title : into your world
cast : kaisoo (gs ; kyungsoo)
genre : romance ; family ; hurt (gagal total)
rated : T (gue ga berani buat rated M)
length : multichapter (kalo nggak ada halangan
bakalan fast update)
disclaimer : kaisoo itu otp saya. kaisoo punyanya
yang pengen punya mereka._. tapi cerita ini milik
saya loh hahai:D
TYPO ADALAH SALAH SATU KEBIASAAN SAYA.
DAN MAAF JIKA BANYAK TYPO :)
summary : kyungsoo hanya ingin hidup bahagia
bersama jongsoo
Kyungsoo merutuki kebodohannya kenapa Ia harus mengucapkan soal "putraku"
"Soo?! Jawab. Itu putraku juga kan..?" Jongin mendesak Kyungsoo, agar wanita itu mau menjawab pertanyaan Jongin.
"Kenapa? Kau ingin aku membunuhnya Jongin?" Suara itu mengalun lirih ditelinga Jongin. Terdengar takut dan putus asa. Jongin masih setia menatap Kyungsoo ㅡsaat ini mereka sudah berada di dalam mobil Jonginㅡ
"Soo! Kumohon. Dia putraku juga kan?!" Jongin memekik frustasi. Dia sangat berharap jika putra Kyungsoo juga putranya, maka jalan untuk Ia kembali dengan Kyungsoo terbuka lebar-lebar.
"Bukan. Ia tidak memiliki ayah.." Kyungsoo menjawab dengan lirih. Matanya bergerak gelisah. Ingin sekali dia lenyap dari bumi untuk saat ini atau sekedar bersembunyi di Lembah Amazon.
"JANGAN BOHONG!" Jongin membentak. Ia benar-benar tau Kyungsoo. Ia memahami bagaimana Kyungsoo, wanita itu sulit untuk berbohong.
"J-Jongin kumohon, lupakan masa lalu. Kita sudah berada dijalan kita sendiri-sendiri. Aku dengan Jongsoo dan Kau dengan keluargamu. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Lupakan, kau pernah mengenalku, pernah menanam benih itu dalam rahimku. Lupakan dulu-.."
"JANGAN SEENAKNYA BERBICARA! Kau fikir selama ini aku hidup normal? Kau fikir aku bahagia selama ini hah? Menurutmu dengan melupakan semuanya akan membuatku lebih baik?! Dengan melenyapkan memori kita itu membuatku jadi lebih baik hah? Jangan bodoh Soo! Jangan bodoh! Aku mengerti jika kau juga menderita! Kenapa? Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal sebelum aku pergi?" Jongin benar-benar meledak. Nafasnya terengah, masih menatap Kyungsoo yang mulai terisak.
"Untuk apa? Pada akhirnya kau juga meninggalkanku kan?" Suaranya teredam, Jongin menghela nafasnya kasar. Kenapa? Kenapa penyesalan itu menghampirinya terus menerus? ㅡ
"Maaf Soo, aku tidak bermaksud meninggalkanmu saat itu. Tapi aku benar-benar tidak bisa menolak keinginan Appaku. Aku sungguh minta maaf" Jongin menundukan kepalanya dalam, memegang erat stir didepannya itu.
"Masa lalu hanya masa lalu, jangan terpaku dengan masa lalu ketika masa depan sudah didepan mata. Untuk apa mengingat masa lalu hm? Aku pikir ayahmu memang benar, orang terpandang sepertimu tidak cocok dengan wanita murahan sepertiku.." Perasaan bersalah itu kembali menelusup kedalam hati Jongin. Dia dikagetkan dengan fakta baru. Ayahnya mendatangi Kyungsoo? Hanya untuk memastikan bahwa Jongin sudah mengakhiri hubungannya atau belum? Sebegitu nekatkah?
"Apa? Appaku mendatangimu Soo? Kenapa? Kenapa kau tak bilang padaku? Kau membuatku terlihat seperti orang jahat Soo.."
"Untuk apa membahas masa lalu? Tidak ada gunanya kan? Semua itu kita gunakan untuk pelajaran. Aku bahkan sudah melupakan apa yang ayahmu katakan. Memangnya oranh sepertiku benar-benar terlihat rendah ya?" Matanya menerawang jauh, Kyungsoo berusaha mati-matian untuk tidak menangis meraung-raung didepan Jongin. Sudah cukup menderita dengan cacian dari Ayah Jongin yang seolah-olah menudingnya, jika dia adalah wanita murahan. Memanfaatkan Jongin? Yang benar saja.
"Sekarang kita jemput anak kita dan ya aku ingin mengenalnya.."
"Jangan sebut dia anak kita Jongin, kumohon..." Kyungsoo menatap Jongin penuh harap. Ia hanya tidak mau nyawa Jongsoo terancam jika Ayah Jongin mengetahuinya.
