Title : Into Your World

Cast : Kim Jongin ; Do Kyungsoo, and other (GS : Kyungsoo ; Luhan ; Baekhyun)

Genre : Romance ; Family ; Hurt

Rated : T

Length : Multichapter

Disclaimer : Kaisoo itu OTP saya, kaisoo milik yang pengen memiliki mereka._. tapi cerita ini milik saya ya hehe:D

TYPO ADALAH SALAH SATU KEBIASAAN SAYA DAN MAAF JIKA BANYAK TYPO

Summary : Kyungsoo hanya ingin hidup bahagia bersama Jongsoo

HAPPY READING^^

Kyungsoo berdiri ditengah-tengah kepadatan Bandara Internasional Tokyo saat ini –dengan Jongsoo yang terlelap digendongannya, tangan satunya lagi Ia gunakan untuk menggeret koper besar dengan isi barang-barang miliknya dengan Jongsoo. Ia sedang menunggu Jimin –adik kandungnya untuk menjemput dirinya dan Jongsoo yang baru sampai di Jepang beberapa menit yang lalu. Bokongnya lelah sedari tadi terus duduk, jadi Ia memutuskan untuk berdiri menunggu Jimin datang.

"Noona!" teriakan itu membuat Kyungsoo menoleh dan setelah tau siapa yang memanggilnya, senyuman langsung berkembang manis di bibir heart shapednya. Kemudian dongsaengya itu segera mendekat kearahnya dengan wajah yang kelewat bahagia.

"Akhirnya kau ke Jepang juga Noona, huh kufikir kau lupa jika kau masih mempunyai dongsaengtampanmu yang sedang sibuk kuliah tapi juga merangkap sebagai direktur di Perusahaan Appa" Kyungsoo meringis memang, sebenarnya dialah yang saat ini sedang sibuk dengan urusan Perusahaan, dulu setelah Ayah dan Ibunya meninggal, Ia memutuskan untuk kembali ke Korea dan meninggalkan Jimin sebatangkara di Jepang dengan menimang beban berat sebagai Direktur Do Corp.

"Hehe, maafkan Noona sayang, kau tau kan? Noona orangnya terlalu berlarut-larut?" Jimin mengangguk, ditatapnya anak kecil yang sedang tidur manis digendongan Kyungsoo.

"Eoh, dia Jongsoo Noona? Aigoo manis sekali" Jimin berteriak senang dan menoel pipi Jongsoo, namun bocah itu sama sekali tidak bergeming dari tidur nyenyaknya.

"Mungkin Ia lelah, kkaja kau bawakan koper Noona. Kita pulang sekarang Noona sangat lelah" Jimin mengiyakan perkataan Kyungsoo, menggeret koper itu kemobilnya yang terparkir rapi didepan bandara.

Jongin menunduk lesu dengan secangkir kopi dimeja kerjanya. Sudah seharian ini Ia mencoba mnghubungi Kyungsoo, namun sama sekali tidak membuahkan hasil alis nihil, perempuan itu benar-benar menghilang bersama Jongsoo.

"Sajangnim, sebentar lagi anda ada rapat pertemuan dengan Lee Company"

"Eoh, kau boleh keluar sekarang" Jawabnya datar dan dingin, pribadinya yang semula. Karyawan itu langsung pergi keluar ruangan Jongin dengan wajah yang masam.

Rapat dengan petinggi Lee berhasil Jongin lakukan dengan lancar, jujur –bibirnya lelah terius memasang senyum palsu yang benar-benar dipaksakannya. Jongdae memandang wajah Jongin khawatir, perkiraannya adalah ; Jongin belum makan apapun hari ini.

"Jongin, kau sudah makan kan?" Tanyanya hati-hati, saat ini mereka sedang berada dikamar Jongin (Jongin memutuskan untuk pulang setelah rapat dengan petinggi Lee selesai, Ia juga menyuruh Jongdae untuk ikut pulang bersamanya)

"Aku menyesal Hyung, dulu meninggalkan Kyungsoo.." Lirihnya, Ia masih mengenakan kemeja kerjanya dan celana kerjanya juga.

"Memangnya kenapa kau dulu meninggalkannya? Bukankah kau hanya pergi ke Amerika menjenguk Minho Ahjussi?" Jongdae bertanya bingung.

"Ya, Appa terkena serangan jantung saat itu kondisinya buruk dan sebelum aku berangkat, Eomma bilang jika Appa ingin mengenalkanku kepada seorang perempuan. Aku lebih baik memutuskan Kyungsoo daripada Ia tau jika aku akan berhubungan dengan perempuan lain yang disarankan Appa, menurutku itu seperti menghianatinya" Aku Jongin yang membuat Jongdae terkejut bukan main.

"Hah? Lalu kenapa sekarang kau tidak menikah dengan perempuan itu?"

