title : into your world

cast : kaisoo (gs ; kyungsoo)

genre : romance ; family ; hurt (gagal total)

rated : T (gue ga berani buat rated M)

length : multichapter (kalo nggak ada halangan bakalan fast update)

disclaimer : kaisoo itu otp saya. kaisoo punyanya yang pengen punya mereka._. tapi cerita ini milik saya loh hahai:D

TYPO ADALAH SALAH SATU KEBIASAAN SAYA. DAN MAAF JIKA BANYAK TYPO :)

summary : kyungsoo hanya ingin hidup bahagia bersama jongsoo

heyaaa saya tepati janji saya buat fast update^^

HAPPY READING^^~

Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Lagi...

Sepulang dari acara lamaran kerjanya itu, Kyungsoo langsung menjemput anak kesayangannya ㅡDo Jongsooㅡ di sekolahnya. Anak itu terkadang bisa saja menghilang. Pernah saat Kyungsoo masih sibuk-sibuknya mencari pekerjaan, Jongsoo pernah diajak seseorang yang untungnya saja itu Sehun dan Luhanberjalan-jalan padahal sebelumnya Kyungsoo sudah mewanti-wanti bocah sembarangan itu "Jongsoo jangan membuat Eomma khawatir, ingat! Jika ingin pergi bilang pada Seonsangnim agar eomma tidak khawatir? Arraseo?!" Dan namanya juga bocah, pasti hanya mengangguk dan kemudian mengabaikan. Dan yang membuat Kyungsoo benar-benar sebal adalah Jongsoo setelahnya berceloteh ria bahwa SeHan Anak Sehun dan Luhanakan sekolah tahun depan dan menjadi hoobaenya.

"Eomma tau tidak? Cehan cangat cantik Jongcoo mau jadi pacal Cehan" Kyungsoo terkikik.

"Sehun Appa dan Luhan Eomma mengajakmu kemana, sayang?" Kyungsoo mengelus surai hitam lembut anaknya itu. Sehun dan Luhan pasti mengajarkan yang tidak-tidak.

"Lu eomma, Cehun appa, Cehan dan Jongcoo berkeliling ke ah Jongcoo lupa. Eomma Jongcoo ngantuk. Ceoncangnim bilang Jongcoo tampan hihi" Kyungsoo melongo. Heh apa hubungannya mengantuk dengan tampan?!

"Yasudah, kkaja kita tidur..."

Sekuat apapun Kyungsoo, pasti ada setitik cercahan yang mampu membuatnya terluka.

"Eomma!" Jongsoo berteriak senang dan berlari menghampiri Kyungsoo yang sedang menunggunya didepan gerbang.

"Hey! jagoan Eomma. Bagaimana sekolahmu hem?" Kyungsoo beralih menggendong Jongsoo, dengan senyuman Jongsoo saja, lelah yang mendera Kyungsoo bisa hilang seketika.

"Ceoncangnim bilang, Jongcoo tambah pintar. Eomma ceoncangnim membeli cecuatu nanti diculuh dikeljakan. Jongcoo belum bica..." Bocah itu memberenggut, menenggelamkan kepalanya keceruk leher Kyungsoo.

"Jinjja? Waaah. Sesuatu apa? Nanti Jongsoo kerjakan bersama Eomma, seperti kemarin? Ne?" Jongsoo mengangguk dalam dekapan Kyungsoo.

"Jongsoo turun ya? Kita beli makanan enak hari ini bagaimana? Jongsoo mau?"

"Mau eomma kkaja! kkaja! Turunkan Jongcoo" Kyungsoo tersenyum, menurunkan anaknya dengan hati-hati dan langsung saja menggenggam tangan mungil Jongsoo.

"Eomma cudah dapat kelja?" Matanya berbinar lucu, masih dengan senyum yang setia bertengger diwajah tampannya, Jongsoo bertanya.

"Ne sudah, Eomma bekerja disebuah perusahaan besar dan yaa... Eomma senang.." Kyungsoo berucap sedikit membayangkan bagaimana Jongin yang saat ini. Tampan, Mapan, dan yang pastinya Terkenal dan Berwibawa. Mungkin hanya Kyungsoo yang tidak tau bahwa Kim Foundation adalah Perusahaan milik Kim Jongin.

