibirnya wanita itu mengisyaratkan agar Yunho segera bersiap, Yunho mengangguk dan kemudian pintu menutup kembali. Pemuda itu menghela nafas panjang, jemarinya mengusap layar handphone miliknya. Tiba-tiba perasaan gugup menerpa hatinya, entah karena sebentar lagi ia akan tampil atau…

.

.

.

Hari ini penampilan SMA Tohou berubah 180 derajat. Gerbang utama yang tadinya terlihat begitu tegas dalam menindak anak-anak yang terlambat datang, kini disulap dengan papan yang sudah digambari dengan warna warna cerah dan kartun selamat datang yang ceria. Jalan menuju bangunan sekolah kini sudah dihiasi dengan bendera segita warna-warni yang dipasang zig-zag diatas kepala. Lapangan olahraga kini telah berubah fungsi menjadi foodcourt dadakan. Beberapa murid SMA Tohou tengah sibuk mengundang pengunjung untuk menghabis beberapa lembar uang di stan mereka. Beberapa panitia festival berlalu lalang untuk sekedar memungut sampah yang terjatuh atau mengecek perlengkapan lighting pada tempat-tempat strategis. Acara hari ini akan berakhir pada malam nanti, ditutup dengan perayaan kembang api.

Jarum panjang jam sekolah menunjukkan angka 3 lewat 45, langit mulai teduh dengan semburat warna orange tipis menghiasi. Tokoh utama kita kali ini tengah menyibukkan dirinya di stage, tempat ia akan tampil. Yunho ditempatkan di taman sekolah yang letaknya strategis karena terletak dengan tangga yang menuju kelas-kelas yang ada di SMA Tohou. Jelas akan banyak orang yang berlalu lalang melewati Yunho nanti. Tidak ada panggung khusus untuk Yunho, ia hanya memafaatkan bangku taman dan dua speaker ukuran jumbo yang kini tertata rapi di kiri dan kanannya. Menurut panitia, kondisi taman sekolah sudah cukup bagus untuk dijadikan sebuah panggung hijau terbuka.

Setelah merasa bunyi gitarnya sudah baik, Yunho melihat sekitarnya. Segelintir orang mulai berdiri menatap Yunho dengan penasaran akan aksinya sebentar lagi. Mungkin ini tidak akan menjadi sekeren bayangannya, Yunho menghela nafas lesu. Yunho melihat jam di handphonenya, sudah lewat dari waktu mulai. Tanpa fikir panjang, lelaki itu pun memulai permainan akustiknya.

Dentingan melody dari gitar Yunho perlahan membawa orang-orang datang untuk melihat permainan akustiknya. Pada awalnya jari Yunho sedikit bergetar karena menahan kegugupannya, bagaimana pun juga ini penampilannya pertama kali di depan orang banyak (walaupun mereka hanya berlalu lalang di depan Yunho). Namun mendengar irama merdu yang dihasilkan oleh gitarnya membuat pria itu menjadi rileks dan larut sendiri dengan permainannya. Tanpa Yunho sadari sudah banyak orang yang mengambil tempat duduk didepannya hanya untuk memperhatikan permainan akustiknya dari dekat. Suara tepuk tangan yang riuh saat ia mengakhiri permainan akustiknya menyadarkan Yunho dari 'mode : fokus'nya. Ekspresinya mengendur, sebuah senyuman cercetak jelas pada wajahnya yang merona bahagia karena penghargaan penonton yang melebihi ekspektasinya. Yunho mengedarkan pandangannya, terlihat Ahra berdiri dibelakang para penonton. Jempol wanita itu terangkat memberikan penghargaannya pada lelaki yang pernah mengisi harinya itu. Dan disanalah Yunho menangkap sosok yang tidak begitu asing baginya, rambut kecoklatan yang dimiliki pria itu cukup mencolok dalam keramaian. Bibir pink-nya membentuk sebuah senyum tipis, membuat Yunho merasa panas dingin dibuatnya. Jaejoong tengah berdiri menontonnya. Ketika merasa dirinya mulai ter'sihir' dengan makhluk bermarga Kim itu, Yunho segera mengambil stand microphone disampingnya.

