title : into your world
cast : kaisoo (gs ; kyungsoo)
genre : romance ; family ; hurt (gagal total)
rated : T (gue ga berani buat rated M)
length : multichapter (kalo nggak ada halangan
bakalan fast update)
disclaimer : kaisoo itu otp saya. kaisoo punyanya
yang pengen punya mereka._. tapi cerita ini milik
saya loh hahai:D
TYPO ADALAH SALAH SATU KEBIASAAN SAYA.
DAN MAAF JIKA BANYAK TYPO :)
summary : kyungsoo hanya ingin hidup bahagia
bersama jongsoo
HAPPY READING^^
Setelah dimana Jongin mengungkapkan pernyataan tentang dia yang akan menikahi Kyungsoo, Kyungsoo sedikit menjauh dan kadang-kadang Ia akan mengacuhkan Jongin ketika mereka berdua sedang dalam ruangan Jongin. Dan kalau boleh jujur Jongin menyadari itu; menyadari dimana Kyungsoo seolah menjaga jaraknya dengan Jongsoo ; Kyungsoo yang mulai menjauh dari Jongin akhir-akhir ini dan Kyungsoo yang akan langsung pulang setelah jam kerjanya habis. Mungkin memang benar, Jongsoo membutuhkan sosok ayah. Tapi bagi Kyungsoo cukup 2 orang yang boleh Jongsoo panggil Appa ㅡSehun dan Chanyeol suami Luhan dan Baekhyun ㅡsahabatnya.
"Eomma... kenapa eomma tidak pernah pulang lagi dengan Jongin Appa?" Tanya Jongsoo saat Ia dan Kyungsoo sedang makan malam.
"Sayang, sekarang jangan panggil Jongin dengan Appa lagi, dia bukan Appamu arra?" Kyungsoo mengulas senyum sedihnya. Jantungnya berdetak tidak harmonis. Aliran darahnya berdesir cepat.
"Ne eomma..." Ucap Jongsoo senang. Matanya memancarkan kebahagiaan yang benar-benar membuat Kyungsoo tidak rela melepasnya. Senyuman itu mirip senyuman Jongin tapi Kyungsoo tidak ingin memperkenalkan Jongin sebagai ayah biologis Jongsoo untuk saat ini mungkin nanti setelah Ia merasa percaya lagi dengan Jongin.
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
"Kyungsoo, malam ini kau ada acara?" Kyungsoo terlonjak kaget, saat ini Ia sedang memeriksa beberapa laporan yang harus ditandatangani Jongin.
"Ah tidak ada Sajangnim, ada masalah?" Kyungsoo berusaha bersikap se-profesional mungkin. Senyuman manisnya masih terpantri indah.
"Tidak, hanya saja temanku mengadakan acara yang aku tidak tau apa itu, kau mau menemaniku?" Jongin bersumpah Ia sedang dalam perasaan diantara hidup dan matinya.
"Ah baiklah. Jam berapa saya harus bersiap?"
"Jam 7 aku akan menjemputmu di Apartementmu" Kyungsoo mengangguk dan tersenyum ㅡsenyuman yang membuat Jongin terjebak dikeadaan yang menyenangkan hingga sekarang.
"Kyungsoo-ya, Kim Sajangnim mengajakmu keacara temannya? Ya Tuhaaaan kau adalah seseorang paling beruntung!" Ujar teman Kyungsoo ㅡEunji
"Eumm.. Itu wajar kan? Aku sekretarisnya jadi mungkin dia sedang 'menggunakanku'"
"Ya! Bukan begitu, kulihat Kim Sajangnim sangat tertarik padamu...coba kau perhatikan"
"Yah! Eunji kau ini ada-ada saja, masih banyak perempuan cantik diluar sana yang bisa menarik perhatian Kim Sajangnim" Elak Kyungsoo.
"Aku tidak tau yang jelas perkiraanku itu, Kim Sajangnim tertarik padamu!" Kyungsoo hanya membalasnya dengan senyuman
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
"Jongsoo, kau tau kenapa Eomma memakaikanmu baju bagus hem?" Jongsoo menggeleng dan terus fokus pada rubik ditangannya yang sudah terselesaikan, hampir semua sisinya.
"Karena tadi Jongin Ahjussi mengajak Eomma untuk pergi keacara temannya, tidak mungkin kan Eomma meninggalkanmu sendirian?" Jongsoo mengangguk, menerima perlakuan Ibunya yang sedang menggantikan baju mainnya dengan kemeja anak kecil dengan gambar "spongebob" di saku atasnya dan sedikit ditambahi dengan dasi ㅡKyungsoo sudah memakaikan Jongsoo celana, celana jeans untuk anak-anak tidak terlalu longgar juga tidak terlalu sempit.