"Woaaaaah.. belalti Jongcoo bica makan enak ya? hihi.." Kyungsoo mengangguk dan menuntun anak itu untuk menuju ke Supermarket yang berada tepat didepan sekolah Jongsoo.

Selasa, 25 Februari 2014

Kyungsoo terbangun dari tidurnya saat dirasanya sinar matahari itu menembus celah jendela kamarnya. Ia tersenyum, melihat malaikat kecilnya masih terlelap dengan boneka Spongebob dalam pelukannya. Kemudian Kyungsoo beranjak dari tidurnya, membersihkan dirinya sesaat dan setelahnya membuat sarapan untuk dirinya dan Jongsoo. Hari ini adalah hari pertama dia bekerja.

"Jongsoo... bangun sayang, kkaja kita sekolah..." Kyungsoo membangunkan Jongsoo dengan sayang, sungguh semangat hidupnya saat ini hanya Jongsoo yang sebenarnya anaknya ㅡdan juga Jongin.

Jongsoo menggeliat tak nyaman, kemudian tersenyum tatkala menyadari eommanya yang sedang membereskan kamar mereka.

"Eommaaaa... celamat pagi.. hoaaam Jongcoo macih mengantuk.." Jongsoo bangun dari tidurnya dan mengecup pipi Kyungsoo gemas.

"Baiklah, sekarang Jongsoo mandi ya? Lihat eomma sudah cantik kan?" Kyungsoo terkekeh, sebenarnya bukan ingin membanggakan diri, hanya untuk membuat Jongsoo mandi dan sarapan.

"Woaahh... ne eomma cangat cantik, hali ini eomma bekelja? Cemangat! Fighting. Jongcoo mandi dulu" Bocah itu berlari menuju kamar mandi dengan gembira.

"Jongsoo, kau benar-benar mirip dengan Appa-mu.."

Setelah sarapan dan mengantar Jongsoo, Kyungsoo langsung bergegas menuju ke Kantor barunya.

"Jongsoo, nanti dijemput Luhan eomma ne? Jangan nakal.."

"Ne eomma, eomma hati-hatii.."

Kyungsoo memang sudah berpesan pada Luhan untuk menjemput Jongsoo karena pasti Ia akan pulang sore, ini adalah hari pertamanya bekerja.

Jantung Kyungsoo berpacu cepat, mengingat Ia akan menjadi sekretaris Kim Jongin yang tentunya akan membawanya banyak waktu bersama Jongin jika saja perusahaan mempunyai banyak perjanjian meeting. Dan sialnya dihari pertamanya ini, Kyungsoo langsung dihadapkan dengan beberapa meeting yang benar-benar mengharuskannya ada bersama Jongin.

"Kyungsoo? Kau berangkat naik apa hari ini?" Kyungsoo terlonjak kaget dari kursinya, Ia membungkukan badannya 90 derajat.

"Ah Sajangnim ada yang bisa saya bantu?" tanyanya hati-hati. Dia benar-benar tidak ingin membahas hal lain dengan Jongin kecuali itu masalah pekerjaan.

Dan satu pertanyaan itu benar-benar membuat Jongin tertohok. Tidak seharusnya dulu Ia meninggalkan Kyungsoo kan?

Flashback : ON

Sudah dua hari ini Kyungsoo muntah pagi hari, kepalanya berdenyut nyeri. Ia teringat dengan perkataan Baekhyun "Uh Kyung, kau tau? awal saat orang hamil itu benar-benar menyebalkan. Morning sickness, pusing, mual sungguh itu sangat menyebalkan dan paling pahit juga saat aku keguguran putra pertamaku dengan Chanyeol.."

"Apa mungkin..." batinnya, dan Ia teringat dimana Ia benar-benar melakukannya dengan Jongin.

"Ya Tuhaaaannn. ITU MASA SUBURKU!" Kyungsoo memekik kaget. Ia berlari menuju ke Apotek terdekat untuk membeli alat test kehamilan.