"Tes" Suara Yunho menggema menandakan alat pengeras suara itu sudah berfungsi sesuai dengan tugasnya. Entah kenapa gairah bernyanyinya tiba-tiba muncul. Masa bodoh dengan penonton yang nanti malah angkat kaki, ini adalah tahun terakhirnya ia harus membuat kenangan sebelum pergi kuliah kan?

My heart is sinking

As I'm lifting up

Above the clouds away from you

And I can't believe I'm leaving

Oh I don't know what I'm gonna do

But someday

I will find my way back

To where your name

Is written in the sand

Cause I remember every sunset

I remember every word you said

We were never gonna say goodbye

Till we had to get back to

Back to summer paradise with you

And I'll be there in the heartbeat

.

.

.

Sore hampir berakhir dengan munculnya beberapa bintang yang menghiasi langit. Gelap perlahan turun, membuat seluruh panitia bersiaga dengan perlengkapan lightingnya agar acara tetap berjalan sesuai dengan rencana yang sudah mereka buat. Lampu dekorasi berkelip indah menemani dua orang pemuda yang tengah berbincang renyah di area sekitar taman, siapa lagi kalau bukan Yunho dan Jaejoong. Sudah tak banyak orang yang mengerubungi tempat ini semenjak Yunho menyelesaikan tugas 'mengamen'nya.

Banyak kejadian mengejutkan yang terjadi hari ini, mulai dari Jaejoong yang secara ajaib mengabulkan permintaan Yunho agar datang ke festival sekolahnya. Ya.. mereka berdua kini sering berbalas pesan singkat semenjak kejadian Changmin beberapa waktu lalu dan Ya, Yunho mengajak Jaejoong untuk datang ke Festival sekolahnya. Awalnya Jaejoong menolak karena ia sedang tidak enak badan. Namun, disinilah ia mengobrol banyak bersama Yunho.

Kejadian ajaib selanjutnya ialah ketika Jaejoong mengenalkan teman satu sekolahnya bernama Kim Junsu, yang menguak misteri "Doll-phino"nya Yoochun secara tiba-tiba. Dan yang lebih mengejutkannya lagi Yoochun adalah seorang Gay, Junsu adalah seorang cowok tulen yang beruntung menaklukan hati pria berjidat lebar itu. Yoochun meminta maaf kepada Yunho dan Changmin karena telah menyembunyikan identitasnya itu. Ia takut Yunho dan Changmin tidak mau berteman dengannya lagi karena tahu dia Gay. Menerima kenyataan Yoochun yang notabenenya adalah seorang pria tampan yang gay sebenarnya membuat Yunho sedikit pusing, namun ia bisa bernafas lega karena pria tampan itu sudah punya pujaan hati. Mungkin, jika Yoochun mendeklarasikan dirinya adalah seorang gay sebelum memiliki pacar, Yunho akan sedikit menjaga jarak dengannya. Bagaimana pun ia masih pria normal (?).

Jaejoong banyak bercerita tentang dirinya, mengenai pengalamannya tinggal di Amerika yang begitu sulit beradaptasi karena faktor bahasa. Yunho jadi tahu banyak tentang pria penyuka gajah itu. Semakin banyak Jaejoong bercerita, Yunho menemukan bahwa ada yang menarik mengenai pria di depannya itu. Entah karena gaya bicaranya yang riang atau karena pria itu terlalu ekspresif?

"Tapi aku beruntung tinggal di Amerika.." Ucap Jaejoong tenang. Yunho masih antusias untuk mendengarkannya.

"Tak ada kau yang mengerjaiku.."

"Yah!" Sungut Yunho membuat Jaejoong terbahak

"Tapi.. terkadang aku berharap, ketika aku terjatuh ataupun sedang kesepian, kau akan datang dan menawarkan cokelatmu lagi.."