"Kenapa? Faktanya dia anak ku juga kan?" Jongin tidak peduli dengan apa yang ada dipikiran Kyungsoo. Yang Ia inginkan sekarang itu satu; Menemui anaknya.
"Dimana Luhan tinggal?"
"Apartement Sehun.."
Jongin benar-benar bertemu dengan anaknya. Ya Tuhaaan, sungguh Kyungsoo ingin menenggelamkan dirinya saat itu juga.
"Ahjussi kenapa wajah kita terlihat sedikit mirip hihi..." Jongsoo berucap senang.
"Panggil aku Appa mulai sekarang" Jongin mengelus rambut Jongsoo sayang, mengecupnya beberapa kali. Kenapa Ia tidak melihat Jongsoo sejak kecilㅡ
Kenapa harus begitu?
"Namamu siapa sayang?"
"Do Jongsoo appa, nama appa nugu?" Jongsoo bertanya imut, memandang mata tajam milik Jongin dengan berbinar.
"Kim Jongin.."
Apalagi selanjutnya.. Kyungsoo benar-benar lalai dan bodoh.
Selama perjalanan, Jongsoo terus mengoceh dan berakhir dengan tidur dipangkuan Kyungsoo.
"Kenapa kau memakai margamu didepan namanya?"
"Memangnya aku harus memakai marga siapa? Sajangnim? Memangnya saya ada hubungan apa dengan Sajangnim?"
"Soo! Kumohon dengan sangat, jangan panggil aku Sajangnim ketika kita berada diluar masalah pekerjaan. Ini menyangkut keluarga kecil kita. Jongsoo anakku juga. Dia darah dagingku.."
"Keluarga? Bahkan kita tidak pernah terikat hubungan pernikahan sebelumnya.." Suara Kyungsoo melembut, dirapikannya rambut anaknya yang mulai sedikit panjang.
"Rambutmu semakin panjang sayang, besok kau harus memangkas rambutmu bersama Chanyeol appa.."
Jongin merasa tertohok perkataan Kyungsoo benar-benar menyakitkan.
"Memang, tapi Jongsoo menjadi bukti kita bahwa kita terikat. JongSoo, kupikir itu adalah gabungan dari namaku dan juga namamu? Ya kan? Dulu kita pernah berpikir seandainya kita menikah dan memiliki anak, ada dua pilihan nama; jika itu itu laki-laki kita akan memberinya nama Kim Jongsoo dan jika perempuan kita akan memberinya nama Kim Insoo.."
"Ya aku kira kau melupakan semuanya,.."
"Aku tidak pernah melupakan apa yang menjadi semangat hidupku di dunia ini.."
"Berhenti mengatakan omong kosong.."
ㅡ
"Terimakasih tumpangnnya Jongin-sshi.."
Kenapa harus dengan pura-pura tidak saling mengenal? Itu sangat menyakitkan.
"Bahkan Ia tidak mengajakku untuk mampir. Aku benar-benar merindukan Apartementnya" Jongin bermonolog sendiri, seandainya dulu Ayahnya tidak dalam keadaan terdesak, seandainya Ayahnya benar-benar berhati malaikat seperti kelihatannya, seandainya.
Kenapa dunia ini penuh dengan kata seandainya? Jongin benar-benar ingin kembali kemasa dimana Ia masih merasakan belaian lembut tangan Kyungsoo, menggenggam tangan Kyungsoo dan memeluk tubuh rapuh itu...
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
26 Februari 2014
Kyungsoo kembali pada rutinitasnya hari ini. Jongsoo sudah siap dengan seragam dan tas punggung barunya ㅡyang sepertinya dibelikan oleh Luhan kemarin.
"Hey, tasmu baru sayang, Luhan eomma membelikanmu ya?" Jongsoo mengangguk senang, ㅡselalu Luhan benar-benar.
"Ne, Eomma. Kemarin Luhan Eomma juga membelikan Jongsoo es krim hihi..."
"Aish kau ini. Sudah bilang terima kasih pada Lu Eomma kan?" Jongsoo mengangguk lucu dan memainkan miniatur bola basket yang ada ditangannya.
"Sekarang kita berangkat,."
Setelah mengunci Apartement sederhananya, Kyungsoo beranjak menggendong Jongsoo dan menuju lantai bawah.
Jongin sudah menunggu Kyungsoo sekitar 15 menit. Ia benar-benar ingin memulainya dari awal. Dimana Ia sangat mengagumi Kyungsoo...
"Sajangnim? Maaf?" Kyungsoo sebenarnya sedikit shock dengan Jongin yang tiba-tiba datang kegedung dimana Apartementnya berada.
"Ayo kita berangkat bersama! Hey Jongsoo-ya bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak?" Jongin mengambil alih Jongsoo dari gendongan Kyungsoo, Kyungsoo tidak mungkin kan meledak saat ini? Anaknya disini.
