Title : Into Your World
Cast : Kim Jongin ; Do Kyungsoo ; and other (gs ; Kyungsoo; Luhan; Baekhyun)
Genre : Romance ; Family ; Hurt
Rated : T
Length : Multichapter
Disclaimer : kaisoo itu otp saya. kaisoo punyanya yang pengen punya mereka._. tapi cerita ini milik saya loh hahai:D
TYPO ADALAH SALAH SATU KEBIASAAN SAYA DAN MAAF JIKA BANYAK TYPO :)
Summary : Kyungsoo hanya ingin hidup bahagia bersama Jongsoo
HAPPY READING^^
Kyungsoo berdiri didepan pintu UGD dengan wajah gelisah dan keringat bercucuran didahinya; gaunnya sudah kotor bau anyir darah tercium dengan jelas dan itu sama sekali tidak membuat Kyungsoo risih.
"Agasshi, maafkan saya perkenalkan nama saya Kim Myungsoo.. saya benar-benar minta maaf.. sungguh" Laki-laki yang mengenalkan dirinya sebagai Kim Myungsoo itu berucap sedikit takut. Perasaannya berkobar antara merasa bersalah dan juga takut untuk reaksi apa yang akan dikeluarkan perempuan ㅡyang Myungsoo tangkap sebagai Ibu dari anak yang ditabraknyaㅡ
Kyungsoo menoleh dan tersenyum, Ia tidak mungkin kan marah-marah tidak jelas dengan orang didepannya ini? Sekalipun pada faktanya Myungsoo memang bersalah tapi ini juga bukan kemauannya. Ini garis takdir Tuhan memberi cobaan untuk Kyungsoo dan hukumannya adalah ㅡJongsoo kecelakaan.
"O-oh gwenchana Myungsoo-sshi, ini bukan salah anda mungkin saya juga yang tidak menjaga Jongsoo dengan baik. Oh ya saya Kyungsoo, Do Kyungsoo" Myungsoo mengangguk paham ㅡbagaimana mungkin didunia ini masih ada manusia sebaik Kyungsoo?ㅡ
"Jeongmal? Saya benar-benar minta maaf, dan untuk biaya saya yang bayar karena yah ini murni kesalahan saya sebagai pengendara kendaraan bermotor" Laki-laki itu sedikit merasa tidak enak hati; bagaimana mungkin Kyungsoo tidak menyalahkannya sama sekali? Justru disini yang terlihat salah dimata Kyungsoo adalah dirinya sendiri.
"Tidak usah Myungsoo-sshi, saya tidak ingin merepotkan anda.." MEREPOTKAN?! Heh yang benar saja Myungsoo sama sekali tidak merasa direpotkan untuk hal yang satu ini; justru jika Ia menelantarkan Kyungsoo Ia merasa sangat repot dengan bayang-bayang kesalahan yang akan terus menghampirinya.
"Tidak apa-apa, sama sekali tidak merepotkan justru saya yang merasa repot jika tidak bertanggung jawab dalam masalah ini. Saya benar-benar minta maaf.."
"Jeongmal gamsahamnida Myungsoo-sshi.. Saya benar-benar merepotkan anda. Jebal mianhe." Kyungsoo membungkukan badannya berkali-kali; sungguh Ia justru merasa berdosa karena dalam pikirannya secara tidak langsung meminta uang pada orang yang baru Ia kenal.
~O~
"Kyung, bagaimana keadaan Jongsoo?" Jongin menstabilkan deru nafasnya yang sedikit tersendat-sendat. Kyungsoo berdiri dari duduknya dan mendekat kearah Jongin.
"Apa yang kau katakan pada Jongsoo?" Tanyanya pelan; ini Rumah Sakit dan otaknya cukup jernih agar Ia tidak berteriak.
"Aku tidak mengatakan apapun sungguh! Ia mendengar Sehun bicara bahwa yah aku ini ayah kandung Jongsoo" Kyungsoo tertegun; Jongsoo sudah mengetahuinya? Itu artinya;
"Kau mengakuinya sebagai anakmu hm? Kau mengakuinya tidak? Tidak bukan, jadi jangan pernah berkata bahwa kau adalah Ayah kandungnya" Kyungsoo menatap Jongin tajam.