"Awalnya memang Appa berniat menjodohkanku dengannya, tapi saat keluarganya bilang jika perempuan itu sudah hamil dengan pacarnya jadi yah, rencana Appa batal dan aku melanjutkan kuliah disana berakhir dengan mengurus Perusahaan Appa disini..." Jongin mengambil jeda dari ceritanya, menerawang seberapa buruknya Ia tanpa Kyungsoo. Jika Ia tau perempuan yang akan Ia nikahi sudah hamil sebelumnya, tidak mungkin Ia memutuskan Kyungsoo. Wajar jika Ayahnya mencoba menjodohkan Jongin dengan seseorang, pasalnya Ia belum membawa Kyungsoo kepada orang tuanya –orang tuanya terlalu sibuk di Negeri Paman Sam sana jadi jarang mengunjungi Jongin di Korea.

"Awalnya aku ingin menolak mentah-mentah tawaran Appa, tapi aku juga berfikir Kyungsoo pasti masih ada di Korea, jadi aku memutuskan menerima tawaran Appa. Aku tidak pernah memikirkan sampai tahap Kyungsoo yang melamar pekerjaan disini, tapi takdir berkata lain aku menemukannya dengan mudah. Aku mengetahui jika dia memiliki anak bernama Jongsoo, dulu saat aku dan dia masih berpacaran, kami pernah berfikir jika nanti kami menikah dan memiliki anak, kami memikirkan dua nama ; perempuan Kim Insoo dan laki-laki Kim Jongsoo, jadi aku yakin jika Jongsoo adalah anakku dengan Kyungsoo karna sebelum aku meninggalkannya aku dan dia melakukan itu yah aku diluar kendali.." Jongdae membeliakkan matanya kaget.

"KAU MENGHAMILINYA LALU KAU MENINGGALKANNYA? YANG BENAR SAJA! KAU BRENGSEK JONG!" Jongdae berteriak diluar kendali, nafasnya memburu. Jongin benar-benar keterlaluan.

"Aku memang brengsek, aku sedang mencoba untuk memperbaikinya tapi apa dia pergi Hyung, dia pergi.." Jongin mulai menangis, sedari tadi Ia berusaha untuk tidak menangis, karna ia laki-laki tapi tetap saja beban pikirannya terlalu berat, adakalanya seorang laki-laki butuh mengeluarkan airmata.

" Mungkin saja ia belum percaya denganmu Jong, hati perempuan itu lemah, rapuh tidak seperti kita yang hanya mengandalkan logika tanpa memikirkan perasaan"

"Aku sudah mencoba meminta maaf, bahkan Jongsoo menyukaiku. Ia senang ketika aku datang malam hari bersama Kyungsoo setelah pulang kerja. Aku fikir Jongsoo tidak akan membenciku ketika tau jika aku adalah ayah kandungnya tapi apa? Ia membenciku Hyung, dan yang membuat Kyungsoo semakin membenciku adalah Jongsoo kecelakaan karena Ia mendengar perkataan Sehun bahwa aku adalah ayah kandungnya, aku bodoh Hyung, bodoh.." Airmatanya semakin meleleh, Jongdae menatap nanar Jongin, belum pernah Jongin seperti ini sebelumnya.

"Kau masih mengharapkan Kyungsoo?" Tanya Jongdae pelan, mengelus rambut lepek sepupunya itu dengan lembut, Jongin butuh sandaran saat ini, tapi orang tuanya benar-benar sibuk saat ini, tidak mungkin kan Jongin menghubungi eommanya untuk pulang dan menghiburnya?

"Sangat, aku sangat mengharapkannya memaafkanku, mengharapkannya mencintaiku kembali, mengharapkan hidup bahagia dengan Kyungsoo dan darah daging kami, mengharapkan tua bersama Kyungsoo, aku benar-benar mengharapkannya untuk selalu dismpingku Hyung, tapi aku justru membuatnya pergi, aku bodoh, aku brengsek Hyung, aku-aku.." Dipeluknya Jongin, mencoba membuat sepupunya itu tenang meskipun Ia sendiri sebenarnya merasa geram dengan Jongin, kenapa Jongin saat itu memutuskan Kyungsoo hanya demi perkenalan tidak jelas?

"Aku akan membantumu mencari Kyungsoo..." Jongin mendongak, menatap Hyungnya yang sedang tersenyum manis kearahnya.

"Benarkah Hyung?" Jongdae mengangguk.

"Gomawo Hyung.." Dipeluknya sepupunya itu erat-erat...

TBC~

Heeeey, saya bawa lanjutan ff ini, kenapa Jongin ninggalin Kyungsoo udah ada kan alasannya? I'm sorry, part ini bener-bener hancur. Saya buat ini diwaktu senggang hari minggu ini, karena yah besok masuk sekolah harus sudah ulangan Matematika dan Kewirausahaan

Dan lagi materi Matematika yang satu ini bener-bener blank, nggak mudeng sama sekali masih mending Trigonometri bab awal ugh~

Oh iya, saya mau hiatus kayaknya maaf ya ini ff terakhir saya sebelum saya hiatus, semoga berkenan dihati para eonnideul/saengdeul semuanyaaa... I LOVE YOU SO MUCH

Udah dulu ya hehehe... maaf nggak bisa bales review satu-satu ini ngetik juga laptop minjem:D

HAPPY READING SEMUANYAAAA...

Lastword –review?