"Nah, Jongsoo sudah tampan, keruang tamu dulu ne? Eomma ganti baju.." Jongsoo langsung turun dari ranjang dan pergi keruang tamu sambil terus mengutak-atik rubiknya yang kurang satu sisi lagi untuk diselesaikan.
"Aaah yeay! Selesai besok akan kutunjukan pada Sehan dan Luhan Eomma!" Pekik Jongsoo senang, Ia menaruh rubik itu dimeja dan beralih duduk bersila, menyandarkan dagunya ketangannya menunggu Ibunya yang sedang berganti baju..
"Aaaah EOMMAAAAAAA PPALIWA!" teriaknya sebal, padahal Kyungsoo bilang hanya ingin ganti baju saja.
"Ne sayang sebentar.." Teriak Kyungsoo dari dalam kamar; Ia sedang menata rambutnya ㅡwaterfall braid tidak sadar kalau dirinya sudah beranak dan menjadi Ibu.
Ting-tong...
Jongsoo yang mendengar bel berbunyi langsung beringsut berdiri ㅡdengan wajah badmoodnya yang kentaraㅡ
Setelah membuka pintu dan bersiap mengetusi siapa yang datang ㅡniat awalnya langsung berubah menjadi pekikan senang ketika tau siapa yang datang.
"Jongin Appa!" Pekiknya senang, sudah hampir 1 minggu ini Ia tidak melihat Jongin ㅡsepertinya Jongsoo lupa akan wasiat Kyungsoo untuk tidak memanggil Jongin dengan sebutan Appaㅡ. Bersamaan dengan pekikan Jongsoo, Kyungsoo keluar dengan anggunnya, waterfall braid ㅡJongin sangat suka ketika Kyungsoo mengepang rambutnya entah jenis apapun itu tapi waterfall braid adalah favoritnya; jadi sekarang Ia memandang Kyungsoo kagum walaupun sudah memiliki anak dan menjadi Ibu, kecantikannya tetap; bahkan semakin cantik ㅡJongin menyesal pernah meninggalkan Kyungsooㅡ Dress putih selutut dan lengannya hampir mencapai siku sangat pas ditubuh ramping Kyungsoo, jangan lupakan make-up tipis yang benar-benar terlihat natural itu menambah keanggunan Kyungsoo malam ini.
"Maaf Jongin, menunggu lama.." Oase itu berlabuh layaknya cicitan sayang burung-burung kesayangan Jongin yang sudah dipanggang Ibunya dulu. Jongin sangat suka dimana Kyungsoo tidak memanggilnya Sajangnim, tentu saja karna ada sikecil Jongsoo.
"Nah Eomma, Appa sekarang kita berangkat kkaja!" Jongsoo bergerak-gerak aktif di gendongan Jongin.
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
"Eomma? Bukankah itu Luhan Eomma dan Sehun Appa?" Jongsoo masih digendongan Jongin layaknya koala yang bergelantung manja dipohon. Kyungsoo mengikuti arah pandang Jongsoo dan ya itu Sehun dan Luhan.
"Ah iya kau benar, kenapa sayang? Kau rindu dengan Sehan ya?", Kyungsoo terkekah, ketika dilihatnya wajah Jongsoo sudah memerah, Ia kemudian mengambil alih Jongsoo dari gendongan Jongin ㅡsedikit paksa karena Jongin dan Jongsoo sangat lengket.
"Yah Eomma! Jongsoo kan ingin digendong Appa!" Makinya sebal, tunggu ㅡAppa?
"Jongsoo?" Panggil Kyungsoo
"Wae?" Jawab bocah itu ketus, Kyungsoo tersenyum miris, Jongsoo benar-benar menyukai Jongin ya?
"Tidak, kasian Appamu dia lelah kalau terus menggendongmu kau kan sudah besar" Sebenarnya ketika Kyungsoo menyebut "Appamu" jantungnya bertalu-talu lidahnya kaku sesaat tapi Ia tidak ingin membuat Jongsoo sedih. Jongin langsung mencium pipi Jongsoo dan merangkul Kyungsoo.
"Jongsoo sayang, jangan marah pada Eomma ne?" Jongsoo hanya memalingkan wajahnya dan mempertahankan "aksi ngambeknya" ditambah sekarang Ia juga ngambek dengan Jongin.
"Jongsoo-ya!" Teriak Sehan saat dilihatnya Jongsoo digendongan Kyungsoo ㅡLuhan dan Sehun langsung berbalik dan hah?! Kyungsoo dengan Jongin? ㅡitu pikiran yang menyergap Luhan dan Sehun. Sebenarnya sih Sehun biasa-biasa saja karena sebelumnya Jongin memberitahunya jika Ia akan berangkat dengan Kyungsoo.