"Positif..." Kyungsoo menunduk lemas. Diremasnya ujung rok yang sedang Ia kenakan saat ini. Ia harus bertemu Jongin ya. HARUS.

Kyungsoo dan Jongin sedang duduk berdua di balkon apartement Kyungsoo, tadi Jongin menelfon jika Ia akan keapartement Kyungsoo.

"Soo, sepertinya kita harus berakhir" Jongin berucap lirih.

"A-hah? A-apa?"

"Ya berakhir. Maaf. Maafkan aku Soo aku-aku benar-benar minta maaf.." Ujar Jongin langsung menyambar kunci mobilnya dan meninggalkan Kyungsoo yang berucap lirih.

"Kau bahkan meninggalkanku saat aku benar-benar membutuhkan figur laki-laki disampingku.."

Flashback : OFF

"Jadwal meeting hari ini. Pukul 10.00 meeting dengan Oh Corp, setelahnya, anda ada wawancara dengan sebuah stasiun Televisi, dan terakhir makan malam dengan Perusahaan Jung.." Kyungsoo membacakan jadwal 'bersama' mereka hari ini.

"Oh Corp? Bukankah itu Perusahaan Ayah Sehun? Jadi sekarang Sehun yang mengurusnya Soo..?" Panggilan itu masih sama. Suara itu masih sama. Tatapan itu masih sama. Tapi kenapa? Kenapa dulu Ia meninggalkanku?.

Kyungsoo mengangguk "Ne Sajangnim.."

Jongin selalu tertohok saat Kyungsoo memanggilnya 'Sajangnim' itu terlalu menyakitkan. Kenapa dulu Ia meninggalkan Kyungsoo demi menyusul Ayahnya yang berada di Negeri Paman Sam?

Saat ini, Kyungsoo dan Jongin sedang dalam perjalanan menuju Oh Corp.

"Bagaimana keadanmu Soo?" Jongin ingin sekali Kyungsoo menjawab pertanyaan yang menyangkut masalah sosialnya dengan Kyungsoo bukan hanya soal Perusahaan.

Kyungsoo tersenyum, masih seperti dulu.

"Cukup baik Sajangnim.." Bagaimana dengan Sajangnim?... Lanjut Kyungsoo dalam hatinya.

"Kau sudah memiliki kekasih?" Itu terlalu pribadi Kim.

"Belum Sajangnim... Em maaf itu terlalu pribadi untuk diungkit.." Kyungsoo menjawab canggung.

Jantungnya memberontak, menyampaikan protesnya pada Kyungsoo. Ia ingin menjadi munafik sekali ini saja. Ia tidak ingin salah untuk kedua kalinya.

"Kenapa penyesalan harus ada didunia ini..?" batin Jongin.

"Aah? Tadi itu Sehun? Dia keren sekali. Dan hey kau tampaknya dekat dengannya Soo?" Jongin heboh sendiri setelah menjalani meetingnya dengan Oh Corp. Bukan karena hasilnyaㅡyang memang sebenarnya amat sangat mengagumkan tapi adalah bagaimana Sehun ㅡsahabatnya saat Ia berada di Senior High School itu terlihat benar-benar keren dan perfeksionis ㅡpadahal Sehun bukan pribadi yang terlihat perfeksionisㅡ

"Ah ya Sajangnim, kebetulan Luhan sahabat saya adalah istri dari Direktur Oh.." Jongin benar-benar menyesal sekarang. Kenapa Ia dulu tidak berkata jujur pada Kyungsoo, justru Ia membohongi perasaannya dan juga perasaan Kyungsoo saat Ia mengakhiri hubungan mereka? Kyungsoo seolah-olah benar-benar melupakan Jongin.

"Kenapa aku harus membohongimu dulu Soo...?"

"Setelah ini, kita kemana Soo..?" Ya Tuhaaan aku mohon jangan memanggilku dengan sebutan itu Jongin...

"Wawancara dengan salah satu stasiun TV, Sajangnim" Jawab Kyungsoo cepat. Jongin mengangguk-anggukan kepalanya paham.