"Tapi Ia membutuhkan figur Ayah Soo!" Jongin memegang kedua bahu Kyungsoo meyakinkan wanita itu bahwa Ia adalah Ayah kandung Jongsoo.
"Ayah? Dia sudah punya Sehun dan juga Chanyeol! Ia tidak membutuhkanmu!"
"Omong kosong! Ia membutuhkanku. Pada faktanya seorang Ayah dan anak terikat sekalipun kau memberi tembok besar diantara aku dan Jongsoo", Jongin mulai tersulut emosinya. Ia mencengkeram bahu Kyungsoo lebih erat. Matanya ikut memandang Kyungsoo tajam; Kyungsoo menyeka airmatanya kasar.
"Berhenti berkata bahwa kau adalah ayah Jongsoo dan jangan pernah mengucapkan bahwa kau dan Jongsoo memiliki ikatan batin! Kita bahkan tidak memiliki hubungan apapun selain atasan terhadap sekretarisnya! Kau yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita beberapa tahun yang lalu saat aku sedang mengandung Jongsoo 3 minggu! Ingat Jongin kita tidak memiliki hubungan apapun!", suaranya bergetar dan berangsur menurun saat air matanya kembali meleleh. Jongin menegang; hanya sebatas atasan dan bawahan ㅡya faktanya itu benar tapi..
"Kau tidak mengatakannya! Kau tidak bilang jika saat itu kau sedang mengandung Jongsoo!"
"Aku sudah berusaha ingin mengataknnya, tapi apa? Kau justru mengakhiri hubungan kita setelah kau mengambil apa yang paling berharga bagi seorang wanita! Dan sekarang?, dengan mudahnya kau menganggap bahwa Jongsoo anakmu?" Kyungsoo berucap sakratis dan memandang sinis Jongin.
"A-aku.."
"Aku apa? Kau fikir selama aku mengandung Jongsoo aku merasa selalu dimudahkan menjalani kehidupanku? Untung saja ada Luhan dan Baekhyun yang membantuku"
"S-soo a-aku benar-benar minta maaf aku sungguh.."
"Minta maaf? Dengan memnit maaf itu bisa menggantikan semuanya? Bisa mengulang semuanya? Dunia ini fatamorgana! Tidak ada manusia yang bisa mengulang waktu tidak Jongin tidak ada.." Jongin merengkuh Kyungsoo kedalam pelukannya membiarkan airmata itu membasahi kemejanyaㅡ
~O~
"Kyungsoo-ya! Jongin-ah!" Luhan, Sehun dan Sehan ㅡsedang terlelap di gendongan Luhanㅡ berlari menghampiri Jongin, Kyungsoo dan seseorang yang mereka yakini sebagai tersangkanya.
"Bagaimana keadaan Jongsoo?" Luhan bertanya khawatir; Jongsoo juga sudah Ia anggap sebagai anaknya sendiri sama halnya dengan Sehan. Kyungsoo menggeleng, matanya sembab menangis terus menerus, sudah hampir satu jam mereka menunggu Dokter yang menangani Jongsoo keluar tapi Dokter itu belum juga menampakan batang hidungnya.
Cklek~
Bunyi pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Kyungsoo, Ia langsung berlari menuju Dokter itu.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya?" Dokter itu mengehela nafas,
"Anda sedikit terlambat membawanya kemari jadi proses penanganannya membutuhkan waktu lama tapi anak anda sudah melewati masa kritisnya, Ia bisa dibawa keruang pemulihan.." Kyungsoo menghembuskan nafasnya lega.
"Dokter, rawat Ia di ruang VIP saja.." Kyungsoo menoleh dilihatnya Myungsoo yang mulai mendekat kearahnya dan sang Dokter.
"Ah baiklah saya akan segera mengurusnya, kalau begitu permisi dulu.."
"Myungsoo-sshi sungguh saya benar-benar minta maaf..", Myungsoo tersenyum, senyum menawan yang benar-benar bisa memikat hati siapa saja yang melihatnya kecuali Kyungsoo dihatinya hanya ada Jongin, Jongin dan Jongin sekuat apapun otaknya menyuruh hatinya untuk membenci Jongin tetap tidak bisa.
"Tidak masalah ini sudah kewajibanku Kyungsoo.." Myungsoo mengusuk rambut Kyungsoo yang sudah benar-benar berantakan.