"Eomma turunkan Jongsoo! Ada Sehan! Eomma palliwa!" Jongsoo berucap gemas; setelah berhasil turun Ia langung berlari kearah Sehan yang juga ㅡsepertinyaㅡ sedang menunggunya juga.
Sehun dan Jongin kini sedang sedikit bercakap-cakap ㅡmembicarakan wanita atau mungkin perusahaanㅡ
"Kyung, kau berhutang cerita padaku" Luhan memicingkan matanya; menuntut penjelasan dari Kyungsoo.
"Sungguh Lu, aku tidak ada hubungan apapun dengan Jongin hanya sebatas asisten yang membantu atasannya saja",
"Tapi kau juga mengajak Jongsoo"
"Memangnya aku tega meninggalkannya sendirian?"
"Baekhyun dan Chanyeol?"
"Mereka sibuk mengurus Chanhyun dan Hyunyeol aku tidak ingin membuat mereka merasa lebih kerepotan ditambah Jongsoo yang sedang aktif-aktifnya" Luhan memgangguk, kemudian tersenyum misterius;
"Kau masih mencintai Jongin ya?", Ledeknya dan berhasil membuat wajah Kyungsoo memerah.
"Luhan-ah!" Luhan terkikik geli melihat Kyungsoo yang tersipu malu.
"Eomma, mana Appa? Jongsoo ingin bersama Appa!" Rengek Jongsoo manja; Luhan mendelik bersiap menyerang Kyungsoo dengan bertubi-tubi pertanyaan.
"Itu, dengan Sehun Appa", Jongsoo langsung berlari diikuti Sehan dibelakangnya.
"Ya! Bahkan Jongsoo memanggil Jongin dengan sebutan Appa!" Seru Luhan emosi; Ia banyak tidak tau tentang perkembangan Jongin dan Kyungsoo.
"Jongin yang menyurhnya, aku sudah melarang Jongsoo tapi anak itu ngotot memanggil Jongin dengan sebutan Appa.."
"Yah, ikatan anak dan ayah" Luhan berucap pasrah seharusnya memang Kyungsoo tidak memyembunyikan identitas Jongin yang sebenarnya ㅡayah biologis Jongsooㅡ
"Lu.." Panggilan Kyungsoo sarat akan kesedihan, Luhan tau Kyungsoo pasti mengingat masa dimana Jongin seharusnya ada disampingnya. Luhan memeluk Kyungsoo, memberi sandaran pada Kyungsoo yang terlihat akan menangis.
"Jangan menangis, jika Jongin dan Jongsoo melihat bagaimana?" Kyungsoo mengangguk dan membenahi dirinya lebih baik lagi.
Jongsoo dan Sehan memghampiri Sehun dan Jongin yang sedang sedikit bercakap-cakap, dengan senyuman manis yang mengembang diwajahnya.
"Ya aku tau Kai, kau adalah Ayah biologis Jongsoo mungkin saja..." Jongsoo membatu, Jongin? Ayahnya?
"Sehun Appa jadi..." Sehun terlonjak, sejak kapan Jongsoo ada didekatnya?
"Jongsoo ini.."
"Sehun Appa, jawab Jongin Appa ayah Jongsoo?"
"Jongsoo, dengar ini tidak.."
"Jongsoo benci Jongin Appa!" Kemudian bocah itu berlari keluar rumah itu; Kyungsoo yang melihat Jongsoo berlari keluar langsung menyusulnya walaupun sedikit sulit karena Ia memakai heels ㅡbegitu juga dengan Jongin dan Sehunㅡ
"Jongsoo-ya kau mau kemana?" Teriak Kyungsoo lantang; karena jaraknya dengan Jongsoo lumayan jauh, entah mendapat kekuatan darimana anak itu untuk berlari.
"Jongsoo sayang jangan lari nak, nanti kau jatuh" Teriaknya lagi. Jongsoo masih terus berlari; tidak memperdulikan teriakan Kyungsoo, yang ada dipikiran Jongsoo sekarang adalah; pulang dan menangis. Berbeda dengan Kyungsoo yang ada dipirannya adalah ; untuk apa Jongsoo berlari?
"Eomma, Jongsoo kenapa? Wae eomma? Wae?" Sehan mulai menangis dipelukan Luhan, Luhan tidak mungkin ikut mengejar Jongsoo dengan membawa Sehan kan? jadi Ia hanya duduk diam dan sesekali berdo'a agar Jongsoo tidak kenapa-napa.