Speechless. Entah kenapa lidah Yunho menjadi kelu. Ada rasa yang familiar melingkupi hatinya, mungkin karena Yunho juga merindukan untuk mem-bully Jaejoong. Pria bermata sipit itu mengangguk, alasannya cukup logis.

"Sebentar lagi kembang api akan dimulai.. ayo ikut aku!" ajak Yunho yang tanpa tedeng aling-aling menyeret tangan Jaejoong dan membawanya berlari mengikutinya.

Suara derap kaki Yunho dan Jaejoong bergema memenuhi koridor sekolah yang gelap dan kosong. Perasaan negatif mulai merasuki hati Jaejoong. Ia tahu Yunho adalah pria baik, namun sudah sejak lama ia tidak bertemu muka dengan Yunho. Dunia berubah, dan kemungkinan besar Yunho juga.

Setelah melewati banyak anak tangga, Jaejoong tahu ia akan dibawa kemana oleh Yunho. Atap sekolah. Sebenarnya Jaejoong ingin protes dan mengajak Yunho pulang saja. Keadaan sekolah malam hari tidak begitu nyaman baginya, baik itu koridor maupun atap sekolah. Namun, sebelum Jaejoong dapat mengambil nafasnya kembali, Yunho sudah menutup pintu dibelakang mereka.

"Yunho!" protes Jaejoong dengan nafasnya yang masih menderu akibat menaiki tangga. Tak beberapa lama setelah Yunho menoleh padanya, sebuah luncuran kembang api menghiasi langit malam yang hitam pekat. Warnanya yang terang dan mencolok membuat semua lelah menguap entah kemana.

"Melihat kembang api memang lebih bagus ditempat yang tinggi.." ucap Yunho tersamar dengan bunyi derakan kembang api yang meledak di udara. Jaejoong tersenyum, Yunho memang pria baik, tidak berubah. Tanpa ragu, Jaejoong menggamit lengan Yunho dan mengajaknya untuk berdiri lebih ke tengah.

"Yunho! ini indaaaaah sekali!" teriak Jaejoong riang. Wajahnya terlihat begitu gembira, mungkin karena ia jarang-jarang melihat festival yang seperti ini di Amerika, kecuali tahun baru tentunya

Yunho tersenyum mendengar ungkapan bahagia Jaejoong. Ada sesuatu didalam tubuhnya yang berdesir aneh melihat Jaejoong kala itu. Ia melihat keatas dimana kembang api berpendar indah menghiasi langit malam, namun pandangannya segera teralih lagi mendengar tawa bahagia dari sebelahnya. Makhluk Tuhan di sampingnya itu begitu sempurna. Kerupawanannya tidak sedikitpun berkurang walaupun pencahayaan paling terang saat ini berasal dari kembang api yang meledak. Tawa bahagia yang melekat di wajah pria bermarga Kim itu membuat Yunho ingin selalu menjaganya.

Jaejoong menoleh ketika sebuah tangan menyentuh bahunya dengan lembut, membawanya mendekat sampai tak ada jarak lagi yang memisahkan mereka. Pria itu hanya bisa membeku ketika bibir Yunho menyentuh bibir perawannya yang belum pernah dinikmati oleh siapapun. Kecupan itu begitu singkat, begitu tiba-tiba, bahkan Jaejoong masih bisa merasakan panas yang ditinggalkan bibir Yunho pada bibirnya setelah pria itu melepaskannya. Dengan reflek Jaejoong menutup bibirnya, ia memandang pelaku penciuman yang ada didepannya dengan ekspresi keterkejutan yang sama.

Yunho melangkah mundur, "Maaf" ucapnya pergi meninggalkan pria cantik itu.

-TBC-

Yunho.. Yunho.. ckckck *geleng-geleng kepala*

Untuk lagu Yunho itu agak ngebeat, aku lagi suka lagu itu sih hehehe :p

Judulnya Summer Paradise dari Simple Plan, bisa di search di google atau ke Youtube kalo mau sekedar dengerin :p hehehe

Ditunggu reviewnya, thank you so much for my beloved reader :D

Love you