Jongsoo sudah dipindahkan diruang VIP ㅡsesuai permintaan Myungsoo.
"Soo, sebaiknya kau ganti baju dulu" Jongin berucap ditengah keheningan yang tercipta diruangan itu. Myungsoo langsung pulang setelah Ia selesai mengurus administrasi Jongsoo. Kyungsoo mengangguk dan menyambar baju yang ada ditangan Jongin beralih menuju ke kamar mandi.
"Sehunnie, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Jongsoo tiba-tiba berlari?" Luhan bertanya hati-hati; yang membuat Sehun mengusuk wajahnya kasar.
"Ia mendengar ketika aku bilang bahwa Jongin adalah ayah kandungnya" Jawab Sehun dengan suara seraknya.
"Loh? Harusnya Jongsoo senang bukan? Ia sudah tau siapa ayah kandungnya?", Luhan sedikit heran untuk apa Jongsoo membenci Jongin? Harusnya bocah itu senang bukan sudah mengetahui siapa Ayah kandungnya.
"Sudah sepantasnya Jongsoo membenci Jongin..", Kyungsoo baru saja selesai mengganti bajunya dan sedikit membenarkan wajah juga tatanan rambutnya. Jongin menunduk; Ia benar-benar merasa menjadi pihak yang bersalah.
"Kyungsoo!" Luhan membentak Kyungsoo, dan itu membuat Sehan bergerak tidak nyaman dipangkuannya.
"Kenapa? Benar bukan? Aku yang mengandung Jongsoo, aku yang melahirkannya, aku yang membesarkannya, aku yang membiayai hidupnya berkat bantuanmu dan Baekhyun. Jongin berperan sebagai apa disini? Menghamiliku, fine itu benar tapi setelah aku hamil 3 minggu apa yang Ia lakukan? Ia memutuskanku, mengakhirinya setelah aku benar-benar memepercayakan hal yang paling berharga dihidupku untuknya. Ia mengakhirinya Luhan, jadi Ia tidak memiliki hak secuilpun atas Jongsoo, bahkan untuk menyentuh atau sekedar melihatnya" Jongin tertohok dengan ucapan Kyungsoo, sekejam apapun Ia, Ia masihlah berstatus sebagai ayah biologis Jongsoo.
"Ia ayahnya Soo! Ia juga memiliki hak atas Jongsoo! Jangan egois!" Luhan berteriak; setelah meletakkan Sehan kepangkuan Sehun yang hanya diam dan terus menunduk.
"Aku tidak egois! Terserah kalian menganggapku egois atau apapun; tapi Jongsoo sama sekali tidak membutuhkan Ayah seperti Jongin!" Ucapnya final, nafasnya memburu, kenapa Luhan seolah menyalahkannya?
"Kyungsoo.."
"Diam kau!" Kyungsoo berbicara penuh dengan kesinisan; amarah dan dendam.
"Kyungsoo jaga bicaramu!"
"Keluarlah, aku hanya ingin sedang bersama Jongsoo" Kyungsoo berjalan mendekati ranjang Jongsoo; membelai rambut anaknya yang sangat lengket, penuh dengan keringat.
"Kyungsoo.. tapi.."
"KUBILANG KELUAR!" Mutlak. Keputusan Kyungsoo mutlak.
~O~
Sebelumnya, Kyungsoo menyuruh Myungsoo untuk menyewa kamar ini dua hari saja. Hari ini dan besok. Jadi besok Kyungsoo harus sudah membawa Jongsoo pergi dari Rumah Sakit ini.
Cicitan burung dipagi hari menyadarkan Kyungsoo dari tidurnya semalaman.
"Eomma.." Jongsoo berucap lirih; Kyungsoo langsung mendongak dan menatap kaget pada Jongsoo
"Jongsoo-ya!" Ia memeluk erat Jongsoo, membawa anaknya dalam kehangatan sosok seorang Ibu.
"Bagaiamana keadanmu sayang? Mana yang sakit hem? Kau ingin makan sesuatu? Jongsoo lapar?" Jongsoo menggeleng menanggapinya.
"Eomma jangan menangis lagi ne? Ada Jongsoo disini, Eomma tidak boleh menangis atau Jongsoo akan marah pada Eomma" Bocah itu berucap dengan suaraya yang tersendat-sendat.