"Ne appa, Jongsoo bermimpi bermain bersama Jongin Appa dan Eomma.." Bocah itu mulai bercerita, mengoceh sesuka hatinya dan diiringi dengan tawa Jongin yang menenangkan.
"Kyungsoo-ie cepat masuk Jongsoo bisa telat.." Jongin mengingatkan, Kyungsoo masih berdiri mematung disamping mobil Jongin.
Kenapa Jongsoo benar-benar menyukai Jongin? Ikatan Ayah dan anak laki-laki
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Setelah mengantar Jongsoo, Jongin dan Kyungsoo meneruskan perjalanan mereka kekantor Jongin.
"Jongsoo bahkan menerimaku Soo, kenapa kau terlihat tidak menyukainya?"
"Bu-bukan begitu Sajangnim hanya saja saya ragu untuk mengatakan yang sesungguhnya pada Jongsoo, Ia masih kecil dan belum memahami urusan keluarganya.." Jongin mengangguk, bukankah perkataan Kyungsoo saat ini menjadi salah satu jalan terbukanya lapangan untuk Jongin dan Kyungsoo kembali?
Semua karyawan yang baru saja berangkat memandang takjub kearah Jongin dan Kyungsoo.
"Hey karyawan baru itu memiliki hubungan apa dengan Sajangnim?"
"Mereka seperti sepasang kekasih Ya Tuhaaan.."
Jongin tersenyum dan menggandeng tangan Kyungsoo.
"Sajangnim, apa yang anda lakukan?" Kyungsoo berjengit, ini wilayah kantor kenapa Jongin justru menggandengnya?
"Biarkan seperti ini, sudah lama aku tidak menggandengmu.." Jongin berbisik ditelinga Kyungsoo membuat darah wanita itu berdesir hebat.
Mungkinkah?
"Kita ada jadwal meeting hari ini tidak Soo?"
"Ah, tidak ada Sajangnim, anda hanya perlu menandatangani berkas-berkas ini dan memeriksa beberapa data dari divisi pemasaran.."
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
"Kau mau pulang Soo? Kita pulang bersama sekalian menjemput Jongsoo dan ya seperti katamu kemarin kita pergi ke Salon untuk memangkas rambut Jongsoo, tidak usah dengan Chanyeol.."
"E-eh itu, tidak perlu Sajangnim.."
"Kau juga berkata dia anakku kan?" Kyungsoo menelan ludahnya sendiri gugup.
"Sekarang masuklah kemobil, dan tidak ada penolakan.."
Dengan berat hati, Kyungsoo melakoninya, berdua saja didalam mobil bersama Jongin adalah kesalahan, karena ini diluar jam kerja dan berarti Jongin boleh saja bertanya masalah pribadi dengan dirinya bukan?
"Jongsoo tumbuh dengan baik, kau benar-benar Ibu yang bertanggung jawab.."
"Terimakasih Jongin.." Alunan lirih itu seolah menggema dipendengaran Jongin.
"Aku ingin kita hidup bahagia. Aku, Kau dan juga Jongsoo.." Kyungsoo tertohok. Demi Tuhan dia tidak ada niatan sama sekali untuk kembali dengan Jongin, tapi kenapa laki-laki ini...
"Jongsoo-ya, kita akan memangkas rambutmu agar jadi lebih tampan. Kkaja!" Jongin menggenggam tangan mungil anaknya membawanya masuk kedalam mobil.
"Eommaaaa!" Jongsoo berteriak senang dan menghambur kedalam pelukan Kyungsoo. Kyungsoo tertawa,
"Hey jagoan Eomma, bagaimana hari ini hm? Chanyeol appa tidak menjemputmu?" Jongsoo menggeleng imut.
Hidup Jongin benar-benar terasa lebih lengkap, Ia, Kyungsoo dan juga Jongsoo...
"Aku akan segera menikahimu Soo.." Ucap Jongin ketika mereka menunggu Jongsoo diruang tunggu salon itu. Kyungsoo mengerjap.. Ia tidak salah dengar bukan?
TBC
Aaaaaah kenapa kesannya saya maksa banget sama ff ini ya :D efek patah hati gini ya-_-"
Ini Jongsoonya sudah saya lancarkan bicaranya, kemaren-kemaren sebenernya juga bingung mau digimanain pelafalan Jongsoo :D
Dan buat yg masih bingung kenapa Jongin pergi ninggalin Kyungsoo belum dulu ya :D tapi diatas udah ada kuncinya kan?:D
Uh review dari kalian benar-benar membuat saya lebih semangat lagi buat nulis.
ILOVEOYOUUUU:))))
SORRY FOR TYPO. DAN SAYA SADAR FF SAYA JAUH DARI KATA BAGUS :D BUT HAPPY READING YA :)
ARIGATOU!
Lastword
Review? :D
sign
anishi