Kyungsoo dan Jongin turun dari mobil setelah mereka sampai ditempat tujuan wawancara. Disana sudah cukup ramai, dengan banyaknya wartawan yang ada didepan gedung megah itu.

"Ya, hari ini kita kedatangan seseorang yang sangat berpengaruh dalam dunia perbisnisan Korea Selatan, Kim Jongin.." Ucap MC itu sumringah.

"Ya pertanyaan pertama. Anda jarang sekali terlihat berjalan dengan seorang perempuan. Apakah anda masih single?" Jantung Kyungsoo berdetak dengan kecepatan yang tidak semestinya. Melompat-lompat dan yang pasti Ia sendiri merasa gugup dengan jawaban Jongin.

"Apa Jongin sudah menemukan penggantiku...?"

Jongin tersenyum penuh wibawa, membuat beberapa wartawan wanita ㅡyang sekaligus merangkap sebagai fansnyaㅡ memekik girang. Dijepretnya wajah Jongin yang sedang menampilkan senyum menawan itu berkali-kali.

"Well.. saya memang belum memiliki kekasih. Saya masih menunggu kekasih ah ralat mantan kekasih saya untuk kembali dengan saya.." Jantung Kyungsoo seolah berhenti sesaat. Kakinya bagaikan tidak terpengeruh gravitasi bumi. Jongin melirik kesamping kanan ㅡtempat dimana Kyungsoo duduk saat ini.

"Aku menyesal dulu pernah mengucapkan kata perpisahan itu. Aku pikir setelah berpisah dengannya, hidupku akan jadi lebih baik tapi... itu hanya pikiranku saat itu yang nyatanya melenceng jauh. Hidupku berantakan,.."

"Aah beruntung sekali wanita itu.. Baiklah pertanyaan selanjutnya.. Emm ini masih menyangkut soal wanita sebenarnya, bagiamana type wanita idelamu? Apakah seperti aktrees Jung Soo Jung?" Kyungsoo mendesah berat, sudah pasti Jongin akan menjawab YA.

"Bukan, saya menyukai wanita dengan tinggi 170 keatas, berambut lurus bergelombang, kulit seputih susu, senyum yang mampu membuat saya tersenyum juga dan yang pasti keibuan dan bisa memasak dengan baik.." Kyungsoo tertegun...tidak mungkin itu dirinya kan? Ia terlalu rendahan untuk seseorang berkelas seperti Jongin.

"Uh bukan aku... pertanyaan selanjutnya.." Dan begitu seterusnya, hanya diisi dengan berbagai pertanyaan seputar perusahaan dan masalah pribadinya walaupun belum terlalu intim.

Terkahir, Kyungsoo dan Jongin mendatangi jamuan makan malam dengan Perusahaan Jung, direstoran mewah yang sengaja dipesankan untuk pertemuan hari ini.

Kyungsoo benar-benar ingin mati saja saat ini.

Makan malam itu berjalan cukup lancar, Kyungsoo mencatat beberapa hal penting yang sudah seperlunya Ia catat.

"Uh aku merindukanmu Jongsoo-ya..." teriak Kyungsoo dalam hati

"Eemm Soo? Ini sudah cukup malam, bagaimana kalau kau kuantar?" Jongin menawarkan dirinya untuk mengantar Kyungsoo.

"Aah tidak perlu, lagipula saya harus menjemput putra saya dulu Sajangnim.." HAH? KENAPA AKU MENGATAKAN HAL ITU?!

"Put...ra?"

TBC...

heeeeyy ini kelanjutannya. em saya tau ini jelek dan nggak mutu:D. sengaja saya buat pendek untuk chapter ini saya takut kalo saya buat panjang nanti pada bosen hiks..

terimakasih yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca dan review fanfiction abal ini:D

REVIEW KALIAN BER-BENAR MEMBUAT SAYA LEBIH SEMANGAT! ATIGATOU GOZAIMASU^^

SORRY FOR TYPO, AND OTHER FAULT^^

LASTWORD

REVIEW? n.n

sign

anishi