"Ne sayang, Eomma tidak akan menangis lagi tenang saja ne? Nanti siang kita pulang dan kita akan pergi ketempat Jimin Hyung, menjalani pengobatan disana, Jongsoo mau?" Jongsoo mengangguk senang, senyumannya masih tetap bertahan sekalipun Ia merasa benar-benar sakit dan lemah saat ini.
"Jimin Hyung nugu Eomma?" Tanyanya polos.
"Namdongsaengi Eomma sayang.." Jongsoo menganggukan kepalanya tanda Ia mengerti.
Kyungsoo sudah mengurus kepulangan Jongsoo dan tempat yang harus langsung Ia tuju adalah sekolah Jongsoo.
"Ne seonsangnim, Jongsoo akan pergi jauh jadi Jongsoo harus pergi dari sekolah ini. Seonsangnim jangan menangis ne? Jongsoo pasti akan merindukan Seonsangnim" Ucapnya polos, guru TK Jongsoo itu mengangguk.
"Ne, Jongsoo hati-hati ya, jangan jadi anak nakal, jangan membuat Eommamu repot? Oke?" Jongsoo mengangguk dan langsung digendong Kyungsoo.
"Mianhe Eonnie, jika selama ini Jongsoo nakal dan merepotkan" Hyojin ㅡguru itu menggeleng dan tersenyum.
"Tidak tentu saja, hiduplah dengan benar disana jangan membuatku khawatir disini. Hati-hati jaga diri kalian baik-baik" Kyungsoo mengangguk kemudian melangkahkan kakinya menjauh menuju Apartementnya.
Kepindahan Jongsoo sudah, Surat pengunduran dirinya sudah Ia percayakan pada Eunji. Sekarang tinggal mengemasi barang dan membeli tiket langsung ke Jepang.
~O~
"Jongin, aku tidak percaya ini tapi Kyungsoo mengundurkan diri dari perusahaan" Jongdae berucap sedih, padahal baru beberapa minggu Kyungsoo bekerja disini, tapi kenapa Ia mengundurkan diri secepat ini?
Jongin membeku ditempatnya. Apa? Mengundurkan diri? yang benar saja.
"Kau.. tidak berbohong kan Hyung?" Jongdae menggeleng, Ia bisa merasakan nada putus asa diucapan Jongin.
"Kau urus ini sebentar." Ucap Jongin dan langsung berlari keluar ruangannya. Rumah Sakit; Ia berharap Kyungsoo masih dirumah sakit.
"Permisi suster, pasien bernama Do Jongsoo diruang VIP yang kemarin mengalami kecelakaan masih disini?" Tanyanya setelah Ia sampai di meja resepsionis.
"Tunggu sebentar.. Oh Ia baru saja keluar beberapa jam yang lalu" Ucap suster itu
"Baiklah, terimakasih.."
Tujuan keduanya adalah sekolah Jongsoo.
"Do Jongsoo, namanya Do Jongsoo, apakah Ia hadir hari ini?"
"Oh, Jongsoo Ia baru saja mengurus surat kepindahannya tadi.." Jongin langsung pergi setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih pada guru itu.
Ini harapan terakhirnya, Apartement Kyungsoo.
Kosong~ Hening.
"Ahjumma apa Ahjumma melihat penghuni kamar ini?"
"Oh, Kyungsoo, dia sudah pergi sepertinya 3 jam yang lalu, ada apa?" Jongin menggeleng dan berjalan lesu kelantai bawah dimana mobilnya terparkir.
Jadi, kemana Kyungsoo pergi? ㅡitulah yang ada dipikiran Jongin.
TBC~
Hehehe saya kembali dengan ini, janji saya saya penuhi fast up kan? hehehe. oh iya soal cast yang nabrak Jongsoo nggak jadi ada pengaruh sama storynya saya nemu ide lain hehe:3 saya tau ini ceritanya makasa banget dan alurnya cepet:D tapi ini kemampuan saya hehe
Terimakasih buat eonni/saeng yang udah ngoreksi kesalahan saya aaaah terima kasih banyak, jeongmal gomawo:)
Review dari eonnideul/saengdeul semuanya sangat membuat saya lebih semangat lagi hehe:D
I LOVE YOU SEMUANYA :) maaf kalo banyak typo dan mengecewakan juga ditambah semakin tidak jelas hehe:D
Lastword ㅡ Review? :)