"Jongsoo baik-baik saja sayang, Sehan tenang ya? Jangan menangis"
"Anio... Tadi Jongsoo bilang Ia benci dengan Jongin Appa Eomma! Jongin Appa pasti orang jahat!" Luhan sedikit terkejut. Kenapa? jangan-jangan Jongsoo tau jika Jongin adalah ayah kandungnyaㅡ
Mobil sedan itu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata karena ini sudah masuk dalam kategori malam jadi yah seperti jalanan milik sendiri.
Jongsoo masih terus berlari, bocah itu sama sekali tidak menyadari jika Ia sudah sampai dijalan raya.
BRAK~
Suara tabrakan itu terdengar cukup nyaring ditelinga Kyungsoo. Ia berhenti dari larinya, membeku ditempat. Demi Tuhan!
"Jong-Jongsoo" Lirihnya dengan gemetar, Kyungsoo berlari menuju ketengah jalan dimana anak kesayangnnya tergeletak tak berdaya dengan darah yang bercucuran, pikirannya kalut. Kenapa Jongsoo berlari? Untuk apa?
"Jongsoo-ya! Jongsoo! Jangan tinggalkan Eomma! Ya! Jongsoo-ya!" Teriak Kyungsoo, didekapnya anak kesayangnnya itu penuh sayang tidak peduli dengan gaunnya yang sudah berlumuran darah Jongsoo. Yang ada dipikiran Kyungsoo adalah; ini pasti salah Jongin yah Jongin
Pengemudi mobil itu keluar dari mobilnya dengan perasaan takut, dia benar-benar tidak tau jika ada seseorang yang hendak menyabrang.
"A-agsshi, mi-mianhe sa-saya tidak tau ji-jika..."
"Kyungsoo-ya!" Teriak Jongin keras, mendekati Kyungsoo yang masih menangis.
"JANGAN MENDEKAT!" Kyungsoo berteriak membuat Jongin terlonjak kaget.
"PERGILAH DAN JANGAN PERNAH TEMUI AKU DAN JONGSOO LAGI!" Teriakan Kyungsoo lebih histeris.
"Kyungsoo tapi.."
"KUBILANG PERGI!"
"Biarkan kali ini aku membawa Jongsoo kerumah sakit.. dia bisa mati Soo!" Jongin ikut berteriak frustasi
"Aku tidak membutuhkan bantuanmu!" Kyungsoo mendesis tajam sarat akan kebencian yang mendalam.
"Agasshi! tolong bantu saya bawa anak saya ke Rumah Sakit" Kemudian tersangka yang menabrak Jongsoo langsung menggendong Jongsoo dan langsung menjalankan mobilnya kencang ㅡkeadaan daruratㅡ setelah sebelumnya Kyungsoo sudah masuk kedalam.
"KYUNGSOO!" teriak Jongin sia-sia.
"Aaaaargh!"
"Jongin mana Kyungsoo dan Jongsoo?" Sehun bertanya terengah-engah benar-benar menguras tenaga, tanpa menghiraukan Sehun, Jongin langsung berbalik dan segera mengambil mobilnya menyusul Kyungsoo menuju Rumah Sakit yang bisa dijangkau dalam jarak dekat karena Jongin tau pasti Kyungsoo akan langsung berhenti di RS itu karena ini darurat.
TBC~
Hey ya saya kembali dengan FF ini. Huft~ liburan juga teuteup dikasih tugas jadi yah maaf ya baru lanjut hehe:D
Eh sebenernya nggak tega buat Jongsoo kecelakaan disini tapi tangan dan otak saya berkoordinasi buat kayak gini hiks maaf ya:'( Disini sengaja saya buat Jongsoo kesannya lebih dewasa dari Sehan walau mereka seumuran._.hayoooo kira-kira siapa yang nabrak Jongsoo? :3 kayaknya bakal ada hubungannya sama next storynya hehe:D
Ah intinya cerita ini makin absurd dan nggak jelas. Maaf saya nggak bisa bales review dari kalian T.T maaf sekali:'(
saya pengen nangis sumpah yang review jauh dari perkiraan saya aaah aku sayang kalian semua readers :')
buat lebih akrab, jangan panggil saya author hehe saya kelahiran tahun 1999 sekarang kelas 10 SMA dengan kurikulum sialan a.k.a 2013:') nama? nggak usah lah ya._. hehe cukup panggil saeng/eonni saja._.
Sekian maaf dari saya yang sebesar-besarnya kalau chapter ini jelek dan nggak jelas. MAAF YA eonnideul/saengdeul semuaaaaa GOMAWO SARANGHAE ~~~~
Lastword ㅡ Review?
